Menandingi Ginseng Korea dengan Purwoceng Dieng

Liputan6.com, Purwokerto – Sejak ratusan tahun lalu, purwoceng, tumbuhan endemik Dataran Tinggi Dieng (DTD) diyakini kaya beragam manfaat. Peningkatan stamina dan vitalitas membuat Purwoceng setingkat sebanding dengan Ginseng, Korea.

Berdasar penelitian, purwoceng mengandung saponin, alkaloid dan tonik. Zat ini berfungsi ini meningkatkan stamina. Yang menonjoldi tumbuhan khas Dieng ini adalah kandungan afrodisiak yang berguna untuk meningkatkan gairah seksual.

Afrodisiak berasal dari nama Aphrodite, dewi Yunani lambang kecantikan dan seksualitas. Maka, perlahan terbentuk perpespsi bahwa purwoceng identik dengan efek viagra, meningkatkan vitalitas pria.

Kandungan zat unik di dalam purwoceng membuatnya diburu. Pemanenan Purwoceng secara langsung dari habitatnya tanpa usaha peremajaan membuatnya langka (endangered species).

Alih-alih bisa mengurangi ketergantungan bahan impor tanaman sejenis, populasi purwoceng semakin menurun. Hal ini tak lepas dari kebutuhan yang semakin tinggi produksi obat-obatan tradisional.

Ahli Teknik Pertanian Unsoed, DR Eni Sumarni Farid mengatakan bahan utama tanaman purwoceng yang dipanen adalah akarnya, maka tindakan pemanenan secara otomatis merusak tanaman secara keseluruhan.

Upaya memproduksi purwoceng secara massal pun sebenarnya telah dilakukan oleh petani Dieng, Namun, mereka terkendala mahalnya harga bibit Purwoceng yang mencapai Rp 4.000-Rp 10 ribu per batang. Bahkan harga benih dapat mencapai jutaan rupiah per ons.

Budidaya purwoceng di lahan terbuka terkendala iklim yang fluktuatif akibat hujan dan angin. Kondisi ini juga menyebabkan hasil panen purwoceng tak seragam. Curah hujan tinggi di lahan terbuka juga dapat mengakibatkan sebagian atau seluruh tanaman rusak, dan memicu hama dan penyakit tanaman.

2 dari 3 halaman

Purwoceng Mampu Gantikan Ginseng Korea

Sebaliknya, setiap tahun sentra produksi purwoceng mengalami musim kemarau yang dapat menyebabkan cekaman lingkungan dan dapat berdampak negatif bagi tanaman Purwoceng.

Karenanya, perlu upaya untuk pengembangan tanaman purwoceng sekaligus mendukung pariwisata daerah Banjarnegara. upaya peningkatan produksi purwoceng di Sentra Banjarnegara dilakukan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Hi-Link (Kemenristekdikti) antara Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Kelompok Tani Grend Potato.

Eni menerangkan, program Hi-Link ini mendorong produksi Purwoceng secara terencana, terkendali, bebas pestisida dan memperhatikan konservasi lahan. Produsen atau sentra-sentra produksi purwoceng akan tumbuh dengan adanya transfer teknologi Unsoed.

“Rancang bangun greenhouse terkendali untuk iklim tropika basah seperti Indonesia. Konservasi lahan akan mendorong kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pengusahaan purwoceng dalam rangka mengurangi status kepunahan Purwoceng,” ucapnya, dalam keterangannya kepada Liputan6,com, dikutip Sabtu, 16 Februari 2019.

Eni mengungkapkan, Indonesia memiliki ketergantungan yang besar terhadap obat impor, sehingga perlu alternatif substitusi produk dalam negeri. Produk ekstrak herbal seperti ginseng memiliki pasar terbesar di dunia.

Klaim terhadap khasiat yang dimiliki, prospek pengembangan serta tren investasi ke depan, komoditas tanaman obat potensial yaitu purwoceng. Purwoceng dapat dikembangkan untuk komplemen dan substitusi ginseng impor.

“Saat ini purwoceng kurang lebih 90 persen digunakan untuk keperluan domestik, sedangkan penggunaan untuk industri farmasi masih terbatas. Industri jamu kekurangan bahan baku dan beralih ke ginseng impor,” ucap Eni.

Melalui skema pengabdian Hi Link, Kementrian Ristekdikti melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan membina kelompok tani purwoceng serta bermitra dengan Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Banjarnegara untuk membantu peningkatan produksi purwoceng dan olahannya.

“Fluktuasi produksi tanaman obat purwoceng menjadi salah satu kendala pemenuhan permintaan,” kata Dosen Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesehatan Masyarakat, FIKES, Unsoed ini.

3 dari 3 halaman

Intensifikasi Budidaya Purwoceng di Greenhouse

Menurut dia, perlu penerapan teknik budidaya yang baik dan pengembangan sentra produksi purwoceng untuk mengurangi ketergantungan yang besar terhadap obat impor. Ini dapat dilakukan dengan penanaman yang terkontrol di dalam greenhouse.

Eni pun mengklaim, mulai 40 hari setelah tanam nampak perbedaan pertumbuhan antara tanaman yang dikontrol di dalam greenhouse dengan purwoceng yang ditanam di luar greenhouse. Teknik irigasi yang diberikan di dalam greenhouse menggunakan irigasi drip atau tetes.

Irigasi tetes adalah metode pemberian air pada tanaman secara langsung, baik pada areal perakaran tanaman maupun pada permukaan tanah melalui tetesan secara kontinyu dan perlahan. Efisiensi penggunaan air dengan sistem irigasi tetes dapat mencapai 80 persen.

Nutrient Film Tehnique (NFT) merupakan metode budidaya tanaman di mana akar tanaman tumbuh di dalam larutan nutrisi sangat dangkal yang membentuk lapisan tipis nutrisi (nutrient film) dan tersirkulasi. Dengan begitu, tanaman dapat memperoleh unsur hara, air, dan oksigen yang cukup.

“Keuntungan sistem aeroponik dan NFT yaitu kemudahan panen, akar dapat dipanen sesuai ukuran dan dapat dilihat melalui slab atau talang, kontrol nutrisi, efisien dalam penggunaan lahan sehingga menguntungkan,” ucapnya.

Eni pun mengklaim, teknologi greenhouse dan penanaman secara irigasi drip dan NFT menghasilkan sayuran yang bebas pestisida setelah diuji di Laboratorium Sucofindo (Sumarni, 2015) dan untuk purwoceng tahun 2017. Pengembangan sentra produksi purwoceng ini dapat mendukung ketersediaan obat unggulan daerah dan mencegah kepunahan di sentranya, Dieng.

Rencana ke depan adalah penyempurnaan olahan, kemasan dan diversifikasi produk purwoceng. Produk purwoceng berupa minuman, keripik daun purwoceng. Produk khas purwoceng dengan campuran sidat merupakan produk khusus untuk stamina dan vitalitas pria.

“Produk ini juga mendapatkan perhatian dalam program pengabdian ini, yaitu untuk label komposisi atau kandungan secara jelasnya dan selanjutnya perlu dilakukan pendaftaran sertifikasi halal dalam rangka persiapan pemasaran dan juga perbaikan kemasan agar berdaya saing,” Eni Menambahkan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Kerusakan Hutan dan Danau Toba Diminta Jadi Materi Debat Capres

Medan – Dosen Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU) Prof Dr Syafruddin Kalo, SH menyarankan debat calon presiden membahas isu pembakaran hutan dan pencemaran parah perairan Danau Toba.

“Kehancuran hutan dan pencemaran Danau Toba itu, bukan hanya merugikan negara, tetapi juga memperparah kerusakan lingkungan di Indonesia yang seharusnya dilindungi oleh pemerintah,” kata Syafruddin di Medan sebagaimana dilansir Antara (17/2/2019).

Kebakaran hutan yang terjadi di Provinsi Riau, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan daerah lainnya, menurut dia, juga merugikan negara maupun pemerintah daerah.

“Selain itu, kebakaran hutan di beberapa daerah Riau dan Sumsel juga mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat maupun aktivitas akibat kabut asap, serta menimbulkan korban jiwa anak-anak, dan orang dewasa karena mengalami sakit,” ujar Syafruddin.
Ia mengatakan kebakaran tersebut karena alih fungsi hutan yang dilakukan para pengusaha perkebunan untuk menjadikan areal kebun sawit.

Begitu juga pencemaran yang terjadi di kawasan Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang dilakukan pengusaha dengan budi daya ikan, dan diduga menggunakan makanan ikan mengandung bahan kimia.

“Kemudian, budi daya ikan di Danau Toba, diduga melebihi kapasitas dari izin yang dikeluarkan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan dan Kehutanan (KLH),” ucap Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) itu.

Syafruddin menjelaskan pencemaran di Danau Toba, juga berdampak terhadap sektor pariwisata, karena daerah tersebut merupakan salah satu destinasi wisata di Indonesia, dan juga kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Isu kerusakan hutan akibat pembakaran dan pencemaran Danau Toba itu, termasuk visi misi debat capres, yakni sumber daya alam dan lingkungan.

Bahkan, Komisi pemilihan Umum (KPU) pada debat capres tersebut, menetapkan tema debat adalah masalah pangan, energi, infrastruktur, serta sumber daya alam dan lingkungan.

Karena hal itu sangat penting bagi kelangsungan pembangunan bangsa dan negara, serta kesejahteran rakyat Indonesia.

“Diharapkan pada debat capres kedua itu, akan lahir ide-ide yang brilian untuk membangun Negara Indonesia yang lebih baik, mengejar segala ketertinggalan dari-negara-negar maju,” kata Pakar Hukum Lingkungan dan Tanah itu.
(asp/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Menggali Potensi Wisata di Rest Area Cipali Sejak Pagi

Liputan6.com, Cirebon – Tol Cipali tak hanya menyambungkan kendaraan dari Jakarta ke Pantura Jawa Barat maupun Jawa Tengah. Beragam potensi masih terus dikembangkan seiring dengan meningkatnya volume kendaraan yang melintas.

Salah satunya dengan menggelar Festival Cipali yang berada di KM 86 Kabupaten Subang Jawa Barat. Sejumlah stand minuman, makanan, serta batik khas Cirebon dihadirkan dalam festival tersebut.

Pengunjung bisa belajar membatik dengan pewarna alami, cukup membayar Rp 30 ribu. Festival yang digelar tiga hari pada akhir pekan ini.

“Ini gebrakan kami untuk mendongkrak sektor wisata yang ada di sepanjang Tol Cipali,” kata GM Operasional PT LMS Suyitno, Sabtu (16/2/2019).

Dia mengatakan, dalam festival tersebut pengelola Tol Cipali mengajak seluruh UMKM binaan mereka. Pantauan dilokasi, Festival Cipali cukup ramai dikunjungi pengguna tol yang tengah beristirahat di KM 86.

Mereka berkerumun di beberapa tenda UMKM binaan pengelola Tol Cipali tersebut. Dia mengatakan, target utama festival Cipali tersebut agar menciptakan potensi wisata di setiap rest area sepanjang tol.

“Tapi tetap akan kami evaluasi dan review dulu untuk melangkah bagaimana kedepannya dan apa yang harus kami lakukan termasuk tempat dan konsep lain. Untuk festival ini mungkin setahun bisa dua kali kecuali musim arus mudik ya,” kata dia.

Festival Cipali digelar dari pagi hingga siang hari pukul 13.00 WIB. Suyitno mengatakan, ide menggali potensi wisata di rest area sepanjang Cipali dapat meningkatkan volume kunjungan pengendara melintas di Tol Cipali.

“Kami sempat membuat buku saku kuliner khas daerah-daerah yang berada di sepanjang Cipali. Upaya tersebut merupakan dukungan untuk mendongkrak sektor pariwisata,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Tertib Lalu Lintas

Suyitno mengaku, Festival Cipali merupakan salah satu cara PT LMS menarik pelanggan. Dia juga menjelaskan kegiatan tersebut tidak bisa digelar saat musim arus mudik.

“Kalau sudah musim arus mudik fungsi rest area lebih pada dan penuh kendaraan sehingga tidak efektif,” kata dia.

Selain menggelar pameran UMKM binaan pengelola Tol Cipali, PT LMS juga terus mengkampanyekan keselamatan lalu lintas. Terutama mengimbau agar tertib berkendara.

Pengendara yang melintas dan beristirahat di kawasan Festival Cipali akan mendapat fasilitas pengecekan ban gratis dari petugas. Suyitno mengatakan, salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan di tol adalah pecah ban.

“Selain itu tabrak belakang karena pengendara satu dan lain tidak mempedulikan batas kecepatan,” kata dia.

Saksikan video pilihan berikut ini:

AP II Kembangkan Bandara Minangkabau Jadi 2 Kali Lebih Besar

Liputan6.com, Jakarta Bandara Internasional Minangkabau di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mengalami kenaikan jumlah penumpang pesawat. Bahkan jauh lebih banyak dari kapasitas yang tersedia.

Presiden Direktktur PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin ‎mengatakan, pada 2018 jumlah penumpang mencapai 4,13 juta orang padahal kapasitas bandara hanya 2,3 juta penumpang.

“Pesatnya pertumbuhan penumpang ini tidak lepas dari bergeliatnya sektor pariwisata dan perekonomian di Sumbar,” kata Awaluddin,di Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Menyusul kondisi itu, AP II telah memiliki rencana untuk mengembangkan terminal hingga dua kali lipat. ‎Pengembangan terminal akan membuat Bandara Internasional Minangkabau dapat menampung hingga 5,7 juta penumpang per tahun.

“Pengembangan terminal Bandara Internasional Minangkabau ini untuk mengejar backlog sehingga pelayanan di bandara dapat tetap terjaga. Pengembangan terminal hingga dua kali lipat ini juga sebagai komitmen AP II dalam mendukung pertumbuhan pariwisata dan perekonomian di Sumbar khususnya Padang,” papar Awaluddin.

Adapun pengembangan terminal ini direncanakan tuntas pada 2019 sehingga masyarakat setempat dapat memiliki bandara lebih luas dan megah, sekaligus ikon kota Padang yang dapat dibanggakan.

2 dari 3 halaman

Perluas Area Pergudangan

Di samping mengembangkan terminal penumpang pesawat, AP II juga memperluas area pergudangan kargo menjadi 3.677 meter persegi dan apron pesawat menjadi 80.520 meter persegi.

“Bisnis kargo memang menjadi salah satu fokus AP II pada tahun ini karena pertumbuhannya yang cukup pesat seiring dengan majunya bisnis e-commerce di Indonesia. Karena itu, hampir di setiap bandara kami memperluas area kargo guna memanfaatkan momentum ini,” jelasnya.

Bandara Internasional Minangkabau merupakan bandara di bawah AP II yang tersibuk ke-6 setelah Soekarno-Hatta (Tangerang), Kualanamu (Deli Serdang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), dan Supadio (Pontianak).

Bandara Internasional Minangkabau juga salah satu bandara yang dilengkapi dengan moda transportasi kereta selain Soekarno-Hatta dan Kualanamu. Peresmian operasional kereta di Bandara Internasional Minangkabau dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada 21 Mei 2018.

Adapun sejumlah maskapai yang melayani penerbangan dari bandara ini antara lain Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Wings Air, Lion Air, NAM Air, Citilink, dan Xpress Air. Sementara itu, rute internasional dilayani oleh AirAsia (Kuching dan Kuala Lumpur) serta Wings Air (Kuching).

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Inspirator Pelestarian Lingkungan, Pemkot Bitung Resmikan Monumen Alfred Russel Wallace   

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Kota Bitung beserta segenap elemen masyarakat pencinta lingkungan, menyelenggarakan kegiatan perayaan 100th Natuurmonument Goenoeng Tangkoko Batoeangoes pada tanggal 20 – 21 Februari 2019, bertempat di lapangan Singkanaung – Kampung wisata Batuputih. Kegiatan perayaan dikemas dalam berbagai kegiatan tontonan yang penuh tuntunan yang terdiri dari Workshop masyarakat & Komunitas, Talkshow, Pameran dan Konser Musik Alam.

Kegiatan talkshow akan menampilkan narasumber ahli diantaranya : Harry Hisler – UK; Dou Van Hoang – Vietnam ; Khouni Lomban Rawung dan Rahmi Handayani yang akan mengupas terkait pendekatan kampanye dan pelestarian lingkungan hidup melalui berbagai perspektif yang berbeda.

Kegiatan pameran akan melibatkan 24 komunitas lingkungan dan pariwisata yang bersama sama akan melandasi pengembangan kampung wisata Batuputih sebagai kampung wisata berbasis konservasi. Musisi Nugie dan Tanita bersama The early bird, lamp of bottle, jarank pulang dan 4play akan menyajikan konser alam yang mengajak seluruh pengunjung menghargai dan merawat alam melalui alunan musik.

Sebagai puncak kegiatan, akan diresmikan monumen Alfred Russel Wallace sebagai sosok inspirator dalam gerakan pemuliaan lingkungan bertempat di dalam Taman Wisata Alam Batuputih dan Batuangus. Monumen ini juga sekaligus menjadi simbol keunikan satwa endemik di Sulawesi serta menjadi peringatan bahwa mengkonsumsi satwa liar asli secara berlebihan bisa berujung pada kepunahan. Pada acara ini akan dihadir bapak Paul Smith OBE, Country Director British Councill Indonesia sebagai perwakilan negara sahabat.

Kota Bitung merasa bangga karena sejak kunjungan Wallace hingga hari ini, Batuputih mampu menarik para ilmuwan dan pelajar dari seluruh belahan dunia untukmempelajari keunikan dan kekayaan serta keanekaragaman hayati Sulawesi Utara di Tangkoko. Kehadiran monumen ini diharapkan dapat melindungi dan menghormati warisan alam kita sampai ke generasi yang akan datang.

Walikota Bitung, Max Lomban menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melanjutkan keteladanan para pendahulu dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, namun juga turut mendorong percepatan pembangunan pariwisata di kawasan Batuputih. Akan turut diluncurkan paket wisata “Jelajah Tangkoko” sebagai paket unggulan bagi para wisatawan untuk dapat menjelajahi keunikan alam dan budaya di kawasan Tangkoko.

Hutan Tangkoko-Batuangus

Hutan Tangkoko-Batuangus, merupakan salah satu hutan konservasi tertua di Indonesia yang ditetapkan melalui surat keputusan Gubernur Jendral Hindia Belanda pada tahun 21 Februari 1919. Pada tanggal 24 Desember 1981, kementrian pertanian Republik Indonesia merubah status Cagar Alam Gunung Tangkoko Batuangus seluas 1.250 Ha menjadi Taman Wisata Alam Batuputih (615 Ha) dan TWA Batuangus (635 Ha).

Sesuai dengan penetapan awalnya, tujuan pengelolaan kawasan ini adalah untuk perlindungan dan pelestarian satwa endemik, dan kegiatan wisata. Dalam perkembangannya, cagar alam Gunung Tangkoko-Batuangus mengalami perubahan berdasarkan SK Mentri Kehutanan RI No SK/1826/Menhut-VIII/KUH/2014 tentang penetapan kawasan hutan pada kelompok hutan Dua saudara seluas 8.5045.07 Ha. Kawasan ini terdiri dari Cagar Alam Dua Saudara (7.247,46 Ha) TWA Batu putih (649 ha), TWA Batuangus ( 648.57 Ha)

Terlepas dari penamaan yang berganti, dunia tetap mengenal kawasan TANGKOKO sebagai salah satu laboratorium hidup dengan tempat keragaman ekologi yang menawan. Adalah Alfred Russel Wallace, seorang naturalis berkebangsaan Inggris yang memulai perjalanan dan pengamatannya dengan meneliti fauna di kepulauan Indonesia bagian timur. Hasil pengamatannya dituliskan dalam sebuah buku bertajuk “THE MALAY ARCHIPILAGO”. Sebuah buku yang menginspirasi jutaan generasi setelahnya tentang kekayaan biogeografi untuk sekelompok pulau yang dipisahkan oleh selat yang dalam yang memisahkan lempeng ASIA dan AUSTRALIA”.

Sepak Terjang Alfred Russel Wallace

Alfred Russel Wallace dikenal sebagai penemu teori evolusi melalui seleksi alam dan membuat tulisan bersama Charles Darwin yang membahas subjek tersebut. Beliau dianggap sebagai “Bapak dari Biogeografi”- sebuah studi mengenai distribusi secara geografi dari flora dan fauna.

Alfred Russel Wallace yang lahir pada 8 Januari 1823 dan meninggal pada 7 November 1913) adalah seorang naturalis, ahli biologi, penjelajah, geografer dan antropolog dari Britania Raya. Ia paling dikenal akan pemahamannya tentang teori evolusi melalui seleksi alam. Tulisannya yang membahas tentang subjek tersebut diterbitkan bersamaan dengan beberapa tulisan Charles Darwin pada tahun 1858. Hal ini mendorong Darwin untuk mempublikasikan gagasannya sendiri dalam bukunya yang berjudul “Origin of Species”(Asal Usul Spesies).

Wallace banyak melakukan penelitian lapangan, pertama-tama di lembah Sungai Amazon dan kemudian di Kepulauan Melayu (Nusantara),termasuk Celebes (Sulawesi). Observasinya yang tajam menyoroti keunikan dari biogeografi Sulawesi.

Di Indonesia, Wallace mengidentifikasi pembagian flora dan fauna yang sekarang dikenal dengan istilah Garis Wallace. Garis tak kasat mata ini melintang melewati di antara Bali dan Lombok ke arah utara di antara Borneo dan Sulawesi. Garis Wallace membagi kepulauan Indonesia menjadi dua bagian flora dan fauna yang berbeda, bagian barat terdiri dari fauna yang berasal dari Asia (primata, macan, harimau, gajah, badak, dsb) dan bagian timur terdiri dari fauna asal Australia (kakaktua, perkici, cendrawasih, marsupial, dsb).

Garis Wallace dan batasan biogeografi antara Papua dan Maluku kini didefinisikan sebagai area ekologis yang dikenal sebagai Wallacea. Wallacea dideskripsikan sebagai zona dengan persilangan flora dan fauna yang unik antara Asia dan Australia. Zona ini terdiri dari Sulawesi dan Kepulauan Maluku bagian utara, dan Kepulauan Nusa Tenggara bagian selatan.

Sekarang ini, zona tersebut dianggap sebagai salah satu dari titik dengan keanekaragaman hayati yang terkaya di dunia, dimana spesies baru yang bahkan belum pernah ditemukan oleh peneliti sebelumnya masih bermunculan sampai hari ini. Dalam sejarah taksonomi, penamaan spesies hewan berdasarkan nama Wallace jumlahnya lebih banyak jika dibandingkan dengan nama-nama yang lain.

Wallace melakukan perjalanan ke wilayah Minahasa dari bulan Juni sampai September 1859. Ia mengunjungi Batu putih selama seminggu pada pertengahan September tahun 1859 untuk mencari spesimen Maleo – burung endemik Sulawesi – sebagai bahan koleksi di museum sejarah alam di Inggris. Populasi Maleo di Batuputih sekarang sudah punah karena telur-telur mereka diambil oleh masyarakat untuk dikonsumsisecara berlebihan. Namun sampai saat ini sebagian masyarakat masih mengingat tempat bersarang Maleo yang terletak di sepanjang garis pantai ini di masa lampau.

Wallace mencatat bahwa masyarakat setempat biasanya berjalan sejauh 50 km untuk mengumpulkan telur Maleo di Batuputih, sebuah desa nelayan yang didirikan oleh warga keturunan Kepulauan Sangihe-Talaud. Burung Maleo, termasuk sarang dan telur mereka, kini sudah dilindungi hukum Republik Indonesia.

35 tahun setelah kunjungan Wallace, seorang Belanda ahli botani Dr. Sijfert Koorders melakukan survei di hutan Minahasa secara ekstensif pada tahun 1894-1895,tetapi ia sendiri tidak sempat mejelajahi Tangoko. Beliau sudah mempelajari publikasi dari Wallace dan mereka berdua surat-menyurat menggenai beberapa hal. Koorders juga sempat memberi nama sekelompok pohon di Sulawesi Wallaceodendron, sebagai tanda untuk menghormati Wallace. Dr. Koorders menjabat sebaga iketua Perkumpulan Perlindungan Alam Hindia Belanda (Nederlandsch-Indische Vereeniging tot Natuurbescherming), yang mengusulkan beberapa kawasan konservasidi Jawa, Sumatera, Sulawesi, Maluku dan Papua. Meskipun Koorders tidak pernah survei hutannya sendiri, “Goenung Tongkoko-Batoeangoes” di resmikan oleh pemerintah Hindia Belanda sebagai cagar alam pada 1919 karena memiliki “nilai ilmiah” berdasarkan flora dan fauna (Anoa, Babirusa dan Maleo).

Wallace sangat terpukau dengan Sulawesi karena keunikan formasi geologinya yang terbagi atas dua kawasan ekologi. Berdasarkan penelitiannya terhadap burung, serangga, mamalia, tumbuhan dan biota lainnya, ia bisa menjelaskan secara detail mengenai apa yang disebutnya sebagai “anomali dan eksentriknya sejarah alam di Sulawesi” Kata beliau, Sulawesi merupakan “..pulau yang kaya akan makhluk yang khas, banyak keistimewaan dan keindahan… sejumlah fauna disini begitu luar biasa dan tidak ada duanya di belahan dunia yang lain”

Sulawesi adalah satu-satunya wilayah di Asia yang mempunyai baik primata (seperti ragam spesies tarsius dan macaca) dan marsupial (seperti ragam spesies kuse kerdil dan kuskus beruang). Kita bisa melihat apa yang menjadi inspirasi di balik konsep biogeografi Wallace dan evolusi dari seleksi alam: “Maka dari itu, Sulawesi menunjukkan kepada kita bukti nyata mengenai pentingnya kita mempelajari distribusi geografis fauna.”


(*)

Elipitua Siregar Siap Tempur di One: Clash of Legends

Liputan6.com, Jakarta – Atlet mixed martial arts (MMA) asal Indonesia, Elipitua Siregar saat ini sedang berada di Bangkok, Thailand, dalam persiapan akhir menuju gelaran ONE: CLASH OF LEGENDS.

Selain Elipitua Siregar, gelaran bersejarah ini akan menjadi saksi perebutan perdana gelar juara ONE Bantamweight Muay Thai World Title antara Nong-O Gaiyanghadao dan Han Zi Hao.

Pertandingan utama ini merupakan bagian dari pertandingan fenomenal antara petarung-petarung kelas dunia di ONE: CLASH OF LEGENDS. Sebagian besar pertandingan yang akan diadakan di Impact Arena menampilkan petarung ONE Super Series terbanyak dalam sejarah ONE Championship.

Sebagai satu-satunya petarung ONE Championship asal tanah air dalam ajang tersebut, Elipitua Siregar akan menghadapi Liu Peng Shuai asal Cina, di dalam pertandingan divisi strawweight.

Pria yang akrab disapa ‘Pitu’ ini tergabung di bawah Bali MMA dan telah mencatatkan tiga rekor kemenangan beruntun sepanjang tahun 2018, yang menjadi motivasi utamanya untuk membela merah putih di negeri Gajah Putih.

Kemenangan pertama langsung diraih Pitu dalam pertandingan debut pada bulan Mei tahun lalu melawan atlet Indonesia, Dodi Mardian, di gelaran ONE: GRIT AND GLORY. Atlet asal Sumatera Utara ini melanjutkan dengan kemenangan atas Phat Soda pada September lalu, dalam ajang ONE: BEYOND THE HORIZON di Shanghai, Cina.

Menutup tahun 2018, ia kembali mencatatkan kemenangan atas Muhammad Imran dalam ONE: WARRIOR’S DREAM pada bulan November di Jakarta.

Sejak berada di Bangkok hari Selasa, Pitu terus melakukan persiapan final demi menyajikan penampilan terbaik dan mempertahankan catatan rekor kemenangan di awal tahun ini. Bersama tim pelatihnya, juara gulat nasional ini juga intens melakukan observasi dan analisis atas calon lawannya, Liu Peng Shuai.

“Lawan saya bagus dalam striking, jadi defense dan blok saya harus rapat dan saya harus menjaga jarak,” ujar Elipitua.

Selain melakukan persiapan final secara teknis, Elipitua pun beradaptasi dengan suasana Thailand dengan mendatangi beberapa lokasi pariwisata, guna relaksasi dan jelang laga. Menurut Pitu,

“Rekreasi itu penting agar kita tidak terbebani oleh pikiran menang dan kalah saja. Perlu ada santainya. Saya ingin merasakan bedanya suasana pantai di Bali dan Thailand”.

Petarung Indonesia ini juga berencana mencicipi wisata kuliner khas Thailand, setelah pertandingan usai. “Kalau sebelum bertanding, makanan bisa mempengaruhi berat badan. Jadi, mungkin nanti setelah hari Sabtu,” pungkasnya.

Pitu menyadari betul bahwa mental yang kuat dan kondisi fisik yang prima akan menjadi modal utama kemenangannya di laga ONE: CLASH OF LEGENDS di Bangkok, yang akan semakin membawanya lebih dekat pada peluang merebut gelar juara divisi strawweight; yang saat ini dipegang petarung asal Jepang, Yosuke Saruta.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pertamina Turunkan Harga Avtur Jadi Rp 7.960 per Liter

Jakarta – PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga jual avtur yang berlaku pada 16 Februari 2019 mulai jam 00.00 WIB. Media Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita menjelaskan, harga baru avtur ini sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No. 17/2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Avtur yang Disalurkan Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara.

Menurut Arya, Pertamina secara rutin melakukan evaluasi dan penyesuaian harga avtur secara periodik, yaitu sebanyak dua kali dalam sebulan. Untuk periode kali ini (16 Februari 2019), harga avtur mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Sebagai contoh harga avtur (published rate) untuk Bandara Soekarno Hatta Cengkareng mengalami penurunan dari sebelumnya Rp 8.210 per liter menjadi Rp 7.960 per liter.

Harga ini lebih rendah sekitar 26% dibandingkan harga avtur (published rate) di Bandara Changi Singapura yang terpantau per tanggal 15 Februari 2019 sebesar Rp 10.769 per liter. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan rata-rata harga minyak dunia, nilai tukar rupiah dan faktor lainnya.

“Pertamina berharap penurunan harga avtur ini juga merupakan bentuk dukungan Pertamina terhadap industri penerbangan nasional, yang diharapkan juga berdampak pada industri lainnya termasuk pariwisata,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/2/2019).

Arya juga menambahkan bahwa harga jual avtur untuk setiap maskapai ditetapkan berdasarkan kesepakatan para pihak yakni antara Pertamina sebagai penyedia dan maskapai penerbangan sebagai konsumen.

Lebih lanjut Arya menegaskan, Pertamina terus berkomitmen untuk memberikan layanan yang terbaik untuk masyarakat dengan menyediakan bahan bakar pesawat udara di 67 bandara yang tersebar di Indonesia.

(ara/ara)

Menguak Cara Terbaik untuk Melihat Keindahan Pelangi

Liputan6.com, Jakarta – Sebuah fenomena alam yang biasanya terjadi usai berhetinya hujan adalah munculnya pelangi. Karena tampilannya yang penuh warna dan unik, pelangi telah dikaitkan dengan banyak mitos di berbagai daerah yang ada di dunia.

Tetapi kenyataannya adalah pelangi hanya dapat dilihat ketika cahaya matahari melewati tetesan hujan, demikian menurut Kristin Calhoun, seorang ilmuwan peneliti di National Oceanic & Atmospheric Administration (NOAA), lembaga ilmiah yang sebagian berfokus pada kondisi cuaca.

Pelangi merupakan hasil dari ilusi optik yang diciptakan oleh pembiasan dan pantulan cahaya mentari.

Ketika cahaya matahari melewati tetesan air hujan, sinarnya melengkung atau membias dan kemudian memantulkan bagian dalam tetesan hujan. Ini terjadi karena air bersifat lebih padat daripada udara yang mengelilinginya.

Saat keluar dari tetesan air, cahaya matahari memisah menjadi panjang gelombang. Cahaya akan terdiri dari berbagai panjang gelombang, dan setiap panjang gelombang muncul sebagai warna yang berbeda, yakni merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

Warna merah, misalnya, melengkung pada sudut yang berbeda dari warna ungu. “Inilah yang meyebabkan kita dapat melihat setiap warna di lokasi yang berbeda dan mengapa pelangi terlihat seperti busur atau panah,” kata Calhoun, seperti dikutip dari situs Popular Science, Jumat (15/2/2019).

Namun, terkadang pelangi benar-benar dapat terlihat berbentuk lingkaran penuh. Peristiwa menakjubkan ini biasanya dapat diamati ketika kita menyaksikannya dari ketinggian tertentu –saat naik pesawat, misalnya.

Karena pelangi diciptakan oleh cahaya melalui tetesan hujan, maka waktu terbaik untuk melihatnya adalah ketika langit cerah, namun hujan turun rintik-rintik.

“Bahkan ada peluang yang lebih baik untuk melihat pelangi, ketika matahari berada pada sudut yang lebih rendah, pada pagi atau sore hari,” ungkap Calhoun.

Jika Anda ingin mencoba menemukan pelangi, kuncinya adalah Anda berada di tempat yang sedang hujan dan membelakangi matahari.

“Hujan gerimis dan badai sering terbentuk pada sore hari karena efek gabungan dari topografi dan pemanasan pada siang hari di tanah itu,” papar Calhoun. “Hujan jenis ini sering menghasilkan hujan lebat, tetapi tetap terisolasi di tengah-tengah pulau.”

Karena pelangi adalah ilusi optik, maka posisinya tidak terletak pada jarak tertentu.


Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Pelangi 9 Jam di Taiwan Pecahkan Rekor Dunia

Sementara itu, masih terkait dengan kemunculan pelangi, suatu ketika pernah ada penampakan pelangi selama sembilan jam di Taiwan. Fakta ini akhirnya memecahkan rekor dunia. Guinness World Record mencatatnya sebagai pelangi terlama yang pernah ada, demikian menurut laporan media lokal.

Seperti dikutip dari Asia One, Sabtu 17 Maret 2018, banyak orang merasa beruntung bisa melihat pelangi tersebut. Akhirnya mereka berpikir bahwa fenomena tersebut tak hanya bisa berlangsung sesaat seperti sebelumnya.

Dua profesor di Taipei menemukan pelangi sembilan jam itu pada 30 November 2017 lalu.

Profesor dari kampus Chinese Culture University’s Department of Atmospheric Science (CCU) itu lalu mendokumentasikan pertunjukan cahaya warna-warni paling lama yang pernah ada.

Pelangi tersebut menghiasi langit dari pukul 06.57-15.55, atau dengan kata lain terlihat hingga nyaris sembilan jam.

“Rasanya seperti hadiah dari langit … sangat langka!” ujar salah satu profesor, Chou Kun-hsuan.

Foto yang diunggah di halaman Facebook universitas tersebut menunjukkan lengkungan warna-warni di atas bangunan kampus berarsitektur gaya China. Latar tanaman hijau nan subur semakin membuat pemandangan sangat indah.

“Dan tidak hanya ada satu, tapi empat – dua pelangi primer dan dua supernumerary,” menurut Chou.

Untuk menorehkan rekor sebagai pelangi terpanjang versi Guinness World Record, para profesor mengumpulkan lebih banyak bukti dari para saksi fenomena pelangi tak biasa di kampus hari itu.

Pelangi yang terlihat pada 30 November 2017 oleh Chou Kun-hsuan dan Liu Ching-huang (profesor) di Departemen Ilmu Atmosfer di CCU, dari atap Gedung Dayi di kampus CCU.

Menurut Chou, pelangi dimulai pada pukul 06.57 dan berlangsung sampai jam 15.55, atau 8 jam 58 menit.

Dengan pencatat tersebut, pelangi Taiwan mengalahkan rekor sebelumnya di Wetherby, Yorkshire, Inggris pada 14 Maret 1994. Fenomena itu tercatat berlangsung dari pukul 09.00 sampai 15.00.

Anggota panitia Guinness World Record, Kepala Biro Cuaca Pusat, profesor dan mahasiswa CCU, Direktur Biro Pariwisata Kota Taipei, dan Direktur Layanan Taman Nasional Gunung Yangming akan menghadiri upacara peresmian rekor tersebut.

Ini adalah pertama kalinya Taiwan menerima rekor dunia untuk fenomena ilmu pengetahuan alam.

Top 3: Garuda Indonesia Turunkan Harga Tiket 20 Persen

Liputan6.com, Jakarta – Grup Garuda Indonesia melalui lini layanan full service Garuda Indonesia dan Low Cost Carrier (LCC) Citilink Indonesia serta grup Sriwijaya Air-NAM Air menurunkan  harga tiket pesawat di seluruh rute penerbangan sebesar 20 persen. Penurunan harga tiket tersebut berlaku mulai Kamis, 14 Februari 2019.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Ari Akshara mengatakan, ‎penurunan tarif tiket pesawat ini merupakan tindak lanjut dari inisiasi awal Indonesia  National Air Carrier Association (INACA) yang sebelumnya baru berlaku di beberapa rute penerbangan.

“Hal tersebut sejalan dengan aspirasi masyarakat dan sejumlah asosiasi industri nasional serta arahan Bapak Presiden RI mengenai penurunan tarif tiket penerbangan dalam mendukung upaya peningkatan sektor perekonomian nasional khususnya untuk menunjang pertumbuhan sektor pariwisata, UMKM, hingga industri nasional lainnya, mengingat layanan transportasi udara memegang peranan penting dalam menunjang pertumbuhan perekonomian,” ujar dia di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Selain itu, lanjut dia, penurunan tersebut sejalan dengan komitmen dan upaya peningkatan akses konektivitas udara bagi masyarakat.

‎”Garuda Indonesia Group memastikan komitmen penurunan harga tiket pesawat sejalan dengan dengan sinergi intensif yang dilakukan seluruh pemangku kepentingan terkait dalam memastikan akses masyarakat terhadap layanan transportasi udara tetap terjaga” kata dia.

Informasi mengenai penurunan harga tiket pesawat menjadi salah satu artikel paling dicari pembaca. Lengkapnya, berikut 3 artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com:

1. Garuda Indonesia Pangkas Harga Tiket 20 Persen Mulai 14 Februari 2019

Manajemen Garuda Indonesia berharap penurunan tarif tiket penerbangan tersebut bisa memperluas akses masyarakat terhadap layanan transportasi udara. Grup Garuda Indonesia dapat mengakomodir aspirasi masyarakat dalam memberikan pelayanan berkualitas yang dapat menjangkau seluruh elemen masyarakat.

“Penurunan harga tiket tersebut kami pastikan akan menjadi komitmen berkelanjutan Garuda Indonesia Group dalam memberikan layanan penerbangan yang berkualitas dengan tarif tiket penerbangan yang kompetitif,” ujar Ari.

Selengkapnya baca di sini!

2 dari 3 halaman

2. Aturan Taksi Online Mulai Berlaku Juni 2019

Peraturan taksi online, yaitu Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penyelenggaran Angkutan Sewa khusus mulai berlaku pada Juni 2019. Hal itu enam bulan setelah peraturan tersebut terbit.

“Penerapan pada Juni, saat ini kita sedang sosialisasi, kemarin sudah di Solo,” ujar Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani dalam konferensi pers di Kemenhub, Jakarta, Rabu (13/2/2019), seperti dikutip dari laman Antara.

Ia menuturkan, saat ini masih dilakukan pengawasan untuk tarif. Pada tarif batas yakni Rp 3.500-Rp 6.500 per kilometer (km).

“Melihat kondisi saat ini pastinya kita melakukan survei dengan pihak ketiga dan saat ini kita sedang sosialisasi, untuk tarif pengawasan bagaimana kalau ada yang melanggar,” ujar dia.

Selengkapnya baca di sini!

3 dari 3 halaman

3. HEADLINE: Usulan Harga Avtur Turun, Mungkinkah?

Jumlah penumpang pesawat beberapa bandara di Tanah Air mengalami penurunan. Hal tersebut terjadi karena harga tiket penerbangan yang cukup mahal.

Salah satu contohnya di Bandara Kualanamu International Airport (KNIA), Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Jumlah penumpang di bandara tersebut mengalami penurunan hampir 20 persen.

Branch Communication and Legal Manajer Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto kepada Liputan6.com, pada Selasa 12 Februari 2019 mengatakan, akibat harga tiket pesawat domestik naik, Bandara Kualanamu mengalami penurunan 189.762 penumpang.

“Data yang kita terima sejak Januari 2019, penurunan sebesar 189.762 penumpang atau 19,9 persen,” kata Wisnu.

Selain penurunan jumlah penumpang, mahalnya harga tiket pesawat juga berdampak pada penurunan jumlah penerbangan, yaitu sekitar 1.734 penerbangan atau 23,6 persen.

“Sedangkan yang mengalami pembatalan di Bandara Kualanamu sebanyak 1.904 penerbangan,” katanya.

Peneliti Institute for Development Economy and Finance (Indef), Bhima Yudhistira mengatakan, salah satu penyebab mahalnya harga tiket pesawat adalah harga avtur yang mahal.

Dia menuturkan, harga avtur di Indonesia menjadi mahal karena infrastruktur penyaluran avtur yang tidak efisien.

“Akar masalahnya adalah infrastruktur penyaluran avtur masih tidak efisien sehingga harga avtur di Indonesia cenderung lebih mahal dari Singapura dan Malaysia. Itu yang membuat avtur kita enggak bersaing,” kata dia.

Selengkapnya baca di sini!

KPU Badung Manfaatkan Valentine untuk Sosialisasikan Pemilu ke Milenial

Liputan6.com, Badung – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung, Bali, memanfaatkan Hari Valentine atau hari kasih sayang untuk menyosialisasikan Pemilu 2019 ke generasi milenial. Sosialisasi itu dilakukan di kawasan Kuta, Bali.

“Kegiatan ini memang sengaja lakukan dengan memanfaatkan momentum Hari Valentine, untuk menyasar segmen pemilih milenial dan pemilih pemula agar menggunakan hak pilihnya nanti,” ujar Ketua KPU Kabupaten Badung, I Wayan Semara Cipta, di Kuta, Bali, Kamis (14/2/2019) seperti dilansir Antara.

Pada sosialisasi tersebut, KPU Badung bersama jajaran penyelenggara pemilu se-Kuta dan generasi milenial yang tergabung dalam Relawan Demokrasi dan duta Jegeg Bungan Desa Adat Kuta, membagikan ratusan tangkai bunga mawar kepada pengendara dan masyarakat di Monumen Ground Zero dan Pantai Kuta.

“Keterlibatan langsung generasi milenial dalam sosialisasi ini membuktikan bahwa generasi muda sekarang peduli terhadap masa depan bangsa,” kata Semara.

Selain pembagian bunga, mereka membawa sejumlah alat peraga dan spanduk yang berisi ajakan, untuk menyukseskan jalannya pemilu dengan bahasa yang lebih dekat dengan anak muda.

“Saatnya menggunakan hak pilih, buktikan cintamu dengan datang ke TPS pada Rabu 19 April 2019,” isi salah satu spanduk.

“Dengan bahasa ajakan seperti ini, kami berharap segmen anak muda dan pemilih pemula bisa lebih sadar dalam menggunakan hak pilihnya. Generasi muda tidak boleh golput dan menjadi antipati, namun harus bertanggung jawab kepada bangsa,” kata Semara Cipta.

2 dari 3 halaman

Juga Sasar Pekerja Industri Pariwisata

Selain menyasar para milenial, Wayan Semara Cipta menjelaskan, sosialisasi tersebut digelar di kawasan pariwisata Kuta untuk menyasar para pekerja dan pelaku industri pariwisata setempat.

“Sebelumnya, tingkat partisipasi masyarakat di Kuta dan Kuta Selatan dalam menggunakan hak pilihnya termasuk minim. Hal itu mengakibatkan jumlah golput juga sangat tinggi di dua wilayah ini, dibandingkan dengan daerah lain di Badung,” kata Semara.

Menurut dia, minimnya angka partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih di kawasan itu, dikarenakan sebagian besar masyarakat Kuta dan Kuta Selatan bekerja di bidang pariwisata yang saat berlangsungnya Pemilu sulit mendapatkan izin bekerja.

“Oleh karena itu kami melakukan sosialisasi hari ini di kawasan pariwisata untuk mengajak para pekerja wisata menyalurkan hak pilih dan mengimbau pemilik usaha agar memberikan izin atau dispensasi kepada karyawannya,” ujar Semara.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: