3 Fakta Jenis Granat yang Tewaskan 2 Bocah di Bogor

Liputan6.com, Jakarta – Korban tewas akibat ledakan granat di Kecamatan Cibungbulang, Bogor, Jawa Barat bertambah menjadi dua orang. Mereka adalah Muhammad Ibnu Mubarok (11) dan Muhammad Doni (11). Sementara, Khoirul Islami (10) masih dalam perawatan intensif di RSUD Leuwiliang dan kondisinya kini berangsur membaik.

Sebelumnya, ketiganya menemukan sebuah kaleng susu di area lapangan Minggu, 10 Februari 2019. Korban Mubarok membawanya pulang. Setelah beberapa hari di rumah, sang ibu Siti Nurhasanah membuangnya ke kebun dekat rumah, Selasa, 12 Februari 2019.

Dua hari kemudian, kaleng susu berisi granat aktif tersebut diambil kembali putranya. Korban membawanya ke dekat rumahnya. Bersama Doni dan Khoirul, ketiganya memainkan granat tersebut dengan cara dipukul-pukul menggunakan batu hingga terjadi ledakan dan mengenai tubuh mereka.

Akibat ledakan tersebut Mubarok tewas ditempat, sedangkan Doni dan Khoirul selamat. Namun, Doni tak mampu bertahan. Pada Kamis malam, 14 Februari kemarin, kondisi korban menurun hingga meninggal di RSUD Leuwiliang.

Olah TKP langsung dilakukan, Jumat, 15 Februari 2019, untuk mengidentifikasi jenis granat aktif yang telah menewaskan dua anak. Apa saja fakta-fakta yang berhasil ditemukan?

2 dari 5 halaman

1. Bukan Granat Tangan

Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan Detasemen Peralatan TNI AD Bogor dari barang bukti berupa serpihan granat, bahwa bahan peledak itu bukan jenis granat tangan.

“Saat ini kami tengah menelusuri lebih detail supaya bisa simpulkan amunisi apa yang meledak kemarin, karena belum tahu produksi tahun berapa,” kata Komandan Detasemen Peralatan Bogor Letkol CPM Asep Rachmatsyah.

Bom yang meledak hingga menewaskan dua bocah laki-laki disebut Asep memang masuk dalam kategori granat. Namun, yang membedakan adalah cara menggunakannya.

“Kalau granat tangan dibuka kunci lalu dilempar. Kalau jenis ini menggunakan senjata pelontar,” ungkapnya.

Kekuatan daya ledak granat pelontar ini mencapai radius 10-15 meter dan masuk dalam kategori mematikan.

3 dari 5 halaman

2. Jenis Bahan Peledak

Selain TNI AD, Tim Labfor Bareskrim Polri juga diturunkan untuk menyelidiki ledakan granat yang terjadi di Bogor, Jawa Barat.

Kasubdit Bahan Peledak Puslabfor Polri Kompol Jakaria menyatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan jenis bom yang meledak itu, karena masih harus dilakukan serangkaian analisis dan uji laboratorium.

“Kita akan analisis dengan Jibom dan merekonstruksi kembali untuk menentukan granat jenis apa,” kata Jakaria.

4 dari 5 halaman

3. Ketegori Ledakan High Explosive

Namun, dari kesimpulan sementara, ledakan itu berkekuatan high explosive dan umumnya digunakan TNI.

“Kalau high explosive kan suhu panas tinggi di lubang bekas ledakan. Tapi kan yang kita selidiki apa yang meledak,” ucap Jakaria.

Untuk mengetahui jenis bahan peledak tersebut, pihaknya sudah membawa serpihan bekas komponen granat dan residu yang menempel di dinding pagar untuk diuji laboratorium.

“Kita akan berkoordinasi dengan Jibom merekonstruksi kembali kira-kira jenisnya apa. Kalau hanya melihat serpihan, kita tidak bisa menentukan jenisnya apa,” ujar Jakarta.

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Cerita Theti Numan Agau, Perempuan Penjaga Gambut dari Kalteng

Liputan6.com, Jakarta – Dari sekian banyak, peran serta perempuan di berbagai aspek kehidupan juga hadir dalam usaha melawan perubahan iklim. Satu di antaranya adalah Theti Numan Agau, perempuan Dayak yang tinggal di Desa Mantangi Hilir, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalteng.

Provinsi ini jadi salah satu wilayah yang mengalami bencana kebakaran hutan dan lahan yang parah sejak 2015 lalu. Beragam dampak timbul dari kondisi ini, mulai dari sulit bernapas, hingga terbatasnya gerak aktivitas sehari-hari.

Pembakaran lahan gambut tak jarang dilakukan petani dengan tujuan menyuburkan tanah. Melihat hal tersebut, Badan Restorasi Gambut (BRG) mulai melakukan pendekatan ke beberapa tokoh petani dan beberapa dari mereka mulai sadar akan bahaya dari pembakaran lahan.

Kelompok petani turut dibentuk untuk mewadahi berbagai kegiatan. Edukasi juga dilakukan untuk pertanian yang ramah lingkungan dan Theti adalah salah satu petani yang ada dalam program inisiasi BRG. Sebelum bergabung, ia mengelola lahan kecil tempat menanam padi dengan memanen hingga 30 karung beras. Hasil tersebut diakui hanya cukup untuk makan saja selama setahun.

“BRG membuat Pelatihan Sekolah Lapang selama 10 hari. Di sana kami diajarkan metode pertanian ramah lingkungan untuk menyuburkan lahan. Kami tidak lagi membakar lahan dan diajarkan untuk membuat pupuk alami,” ungkap Theti melalui keterangan tertulis yang diterima Liputan6.combaru-baru ini.

Lewat Sekolah Lapang yang dibangun Mini Demplot Pengolahan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) yang dikelola para kader. Mereka membentuk kelompok pengelola demplot.

“Dalam satu kelompok ada 10 petani. Tadinya jumlah ini terbagi rata, yaitu lima pria dan lima perempuan. Namun, usaha ini kurang mendapat sambutan dari petani pria. Saya mengubah komposisi kelompok menjadi 10 perempuan dan semua berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Theti dan kelompok menanam cabai, tomat, juga kacang panjang di lahan demplot. Ia mengatakan hasil yang diakui mengalami kenaikan.

“Hasilnya bisa dipakai untuk makan dan kelebihannya bisa dipakai untuk menabung. Kalau dulu hanya cukup untuk makan, sekarang kami bisa menjual hasil pertanian. Menjualnya pun tidak susah karena hasil pertanian ini lebih sehat. Kami memakai metode bertani yang ramah lingkungan. Sampai saat ini, kami telah panen sebanyak empat kali,” jelas Theti.

Sementara, BRG menyadari pentingnya peran perempuan dalam menjaga gambut. Hingga kini, telah ada 773 anggota kelompok perempuan yang didampingi BRG. Diharapkan, jumlahnya terus bertambah.

Tak hanya bertani, kelompok ini juga dibekali keterampilan yang bertujuan untuk meningkatkan nilai jual pada produk kerajinan anyaman dari rumput atau tanaman tumbuh di lahan gambut. Mereka telah mampu membuat anyaman menjadi topi, tas, keranjang, dan lainnya.

“BRG menyadari pentingnya peran para perempuan dalam menjaga ekosistem gambut. Kami percaya bahwa jika perempuan diberdayakan, maka akan dapat mendorong perubahan besar dalam sikap dan perilaku melindungi,” kata Myrna A. Safitri, Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG.

“Kita tidak dapat bicara tentang ketahanan pangan, tentang generasi emas jika soal pemenuhan nutrisi di tingkat keluarga diabaikan. Perempuan-perempuan kader sekolah lapang di lahan gambut menunjukkan bagaimana mereka berjuang untuk itu,” tambah Myrna.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Labfor Polri Analisa Jenis Granat yang Meledak Tewaskan 2 Anak di Bogor

Liputan6.com, Jakarta – Selain TNI AD, polisi juga menurunkan tim Labfor Bareskrim Polri untuk menyelidiki ledakan granat yang terjadi di Bogor, Jawa Barat.

Kejadian tersebut mengakibatkan dua anak meninggal dunia dan satu lainnya luka parah. Ketiganya merupakan warga Kampung Wangun Jaya RT 02/06, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Empat petugas Labfor Bareskrim Polri tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 14.15 WIB, Jumat (15/2/2019). Mereka kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara tepatnya di rumah Mubarok, salah satu korban tewas.

Kasubdit Bahan Peledak Puslabfor Polri Kompol Jakaria menyatakan belum bisa menyimpulkan jenis bom yang meledak itu, karena masih harus dilakukan serangkaian analisa dan uji laboratorium.

“Kita akan analisa dengan Jibom merekonstruksi kembali untuk menentukan granat jenis apa,” kata Jakaria.

Namun hasil kesimpulan sementara ledakan itu berkekuatan high explosive dan umumnya digunakan TNI. Sebab, ada tiga orang korban, dua diantaranya meninggal dunia.

“Kalau high explosive kan suhu panas tinggi di lubang bekas ledakan. Tapi kan yang kita selidiki apa yang meledak,” terang Jakaria.

Untuk mengetahui jenis bahan peledak tersebut, pihaknya sudah membawa serpihan bekas komponen granat dan residu yang menempel di dinding pagar untuk diuji laboratorium.

“Kita akan berkoordinasi dengan Jibom merekonstruksi kembali kira-kira jenisnya apa. Kalau hanya melihat serpihan kita tidak bisa menentukan jenisnya apa,” terang Jakarta.

Dari pangamatan di lapangan, petugas terlihat mengukur kedalaman lubang lantai akibat dampak ledakan granat tersebut. Tak cuma itu, mereka juga mengambil sampel abu bekas ledakan yang menempel di dinding pagar rumah Mubarok.

Setelah itu, mereka mengamati serpihan bom granat dalam kantong plastik hitam yang dibawa petugas Polsek Cibungbulang.

Hingga pukul 15.20 WIB, tim Labfor Bareskrim Polri masih berada di lokasi kejadian. Beberapa diantaranya sedang meminta keterangan orangtua dari Ibnu Mubarok.

2 dari 3 halaman

Gara-gara Bermain Kaleng Susu

Sebelumnya, tiga anak terkena ledakan granat di Bogor, Jawa Barat, Kamis (14/2/2019) sekitar pukul 14.00 WIB. Satu orang bernama Muhammad Ibnu Mubarok (11) tewas di lokasi kejadian. Dua temannya yakni Muhammad Doni (10) dan Khoirul Islami (10) terluka parah.

Doni akhirnya meninggal dunia pada pukul 21.00 WIB, saat menjalani perawatan intensif di RSUD Leuwiliang. Doni mengalami luka cukup parah di bagian kaki dan tangan.

Kejadian bermula saat Mubarok, Doni, dan Khoirul bermain kaleng susu berisi granat aktif. Mubarok kemudian mengeluarkan granat tersebut di samping rumahnya.

Setelah itu, ketiganya memainkan granat itu dengan cara dipukul-pukul dengan menggunakan batu hingga akhirnya meledak dan mengenai tubuh mereka.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

5 Cara Sembuhkan Flu dengan Aktivitas Sederhana, Sering diabaikan

Liputan6.com, Jakarta Saat musim hujan, penyakit yang kerap menghantui adalah flu. Influenza atau flu merupakan penyakit yang disebabkan infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Meski terkesan sepele, penyakit flu cukup menganggu dan dapat menghambat aktivitas sehari-hari.

Seseorang dapat menderita flu disebabkan sejumlah faktor, yaitu ketika musim dingin daya tahan virus lebih kuat karena tingkat kelembaban rendah, penularan virus melalui udara, dan kurangnya paparan sinar matahari juga berpengaruh terhadap penurunan daya tahan tubuh.

Penularan virus influenza berawal saat seseorang batuk, bersin, dan bicara. Udara yang terinfeksi tersebut dapat menular ke orang lain dengan media udara, menggunakan barang-barang secara bersama dan kemudian berpindah ke tangan, mata, hidung atau mulut.

Gejala dari infeksi virus influenza dapat langsung dirasakan atau dapat tertunda hingga 10 hari setelah terinfeksi. Orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah dapat dengan mudah tertular virus influenza.

Pada dasarnya penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya. Namun jika terus dibiarkan, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi yang lebih parah. Banyak orang yang menyepelekan penyakit flu. Padahal penyakit ini merupakan penyakit yang mudah menular.

Sebenarnya ada beberapa aktivitas yang kurang disadari dapat mempercepat proses penyembuhan flu. Beberapa orang sering mengabaikan aktivitas-aktivitas ini saat terserang flu. Berikut 5 aktivitas yang dapat sembuhkan flu namun sering diabaikan dliansir Liputan6.com dari WebMD, Jumat(15/2/2019).

2 dari 3 halaman

Cara cepat sembuhkan flu ini sering diabaikan

Tetap di rumah dan banyak istirahat

Penyakit flu adalah penyakit menular. Anda tidak dapat mengabaikan sakit flu yang Anda derita. Ketika Anda sakit, Anda harus menjaga diri Anda sendiri. Tubuh Anda membutuhkan energi ekstra ketika melawan infeksi. Jika Anda sedang flu, terutama jika Anda demam, Anda akan merasa lebih lemah dan kelelahan. Mengabaikan penyakit flu bisa membuat gejala yang Anda derita lebih buruk.

Pada hari pertama saat mendapat gejala flu, hubungi kantor atau sekolah Anda dan beri tahu mereka bahwa Anda ingin beristirahat selama beberapa hari. Manfaatkan waktu ini untuk mengistirahatkan tubuh. Meringkuk di sofa, habiskan waktu untuk membaca, menonton DVD, atau tidur agar Anda dapat melawan virus yang sedang menyerang. Cobalah untuk tidur dengan bantal ekstra di bawah Kepala Anda. Mengangkat kepala akan membantu meringankan hidung tersumbat.

Tidur yang cukup adalah kunci untuk sistem kekebalan tubuh yang sehat, dan ketahanan tubuh Anda terhadap kuman. Sebuah studi menunjukkan bahwa tidur kurang dari 7 jam semalam hampir tiga kali lipat berisiko terkena flu. Jika Anda sedang flu dan gejalanya membuat Anda tidak bisa tidur, cobalah untuk tidur siang. Anda perlu istirahat tambahan.

Minum Banyak Cairan dan Makan yang Cukup

Pastikan Anda mendapat lebih banyak cairan saat terkena flu. Tidak semua harus berupa air putih. Jus buah, minuman isotonik, dan sup dengan kaldu juga dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan cairan saat flu.

Cairan akan menjaga sistem pernapasan Anda agar tetap terhidrasi dan membantu mengubah lendir yang jahat dan kental menjadi cair yang bisa Anda keluarkan. Hal ini baik karena jika lendir menumpuk di paru-paru Anda dapat menyebabkan infeksi.

Saat Anda sedang tidak enak badan, Anda mungkin tidak nafsu makan. Tetapi Anda harus tetap makan, cobalah makanan ringan dan bergizi untuk membantu Anda pulih dari flu. Buah dan sayuran seperti pisang atau wortel dapat menjadi pilihan tepat untuk disantap saat flu.

3 dari 3 halaman

Sakit flu sering disepelekan

Uapi Tubuh Anda

Untuk dapat menurunkan demam Anda dapat mengompres badan Anda dengan handuk basah. Anda juga dapat duduk di kamar mandi beruap. Duduklah di kamar mandi dengan pintu tertutup. Nyalakan shower dengan air hangat. Biarkan shower menjadi panas sampai ruangan terisi dengan uap lembab.

Aktivitas ini dapat melembabkan saluran hidung Anda dan dapat membantu Anda rileks. Jika Anda pusing karena flu, lakukan teknik penguapan ini sambil duduk di kursi terdekat.

Berhenti Merokok

Merokok memang buruk bagi paru-paru Anda, bahkan ketika Anda sedang dalam keadaan sehat. Meski begitu, para perokok memiliki resiko lebih banyak terserang flu dibandingkan dengan ornag yang tidak merokok. Gejala flu yang dihadapi juga lebih buruk dan akan bertahan lebih lama dalam tubuh.

Sel-sel yang rusak di paru-paru Anda akan membuat Anda lebih sulit melawan flu. Jika Anda sakit, berhentilah merokok.

Segera Minum Obat

Flu kadang disertai demam, hal ini karena tubuh Anda sedang mengeluarkan panas untuk melawan virus flu. Biasanya, demam flu akan berlangsung tiga hingga lima hari. Terkadang Anda juga menderita batuk dan pusing.

Kerap disebut sebagai penyakit sepele, banyak orang yang tak segera minum obat kala terserang sakit flu. Padahal segera minum obat merupakan langkah yang penting.

Obati demam dan rasa sakit yang menyertai flu dengan obat yang dijual bebas di apotik. Tanyakan kepada dokter Anda mana obat yang tepat untuk Anda.

5 Fakta 2 Bocah di Bogor Tewas Akibat Ledakan Granat Kaleng Susu

Liputan6.com, Jakarta Sebuah granat aktif meledak di permukiman warga, tepatnya di Kampung Wangun Jaya RT 02/06, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Nahas, seorang bocah tewas akibat terkena ledakan tersebut.

Namun, belakangan korban meninggal bertambah menjadi dua orang. Muhammad Doni (11) mengembuskan nafas terakhirnya di RSUD Leuwiliang setelah menderita luka parah akibat terkena ledakan granat.

Cerita berawal saat korban Muhammad Ibnu Mubarok (11) tengah bermain bersama kedua temannya, Muhammad Doni (11) dan Khoirul Islami (10)  di sekitar area lapangan tembak yang berada di kampung sebelah, Minggu, 10 Februari 2019.

Mereka lalu naik ke lereng Gunung Kapur. Di area tersebut mereka menemukan sebuah kaleng susu yang diduga berisi ganat aktif di semak-semak. Ketiganya langsung membawanya pulang.

Dua hari kemudian oleh sang ibu, Siti Nurhasanah, kaleng tersebut dibuang ke kebun yang tak jauh dari rumahnya. Bagaimana hingga akhirnya kaleng berisi granat aktif itu meledak hingga jatuh korban?

2 dari 7 halaman

1. Kaleng Susu yang Dibuang Diambil Korban

Berdasarkan keterangan saksi, bocah Mubarok mengambil lagi kalang susu yang sudah dibuang ibunya, pada Kamis kemarin.

“Kamis siang tadi, korban mengambil kembali kaleng susu yang sempat dibuang oleh ibunya itu,” kata Ita, Kamis, 14 Februari 2019.

Korban kemudian membawanya ke dekat rumahnya. Doni dan Khoirul yang ada di sekitar lokasi ikut bermain. Ketiganya memukul-mukul kaleng berisi granat itu dengan menggunakan batu hingga terjadi ledakan.

Saat terdengar ledakan keras, warga langsung berhamburan ke sumber bunyi. Begitu tiba mereka melihat Mubarok dan kedua temannya telah tergeletak.

3 dari 7 halaman

2. Meninggal Akibat Ledakan

Akibat insiden tersebut bocah Mubarok meninggal secara mengenaskan di lokasi kejadian dengan luka di kepala. Sementara, dua lainnya selamat, namun menderita luka berat pada bagian kaki dan tangan.

“Kami melihat korban yang meninggal mengalami luka di kepala,” kata Sarifudin, warga sekitar.

Sementara, Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspitalena membenarkan kejadian tersebut. Tiga anak menjadi korban dan satu di antaranya meninggal dunia.

Ita menambahkan korban tewas dan luka-luka dibawa ke RSUD Leuwiliang.

Setelah 2 jam, jenazah bocah Mubarok langsung dibawa ke rumah duka dan langsung dimakamkan sekitar pukul 16.00 WIB.

4 dari 7 halaman

3. Korban Meninggal Jadi 2 Orang

Bersama korban Mubarok, Muhammad Doni (11) dan Khoirul Islami (10) juga ikut menjadi korban akibat ledakan granat aktif. Awalnya kedua teman korban dikabarkan selamat, namun Muhammad Doni belakangan dilaporkan meninggal dunia.

Warga Kampung Wangun Jaya RT 02/06, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor ini menghembuskan nafas terakhir pada Kamis 14 Februari kemarin sekitar pukul 21.00 WIB.

Dia meninggal dunia saatmenjalani perawatan intensif di RSUD Leuwiliang.

Saat ini, satu anak lainnya atas nama Khoirul Islami (10) masih dirawat menjalani perawatan di RSUD Leuwiliang lantaran mengalami luka di kedua kakinya.

5 dari 7 halaman

4. Sempat Dibuang Ibu

Mendapati kaleng susu yang dibawa anaknya, Siti Nurhasanah sempat membuangnya ke kebun dekat rumah korban pada Selasa (12/2/2019). Dia juga tak sadar kalau kaleng tersebut berisi bahan peledak granat aktif.

“Kamis siang tadi, korban mengambil kembali kaleng susu yang sempat dibuang oleh ibunya itu,” kata Ita, Kamis, 14 Februari 2019.

Namun, kaleng itu kembali dipungut Mubarok bersama dua temannya. Mereka lantas memainkan kaleng tersebut.

6 dari 7 halaman

5. Kaleng Dipukul Pakai Batu

Asyik sendiri, Mubarok memainkan kaleng itu. Doni dan Khoirul yang ada di sekitar lokasi turut ikut bermain. Mereka memukul-mukul kaleng itu menggunakan batu.

Mengejutkan, kaleng itu tiba-tiba mengeluarkan ledakan. Sontak ketiga korban langsung mengalami luka parah.

“Kamis kemarin sekitar pukul 14.00 WIB, korban mengambil kembali kaleng susu yang sempat dibuang oleh ibunya itu. Kemudian oleh ketiganya dipukul-pukul pake batu lalu meledak,” ungkap Agus.


Reporter: Rifqi Aufal Sutisna

7 dari 7 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Serangan Bom Tewaskan 40 Polisi India

Liputan6.com, New Delhi – Setidaknya 40 Polisi tewas dalam serangan bom di Kashmir, India pada Kamis 14 Februari 2019. Pasukan terbunuh saat konvoi, di mana sebuah mobil penuh bahan peledak menabrak bus yang mereka tumpangi secara tiba-tiba.

Serangan bom terjadi di jalan raya Srinagar-Jammu, pada 15:15 waktu setempat. Mobil yang mengangkut sekitar 300 hingga 350kg bahan peledak itu menghantam 70 kendaraan yang membawa 2.500 anggota militer ke Lembah Kashmir.

“Sebuah mobil menyusul konvoi dan menabrak bus yang mengangkut 44 personel,” kata Riyaz Masroor, seorang pejabat polisi, dikutip dari BBC News pada Jumat (15/2/2019). Masroor juga mengatakan bahwa belasan orang luka parah atas bom itu.

Kelompok militan Islam Jaish-e-Mohammad yang berbasis di Pakistan, mengatakan bertanggung jawab atas kejadian ini.

Simak pula video berikut

2 dari 2 halaman

Tuduhan terhadap Pakistan

Menteri Dalam Negeri India Rajnath Singh mengatakan bahwa Jaish-e-Mohammad didukung oleh Pakistan.

Namun, pemerintah Pakistan menolak keras tuduhan yang ia anggap “tanpa penyelidikan” itu. Meskipun menyayangkan tindakan pemerintah dan media India yang mencurigai tanpa bukti, otoritas Pakistan tetap mengutuk serangan dan menyatakan keprihatinan yang mendalam.

Sebagian wilayah Kashmir hingga saat ini dikuasai oleh India, dengan sisanya berada di bawah Pakistan. Meskipun demikian, Pakistan menolak bertanggung jawab atas serangan itu.

Kejadian ini mendatangkan kecaman dari Perdana Menteri India Narendra Modi.

Melalui akun Twitter pribadi, Modi mengutuk serangan yang ia katakan “pengecut”. Ia juga menyampaikan duka yang mendalam dan harapan agar kondisi membaik.

“Serangan terhadap personel CRPF (Central Reserve Police Force) di Pulwama adalah hal yang tercela. Saya sangat mengutuk serangan pengecut ini. Pengorbanan personel keamanan yang pemberani tidak akan sia-sia. Seluruh bangsa berdiri bahu membahu dengan keluarga para martir pemberani. Semoga yang terluka pulih dengan cepat.”

Warga Australia Jadi Korban Pembacokan di Sabah Malaysia

Sydney

Keluarga seorang pria asal Australia yang hampir tewas dibacok dengan parang di pulau Kalimantan khawatir pelaku akan kembali untuk menghabisi nyawa suaminya”.

Daniel Broadhurst, yang dikenal oleh warga setempat sebagai Aussie Dan, mengaku dirinya telah diserang dari belakang di desa Temparuli, sebuah kota kecil di kota Tuaran, Sabah Malaysia pada 24 Januari.

Dia menderita cedera kepala yang mengancam nyawanya setelah dipukul beberapa kali dengan parang di bagian belakang kepala, dan kedua lengan.

“[Penyerang] pada dasarnya menghancurkan tengkorak saya,” kata Daniel Broadhurst dari tempat tidurnya di sebuah rumah sakit di Tuaran, Sabah, Malaysia.

Peringatan: artikel mengandung gambar yang dapat mengganggu

Pria berusia 46 tahun itu mengatakan dirinya mengalami kesakitan parah sejak peristiwa pembacokan itu dan telah menderita halusinasi akibat cedera di kepalanya.

“Hari pertama, saya pikir saya adalah sebutir telur,” katanya.

“Itu adalah pengalaman paling mengerikan yang pernah saya miliki. Anda benar-benar tidak tahu siapa Anda atau dari mana Anda berasal.”

Insiden perkelahian

Daniel Broadhurst, yang menjalankan usaha rumah singgah di desa Temparuli, mengatakan serangan parang itu didorong oleh konfrontasi sebelumnya antar dirinya dengan pelaku, yang dikenal secara lokal sebagai Roy.

“Saya berjalan ke rumah kecilku di sana, masuk ke dalam, dan ternyata disana sudah ada Roy … saya menjadi sangat marah karena saya tahu dia seharusnya tidak ada di sana. Dia masuk tanpa izin,” katanya.

“Saya terus memukulnya dengan sangat keras dan menyuruhnya pergi.”

Ketika instruktur selam Australia itu berjalan pergi, dia dipukul dari belakang, sebelum penyerang lari ke semak-semak.

lokasi penyerangan Daniel Broadhurst

Temsn DanielBroadhurst mendapati dia setelah diserang dengan senjata tajam dan memanggil ambulan.

Supplied: Daniel Broadhurst

Daniel Broadhurst akhirnya pingsan di pinggir jalan, di mana ia kemudian ditemukan oleh seorang teman, yang memanggil ambulans.

Penyerang masih buron

Roy, yang diyakini sebagai pendatang asal Filipina yang tidak berdokumen, masih dalam pelarian.

Istri Daniel Broadhurst, Tina Goh, khawatir nyawa suaminya masih dalam bahaya.

“Suami saya akan keluar dari rumah sakit dalam beberapa minggu ke depan. Kami benar-benar khawatir tentang keselamatan Daniel ketika dia keluar dari rumah sakit nanti,” katanya.

Tina Goh mengatakan penyerang telah membuat ancaman melalui rekan kerjanya sejak insiden perkelahian itu terjadi Januari lalu.

“Pelaku bertanya [tentang] kesejahteraan Daniel, dan ketika dia tahu bahwa Daniel masih hidup, dia mengatakan dia akan menghabisinya,” katanya.

Meskipun pengalamannya hampir mati, Daniel Broadhurst tidak menunjukan rasa takutnya.

Daniel Broadhurst pasca diserang

DanielBroadhurst pasca diserang dengan senjata tajam.

Supplied: Daniel Broadhurst

“Tidak, tidak sama sekali. Karena itu tindakan yang acak,” katanya.

Dokter telah memperingatkan Daniel Broadhurst bahwa dia bisa mengalami kerusakan permanen karena kerusakan pada bagian otaknya yang memproses penglihatan.

Tapi dia bilang dia tidak menyesal.

“Jika saya harus melakukannya lagi, saya mungkin akan melakukannya karena saya berhasil menyarangkan pukulan telak pada anak itu dan rasanya puas sekali,” katanya.

“Tapi sayangnya jika anda menggunakan parang, dan anda akan menjadi membabi buta dan semuanya akan berakhir salah.”

Simak beritanya dalam bahasa Inggris disini.


(rna/rna) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

HEADLINE: Mewaspadai Jejak Kencing Tikus Penyebab KLB Leptospirosis

Liputan6.com, Jakarta Tiga orang warga Kalimantan Utara (Kaltara) dinyatakan positif terinfeksi leptospirosis pada awal Januari 2019. Dua dari tiga pasien leptospirosis itu meninggal dunia. Kasus leptospirosis ini merupakan yang pertama kali terjadi di Kaltara.

Sebelumnya, tak pernah ditemukan penyakit yang diakibatkan oleh bakteri Leptospirosa sp dan ditularkan dari kencing tikus di Kaltara, terutama di Kota Tarakan. Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara pun menetapkan kondisi itu sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). 

Temuan kasus leptospirosis serta penetapan KLB itu kemudian dilaporkan pada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan RI, Anung Sugihantono menyampaikan, KLB leptospirosis memang sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat. Penetapan KLB ini didukung adanya kasus kematian leptospirosis.

“Iya, memang benar di sana (Kalimantan Utara) ada kasus leptospirosis. Pemerintah daerah setempat yang menetapkannya sebagai KLB,” ucapnya saat dikonfirmasi Health Liputan6.com melalui pesan singkat, ditulis Kamis, 14 Februari 2019.

Kaltara adalah provinsi pertama di Indonesia yang melaporkan adanya kasus leptospirosis pada awal Januari 2019. Hingga saat ini, belum ada laporan kasus leptospirosis dari provinsi-provinsi lainnya. Data Kementerian Kesehatan tahun 2018 mencatat, beberapa provinsi didera kasus leptospirosis. Jumlah kasus leptospirosis pun bisa mencapai ratusan jiwa.

“Data yang ada pada kami ini memang seluruh data (laporan kasus) untuk tahun 2018, sedangkan 2019, laporan kasus leptospirosis yang masuk hanya Kaltara,” lanjut Anung.

Pada tahun 2018, kasus leptospirosis dilaporkan ada di 7 provinsi lain yakni Banten 104 kasus dengan 26 kematian; DKI Jakarta terdapat 11 kasus dengan 2 kematian; Jawa Barat ada 2 kasus, tanpa angka kematian; dan DIY ada 186 kasus dengan 16 kematian.

Kasus leptospirosis di Jawa Tengah tercatat paling tinggi dengan 427 kasus leptospirosis dan 89 kematian; Jawa Timur ada 128 kasus dengan 10 kematian; serta Maluku ada 5 kasus dengan 2 kematian.

Dalam laporan tersebut, selain dari air kencing tikus, leptospirosis juga ditularkan dari air kencing kucing maupun anjing.



Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 4 halaman

Surat untuk Dinas Kesehatan Se-Indonesia

Menanggapi KLB leptospirosis di Kota Tarakan, Kementerian Kesehatan sudah mengirimkan surat kesiapsiagaan dan kewaspadaan kepada seluruh dinas kesehatan (dinkes) provinsi di seluruh Indonesia. Surat tersebut ditujukan agar kepala dinas kesehatan provinsi di seluruh Indonesia melakukan langkah kesiapsiagaan. Hal itu tertuang di dalam surat nomor: PV.03.04/IV/284/2019 terkait kewaspadaan KLB leptospirosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira sp.

“Surat Kementerian Kesehatan isinya tentang kewaspadaan meningkatnya kasus leptospirosis sehubungan kondisi curah hujan tinggi. Jadi, ada kemungkinan banjir atau genangan air di beberapa tempat yang menjadikan tikus keluar dari sarang. Apabila ada kuman Leptospira sp, (bisa) mengakibatkan sakit leptospirosis pada manusia,” Anung menerangkan.

Senada dengan Anung, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menambahkan, surat dari Kementerian Kesehatan kepada seluruh dinas kesehatan provinsi se-Indonesia tentang kewaspadaan leptospirosis dikirimkan pada pertengahan Januari 2019. Adanya surat ini berkaitan dengan respons KLB Leptospirosis di Kaltara.

“Kiriman surat Kementerian Kesehatan kepada seluruh dinas kesehatan provinsi di Indonesia pada pertengahan Januari 2019 kemarin. Surat itu memang dikeluarkan setelah adanya KLB di Kaltara. Sebagai tindak kewaspadaan terhadap leptospirosis selama musim hujan dan curah hujan yang tinggi,” ucap Nadia kepada Health Liputan6.com melalui sambungan telepon.

Surat tersebut pun diteruskan kepada dinas kesehatan di kabupaten/kota masing-masing. Langkah untuk menekan kasus leptospirosis, salah satunya meningkatkan deteksi dini leptospirosis pada manusia serta memberikan pengobatan. Seperti yang terjadi di Kota Tarakan, tes diagnostik cepat (RDT) dilakukan. Gejala berupa demam mendadak kurang lebih 38,5 derajat Celcius, badan lemah, sakit kepala, dan mata merah.

Penderita juga mengalami kekuningan pada kulit dan nyeri otot betis. Pengobatan bisa dengan pemberian obat antibakteri. Obat ini akan membunuh bakteri leptospirosis. Jika penanganan cepat, maka penderita yang terinfeksi dapat sembuh.

3 dari 4 halaman

Gejala Mirip Penyakit Lain

Leptospirosis termasuk penyakit menular yang diam-diam mematikan jika tak segera diobati. Bakteri Leptospira sp dapat menginfeksi organ vital tubuh, misal, hati dan ginjal. Hal ini membuat kinerja organ tubuh tidak berfungsi maksimal dan terganggu. Yang patut diwaspadai, gejala leptospirosis mirip dengan penyakit lain, seperti demam biasa dan hepatitis.

“Diam-diam penyakit ini mematikan karena gejala yang ada serupa seperti sakit biasa saja. Gejalanya kan demam, badan lemas, dan sakit kepala. Biasanya orang akan membiarkan saja (tidak berobat) karena dikira penyakit biasa. Tapi (kalau tidak ditangani) lama-lama tubuhnya menjadi kuning,” Nadia menjelaskan.

Dalam laporan kasus kematian di Kaltara, dua orang meninggal karena sudah mencapai kondisi parah. Infeksi leptospirosis sudah menyebar ke organ tubuh. Bakteri menyebar sampai ke organ tubuh lain. Gejala penyakit ini juga serupa dengan hepatitis berupa kekuningan pada tubuh.

Ketika pasien sudah datang ke puskesmas dan rumah sakit lain, gejala leptospirosis sudah memburuk. Bahkan pasien sudah mengalami kekuningan pada tubuh. Setelah diperiksa, pasien positif menderita leptospirosis. Bakteri pun menyebar dengan cepat, yang mengakibatkan kematian.

“(Gejala) awalnya itu kan demam, lalu mata merah. Lama-lama badan tampak kuning. Ketika sudah kuning, penderita biasanya baru menyadari kalau kondisinya sudah berat. Mereka baru pergi ke dokter untuk berobat. Pasien mengiranya, dia sakit demam biasa,” tambah Nadia.

Pencegahan yang dilakukan, yakni cuci tangan dan kaki dengan sabun saat dan setelah beraktivitas. Rajin membersihkan sarang tikus dan genangan air pun bisa menghindarkan diri terinfeksi bakteri leptospirosis. Bakteri bisa masuk ke kulit melalui banjir, genangan air, sungai, danau, selokan, saluran air, sawah, dan lumpur.

4 dari 4 halaman

Air Banjir yang Membahayakan

Masyarakat harus mewaspadai penularan bakteri leptospirosis dari air banjir. Banjir yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia selama musim hujan ini diam-diam membahayakan manusia. Air banjir menjadi media pembawa air kencing tikus. Ketika seseorang terpapar air banjir, ia bisa berisiko terinfeksi bakteri leptospirosis. Bakteri masuk melalui permukaan kulit, terlebih lagi bila kulit terdapat luka atau lecet.

“Yang paling utama diwaspadai saat musim hujan, terutama banjir di berbagai daerah. Air banjir ini mengandung banyak bakteri macam-macam, termasuk juga potensi adanya bakteri dari air kencing tikus. Air banjir membawa air kencing tikus,” Nadia menerangkan.

Adanya air kencing tikus pada air banjir juga harus diwaspadai pada anak-anak. Anak-anak sering sekali terlihat berenang dan bermain di air banjir. Padahal, air banjir itu ada air kencing tikus, yang bisa menyebabkan penyakit leptospirosis.

Leptospirosis merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan menular. Menurut Nadia, saat musim panas bisa saja seseorang terinfeksi air kencing tikus, tapi pada umumnya infeksi leptospirosis banyak terjadi saat musim hujan. Daerah-daerah yang punya curah hujan tinggi, bahkan sampai didera banjir perlu mengantisipasi penyakit leptospirosis.

Adapun risiko leptospirosis dapat dialami buruh pekerja, yang bekerja membangun jalan, gorong-gorong (selokan), dan pekerja kebersihan kali/sungai. Mereka punya risiko terpapar bakteri leptospirosis tinggi. Ini karena lokasi tempat mereka bekerja jadi tempat keluar masuk sarang tikus serta tempat tikus berkeliaran, di mana air kencing tikus bisa ada.

“Selain itu, risiko pekerja yang bekerja di ladang dan sawah. Ya, karena banyak tikus sawah juga di sana. Apalagi kalau ke sana tidak pakai alas kaki. Proses masuknya bakteri leptospirosis kan melalui kulit. Kalau kita punya luka atau lecet di kulit, bakteri itu mudah masuk. Masuknya lewat luka tersebut,” ujar Nadia.

Upaya pemerintah daerah setempat mencegah bakteri leptsospirosis menyebar ke manusia dengan membersihkan gorong-gorong dan tempat sampah. Tikus senang sekali berada di tempat-tempat tersebut, terutama lingkungan yang kotor.

Saat Berhubungan Seks Tiba-tiba Kebelet Pipis, Normalkah?

Liputan6.com, Jakarta Ketika berhubungan seks, yang pertama kali terpikirkan adalah bagaimana caranya mencapai orgasme. Namun, bagaimana ketika tiba-tiba, Anda merasa perlu pipis atau buang air kecil? Normalkah kejadian seperti ini?

Melansir Women’s Health pada Kamis (14/2/2019), ginekolog di New York, Alyssa Dweck mengatakan bahwa ada berbagai hal yang menyebabkan Anda merasa perlu ke kamar mandi saat di tengah berhubungan seks. Hal ini bisa disebabkan tekanan pada kandung kemih (entah karena beberapa posisi seks tertentu), yang membuat seseorang merasa ingin pipis.

Selain itu, Dweck mengatakan bahwa vagina yang kering, serta kepekaan terhadap pelumas atau kondom juga bisa menyebabkan iritasi dan pembengkakan di sekitar uretra. Hal ini menimbulkan keinginan untuk pipis muncul.

Untuk ini, Dweck merekomendasikan Anda mengeliminasi satu per satu potensi iritasi (kecuali kondom, yang satu ini bisa dengan mencoba merek yang berbeda). Lihatlah apakah ada potensi iritasi di antara tiga hal tersebut dan kemudian lihatlah satu per satu kondisi Anda.

2 dari 4 halaman

Ejakulasi

Di sisi lain, otot-otot dasar panggul yang lemah juga ditengarai menjadi penyebab keinginan pipis ketika sedang bercinta. Sebuah studi dari National Institutes of Health menyebutkan, di Amerika Serikat, seperempat wanita mengalaminya karena gangguan pada dasar pelvis.

Keinginan untuk pipis saat berhubungan seks juga bisa menjadi pertanda akan orgasme. Sehingga, cobalah menunggu sesaat sebelum berlari ke kamar mandi, selama Anda tidak kesakitan.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa 10 hingga 54 persen wanita yang mengalami ejakulasi saat berhubungan seks. Cairan yang mengalir dan jernih, bisa terasa seperti melakukan buang air kecil.

“Beberapa merasa itu hanya urin, sementara yang lain mengatakan cairan itu memiliki susunan kimiawi yang berbeda,” kata Dweck. Beberapa hali berpikir bahwa cairan itu berasal dari kelenjar kecil di sekitar uretra yang dinamakan kelenjar Skene. Yang lainnya mengatakan itu hanya urin, seperit dalam studi di Journal of Sex Medicine.

3 dari 4 halaman

Kapan perlu waspada?

Agar ini tidak terjadi, Dweck menyarankan agar Anda sebaiknya pergi terlebih dulu buang air kecil sebelum bercinta. Namun, jika ingin mencoba sesuatu yang berbeda tanpa memikirkan ejakulasi, berhubungan seks di kamar mandi mungkin bisa menjadi alternatif.

“Beberapa wanita memilih bermain basah-basahan, seperti seks di bawah pancuran kamar mandi, jadi itu tertutupi,” kata Dweck.

Namun, apabila jika Anda terus menerus merasa ingin pipis saat berhubungan seks, mungkin ada masalah kesehatan lain yang mendasarinya. Contohnya adalah infeksi saluran kemih.

Beberapa gejala terkait penyakit semacam itu adalah sensasi terbakar saat buang air kecil, demam dalam urin, sakit punggung, berbau tidak sedap, hingga menggigil yang semakin parah saat berhubungan seks.

4 dari 4 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini:

5 Penyakit Ini Bisa Disembuhkan dengan Vaksin, Jangan Disepelakan

Liputan6.com, Jakarta Jangan pernah sepelekan vaksin. Saat ini, sebagian orang tua masih memilih untuk tidak memberikan vaksin kepada anak-anaknya. Penolakan untuk diberikan vaksin akan menyebabkan peningkatan penyakit menular yang sebenarnya malah dapat dicegah dengan vaksin tersebut. 

Berbagai cara telah dilakukan oleh profesional medis untuk menyarankan memberikan vaksin kepada anak-anak mereka atau bahkan untuk dirinya sendiri. Namun usaha itu tak berhasil membuat mereka mengikuti saran yang telah diberikan.

Mengutip dari Worldofbuzz, seorang rekan dokter muda mengatakan bahwa banyak dokter telah mendorong masyarakat untuk memberikan vaksin. Karena mereka (para dokter) telah belajar dari pengalaman tentang penyakit mengerikan yang ternyata bisa disembuhkan berkat memberikan vaksin.

Dokter Amirul Azmeer Asmadi mengatakan bahwa, banyak penyakit di masa lalu yang diberantas karena vaksin, namun sekarang orang-orang malah menolak untuk memberikan vaksin pada dirinya dan anak-anaknya. Jadi, untuk memberikan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dari vaksin, dirinya ingin berbagi lima penyakit parah atau fatal yang berhasil dikontrol dan diberantas dengan vaksin.

2 dari 6 halaman

1. Cacar 

Mirip dengan cacar air, cacar ini memiliki sejarah yang jauh lebih berbahaya, karena penyakit ini bisa sampai merenggut nyawa banyak penderitanya. Namun demikian, pada tahun 1980, Majelis Kesehatan Dunia ke-33 mengatakan bahwa berkat vaksin, penyakit ini bisa disembuhkan.

3 dari 6 halaman

2. Polio 

Penyakit ini menyebabkan sebagian tubuh penderita mengalami lumpuh. Namun saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan beberapa wilayah ini terbebas dari polio. Tiga wilayah ini antara lain Eropa, Pasifik Barat Daya, dan Amerika Utara. 

Bahkan Malaysia sendiri juga telah bebas dari polio sejak Oktober 2000. Karena Malaysia telah berhasil mencapai status pemberantasan polio.

4 dari 6 halaman

3. Pertusis 

Istilah awamnya adalah batuk rejan. Kedengarannya, penyakit ini memang tidak berbahaya. Namun sebenarnya bisa berakibat fatal. Dokter menulis bahwa jika anak batuk selama 100 hari tanpa henti, paru-parunya bisa menjadi lelah dan anak tersebut bisa mati. 

Pada tahun 2017, dua balita dilaporkan telah mengidap batuk rejan ini karena tidak di vaksin. Namun setelah diberikan vaksin, balita kembali ke kondisi stabil.

5 dari 6 halaman

4. Kanker Serviks 

Dokter Amirul juga mengatakan bahwa, ada dua vaksin yang dapat melindungi wanita dari Human Papillomavirus (HPV). Seperti vaksin Gardasil dan Cervarix.

Kedua vaksin tersebut telah terbukti berhasil mencegah sub-tipe HPV 16 dan 18, yang menyebabkan 70 persen kanker serviks.

6 dari 6 halaman

5. Kanker Hati 

Kanker ini sebagian besar diakibatkan dari Hepatitis B dan penyakit ini telah berhasil dicegah melalui vaksin Hepatitis B. Biasanya vaksin ini disuntikkan pada bagian lengan.

Dokter Amirul mengungkapkan bahwa sekitar 80 hingga 90 persen orang yang telah diberi vaksin dapat terhindar dari kanker hati. Dokter Amirul menambahkan, bahwa tingkat kematian untuk penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin ini telah menurun di seluruh dunia.

Ribuan anak-anak dan orang dewasa dapat diselamatkan dari penyakit parah seperti poliomyelitis, meningitis, difteri, dan penyakit lainnya yang dapat dicegah dengan vaksin. Karena itu, dirinya meminta agar semua orang bisa memberikan vaksin dan belajar dari pengalaman ini.

Karena sudah banyak penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin. Alangkah baiknya juga, untuk memberikan vaksin kepada orang-orang yang Anda sayangi, untuk mencegah tertularnya penyakit