Ajarkan Investasi, IPB Bakal Buat Mini Lab Pasar Modal

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung tercatat sebagai provinsi pertama yang akan memiliki galeri investasi di Indonesia. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fauzi di Gedung BEI Jumat pagi ini.

Hasan menyampaikan dalam waktu dekat Pemerintah Provinsi Bangka Belitung akan membangun galeri investasi.

“Masalahnya kapan kita sudah jajaki. Persetujuan prinsip dari beliau sudah ada. Tinggal cari mitra kita dari anggota bursa (AB) plus mereka tunjuk pengurus dari galeri itu. Ini baru pertama kali dengan pemprov, biasanya kan institusi perguruan tinggi,” tuturnya di Gedung BEI, Jumat, 20 Juli 2018.

Hasan menekankan, hal ini sejalan dengan keinginan Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman yang menginginkan masyarakatnya melek akan investasi.

“Dalam waktu dekat akan kita dirikan galeri investasi BEI di lingkungan kantor Pemprov. Beliau ingin sebelum ke masyarakat luas, aparatur sipil negaranya (ASN) agar lebih dahulu dapat edukasi dan terliterasi dengan baik untuk investasi,” kata dia.

Sementara itu, Hasan menekankan manajemen BEI terus mengajak provinsi-provinsi lainnya untuk turut serta mengikuti langkah yang sama.

“Kita proaktif tawarkan ke pemprov lain tapi pendekatan komitmen mereka kan juga berbeda. Yang jelas pionirnya ini di Bangka Belitung,” tandas dia.

Api Lahap Kios di Pasar Lawang Malang

Patroli Indosiar, Malang – Pasar tradisional di Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terbakar, Rabu malam, 17 April kemarin. Api diduga muncul akibat adanya korsleting arus listrik.  

Seperti ditayangkan Patroli Indosiar, Kamis (18/4/2019), bangunan toko beserta isinya ludes di lalap si jago merah. Sebagian pemilik toko berusaha mengamankan barang dagangan agar tidak ikut terbakar.

Kebakaran terjadi ketika aktivitas pasar dalam kondisi tutup. Dugaan sementara kebakaran diakibatkan korsleting arus listrik yang berada di lantai dua pasar.

“Sumber api ada di lantai dua di bagian perancangan. Kemudian setelah itu kami upayakan mengatur masyarakat karena mereka berusaha menyelamatkan barang di tempat kejadian,” ujar Kapolsek Lawang Kab Malang Kompol Gaguk Sulistiyo Budi.  

Sekitar empat jam sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran berhasil menjinakkan api. Polisi masih melakukan penyelidikan penyebab pasti kebakaran.  

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian di taksir mencapai milaran rupiah.

Dua Peleton Personel Gabungan Amankan Kebakaran Pasar Lawang

Malang – Sebanyak dua peleton personel gabungan dari Polri dan TNI diterjunkan untuk mengawal proses pemadaman kebakaran di Pasar Lawang, Kabupaten Malang. Personel tersebut sebelumnya bertugas mengawal jalannya Pemilu 2019.

“Kami terjunkan dua peleton atau 60 personel gabungan dari Polri dan TNI ke sini (Pasar Lawang), untuk membantu dan mengamankan barang-barang milik pedagang,” kata Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung saat ditemui detikcom di lokasi, Rabu (17/4/2019).

Ia menjelaskan, personel yang diterjunkan sebelumnya stand by di Polres Malang selama proses Pemilu. Termasuk personel yang tengah mengawal proses Pemilu di wilayah Dau, Kabupaten Malang.

Selain personel keamanan, lanjut Yade, sebanyak 13 unit mobil ambulance juga dikerahkan. Yakni untuk mengantisipasi warga atau pedagang yang membutuhkan penanganan medis.

“Ambulance ada 13 unit dari empat kota, Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu dan Pasuruan serta dari swasta. Tadi ada satu pedagang yang sesak nafas dan kelelahan karena berusaha membawa keluar barang-barangnya, sudah tertangani oleh tim medis,” imbuhnya.

Seperti hasil pantauan langsung di lokasi kebakaran, ia membenarkan masih ditemukan titik api di lantai dua pasar. Hingga saat ini upaya pemadaman serta pembasahan di area pasar terus dilakukan.

“Masih ada titik api, di lantai dua, kini sedang dilakukan upaya pemadaman,” tambahnya.

Pihaknya juga belum bisa memastikan penyebab kebakaran yang melanda kios-kios pedagang. Rencananya, Tim Labfor akan didatangkan untuk menyelidiki secara pasti penyebab dari kebakaran.

“Labfor tengah berangkat ke sini, nantinya dibantu tim identifikasi kita untuk menyelidiki secara pasti penyebab dari kebakaran. Untuk sementara belum bisa kita menduga sumber api,” pungkas Yade.
(sun/bdh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sudah 5 Jam, Kebakaran di Pasar Lawang Belum Bisa Dipadamkan

Malang – Sudah hampir lima jam api membakar ratusan kios di Pasar Lawang, Kabupaten Malang. Tujuh unit PMK yang didatangkan berjibaku menjinakkan api namun belum membuahkan hasil.

Kios di bagian lantai dua yang lebih dulu terbakar diketahui menjual beragam barang dagangan. Menurut polisi, lapak yang diduga menjadi sumber api berasal dari kios pracangan atau menjual bahan-bahan kebutuhan rumah tangga.

Banyaknya barang mudah terbakar membuat api cepat merembet ke bagian lain. “Barang-barang yang dijual banyak yang mudah terbakar, seperti pakaian, pecah belah dan lain-lain,” kata Kapolsek Lawang Kompol Gaguk Sulistyo kepada detikcom di lokasi, Rabu (17/4/2019) malam.

Pihaknya belum dapat menghitung berapa jumlah kerugian dari kebakaran itu. Setelah api bisa dikendalikan atau dipadamkan, pihak kepolisian akan segera melakukan pendataan dengan melibatkan pengelola pasar.

“Berapa kerugiannya masih belum bisa dihitung. Kita fokus pada pemadaman dulu,” imbuhnya.

Tujuh unit PMK sudah dikerahkan untuk bisa memadamkan api. Mereka berasal dari PMK Pemkab Malang, Kota Malang, PT Bentoel dan bantuan dari Pemkab Pasuruan.

“Ada tujuh PMK, salah satunya bantuan dari Pasuruan. Semoga bisa segera dipadamkan apinya,” tambah Gaguk.

Seperti pantauan detikcom, warga dan pedagang masih berjubel di lokasi untuk menyaksikan langsung upaya pemadaman.

“Tadi masih banyak yang buka, belum tutup. Karena biasanya baru jam 9, pedagang yang di lantai bawah maupun atas menutup kios mereka,” kata Tutik (60), salah satu pedagang yang ditemui detikcom di lokasi, Rabu (17/4/2019) malam.

Menurut Tutik, kebakaran terjadi setelah dirinya beberapa saat menutup kiosnya. Ia menambahkan, area yang pertama kali terbakar merupakan kios-kios yang menjual bahan-bahan makanan, ikan, dan barang lainnya.

“Saya baru saja tutup, terus dapat kabar pasar terbakar. Tentunya yang lain masih banyak yang buka saat terbakar,” ujar perempuan yang sudah berjualan sejak 1993.

Ia melanjutkan, sebenarnya masa kontrak pedagang sudah habis. Sejak tiga tahun ini, pedagang hanya diminta uang membayar uang sewa sebesar Rp 500 ribu setiap bulannya.

“Kontraknya sudah habis, kita hanya diminta bayar sewa. Pasar juga dalam kondisi sepi. Karena banyak yang jualan di luar,” lanjutnya.

Camat Lawang Eko Wahyu Widodo tak mengetahui secara pasti jumlah pedagang di Pasar Lawang. Serta berapa jumlah kios yang terbakar.

“Jadi belum tahu berapa jumlah pedagang di pasar ini, termasuk kios yang terbakar. Kami masih fokus untuk bisa memadamkan api,” pungkas Eko terpisah.
(sun/bdh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pasar Lawang Terbakar, Pedagang Panik dan Usaha Selamatkan Dagangan

MalangKebakaran di Pasar Lawang membuat panik pedagang. Mereka berusaha untuk menyelamatkan barang dagangannya.

Ada yang membawa kendaraan roda empat, gerobak atau diangkut secara gotong royong. Seperti pantauan detikcom, pedagang mulai membersihkan kios dagangannya yang belum tersambar kobaran api. Ada juga pedagang yang nekat ingin menyelamatkan isi dalam kiosnya. Meski lokasinya sangat berdekatan dengan kobaran api.

Informasi yang dihimpun detikcom, sumber api berasal dari bagian lantai dua. Mayoritas lokasi awal kebakaran adalah toko atau kios pracangan yang menjual beraneka kebutuhan rumah tangga.

Petugas dan masyarakat yang berada di lokasi segera mengingatkan dan memintanya untuk pergi menjauhi kiosnya. Sampai kini, api masih membakar bagian lantai dua dan lantai dasar. Mayoritas diisi kios yang menjual dagangannya perabotan rumah tangga, baju, dan segala jenis pakaian.

“Kios saya di bagian depan, memang belum sampai ada api. Karena itu, saya keluarkan semua barang, untuk dibawa pulang,” kata Tutik (60), pedagang pakaian ditemui detikcom di lokasi, Rabu (17/4/2019) malam.

Warga Sumberwuni, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang itu mengaku sudah sejak tahun 1993 menjadi pedagang di Pasar Lawang. Selama kurun waktu itu, pasar yang menjadi sumber penghasilan sehari-hari ini tak pernah mengalami musibah seperti yang terjadi malam ini.

“Tidak pernah sampai besar begini apinya. Saya jualan mulai tahun 1993,” imbuh wanita berjilbab ini.

Selain Tutik, masih banyak pedagang lain yang memilih membawa keluar barang dagangannya. Isak tangis juga mewarnai upaya pedagang saat menyelamatkan barang-barangnya dari kebakaran.

Polisi sendiri hanya bisa memantau dan lebih fokus untuk segera bisa menjinakkan api. “Tentunya itu pedagang yang memiliki kios, kita juga mengantisipasi adanya penjarahan,” kata Kapolsek Lawang Kompol Gaguk Sulistyo terpisah.
(sun/bdh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Penumpang di Terminal Pasar Rambutan Naik Drastis Jelang Pencoblosan

Jakarta – Sejumlah warga dari Jakarta pulang kampung untuk menyalurkan hak pilihnya di Pemilu 2019. Hal itu berimbas pada peningkatan jumlah penumpang di Terminal Pasar Rambutan, Jakarta Timur.

Kepala Terminal Pasar Rambutan Thofik Winanto mengatakan jumlah penumpang biasanya sebanyak 2.500. Namun jumlah penumpang itu naik drastis sejak Minggu (15/4).

“Hari biasanya sekitar 2.500 penumpang,” ujar Thofik saat dihubungi, Rabu (17/4/2019).

Menurut Thofik, mayoritas penumpang itu akan pergi ke sejumlah daerah di Jawa Barat. Namun tak sedikit juga penumpang yang akan pulang ke wilayah lain.

“Terminal itu terkait dengan masalah jurusan mayoritas banjar, Tasik sama Purwakarta, Subang, Sumedang,” ujarnya.

Berikut data penumpang di Terminal Pasar Rambutan:

Minggu

315 Bus
5.545 Penumpang

Senin

351 Bus
6.197 Penumpang

Selasa sampai pukul 00.00 WIB

357 Bus
10.125 Bus

(knv/aik)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

6 Jajanan Pasar Manis Khas Banyumas yang Bikin Ketagihan

Candil

Mirip dengan cenil, candil tidak diberikan pewarna makanan. Bedanya lagi, candil dimasak dengan santan dan gula merah yang membuatnya manis. Tak lupa potongan kelapa muda menambah variasi tekstur dan rasa dari candil. Kenyal, manis, dan gurih.

Grontol

Jajanan yang satu ini memiliki bahan dasar jagung dan kelapa muda. Jagung dipipil, lalu direbus. Setelah itu, dicampur dengan parutan kelapa muda. Taburan sedikit garam dan gula menambah kelezatan jajanan ini.

Ciwel

Jajanan khas Banyumas ini tergolong unik dalam pembuatannya. Terbuat dari tepung singkong yang direndam dalam cairan rendaman jerami padi yang dibakar sehingga berwarna hitam. Disajikan di atas daun pisang dengan kelapa parut dan gula merah cair.

Lupis

Mirip dengan ciwel, bedanya lupis terbuat dari beras ketan. Cara makannya pun sama, dibungkus dengan daun pisang.

Lupis diberi taburan kepala parut serta gula merah. Bila sudah makan lupis, pasti akan beli lagi bila berkunjung lagi ke Banyumas.  (Fairuz Fildzah)

ISIS Klaim Jadi Dalang Pengeboman Pasar Buah Pakistan

Quetta – Kelompok radikal ISIS mengklaim bertanggung jawab atas bom bunuh diri di Quetta, Pakistan. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (12/4) itu menewaskan 20 orang dan menyebabkan 48 orang luka-luka.

Dilansir AFP, Minggu (14/4/2019), ISIS menyiarkan foto dan nama pelaku bom bunuh diri tersebut pada Sabtu (13/4). ISIS menyatakan target pengeboman itu adalah kaum muslim Syiah.

Sementara itu, sebelumnya kelompok Taliban Pakistan mengaku menjadi dalang bom bunuh diri tersebut. Mereka mengaku berkolaborasi dengan Laskar e-Jhangvi, kelompok ekstrimis Sunni yang kerap mengotaki sejumlah serangan terhadap muslim Syiah di Pakistan.


Pemerintah Pakistan membantah ada ISIS di negara mereka. Namun, ISIS sempat beberapa kali mengklaim menjadi dalang sejumlah serangan di Pakistan.

Organisasi Amnesty International menyatakan peristiwa bom bunuh diri itu menjadi peringatan pedih terhadap sejumlah serangan kepada etnis Hazara–yang kebanyakan merupakan muslim Syiah–dalam beberapa tahun belakangan. Mereka pun meminta Perdana Menteri Pakistan Imran Khan memberikan perlindungan maksimal kepada kelompok etnis Hazara.

“Tiap saat mereka selalu dijanjikan akan lebih dilindungi, namun janji-janji itu tidak ditepati,” kata Wakil Direktur Amnesty International untuk Asia Selatan, Omar Waraich.
(tsa/eva)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Eropa Tolak Sawit Indonesia, Pemerintah Cari Pasar Baru hingga ke Afrika

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia bakal melaporkan Uni Eropa kepada World Trade Organization (WTO) apabila kampanye hitam terhadap kelapa sawit berlaku secara resmi pada Mei 2019.

Hal ini sudah merupakan kesepakatan bersama dengan penghasil kelapa sawit lainnya seperti Malaysia dan Colombia.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, pemerintah juga akan melakukan review hubungan perdagangan Indonesia dengan negara tersebut.

Saat ini, Indonesia-Eropa tengah dalam perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

“Selain menempuh litigasi di dispute. Secara jalan kita akan review hubungan kita dengan mereka. Mereka tahu kita sedang menempuh perundingan CEPA,” ujar dia di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat, 12 April 2019.

Darmin mengatakan, pemerintah juga siap melakukan beberapa review terhadap produk asal Uni Eropa. Meski demikian, dia belum dapat menyampaikan jenis produk tersebut. 

“Indonesia-EU tidak perlu dijelaskan detail sekarang. Tapi digambarkan bahwa kita pasti akan ambil langkah begitu delegated act di adapt (sesuaikan) oleh dewan Eropa dua bulan dari sekarang,” ujar dia.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Luar Negeri RI Peter Gontha menegaskan sikap Indonesia mantap untuk membawa kasus ini kepada WTO jika kampanye negatif tetap berlaku.

“Keputusan atau kesepakatan kita secara intern kalau sampai RED II Delegated ACT ini diberlakukan pada 12 Mei pukul 00.00, Indonesia akan menempuh jalur litigasi di WTO,” paparnya.

Posisi Indonesia saat ini, menurut dia, sudah sangat jelas. Petani kelapa sawit Indonesia akan terkena dampak kebijakan itu lebih besar dari penduduk Belanda sekitar 17 juta jiwa dan Belgia sekitar 11 juta. Sebab ada 19,5 juta petani sawit yang akan kena dampak jika sawit didiskriminasi.

“Pertarungan itu terjadi di Brussels dan terus terang saja kita tidak ingin lagi diatur. Kedaulatan kita harga mati, neoimperialisme, dan kolonialisme sampai terjadi lagi,” tandasnya.

Saham Mitra Aktif Adiperkasa Capai Rp 4,6 Triliun di Pasar Negosiasi

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bervariasi menjelang akhir pekan ini. Aksi jual investor asing menekan laju IHSG meski terbatas.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (12/4/2019), IHSG melemah tipis 4,3 poin atau 0,07 persen ke posisi 6.405,86.Indeks saham LQ45 malah naik 0,05 persen ke posisi 1.008,46.

Sebagian besar indeks saham acuan tertekan. Sebanyak 232 saham melemah sehingga menekan IHSG. 136 saham diam di tempat dan 158 saham menguat.

Jelang akhir pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.422,27 dan terendah 6.394,91.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 404.797 kali dengan volume perdagangan 16,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12 triliun.

Investor asing jual saham Rp 608,44 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.093.

Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham barang konsumsi naik 1,08 persen, sektor saham manufaktur menanjak 0,09 persen dan sektor saham tambang menanjak 0,03 persen.

Sedangkan sektor saham industri dasar melemah 1,38 persen, dan catatkan pelemahan terbesar. Disusul sektor saham aneka industri tergelincir 1 persen dan sektor saham pertanian susut 0,35 persen.

Saham-saham cetak top gainers antara lain saham HRME melonjak 69,52 persen ke posisi Rp 178 per saham, saham MTPS menanjak 25 persen ke posisi Rp 750 per saham, dan saham ABBA meroket 17,93 persen ke posisi Rp 171 per saham.

Sementara itu, saham KIOS merosot 24,75 persen ke posisi Rp 1.110 per saham, saham CPRI melemah 23,20 persen ke posisi Rp 149 dan saham JAYA terpangkas 10,83 persen ke posisi Rp 140 per saham.

Bursa saham Asia pun bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,24 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 0,41 persen, indeks saham Jepang Nikkei melonjak 0,73 persen dan indeks saham Thailand mendaki 0,05 persen.

Sementara itu, indeks saham Shanghai merosot 0,04 persen, indeks saham Singapura turun 0,10 persen dan indeks saham Taiwan tergelincir 0,03 persen.