2.000 Personel Gabungan Diturunkan Saat Debat Capres Kedua

Fokus, Jakarta – Sehari jelang pelaksanaan debat capres kedua Pemilu 2019, persiapan terus dimatangkan. Golden ballroom 2 Hotel Sultan yang menjadi area debat telah siap dengan tata panggung, lampu, dan dekorasi.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Sabtu (16/2/2019), kursi penonton pun telah disusun rapi. Sementara, untuk menjaga kelancaran jalannya debat, kepolisian akan mengerahkan sedikitnya 2.000 personel gabungan untuk menjaga keamanan.

Pengamanan akan difokuskan pada tiga titik area. Area pertama yaitu ring satu atau lokasi debat. Area kedua adalah wilayah sekitar Hotel Sultan. Dan area ketiga jalanan sekitar lokasi debat.

Sejauh ini, belum ada rencanan pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi penyelenggaraan debat. (Rio Audhitama Sihombing) 

HEADLINE: Format Beda, Akankah Debat Menguak Orisinalitas Jokowi Vs Prabowo?

Liputan6.com, Jakarta – Debat kedua Pilpres 2019 menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Debat yang akan menghadirkan sosok dua calon presiden, Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto.

Harapan besar terselip pada tahapan pemilu ini. Pemilik hak suara, tentunya ingin diyakinkan dengan jawaban para calon. Bukan hanya dengan debat kusir tekstual seperti yang dikatakan publik tentang debat pertama 17 Januari 2019.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mengatakan, debat pertama lalu berlangsung kaku. Masyarakat tak mampu menangkap esensi dari visi misi yang disampaikan. Justru hal remeh-temeh yang dipergunjingkan.

“Sebab, jawaban capres pada debat pertama tak mencerahkan. Kita berharap sesuatu yang menarik dan memukau, lebih ke esensi programnya dan pencerahan pada debat kali ini. Esensi dari debat itu kan transfer knowledge, pencerahan, edukasi untuk yang menonton,” kata Siti saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) berusaha mengakomodasi harapan tersebut dengan merombak sejumlah aturan dalam debat capres pertama yang digelar Minggu 17 Februari 2019 di Golden Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta. Seperti, tak akan memberikan kisi-kisi dan berjanji memperbanyak interaksi antarkandidat.

Kedua kubu sendiri optimistis akan memberikan yang terbaik pada debat kali ini. Baik Jokowi maupun Prabowo, mantap dengan persiapan dan kemampuan masing-masing calon untuk menjawab pertanyaan panelis dan beradu argumen.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menyebut, pangan, energi, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup merupakan tema yang paling ditunggu-tunggu calon petahana. Sebab, tema tersebut merupakan prioritas pemerintahan Jokowi bersama Jusuf Kalla.

“Terkait dengan debat, kami sudah menyiapkan dengan baik. Ada tim yang secara khusus menyiapkan bagaimana on stage-nya nanti Bapak Jokowi terkait dengan tema energi, SDA, lingkungan, pangan, infrastruktur. Itu merupakan hal yang selama ini menjadi skala prioritas bagi pemerintahan Pak Jokowi dan berkesinambungan ke depan dengan dukungan rakyat,” kata Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto, dalam konferensi pers di Jalan Cemara, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Buktinya, lanjut dia, banyak kepala daerah yang memberikan dukungan kepada Jokowi pada Pilpres 2019. Dia yakin, kepala daerah tersebut merasa aspirasinya ditindaklanjuti oleh pemerintahan Jokowi-JK. 

Dia bahkan menjamin, Jokowi bakal memberi gagasan yang orisinal dalam debat nanti. “Seperti yang kami janjikan, di debat kedua ini akan menampilkan gagasan yang lebih visioner. Tetapi berdasarkan pada prestasi dan kinerja Pak Jokowi sendiri,” ujar Hasto.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Johnny G Plate mengatakan capres nomor urut 01 akan menekankan peta jalan atau roadmap ketahanan energi, juga soal kebijakannya. Begitupula pada permasalahan ketahanan pangan. Jokowi-Ma’ruf Amin pun akan melanjutkan pembangunan infrastruktur dengan meningkatkan nilai tambah dari hasil kebijakan itu.

Keempat, kata dia, Jokowi-Ma’ruf Amin akan mengungkap soal pembangunan yang ramah lingkungan hidup.

“Kami saat ini juga sedang menanti, katanya, akan ada pidato kebangsaan dari Prabowo. Dan berharap mudah-mudahan pidato kebangsaan ini memberi referensi dalam rangka menambah khasanah, dan informasi program, visi dan misi untuk Indonesia maju dan Indonesia yang lebih hebat. Tapi tidak ditandai dengan isu-isu paradoks serta tidak ditandai juga dengan memberikan gambaran Indonesia sebagai bangsa inferior. Indonesia adalah bangsa besar, penuh optimisme, bangsa yang setara dan sejajar dengan bangsa lainnya.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso menyebut, konsep-konsep yang ditawarkan Prabowo dalam debat kedua pilpres diyakini akan membuka mata publik. Prabowo akan memberikan kejutan besar pada debat.

“Nanti akan ada kejutan dari beliau kuasai bidang masalah pangan, energi, energi terbarukan, konsentrasi beliau yang akan bangun swasembada pangan, swasembada energi, swasembada air. Itu kata-kata kuncinya dan ada di pikiran beliau,” ucap Priyo di Kantor KPU Pusat, Kamis 14 Februari 2019.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Ferry Juliantoro mengatakan, kesiapan Prabowo bisa dilihat dari pidato kebangsaan yang digelorakannya di Semarang kemarin. Pada bidang infrastruktur, sambung dia, Prabowo berjanji melakukan pembangunan yang berkaitan langsung dengan produksi masyarakat. Prabowo-Sandi juga akan mengurangi semaksimal mungkin impor.

“Jadi genjot pangan yang bisa diproduksi dalam negeri, energi juga harus dirintis kilang-kilang minyak yang baru, kilang dari dulu sampai sekarang tidak diperbaharui,” kata Ferry kepada Liputan6.com, Jumat 15 Februari 2019.

Tim BPN Bidang Materi Debat Ledia Hanifa menuturkan, Prabowo tinggal melakukan finalisasi persiapan debat capres.

“Beliau kan sudah punya konsep sendiri soal itu tema terkait debat, kita bisa baca di bukunya Paradoks Indonesia itu. Kita tinggal menambahkan update datanya saat ini saja, bahan-bahan juga sudah disiapkan BPN. Tapi pondasi basic-nya buku itu, dan beliau juga sudah paham tentang isu dari tema debat,” ucap Ketua DPP PKS itu kepada Liputan6.com.

Lalu, bagaimana cara menakar orisinalitas kedua calon?

Pengamat politik dari LIPI, Indria Samego mengatakan, orisinalitas ini sangat penting. Dia menilai, konten atau substansi dari gagasan memang ukuran utama dari orisinalitas kedua calon presiden.

Masyarakat bisa menilai orisinalitas seseorang dari idenya untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Idenya belum banyak dibahas atau tidak. Mungkin bahkan, idenya belum pernah dicetuskan oleh seseorang.

“Saya kira kalau menilai orisinalitas, dari konten, substansi. Misalnya, bagaimana Prabowo kalau terpilih jadi Presiden menyelesaikan persoalan pengangguran lapangan kerja, pendidikan, sumber daya yang berkualitas misalnya atau energi gitu, yang belum atau tidak banyak dibahas. Kalau mengulang sesuatu yang ada di dokumen-dokumen ya tidak orisinal. Memang, dia bisa jawab. Tapi itu, kayak cerdas cermat,” kata Indria kepada Liputan6.com.


Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 3 halaman

Diprediksi Lebih Menarik

Peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial The Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes memprediksi, debat capres ini bakal lebih menarik daripada debat capres cawapres 17 Januari 2019. Calon petahana, kata dia, tak akan menyerang lawannya. Tapi tidak juga bertahan.

“Petahana akan menyampaikan beberapa hal yang dianggap penting gitu ya, seperti infrastruktur, pangan segala macam untuk meyakinkan pemilih,” kata Arya ketika dihubungi Liputan6.com.

Sementara, kubu pesaing diduga akan berbalik menyerang karena ada beberapa isu yang menjadi titik celah bagi pesaing. Misalnya, soal impor, kemudian juga swasembada pangan.

“Kemungkinan yang akan lebih menyerang dari pesaing kalau kita lihat dari temanya. Misalnya soal yang swasembada pangan itu menjadi pintu masuk begitu juga dengan impor beras dan juga soal infrastruktur. Tapi soal tiga hal itu, petahana sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi pertanyaan yang bertendensi serangan,” ujar Arya.

Menurut dia, debat kali ini bukan soal menang atau kalah. Pada debat kedua, lanjut dia, kedua calon dituntut benar-benar mampu memberikan kesan kepada pemilih, mereka mampu menyelesaikan tantangan di bidang yang ditemakan.

“Saya tidak tahu siapa yang akan diuntungkan ya. Tetapi ini adalah panggung yang harus dimanfaatkan oleh kedua kandidat untuk benar-benar memastikan bahwa mereka lebih baik dari pesaingnya. Dan panggung juga untuk meyakinkan pemilih untuk benar-benar tidak beralih dan bagi yang belum memilih, mereka akan menjatuhkan,” tutur Arya.

Terlebih, KPU memberikan waktu yang relatif fleksibel kepada Jokowi dan Prabowo untuk saling bertanya dan menanggapi. “Itu harus dimanfaatkan oleh kedua kandidat untuk menguji keorisinalitasan,” sambung dia.

Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang juga sebagai panelis debat kedua pilpres, Joni Hermana mengatakan, pihaknya akan menyusun pertanyaan-pertanyaan yang berbeda format dengan debat pertama pilpres untuk memunculkan orisinalitas kedua kandidat.

“Kita berusaha untuk memberi pertanyaan-pertanyaan yang lebih tidak normatif. Jadi, dalam hal ini kita juga menginginkan agar tidak ada jawaban yang sama dari keduanya, yang normatif,” kata Joni, di Jakarta, Jumat 8 Februari 2019.

Selain itu, model pertanyaan yang dibuat berbeda ini bertujuan agar masyarakat lebih mengetahui konsep yang dimiliki dari masing-masing paslon.

“Sehingga memberi gambaran kepada audiens dan masyarakat sejauh mana kemampuan dan konsep yang ingin mereka kembangkan secara baik. Jadi intinya sebetulnya seperti itu,” ujar Joni.

3 dari 3 halaman

Pentingnya Debat

Debat merupakan salah satu sarana penting bagi peserta Pilpres 2019 untuk memantapkan atau bahkan merebut hati pemilih. Ini terbukti pada debat perdana lalu yang dinilai cukup berpengaruh pada perubahan karakteristik calon pemilih masing-masing paslon capres-cawapres.

Terdapat perubahan angka solid voters atau pemilih mantap dan swing voters atau pemilih yang masih mungkin berubah pada pasangan Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo-Sandi.

Berdasarkan hasil survei terbaru Populi Center, jumlah solid voters pasangan nomor urut 1 Joko Widodo-Ma’ruf Amin meningkat dari sebelum debat sebesar 88,9 persen menjadi 90,8 persen usai debat.

Sementara solid voters pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meningkat dari 82,6 persen menjadi 85,5 persen.

Sedangkan swing voters Jokowi-Ma’ruf menurun dari angka 8,6 persen sebelum debat menjadi 6,2 persen usai debat. Penurunan juga terjadi pada swing voters untuk pasangan Prabowo-Sandi dari angka 13,3 persen menjadi 11,3 persen.

“Paslon Jokowi-Ma’ruf harus berhati-hati karena kenaikan solid voters lebih banyak terjadi pada paslon Prabowo-Sandi. Temuan ini sifatnya indikatif mengingat jumlah responden yang terbatas,” ujar peneliti Populi Center Dimas Ramadhan di kantornya, Slipi, Jakarta Barat, Kamis 7 Februari 2019.

Lebih lanjut, jumlah masyarakat yang mengetahui dan menyaksikan langsung debat perdana capres-cawapres pada 17 Januari lalu cukup banyak ketimbang yang tidak mengetahui. Namun ketertarikan mereka untuk memperbincangkan debat relatif kecil yakni 35,6 persen berbanding 64,4 persen.

Penilaian masyarakat terhadap manfaat debat capres pun beragam. Dari total 1.486 responden di seluruh Indonesia, 33,9 persen menilai manfaat debat untuk mengetahui visi, misi, dan program kerja kandidat. Sementara 10,8 persen menilai debat dapat membantu memberikan pertimbangan menentukan pilihan. Sementara 6 persen menganggap debat untuk mengetahui latar belakang kandidat.

“Sebanyak 3,7 persen menilai debat tidak atau kurang ada manfaatnya, 3,2 persen menilai debat untuk mengklarifikasi isu yang beredar, dan 42,5 persen sisanya tidak menjawab,” ucap Dimas.

Dari pemaparan visi, misi, dan program kerja kandidat pada debat perdana, yang dianggap paling realistis oleh masyarakat adalah yang disampaikan Jokowi-Ma’ruf yakni sebesar 55,7 persen. Sementara yang menilai visi, misi, dan program kerja Prabowo-Sandi paling realistis hanya sebesar 29,8 persen. Lainnya, 14,5 persen, tidak menjawab.

Sebanyak 53,1 persen responden juga menilai bahwa paslon nomor urut 1 unggul pada debat perdana capres-cawapres tersebut. Sedangkan 31,1 persen menilai paslon nomor urut 2 yang unggul. 15,8 persen sisanya tidak menjawab.

“Kemudian pilihan pascadebat, dengan pertanyaan setelah menyaksikan debat pertama, siapa pasangan yang akan anda pilih untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024? 62,5 persen menjawab Jokowi-Ma’ruf, 36,4 persen menjawab Prabowo-Sandi, dan 1,1 persen tidak akan memilih,” kata Dimas.

Untuk diketahui, survei tersebut dilakukan dengan metodologi wawancara tatap muka pada 20-27 Januari 2019 di 34 provinsi seluruh Indonesia. Besaran sampel adalah 1.486 responden, dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling).

Hasil survei memiliki margin of error sebesar 2,53 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Untuk menjamin distribusi sampel yang memadai, setiap kelurahan terpilih dialokasikan 10 responden dari dua RT.

Proporsi gender ditentukan 50:50. Besaran sampel tiap wilayah dialokasikan sesuai dengan proporsi daftar pemilih tetap (DPT) dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Debat Kedua, Prabowo Ditantang Bicara Subtansi Tanpa Gimmick

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Johnny G Plate memperingatkan capres 02 Prabowo Subianto tidak menampilkan joget-joget di panggung debat capres. Dia mengajak mantan Danjen Kopassus itu bicara substansi saat menghadapi calon petahana Jokowi.

“Kalau diulangi dengan gaya menari-nari, ngomong yang umum atau pijet maka debatnya enggak substansif, ke perasaan. Ini debat kontestasi gagasan apa kontestasi perasaan,” ujar Johnny di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2019).

Johnny menuturkan debat ini menjadi penting untuk mengambil hati pemilih yang belum menentukan. Maka itu, dia berharap keduanya saling lempar gagasan dalam debat capres tersebut.

Sekjen Nasdem itu mengimbau, Prabowo tidak menampilkan gimmick selama debat. Ditambah, pernyataan-pernyataan yang saling kontradiktif.

Senada dengan Johnny, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Hasto Kristiyanto menuturkan, panggung debat capres adalah podium rakyat. Sehingga tidak pantas menampilkan tari-tarian.

“Ini adalah podium rakyat, podium menyampaikan gagasan terbaik untuk bangsa dan negara. Podium tanpa tarian tapi podium dengan gagasan,” kata Sekjen PDIP itu.

2 dari 2 halaman

Menguji Emosi

Sementara itu, Pengamat politik dari Habibie Center, Bawono Kumoro menilai momentum debat ini kesempatan Prabowo bisa menahan emosi saat berhadapan satu lawan satu dengan Jokowi. Sebab, Prabowo tertolong dengan kehadiran cawapres Sandiaga Uno yang mengerem emosi dengan pijatan. Sehingga tak menjadi blunder besar.

Namun, pada debat kedua bertema pangan, infrastruktur, energi, sumber daya alam dan lingkungan hidup, cawapres tidak tampil. Bawono mengatakan publik bakal menunggu Prabowo yang tidak bersikap emosional.

“Apakah mantan pangkostrad tersebut dapat menghadapi Joko Widodo dengan sikap relatif cool dan tenang dalam merespons hal-hal disampaikan oleh petahana nanti,” katanya.


Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com.


Saksikan video pilihan berikut ini:

TKN Sebut Pidato Kebangsaan Prabowo Cari Panggung, BPN: Tidak Fair!

JakartaBadan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memaklumi sikap Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang menyebut pidato kebangsaan Prabowo di Semarang adalah cari panggung. Menurut BPN, tak ada yang salah dari pidato kebangsaan Prabowo karena hanya mengungkapkan gagasan dan idenya.

“Pidato itu hanya mengungkapkan gagasan dan ide terkait bangsa ini. Tidak ada yang salah. Justru dengan begitu, masyarakat bisa membaca alam pikiran dan gerakan yang akan dibangun oleh Prabowo jika nanti diberi amanah,” kata juru debat BPN Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Jumat (15/2/2019).

Menurut Saleh, apa yang dilakukan Prabowo bagi TKN selalu salah. Saleh menilai TKN kewalahan menaikkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf yang disebutnya masih stagnan.

“Bagi TKN, segala yang terkait dengan Prabowo-Sandi pastilah salah. Kita memaklumi saja sikap mereka. Mungkin saja saat ini mereka lagi kewalahan untuk menaikkan elektabilitas Jokowi yang konon dikabarkan masih stagnan,” ujar Saleh.

Politikus PAN ini mengatakan TKN tak pernah menyebut Jokowi cari panggung. Padahal, menurut Saleh, panggung Jokowi jauh lebih banyak.

“Hanya saja, TKN tidak pernah menyebut pidato-pidato Jokowi sebagai mencari panggung. Padahal, jika dihitung, panggung Jokowi jauh lebih banyak. Dari satu kegiatan ke kegiatan lain, dan dari satu daerah ke daerah lain,” tuturnya.

Saleh lalu menyebut TKN tidak fair. Menurutnya, di banyak panggung, Jokowi juga bicara soal politik.

“Apakah kegiatan-kegiatan itu tidak cari panggung? Bukankah di atas panggung-panggung itu Jokowi juga bicara soal politik? Di sini letak tidak fair-nya TKN. Silakan masyarakat yang menilai,” pungkas Saleh.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menilai pidato kebangsaan yang akan dilakukan capres Prabowo Subianto di Semarang bagian dari mencari panggung. Meski demikian, TKN menyatakan usaha tersebut merupakan hak Prabowo.

“Saya kira itu hak Pak Prabowo ya untuk menyampaikan pidato kebangsaan. Dan saya kira memang itu adalah bagian dari mencari panggungnya Pak Prabowo,” kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/2).
(azr/zak)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Comeback, Cardi B Langsung Gandeng Bruno Mars

Liputan6.com, Los Angeles – Sejak melahirkan buah hatinya, Kulture Kiari Chephus, rapper Cardi B memutuskan rehat sejenak dari ingar-bingar panggung musik. Pasangan Offset ini tak pernah lagi menelurkan karya barunya sejak berstatus sebagai ibu.

Sejak sang anak lahir, Cardi B belum pernah lagi aktif menggarap lagu baru. Sebagian besar aktivitasnya dipenuhi dengan menghadiri ajang penghargaan dan tampil menyanyikan lagu lamanya di atas panggung.

Hingga tepat pada hari ini Cardi kembali muncul dengan kabar yang sudah ditunggu-tunggu oleh para fansnya. Ya, Cardi B siap comeback!

Kesiapannya ini ia umumkan lewat akun Instagramnya @iamcardib. Di sana ia menuliskan, masa cuti hamilnya telah usai dan ia punya kejutan buat para penggemarnya.

2 dari 3 halaman

Kolaborasi

Ok, jadi aku sudah kembali dari masa cuti hamilku dan aku siap untuk mengumumkan kalau aku akan segera merilis lagu baru yang kunyanyikan bersama Bruno Mars di hari Jumat nanti #twogrammywinningartist,” tulis Cardi B.

Senada dengan Cardi, Bruno juga mengumumkan, ia akan merilis lagu baru bersama Cardi. Bedanya pengumuman dari Bruno lebih singkat, padat, dan jelas. “Lagu baru rilis hari Jumat ini!” tulis Bruno.

3 dari 3 halaman

Bukan yang Pertama

Sedikit mengingatkan, sebelumnya Cardi B dan Bruno Mars pernah berkolaborasi dalam sebuah lagu berjudul “Finesse”. Dalam lagu itu keduanya tampil sebagai tim yang solid. (Dhefa Mauren Roos Mary/Kapanlagi.com)

Saksikan Debat Jokowi vs Prabowo Soal Infrastruktur-SDA di detikcom!

Jakarta – Debat kedua Pilpres 2019 di depan mata. Kedua capres akan beradu gagasan. Sementara dua cawapres menonton dari pinggir panggung. Saksikan live streamingnya di detikcom!

Debat kedua Pilpres 2019 akan digelar pada Minggu (17/2/2019) pukul 20.00 WIB. Jalannya debat akan ditayangkan secara langsung di detikcom lewat live streaming. Momen pradebat dan pascadebat juga akan ditayangkan.

Selain live streaming, jalannya debat juga bisa disimak lewat live report. Ada pula cek fakta yang akan menguji pernyataan-pernyataan capres-cawapres selama debat. Pantau juga akun-akun media sosial detikcom agar tak ketinggalan informasi.
Capres 01 Joko Widodo akan berdebat dengan Capres 02 Prabowo Subianto soal infrastruktur, energi, pangan, lingkungan hidup, dan sumber daya alam. Durasi debat selama sekitar 90 menit.
Debat kedua ini memang digelar khusus antarcapres. Sementara dua cawapres, yaitu Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno akan bertarung gagasan di debat ketiga nanti.

Seperti apa jalannya debat kedua antara Jokowi dan Pravowo? Jangan lewatkan ‘panas’-nya debat itu hanya di detikcom!
(tor/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Konser Ed Sheeran di Jakarta Dibuka Grup Jepang One Ok Rock

Liputan6.com, Jakarta – Konser Ed Sheeran Divide World Tour 2019 Jakarta akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno, 3 Mei mendatang. Grup asal Jepang One Ok Rock pun didapuk sebagai band pembuka penyanyi asal Inggris itu.

Promotor konser Ed Sheeran, Sound Rhythm, dalam keterangan pers, Kamis (14/2/2019), mengatakan bahwa One Ok Rock yang dibentuk sejak 2005 itu sudah pernah tampil di panggung skala besar. Sebut saja Nippon Nudokan Live 2010, Yokohama Stadium Live 2014, dan arena-arena besar lain pada 2013 dan 2015.

Jauh sebelum menjadi band pembuka Ed Sheeran, One Ok Rock sempat manggung di Indonesia. Kala itu, mereka tampil di Lapangan Parkir Kolam Renang Senayan, Jakarta Selatan pada November 2013 silam.

Pada 2017, One Ok Rock tampil pada acara penghargaan Alternative Press Music Awards dan dinobatkan sebagai Best Break Through Artist. Mereka juga tampil di sampul Majalah Rock Sound Jepang dan dijuluki sebagai The Best Live Performance.

2 dari 3 halaman

Mengikuti Nomor Pembelian

Promotor konser Ed Sheeran di Indonesia yang menyediakan 45 ribu tiket, memastikan bahwa seluruh penonton akan menikmati pertunjukan musik dari bangku yang sudah disediakan. Bangku penonton akan mengikuti nomor pembelian.

Promotor mengimbau agar penonton tidak membeli tiket konser di situs yang tidak resmi atau membeli tiket di calo.

3 dari 3 halaman

Mencegah Hal-Hal Tak Diinginkan

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan atas penjualan tiket di pasaran dengan harga tak wajar dan penipuan kepada fans Ed Sheeran, maka tiket konser akan dijual resmi secara pribadi. Nama setiap pembeli tiket akan tercetak di tiket resmi.

Pada saat tiba di tempat acara, tiap pemegang tiket diwajibkan untuk membawa identitas diri yang berlaku sesuai dengan nama yang tertera di tiket. Penonton yang sudah membeli tiket akan diperiksa saat memasuki tempat acara.

(Antaranews.com)

Menanti Adu Kuat Gagasan Capres di Debat Jilid Dua

Liputan6.com, Jakarta – Debat capres tahap kedua akan berlangsung pada Minggu 17 April 2019. Ajang adu gagasan antarcapres yang bertempat di Hotel Sultan, Jakarta ini mengangkat tema tentang energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Menurut Moeldoko, Jokowi telah siap menghadapi debat Pilpres 2019. Petahana akan mengeluarkan jurus-jurus penangkal serangan dari kubu penantang, Prabowo Subianto.

“Ya sudah jelas lah. Jadi bisa diantisipasi,” ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin ini menegaskan, Jokowi sangat menguasai tema dan permasalahan dalam debat kedua ini. Substansi dari tema debat itu sudah ditangkap Jokowi

“Beliau sudah sangat ngelotok lah, dengan berbagai persoalannya Beliau sudah sangat menguasai,” jelas dia.

“Sehingga nanti, ketika debat yang sangat dinamis kita juga sudah menyiapkan berbagai critical point kalau terjadi sesuatu bagaimana,” sambung Moeldoko.

Mantan Panglima TNI itu mengatakan, topik debat kali ini menjadi kesempatan bagi Jokowi mengklarifikasi sejumlah isu yang menyerang dirinya. Untuk itu, debat ini dinilai akan berjalan lebih bewarna daripada sebelumnya.

“Karena ini yang ditunggu-tunggu masyarakat. Persoalan infrastruktur isunya cukup kencang, persoalan energi cukup dinamis, saya pikir akan jadi pengayaan bagi pemirsa. Tapi juga kesempatan bagi Pak Presiden menyampaikan, klarifikasi berbagai isu-isu yang harus diluruskan,” kata Moeldoko.

Seirama dengan Moeldoko. Ketua TKN Erick Thohir menyebut debat ini menjadi momen yang dinanti Jokowi. Sebab tema yang diangkat, menurut Erick, telah dikuasi oleh mantan Gubernur DKI tersebut.

“Untuk debat ini sangat Pak Jokowi banget. Mengenai infrastruktur, dan lainnya. InsyaAllah karena ini memang yang ditunggu-tunggu,” ucap Ketua TKN Erick Thohir di Jakarta, Rabu 13 Februari 2019.

Sementara Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy mengungapkan, capres nomor urut 01 ini telah mempersiapkan fakta dan data untuk debat yang dimoderatori oleh Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki.

Jokowi nantinya akan lebih banyak menyampaikan fakta capaian pemerintah terkait tema debat energi, pangan dan infrastruktur.

“Kami mempersiapkan debat pilpres yang kedua ini dengan lebih baik karena debat pada periode yang kedua ini debat yang lebih substantif berbasis angka dan fakta,” kata pria yang akrab disapa Romi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 13 Februari 2019.

Romi menilai isu dalam debat capres ini merupakan permasalahan yang sedang diselesaikan pemerintahan Jokowi saat ini. Ia yakin, dalam debat nanti Jokowi akan menjabarkan masalah dan cara penanganannya.

“Sehingga nanti presiden akan lebih banyak berbicara sebagai calon presiden yang sedang menjabat presiden akan lebih banyak berbicara telah, sedang, dan akan (dilakukan),” ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Improvisasi Prabowo

Sementara dari kubu penantang, Prabowo Subianto, disebutkan akan tampil maksimal dalam debat nanti. Tema-tema soal debat diklaim sudah dikuasai oleh mantan Danjen Kopassus tersebut.

“Sesungguhnya beberapa profesor katakan bahwa Pak Prabowo sudah layak untuk jadi profesor doktor, termasuk di bidang yang akan didebatkan,” kata Priyo Budi Santoso di Kantor KPU Pusat, Kamis (14/2/2019).

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ini menilai ide-ide tentang tema debat capres sudah ditulis Prabowo dalam sejumlah buku.

“Pak Prabowo hanya kadang kala dikenal sebagai pemimpin tentara, militer, dan jenderal. Yang orang lupa dan luput, Pak Prabowo juga seorang intelek karena sudah banyak buku yang ditulis beliau sendiri dan merupakan pemikiran genuine dari Pak Prabowo,” ujar Priyo.

Dia menuturkan, konsep-konsep yang ditawarkan Prabowo dalam debat kedua pilpres diyakini akan membuka mata publik atas prestasi-prestasinya. Prabowo akan memberikan kejutan besar pada debat.

“Nanti akan ada kejutan dari beliau kuasai bidang masalah pangan, energi, energi terbarukan, konsentrasi beliau yang akan bangun swasembada pangan, swasembada energi, swasembada air. Itu kata-kata kuncinya dan ada di pikiran beliau,” ucap dia.

Tak hanya menguasai tema debat, Prabowo juga akan melakukan improvisasi. Data-data tentang debat telah dikuasi oleh capres nomor urut 2 tersebut.

“Saya kira Pak Prabowo menguasai data-data, kita lihat saja nanti di panggung seperti apa. Akan lebih banyak improvisasi,” kata Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Sementara itu, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan, jelang debat capres, Prabowo lebih banyak membaca tentang materi debat. Termasuk membaca berita soal materi debat tersebut.

“Banyak mendengar dari orang-orang yang ahli yang mengerti di bidang persoalan pangan, energi dan infrastruktur serta lingkungan hidup. Beliau juga banyak membaca beberapa berita yang terkait dengan persoalan itu,” ujar Muzani.

Prabowo tidak akan mengubah gaya dalam debat. Menurut Muzani, mantan Danjen Kopassus itu akan tidak akan merendahkan siapa pun di debat nanti.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Pebulu Tangkis Muda Berprestasi Diguyur Bonus

Liputan6.com, Jakarta – Djarum Foundation memberikan bonus kepada pebulu tangkis muda PB Djarum yang berprestasi sepanjang 2018. Pemberian bonus dilakukan dalam acara Penghargaan Atlet Muda Berprestasi PB Djarum 2018 di Senayan, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Tahun ini, pemberian bonus terasa istimewa karena ada 50 pebulu tangkis dari kelompok usia U-17 dan U-19 yang mendapat apresiasi dari Djarum Foundation. Total bonus yang diberikan lebih dari Rp 145 juta.

Para atlet muda ini menjadi kampiun di kejuaraan nasional dan internasional. Di antaranya Djarum Sirnas Premier, Daihatsu Astec Open, Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix, Badminton Asia Junior Championships, Blibli.com Superliga Junior, International Series, hingga World Junior Championships.

“Bagi penerima bonus, apresiasi ini diharapkan dapat melecut semangat dan motivasi untuk meningkatkan prestasi, terutama ketika sudah masuk ke level senior nanti,” kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin.

“Bagi atlet yang belum menerima bonus, diharapkan bisa berlatih lebih keras lagi dan mampu menuai prestasi seperti rekan– rekannya saat ini,” tambahnya.

Yoppy berpesan, para pebulu tangkis muda jangan sampai terlena dengan bonus dan prestasi yang sudah diperoleh di tingkat junior. Pasalnya, perjalanan menuju level senior hingga menjadi juara dunia butuh kerja keras dan dedikasi yang tinggi.

“Jadi, bagi para atlet muda, teruslah pompa mentalitas, teknik, dan daya juang serta berusaha lebih keras lagi agar bisa membanggakan Indonesia di masa mendatang,” ucap Yoppy.

2 dari 3 halaman

Penerima Bonus

Atlet muda PB Djarum yang menyita perhatian adalah Aisyah Sativa Fatetani dan Aisha Galuh Maheswari dari kelompok U17. Keduanya sama-sama tiga kali meraih gelar juara dalam turnamen sepanjang 2018.

Selain itu, ada juga Alifia Intan Nurokhim yang baru saja menyabet gelar Juara Tunggal Putri di Kejurnas 2018. Cemerlangnya prestasi tiga pebulu tangkis putri ini diharapkan bisa menumbuhkan asa kembali berjayanya sektor tunggal putri Indonesia di panggung bulu tangkis dunia.

Sementara itu, di sektor ganda campuran, PB Djarum memiliki dua pasangan yang sangat bertalenta yakni Leo Rollycarnadio / Indah Cahya Sari Jamil dan Rehan Naufal Kusharjanto / Siti Fadia Silva Ramadhanti. Pada 2018, keduanya menembus partai final World Junior Championships di mana Leo / Indah mengalahkan Rehan / Siti Fadia dan keluar sebagai juara.

“Rasanya senang sekali bisa mendapatkan bonus yang merupakan apresiasi atas apa telah dilakukan selama ini. Sebagai atlet, saya tidak boleh berpuas diri karena saya masih punya target – target yang ingin di raih, terutama di level senior nanti,” tutur Leo Rollycarnando.

Senada dengan Leo, Indah menuturkan bonus ini menjadi momentum positif untuk meningkatkan kemampuan demi menghadapi persaingan di level yang lebih tinggi. “Bonus ini membuat saya semakin termotivasi untuk menjadi pebulu tangkis yang lebih baik lagi, baik dari sisi teknik, mental dan juga prestasi,” ucapnya.

3 dari 3 halaman

Penerima Penghargaan Atlet Berprestasi PB Djarum 2018

Juara Kejurnas Badminton 2018:

Tungga Putri, Alifia Intan Nurokhim: Rp 15.000.000

Juara Remaja (Tunggal dan Ganda) Sepanjang 2018: Rp 16.630.000

Juara Taruna (Tunggal dan Ganda) Sepanjang 2018: Rp 89.000.000


Atlet Muda Terbaik 2018:

Leo Rolly Carnadio/Indah Cahya Sari Jamil: Rp 25.000.000

Total Bonus: Rp 145.630.000

Argumentasi Cerdas Capres Dalam Debat Dinilai Bisa Menangkan Hati Pemilih

Liputan6.com, Jakarta – Debat capres 17 April 2019 dinilai akan menjadi momen lebih menarik ketimbang ajang yang pertama. Ini lantaran dalam debat kedua ini tak ada kisi-kisi pertanyaan serta tata panggung yang berbeda.

Tak adanya bocoran dalam debat capres mengenai energi, pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur, menjadikan peluang untuk memunculkan siapa calon presiden yang akan lebih menguasai tema dan panggung debat.

“Tema-tema tersebut dipandang sangat dikuasai oleh Calon Presiden Joko Widodo, sangat wajar karena selama Presiden selama ini Jokowi fokus pembangunan terkit isu-isu tersebut terutama infrastruktur dan sumber daya Alam. Namun bukan berarti tidak terdapat kekurangan atau masalah,” kata Pakar Komunikasi Politik Umaimah Wahid, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Dalam pembangunan infrastuktur di era Jokowi, beberapa masalah krusial dimanfaatkan Prabowo untuk mempertanyakan secara cerdas. Misal terkait pembangunan infrastruktur yang mahal, menumpuk hutang yang menimbulkan persoalan baru dalam siklus ekonomi.

“Terkait tema energi, keberhasilan pembelian Freeport dapat menjadi amunisi dan kebanggaan bagi petahana,” ujar dia.

Namun selain itu, juga menjadi yang melemahkan jika capres 02 mempertanyaan secara kritis terkait pembiayaan dan kerugian yang dialami BUMN. Termasuk kenaikan harga yang terjadi beberapa kali.

“BUMN yang mengalami kerugian juga menarik diperdebatkan dan dapat menjadi nilai plus atau minus bagi kedua capres,” ujar Umaimah.

Capres diharapkan punya perhatian serius mengenai lingkungan hidup dan memiliki rencana kebijakan tepat, termasuk membangun kesadaran masyarakat untuk memelihara lingkungan hidup.

“Keberanian bersikap menjadi sangat penting, termasuk keberanian memberikan keadilan dan melindungi tanah-tanah adat, hutan, sampai, kemacetan dan gaya hidup modern,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Jokowi Banget

Karena itu, isu debat kali ini bisa dikatakan ‘Jokowi Banget’. Artinya Jokowi akan dengan mudah melakukan klaim keberhasilan terutama pembangunana infrastruktur dan energi.

“Namun Capres 02 juga dapat memanfaatkan beragam persoalan-persoalan terkait pembangunana infrastruktur dan energi, terlebih soal pangan Indonesia yang belum berhasil mencapai ketahanan pangan, dan juga isu lingkungan hidup yang nampaknya masih sangat minim perhatiannya,” terang Umaimah.

Keberhasilan debat capres jilid II sangat tergantung pada penguasaan pengetahuan dan informasi, data, dan fakta serta kecerdasaan dalam mengolah dan menyampaikan secara meyakinkan sehingga masyarakat mempunyai persepsi dan opini yang sama.

“Perdebatan tidak hanya menyatakan pendapat atau kritik, melainkan juga harus didasarkan pada pertimbangan etika, dengan demikian tidak memimbulkan kegaduhan baru. Namun diharapkan memunculkan perdebatan cerdas termasuk di antara pendukung di media sosial,” terang Umaimah.

Terkait debat kali ini hanya dihadiri Capres 01 dan 02 saja menjadi bukti apakah kedua calon mempunyai kualifikasi yang memadai dan cakap untuk dipilih sebagai presiden Indonesia mendatang.

“Capres yang akan memenangkan debat dipanggung tergantung dari kemampuan mengelola dan menyampaikan informasi secara cerdas, dilengkapi data dan fakta dan bertanggung jawab,” kata dia.


Saksikan video pilihan berikut ini: