Para Bintang Film Keluarga Cemara Meriahkan EGTC 2018 di Bandung

Liputan6.com, Bandung Acara Emtek Goes To Campus atau EGTC 2018 di Kota Bandung kedatangan ‘keluarga’ yang istimewa. Dalam kesempatan ini, sejumlah pemeran dan penulis skenario film Keluarga Cemara¬†menyapa para mahasiswa di Graha Graha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjadjaran, Rabu (5/12/2018).

Nirina Zubir yang berperan sebagai Emak dan Adhisty Zara (Zara JKT48) yang berperan sebagai Euis, berbincang tentang film yang akan tayang 3 Januari 2019 mendatang ini. Turut hadir juga penulis skenario, Gina S. Noer.

Keluarga Cemara bercerita tentang keluarga kaya yang mendadak miskin. Abah yang diperankan Ringgo Agus Rahman, Emak (Nirina), Euis (Zara) dan Ara (Widuri Puteri) adalah anggota keluarga tersebut.

Awalnya, kisah Keluarga Cemara merupakan karya Arswendo Atmowiloto yang muncul dalam majalah Hai pada 1970-an. Dalam kisah tersebut Abah dan Emak memiliki tiga orang anak, yaitu Euis, Ara dan Agil.

Kisah tersebut sempat dipublikasikan dalam bentuk novel. Kemudian diadaptasi dalam bentuk sinetron sebanyak 412 episode pada Oktober 1996 sampai Agustus 2004.

Sebelum tampil di film yang kini diproduksi Visinema ini, Nirina mengaku adalah penggemar berat sinetron yang tenar di era 1990-an itu. Bahkan dirinya sempat bertanya pada diri sendiri mampukah ia memainkan peran Emak.

“Di era saya, anak-anak wajib nonton film selama satu jam khusus Keluarga Cemara. Orangtua saya selalu bilang itu untuk pembelajaran. Nah, saat film ini diangkat ke layar lebar, kita lumayan terbebani. Beneran milih gue jadi pemeran emak?,” kata Nirina.

Ia melanjutkan, aktingnya di film ini banyak dibantu sutradara Yandy Laurens. Alhasil, keraguan untuk memerankan Emak di film ini hilang perlahan.

“Senangnya di film ini semua jalan dengan semestinya. Produser dan sutradara memberikan arahan untuk akting saya,” ujarnya.

Menurut dia, Keluarga Cemara sangat layak ditonton oleh semua kalangan. Apalagi ada pesan penting yang tersirat dalam film tersebut.

“Intinya film ini bagus untuk semua umur. Semua ingin bahagia tapi hidup ini tidak tahu akan membawa kita ke titik mana. Film ini mengajak kita merenungkan lagi bagaiamana caranya menjalani hidup,” kata Nirina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *