Kabar Buruk, 2 Winger MU Absen Lawan Chelsea dan Liverpool

Liputan6.com, Manchester – Manchester United (MU) mendapat kepastian terkait cedera dua penyerang sayap Jesse Lingard dan Anthony Martial. Keduanya menghilang 2-3 pekan.

Dengan kabar ini, MU tidak bisa menurunkan mereka pada dua laga besar di depan mata melawan Chelsea (Piala FA) dan Liverpool (Liga Inggris).

“Mereka absen 2-3 pekan. Saya mencoba mencari solusi di tim junior. Namun Mason Greenwood juga tengah dirawat. Mason kurang beruntung, tapi saya yakin kesempatan baginya segera datang,” kata manjer interim Ole Gunnar Solskjaer, dilansir Manchester Evening News.

Lingard (hamstring) dan Martial (pangkal paha) terpaksa meninggalkan pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Paris-Saint Germain, Selasa (12/2/2019).

Tanpa mereka, serangan MU kehilangan greget dan Solskjaer menderita kekalahan perdana dalam 12 pertandingan.

2 dari 3 halaman

Opsi Solskjaer

Tanpa Lingard dan Martial, Solskjaer bisa berpaling ke Romelu Lukaku, Alexis Sanchez, dan Juan Mata untuk mendampingi Marcus Rashford di lini depan. Masalahnya, ketiga pemain tersebut tidak meyakinkan.

Maka, Solskjaer membuka kesempatan bagi dua pemain muda Angel Gomes dan Tahith Chong. “Mereka sudah berlatih bersama tim utama dan bisa saja diturunkan,” ungkapnya.

3 dari 3 halaman

Laga Lain

Selain versus Chelsea (tandang, Piala FA, 18 Februari) dan Liverpool (kandang, Liga Inggris, 24 Februari), Lingard serta Martial juga absen pada duel kontra Crystal Palace (tandang, Liga Inggris, 27 Februari), Southampton (kandang, Liga Inggris, 2 Maret), hingga Paris Saint-Germain (tandang, Liga Champions, 6 Maret).

Fabio Capello Larang Juventus Boyong Matthijs De Ligt

Liputan6.com, Turin – Ketertarikan Juventus terhadap bek Ajax Amsterdam Matthijs de Ligt sudah menjadi rahasia umum. Namun, Fabio Capello menyarankan mantan klubnya untuk tidak merekrut pemain asal Belanda tersebut.

Sosok yang pernah membela dan melatih Juventus itu punya pertimbangan berdasar pengalaman. Dia mengaku tidak percaya terhadap bek dari Negeri Kincir Angin.

Capello menilai Juventus seharusnya mendahulukan produk Italia untuk mengisi sektor tersebut. “Saya tidak pernah suka bek Belanda. Mereka tidak punya kualitas sama seperti bek Italia,” ungkapnya, dikutip Calciomercato.

La Vecchia Signora siap bersaing dengan Barcelona dan Paris-Saint Germain demi mendatangkan De Ligt. Fabio Paratici bahkan memantaunya langsung saat Ajax menghadapi Real Madrid pada leg pertama 16 besar Liga Champions, Rabu (13/2/2019).

Direktur Olahraga Juventus itu mencari darah segar untuk menggantikan Daniele Bonera (37 tahun), Giorgio Chiellini (34 tahun), dan Leonardo Bonucci (31 tahun).

2 dari 3 halaman

Alasan Capello

Capello punya dasar berdasar pengalamannya. Menangani Juventus, AC Milan, AS Roma, dan Real Madrid, dia kerap mempercayakan lini belakang ke pemain Italia.

Sosok yang juga pernah melatih Timnas Inggris dan Rusia itu bahkan mendatangkan Fabio Cannavaro Estadio Santiago Bernabeu pada 2006 agar pertahanan Real Madrid tidak mudah ditembus.

3 dari 3 halaman

Talenta Berbakat

Reputasi De Ligt meningkat setelah menembus tim utama Ajax pada musim lalu. Baru berusia 19 tahun, dia kemudian dipercaya menjadi kapten klub dan diandalkan timnas.

Kalah dari PSG, Berbatov Bela Manajer MU

Liputan6.com, Manchester – Mantan striker Manchester United (MU) Dimitar Berbatov berang dengan kritikan yang ditujukan kepada manajer interim Ole Gunnar Solskjaer menyusul kekalahan dari Paris-Saint Germain (PSG). Berbatov menganggap kecaman kepada Solskjaer tidak adil.

“Dia telah membawa MU ke empat besar, sesuatu yang orang pikir tidak mungkin di musim ini. Tetapi ketika kalah di satu pertandingan dari tim penuh bintang, orang-orang mulai omong kosong lagi,” kata Berbatov seperti dilansir Goal.

Solskjaer masuk ke MU pada Desember lalu menggantikan Jose Mourinho yang dipecat. Di bawah asuhannya, performa Paul Pogba dan kawan-kawan meningkat.

Sebelum kalah 0-2 melawan PSG, MU tak pernah kalah di 11 pertandingan. Peringkat MU pun melonjak ke posisi empat di Liga Inggris.

Menurut Berbatov, kritikan kepada manajer adalah hal lumrah di era sepak bola masa kini. “Tetapi mereka yang mengerti sepak bola, tahu kerja Solskjaer bagus,” kata Berbatov.

2 dari 3 halaman

Lawan PSG

Terkait laga melawan PSG, Berbatov mengatakan gol pertama yang dicetak Presnel Kimpembe menjadi momentum yang mematikan MU. Setelah gol itu, Berbatov melihat PSG bermain dengan percaya diri.

“Perbedaan yang besar di pertandingan itu adalah gol pertama, bahkan tim yang paling kreatif terkadang mengandalkan bola mati, yang memberikan PSG kepercayaan diri dan kontrol pertandingan,” kata Berbatov.

3 dari 3 halaman

Bakal Dipermanenkan

Sementara itu, Solskjer sendiri rumornya bakal dipermanenkan oleh MU dalam waktu dekat. Saat ini, statusnya masih sebagai manajer sementara dengan kontrak hingga akhir musim ini.

Dukungan agar Solskjaer menjadi manajer tetap sudah datang dari internal maupun eksternal MU. Para pemain seperti Pogba dan Lingard kabarnya mendukung agar Solskjaer bertahan.

Martial-Lingard Diperkirakan Menepi Tiga Pekan

Manchester – Dua pilar Manchester United, Anthony Martial dan Jesse Lingard, diperkirakan absen hingga tiga pekan. Hal itu dikonfirmasi Ole Gunnar Solskjaer.

Bekapan cedera itu didapat Martial dan Lingard saat MU takluk dari Paris Saint-Germain. Martial mengalami masalah otot pada awal laga. Ia sempat dipaksakan bermain sampai jeda. Hingga akhirnya digantikan Juan Mata pada babak kedua.

Sedangkan Lingard mengalami masalah hamstring sesaat sebelum babak pertama berakhir dan langsung disubstitusi dengan Alexis Sanchez.

Pada konferensi pers jelang laga Piala FA melawan Chelsea, Jumat (15/2/2019) malam WIB, Solskjaer mengungkapkan kondisi kedua pemainnya itu.

Martial dan Lingard akan melewatkan MU melawan Chelsea, juga saat The Red Devils berhadapan dengan Liverpool di pekan depan.

“Saya pikir mereka akan menepi setidaknya dua sampai tiga pekan ke depan menengok kondisinya sekarang,” jelasnya dikutip Sky Sports.

“Ini menjadi kesempatan untuk pemain lain bermain. Entah itu Alexis, Romelu Lukaku, atau Angel Gomes. Anthony dan Jesse bekerja sangat baik bersama kami. Mereka sangat vital pada sektor penyerangan kami dengan kecepatannya.”

“Romelu dan Alexis punya skill yang berbeda. Jadi kami akan menyatukan tim lagi untuk Senin nanti,” tutur sang manajer.

(cas/cas)


‘Kekalahan dari PSG Bikin MU Goyah Jelang Hadapi Chelsea’

JakartaManchester United baru saja menelan kekalahan dari Paris Saint-Germain. Hasil buruk itu diyakini membuat The Red Devils goyah saat melawan Chelsea di Piala FA.

MU takluk 0-2 saat melawan PSG pada leg I babak 16 besar Liga Champions. Kylian Mbappe dan Presnel Kimpembe menjadi pembobol gawang Setan Merah saat bermain di Old Trafford pada tengah pekan ini.

Lepas dari PSG, MU sudah ditunggu Chelsea untuk menjalani pertandingan babak kelima Piala FA. Duel itu akan berlangsung di Stamford Bridge, Selasa (19/2/2019) dinihari WIB.

Eks pemain Arsenal, Paul Merson, menilai bahwa kekalahan MU dari PSG akan membuat Chelsea mempunyai peluang lebih besar untuk memenangi pertandingan.

“United dikembalikan ke bumi oleh Paris Saint-Germain. Itu merupakan laga yang berat,” kata Merson di Sky Sports.

“Ini merupakan salah satu laga yang saya pikir Chelsea akan memenangi ini. Saya pikir bahwa kekalahan di Liga Champions akan membuat Man United tersingkir.”

“Mereka akan kehilangan Jesse Lingard, dia merupakan pahlawan yang tersamar bagi mereka. Saat dia meninggalkan lapangan, PSG bisa menguasai permainan. Pemain yang menggantikan seperti Alexis Sanchez gagal menggantikan perannya.”

“Itu merupakan pertandingan penting untuk kedua tim. Man United sekarang dalam tekanan setelah kekalahan di leg pertama dari PSG di Liga Champions,” dia menambahkan.

(cas/cas)

Kandidat pelatih Baru Chelsea: Zidane, Mourinho, atau…?

London – Selain Zinedine Zidane, beberapa nama pelatih top dunia masuk daftar calon pengganti Maurizio Sarri di Chelsea. Salah satunya adalah Jose Mourinho.

Masa depan Maurizio Sarri langsung jadi spekulasi setelah Chelsea menelan kekalahan mengejutkan atas Manchester City di akhir pekan lalu. Tumbang dengan skor 0-6, The Blues harus merasakan kekalahan terbesarnya di era Premier League.

Salah satu nama yang mencuat adalah Zinedine Zidane. Pria asal Prancis itu kini memang tak punya klub, setelah di akhir musim lalu mundur dari Real Madrid.

Oleh bursa taruhan thesackrace, Zizou berada di posisi teratas kandidat terkuat manajer baru The Blues. Dia ditempatkan pada koefisien 2/1.

Zidane bukan satu-satunya nama besar yang dianggap punya potensi jadi bos baru di Stamford Bridge. Soalnya, nama Jose Mourinho juga kembali muncul. Meski sudah dua kali jadi manajer Chelsea, yang semuanya berakhir dengan pemecatan, Mourinho dinilai masih punya peluang.

Ada pula mantan pelatih Paris Saint Germain, Laurent Blanc, dan Didier Deschamps yang beberapa bulan lalu mengantar Timnas Prancis jadi juara Piala Dunia 2018.

Chelsea juga dinilai punya peluang besar mengangkat sosok manajer yang sudah mengenal baik kondisi internal tim. Salah satunya Gianfranco Zola yang saat ini menjadi asisten manajer dan Frank Lampard yang kini menukangi Derby County.

Bursa Taruhan Pelatih Baru Chelsea
Zinedine Zidane 2/1
Gianfranco Zola 6/1
Frank Lampard 13/2
Laurent Blanc 8/1
Guus Hiddink 14/1
Jose Mourinho 14/1
Brendan Rodgers 16/1
Didiet Deschamps (20/1)
(din/mrp)


Tertinggal 0-2, Schmeichel: MU Bisa Balikkan Keadaan

Liputan6.com, Manchester – Kiper legendaris Peter Schmeichel menilai peluang Manchester United (MU) menyingkirkan Paris-Saint Germain (PSG) pada babak 16 besar Liga Champions tetap terbuka.

MU dalam posisi terjepit setelah tumbang 0-2 di kandang sendiri, Selasa (12/2/2019). Akibatnya, mereka mesti menang dengan selisih tiga gol saat menyambangi markas PSG pada 6 Maret mendatang.

Perjuangan The Red Devils bertambah berat dengan sanksi disiplin Paul Pogba, plus cedera yang menimpa Jesse Lingard dan Anthony Martial.

Menyikapi kondisi tesebut, banyak menilai pertandingan di Parc des Princes hanya sebatas formalitas. MU diminta mengalihkan konsentrasi ke Liga Inggris dan Piala FA.

MU kalah kelas dari PSG. Mereka tidak mungkin menyelamatkan diri,” kata Gary Neville.

2 dari 3 halaman

Bisa Belajar

Namun, Schmeichel memiliki pandangan berbeda dengan mantan rekannya. Sebagai bagian tim yang kerap membalikkan keadaan, dia heran melihat Neville bersikap pesimis.

“Masih ada tiga pekan bagi MU untuk mempersiapkan diri. Banyak yang mungkin terjadi pada leg kedua. MU pasti juga belajar banyak dari duel pertama,” tegas Schmeichel.

“Menyambut laga nanti, MU bisa berlatih, mengembangkan diri, dan menyusun rencana agar berjaya,” sambungnya.

3 dari 3 halaman

Janji Solskjaer

Manajer interim MU Ole Gunnar Solskjaer juga tidak mau menyerah. Dia menegaskan skuatnya bakal tetap berjuang.

“Pemain memiliki determinasi. Kami akan tetap mencoba, terutama jika mampu unggul satu gol di babak pertama partai nanti,” ungkap Solskjaer.

Sikat MU, Neymar Sesumbar PSG Bakal Juara Liga Champions

Liputan6.com, Manchester – Neymar senang PSG mampu menang dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan MU tengah pekan ini. Pemain asal Brasil itu sesumbar timnya bakal juara musim ini.

PSG saat ini berada di babak 16 Besar Liga Champions. Juara bertahan Ligue 1 tersebut berjumpa Manchester United sebagai lawan. Dan, kedua tim sudah memainkan leg pertama.

Pada laga leg pertama di Old Trafford, PSG menang dengan skor yang cukup meyakinkan yakni 2-0. Sementara, pertandingan leg kedua bakal dimainkan di Parc des Princes pada awal Maret yang akan datang.

PSG akan lolos ke perempat final hanya dengan bermain imbang melawan MU di leg kedua. Meskipun jalan untuk menjadi juara masih panjang, namun Neymar merasa optimis bisa menjadi juara Liga Champions.

“PSG akan menjadi juara Liga Champions,” ucap Neymar dikutip dari Four Four Two.

PSG bukan hanya tentang saya, mereka punya tim yang luar biasa dengan pemain yang hebat dan pelatih yang jenius. Selain itu, para penggemar PSG seperti pemain ke-12 saat kami bermain di Paris,” ucapnya.


2 dari 2 halaman

Pemulihan

Neymar tidak bermain pada saat PSG jumpa Manchester United. Pemain asal Brasil itu mengalami cedera pada awal bulan Februari lalu. Menurut eks pemain Barcelona, kondisi cederanya kini masih dalam tahap pemulihan.

“Perawatan baru saja dimulai, ini akan jadi sebuah perjalanan yang panjang dan saya akan melalui perkembangan dari hari ke hari.”

“Syukurlah saya punya tim profesional dan dukungan dari PSG dan para fans di seluruh dunia. Saya sudah bermain sepak bola sejak kecil dan sangat sulit untuk berada jauh dari sepak bola dari rutinitas dengan klub dan para fans.”

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini

Takluk Lawan PSG di Kandang, MU Diragukan Lolos ke Babak Berikutnya

Liputan6.com, Manchester – Kekalahan MU melawan PSG dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions membuat Wes Brown angkat bicara. Eks bek Setan Merah itu pesimistis MU bisa lolos ke babak selanjutnya.

Setan Merah harus membalikkan defisit dua gol di leg kedua babak 16 besar melawan PSG. Gol dari Presnel Kimpembe dan Kylian Mbappe mampu membuat tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer takluk di Old Trafford.

Solskjaer berhasil membawa MU tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan beruntun setelah menggantikan Jose Mourinho pada bulan Desember lalu. Namun, rekor impresif Solskjaer tersebut terhenti ketika menjamu PSG.

Selain itu, MU tidak akan diperkuat gelandang Prancis Paul Pogba di leg kedua di Paris. Pemain berusia 25 tahun itu diusir wasit pada menit 89 setelah menerima kartu kuning kedua.

Solskjaer menegaskan bahwa timnya masih belum menyerah. Namun, Brown menilai Setan Merah sudah tidak punya kesempatan untuk lolos ke babak berikutnya.

“Ya. Saya pikir mereka perlu mencetak gol cepat, dan kemudian apa pun bisa terjadi,” kata Brown kepada talkSPORT.

“Tapi PSG sangat bagus di kandang, jadi itu akan sangat sulit.”

2 dari 2 halaman

Kalah Kelas

Brown menilai Manchester United sudah bermain bagus saat melawan PSG di Old Trafford. Namun, Setan Merah masih kalah kelas dibandingkan dengan wakil Prancis tersebut.

“Saya hanya berpikir kemarin terlalu besar. Mereka sudah bermain dengan sangat baik dan pertandingan kemarin dan ekspektasi sedikit terlalu besar,” ujarnya.

“Ingat, PSG membangun tim ini sudah lama, mereka membangun tim ini untuk memenangkan Liga Champions.”

“Kami bermain bagus dan kami kembali ke Premier League dan kami masih di Piala FA, tapi saya pikir pertandingan ini datang terlalu dini bagi kami. Ini adalah pertandingan besar di mana kami tidak bisa menjaga kualitasnya.”

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini

Legenda MU Sebut Alexis Sanchez Tak Pantas Dibayar Mahal

Liputan6.com, Manchester – Performa Alexis Sanchez belum juga membaik di Manchester United (MU). Terakhir, penyerang asal Chile ini juga bermain mengecewakan saat dipasang sebagai pemain pengganti saat MU kalah 0-2 dari Paris Saint Germain di Liga Champions, Selasa (12/2).

Ketika itu, manajer MU, Ole Gunnar Solksjaer, memasukkan Sanchez di akhir babak pertama menggantikan Jesse Lingard, saat kedudukan masih 0-0. Tapi, dia tak bisa berbuat banyak, MU pun akhirnya kalah.

Legenda MU, Paul Ince, mengaku sangat kecewa, bahkan marah melihat performa Sanchez malam itu. Apalagi, di Tim Setan Merah, Sanchez digaji cukup mahal, 505 ribu pound sterling atau sekitar Rp 9,1 miliar.

“Penampilan Alexis Sanchez saat ini benar-benar memalukan,” ujar Ince, yang membela MU pada periode 1989-1995, seperti dikutip Fox Sports. “Dengan gaji yang dia terima, penampilan dia seperti candaan saja.”

Sepanjang musim ini, Sanchez memang tak bisa berbuat banyak untuk MU. Dia hanya tampil di enam pertandingan dan mencetak satu gol.

Musim lalu, sejak bergabung pada pertengahan musim, kontribusi Sanchez pun tak terlihat. Dia hanya tampil di 12 laga dan mencetak dua gol.

Ince, yang pernah dua kali membawa MU juara Liga Inggris, menyebut, dengan penampilan seperti itu, Sanchez tak layak mendapat gaji besar di MU. “Saya tidak akan mengungkit-ungkit soal gajinya, jika penampilannya bagus. Tapi, saat Anda dibayar mahal, orang-orang berharap banyak kepada Anda,” ujar Ince, 51 tahun.

2 dari 3 halaman

Rugikan Fans

Ince menyebut, suporter MU pantas mendapat penampilan lebih baik dari Sanchez. Begitu juga dengan klub yang telah membayarnya mahal. Bahkan, kata Ince, Solksjaer dan rekan-rekan setimnya pun pantas mendapat penampilan Sanchez yang lebih baik.

“Mungkin dia kesulitan berkembang karena dia tak masuk starting line up. Tapi, justru itu yang membuat saya terkejut,” ujar Ince, lagi. “Sanchez seperti sudah tak punya harapan.”

3 dari 3 halaman

Tak Ada Kontribusi

Ince pun menyarankan agar manajemen MU segera mempertimbangkan keberadaan Sanchez. Sebab, sejauh ini, kehadiran mantan pemain Barcelona dan Udinese itu sama sekali tak berkontribusi.

“Harus ada keputusan tentang masa depan dia di Old Trafford (markas MU). Sebab, kehadirannya tidak berguna,” ujar Ince.