Panas! Elite Golkar Salahkan PSI Atas Turunnya Elektabilitas Jokowi

Jakarta – Elite Golkar mendadak melempar serangan panas ke PSI. PSI dianggap bersalah membuat elektabilitas capres Joko Widodo (Jokowi) turun.

“Blunder PSI memberikan sumbangan pada turunnya elektabilitas Jokowi. Resistensi rakyat terhadap PSI tinggi sekali dan itu berpengaruh negarif pada Jokowi,” kata Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Andi Sinulingga kepada wartawan, Jumat (22/3/2019).

Andi Sinulingga menjabarkan hal-hal yang dianggapnya sebagai blunder PSI. Menurutnya, banyak pernyataan PSI yang tendensius sehingga mengusik akal sehat banyak orang.

“Generalisasi bahwa mereka orang baik dan yang bukan mereka adalah orang tidak baik, yang tidak suka PSI adalah para koruptor. Pernyataan-pernyataan begitu yang bikin PSI blunder,” ungkapnya.

Dia juga mempersoalkan narasi PSI soal Perda Syariah. Seperti diketahui, PSI lewat ketumnya, Grace Natalie, berkali-kali bicara soal penolakan berbasis agama dan hal itu menimbulkan pro dan kontra.

“Narasi PSI atas Perda Syariah berkonotasi negatif atas apa yang dinamakan syariah Islam, seolah-olah syariah Islam itu tidak baik. Hal-hal seperti itu menyakitkan bagi sebagian besar pemeluk agama Islam,” ujar Andi.

“Jadi wajar kalau hasil survei menjelaskan bahwa resistensi publik atas PSI tinggi sekali,” pungkasnya.

Sebelumnya, ada beberapa survei yang menampilkan elektabilitas Jokowi dan Prabowo. Di survei Litbang Kompas pada Maret 2019, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin sebesar 49,2% sementara elektabilitas Prabowo-Sandiaga yaitu 37,4%. Elektabilitas Jokowi turun dari 52,6% di Oktober 2018.
(imk/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

9 Pemain yang Berpotensi Dibeli Real Madrid di Bursa Musim Panas

Jakarta – Kedatangan Zinedine Zidane diyakini akan diikuti dengan pembelian pemain anyar untuk memperkuat skuat Real Madrid. Ini daftar pemain yang bisa dibeli El Real.

Di lini belakang, Madrid butuh pemain pelapis untuk Sergio Ramos dan Raphael Varane. Matthijs De Ligt adalah pilihan paling ideal, meski persaingan mendapat bek Ajax Amsterdam itu akan berat karena beberapa klub besar Eropa juga meminatinya. (Dean Mouhtaropoulos/Getty Images)

Serba-serbi Termometer, Instrumen Pengukur Panas dan Berbagai Jenisnya

Jakarta – Suatu waktu, mungkin Anda atau anak, keluarga serta orang terdekat terserang demam. Hal yang lumrah dilakukan selanjutnya adalah menempelkan tangan ke kepala orang yang merasa demam tersebut.

Yang bisa dikatakan oleh yang memeriksa kondisi orang yang sakit itu akan terbatas pada suhu tubuhnya panas atau dingin. Atau anda akan mengatakan bahwa pada siang hari yang terik, Anda akan mengatakan bahwa cuacanya sedang panas. Hal yang berbeda akan Anda katakan saat minum segelas es teh. Anda akan berujar minuman itu dingin.

Nah kemampuan manusia hanya akan terbatas pada hal-hal yang bersifat kualitatif, panas atau dingin. Sesuatu akan dikatakan panas apabila memiliki suhu tinggi, dan sebaliknya akan dikatakan dingin apabila memiliki suhu rendah.

Hal ini tentu akan merepotkan apabila menyangkut dengan urusan medis. Karena panas atau dingin akan sangat relatif, dan tidak bisa digunakan sebagai parameter kondisi kesehatan seseorang sedang baik atau sedang sakit. Oleh karena itu, untuk mengukur suhu dari sesuatu dibutuhkan sebuah instrumen yang dapat mengetahui kondisi panas atau dingin tersebut. Alat inilah yang disebut dengan termometer.

Mungkin banyak dari kita belum tahu bahwa termometer asal katanya merupakan dari bahasa Yunani. Dalam bahasa itu, kata termometer terdiri dari dua kata yaitu thermos dan meter. Thermos memiliki makna panas dan meter memiliki makna mengukur. Jadi termometer merupakan suatu alat atau instrumen untuk mengukur derajat panas dari sesuatu.

Nah, termometer ini ada beragam jenis dan beragam fungsinya. Termometer konvensional memiliki prinsip kerja memanfaatkan pemuaian dari zat cair. Sebuah termometer yang diisi zat cair dipastikan memiliki sifat termometrik. Sifat ini adalah sifat yang membuat zat cair tersebut berubah karena suhu. Termometer paling konvensional akan diisi dengan 2 jenis zat cair yaitu alkohol atau raksa. Dua jenis zat cair ini memiliki sifat termometrik yang paling baik dibandingkan zat cair lainnya misalnya air.

Dengan adanya perubahan bentuk zat cair ini, dapat diketahui perubahan suhu dari sesuatu yang diukur dengan menambahkan skala. Ada beberapa skala yang lazim digunakan di dunia yaitu celcius (C), Kelvin (K), reamur (R), dan Fahrenheit (F). Di indonesia sendiri, satuan suhu paling lazim untuk digunakan adalah celcius.

Termometer Air Raksa dan Termometer Alkohol

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, termometer memiliki jenis dan fungsi yang beragam. Tulisan kali ini akan menerangkan mengenai jenis-jenis termometer yang ada dan populer penggunaannya di indonesia. Termometer dapat digolongkan dalam beberapa jenis, tergantung dari sudut manakah kita ingin menggolongkannya. Apabila digolongkan berdasarkan prinsip kerja, kita akan mengenal termometer zat cair, termometer bimetal, termometer hambatan, dan termokopel. Mari pertama kita bahas mengenai termometer yang digolongkan berdasarkan zat cair yang dipakainya. Apabila melihat jenis zat cair yang dipakai sebagai cairan termometer, kita akan mendapati 2 jenis termometer yaitu termometer air raksa dan termometer alkohol.

Kedua jenis termometer ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Termometer air raksa akan lebih mudah dibaca karena air raksa memang memiliki sifat mengkilap. Termometer air raksa memiliki jangkauan pengukuran lebih luas yaitu dari suhu -39 derajat celcius sampai dengan 375 derajat celcius. Nah termometer ini memiliki tingkat pemuaian yang lebih teratur dan lebih sensitif sehingga cepat menyesuaikan apabila ada perubahan suhu. Kekurangan dari termometer air raksa adalah harganya yang relatif mahal. Belum lagi pada dasarnya raksa adalah zat yang beracun. Satu lagi kekurangan dari jenis termometer ini adalah tidak mampu mengukur suhu di bawah 40 derajat celcius.

Untuk termometer alkohol, kelebihannya adalah jangkauan ukurnya yang luas dari -114 derajat celcius sampai 78 derajat celcius. Berbeda dengan termometer air raksa yang lebih mampu mengukur suhu panas, termometer ini akan lebih mampu untuk mengukur suhu dingin. Termometer alkohol memiliki harga yang relatif lebih murah, sehingga jenis termometer ini bisa dimiliki masyarakat umum secara lebih mudah.

Termometer alkohol memiliki ketelitian yang lebih baik, karena untuk kenaikan suhu yang kecil, alkohol akan memiliki perubahan volume yang besar. Nah termometer jenis ini tentu memiliki kekurangan, yang pertama adalah titik didihnya yang rendah yaitu 78 derajat celcius yang berarti tidak dapat mengukur suhu yang tinggi. Alkohol pada dasarnya tidak memiliki warna, sehingga perlu untuk diberi warna agar dapat terlihat. Selanjutnya kekurangan dari alkohol adalah dia akan membasahi dinding sehingga susah dibaca.

Dari perbandingan di atas, termometer yang akan digunakan sebaiknya menyesuaikan dengan kebutuhannya. Apabila diperlukan untuk mengukur suhu yang tinggi, akan lebih baik menggunakan termometer air raksa, karena jangkauannya yang lebih luas untuk suhu tinggi. Apabila ingin mengukur suhu yang rendah, maka akan lebih baik menggunakan termometer alkohol karena jangkauan suhu rendahnya lebih baik. Selain termometer yang digolongkan berdasarkan zat cairnya, termometer akan digolongkan dari fungsinya.

Termometer Suhu Badan

Jenis termometer pertama yang digolongkan berdasarkan fungsinya adalah termometer suhu badan. Termometer suhu badan lazim digunakan untuk keperluan medis. Yang paling umum dipakai adalah termometer air raksa. Cara penggunaannya adalah dengan meletakkan termometer di bawah lidah atau di ketiak selama beberapa saat. Air raksa dalam pipa akan naik dan berhenti pada skala tertentu yang akan menunjukkan suhu badan Anda.

Kini seiring perkembangan zaman termometer suhu badan tidak lagi menggunakan air raksa melainkan menggunakan termometer inframerah. Cara kerja termometer inframerah adalah dengan mendeteksi adanya radiasi panas menggunakan sinar laser. Termometer inframerah ini dapat mengukur suhu dengan cukup diarahkan ke bagian tertentu saja misalnya kepala atau mulut tanpa harus menyentuh secara langsung. Termometer suhu badan inframerah ini jauh lebih praktis, sehingga kegunaannya lebih banyak menggeser fungsi termometer badan dari air raksa.

Termometer Maksimum-Minimum

Jenis termometer lainnya apabila digolongkan berdasarkan fungsinya adalah termometer maksimum-minimum. Termometer ini dipakai oleh badan meteorologi dan geofisika (BMKG). Termometer ini dapat memperkirakan suhu maksimum dan minimum dalam suatu daerah dalam jangka waktu tertentu. Termometer ini biasa disebut dengan termometer Six Belani, sesuai dengan penemu dari termometer ini.

Termometer ini menggunakan alkohol sebagai bahan termometriknya. Termometer jenis ini bekerja berdasarkan prinsip pemuaian. Apabila suhu di suatu tempat naik, alkohol dalam tabung akan memuai, sehingga mendesak permukaan raksa di kaki kiri. Desakan air raksa di kaki kiri akan mendesak permukaan air raksa di kanan, sehingga mendorong petunjuk baja maksimum pada angka tertentu. Hal yang sebaliknya akan terjadi apabila suhu turun. Dengan demikian, kita dapat mengetahui suhu maksimum pada petunjuk di kaki kanan termometer. Lalu pada penunjuk di kaki kiri dapat mengetahui suhu minimum dari benda yang kita ukur.

Termometer Dinding

Termometer jenis terakhir adalah termometer dinding. Termometer ini umum digunakan untuk mengukur suhu ruangan. Skalanya berkisar antara -50 derajat celcius sampai -50 derajat celcius. Suhu normal dari ruangan adalah 25 derajat celcius. (nwy/up)

Awan Panas Merapi Kembali Keluar Malam Ini, Semburan Capai 1,3 Km

JakartaAwan panas kembali keluar dari kawah Gunung Merapi malam ini. Jarak luncur awan panas tersebut 1,3 kilometer. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan aktivitas Merapi malam ini di akun Twitter resminya @BPPTKG.
Informasi mengenai semburan awan panas dicuitkan Jumat (8/3), pukul 00.17 WIB. Dalam cuitan tersebut dijelaskan Awan panas meluncur dari puncak gunung dalam waktu 130 detik ke arah hulu Kali Gendol pada pukul 23.30 WIB, Kamis (7/3).
BPPTKG menjelaskan jarak luncur masih dalam kategori aman rekomendasi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang karena jarak luncur yang terbilang masih aman.

Sebelumnya BPPTKG juga melaporkan aktivitas serupa terjadi di puncak Gunung Merapi, kemarin siang. Adapun awan panas guguran siang kemarin berdurasi 97 detik dengan jarak luncur 1 kilometer. Berdasarkan pengamatan BPPTKG awan panas guguran mengarah ke tenggara.

(aud/rvk)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Prediksi PSIS Vs Persipura: Duel Panas di Magelang

Jakarta PSIS Semarang akan berhadapan dengan tim kuat Persipura Jayapura pada laga perdana Grup C Piala Presiden 2019 yang disiarkan langsung oleh Indosiar. Pertandingan ini digelar di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Rabu (6/3/2019) mulai pukul 18.30 WIB.

Bagi Mahesa Jenar, julukan PSIS, Persipura akan menjadi ujian pertama. Nama besar dan potensi tim Mutiara Hitam, julukan Persipura, wajib diwaspadai anak asuh Jafri Sastra. PSIS bertekad meraih hasil sempurna di partai perdana, karena bertindak sebagai tuan rumah.

Beruntung bagi PSIS, Hari Nur Yulianto dan kawan-kawan meraih hasil positif dalam pertemuan terakhir melawan Persipura, yakni kemenangan 2-1 di Magelang pada putaran kedua Liga 1 musim 2018 lalu. Namun, catatan tersebut tidak dapat menjadi patokan Mahesa Jenar.

Jafri Sastra bakal memainkan trio asingnya sejak menit pertama yakni gelandang jangkar Ibrahim Conteh, bek Wallace Costa, dan striker yang baru saja bergabung Claudir Marini. Joko Ribowo kembali bakal dipercaya di bawah mistar gawang. Eks gelandang Timnas Indonesia U-23, Septian David Maulana menjadi nyawa permainan PSIS. Claudir Marini akan bertandem dengan Hari Nur Yulianto dan Bayu Nugroho.

PSIS juga cukup diuntungkan dengan status tuan rumah, berupa dukungan penuh dari puluhan ribu pendukungnya. Kehadiran Panser Biru dan Snex memenuhi Stadion Moch Soebroto, akan menjadi pemain ke-12 PSIS. Motivasi bertanding para punggawa PSIS bakal dibakar para suporternya.

“Piala Presiden adalah kesempatan yang bagus bagi kami. Kami untuk tahun ini membangun tim lagi dari nol. Kami sudah siapkan segala sesuatunya untuk menghadapi turnamen ini,” terang Jafri Sastra dalam konferensi pers jelang pertandingan, Selasa (5/3/2019).

Di ajang Piala Presiden, Jafri berharap tak hanya mampu membawa timnya lolos dari fase grup, tapi juga menemukan karakter permainan timnya. Meski demikian, Jafri menyebut timnya tidak merasa diuntungkan dengan situasi tersebut

“Kami tidak merasa diuntungkan sebagai tuan rumah. Kami sudah lupakan Piala Indonesia, sekarang fokus di Piala Presiden. Kami berharap anak-anak tidak terbebani,” imbuh Jafri Sastra.

2 dari 3 halaman

Persipura Target Poin Penuh

Sementara itu, Persipura Jayapura juga tak ingin terpeleset di partai pertama. Pelatih Luciano Leandro bakal menurunkan komposisi pemain terbaiknya. Emmanuel Wanggai, Lukas Mandowen, Titus Bonai, hingga striker senior Boaz Solossa akan tampil sejak menit pertama.

Luciano Leandro meminta anak asuhnya bermain maksimal. Kemenangan pada laga perdana menjadi target timnya untuk membuka peluang lolos ke babak berikutnya. “Kami meminta para pemain, mengerahkan kemampuan 100 persen menghadapi PSIS,” ungkap Luciano Leandro.

Mutiara Hitam tidak mengkhawatirkan soal hasil akhir namun yang terpenting pemain harus bermain maksimal di lapangan. Persipura Jayapura juga diselimuti kepercayaan diri yang cukup setelah menang telak 4-0 atas Persijap Jepara dalam sebuah uji coba.

“Kami menatap laga melawan PSIS ini, dengan optimistis. Soal hasil dilihat nanti, yang terpenting pemain maksimal bermain di lapangan,” imbuh mantan pelatih PSM Makassar itu.

3 dari 3 halaman

Prakiraan Susunan Pemain

PSIS Semarang (4-3-3): Joko Ribowo (kiper); Soni Setiawan, Wallace Costa, Rio Saputra, Ganjar Mukti (belakang); Ibrahim Conteh, Arthur Bonai, Septian David Maulana (tengah); Bayu Nugroho, Claudio Marini, Hari Nur Yulianto (depan).

Pelatih: Jafri Sastra.

Persipura Jayapura (4-3-3): Panggih Sambodo (kiper); Yustinus Pae, Yohanis Tjoe, Andre Ribeiro, Valentino Telaubun (belakang); Imanuel Wanggai, Muhammad Tahir, Wallacer de Andrade (tengah); Boaz Solossa, Luis Carlos Rocha da Silva, Gunansar Mandowen (depan).

Pelatih: Luciano Leandro.

Sumber Bola.com

Panas Politisasi Andi Arief Terjerat Narkoba

JakartaPresiden Joko Widodo (Jokowi) diseret ke pusaran kasus narkoba yang menjerat kader Partai Demokrat (PD) Andi Arief. Adalah duo Waketum Gerindra, Arief Poyuono dan Fadli Zon yang menyeret Jokowi.

Dimulai dari Poyuono. Dia menyalahkan pemerintah Presiden Joko Widodo. Menurut Poyuono, peredaran narkoba di era Jokowi semakin banyak.

“Andi Arief cuma jadi korban kegagalan pemerintah Joko Widodo dalam pemberantasan narkoba di Indonesia,” ungkap Arief Poyuono kepada wartawan, Senin (4/3/2019).

Setelah Poyuono, giliran Fadli yang menyalahkan pemerintahan Jokowi. Menurut politikus yang juga Wakil Ketua DPR itu, peristiwa terungkapnya kasus narkoba Andi Arief harus menjadi bahan introspeksi pemerintah.

“Tentu kita sangat prihatin ya dan kita menyerahkan ini pada proses. Saya kira kita harus melihat pada perspektif yang lebih besar bahwa narkoba ini sudah masuk ke semua lini, mulai dari elite sampai rakyat, mulai dari tua sampai yang muda, bahkan sampai anak-anak,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Andi Arief.Andi Arief. Foto: dok. Istimewa

Fadli menilai penyalahgunaan narkoba di Indonesia saat ini meningkat tajam. Ia menyebut pemerintah gagal menangani persoalan narkoba. Fadli pun mengatakan Andi Arief merupakan salah satu contoh korban tersebut.

“Ini situasi yang membahayakan. Pemerintah harus introspeksi ya, pengguna narkoba ini dalam empat-lima tahun ini meningkat tajam, bukan menurun. Artinya, pemerintah sekarang menurut saya gagal dalam menangani persoalan narkoba karena kita lihat jumlah temuannya semakin fantastis,” tuturnya.

“Ada yang sampai ton ada yang sampai berkilo-kilogram ya. Jadi apa yang terjadi pada Saudara Andi Arief mungkin dia merupakan korban dari berbagai macam derasnya masuknya narkoba ke Indonesia,” imbuh Fadli.

Sikap Poyuono dan Fadli yang menyalahkan pemerintahan Jokowi direspons pihak Jokowi, baik dari Tim Kampanye Nasional (TKN), Kantor Staf Presiden (KSP), bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding misalnya. Dia meminta agar kasus Andi Arief tidak dibawa ke ranah politik.

“Pemerintah tegas perangi narkoba, jangan politisasi penangkapan Andi Arief. Saya yakin polisi bekerja profesional berdasarkan bukti yang ada. Narkoba adalah musuh kita bersama dan polisi punya tugas untuk menyelamatkan bangsa ini dari kasus narkoba,” ungkap Karding kepada wartawan.

Kemudian pembelaan dari JK. Dia mengatakan fakta penangkapan Andi Arief terkait narkoba harus diakui. JK menegaskan bahwa kasus Andi Arief murni masalah hukum.

“Itu kan permainan kata-kata saja. Masing-masing itu membela pihaknya. Tapi yang jelas yang tidak dapat dibantah Andi Arief ditangkap, sudah. Itu kan masalah hukum, jangan salah-salahin lagi pemerintah,” kata JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (5/3).

Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin juga angkat bicara. Ngabalin mempertanyakan logika orang-orang yang menyalahkan Jokowi dalam kasus narkoba Andi Arief.

“Coba antum (kalian) bayangkan, dia (Andi Arief) yang melakukan pelanggaran, dia yang pergi bersenang-senang, ujung-ujungnya kok Jokowi yang salah. Di mana logikanya orang (itu),” ujar Ngabalin di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/3).

Lain hal dengan respons anggota TKN Jokowi-Ma’ruf, Inas Nasrullah Zubir. Politikus Hanura itu menyeret Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke pusaran kasus narkoba Andi Arief.

Awalnya Inas ‘merangkum’ pernyataan elite Demokrat yang mengaku kaget Andi Arief terjerat narkoba. Sebab, menurut elite Demokrat, perilaku Andi Arief selama ini jauh dari kesan pemakai narkoba.

“Kalau kita mencermati komentar dari internal Partai Demokrat yang meyakini bahwa Andi Arief selama ini tidak pernah menunjukkan perilaku yang menyimpang, apalagi sebagai pecandu narkoba,” tutur Inas.

Saat inilah Inas menyeret BPN Prabowo-Sandiaga. Dia mempertanyakan mengapa Andi Arief justru terjerat kasus narkoba setelah bergaul dengan BPN.

“Maka menjadi tanda tanya besar yang harus dijawab oleh Arief Poyuono, mengapa setelah bergaul dengan BPN dan Prabowo, Sandi, justru Andi Arief berubah perilaku menjadi pengguna narkoba? Ada apakah gerangan?” ujar anggota Komisi VI DPR ini.

BPN juga tak mau diseret ke kasus Andi Arief. Timses capres-cawapres nomor urut 02 itu balik ‘menyerang’.

“Lebih baik Pak Inas tanya saja ke caleg yang diduga bandar dengan bukti 105 kg sabu, apa dia jadi bandar setelah bergaul dengan rekan sekubunya,” kata Juru Bicara Direktorat Advokasi BPN, Habiburokhman, Selasa (5/3).

(zak/gbr)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

4 Bintang MU Bisa Didapat Gratis Pada Bursa Transfer Musim Panas

Liputan6.com, Manchester – Manchester United (MU) telah memberikan kontrak baru kepada para pemainnya, seperti Phil Jones, Chris Smalling, hingga Anthony Martial. Kendati demikian, pekerjaan manajemen Setan Merah masih belum beres, masih ada banyak pemain MU yang kontraknya bakal habis pada Juni 2019.

Seperti David Ge Gea misalnya. Kontrak kiper MU asal Spanyol itu akan berakhir pada 30 Juni 2019, tapi sikap manajemen soal De Gea sudah jelas, memperpanjang kontraknya.

Sejauh ini, MU sudah sangat intensif melakukan negosiasi perpanjangan kontrak dengan De Gea, yang bergabung di Old Trafford sejak 1 Juli 2011.

Manajemen MU tentunya tidak mau kehilangan kiper berusia 28 tahun tersebut. Sebab, De Gea merupakan pemain penting Setan Merah.

Buktinya, dari 350 pertandingan bersama Setan Merah di semua kompetisi, De Gea berhasil mencatatkan 128 clean sheet, 100 di antaranya di ajang Liga Inggris.

Namun berbeda dengan De Gea, ada empat pemain MU lain yang bisa didapat secara gratis pada bursa transfer musim panas mendatang. Siapa saja?


2 dari 5 halaman

Antonio Valencia

Kapten MU, Antonio Valencia memiliki kontrak tersisa di Old Trafford hingga 1 Juni 2019. Meski berstatus sebagai kapten Setan Merah, manajer Ole Gunnar Solskjaer pesimistis soal masa depan Valencia.

Sebabnya, pria berusia 33 tahun itu masih mengalami cedera ligamen yang diprediksi bakal sembuh 100 persen pada 17 Maret 2019. Selain itu, MU juga sudah meperpanjang kontrak Ashley Young, yang kini berada di pos bek kanan.

Valencia sendiri sudah satu dekade memperkuat Setan Merah. Bek kanan asal Ekuador itu bisa mendapat kontrak baru asal bisa kembali 100 persen ke performa terbaiknya. Namun bila tidak, MU bakal melepasnya dengan gratis. 

3 dari 5 halaman

Juan Mata

Gelandang mungil asal Spanyol, Juan Mata juga belum mendapat kontrak baru dari manajemen Setan Merah. Padahal, masa baktinya bakal berakhir pada akhir musim ini.

Manajemen masih ingin melihat perkembangan Juan Mata yang saat ini masih cedera hamstring dan belum diketahui berapa lama bakal absen. Dia mengalami cedera tersebut saat melawan Liverpool, 24 Februari lalu.

Bila tak diperpanjang MU, gelandang berusia 30 tahun tersebut bakal pulang kampung. Raksasa Spanyol, Barcelona siap menampungnya.

4 dari 5 halaman

Matteo Darmian

Bek kanan MU, Matteo Darmian juga bisa meninggalkan Old Trafford secara gratis pada bursa transfer musim panas mendatang. Hingga kini, Darmian belum mendapat sinyal bakal mendapat kontrak baru dari Setan Merah.

Setan Merah sendiri punya banyak stok bek kanan, Diogo Dalot dan Ashley Young. Kondisi ini membuat Darmian bisa saja meninggalkan Setan Merah.

Klub Italia, Juventus sudah lama mengincar bek asal Italia tersebut. Bukan tidak mungkin saat kontrak Darmian habis pada 30 Juni 2019, Juventus bisa mendapatkannya secara gratis.

5 dari 5 halaman

Andreas Pereira

Andreas Pereira mencetak gol indah saat MU menang 3-2 atas Southampton di Old Trafford dalam lanjutan Liga Inggris, akhir pekan lalu. Namun, masa depan Pereira di Old Trafford masih tanda tanya, sebab kontraknya habis pada 30 Juni 2019.

Gelandang berusia 23 tahun itu bukan pilihan utama dalam skuat Setan Merah. Pereira baru mendapatkan kesempatan bermain setelah dua gelandang MU, Ander Herrera dan Nemanja Matic mengalami cedera.

Bila tak disodorkan kontrak baru oleh Setan Merah, Pereira tak bakal pusing. Pria asal Spanyol itu sudah diincar dua klub London, Arsenal dan Chelsea pada bursa transfer musim panas nanti.

Saksikan video menarik berikut ini:

Jansen Vs Inas Debat Panas Soal Delay Pesawat, Kamu Setuju Pendapat Siapa?

Jakarta – Elite politik berdebat panas soal delay pesawat. Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Jansen Sitandaon, yang notabene dari kubu BPN Prabowo-Sandi, lewat media sosial, mengkritik delay pesawat dan mengaitkannya dengan pemerintah. Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah, yang berafiliasi dengan TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, mengkritik balik Jansen.

Kritik Jansen bermula dari penerbangannya yang tertunda pada Minggu (3/3) lalu. Oleh karena penerbangannya itu tertunda, dia mengatakan agendanya jadi berantakan.

“Hancurrrrr luluh lantak agendaku dibuat Sriwijaya.. Ketimbang emosi di bandara ini bagus viralkan saja biar bisa jadi perbaikan ke depannya. Niat ambil penerbangan paling pagi jam 6, malah jadi delay 3,5 jam! Hancur semua kegiatan di Dairi, dll,” tulis Jansen di Twitter (perkataan Jansen disesuaikan dengan cuitannya).

“Sriwijaya sudah diambil alih Garuda, sudah perusahaan pelat merah ini. Jadi Bu Rini Suwandi, tolong lihat ini, saya minta menteri BUMN lihat ini, direktur utama Garuda lihat ini. Kalau perlu Pak Jokowi, lihat ini Pak Jokowi!. Jangan dianggap karena saya oposisi kemudian saya dianggap cari cari persoalan. Tidak, ini fakta,” imbuhnya.
Inas pun menyambut kritik itu. Dia menilai Jansen berlebihan dan membandingkannya dengan Gibran Rakabuming, putra sulung Jokowi yang juga pernah jadi korban delay pesawat.

“Saya teringat dengan kisah anak Presiden yang namanya Gibran, di mana dia pernah mengalamai delay dengan pesawat Citilink dan bahkan kehujanan pula, tapi apakah Gibran menggerutu dan menyalahkan Rini Soemarno (Menteri BUMN)? Ternyata tidak! Dia diam dalam dinginnya air hujan dan menerima peristiwa ini dan tidak menggerutu di sosial media,” kata anggota Tim Penugasan Khusus TKN Jokowi-Ma’ruf, Inas Nasrullah Zubir, Senin (4/3/2019).

Inas lantas mengaitkan peristiwa tersebut dengan dukungan Jansen terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dia menyebut kesalahan atau suatu gangguan bisa dibiaskan sesuka hati seperti halnya Jansen yang menyebut nama Jokowi saat mengalami delay pesawat.

“Logical fallacy menjadi ciri khas kubu Prabowo Subianto, termasuk Prabowo-nya sendiri, di mana suatu kesalahan atau gangguan bisa dibiaskan sesuka hati mereka, contohnya Jansen ini yang mengaitkan delay-nya pesawat Sriwijaya kepada Mentri BUMN, Rini Soemarno dan juga kepada Presiden Jokowi,” tutur Inas.

“Jika logika Jansen tidak sesat, tentunya akan memandang delay tersebut secara lebih sehat, karena bisa saja pesawat di delay, salah satu penyebabnya adalah demi keselamatan penumpang itu sendiri, lalu apakah Jansen tidak mau diperhatikan keselamatannya?” sambung Inas.

Jansen membalas kritik itu. Dia menegaskan menyuarakan haknya sebagai konsumen untuk mengkritik pelayanan yang buruk.

“Yang logical fallacy, yang mengalami kesesatan berpikir itu Inas. Posisi saya ketika itu sebagai konsumen penerbangan. Namanya konsumen sah saja komplain jika ada pelayanan dirasa kurang baik. Yang bayar tiket saya, ngapain Inas yang menjerit-jerit kepanasan,” kata Jansen saat dihubungi, Senin (4/3/2019).

Ia mengatakan tak akan tinggal diam menghadapi keterlambatan penerbangan pesawat yang ditumpanginya. Menurut Jansen, tiap pelanggan memiliki hak untuk komplain.

“Kalau Inas mau mendiamkan dan bahkan membenarkan delay berjam-jam itu, ya silahkan saja. Kalau saya tidak. Saya akan bersuara. Mana tahu dengan suara saya yang tidak seberapa ini sedikit banyak bisa ada perbaikan dan perubahan ke depannya,” ucap anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu.

“Kalau kita terlambat sekian detik saja, tiket hangus. Kalau pihak penerbangan yang terlambat berjam-jam seperti kasus saya ini, apa mau kita diamkan saja? Tentu kita komplain dong untuk perbaikan ke depannya,” lanjut Jansen.
(tor/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Guguran Awan Panas Merapi Meluncur Sepanjang 2 Km ke Kali Gendol

Sleman – Gunung Merapi kembali mengalami guguran awan panas, pagi ini. Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM)Kaliurang, mencatat telah 7 kali guguran awan panas dalam kurun kurang dari satu jam, mengarah ke KaliGendol.

“Terjadi 7 kali awan panas guguran pagi tadi antara pukul 4.51-5.40 WIB,” kata Kepala Pos PGM Kaliurang, Sleman, Sunarta saat dihubungi detikcom, Sabtu (2/3/2019).

Rinciannya, guguran awan panas terjadi pada pukul 4.51, 4.54, 5.03, 5.07, 5.10 dengan jarak luncur maksimum 2 kilometer. Kemudian guguran awan panas kembali terjadi pada pukul 5.33 dan 5.40 dengan jarak luncur masing-masing 800 dan 900 meter.

“Dari CCTV teramati awan panas 7 kali ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 2 kilometer,” jelasnya.

Status Gunung Merapi masih Waspada (Level II), radius bahaya 3 kilometer dari puncak.


(mbr/mbr)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tiga Nama Masuk Bidikan MU di Bursa Transfer Musim Panas

Liputan6.com, Manchester – Performa Manchester United (MU ) terus menjulang bersama manajer Ole Gunnar Solksjaer. Saat ini, di Liga Inggris, mereka belum terkalahkan di 11 laga: sembilan kali menang dan dua kali imbang.

Namun begitu, mereka tampaknya sudah mulai merancang skuat untuk musim depan. Termasuk mendatangkan sejumlah pemain baru.

Belakangan, dikabarkan ada tiga nama baru dalam bidikan MU di bursa transfer musim panas. Ini merupakan kabar baru lantaran di bursa transfer Januari lalu, tak satu pemain pun mereka datangkan.

TalkSPORT merilis, setidaknya ada tiga nama yang kini dalam pantauan MU di bursa transfer musim depan. Mereka adalah Aaron Wan-Bissaka (Crystal Palace), Kalidou Koulibaly (Napoli), dan Ivan Rakitic (Barcelona).

Untuk mendatangkan ketiga pemain ini, manajemen MU dikabarkan telah menyiapkan dana yang tak sedikit. Diperkirakan mereka siap menggelontorkan uang lebih dari 170 juta pound sterling atau sekitar Rp 3,1 triliun!

2 dari 3 halaman

Wan-Bissaka Bisa Gantikan Valencia dan Young

Wan-Bissaka adalah bek kanan mudah Palace berusia 21 tahun. Kehadirannya di MU tentu akan sangat berguna.

Setidaknya, dia bisa jadi pelapis, atau bahkan pengganti Antonio Valencia atau Ashley Young, yang sudah berusia 33 tahun.Tak heran, harganya lumayan mahal, mencapai 40 juta pound.

Sedangkan Koulibaly merupakan seorang bek tengah yang tangguh. MU bahkan digosipkan sempat menawarkan uang tak kurang dari 95 juta pound kepada Lazio, sebelum memecat Jose Mourinho.

3 dari 3 halaman

Rakitic Ideal

Rakitic juga bisa menjadi pemain yang berguna bagi MU, jika jadi didatangkan. Kemampuannya dalam mengatur permainan tak perlu diragukan lagi.

Peluang MU pun relatif besar mengingat ada kabar Barcelona juga ingin melepas pemain asal Kroasia ini. Hanya memangm harganya pun lumayan mahal, sekitar 39 juta pound.

Saksikan video pilihan di bawah ini