Polisi Telusuri Nama 21 Artis yang Diduga Terlibat Prostitusi Online

Surabaya – Usai menyebut enam artis yang terduga kuat terlibat prostitusi online, kini polisi kembali mengungkap inisial 21 artis yang diketahui ikut dalam bisnis pemuas nafsu tersebut. Siapa saja?

Sebelumnya, polisi memaparkan pengerucutan nama-nama ini tak didapat dengan asal. Namun, melalui pengakuan muncikari saat pemeriksaan.

Munculnya nama-nama ini juga tak langsung ditelan mentah, tetapi dilengkapi hasil penelusuran handphone para muncikari dengan memanfaatkan data rekam digital. Selain itu, polisi juga melengkapi data ini dengan riwayat transaksi melalui rekening pelanggan, masuk ke rekening muncikari hingga sampai ke tangan artis.


Dari berbagai upaya penyelidikan tersebut, awalnya polisi menyebut ada enam artis yang terduga kuat menawarkan bisnis esek-esek ini. Enam artis tersebut yakni Maulia Lestari, Baby Shu, Fatya Ginanjarsari, Riri Febrianti, Aldira Chena hingga Tiara Permatasari.

“Kemarin sudah ada enam yang sudah kami munculkan ada FA, BS, FG, AC, EP, TP dan RF,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat ditemui di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (21/1/2019).

Dari enam artis tersebut, polisi juga telah mengirim surat panggilan pemeriksaan. Namun, belum semuanya memenuhi panggilan penyidik. Menanggapi hal ini, Luki mengatakan akan melakukan panggilan kedua, hingga proses penjemputan paksa jika para artis tak kunjung hadir.

Sementara itu, usai ditangkapnya dua muncikari yakni Fitria dan Winindya, data polisi pun semakin kuat. Luki kembali memaparkan inisial beberapa artis yang terlibat. Total, ada 21 nama yang dibeber oleh jenderal dua bintang ini.

Tak hanya sekadar menyebut inisialnya saja, Luki menegaskan pihaknya segera mengirim surat pemanggilan kepada para artis. Namun, tak langsung dipanggil keseluruhannya. Hal ini akan dilakukan bertahap dengan memanggil empat hingga lima artis dalam tempo seminggu.

“Ini akan kami panggil secara berurut-urut kami perintahkan segera sehingga nanti kami beralih kepada kasus yang lain,” imbuh Luki.

Berikut inisial 21 artis yang diduga terlibat prostitusi online:

1. BJ
2. M
3. AM
4. UY
5. PP
6. TA
7. SN
8. WA
9. RP
10. M
11. EFD
12. AF
13. G
14. N
15. O
16. V
17. NZ
18. T
19. AKS
20. B
21. WH.
(iwd/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kasus Prostitusi Online, Polisi Sebut Artis VA Tak Datang Wajib Lapor

Liputan6.com, Surabaya – Artis VA yang telah menjadi tersangka terkait kasus prostitusi online, tidak memenuhi kewajibannya untuk wajib lapor pada Senin 21 Januari 2019. Kepolisian Daerah Jawa Timur pun siap menjemput paksa artis tersebut jika tak memenuhi janjinya datang pada Jumat 25 Januari 2019 nanti.

“Sesuai konfirmasi dari pengacaranya, VA dipastikan akan datang hari Jumat besok,” kata Kepala Kepolisian Daerah Jatim, Irjen Luki Hermawan di Mapolda Jatim, Senin.

Dia telah meminta penyidik melayangkan surat panggilan tersangka kedua terhadap VA. Namun jika yang bersangkutan tidak hadir lagi, maka akan dilakukan upaya jemput paksa.

“Nanti Jumat besok akan melayangkan panggilan tersangka VA, jika tidak hadir dipanggil lagi, dan kalau tidak hadir lagi maka terpaksa kami jemput paksa,” ujar Luki.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) secara resmi telah menetapkan artis VA sebagai tersangka kasus prostitusi online yang terjadi di Surabaya pada 5 Januari kemarin.

Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan menuturkan bahwa penetapan tersangka artis VA ini berdasarkan rekam jejak digital dari tersangka mucikari ES.

“Dari situ jelas ada foto dan video dan keterlibatan aktif VA dalam prostitusi online. Termasuk penyebaran foto dan video,” tutur Luki di Mapolda Jatim, Rabu 16 Januari 2019.

Dia menegaskan, penetapan artis VA sebagai tersangka itu juga sesuai dengan hasil gelar, dan berdasarkan pendapat dari beberapa ahli.

“Ada ahli pidana, ahli bahasa, ahli ITE dan ahli Kementerian Agama dan MUI dan beberapa bukti yang sangat mengaitkan dalam transasksi komunikasi ini sangat menguatkan saudari VA menjadi tersangka,” tambah Luki.

2 dari 3 halaman

Bukti

Dari hasil penyidikan, Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menemukan foto dan video mesum artis VA. Gambar tak senonoh itu ditemukan dalam ponsel milik mucikari ES. Fakta baru ini terungkap dari hasil penyelidikan digital forensik beberapa hari terakhir.

Selain foto pose telanjang, ada pula video tak pantas dan melanggar norma susila. Foto dan video itu dikirim ke mucikari agar user tertarik dan menggunakan jasa seks VA.

“Ini mungkin sesuatu yang baru dimana yang sebelumnya jadi saksi korban (dalam kasus prostitusi), bisa menjadi tersangka. Ini akan jadi yurisprudensi,” ujar Luki.

Pada perkara ini, VA dijerat Pasal 27 ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pasal itu berbunyi, ‘Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Seorang Suporter Diamankan Usai Paksa Masuk ke Kongres PSSI

Liputan6.com, Bali – Satu orang suporter diamankan saat menggelar aksi demonstrasi menuntut bersih-bersih di tubuh PSSI. Suporter yang mengenakan atribut Bonek itu bernama Mimit.

Namun, Mimit merupakan suporter pendukung Madura United, K-Conk. Mimit diamankan setelah merangsek memaksa masuk ke dalam arena Kongres Tahunan PSSI. Rekan-rekan mereka kemudian menuntut agar rekan mereka dilepaskan. “Lepaskan Mimit,” teriak mereka, Minggu (20/1/2019).

Suasana sempat tegang ketika mereka terus merangsek masuk ke dalam arena kongres. Namun, mereka dihadang oleh barikade polisi. Akhirnya mereka berdialog dengan Direktur Intelkam Polda Bali, Komisaris Besar Wahyu Suyitno. Kepada suporter, pihak kepolisian berjanji akan membebaskan Mimit sepanjang suporter tidak bertindak anarkis.

“Saya jamin Mimit akan kami lepaskan. Kalau perlu saya yang antar ke rumahnya,” kata Wahyu.

Namun, suporter tetap memaksa ingin masuk ke dalam arena untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. “Kami ingin masuk menyampaikan aspirasi secara langsung,” kata perwakilan suporter.

Wahyu tak memperkenankan mereka masuk ke dalam arena. Sebab, harus ada akses khusus untuk masuk ke dalam arena kongres PSSI. Bahkan, dirinya pun tak bisa masuk ke dalam arena kongres.

2 dari 2 halaman

Teruskan Aspirasi

Namun, Wahyu berjanji akan meneruskan aspirasi mereka kepada PSSI. “Bagaimana bapak bisa menyampaikan aspirasi kami, bapak sendiri tidak punya akses masuk,” teriak suporter.

“Saya bukan anggota Exco PSSI,” sahut Wahyu.

Lantaran dianggap telah cukup menyampaikan aspirasinya, Wahyu meminta mereka membubarkan diri. “Aspirasinya sudah kami tampung. Percayakan pada Pak Krishna Mukti (Ketua Satgas Mafia Bola). Sudah ada beberapa yang ditangkap 11 orang. Tersangka masih akan bertambah karena masih ada yang diperiksa. Kita tidak akan membiarkan masalah ini. Percayakan kepada Polri,” tutur Wahyu.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Mengenal Sosok Pilot di Balik Aksi Penurunan Paksa Pesawat Ethiopian Airlines

Pekanbaru – Kisah heroik tercatat dalam upaya penurunan paksa pesawat Ethiopian Cargo yang diduga terbang tanpa izin di Batam. Ada dua pilot yang menerbangkan pesawat tempur F16 Fighting Falcon berhasil menurun paksa pesawat kargo Ethiopian Airlines, Senin pagi, 14 Januari 2019,

Satu di antara dua pilot itu ternyata putera Riau kelahiran Pekanbaru. Tak tanggung-tanggung, putera Riau tersebut menjadi pemimpin penurunan paksa pesawat asing kargo Ethiopian Airlines masuk wilayah udara Indonesia tanpa ada izin tersebut. Pilot itu bernama Kapten Penerbang (Pnb) Barika Harma.

Putra pasangan Mahyudin dan Zulhasmili ini menjalani jenjang pendidikannya di Riau. Saat SD, ia bersekolah di SDN 002 Sungai Pinang tamat 1999, kemudian dia melanjutkan ke SMPN 02 Rimbo Panjang (2002), serta SMAN Plus Riau (2005). Alasan Barika jadi tentara, ingin mengabdi kepada negara sebagai penerbang pesawat tempur.

Keberhasilan anak Riau dalam menjaga kedaulatan udara wilayah Indonesia tersebut dengan memaksa pesawat kargo Ethiopian Airlines mendarat itu, mendapat apresiasi dari Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMAN Plus Provinsi Riau, Husnul Kausarian.

“Suatu kebanggaan buat keluarga besar SMAN Plus Provinsi Riau, termasuk bagi Riau sendiri, ketika mengetahui penerbang TNI AU tersebut merupakan alumni SMAN Plus,” kata Husnul kepada RIAUONLINE.CO.ID, Selasa, 15 Januari 2019.


Baca berita menarik lainnya di Riauonline.co.id

2 dari 2 halaman

Pemberi Motivasi

Husnul menjelaskan, Kapten Pnb Barika Harma merupakan lulusan SMAN Plus Riau angkatan ke-5. Kapten Barika, tutur Husnul, lahir di Pekanbaru, 28 Agustus 1987.

Walau lahir di Pekanbaru, jelas Husnul, tetapi kampung halamannya di Sungai Pinang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau.

Husnul menceritakan, sebagai alumnus, Barika tetap aktif memberikan pandangan dan bertukar pikiran serta memotivasi adik-adiknya untuk menjadi terbaik.

“Di Alumni SMAN Plus Provinsi Riau, Barika sering berinteraksi sangat intens dengan adik-adiknya. Bentuk keaktifan Kapten Pnb Barika ia pernah membawa pameran dirgantara ke Kampus SMAN Plus Provinsi Riau di Kubang,” kata Husnul.

Dilansir dari laman Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Kapten Pnb Barika Harma merupakan lulusan Akademi TNI Angkatan Udara (AAU) tahun 2009.

Pada Kamis, 3 November 2016, saat masih berpangkat Lettu, Barika Harma telah merampungkan pendidikan konversinya sebagai penerbang pesawat F16.

Pendidikan konversi Barika, ketika itu, ditutup langsung oleh Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Henri Alfiandi, di shelter Skadron Udara 16.

“Jangan cepat berpuas diri, jadikan hal ini sebagai cambuk motivasi meningkatkan kemampuan guna mencapai keberhasilan dalam melaksanakan tugas,” pesan Henri Alfiandi yang kini menjabat Pangkoopsau II kepada Barika dan rekan-rekan.


Simak video pilihan berikut ini:

Menanti Adu Peluru Capres-Cawapres di Debat Perdana

Liputan6.com, Jakarta – Tahapan pemilihan presiden (pilpres) 2019 akan memasuki tahapan baru. Menunggu hitungan jam, debat pilpres perdana akan digelar Kamis 17 Januari 2019. KPU memastikan persiapan untuk itu telah rampung 100 persen. Lokasi, rundown acara, tamu undangan, hingga moderator dan panelis sudah siap semuanya. 

Tak hanya KPU, pihak yang akan bertarung juga menyatakan kesiapannya. Baik pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Maruf Amin, maupun penantangnya paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga. Keduanya menyatakan siap tempur dan telah menyiapkan sejumlah amunisi yang siap digeber di panggung debat pilpres nantinya.  

Koordinator tim debat Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan, pihaknya telah menyiapkan senjata ‘khusus’ yang akan dipakai dalam debat perdana.  Dua peluru itu adalah kasus HAM dan korupsi.

Karding menyebut, kasus pelanggaran HAM yang diduga dilakukan Prabowo Subianto bakal dibawa Jokowi-Ma’ruf Amin. Selama ini, nama Prabowo kerap diseret dalam dugaan penculikan aktivis saat menjadi Danjen Kopassus.

“Yang pertama soal kasus pelanggaran HAM dan penghilangan orang yang diduga dilakukan Pak Prabowo,” ujar Karding melalui pesan singkat, Jakarta, Selasa 15 Januari 2019.

Kasus kedua, diduga mengkaitkan nama sang cawapres Sandiaga Uno. Nama bekas Wagub DKI Jakarta itu pernah disebutkan sebagai pemilik PT Duta Graha Indah (DGI) oleh mantan Bendum Partai Demokrat Nazaruddin.

“Kedua tentu, kita melihat bahwa KPK telah bekerja menggunakan kewenangannya untuk mengusut kejahatan atau korupsi korporasi. Saya kira salah satu yang mesti menjadi pertanyaan publik selama ini adalah kasus yang menimpa PT DGI di mana semua orang tahu komisarisnya adalah pasangan paslon 02,” kata Karding.

KPK masih mengusut kasus kejahatan korupsi korporasi PT DGI. KPK menetapkan PT DGI sebagai tersangka dalam kasus proyek pembangunan Rumah Sakit Khusus Infeksi dan Pariwisata RS Universitas Udayana sejak 5 Juli 2017. Proyek tersebut diduga memakan kerugian negara hingga Rp 25 miliar. Diduga ada enam proyek yang terlibat.

Perusahaan yang kini berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring ini diketahui bermitra dengan Permai Grup milik terdakwa korupsi Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin.

Karding menilai momentum debat itu menjadi tempat Prabowo dan Sandiaga untuk menjelaskan dua hal tersebut ke publik.

“Jadi ini tentu ruang dan hal strategis untuk kita minta penjelasannya kepada Pak Sandiaga Uno dan Pak Prabowo,” tandasnya.

Seakan tak mau kalah, tim pasangan calon nomor 02 juga telah menyiapkan hal yang sama. Mereka mengaku sudah menyiapkan setidaknya empat peluru yang akan digunakan menyerang kubu lawan di debat pilpres perdana ini.

Pertama adalah kasus penyelesaian HAM masa lalu. Juru bicara Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN), Nasir Djamil menyatakan, ini merupakan bahan materi debat yang akan disampaikan.

“Bagaimana menyelesaikan pelanggaran HAM masa lalu. Kemudian kasus-kasus terkait orang hilang,” kata Nasir saat dihubungi Merdeka.com.

Menurut dia, sampai sekarang sudah ada tujuh kasus pelanggaran HAM yang diberikan kepada Kejaksaan Agung dari Komnas HAM yangdimana belum ditindaklanjuti.

Selain itu, senjata lain adalah soal  kasus penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Cawapres Sandiaga mengungkapkan peluang mengangkat kasus tersebut di debat perdana terbuka lebar. Karena menurutnya, ini berkaitan dengan masalah korupsi yang sudah akut.

“Ada kemungkinan (bahas kasus Novel Baswedan) karena masalah korupsi itu kan sudah sangat akut ada di stadium 4 kalau kanker, kalau penyakit sudah sangat kronis,” kata Sandiaga, Jakarta, Selasa 8 Januari 2019.

Dia menuturkan, dengan mengangkat kasus-kasus yang sedang berjalan, justru akan lebih mudah. Karena akan langsung bersinggungan dengan rakyat.

Ketiga, Prabowo Sandi juga akann menjadikan isu teroris sebagai satu amunisi yang akan ditujukan ke kubu lawan,

Terakhir, untuk masalah hukum, soal transparansi dan akuntabilitas para penegak hukum juga menjadi fokus pihak Prabowo-Sandi di debat nanti.

Juru bicara Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN), Nasir Djamil menyebut pihaknya, akan lebih menekankan dalam penegakan hukum yang adil juga ditentukan dari sikap pemimpin negara. Pasalnya, jika penguasanya tegas, maka hukum akan adil.

2 dari 3 halaman

Diharapkan Beri Solusi

Peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengatakan, debat Pilpres perdana pada 17 Januari mendatang akan menjadi daya tarik tinggi bagi publik.

“Publik jenuh dengan model kampanye kita tiga bulan belakangan ini tidak bicara soal isu-isu publik. Tidak bicara kepentingan besar publik. Tapi soal-soal yang kontroversial, yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan publik,” ucap Arya di kantornya, Jakarta, Selasa 15 Januari 2019.

Dia mengingatkan agar penantang, yakni Prabowo-Sandiaga menghadirkan alternatif. Bukan hanya kritik semata.

“Kita sebagai pemilih tentu berharap dalam debat nanti, bagi penantang dulu deh, bagi penantang harus menawarkan sesuatu alternatif. Bukan soal narasi-narasi, bukan soal kritik-kritik semata. Tetapi harus ada narasi alternatif atau solusi,” ungkap Arya.

Dia merujuk pada pidato kebangsaan Prabowo yang sangat emosional. Topik yang dibicarakannya juga sangat besar.

Padahal kalau penantang itu fokus pada beberapa isu yang kuat, Misalnya isu-isu ekonomi.

“Mungkin pidatonya sangat menarik. Tetapi kan isu yang dibicarakan sangat luas itu. Mungkin juga ingin menargetkan masa pemilih yang luas. Padahal menurut saya sebagai penantang lebih baik menggunakan isu-isu strategis, fokus isu penting,” jelas Arya.

Dia menyayangkan pidato Prabowo sangat emosional, penuh kritik kepada pemerintah. Menurutnya, apa yang disampaikan Prabowo tak akan berpengaruh besar untuk menggaet massa mengambang atau swing voters.

“Kalau dari sisi efek, bagi pemilih yang swing atau yang belum menentukan pilihan, efek pidato itu tidak terlalu besar,” jelas Arya.

Salah satunya, karena isu yang dipilih. Menurutnya, apa yang disampaikan Prabowo adalah isu Pemilu 2014.

“Soal utang, soal sumber daya dan isu-isu lainnya. Nah bagi pemilih yang dua tipikal, pemilih baru dan masih mungkin berubah dan yang belum menentukan pilihan, mereka sudah dengar itu juga sebelumnya. Dan mereka mungkin kurang tertarik,” jelas Arya.

Sedangkan untuk Jokowi-Ma’ruf, masih kata dia, harus juga bisa membangun dan menjawab pertanyaan publik mengapa mereka layak dipilih kembali. Apa capaiannya dan prestasinya. Itu yang menjadi penting bagi publik.

“Karena debat ini sebenarnya kalau kontestasinya ketat, yang sangat memperngaruhi adalah justru isu-isu yang, bukan isu-isu yang normatif tapi isu-isu yang punya daya pukul yang kuat,” tukas Arya.

Dia menilai, isu korupsi akan lebih seksi daripada yang lain. Dimana di 2018 banyak OTT yang dilakukan KPK.

“Jadi publik punya intensi yang sangat besar untuk mengetahui apa prioritas pemerintah terhadap pemberantasan korupsi,” kata Arya.

Selain itu, masih kata dia, korupsi yang dicermati adalah korupsi politik. Jadi ini yang ditunggu masyarakat.

“Terutama korupsi dari sisi korupsi politik. Apa yang ingin pemerintah lakukan untuk menangani tindak pidana korupsi itu. Saya kira isu korupsi tanpa menegasikan isu lainnya, jauh punya magnitude yang besar,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menyebut, kasus penculikan aktivis ’98 dan kasus penyidik KPK Novel Baswedan harus di angkat di debat capres-cawapres pada 17 Januari nanti. Pasalnya, kedua kasus ini menyangkut masa depan pemerintahan Indonesia.

“Ini (kasus penculikan aktivis 98 dan kasus Novel Baswedan) menjadi tema penting yang harus diungkap kepada publik. Karena keduanya menyangkut masa depan pemerintahan Indonesia. Keduanya, menyangkut pada calon-calon presiden,” ujar Boni Hargens saat dihubungi, Selasa 15 Januari 2019.

Boni menilai, kasus penculikan aktivis 98 selama ini dikaitkan dengan capres Prabowo Subianto. Oleh karena itu, komitmen Prabowo soal penuntasan masalah HAM wajib ditanyakan.

Bukan cuma Prabowo, kata Boni, Jokowi sebagai capres juga mesti tegas dalam mengusut kasus penghilangan paksa 13 aktivis ’98 yang hingga kini belum jelas penuntasannya.

“Bukan karena nama Prabowo Subianto ada di pusaran kasus itu, dengan tanpa penjelasan status hukum atau perannya, kecuali diberhentikan dari jabatan dan dipecat dari keanggotaannya sebagai TNI, melainkan karena ini beban sejarah yang berat maka harus dituntaskan,” tuturnya.

Selain itu, dalam forum debat, kedua capres harus dimintai komitmen untuk menuntaskan kasus Novel Baswedan. Menurutnya, meski kasus Novel terjadi pada era pemerintahan Jokowi, namun beban sejarahnya berbeda.

“Hal yang membedakan secara signifikan adalah kasus penghilangan paksa atas aktivis ‘98 sudah terjadi selama hampir 20 tahun sejak reformasi. Sementara, kasus Novel Baswedan terjadi dua tahun setelah pemerintahan Jokowi,” terangnya.

“Kasus Novel Baswedan memang terjadi pada era Jokowi, tetapi sudah ada lembaga yang bekerja. Saya mengapresiasi langkah Polri yang telah membentuk Tim Gabungan Investigasi untuk mengusut kasus Novel Baswedan,” tegas Boni.

Boni pun berharap Presiden Jokowi juga berani membentuk tim gabungan investigasi untuk menuntaskan kasus penculikan dan penghilangan aktivis 1998. Pasalnya, sampai saat ini, kasus itu masih dalam posisi terkatung-katung.

“Membiarkan kasus ini (kasus penculikan dan penghilangan aktivis 1998) tanpa solusi, tanpa komitmen, dan tanpa kerangka penyelesaian yang jelas, sama saja dengan menyimpan belati di tubuh kekuasaan. Sewaktu-waktu akan melukai, menciderai bahkan menyayat demokrasi kita,” pungkas Boni.

3 dari 3 halaman

6 Segmen

Debat perdana pilpres akan mengusung tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. KPU memastikan sudah menyiapkan segela keperluan untuk acara tersebut.

Ira Koesno dan Imam Priyono dipilih sebagai moderator. KPU juga telah menunjuk enam nama panelis. Mereka adalah Guru Besar Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana, Mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Bagir Manan, dan Ketua Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Ahmad Taufan Damanik. Selanjutnya, ada nama Bivitri Susanti dan Margarito Kamis yang merupakan ahli tata negara. Terakhir adalah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo.

“Sudah, sudah beres, secara teknis dapat kami sampaikan bahwa persiapan debat pertama lancar tidak ada kendala yang berarti,” kata Komisioner KPU Wahyu di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin 14 Januari 2019.

Persiapan lainnya, KPU juga sudah memberikan kisi-kisi debat. jumlah kisi-kisi soal debat capres cawapres mencapai 20 pertanyaan terkait tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

Ketua KPU RI Arief Budiman menjelaskan, sebagai pihak penyelenggara, keputusan KPU terkait bocoran daftar pertanyaan di debat perdana ini bukan keputusan pribadi. Keputusannya disepakati bersama kedua kubu capres.

“Karena pengalaman di banyak tempat sering terjadi, jadi kami ambil putusan itu. Pesan penting kami tidak ingin ada paslon yang dipermalukan,” jelas Arief.

Debat perdana akan diisi enam segmen. Segmen pertama penyampaian visi misi kandidat. Segmen kedua dan ketiga menjawab pertanyaan dari para pakar.

Segmen keempat dan kelima adalah debat antarkandidat dengan pertanyaan yang diajukan masing-masing paslon. Dan terakhir segmen keenam ada closing statement dari masing-masing paslon.

Sebelum hari H coblosan 17 April mendatang, KPU rencananya akan melaksanakan debat hingga lima kali.

Debat perdana digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Debat akan disiarkan langsung oleh TVRI, RRI, KOMPASTV, dan RTV.

Debat kedua, akan dilakukan satu bulan setelahnya atau pada 17 Februari 2019. Debat kedua merupakan debat antarcapres saja dan akan dilaksanakan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat. Debat akan disiarkan oleh RCTI, GTV, MNC, dan INEWS.

Debat ketiga akan dilaksanakan satu bulan setelahnya, yaitu 17 Maret 2019. Debat masih akan diadakan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat.

Debat ketiga ini merupakan debat antarcawapres. Stasiun televisi yang akan menyiarkan adalah TransTV, Trans7, dan CNN.

Lalu, debat keempat akan berlangsung pada 30 Maret 2019 di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan. Debat ini kembali dilakukan antarcapres. SCTV, Indosiar, dan MetroTV akan menjadi stasiun televisi yang menyiarkan debat.

Terakhir, debat kelima akan dilangsungkan pada awal April 2019 dengan tanggal yang belum ditentukan.

Lokasi debat juga belum diputuskan. Namun, ada empat stasiun televisi yang akan menyiarkan debat, yaitu TVOne, ANTV, BERITASATU, dan NET.

Gelaran debat kelima atau terakhir ini akan kembali dilakukan berpasangan, yaitu capres dan cawapres.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Paksa Pesawat Ethiopia Turun, Panglima TNI: Kita Tegakan Aturan!

Jakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan perintahnya kepada jajaran untuk memaksa pesawat Ethiopian Airlines mendarat adalah bentuk penegakan aturan. Hadi menegaskan setiap pesawat asing yang melintas di wilayah kedaulatan Indonesia harus ikut aturan yang berlaku.

“Kita tetap menegakkan peraturan. Siapa yang melanggar, harus selesaikan sesuai dengan peraturan yang ada di Indonesia,” tegas Hadi kepada wartawan di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (15/1/2019).

Hadi menuturkan proses pemeriksaan terhadap awak pesawat tersebut diserahkan oleh TNI kepada penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) dari pihak Aviation Security (Avsec) dan petugas Bea Cukai Bandara Hang Nadim. Hadi mengatakan pesawat tersebut belum dibolehkan terbang kembali.
“Dan saat ini kita serahkan kepada PPNS yang berwenang untuk itu. Dan prosesnya saat ini masih dalam proses, dan pesawat masih ada di bandara Hang Nadim,” ujar Hadi.
Hadi menyampaikan PPNS sedang mencari tahu alasan Ethiopian Airlines berani melintas tanpa izin. “Ya itu yang sedang kita cari ya, kenapa dia masuk ke wilayah indonesia tanpa izin,” imbuh Hadi.

Sebelumnya diberitakan, pesawat kargo maskapai Ethiopian Airlines melintas tanpa izin di langit Indonesia dan akhirnya diturunkan paksa oleh TNI AU atas perintah Panglima TNI. Berdasarkan pengecekan di FlightRadar24, pesawat ET3728 terbang dengan rute Addis Ababa ke Hong Kong pada 14 Januari 2019. Pesawat itu dijadwalkan terbang pukul 00.00 UTC, tetapi baru terbang pukul 20.33 UTC.

Tidak semua perjalanan di rute tersebut terdeteksi oleh FlightRadar24. Ada beberapa bagian yang tidak terdeteksi dan ditandai dengan garis putus-putus.

Dari Ethiopia di daratan Afrika, pesawat itu melintasi Laut Arab di Samudra Hindia, kemudian melintasi selatan India dan Sri Lanka. Pesawat melaju terus ke selatan di atas Samudra Hindia hingga masuk ke Pulau Sumatera. Padahal, jika hendak menuju Hong Kong, seharusnya pesawat tersebut mengarah ke utara atau ke timur laut.
(aud/knv)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pengamat: Debat Capres Harus Angkat Kasus Novel dan Penculikan Aktivis

Liputan6.com, Jakarta – Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menyebut, kasus penculikan aktivis ’98 dan kasus penyidik KPK Novel Baswedan harus di angkat di debat capres-cawapres pada 17 Januari nanti. Pasalnya, kedua kasus ini menyangkut masa depan pemerintahan Indonesia.

“Ini (kasus penculikan aktivis 98 dan kasus Novel Baswedan) menjadi tema penting yang harus diungkap kepada publik. Karena keduanya menyangkut masa depan pemerintahan Indonesia. Keduanya, menyangkut pada calon-calon presiden,” ujar Boni Hargens saat dihubungi, Selasa (15/1).

Boni menilai, kasus penculikan aktivis 98 selama ini dikaitkan dengan capres Prabowo Subianto. Oleh karena itu, komitmen Prabowo soal penuntasan masalah HAM wajib ditanyakan.

Bukan cuman Prabowo, kata Boni, Jokowi sebagai capres juga mesti tegas dalam mengusut kasus penghilangan paksa 13 aktivis ’98 yang hingga kini belum jelas penuntasannya.

“Bukan karena nama Prabowo Subianto ada di pusaran kasus itu, dengan tanpa penjelasan status hukum atau perannya, kecuali diberhentikan dari jabatan dan dipecat dari keanggotaannya sebagai TNI, melainkan karena ini beban sejarah yang berat maka harus dituntaskan,” tuturnya.

Selain itu, dalam forum debat, kedua capres harus dimintai komitmen untuk menuntaskan kasus Novel Baswedan. Menurutnya, meski kasus Novel terjadi pada era pemerintahan Jokowi, namun beban sejarahnya berbeda.

“Hal yang membedakan secara signifikan adalah kasus penghilangan paksa atas aktivis ‘98 sudah terjadi selama hampir 20 tahun sejak reformasi. Sementara, kasus Novel Baswedan terjadi dua tahun setelah pemerintahan Jokowi,” terangnya.

“Kasus Novel Baswedan memang terjadi pada era Jokowi, tetapi sudah ada lembaga yang bekerja. Saya mengapresiasi langkah Polri yang telah membentuk Tim Gabungan Investigasi untuk mengusut kasus Novel Baswedan,” tegas Boni.

2 dari 2 halaman

Tim Investigasi Gabungan

Boni pun berharap Presiden Jokowi juga berani membentuk tim gabungan investigasi untuk menuntaskan kasus penculikan dan penghilangan aktivis 1998. Pasalnya, sampai saat ini, kasus itu masih dalam posisi terkatung-katung.

“Membiarkan kasus ini (kasus penculikan dan penghilangan aktivis 1998) tanpa solusi, tanpa komitmen, dan tanpa kerangka penyelesaian yang jelas, sama saja dengan menyimpan belati di tubuh kekuasaan. Sewaktu-waktu akan melukai, menciderai bahkan menyayat demokrasi kita,” pungkas Boni.

Saksikan video pilihan di bawah ini 

Ngeri! Pemuda Pekalongan Ini Kirim Video Aksi Bunuh Dirinya ke Pacar

Pekalongan – Seorang pemuda di Pekalongan tewas aibat bunuh diri, Senin (14/1) petang. Diduga pemuda bernama Wahono (20) nekat mengakhiri nyawanya karena putus cinta.

“Awalnya ibu korban ini merasa curiga saat akan masuk rumah, pintu dalam kondisi terkunci semuanya dari dalam. Akhirnya di buka paksa,” kata Kasubag Humas Polres Pekalongan, Iptu Akrom saat ditemui detikcom, Selasa (15/1/2019).

Ibu korban, Siti Chamidah (52) yang baru pulang dari pasar bersama ayah korban, dibuat kaget saat melihat anaknya sudah dalam kondisi tengkurap di lantai dapur.

Mendapati anaknya sudah dalam kondisi terkulai lemas, ibu korban langsung berteriak histeris. Ayah korban yakni Kaswani (56) langsung mengevakuasi korban ke kamar sebelum akhirnya dibawa ke Puskesmas Sragi.
“Sesampainya di Puskesmas sekitar pukul 18.45 WIB korban langsung diperiksa oleh tim medis dan dinyatakan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” imbuh Akrom.

Dari hasil visum luar tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Namun ditemukan ada bekas jeratan di leher bagian atas.

“Korban meningal akibat aksi bunuh diri dengan meminum air campuran sabun cuci , setelah itu korban melakukan gantung diri di dapur dengan menggunakan tali rafia yang telah disediakannya,” kata Kasubag Humas Polres Pekalongan.

Aksi bunuh diri ini terekam melalui kamera ponsel korban.

“Dia merekam sendiri aksinya dari adegan pertama meminum air sabun hingga aksi gantung diri, dan sebelum lemas dia kirim ke kekasihnya,” katanya.

Jenazah korban dimakamkan Selasa (15/1) di tempat pemakaman setempat.

“Kasus ini kasus bunuh diri karena putus cinta. Dan kita sendiri akan meminta keterangan saksi dari pacar korban,” jelasnya.

Polisi masih kesulitan untuk meminta keterangan pacar korban. Sebab dari ponsel korban diketahui hanya tertulis nama ‘Sayang’ pada nomor telpon milik pacarnya. Sedangkan nomor yang diberi nama ‘Sayang’ itu masih sulit untuk dihubungi.

“Masih dilakukan pencarian nama ‘sayang’ di HP milik korban,” pungkas Akrom.
(sip/sip)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Polda Bali: Pemeriksaan Hartono Karjadi Didampingi Polisi Singapura

Denpasar – Polda Bali memastikan dua anggotanya hanya mengecek kebenaran Hartono Karjadi sakit di Singapura dan membantah adanya upaya penjemputan paksa. Polda Bali juga menegaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian setempat soal tindakan tersebut.

“Kami sudah bertindak sesuai prosedur. Secara prosedur artinya ada juga polisi dari sana,” kata Dirkrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho ketika dimintai konfirmasi detikcom, Senin (14/1/2019) malam.

Yuliar juga menepis berita media Singapura terkait tidak adanya koordinasi dengan pihak kepolisian setempat. Dalam berita tersebut, pihak kepolisian Singapura (SPF) disebut tidak menerima permintaan maupun memfasilitasi terkait kunjungan polisi Indonesia maupun Bali ke Singapura.


“SPF tidak mendapat informasi dari Kepolisian Polda Bali bahwa petugas mereka akan mengunjungi Hartono Karjadi di Singapura. SPF tidak hadir dalam pertemuan yang diduga dilakukan antara Hartono Karjadi dengan polisi Polda Bali di Singapura,” tulis media tersebut mengutip pernyataan kepolisian Singapura.

Media tersebut juga memberitakan kepolisian Singapura telah menerima laporan terkait insiden yang melibatkan Hartono Karjadi dan tengah melakukan penyelidikan. Media itu juga menyinggung soal rekaman CCTV yang dimiliki Hartono Karjadi.

Dalam CCTV itu menunjukkan empat pria, di mana dua di antaranya disebut oknum polisi dari Bali. Diberitakan, polisi dari Bali memfoto Hartono Karjadi dan temannya, dan memfoto kopi nota rumah sakit. Hartono juga mengklaim polisi tersebut mencoba merekam pernyataannya, tapi dia menyampaikan jika dia tidak akan menandatangani dokumen apa pun lalu polisi itu pergi.

Dalam berita tersebut Hartono Karjadi mengidentifikasi foto oknum Polda Bali yang disodorkan polisi Singapura bernama Agung. Perjanjian Ekstradisi dan Kerja Sama Pertahanan sebagai satu paket bilateral yang disahkan kedua negara pada April 2007 di Bali untuk menyinggung dugaan investigasi ilegal di Singapura.

Menanggapi pemberitaan tersebut, Yuliar menegaskan pihaknya sudah dilakukan sesuai prosedur. Dia mempersilakan pengacara menghadirkan Hartono Karjadi untuk menjalani pemeriksaan kasus penggelapan yang ditangani Polda Bali.

“Kalau taat hukum ya seharusnya hadir, bukan bikin cerpen kayak Abunawas,” cetus Yuliar.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja juga mengungkapkan hal senada. Hengky meminta pihak penasihat hukum agar fokus untuk menyelesaikan perkara dan membawa pulang kliennya Hartono Karjadi ke Indonesia.

“Semua sudah sesuai prosedur, penasihat hukum fokus bagaimana bisa selesaikan perkara secara tuntas via jalur hukum Indonesia. Bukan mengalihkan perhatian masyarakat ke ranah lain yang bukan urusannya,” tutur Hengky.

“Prosedur bagaimana polisi bertindak sudah ada prosedurnya. Jadi sekali lagi fokus bawa pulang kliennya kembali ke Indonesia untuk pertanggungjawabkan segalanya di depan hukum Indonesia,” tegasnya.
(ams/dkp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kronologi Pemberhentian Paksa Pesawat Ethiopian Airlines

Liputan6.com, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendaratkan paksa sebuah pesawat kargo jenis Boeing 777 di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Senin (14/01/2019). Pesawat milik maskapai penerbangan asing, Ethiopian Airlines tersebut ditengarai memasuki wilayah kedaulatan udara secara ilegal.

Peristiwa ini berawal dari laporan Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas) III Medan kepada Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) terkait adanya pesawat tak dikenal yang memasuki wilayah nasional.

Setelah menerima laporan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memerintahkan pihaknya untuk memberhentikan paksa pesawat tersebut. Dua pesawat tempur milik TNI Angkatan Udara jenis F16 dikerahkan untuk melakukan identifikasi visual.

Kemudian, pihak TNI AU dan awak pesawat Ethiopian Airlines menjalin komunikasi lewat frekuensi darurat. Hasilnya, diketahui bahwa pesawat tersebut tidak memiliki izin terbang ke wilayah Indonesia sehingga didaratkan paksa.

“Dipastikan bahwa pesawat Kargo yang dioperasikan oleh maskapai Ethiopian Air tersebut tidak memiliki izin atau Flight Clearance (FC) melintasi wilayah udara nasional Indonesia, sehingga dipaksa mendarat di bandara terdekat yaitu Bandara Hang Nangdim Batam pukul 09.33 WIB,” Ujar Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin (14/1/2019).


2 dari 3 halaman

Akan ke Hong Kong

Saat ini, pesawat yang berasal dari Ethiopia ini diamankan personel TNI AU di Bandara Hang Nadim Batam. Sebelumnya, pesawat tersebut bertolak dari Addis Ababa, Ethiopia dengan tujuan Hong Kong.

“Disergap dan dipaksa turun oleh dua pesawat F-16 TNI AU. Crew pesawat cargo itu ada enam orang dan masih diperiksa intensif oleh TNI AU,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso.

(Rifqi Aufal Sutisna)

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: