Jokowi Lantang di GBK: Pancasila Final, Rawat Kebinekaan

Jakarta – Capres Joko Widodo (Jokowi) berpidato di kampanye akbar bertajuk ‘Konser Putih Bersatu’. Dia secara lantang mengajak para pendukungnya untuk merawat keragaman yang dimiliki Indonesia.

“Inilah sekali lagi perbedaan-perbedaan , keragaman yang kita miliki, kebinekaan yang kita miliki. Harus terus kita rawat dan jaga bersama-sama, sanggup? Perlu kita ingat, perlu kita ingat bahwa dasar negara kita ideologi kita Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, Undang-undang Dasar 1945, sudah final. Harga mati dan tidak bisa diganggu gugat,” ucap Jokowi dari atas panggung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta , Sabtu (13/4/2019).

Dia mengajak pendukungnya yang setuju dengan ucapannya mengangkat jari. Bagi pendukung yang setuju, Jokowi juga mengajak untuk mengangkat jempol.

“Siapa yang setuju? Tunjuk jari. Siapa yang setuju? Angkat jempol,” ujarnya.

Jokowi menyatakan diri berkomitmen menjaga dan merawat nilai luhur dari Pancasila. Merawat nilai luhur itu, kata Jokowi, salah satunya lewat program-program yang prorakyat.

“Bapak, ibu, saudara-saudara sebangsa dan setanah air rakyat Indonesia yang saya cintai, jelas komitmen kita semuanya menjaga merawat nilai-nilai luhur dari Pancasila, dan tentu saja program-program yang bertumpu berpihak pada rakyat apapun latar belakangnya,” ujar Jokowi.
(haf/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Di Depan Ulama dan Santri, Ma’ruf Ingatkan Islam dan Pancasila Tak Bertabrakan

Liputan6.com, Bekasi – Calon wakil presiden Ma’ruf Amin mengingatkan, Islam dan Pancasila itu bisa berjalan di Indonesia dan tidak saling bertabrakan. Hal ini disampaikannya saat silaturahmi dengan para kiai dan santri di Pondok Pesantren Al Baqiyatussholihat Cibarusah, Bekasi, Jawa Barat.

“Islam adalah agama, Pancasila adalah dasar kita berbangsa dan bernegara. Tidak bertabrakan,” ucap Ma’ruf di lokasi, Senin malam 8 April 2019.

Dia meminta semua pihak patut bersyukur dengan hal tersebut. Karena ada peran para kiai bisa menemukan titik temu. “Kita harus berterimakasih pada ulama yang bisa mengkompromikan antara Islam dan kebangsaan,” kata Ma’ruf.

Mustasyar Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBNU) ini mencontohkan, bagaimana ada negara yang masih meributkan ideologinya. Bahkan tak jarang menimbulkan konflik berkepanjangan.

“Di beberapa negara itu terjadi bertabrakan. Sehingga tidak selesai-selesai. Akhirnya perang pakai senjata, terjadi pembunuhan untuk menyelesaikan ideologi kenegaraannya,” tutur Ma’ruf.

Karenanya, jika menengok Indonesia, kata Ma’ruf, para ulama yang menjaga agar konflik ideologi itu tak terjadi. Sehingga, Islam dan Pancasila adalah penyatuan antara kehidupan beragama dan bernegara.

“Pancasila urusan berbangsa dan bernegara. Islam adalah urusan agama, akidah, selesai itu,” lanjut Ma’ruf.

PKS: Buktikan Siapa yang Mau Mengubah Pancasila Jadi Khilafah?

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al-Jufri membantah jika Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno terpilih akan mengganti Pancasila menjadi ideologi khilafah. Hal itu justru menjadi pertanyaan dirinya soal adanya tuduhan tersebut.

“Kalau ada yang bertentangan buktikan, dari partai koalisi ini siapa? Demokrat sudah memimpin 10 tahun dan PKS ikut disitu, PAN juga begitu. Buktikan siapa?,” kata Salim di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3/2019).

Salim pun menegaskan, Pancasila sudah final sebagai dasar ideologi bangsa Pancasila. Ia pun merasa heran dengan adanya tuduhan yang dituduhkan kepada Prabowo-Sandi.

“Jadi saya juga kaget kenapa dimunculkan seperti itu, Pancasila sudah final,” tegasnya.

PKSingin agar masyarakat dapat mencerna dan menyaring dengan baik soal adanya tuduhan khilafah ke kubu Prabowo-Sandi.

“Siapapun yang melanggar itu akan di impeachment, rakyat sudah cerdas jangan dimunculkan yang lain-lain,” pungkasnya.

Reporter: Nur Habibie

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Dua nama calon wakil gubernur yang disodorkan PKS yaitu pengusaha produk herbal halal Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu.

AHY: NKRI Berdasar Pancasila Final, Jangan Benturkan dengan yang Lain

Liputan6.com, Serang – Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta jangan lagi masyarakat dibentur-benturkan, dengan isu khilafah dan Pancasila Menurutnya, Indonesia adalah milik semua warga negara yang mengakui Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan negara.

“Pilihan kita untuk NKRI berdasarkan Pancasila adalah final. Jangan dibentur-benturkan Pancasila dengan kelompok lain, Pancasila dengan Islam,” kata AHY di GOR Maulana Yusuf, Kota Serang, Banten, Sabtu (30/3/2019).

Jika isu khilafah versus Pancasila terus digaungkan, maka tidak akan membawa kebaikan bagi warga Indonesia.

Terlebih, mendekati waktu pencoblosan 17 April 2019, keamanan dan ketertiban menjadi hal utama yang harus dijaga.

“Itu tidak akan menjadi kebaikan untuk bangsa kita. Karena Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, yang selalu kompatible dengan Pancasila,” terangnya.

Pemimpin Indonesia ke depan, periode 2019-2024 harus mengedepankan aspirasi masyarakat.

“Jangan terjebak dengan masa lalu dan berkutat dengan hal yang tidak substantif. Kita ingin para calon pemimpin kita, selalu mengedepankan aspirasi masyarakat,” ujar AHY.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Buka Debat, Prabowo: Pancasila Ideologi Final!

Jakarta – Capres Prabowo Subianto mendapat kesempatan pertama menyampaikan visi misi di debat keempat Pilpres 2019. Prabowo mengatakan ideologi Pancasila merupakan bentuk final.

Debat keempat Pilpres 2019 diselenggarakan di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019). Salah satu tema debat memang membahas ideologi. Prabowo mengatakan Pancasila merupakan ideologi final bangsa ini dan itu merupakan suatu kecemerlangan.

“Bagi kami Pancasila adalah ideologi final, Pancasila adalah hasil suatu kompromi besar, suatu kecemerlangan dari generasi pendiri bangsa kita,” kata Prabowo.


Prabowo mengatakan Pancasila berhasil mempersatukan ratusan kelompok etnis, ratusan suku, agama-agama besar, budaya yang berlainan hingga keberagaman bangsa. Karena itu, dia bertekad menjaganya sampai kapan pun.

“Kompromi ini berhasil. Kami bertekad mempertahankan Pancasila sampai titik terakhir,” kata Prabowo.

“Kalau ada yang mau mengubah ini, akan saya hadapi dengan semua kekuatan yang ada pada diri saya,” tegas dia.
(gbr/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sandi: Prabowo akan Sampaikan Komitmen soal Pancasila dan Pasal 33 UUD

Jakarta – Cawapres Sandiaga Uno mengatakan sudah berdiskusi dengan Prabowo Subianto sebelum pelaksanaan debat capres malam ini. Sandiaga menyebut Prabowo akan menyampaikan soal komitmennya terhadap Pancasila dan Pasal 33 UUD 1945.

“Tadi kami baru saja melepas Pak Prabowo untuk debat keempat dan alhamdulillah Pak Prabowo sudah siapkan dan finalisasi materi-materi tentang ideologi pemerintahan ke mana dan hubungan internasional yang emang ini pembahasan sering dilakukan beliau dalam tema kampanye ini. Narasi terpenting adalah kedaulatan pangan energi dan air yang kita rasakan sebagai salah satu aspek jadi diferensiasi. Kita juga ingin pastikan kedaulatan komitmen full terhadap ideologi bahasa Pancasila dan Pasal 33 UUD 45 jadi yang ingin disampaikan Pak Prabowo,” kata Sandiaga di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (30/3/2019).

Sandiaga mengatakan Prabowo akan tampil tenang dalam debat keempat. Menurut dia, Prabowo tak akan menyampaikan pernyataan yang menyerang.

“Jadi itu sih tadi rileks sekali beliau dan beliau sampaikan tampil lepas dan tidak menyerang dan buat prosesi debat untuk riang gembira,” ujar dia.

Selain itu, Sandiaga juga bicara soal karir militer Prabowo. Dia mengatakan Prabowo sudah disumpah untuk mengabdikan diri kepada negara sejak usia masih muda.

“Pak Prabowo sampaikan beliau disumpah sebagai tentara dan beliau juga memberikan nyawa dan raganya bertujuan di garis terdepan membela NKRI, Pancasila, UUD 1945 di mana saya nggak bisa klaim hidup dia pernah di antara keadaan kritis di medan perang kita ingin meyakini bahwa yang disampaikan itu tentunya buih-buih politik,” tuturnya.

Diketahui, malam ini akan berlangsung debat antara Jokowi dan Prabowo. Debat akan dilangsungkan di Hotel Shangri-La, Jakarta. Debat kali ini mengangkat tema pertahanan-keamanan, ideologi, pemerintahan, dan hubungan internasional.
(knv/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kaget Isu Khilafah Dimunculkan, Salim Segaf: Pancasila Sudah Final

Jakarta – Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri mengaku kaget isu khilafah dimunculkan. Salim Segaf menegaskan Pancasila sudah final.

“Ini saya agak kaget ya kenapa dimunculkan yang ini ini. Pancasila sudah final. Rakyat sudah makin cerdas semua sudah final tentang Bhinneka Tunggal Ika, UUD 45 Pancasila sudah selesai, kalau dimunculkan khilafah dimunculkan yang lain-lain itu tidak sehat,” ujarnya, Sabtu (30/3/2019).

Dia menepis anggapan soal pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang disebut-sebut pro khilafah. ” Siapa coba tunjukkan. Kalau ada yang bertentangan tunjukkan, siapa mereka, dari partai koalisi itu siapa,” sambungnya.

Karena itu, Salim Segaf mempertanyakan pernyataan yang muncul soal khilafah yang kemudian dihadapkan dengan Pancasila.

“Saya melihat tidak sehat, semestinya Pak Hendro (Hendropriyono) itu beri contoh yang bagus untuk bangsa ini, berikan contoh apalagi sangat berpengalaman. Pak Prabowo perjuangan dia sejak muda untuk NKRI itu sudah selesai jadi kalau mau menuduh itu mana buktinya? Berikanlah pendidikan politik yang baik, masalah demokrasi pasti ada menang kalah,” tutur dia.

Cawapres Ma’ruf Amin sebelumnya ikut menegaskan posisinya berpaham ideologi Pancasila dan NKRI. Namun Ma’ruf tak menampik adanya ideologi khilafah di kubu lawannya.

“Iya, itu saya kira boleh saja. Karena memang pendukung khilafah ada di sebelah sono. Jadi mungkin disamadengankan karena memang ada di sebelah sono, masalahnya itu saja,” ujar Ma’ruf, Sabtu (30/3).
(fdn/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BPN: Kiai Ma’ruf, Prabowo Hampir Mati Bela Pancasila

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menjawab pernyataan Ma’ruf Amin yang berbicara soal ideologi khilafah tidak akan laku di Indonesia. BPN menegaskan sang capres cinta Pancasila.

Juru bicara BPN, Andre Rosiade mengatakan Prabowo sudah berkali-kali hampir mati demi Pancasila. Sementara itu, kata dia, Joko Widodo-Ma’ruf sekadar bernarasi cinta Pancasia.

FYI Kiai Ma’ruf, Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf baru bernarasi ‘saya Pancasila’, Prabowo berkali-kali hampir mati untuk membela Pancasila di medan tempur,” kata juru bicara BPN Praowo-Sandi, Andre Rosiade kepada wartawan, Sabtu (30/3/2019).


Andre berharap tidak ada lagi tudingan soal ideologi khilafah yang dilemparkan kepada paslon 02. Ia pun menyebut kampanye hitam ini tampak terstruktur dan sistematis. Andre bahkan menyamakannya dengan PKI.

“Ini cara-cara yang tidak sehat dan ini menurut saya ini dilakukan terstruktur, sistematis, dan masif. Jadi memang pihak TKN sudah ketakutan kalah dari Prabowo-Sandi sehingga mereka melakukan kampanye hitam dan keji seakan-akan kami akan mengubah ideologi Pancasila jadi khilafah,” sebut politikus Gerindra itu.

“Saya ingin menegaskan cara-cara yang membenturkan antara Islam dan Pancasila ini kalau mengutip pidato Jenderal AH Nasution, ini cara-cara PKI. Jadi mirip ini. Itu yang dilakukan PKI dari tahun 50-60-an dulu,” imbuh Andre.

Sekali lagi, Andre menegaskan Prabowo-Sandi mendukung Pancasila dan UUD 1945. Ia mengatakan kelahiran Pancasila turut didukung umat Islam.

“Pancasila itu bisa disahkan jadi dasar negara karena didukung oleh umat Islam. Saya rasa Pancasila sudah final, kami mengatakan Pancasila adalah ideologi kita, kami mendukung UUD 1945, kebinekaan, dan mendukung NKRI harga mati,” kata Andre.

Sebelumnya, Ma’ruf mengatakan paham atau ideologi khilafah bukan masalah besar bagi Indonesia. Dia mengatakan ideologi tersebut tak akan laku karena masyarakat Indonesia sudah punya kesepakatan bersama soal bentuk negara.

Kesepakatan bersama tersebut menjadi alasan MUI maupun organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam menolak paham khilafah diterapkan di Indonesia

“Saya kira khilafah tidak masalah. Itu tidak akan laku di Indonesia. Semua elemen bangsa tidak akan menerima kehadiran khilafah karena kita sudah punya kesepakatan, Pancasila dan UUD 1945. Bentuk negara kita republik juga. Makanya MUI sendiri, NU, Muhammadiyah semua menolak khilafah,” kata Ma’ruf Amin di Lapangan Kamboja, Depok, Jawa Barat, Sabtu (30/3).
(tsa/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Gerindra: Ahok Jadi Bukti Prabowo Berideologi Pancasila

Liputan6.com, Jakarta – Calon Presiden nomor urut 01 Jokowi kembali berhadapan dengan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3/2019). Salah satu tema yang akan diangkat dalam debat ini adalah soal ideologi.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyatakan, Prabowo telah siap mengikuti debat capres malam ini. Terkait ideologi, Prabowo diklaim sangat Pancasilais.

“Insyaallah kalau bicara ideologi tidak diragukan lagi. Pak Prabowo ideologinya tentu Pancasila,” jelas Juru Debat BPN M Riza Patria.

Riza mengatakan, Prabowo hidup di lingkungan dinas militer dari Sabang sampai Merauke sejak umur 18 tahun. Mantan Danjen Kopassus itu mempertaruhkan jiwa raganya untuk kepentingan bangsa.

Riza juga menyinggung Ahok yang pernah diusung Gerindra sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta pada 2012. Itulah salah satu bukti Prabowo telah menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam hidupnya.

“Jadi kalau tanya Pancasila-nya Pak Prabowo Subianto tidak diragukan lagi. Kalau orang baru bicara Bhinneka Tunggal Ika, Pak Prabowo membuktikan (dengan) menghadirkan Ahok yang dari etnis tertentu, dari agama tertentu yang bukan mayoritas sebagai calon wakil gubernur. Jadi Pak Prabowo adalah seorang Pancasila,” jelasnya.

Menkominfo: Pancasila Sebagai Ideologi Kreatif di Era Milenial

Liputan6.com, Jakarta – Pancasila tidak pernah lekang oleh perubahan zaman, tak terkecuali saat tren digital mulai mengubah dunia. Bagi masyarakat milenial, gotong royong bisa dirasakan sebagai “shared economy“.

Shared economy merupakan bentuk gotong royong dalam ekonomi digital,” ujar Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara pada diskusi terbuka bertajuk ‘Pancasila sebagai Ideologi Kreatif’ di Gedung Bina Graha, Jakarta, Jumat (29/3/2019).

Menurut Rudi, ekonomi digital saat ini sebenarnya melanjutkan pesan gotong royong dari Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Bung Karno pernah mengatakan, gotong royong adalah paham yang dinamis.

“Prinsip tersebut terasa dalam industri digital saat ini,” tuturnya.

Dia lantas memberikan contoh terkait semakin jarangnya orang membeli tiket pesawat atau pesan hotel melalui agen travel. Kini semua itu bisa diurus dalam satu aplikasi secara praktis.

“Mereka bekerja dalam kolaborasi mulai dari dapur hingga ujung tombak. Startup seperti ini merupakan bentuk kreatif dari Pancasila,” katanya.

Kolaborasi atau gotong royong tersebut disalurkan melalui ekonomi digital. “Bayangkan apabila seluruh lapisan sudah berkolaborasi dengan baik. Kemudian, jumlah yang kolaborasi juga banyak. Indonesia akan semakin berkembang dalam dunia ekonomi,” ujarnya.

Pendapat Rudi diamini anggota Ombudsman, Ahmad Alamsyah Saragih. Dia mengingatkan, saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi era perubahan. Bukan hanya perubahan fisik tetapi juga perubahan nilai.

“Jadi pemerintah, dalam hal ini melalui Kemenkominfo dan Kemendikbud, bertugas bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun nilai,” katanya.