3 Posisi Seks Pelepas Rindu, Pas untuk Pasutri Sibuk

2. Variasi misionaris

Misionaris merupakan posisi seks klasik yang memang ampuh mendekatkan hubungan. Namun, dengan beberapa variasi di dalamnya membuat sesi ini jadi tidak membosankan.

3. Curled Angel

Sebenarnya hanya modifikasi dari spooning tapi kaki istri ditekuk ke atas hingga di depan dada. Posisi ini menawarkan sentuhan fisik yang begitu dekat juga penetrasi yang begitu dalam. Bahkan, bagi beberapa perempuan bisa mencapai G-Spot.

Penulis: Dara Elizabeth

Saksikan juga video menarik berikut

Ditjen Pas: Pemred Obor Rakyat Dilarang Berkegiatan Meresahkan Masyarakat

Liputan6.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui juru bicaranya, Ade Kusmanto, menegaskan status narapidana Setiyardi Budiono masih dalam Cuti Bersyarat. Dalam masa tersebut, Setiyardi dilarang untuk berkegiatan yang dinilai dapat meresahkan masyarakat.

“Cuti Bersyarat klien pemasyarakatan atas nama Setiyardi bin Budiono tidak dibatalkan atau dicabut,” terang Ade dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Jumat (8/3/2019).

Menurut Ade, selama menjalani masa Cuti Bersyarat tersebut, Setiyardi dilarang melakukan kegiatan yang dinilai dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Setiap klien selama menjalani masa bimbingan Bapas berkewajiban menaati syarat umum dan syarat khusus,” terangnya.

Selain berkegiatan yang meresahkan, syarat khusus tersebut termasuk tidak melaksanakan kewajiban lapor kepada Bapas, tidak mengikuti atau mematuhi program pembimbingan yang ditetapkan Bapas sesuai Peraturan Menteri Hukum dan HAM Permenkum HAM Nomor 3 Tahun 2018 tentang syarat-syarat dan Tata Cara pemberian Remisi, assimilasi, PB, CMB dan CB.

Terkait dengan kegiatan yang meresahkan, Ade tidak menjelaskan secara rinci mengenai hal tersebut, termasuk soal rencana Setiyardi yang akan meluncurkan kembali Obor Rakyat malam ini, Jumat (8/3/2019), di Gedung Joang ’45, Menteng, Jakarta Pusat.

“Melakukan kegiatan apapun yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat. Timbul pro dan kontra dalam masyarakat, sehingga bisa mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban dalam kehidupan masyarakat,” jelas Ade.

Ditegaskan mengenai apakah rencana Obor Rakyat dinilai menimbulkan keresahan, Ade menyebut belum memastikan apakah kegiatan tersebut meresahkan masyarakat atau tidak.

“Belum bisa dipastikan apakah kegiatan tersebut akan menimbulkan polemik dalam masyarakat atau tidak,” ujar dia.

Berapa Harga Tiket MRT yang Pas di Kantong Warga DKI?

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengusulkan tarif untuk MRT dan LRT ke DPRD DKI Jakarta. Tarif untuk MRT dipatok Rp 10 ribu, sedangkan untuk LRT dipatok Rp 6 ribu.

Subsidi yang ditanggung Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp 21.659 untuk MRT dan Rp 35.655 untuk LRT.

Lantas apakah tarif tersebut sudah terjangkau? disamping itu bagaimana beban pemprov menanggung subsidi yang diperlukan?

Untuk informasi selengkapnya, baca halaman selanjutnya.

(ang/ang)

Bamsoet Minta Ditjen PAS Tingkatkan Kinerja

Liputan6.com, Jakarta Ketua DPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet meminta Direktorat Pemasyarakatan (Ditjen PAS)meningkatkan kinerjanya.

Lontaran Bamsoet ini merujuk pada temuan Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta (BNNP) dan Direktorat Jendral Bea dan Cukai terhadap 37.799 butir ekstasi yang  diduga dikendalikan bandar narkoba di Lapas Cipinang Jakarta.

Politisi partai Golkar ini juga meminta sipir dan warga binaan yang terbukti terlibat dalam peredaran narkoba ditindak tegas. Kondisi lapas yang carut marut selama ini diduga menjadi lahan subur praktek kolusi antara sipir dan warga binaan.

“Maraknya warga binaan yang menggunakan alat komunikasi di dalam lapas diduga membuat para bandar narkoba mudah mengendalikan bisnisnya dari balik jeruji besi,” ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis, Rabu (6/3/2019)

Anggota Komisi III DPR Muhammad Syafi menambahkan, kolusi yang terjadi antar warga binaan dan sipir tidak mungkin terjadi tanpa sepengetahuan kepala lapas.

“Kondisi lapas yang carut marut juga pasti diketahui oleh atasanya hingga ketingkat Direktorat Jendral Pemasyarakatan,” ujarnya.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pendaftaran UTBK 2019 Dibuka Hari Ini, Cek Jadwal dan Persyaratan Lengkapnya

Liputan6.com, Jakarta – Mulai 2019 ini, persyaratan untuk mendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) 2019 adalah wajib mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Dan mulai hari ini, Jumat (1/3/2019), pendaftaran UTBK dibuka.

Dilansir dari laman resmi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi atau LTMPT www.ltmpt.ac.id, pendaftaran ujian UTBK sebagai syarat mengikuti SBMPTN 2019 ini akan dibuka hingga 1 April 2019.

Namun, dibagi menjadi dua gelombang, yaitu gelombang pertama 1–24 Maret 2019 dan gelombang kedua 25 Maret–1 April 2019.

UTBK dapat diikuti oleh siswa lulusan 2017, 2018, dan 2019 dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat, serta lulusan Paket C 2017, 2018, dan 2019.

Peserta hanya diperbolehkan mengikuti UTBK maksimal dua kali, dengan ketentuan, UTBK kelompok sains dan tekhnologi (saintek) satu kali dan kelompok sosial dan hukum (soshum) satu kali, atau kelompok saintek dua kali, atau kelompok soshum dua kali.

Kemudian, peserta yang ingin mengikuti tes satu kali dapat mendaftar pada gelombang pertama atau gelombang kedua.

Waktu pelaksanaan tes untuk peserta pendaftar gelombang pertama 13 April–4 Mei 2019 dan gelombang kedua 11–26 Mei 2019.

Peserta yang ingin mengikuti tes UTBK dua kali, harus mendaftarkan diri pada gelombang pertama dan gelombang kedua. Sehingga, peserta yang mendaftar pada gelombang kedua, hanya dapat mengikuti satu kali tes pada 11–26 Mei 2019.

Persyaratan mengikuti UTBK ada tiga yaitu, siswa SMA/MA/SMK kelas 12 pada 2019 atau peserta didik Paket C 2019, lulusan SMA/MA/SMK/Sederajat 2017 dan 2018 atau lulusan Paket C 2017 dan 2018, serta membayar biaya UTBK.

Biaya pendaftaran UTBK sebesar Rp 200.000 setiap mengikuti tesnya dan dapat dibayarkan melalui Bank Mandiri, Bank BNI, atau Bank BTN.

Apabila sudah membayar, maka uang tersebut tidak dapat ditarik kembali oleh peserta ujian UTBK dengan alasan apapun. Calon peserta Bidikmisi yang dinyatakan lolos persyaratan tidak dipungut biaya.

2 dari 4 halaman

Tahapan dan Waktu Tes UNBK

Tahapan UNBK ini yang pertama adalah peserta wajib mendaftar melalui laman https://pendaftaran-utbk.sbmptn.ac.id menggunakan NISN dan NPSN untuk mendapatkan username dan password.

Kedua, mengunggah pas foto berwarna terbaru, mengisi data, memilih jenis dan sesi ujian, serta lokasi Pusat UTBK PTN untuk mendapatkan slip pembayaran UTBK.

Ketiga, peserta membayar di Bank Mandiri, Bank BNI, atau Bank BTN menggunakan slip pembayaran paling lambat 1×24 jam, kecuali bagi pendaftar Bidikmisi.

Keempat, peserta melakukan login ke laman pendaftaran di https://pendaftaran-utbk.sbmptn.ac.id untuk mencetak kartu peserta UTBK.

Terakhir, peserta mengikuti UTBK sesuai dengan hari, tanggal, sesi, dan lokasi Pusat UTBK PTN yang dipilih.

Untuk jadwal UTBK 2019 akan berlangsung pada Sabtu dan Minggu sebanyak 10 kali atau setiap hari terdapat dua sesi tes, yaitu pagi dan siang sebanyak 20 sesi (kecuali hari libur nasional).

Waktu pelaksanaan tes untuk peserta pendaftar gelombang pertama 13 April–4 Mei 2019, khusus Tuna Netra 4 Mei 2019 pukul 07.30-11.45 WIB dan gelombang kedua 11–26 Mei 2019, khusus Tuna Netra 25 Mei 2019 pukul 07.30-11.45 WIB.

Pengumuman hasil UTBK adalah paling lambat 10 hari setelah pelaksanaan UTBK.

3 dari 4 halaman

Jenis Tes dan Kelompok Ujian UTKB

UTBK terdiri atas Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang sesuai dengan kelompok ujian setiap peserta ujian.

TPS digunakan mengukur kemampuan kognitif, yaitu kemampuan penalaran dan pemahaman umum yang penting untuk keberhasilan di sekolah formal, khususnya pendidikan tinggi.

Kemampuan ini meliputi kemampuan penalaran umum, pengetahuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis.

Kemudian TKA digunakan untuk mengukur pengetahuan dan pemahaman keilmuan yang diajarkan di sekolah dan diperlukan seseorang agar dapat berhasil dalam menempuh pendidikan tinggi.

TKA juga mengukur kemampuan kognitif yang terkait langsung dengan konten mata pelajaran yang dipelajari di sekolah. Penekanan tes pada Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Sedangkan kelompok ujian UTBK terbagi menjadi dua, yaitu sains dan tekhnologi atau saintek serta sosial dan humaniora atau soshum.

Kelompok ujian saintek dengan materi ujian TPS dan TKA saintek, yaitu Matematika Saintek, Fisika, Kimia, dan Biologi. Kemudian, kelompok ujian soshum dengan materi ujian TPS dan TKA soshum, yaitu Matematika Soshum, Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Dada Akbar Tertembak Saat Razia BNN di Palembang

Palembang – Akbar Putra tertembak saat petugas gabungan melakukan razia narkoba di Palembang, Sumatera Selatan. Akibatnya, pria berusia 18 tahun itu menderita luka tembak dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Akbar tertembak peluru nyasar di Jalan Teratai, Kampung Baru, Sukarame Kota Palembang, Kamis (28/2) sekitar Pukul 23.45 WIB. Saat kejadian diketahui ada petugas BNN Provinsi Sumatra Selatan (BNNP Sumsel) yang tengah razia.

BNNP Sumsel yang berusaha masuk ke Jalan Teratai dan dikenal sebagai lokasi prostitusi mendapat penolakan dengan dilempari batu. Petugas BNN memberi tembakan peringatan sebelum akhirnya mundur.

Setelah petugas BNNP Sumsel kembali, Akbar kaget melihat dadanya tertembak peluru. Akbar langsung dibawa ke RS Myria Palembang karena diduga kuat proyektil masih ada di dalam tubuhnya.

“Iya betul (ada razia BNNP Sumsel pada saat kejadian). Untuk sementara korban sudah dibawa ke rumah sakit ya,” terang Kapolresta Palembang, Kombes Didi saat dikonfirmasi lewat telepon, Jumat (1/3/2019).

Sementara Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan mengatakan pihaknya sudah mendapat kabar adanya warga yang terluka. Namun dirinya tidak dapat memastikan apakah Akbar korban salah tembak atau memang target petugas.

“Benar ada warga yang terluka, saya juga baru mau ke rumah sakit, hari ini operasi. Kalau kesalahan kami, pastilah akan ada tanggungjawabnya. Nanti saya cek dulu,” kata Jhon.

Meskipun demikian, Jhon membenarkan BNNP melakukan razia bersama Satpol PP Palembang. Ada 47 anggota terlibat, 35 dari BNNP dan 12 dari Sapol PP kota.

“Kami pas masuk tadi malam diserang sekelompok pemuda. Kami ya mundur sambil memberi tembakan peringatan. Razia batal digelar karena kami nggak mau ada keributan,” katanya.

“Kami mencurigai lokasi itu jadi sarang pemakaian narkoba. Kenapa? Karena sebelum razia tadi malam kami sudah lakukan upaya persuasif, banyak bong atau alat hisab sabu ditemukan,” tutup Jhon.
(ras/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Eha Pedagang Starling Nyaleg Diketawain Teman-temannya

Cilegon – Pencalegan Eha Soleha (44) sempat dianggap sinting oleh para pedagang di pasar induk Kranggot, Cilegon. Ia dianggap nekat dan membuat orang tak percaya karena dianggap tak punya modal.

“Oh, caleg kentir (sinting). Banyak yang bilang gitu orang pasar, ledek-ledekan. Biasa caleg kentir. Saya nggak tersinggung biasa aja,” kata Eha saat berbincang dengan detikcom di Cilegon, Banten, Jumat (1/3/2019).

Pedagang kopi keliling alias Starbuck Keliling (Starling) mengakui bahwa memang sebelumnya ia tidak punya pengalaman di dunia politik. Namun, karena diajak seorang anggota partai PPP menjadi caleg untuk DPRD Cilegon, ia tertarik dan mau bergabung. Apalagi, waktu itu ia tidak diminta sepeser pun untuk mendaftar di dapil 1 kecamatan Cibeber-Cilegon nomor urut 6.

Begitu pedagang di pasar tahu bahwa ia jadi caleg, Eha bahkan diminta datang ke dukun atau orang pintar. Eha dianggap tak mungkin menang kecuali ada keajaiban.

“Pergi sana ke orang pinter biar disulap. Ya saya menghormati saja orang pasar,” kata Eha yang juga pernah mengenyam pendidikan D3 di Akademi Bahasa Asing di Jakarta.

Sahriah, sesama pedagang di pasar Kranggot awalnya berpikir pengakuan pencalegan Eha sebagai guyonan. Namun, begitu temannya itu menyebarkan striker sampai kartu nama ke pedagang-pedagang, mereka baru yakin dan malah memuji keberaniannya.

“Saya pikir bercanda. Kaget begitu bener. Hebat lah saya dukung aja,” kata Sahriah.

Sesama pedagang yang lain pun terkejut. Apalagi, di stiker Eha terlihat cantik karena make up.

“Kaget banget, apalagi pas lihat fotonya cantik. Dikasih stiker dikira muka camat, ternyata bener baru percaya. Semoga menang namanya juga pedagang sering becanda,” kata sesama pedagang bernama Musdalifah menimpali.

(bri/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ragam Celana Jeans yang Harus Diketahui agar Tidak Salah Beli

Liputan6.com, Jakarta – Tak lekang oleh waktu sepertinya merupakan istilah yang pas untuk disematkan kepada jeans. Bagaimana tidak, sejak awal ditemukannya celana jeans pada 1873, garmen ini masih banyak digemari dan dipakai oleh setiap kalangan.

Persoalannya, orang sering salah kaprah dalam membeli celana jeans. Padahal pakaian yang dijual di pasaran memiliki ragam jenis dan gaya. Ada pula celana jeans yang dibuat lebih ketat atau lebih longgar sesuai dengan minat pasar.

Karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui berbagai jenis dan ragam celana  jeans sebelum membelinya. Dilansir dari cosmopolitan.com, ada lima gaya celana jeans yang harus Anda tahu.

Skinny Jeans

Skinny jeans merupakan jenis celana jeans yang ketat dan membentuk bagian kaki Anda. Celana ini bagian yang ketat di celana ini dimulai dari pinggang hingga mata kaki. Namun, celana jeans ini justru lebih longgar di bagian pergelangan kaki sehingga kaki Anda bisa masuk dengan pas ke dalam celana ini.

Flare Jeans

Bentuknya yang lebar di bagian bawahnya membuat celana jeans ini disebut juga dengan celana lonceng. Biasanya, celana tipe ini dihiasi dengan rumbai-rumbai. Celana ini sempat populer di era 1970-an dan menjadi salah satu referensi untuk gaya bohemian.

2 dari 3 halaman

Cigarette Jeans

Ciri-ciri jeans ini, celana hanya ketat di bagian paha kemudian longgar di bagian betis. Biasanya panjang celana ini hanya mencapai dua hingga lima sentimeter di atas pergelangan kaki. Anda bisa memadukan celana ini dengan sandal bertali agar menghasilkan kesan yang stylish.

Wide Leg Jeans

Bentuk celana ini mirip dengan kulot, hanya saja terbuat dari bahan jeans. Celana ini menjadi populer beberapa tahun belakangan ini karena tidak ketat dan nyaman dipakai. Biasanya, celana ini hadir dengan bagian pinggang yang sedikit tinggi dan dilengkapi dengan ikat pinggang dari bahan yang sama.

3 dari 3 halaman

Boyfriend Jeans

Bentuknya yang fit namun tidak terlalu ketat membuat celana ini dianggap memberikan kesan nyaman ketika dipakai. Bagian bawah celananya pun kadang dijahit dengan gaya tergulung. Celana ini bisa menghasilkan kesan yang kasual namun tetap terlihat chic.

High Rise Jeans

Celana ini pernah menjadi tren di kalangan ibu-ibu di era 1980-an. Sekarang, celana jeans ini tampil dengan lebih modis dan bisa dipadukan dengan atasan seperti crop top atau sweater. (Esther Novita Inochi)

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Khawatir Gempa Susulan, Warga Solok Selatan Pilih Tidur di Tenda

Solok Selatan – Gempa masih menghantui warga Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat. Ratusan orang memilih tidur di tenda-tenda darurat karena khawatir tertimpa reruntuhan bangunan. Gempa sendiri menyebabkan 55 orang terluka dan merusak lebih dari 500 unit rumah.

“Gempanya menghentak. Pas pagi tadi agak diayun dan sepertinya tadi malam sudah ada (rumah) yang retak. Jadi pas paginya banyak yang roboh,” kata Emi Susnawati, salah seorang warga korban gempa di Jorong Koto Sungai Kunyit, Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo Kabupaten Solok Selatan kepada detikcom di lokasi, Kamis (28/2/2019).

Menurut Emi, warga memilih tinggal di tenda-tenda darurat yang di dirikan di depan rumah atau di lapangan terbuka.
Selain karena rumahnya yang ikut rusak, warga memilih tidur di tenda karena khawatir akan terjadinya gempa susulan.

“Kami sudah nggak berani masuk rumah, karena sampai malam ini terasa gempa susulan. Jadi nggak berani. Takut menjadi korban,” jelas mantan kepala kampung itu.

Kepala Badan Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Selatan, Joni Hasan Basri mengakui, warganya masih dihantui ketakutan dan memilih tidur di luar rumah.

“Masih trauma,” katanya. Ia menuturkan, sementara ini BPBD sudah menyalurkan bantuan-bantuan tanggap darurat ke lokasi.
(gbr/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>