Para Orang Suci Transgender dalam Prosesi Hindu di India

New Delhi – KotaAllahabad di India Utara menjadi saksi dari prosesi bersejarah yang dipimpin oleh sekelompok umat Hindutransgender pada Minggu (6/1). Berikut ini adalah laporan jurnalis fotoAnkitSrinivas.

Ribuan orang memadati jalan-jalan di kota Allahabad untuk mendapat berkah dari sadhu (orang suci) transgender, menjelang festival Kumbh Mela, yang akan berlangsung di kota itu dari tanggal 15 Januari hingga 4 Maret.

Ini adalah salah satu acara umat Hindu yang paling suci dan disebut sebagai pertemuan keagamaan terbesar di dunia.

Upacara ini diadakan setiap tahun dan sudah berlangsung selama berabad-abad. Empat kota berbeda di bagian utara yang berada di sepanjang tepi sungai suci, bergiliran menjadi tuan rumah.

Orang-orang Hindu percaya bahwa berenang di sungai-sungai dalam ritual Kumbh akan menghapus dosa-dosa mereka dan membantu mereka mencapai keselamatan. Jadi, puluhan juta orang berkumpul di festival untuk melakukan hal itu.

Pada hari-hari menjelang ritual Kumbh, masing-masing dari 13 Akharas atau jemaat Hindu memulai prosesi untuk menandai kedatangan mereka di festival itu.

Prosesi ini sangat dinanti banyak orang, mereka berbaris untuk melihat laki-laki dan perempuan suci bertengger di atas kendaraan hias.

Kumbh Para jemaat menggunakan kereta untuk tiba di Kumbh. (BBC)

Prosesi hari Minggu itu berbeda. Seperti biasa acara pawai itu dipenuhi keriuhan – kendaraan hias, band musik, unta-unta dan kuda-kuda – namun yang menarik adalah sadhu, yang kesemuanya adalah transgender.

Berdasarkan perkiraan, di India terdapat sekitar dua juta transgender. Namun, baru pada tahun 2014 Mahkamah Agung mengakui mereka sebagai jenis kelamin ketiga dalam sebuah keputusan bersejarah.

Kemudian pada tahun 2018 pengadilan memutuskan bahwa seks di kalangan gay bukan lagi tindak kejahatan. Putusan ini menghapus aturan era kolonial.

The Kumbh Mela Massa yang datang ke ritual Kumbh Mela di kota Allahabad lebih banyak dibanding kota-kota lainnya. (BBC)

“Itu adalah kemenangan yang signifikan, tetapi sekarang kita berjuang untuk mendapatkan penerimaan sosial dan kehadiran kami di Kumbh adalah langkah menuju ke sana,” kata Laxmi Narayan Tripathi, kepala jemaat transgender, yang dikenal sebagai Kinnar Akhara.

Mitologi dan kitab suci Hindu penuh dengan referensi untuk orang-orang transgender – beberapa dewa dan dewi Hindu juga transgender. Tetapi kelompok-kelompok hak asasi mengatakan komunitas ini dikucilkan dan menghadapi diskriminasi besar-besaran karena identitas gender mereka.

Kinnar Akhara berjuang menghadapi jemaat lain untuk memimpin prosesi seperti itu. Akhirnya, mereka memilih untuk melakukannya meskipun tidak diakui resmi.

“Orang-orang transgender telah disebutkan di seluruh mitologi Hindu. Anda tidak bisa meminta kami pergi begitu saja,” kata Atharv, seorang anggota Kinnar Akhara.

“Jika ada 13 Akhara untuk laki-laki dan perempuan, mengapa tidak ada satu untuk waria?”

Kinnar Akhara Prosesi bersejarah berisi pawai warna warni kendaraan hias dan marching band. (BBC)

Beberapa Akhara lainnya mengatakan mereka sudah ada selama berabad-abad dan mereka tidak bisa membiarkan munculnya jemaat baru dengan mudah.

“Kumbh adalah tempat di mana semua orang disambut dan kami juga menyambut orang-orang transgender. Tetapi mereka tidak dapat diakui sebagai Akhara,” kata Vidyanand Saraswati, juru bicara Juna Akhara, salah satu Akhara terbesar dari 13 Akhara.

“Jika ada yang ingin menyebarkan spiritualitas dan agama, kami tidak menentang itu. Tetapi mereka harus menyerahkan hal-hal tertentu kepada kami,” tambahnya.

Allahabad Mitologi dan kitab suci Hindu penuh dengan referensi untuk orang-orang transgender. (BBC)

Tetapi, beberapa pemimpin agama mendukung Kinnar Akhara.

“Hinduisme selalu mengakui dan menerima kehadiran orang-orang transgender,” ujar Atmananda Maharaj, seorang imam di sebuah kuil terkenal di India utara, mengatakan kepada saya.

“Mereka hanya meminta apa yang menjadi hak mereka. Mengapa kita harus menolak mereka?”

Ini bukan pertama kalinya Kinnar Akhara memimpin prosesi seperti itu – mereka pernah melakukannya di Kumbh pada tahun 2016, yang diadakan di sebelah utara kota Ujjain.

“Memimpin prosesi di Allahabad itu istimewa karena ini adalah salah satu kota paling suci dalam agama Hindu dan Kumbh Mela di sini lebih baik dan lebih besar dari pada di tempat lain,” kata Atharv.

xxxxxx Para peziarah mencari berkah dari anggota Kinnar Akhara. (BBC)

Tetapi para anggota Kinnar Akhara mengatakan bahwa mereka membutuhkan waktu dua tahun untuk mendapatkan sebidang tanah di lokasi festival tahun ini – setiap jemaat diberikan ruang untuk mendirikan kemah.

Atharv mengatakan perjuangannya itu sepadan.

“Kami menghormati para Akhara yang menentang kami. Saya yakin bahwa suatu hari nanti mereka akan menyadari bahwa Hindu menghormati semua orang, termasuk orang-orang transgender.”

“Untuk saat ini, perjuangan kami bukan untuk diakui sebagai Akhara, tetapi untuk membuat orang menyadari agama, spiritual, dan identitas sosial kami. Melihat kerumunan yang menyambut kami, saya merasa kami melakukan sesuatu yang benar,” kata Atharv.

Warga berkumpul Ribuan orang menyaksikan ritual yang tak biasa ini. (BBC)

Ada kegembiraan di antara para penyembah yang mencari berkah dari para sadhu transgender, mereka bahkan melakukan swafoto dan membuat video dengan mereka.

“Kami selalu menghormati orang transgender dan mencari berkah mereka dalam acara-acara kebahagiaan seperti kelahiran anak dan pernikahan,” kata Abhay Shukla, seorang warga Allahabad.

“Tapi saya tidak pernah membayangkan melihat mereka sebagai guru. Ini pengalaman yang berbeda bagi kami.”

Bhavani Ma Bhavani Ma mengatakan sangat berarti melihat begitu banyak umat pada prosesi itu. (BBC)

Anggota Akhara percaya bahwa prosesi ini adalah tonggak sejarah dalam memperjuangkan hak-hak transgender di India.

“Kerumunan hari ini membuat kami yakin bahwa perubahan itu mungkin,” kata Bhawani Ma, anggota Akhara lainnya.

“Saya tidak pernah berpikir bahwa kita akan mendapatkan dukungan dari orang-orang seperti itu. Kumbh telah menunjukkan kepada kita bahwa masa depan memiliki hal-hal baik bagi kita.”

“Kita sudah diabaikan, dilecehkan, dan mengalami segregasi dari generasi ke generasi dan itulah sebabnya melihat orang begitu banyak sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

Shukla tampaknya setuju dengan sentimen ini. “Bagi saya, spiritual itu penting,” katanya.

“Saya tidak peduli apakah guru saya itu laki-laki, perempuan atau transgender. Saya tahu bahwa banyak orang tidak melihatnya seperti ini tetapi mereka akan berubah ketika mereka datang ke Kumbh dan melihat Kinnar Akhara.”

Foto-foto oleh Ankit Srinivas.

(ita/ita) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *