Petinggi Wijaya Kusuma Emindo Dicecar Soal Suap Pejabat Kementerian PUPR

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelisik aliran dana suap yang diberikan kepada pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Hari ini, tim penyidik memeriksa 11 orang yang sebagian besar merupakan petinggi PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) dan PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP).

Kedua perusahaan tersebut diduga banyak menggarap proyek penyediaan air minum di sejumlah daerah.

KPK mengonfirmasi pengetahuan para saksi terkait dengan pekerjaan proyek yang dikerjakan tersangka dan aliran dana yang diketahui para saksi dalam kasus tersebut,” kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi Biro Humas KPK Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi, Jumat (22/2/2019).

Adapun 11 saksi yang diperiksa hari ini yakni Manajer Proyek PT WKE atau Direktur PT TSP Adi Dharma, dan Yohanes Susanto. Lalu ada Direktur PT WKE Untung Wahyudi, Direktur PT WKE Dwi Priyanto Siswoyudo, Dirut PT WKE Budi Suharto, dan Direktur Proyek PT WKE Yuliana Enganita Dibyo.

Kemudian Direktur Keuangan PT WKE, Lily Sundarsih, dan Direktur PT TSP Irene Irma. Selain itu, terdapat nama karyawan PT WKE Jemi Paundanan dan Bagian Keuangan PT WKE Michael Andri Wibowo serta seorang swasta bernama Gatot Prayogo.

2 dari 2 halaman

8 Tersangka

Dalam kasus ini, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus dugaan suap ‎terhadap pejabat Kementeriaan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2017-2018.

Delapan tersangka tersebut yakni, ‎Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (PT WKE) Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih Wahyudi, Direktur Utama PT Tashida Sejahtera Perkasa (PT TSP) Irene Irma, dan Direktur PT TSP, Yuliana Enganita Dibyo. Keempatnya diduga sebagai pihak pemberi suap.

Sedangkan sebagai penerima suap, KPK menjerat empat pejabat Kementerian PUPR, yakni Kepala Satuan Kerja (Satker) SPAM Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah, Kepala Satker SPAM Darurat Teuku Moch Nazar, serta PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

Diduga, empat pejabat Kementerian PUPR menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan sistem SPAM tahun anggaran 2017-2018 di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1 dan Katulampa. Dua proyek lainnya adalah pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan daerah bencana Donggala, Palu, Sulawesi Tengah.


Saksikan video pilihan berikut ini:

detikcom Laporkan Dugaan Penganiayaan Jurnalisnya di Munajar 212 ke Polisi

Liputan6.com, Jakarta Polres Metro Jakarta Pusat telah menerima laporan dugaan persekusi terhadap wartawan detikcom, Satria Kusuma. 

Satria melaporkan kejadian tersebut pada Jumat (22/2/2019) pukul 00.15. Laporan tersebut teregister dalam nomor laporan 358/K/II/2019/ Resto Jakpus tanggal 22 Februari 2019.

“Iya sudah ada laporan masuk hari ini. Perkara yang dilaporkan adalah bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau barang,” kata Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Purwadi, saat dikonfirmasi, Jumat (22/2/2019).

Purwadi mengatakan, saat ini pihak terlapor atau pelaku persekusi terhadap Satria masih dalam penyelidikan.

“Saat ini pelaku masih dalam penyelidikan,” katanya.

Sementara itu, dalam keterangan resmi tertulis, detikcom mengutuk keras aksi kekerasan yang menimpa wartawannya. Langkah hukum dilakukan agar ke depan kejadian serupa menimpa para jurnalis.

“Detikcom mengutuk keras kekerasan terhadap jurnalis dan upaya menghalangi peliputan jelas melanggar Undang-undang Pers, terutama Pasal 4 tentang kemerdekaan pers. Detik.com adalah media yang independen, objektif, dan berimbang dan mendukung penuh perjuangan terhadap kebebasan pers,” pernyataan detikcom dalam keterangannya.

Terpisah, Pemimpin Redaksi detikcom sekaligus Direktur Konten, Alfito Deannova Ginting, melalui pesan singkat mengatakan pihaknya sudah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut semalam.

2 dari 2 halaman

Kronologi Dugaan Penganiayaan

Berikut kronologi lengkap Detikcom tentang dugaan persekusi wartawan yang dimuat dalam laman resminya:

“Wartawan detikcom atas nama Satria Kusuma mengalami penganiayaan dan kekerasan saat sedang menjalankan tugas jurnalistik. Kejadian itu berlangsung saat Satria sedang meliput acara Malam Munajat 212, Kamis (21/2/2019) di Monas.

Sekitar pukul 20.30, terjadi kericuhan yang posisinya di dekat pintu keluar VIP, arah bundaran patung Arjuna Wiwaha. Menurut informasi yang beredar, kala itu ada seorang copet yang tertangkap.

Satria pun langsung mengabadikan momen itu dengan kamera ponsel. Satria tidak sendirian. Saat itu ada wartawan lain yang juga merekam peristiwa tersebut.

Pada saat merekam video itulah Satria dipiting dan kedua tangannya dipegangi. Mereka meminta Satria menghapus video yang sudah direkamnya. Karena dipaksa sedemikian rupa dan jumlah orang yang berkerumun semakin banyak, Satria akhirnya setuju rekaman video itu dihapus.

Satria lalu dibawa ke ruangan VIP mereka. Di dalam tenda tersebut, intimidasi terus berlanjut. Adu mulut terjadi lagi saat mereka meminta ID card Satria buat difoto. Tapi Satria bertahan, memilih sekadar menunjukkan ID card dan tanpa bisa difoto.

Dalam ruangan yang dikerumuni belasan–atau mungkin puluhan–orang berpakaian putih-putih tersebut, Satria juga sempat dipukul dan diminta berjongkok. Tak sampai di situ, mereka yang tahu Satria adalah wartawan detikcom juga sempat melakukan tindakan intimidatif dalam bentuk verbal.

Singkat cerita, ketegangan sedikit mereda saat Satria bilang pernah membuat liputan FPI saat membantu korban bencana Palu. Begitu pun saat mereka mengetahui benar-benar bahwa Satria bukan wartawan ‘bodrex’. Pun mereka juga tahu bahwa Satria sudah berkomitmen akan menghapus semua video di ponselnya.

Satria dilepas setelah diajak berdiskusi dengan salah satu dari mereka, yang mengaku sebagai pihak keamanan Malam Munajat 212 dan mereka kebetulan sesama orang Bogor. Namun jaminannya bukan ID card dan KTP yang diberikan, melainkan kartu pelajar. Satria pun dilepas dan kembali menuju kantor.

Terkait tindak kekerasan dan penghalangan kerja jurnalistik ini, detikcom melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Dengan harapan kejadian serupa tidak terjadi terhadap wartawan lain yang sedang menjalankan fungsi jurnalistik.

detikcom mengutuk keras kekerasan terhadap jurnalis dan upaya menghalangi peliputan jelas melanggar UU Pers, terutama Pasal 4 tentang kemerdekaan pers. detikcom adalah media yang independen, objektif, dan berimbang dan mendukung penuh perjuangan terhadap kebebasan pers.”

Reporter: Ronald

Detikcom Beber Kronologi Dugaan Persekusi Wartawannya di Munajat 212

Liputan6.com, Jakarta – Acara Munajat 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Februari 2019 menyisakan cerita. Sejumlah wartawan dikabarkan mengalami persekusi.

Persekusi diduga dilakukan sejumlah massa yang menggunakan atribut Front Pembela Islam (FPI) pada Kamis malam tersebut. Wartawan dari CNN Indonesia TV dan Detikcom diduga menjadi korban persekusi.

Detikcom memberikan konfirmasi terkait kebenaran karyawannya bernama Satria Kusuma yang mengalami persekusi.

Melalui laman resminya, Detikcom menjelaskan kejadian bermula saat Satria mengabadikan momen saat ada copet yang tertangkap.

Satria yang juga bersama wartawan lain, diminta untuk menghapus rekaman video yang diambilnya. Karena massa banyak, Satria menghapus video tersebut.

Namun kejadian tak berhenti sampai di situ. Satria justru digiring dibawa ke tenda VIP mereka. Di dalam tenda VIP tersebutlah diduga persekusi terhadap Satria semakin menjadi.

Ia sempat dipukul dan diminta berjongkok. Tak sampai di situ, mereka yang menggunanakan pakaian serba putih itu tahu jika Satria adalah wartawan detikcom, sehingga tindakan intimidatif dalam bentuk verbal pun terjadi.

Berikut kronologi lengkap Detikcom tentang dugaan persekusi wartawan yang dimuat dalam laman resminya:

Wartawan detikcom atas nama Satria Kusuma mengalami penganiayaan dan kekerasan saat sedang menjalankan tugas jurnalistik. Kejadian itu berlangsung saat Satria sedang meliput acara Malam Munajat 212, Kamis (21/2/2019) di Monas.

Sekitar pukul 20.30, terjadi kericuhan yang posisinya di dekat pintu keluar VIP, arah bundaran patung Arjuna Wiwaha. Menurut informasi yang beredar, kala itu ada seorang copet yang tertangkap.

Satria pun langsung mengabadikan momen itu dengan kamera ponsel. Satria tidak sendirian. Saat itu ada wartawan lain yang juga merekam peristiwa tersebut.

Pada saat merekam video itulah Satria dipiting dan kedua tangannya dipegangi. Mereka meminta Satria menghapus video yang sudah direkamnya. Karena dipaksa sedemikian rupa dan jumlah orang yang berkerumun semakin banyak, Satria akhirnya setuju rekaman video itu dihapus.

Satria lalu dibawa ke ruangan VIP mereka. Di dalam tenda tersebut, intimidasi terus berlanjut. Adu mulut terjadi lagi saat mereka meminta ID card Satria buat difoto. Tapi Satria bertahan, memilih sekadar menunjukkan ID card dan tanpa bisa difoto.

Dalam ruangan yang dikerumuni belasan–atau mungkin puluhan–orang berpakaian putih-putih tersebut, Satria juga sempat dipukul dan diminta berjongkok. Tak sampai di situ, mereka yang tahu Satria adalah wartawan detikcom juga sempat melakukan tindakan intimidatif dalam bentuk verbal.

Singkat cerita, ketegangan sedikit mereda saat Satria bilang pernah membuat liputan FPI saat membantu korban bencana Palu. Begitu pun saat mereka mengetahui benar-benar bahwa Satria bukan wartawan ‘bodrex’. Pun mereka juga tahu bahwa Satria sudah berkomitmen akan menghapus semua video di ponselnya.

Satria dilepas setelah diajak berdiskusi dengan salah satu dari mereka, yang mengaku sebagai pihak keamanan Malam Munajat 212 dan mereka kebetulan sesama orang Bogor. Namun jaminannya bukan ID card dan KTP yang diberikan, melainkan kartu pelajar. Satria pun dilepas dan kembali menuju kantor.

Terkait tindak kekerasan dan penghalangan kerja jurnalistik ini, detikcom melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Dengan harapan kejadian serupa tidak terjadi terhadap wartawan lain yang sedang menjalankan fungsi jurnalistik.

detikcom mengutuk keras kekerasan terhadap jurnalis dan upaya menghalangi peliputan jelas melanggar UU Pers, terutama Pasal 4 tentang kemerdekaan pers. detikcom adalah media yang independen, objektif, dan berimbang dan mendukung penuh perjuangan terhadap kebebasan pers.

2 dari 3 halaman

Wartawan CNN Indonesia TV

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Jumat (22/2/2019) Koordinator Liputan (Korlip) CNN Indonesia TV Joni Aswira yang saat kejadian berada di lokasi menjelaskan, malam itu belasan jurnalis dari media berkumpul di sekitar pintu masuk VIP dekat panggung acara. Mereka menunggu sejumlah narasumber untuk melakukan wawancara.

Namun pada pukul 21.00 WIB, terjadi keributan di tengah suara selawatan. Diduga ada pencopet yang ditangkap oleh sejumlah massa. Mendadak sontak kejadian itu memancing para jurnalis mendekati lokasi kejadian, termasuk pewarta foto CNN Indonesia TV.

Menurut pengakuan Joni, kamera jurnalis cukup mencolok, sehingga menjadi bahan buruan beberapa orang. Mereka mengintervensi wartawan foto tersebut untuk segera menghapus gambar kericuhan yang sempat tertangkap.

“Kalian dari media mana? Dibayar berapa? Kalau rekam yang bagus-bagus saja, yang jelek enggak usah,” ucap Joni menirukan oknum massa, Jumat (22/02/2019).

Joni melanjutkan, nasib serupa dialami wartawan Detikcom saat sedang merekam kericuhan. Massa menyuruhnya menghapus gambar, tapi wartawan itu tak mau memberikan ponselnya.

“Massa kemudian menggiring wartawan Detikcom ke dalam tenda VIP sendirian. Meski telah mengaku sebagai wartawan, mereka tetap tak peduli. Di sana, dia juga dipukul dan dicakar, selain dipaksa jongkok di tengah kepungan belasan orang,” ucap dia.

Jurnalis CNNIndonesia yang meliput di lokasi kejadian ikut menjadi saksi kekerasan tersebut. Sementara jurnalis Suara yang berusaha melerai kekerasan dan intimidasi itu terpaksa kehilangan ponselnya.

Koordinaror Humas Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin menampik adanya penganiayaan terhadap wartawan. Namun, dia membenarkan ada pencopet yang diamankan oleh massa.

“Enggak ada. Namanya kan ada copet, jadi laskar (massa) tuh ngamanin semuanya, semuanya diamanin. Kan, kita enggak tahu mana beneran wartawan mana bukan, takutnya kan cuma ngaku aja. Makanya diamanin,” katanya.

Novel juga menjelaskan, pada saat kejadian, tak terlihat tanda pengenal yang diduga wartawan tersebut. Namun, setelah diketahui kalau itu wartawan, pihaknya langsung melepasnya.

“Nah, itu enggak ada. Enggak dipakai. Pas diamanin, terus ditanya-tanya ya kita lepas pas tahu itu wartawan,” ucapnya memungkasi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Puan Sebut Jokowi sebagai Pekerja Keras

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan Joko Widodo atau Jokowi merupakan sosok pekerja keras. Bahkan, pada hari libur pun, Jokowi masih menjalankan tugasnya sebagai Presiden.

“Faktanya, Pak Jokowi itu senang berkerja dan tidak pernah istirahat, bahkan hari libur beliau diisi dengan kerja,” kata Puan saat berbicara di depan sukarelawan milenial yang tergabung dalam #inikerjaku di Jakarta, Kamis 21 Februari 2019 malam.

Bahkan, lanjut dia, Jokowi menolak ketika ada usulan tentang family gathering bersama menteri Kabinet Kerja jelang akhir pemerintahannya.

“Pak Jokowi bilang tidak mau, rakyat belum sejahtera, kerja belum selesai,” kata Puan seperti dilansir Antara.

Puan melihat seluruh dedikasi Jokowi disumbangkan bagi masyarakat dan negara.

Kerja keras Jokowi juga terlihat ketika meninjau gempa di Poso dan Palu Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu, beliau tidak segan-segan berjalan ke lokasi reruntuhan Hotel Roa Roa tanpa menggunakan masker. Padahal, ketika itu masih banyak jenazah yang belum berhasil dievakuasi.

Jokowijuga berjalan langsung ke lokasi perumahan yang tenggelam akibat likueaksi untuk memberikan arahan meskipun saat itu kondisi tanahnya masih labil. “Beliau itu tidak bisa lama-lama berdiam diri. Misalnya, setelah kegiatan dan beristirahat 1 jam, pasti akan bertanya setelah ini ke mana, mau apa, dan lain sebagainya,” jelas Puan.

2 dari 3 halaman

Soal Ini Kerjaku

Puan menjelaskan hal itu dalam diskusi bertajuk, Human Development: Empowering Women in Today’s Society menghadirkan pembicara perempuan, di antaranya pengusaha muda Helga Angelina, ahli kecantikan Anggie Rasly, pilot pesawat udara Athira Farina, dan pembalap speed off road Liana Jhonlin.

Puan juga mengungkapkan selama pemerintahan Presiden Joko Widodo, wanita banyak memegang peranan penting. Tidak saja di dalam kabinet kerja, tetapi juga di politik, BUMN, dan lain sebagainya.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Rosan Roeslani yang juga pendiri #inikerjaku mengatakan, hadirnya lima pembicara wanita untuk memberikan inspirasi bagi tim sukarelawan, terutama dari kalangan perempuan.

“Wadah ini sudah tujuh kali menggelar kegiatan yang diselenggarakan setiap hari Kamis malam dengan menghadirkan tokoh-tokoh terkenal, ditujukan untuk menggaet pemilih yang masih ragu (swing voter),” kata Rosan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Timnas Indonesia U-22 Janji Mati-matian Lawan Kamboja

Jakarta – Gelandang Timnas Indonesia U-22 Witan Sulaeman menyesalkan kegagalan mengalahkan Malaysia pada laga Grup B Piala AFF 2019. Harus puas bermain 2-2, dia menilai timnas harus mengalahkan Kamboja pada laga terakhir.

Timnas Indonesia U-22 sempat unggul lebih dulu melalui gol Marinus Wanewar (52’). Namun, Malaysia U-22 berhasil mencetak gol penyeimbang melalui aksi Nik Akif (62’). 

Witan Sulaeman yang masuk dari bangku cadangan kemudian menciptakan harapan buat Timnas Indonesia U-22 setelah mencetak gol pada menit ke-76. Sayang, Malaysia U-22 berhasil mencetak gol penyeimbang empat menit sebelum waktu normal berakhir.

Gol tersebut menjadi yang pertama buat Witan bersama Timnas Indonesia U-22. Witan mengaku bahagia bisa mencetak gol, namun kecewa dengan raihan hasil imbang kontra Malaysia U-22.

“Alhamdulillah senang bisa mencetak gol. Apalagi, ini merupakan gol pertama saya bersama Timnas Indonesia U-22. Semoga ke depannya saya bisa lebih baik lagi,” kata Witan setelah pertandingan.

“Sayangnya kami tidak bisa mendapatkan tiga poin. Akan tetapi, saya dan teman-teman sekarang akan langsung fokus melawan Kamboja dan harus memberikan lebih dari 100 persen karena mau tidak mau kami harus menang,” tegas pemain asal Palu itu.

Tambahan satu poin membuat Timnas Indonesia U-22 tetap di posisi kedua klasemen sementara Grup B Piala AFF 2019 dengan jumlah 2 angka. Pasukan Indra Sjafri masih punya peluang lolos ke semifinal jika mampu meraih kemenangan pada laga pamungkas kontra Kamboja U-22, Jumat (22/2/2019).


Sumber: Bola.com



Yayasan Allianz Peduli Galang Dana untuk Korban Bencana Lewat Lifechanger Concert

Liputan6.com, Jakarta – Yayasan Allianz Peduli menggelar sebuah konser amal untuk para korban bencana alam. Konser tersebut bertajuk Lifechanger Concert.

Lifechanger Concert terselenggara atas kerjasama Yayasan Allianz Peduli dengan Industri Jasa Keuangan yang berada di bawah naungan OJK serta didukung oleh karyawan-karyawan dan tenaga pemasar Allianz Indonesia.

Dalam Lifechanger Concert, sederet nama besar artis akan turut meramaikan dan berkontribusi untuk menggalang dana. Hal itu disampaikan oleh Dewi Gontha selaku President Director Java Festival Production.

“Ada Harvey Malaiholo, Vina Panduwinata, Endah N’ Rhesa, Andra Ramadhan, Dedi Lisan, Ardito Pramono, terus ada beberapa lagi yang lainnya kita belom boleh rilis,” kata Dewi Gontha di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019).

2 dari 3 halaman

Hasil

Nantinya, hasil penggalangan dana dari Lifetime Concert akan disalurkan untuk para korban bencana alam di beberapa tempat di Indonesia seperti di Lombok, Palu, Donggala, Sigi, dan area sekitar Selat Sunda yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.

“(Pendapatan) semuanya ke mereka, 100%. Cuman tampa mengurangi kewajiban terhadap pemerintah ya, jadi tetep ada pajak hiburan,” tegas Dewi Gontha.

3 dari 3 halaman

Tiket

Bagi masyarakat yang ingin berkontribusi untuk korban bencana tersebut sekaligus menikmati konsernya, cukup merogoh kocek senilai Rp 350 ribu.

“Harga tiket (kategori) biasa Rp 350 ribu, kalau yang VIP bisa dapet makan, tempatnya beda, itu Rp 1 juta,” jelas Dewi Gontha.

Lifechanger Concert akan digelar bertepatan dengan Hari Musik Nasional, yaitu 9 Maret 2019, di Allianz Ecopark, Ancol, Jakarta Utara, sejak pukul 15.00 WIB. 

Ani Yudhoyono: I Can Fight This Cancer!

JakartaAni Yudhoyono mengungkapkan divonis kanker darah (blood cancer) rasanya seperti ditimpa palu godam. Meski begitu, Ani Yudhoyono menguatkan diri dan menegaskan bahwa dia bisa melawan kanker tersebut.

“I can fight this Cancer. With strong supports from everyone in Indonesia and in the world. Thank you very much for your love and care, dear my husband and family. Bismillahirrahmanirrahim I can do this!” kata Ani Yudhoyono melalui akun Instagramnya @aniyudhoyono, Minggu (17/2/2019).

Bu Ani menuturkan dia dan keluarganya mencoba menerima kenyataan yang ada. Dia meyakini bahwa Tuhan telah menetapkan ujian kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
“Setelah hati saya, Bapak dan keluarga bisa mulai meresapi dan menerimanya, sadarlah saya bahwa Allah Yang Maha Kuasa akan menguji siapa saja hambanya yang dikehendaki. Kali ini saya yang dipilih. Alhamdulillah, baik dokter Singapura maupun Indonesia, berusaha memberikan yang terbaik untuk saya,” tutur Ani Yudhoyono.

Dalam Instagramnya tersebut, Ani juga mengunggah fotonya bersama sang suami yang juga presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. Tampak dalam foto tersebut Ani kelihatan seperti sedang mencatat sesuatu.

“Setiap hari saya mencatat pengobatan apa saja yang harus saya jalani, obat, suntikan kemo, transfusi darah dll. Saya jalani dengan tabah, tegar, penuh disiplin. Karena pengobatan itu, saya harus ketat, sementara “diisolasi” untuk menghindari penyakit lain masuk,” ungkap Ani.

Ani Yudhoyono saat ini dirawat di National University Hospital, Singapura, sejak 2 Februari 2019. Ibu Ani menjalani medical treatment di Singapura karena mengidap kanker darah.

Untaian doa mengalir deras untuk kesembuhan Ibu Ani. Sejumlah tokoh mulai dari PM Singapura Lee Hsien Loong hingga capres Prabowo Subianto juga sudah menjenguk Ibu Ani di rumah sakit.

View this post on Instagram

Menderita sakit, pasti pernah dialami oleh setiap orang, termasuk saya. Wajar saja.. Namun ketika dokter di Singapura menyatakan saya terkena Blood Cancer, rasanya seperti palu godam menimpa saya. Kaget, tak menyangka sama sekali. Rasanya tak ada riwayat dalam keluarga yang pernah terkena penyakit itu. Setelah hati saya, Bapak dan keluarga bisa mulai meresapi dan menerimanya, sadarlah saya bahwa Allah Yang Maha Kuasa akan menguji siapa saja hambanya yang dikehendaki. Kali ini saya yang dipilih. Alhamdulillah, baik dokter Singapura maupun Indonesia, berusaha memberikan yang terbaik untuk saya. Setiap hari saya mencatat pengobatan apa saja yang harus saya jalani, obat, suntikan kemo, transfusi darah dll. Saya jalani dengan tabah, tegar, penuh disiplin. Karena pengobatan itu, saya harus ketat, sementara “diisolasi” untuk menghindari penyakit lain masuk. I can fight this Cancer. With strong supports from everyone in Indonesia and in the world. Thank you very much for your love and care, dear my husband and family. Bismillahirrahmanirrahim I can do this! 🙏🏼😇💪🏻💙 Photo by @ruby_26

A post shared by Ani Yudhoyono (@aniyudhoyono) on Feb 16, 2019 at 8:51pm PST

(rna/tor) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pesawat Lion Air Rute Makassar-Palu Putar Balik, Apa Penyebabnya?

Liputan6.com, Jakarta – Pesawat Lion Air rute Makassar-Palu memutuskan putar balik setelah terbang kurang lebih 30 menit. Peristiwa ini terjadi pada Selasa 12 Februari 2019 lalu sekitar pukul 21.28 WITA.

Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan pesawat dengan nomor penerbangan JT-780 tengah mengangkut 149 penumpang. Pilot memutuskan memutar balik atau return to base karena suatu insiden yang mewajibkan teknisi melakukan pengecekan ulang di darat.

“Keputusan tersebut sudah sesuai prosedur operasional dikarenakan ada technical dan membutuhkan pengecekan pesawat di darat,” kata Danang dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Danang menambahkan pesawat kemudian mendarat secara normal di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin pukul 22.24 WITA. Sesaat setelah mendarat dan posisi pesawat sudah sempurna di landas parkir.

“Seluruh penumpang diarahkan dan dibawa menuju ruang tunggu keberangkatan, guna mendapatkan informasi lebih lanjut,” ucap Danang.

Saat itu juga, Lion Air melakukan pengembalian dana atau refund dan perubahan jadwal terbang atau reschedule sesuai dengan ketentuan.

Lion Air telah memberangkatkan kembali JT-780D pada 12 Februari 2019 pukul 23.35 Wita menggunakan pesawat lain, yakni Boeing 737-900ER registrasi PK-LGP, yang mengangkut tujuh kru beserta 136 penumpang.

“Pesawat sudah tiba di Palu pukul 00.35 Wita. Lion Air telah meminimalisir dampak yang timbul agar operasional Lion Air lainnya tidak terganggu. Pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LGY sudah dilakukan pemeriksaan dan perbaikan serta dinyatakan laik terbang,” ujar Danang.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di berikut ini:

Kasus Suap Proyek Air Minum, KPK Sita Duit Rp 11,2 Miliar

JakartaKPK menyita total duit Rp 11,2 miliar, SGD 23.100 dan USD 138.500 terkait dugaan suap proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) Kementerian PUPR. Uang itu disita sejak operasi tangkap tangan (OTT) hingga pengembalian dari 16 pejabat pembuat komitmen (PPK).

“Sampai dengan saat ini, penyidik telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah uang yang diduga mengalir pada sejumlah pejabat di Kementerian PUPR terkait proyek Sistem Penyediaan Air Minum baik dalam mata uang rupiah ataupun valuta asing, yaitu Rp 11,2 miliar, SGD 23.100 dan USD 138.500,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (13/2/2019).

Febri mengatakan, masih ada dugaan aliran dana lain ke sejumlah pejabat terkait SPAM. KPK mengimbau pihak yang menerima uang tersebut untuk mengembalikan ke KPK.

“KPK mengingatkan pada semua pihak yang pernah menerima aliran dana tersebut agar secara kooperatif mengembalikan pada KPK. Sikap kooperatif akan dihargai secara hukum,” katanya.

KPK menetapkan delapan tersangka dalam kasus ini. Mereka ialah Budi Suharto, Dirut PT WKE; Lily Sundarsih, Direktur PT WKE; Irene Irma, Direktur PT TSP; dan Yuliana Enganita Dibyo, Direktur PT TSP, yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Dugaan suap itu disebut KPK diterima dengan besaran yang bervariasi oleh empat orang pejabat pembuat komitmen (PPK) tiap proyek, yaitu:

1. Anggiat Partunggul Nahot Simaremare selaku Kepala Satker SPAM Strategis/ PPK SPAM Lampung diduga menerima Rp 350 juta dan USD 5.000 untuk pembangunan SPAM Lampung dan Rp 500 juta untuk pembangunan SPAM Umbulan 3 Jawa Timur
2.Meina Woro Kustinah selaku PPK SPAM Katulampa diduga menerima Rp 1,42 miliar dan SGD 22.100 untuk SPAM Katulampa
3.Teuku Moch Nazar selaku Kepala Satker SPAM Darurat diduga menerima Rp 2,9 miliar untuk pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan Donggala, Palu, Sulteng
4. Donny Sofyan Arifin selaku PPK SPAM Toba-1 diduga menerima Rp 170 juta untuk pembangunan SPAM Toba-1.

Namun dalam proses penyidikan, KPK menemukan indikasi ada 20 proyek juga terkait suap. KPK pun telah menerima pengembalian Rp 4,7 miliar dari 16 orang PPK.
(haf/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dramatis, Seorang Bayi Baru Lahir Diselamatkan dari Saluran Air

Johannesburg – Seorang bayi yang baru lahir ditemukan menangis di dalam saluran air di Durban, Afrika Selatan (Afsel). Bayi ini berhasil diselamatkan dalam proses penyelamatan dramatis selama empat jam.

Seperti dilansir CNN dan Associated Press, Rabu (13/2/2019), temuan bayi ini berawal saat seorang warga setempat mendengar suara tangisan bayi di dalam saluran air yang terbuat dari beton pada Senin (11/2) waktu setempat. Warga tersebut kemudian melaporkan hal ini kepada otoritas setempat.

Kepala Dinas Penyelamatan Durban, Garrith Jamieson, menyebut warga yang melapor itu sempat memeriksa ke dalam saluran air dan melihat sesosok bayi di dalamnya, namun tidak bisa mengevakuasinya sendiri.


Jamieson mengatakan, petugas penyelamat yang dikerahkan ke lokasi menggunakan alat pahatan dan palu untuk membongkar beton pada saluran air tersebut. Area sekitar saluran air digali untuk memudahkan operasi penyelamatan yang berlangsung nyaris selama empat jam.

Setelah berhasil ditemukan dan dievakuasi keluar dari saluran air, bayi perempuan itu diterbangkan ke Inkosi Albert Luthuli Hospital untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Video dramatis penyelamatan itu menunjukkan momen saat sang bayi dievakuasi keluar dari saluran air. Suara sorakan terdengar dari orang-orang yang menyaksikan penyelamatan itu.

Dokter spesialis trauma pada rumah sakit tersebut, Dr Timothy Hardcastle, mengungkapkan bahwa bayi itu mengalami hipotermia dan harus dijaga tetap hangat. Kendati demikian, kondisi kesehatannya memuaskan dengan hanya mengalami luka-luka ringan.

Saat ditemukan, bayi itu masih memiliki tali pusar yang menempel. Diyakini usia bayi itu antara satu hingga tiga hari. Oleh warga setempat, bayi perempuan itu diberi nama Sibanisethu yang berarti ‘Sinar Cahaya’.

Tidak diketahui pasti bagaimana bayi itu bisa berakhir di saluran air. Dinas Penyelamatan Durban menyatakan masih belum tahu secara jelas mengapa bayi ini ‘dibuang’ ke saluran air. Kepolisian setempat masih menyelidiki kasus ini.

(nvc/ita)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>