Operasi Penyelamatan Pahu di Kalimantan

Liputan6.com, Balikpapan – Pagi-pagi, Pahu (20) terlihat bersemangat menapaki sekeliling boma, kandang buatan hutan Kelian Kutai Barat (Kubar) Kalimantan Timur (Kaltim). Sesekali badak betina seberat 356 kilogram ini mengendus sekaligus menukil tanah mempergunakan moncongnya di kubangan lumpur.

Hewan mamalia besar bernama latin decerorhinus sumatrenis ini sepertinya sedang mencari sisa makanan.

“Pagi hari memang merupakan jadwalnya masuk kandang rawat untuk meminta makan,” kata Koordinator Tim Rescue Badak Kalimantan, Arif Rubianto, beberapa waktu lalu.

Rutinitas Pahu memang seperti itu setiap paginya. Badak Sumatra ini gemar menikmati ragam pakan dedaunan dan buah buahan khas Kalimantan. Satwa langka yang ditemukan di Kubar ini menyukai tiga jenis makanan, yakni rumpun semak, akar pohon (liana), dan buah nangka.

Kedatangan pawang sembari membawa keranjang pakan pun tidak luput perhatiannya. Salah seorang keeper tim rescue ini cukup mencicit menirukan bunyi persis disuarakan badak. Suaranya persis lumba-lumba yang dibunyikan terus menerus.

“Kadang kala suaranya seperti kicauan burung,” papar Arif.

Seolah paham panggilan makan, Pahu setengah berlari memasuki kandang. Badak Sumatra ini lahap menikmati pakan segar kegemarannya.

Kala badak asyik bersantap dimanfaatkan tim medis mengobservasi kesehatan fisiknya. Seluruhnya diperiksa, mulai ujung kepala hingga setiap pangkal buku kakinya.

Kesimpulannya, badak Pahu dalam kondisi prima. Kesehatannya terus membaik terlihat dari peningkatan signifikan berat badannya menjadi 356 kilogram. “Berat badan badak semula hanya 320 kilogram.  Sekarang sudah naik dan kesehatannya normal,” ungkap Arif.

Selama tiga bulan terakhir, Pahu memperoleh penanganan khusus dari tim medis maupun pawang. Tidak sembarang orang diperkenankan berinteraksi dengan badak yang statusnya sangat terancam ini. Salah satu alasannya, menjaga agar badak tidak berlaku jinak terhadap manusia.

“Nantinya badak akan dilepaskan di alam liar. Hanya keeper khusus yang boleh memberi makan mempergunakan tangan. Petugas lainnya dilarang mendekati pagar perawatan,” ujar Arif.

Selesai memperoleh perawatan, Pahu lantas dibiarkan kembali ke kandang utamanya berukuran 50 x 80 meter. Tempat dimana ia menghabiskan waktunya seharian bermalasan.

2 dari 3 halaman

Badak di Belantara

Kegiatan badak terbilang monoton, berkubang dalam lumpur, menggosok badan, makan siang, berendam air, tidur siang, makan sore, tidur malam hingga dilanjutkan pagi harinya.  

“Seluruh aktifitasnya terekam dalam cctv di pagar kandang,” ungkap Arif.

Selama itu pula, mereka mengidentifikasi ciri fisik badak setinggi 101 centimeter dan berat 356 kilogram. Ukuran badannya terbilang kerdil bila dibandingkan sejawatnya badak sumatra berukuran lebih kekar setinggi 145 centimeter dan berat 800 kilogram.

Selain itu, gigi seri badak kalimantan saat dihitung sebanyak empat buah, sedikit lebih banyak dari badak sumatra hanya dua buah.

Uniknya lagi, ciri fisik badak kalimantan pun berbeda dengan kerabat dekatnya, badak di Sabah Malaysia. Badak negeri jiran sedikit lebih besar dengan tinggi 120 centimeter dan berat 550 kilogram.

Hanya memang, kajian genetiknya menempatkannya dalam rumpun populasi badak sumatera. Soal keberadannya ribuan kilometer di Kalimantan masih misteri. Belum ada penjelasan ilmiah keberadaan badak Sumatera di Kalimantan.

Pahu sendiri terperangkap lubang jebakan tim rescue di sekitar Sungai Kedang Pahu Kabupaten Kubar Kaltim, November lalu. Lokasi penemuan badak berdekatan dengan Sungai Pahu yang merupakan salah satu anakan Sungai Mahakam.

Nama sungai ini lantas diabadikan sebagai nama temuan badak kalimantan.

Penangkapannya merupakan prestasi sendiri mengingat tim berjibaku memburu badak kalimantan sejak tiga tahun terakhir. Mereka awalnya hanya menelusuri mitos soal keberadaan satwa langka badak di belantara.

Selama bertahun tahun, masyarakat Kaltim mendengar rumor kawanan badak. Informasinya bersumber dari warga adat dan pegawai perkebunan. Sayangnya memang belum ada bukti otentik keberadaannya.

Titik terang fakta keberadaannya mulai terkuak dua tahun silam, bulan Maret 2016. Tim rescue mendapati badak berusia 10 tahun terjerat senar jebakan pemburu. Badak malang lantas di evakuasi ke kantong populasi I Kubar.

Sayangnya, badak dinamai Najag ini gagal bertahan hidup. Badak sumatra ini menderita infeksi akut di kaki kirinya dimana terdapat luka jeratan sedalam 1 centimeter.

Peristiwa ini sepertinya menjadi pembelajaran tim rescue badak. Mereka akhirnya extra hati hati dalam penyelamatan penanganan badak yang populasinya diperkirakan tersisa tiga ekor di Kalimantan.

“Petugas rescue ada 40 orang yang mengawasi aktifitas badak selama 24 jam,” tutur Arif.

3 dari 3 halaman

Mencarikan Jodoh Pahu

Tim rescue ini pun akhirnya memperluas area pemantauan hingga masuk perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Kerja kerasnya terjawab dengan ditangkapnya Pahu di suatu kawasan di Kalbar.

Saat bersamaan, penggiat lingkungan sedang mengupayakan aktifasi pembangunan suaka badak seluas 6.700 hektare berlokasi di Kelian Kubar. Lokasi suaka ini nantinya bisa menjadi pusat perkembangbiakan satwa badak di Kalimantan.

“Temuan Pahu menjadi awal pembibitan badak,” ungkap Arif.

Sementara ini, sudah tersedia sarana kandang khusus perawatan, pembibitan, dan infrastruktur tim rescue lapangan. Secepatnya akan ditambah sarana baru seperti pedok, kandang rawat, karantina, klinik satwa, pondok pawang, pembibitan pakan, dan infrastruktur.  

Manusia harus campur tangan aktif dalam upaya penyelamatan keberlangsungan badak di Kalimantan. Proses perkembangbiakan diupayakan dengan mengawinkan spesies badak yang sama. Tugas utama adalah mencarikan badak jantan dijodohkan dengan Pahu.

“Ini program jangka panjang yang akan berlangsung selama 25 hingga 100 tahun kedepan,” tegasnya.

Tim rescue mencari kelompok kawanan Pahu yang masih tersisa. Bukan perkara gampang mengingat luasnya medan harus dijangkau. Apalagi mereka mengejar waktu dengan para pemburu liar.

Tim rescue memasang lubang jebakan di sejumlah lokasi perlintasan badak. Pemasangan jebakan diperluas hingga memasuki wilayah perbatasan di Kaltara dan Kalteng. “Kalau ada badak pejantan akan dikawinkan dengan Pahu,” sebutnya.

Di sisi lain, tim pun berjibaku membaca berbagai informasi dari camera trap sudah terpasang. Petugas melawan berbagai kendala seperti faktor cuaca, sulitnya medan hingga non teknis. “Sebelum turun di lapangan ada pelatihan dulu bagi pemula,” tuturnya.

Kalimantan Program Director WWF Indonesia Irwan Gunawan mengabarkan, Pahu merupakan sub spesies badak baru dunia. Badak ini memiliki kekerabatan yang erat dengan badak sumatra. Uji tes DNA sedang dilakukan guna memperkuat teori genetik badak ini.

“Ada kecenderungan temuan sub genetis spesies baru badak,” ungkapnya.

Irwan mengatakan, keberadaan badak kalimantan terungkap berkat masifnya eksploitasi sumber daya alam di Kalimantan. Sejumlah wilayah jelajah badak sudah beralih rupa menjadi kawasan terbuka seperti pemukiman warga, pertambangan, dan perkebunan.

Hanya saja memang populasi badak ini berada dalam ambang gawat nyaris punah. Soal ini, WWF menjadi salah satu non goverment organization (NGO) yang mendorong realisasi pembentukan lokasi suaka di Hutan Restorasi Kelian Kubar.

Pihak pemerintah, dalam hal ini Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim Sunandar tetap menguatarakan optimisnya dalam upaya penyelamatan badak. “Populasi kemungkinan badak masih tersisa 10 hingga 12 ekor. Keberadannya tersebar merata di seluruh hutan Kalimantan,” sebutnya.

Lokasi dugaan kuat perlintasannya sudah diketahui, hanya belum bisa di publikasi. Khawatirnya merangsang pihak lain melakukan perburuan.

Seluruh badak badak nantinya akan direlokasikan ke Hutan Kelian Kubar. Hutan ini menjadi pusat perkembangbiakan berkelanjutan badak kalimantan. Campur tangan manusia diharapkan mendorong populasinya menjadi 20 ekor.

Langkah terakhir adalah menetapkan lokasi hutan tempat pelepasliaran kawanan badak. BKSDA Kaltim menghubungi sejumlah daerah yang menyatakan kesediannya menjadi lokasi pelepasliaran badak. “Ada beberapa daerah bersedia menjadi lokasi pelepas liaran badak,” tegasnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Soal Puisi Neno, PPP: Paham Intoleran Tersemat di Kelompok 02

Sleman – Ketua Umum PPP, Romahurmuziy atau Rommy menyarankan agar Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Neno Warisman segera bertobat. Saran Rommy itu menanggapi ‘Puisi Munajat 212’ yang dibaca oleh Neno saat acara Munajat 212 di Monas.

“Saya kira apa yang disampaikan oleh Mbak Neno Warisman adalah hiperbolisme beragama, karena seolah-olah kemudian dirinya merasa yang paling benar. Inilah yang sebenarnya sebuah paham intoleran yang hari ini semakin berkembang dan tersemat kepada kelompok-kelompok pendukung 02,” kata Rommy kepada wartawan di sela acara Halaqah Alim Ulama bertema ‘Merawat Ukhuwah Islamiyah, Melawan Hoax dan Fitnah’ di kompleks Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Sabtu (23/2/2019).

Rommy pun menyebut sebagai sebuah kenaifan menyatakan kalau kemudian pasangan 02 tidak menang maka tidak ada yang menyembah Allah.

“Memangnya umat Islam mayoritas itu ada di mana? Hari ini kan umat Islam mayoritas ada di pasangan 01, kalau kemudian dia mengatakan tidak menyembah memangnya yang di 01 kafir semua?” ujarnya.
Rommy pun mengingatkan Neno jangan beragama dengan cara seperti itu. Karena hal itu menunjukkan awal dari kesesatan, yakni ketika merasa dirinya paling benar.

“Padahal keagamaan kita itu baru akan dinilai oleh Allah kapan? Pada saat hari agama, kapan hari agama itu? Kalau umat Islam itu rajin salat 17 rakaat sehari, maka 17 kali setidaknya kita mengucapkan maliki yaumiddin, jadi hari agama itu adalah yaumil qiyamah, jadi keagamaan kita itu baru dinilai oleh Allah pada yaumil qiyamah,” urai Rommy.

“Lho ini kok sudah menghakimi seolah-olah yang ada di paslon 01 semuanya tidak akan menyembah Allah. Jadi saya berharap beragamalah dengan sejuk. Mbak Neno ada kebenarannya, tapi bukan berarti tidak punya salah, di sini mungkin ada salahnya tapi tidak berarti kemudian tidak ada benarnya. Jadi mari kita sama-sama tidak menggunakan politisasi agama secara membabi buta sehingga kemudian menutupi kemuliaan agama itu sendiri,” sambungnya.

Rommy menilai puisi Neno itu berbahaya karena mengadu domba dan menginsiniasi kebencian.

“Seolah-olah di sana adalah penyembah Allah dan di sini tidak penyembah Allah, seolah-olah di sana pembela Islam dan di sini tidak pembela Islam. Lhoh yang menghormatkan ulama itu kan di sini dengan meletakkan Kiai Maruf sebagai calon wakil presiden, sementara di sana ijtima ulama saja ditolak. Yang menghormati agama itu kan capres dan cawapres di sini yang ketahuan salat 5 waktu dan puasanya, tidak di sana yang setiap hari Jumat ditanya Prabowo salat Jumatan di mana, gitu lho. Jadi janganlah diputarhaluankan umat ini dengan sebuah penyesatan-penyesatan yang tidak perlu,” imbuhnya.

“Mbak Neno tobatlah secara utuh, dan tidak merasa dirinya sebagai orang yang paling benar di dalam beragama ini. Dan yakinilah bahwa kebenaran itu bisa ada di sisi mana saja, baik pendukung 01, 02, maupun tidak pendukung siapa-siapa,” pungkasnya.
(sip/sip)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kisah Anak Difabel yang Diam-diam Punya Kehidupan Online Menakjubkan

Oslo

Robert dan Trude meratapi kehidupan sepi dan terkungkung yang mereka pikir dijalani Mats, anak mereka yang difabel. Namun ketika Mats wafat, pasangan itu baru sadar bahwa banyak orang di Eropa menyalakan lilin tanda berkabung untuk putra mereka.

Artikel ini pertama kali terbit di situs radio Norwegia, NRK.

“Pola pikir kami sangat tradisional. Kami tak ingin dia mengubah atau mengacaukan ritme kesehariannya.”

Duduk di sebuah kafe dekat kantornya di alun-alun kota Oslo, Norwegia, Robert Steen (56) memaparkan betapa ia kerap khawatir jika anaknya tak kunjung terlelap hingga tengah malam.

“Jika melihat ke belakang, saya rasa kami seharusnya lebih tertarik pada gim, dunia di mana putra kami menghabiskan hampir seluruh waktunya,” kata Robert.

“Karena kami tak punya ketertarikan itu, kami kehilangan kesempatan untuk mengetahui yang tidak kami pahami,” tuturnya.

Robert menyampaikan kata-kata terakhir tentang Mats akhir tahun 2014 di sebuah kapel di satu pemakaman di ibu kota Norwegia.

Di antara mereka yang duduk mendengarkan pidato itu, termasuk sanak famili dan sejumlah tenaga medis yang mengenal dekat Mats, ada sekelompok orang asing.

Hanya Robert yang pernah bertemu mereka. Itu pun baru sekali: malam sebelum pemakaman.

Beberapa tahun di akhir hidupnya, Mats hampir tidak pernah meninggalkan ruang bawah tanah di flat milik keluarganya.

Jadi cukup aneh bahwa ada orang-orang tak dikenal datang ke pemakamannya. Mats sendiri bahkan tidak pernah berjumpa dengan mereka.

Sebelum kematiannya, tamu-tamu yang berduka itu tidak mengenal Mats sebagai Mats, tapi Ibelin, seorang keturunan ningrat, perayu ulung, dan detektif.

Beberapa orang asing yang menghadiri pemakaman itu tinggal di dekat rumah Mats, tapi sebagian lainnya datang dari jauh. Kedatangan mereka dilandasi satu tujuan: meratapi kawan baik.

Di upacara pemakaman, salah satu dari orang asing itu tampil ke depan dan memberi sepatah kata. Ia berkata bahwa banyak orang di Eropa berkumpul dan menyalakan lilin untuk Mats.

Nasib telah tersurat di bintang-bintang, dan kenyataan tercantum dalam DNA-nya.

Mats, yang berlarian keliiling rumah sambil mengenakan mahkota saat ulang tahun keempat pada Juli 1993, akan menghadapi kenyataan bahwa ia bakal segera lumpuh.

Robert dan Trude mendengar vonis medis itu pada Mei 1993 di Rumah Sakit Ulleval.

Mereka belakangan paham mengapa putra mereka selalu jatuh dari ayunan dan menyakiti diri sendiri.

Sama halnya dengan kenapa Mats tidak memanjat tangga papan luncur di taman anak-anak, meski ia gemar merosot.

Juga penyebab Mats kerap menekuk lutut seperti orang tua saat beranjak dari posisi duduk dan alasannya tak berusaha berlomba dengan anak-anak seusianya.

Tim dokter berkata kepada Robert dan Trude bahwa Mats mengidap duchenne muscular dystrophy (DMD), sebuah gangguan yang menyebabkan pengenduran otot dan kerap menyerang anak laki-laki.

Gen dalam tubuh Mats mengandung kekeliruan yang mencegah ototnya berkembang secara normal. Itu pula yang akhirnya menghancurkan otot-ototnya.

“Setelah kami menidurkan Mats, malam itu kami memanggil dokter. Kami mendapat hak istimewa itu. Kami dapat menelepon dokter kapan pun kami membutuhkan informasi,” kata Robert.

Bersama Trude, Robert berbicara kepada dokter via telepon selama lebih dari setengah jam. “Setidaknya (penyakit) ini tidak akan membunuh anak saya!” kata Robert.

“Dokter terdiam beberapa saat, lalu berkata, ‘Tidak, tapi pengalaman kami menunjukkan, pasien kami yang menderita penyakit ini tidak akan bertahan lebih dari umur 20 tahun,'” tuturnya.

Robert terdiam. “Mats mampu mencapai 25 tahun.”

Di kediaman keluarga di Ostensjo, sebelah tenggara Oslo, Robert dan Trude mengupayakan segala cara untuk putra mereka.

Mats diyakini tidak akan menjalani kehidupan normal seperti yang ada dalam bayangan orang tuanya. Dia akan mati muda dan dipisahkan dari mereka tanpa memberi arti apapun kepada dunia.

Namun seluruh anggapan itu keliru.

Jika DNA telah merancang kehidupan kita sebelum kita dilahirkan, mampukah kita memilih masa depan kita sendiri?

Faktanya, Mats menemukan jalan keluar dan menciptakan sosok baru atas dirinya sendiri.

Di awal dekade 2000-an, Robert dan keluarganya pindah ke sebuah rumah di Langhus, sebelah selatan Oslo. Rumah itu dirancang agar ramah kursi roda.

Walaupun Mats diizinkan bermain konsol permainan grafis Game Boy selama libur sekolah, sosok Mario Bros tetap tak dapat memahami rasanya menjadi sosok yang berbeda.

Mats terus duduk di kursi roda bersama asisten yang mendampinginya ke mana pun.

Robert dan Trude terus memikirkan aktivitas yang mungkin disenangi Mats pada waktu senggang, terutama ketika kawan-kawan sekelasnya bermain sepakbola atau berlarian di luar ruangan.

Barangkali gim online? Robert memberi Mats kata sandi komputer keluarga. Dan sejak saat itu, sebuah dunia yang baru terbuka bagi anak berusia 11 tahun tersebut.

“Selama 10 tahun terakhir hidupnya, Mats bermain antara 15 ribu hingga 20 ribu jam. Itu setara dengan bekerja penuh waktu selama 10 tahun,” kata Robert.

Namun gim itu ternyata menimbulkan percekcokan dalam keluarga.

“Ketika perawat datang pukul 10 malam, Mats sudah tidur. Pekerjaan mereka mengawasi Mats di tempat tidur, bukan memaksanya untuk tidur.”

“Mats protes, ogah-ogahan mengikuti perintah itu,” ujar Robert.

Mats ternyata telah berevolusi menjadi pemain gim. Dan pemain gim tidak tidur sebelum larut.

Lantas siapakah Mats selama jam permainan itu? Dia menjadi Lord Ibelin Redmoore dan kadang-kadang Jerome Walker.

“Ibelin dan Jerome adalah perpanjangan diri saya. Mereka mewakili sisi lain kepribadian saya,” tulis Mats.

Mats membenamkan diri ke planet Azeroth dalam gim populer World of Warcraft.

Azeroth adalah dunia fantasi yang mistis. Terdapat sejumlah benua, lautan, hutan, tebing dan tanah datar, perkampungan serta kota.

Mats menghabiskan hampir seluruh waktunya di sebuah wilayah yang bernama Eastern Kingdoms.

Sebagai pemain gim online, Anda akan memahami dunia itu satu per satu, seperti halnya Anda mengenal dunia nyata secara fisik.

Di dunia khayalan itu terdapat tempat untuk berwisata, wilayah dan kota yang akan Anda kuasaisebagian lebih baik dibandingkan lainnya.

Di area tertentu, Anda wajib berhati-hati, sementara di wilayah lainnya Anda akan dengan senang hati menjelajah. Anda akan menemukan penginapan di suatu kawasan, lalu bertemu orang-orang baru yang menarik.

Begitulah semestinya dunia berjalan. Dan seperti itu pula Azeroth bergulir.

Mats menempuh perjalanan hidupnya di sana dan menemukan lingkaran pertemanan dengan orang-orang menyenangkan.

“Saat saya melewati ruang bawah tanah Mats pada siang hari, gordennya tertutup. Itu adalah kepedihan yang saya ingat betul,” ucap Robert yang bekerja di bagian keuangan kantor wakil wali kota Oslo.

“Oh tidak, saya pikir dia belum memulai harinya. Saya sedih karena dunianya sangat terbatas.”

Tapi mereka yang tak bermain gim tidak dapat melihat gambaran utuhnya. Mereka tidak tahu bahwa gim lebih dari sekadar menembak dan mendapatkan poin.

“Kami pikir ini semua hanyalah permainan. Kami kira itu sebuah kompetisi yang seharusnya dimenangkan,” kata Robert.

Lalu muncul pula persoalan ritme sirkadian di tubuh Mats, di setiap waktu selama 24 jam kesehariannya.

“Kami tidak mengerti mengapa sangat penting bagi Mats untuk terus online saat petang dan malam.”

“Tentu saja orang tidak bermain pagi atau siang hari karena itu adalah waktu di mana mereka berada di sekolah atau tengah bekerja.”

“Kami awalnya memahami semua ini setelah ia wafat. Di akhir hayatnya, kami masih berkeras ia harus tidur jam 11 malam, seperti orang-orang normal lainnya,” ujar Robert.

Lisette Roovers adalah salah satu kawan Mats di dunia gim online yang berasal dari Breda, Belanda. Ia hadir dalam pemakaman Mats tahun 2014.

Lisette juga datang ke Norwegia untuk mengunjungi temannya, Kai Simon Fredriksen, yang juga bermain gim online bersama Mats.

“Saya mengenal Mats bertahun-tahun. Sangat mengejutkan mendengar kabar ia meninggal dan itu berdampak pada saya,” kata Lisette.

Lisette kini berusia 28 tahun. Ia berumur 15 tahun ketika bertemu Mats yang kala itu berusia 16 tahun. Atau tepatnya, ketika karakter gim Lisette, Rumour, bertemu Ibelin.

“Kami bertemu di Goldshire,” kata Lisette.

“Itu bukan tempat yang nyaman lagi, tapi saat itu Goldshire adalah kampung kecil yang menyenangkan, di mana Anda bisa bertemu karakter baru yang menarik.”

“Saya mencari seseorang untuk bermain. Di antara mereka yang di duduk di api unggun adalah sosok yang belakangan saya kenal sebagai Ibelin,” kata Lisette.

“Sayaatau Rumourbertingkah laku impulsif. Saya keluar dari semak-semak dan merebut topi Ibelin. Kami berdiri dan saling menatap beberapa saat, lalu saya kabur membawa lari topinya.”

Lisette tersenyum kecil.

Mats juga menulis perjumpaan pertamanya dengan Lisette di sebuah unggahan blog berjudul Love.

“Di dunia yang lain ini, seorang anak perempuan tidak akan melihat kursi roda atau hal-hal lain sebagai pembeda. Mereka akan menemukan jiwa, hati, dan pikiran saya yang hidup dalam tubuh yang kuat dan cakap,” tutur Mats.

“Untungnya, hampir sebagian besar karakter di dunia virtual ini terlihat menawan,” tambahnya.

Di sisi lain, Lisette berkata, “Mats adalah kawan baik, kadang-kadang ia teman yang sangat dekat.”

“Kami saling bertukar pesan tentang apapun, tapi dia tidak menceritakan kondisinya. Saya kira kehidupannya sama sepertinya saya, contohnya kami sama-sama membenci sekolah.”

Tapi ada hal-hal yang sempat tidak mereka sepakati.

“Dia menulis bahwa ia membenci salju, sedangkan saya menyukainya. Saya tidak mengerti bahwa ketidaksukaannya itu berkaitan dengan kursi roda. Saya tidak tahu sama sekali,” kata Lisette.

Kecintaan Lisette pada gim membuat orang tuanya khawatir. Mereka takut studinya terganggu dan Lisette tak akan memiliki kehidupan sosial.

Keputusan yang diambil orang tuanya adalah memutus akses Lisette kepada gim online. “Dijauhkan dari kawan-kawan di permainan itu sangat berat bagi saya,” tuturnya.

Namun Mats bersiasat untuk melanggengkan perkawanan itu. Meski ia tak menemukan Lisette di gim itu, Mats berkomunikasi dengannya melalui saluran lain.

“Dia menulis surat yang sangat serius untuk orang tua saya dan mendorong mereka memahami betapa penting gim itu bagi saya. Saya menyimpan surat itu,” kata Lisette.

Robert dan Trude tahu putra mereka saling berbalas pesan dengan seseorang bernama Lisette.

“Mats sempat berbicara tentang karakter gim itu sejumlah avatartapi kami tidak memperhatikan secara khusus. Dia cerita pada kami tentang Rumour, dan tentang hal-hal lainnya,” kata Robert.

“Dia atau Lisette mengirimnya kado, termasuk pada hari ulang tahunnya. Itu sangat menyentuh dan kami menggodanya. Dia tersipu dan sangat malu.”

“Kami pikir Lisette adalah teman baik karena hadiah-hadiah itu. Anda bisa menyebut kado itu sebagai bukti nyata pertemanan.”

“Kami tidak menyebut orang-orang yang bersentuhan dengannya sebagai kawan. Kami menyebut mereka avatar. Persepsi kami tentang pertemanan sangatlah tradisional,” ujar Robert.

Dalam gim World of Warcraft, Anda dapat bermain sendiri atau bergabung dengan orang lain dan membentuk kelompok atau serikat.

Mats adalah bagian dari kelompok seperti itu yang bernama Starlight. Kawanan itu berisi 30 anggota.

“Tidak ada yang hanya sekadar menjadi anggota Starlight,” kata Robert yang kini memahami gim itu.

“Untuk menjadi anggota, Anda harus direkomendasikan seseorang yang telah lebih dulu masuk. Anda harus lulus masa percobaan selama satu hingga dua bulan,” ujarnya.

Starlight bertahan selama lebih dari 12 tahun dan kelompok ini masih aktif hingga kini.

“Starlight adalah grup yang spesial karena terus bersama dalam waktu yang sangat panjang. Itu barangkali didasarkan pada pertemanan yang sangat mendalam,” kata Robert.

Kai Simondikenal sebagai Nomine dalam permainan ituberusia 40 tahun. Ia adalah pemimpin Starlight.

Setiap tahun sejak Mats meninggal tahun 2014, Starlight menggelar peringatan khusus untuk mengenang kawan mereka itu.

Tahun 2018, saat tengah mengenang Lord Ibelin Redmoore, Kai Simon berkata kepada rekan-rekannya agar lebih fokus berlari dan berenang.

“Ibelin adalah seorang pelari,” kata Kai. “Sangat penting baginya untuk berlari dan berbagi pengalaman berlari itu dengan orang lain.”

Apakah Kai tengah berbicara tentang Mats atau karakter yang dimainkan Mats? Mungkin itu tidak penting. Barangkali memang seperti itu jika seseorang telah menyatu dengan karakter permainan.

Pada musim panas tahun 2013, Mats berusia 24 tahun. Keluarganya berlibur di Mallorca, Spanyol, sementara ia tak bisa ikut plesir dan tinggal di ruang bawah tanah bersama pendampingnya.

Mats sama sekali tidak boleh sendirian. Selama bertahun-tahun ia memiliki pendamping yang berbeda-beda, termasuk pamannya.

Mats beruntung, beberapa pendampingnya juga punya kesenangan yang sama terhadap gim online.

Ketika orang tuanya berada di Spanyol, Mats memulai blognya yang berjudul Musings of Life (Renungan Hidup). Dalam unggahan berjudul My Escape (Pelarian Saya), dia menulis tentang kehidupan di Azeroth.

“Keterbatasan saya tidak dipersoalkan, belenggu saya hancur dan saya bisa menjadi siapapun yang saya inginkan. Di sana saya merasa normal,” tulisnya.

Mats membagikan tulisannya itu kepada para anggota Starlight. Satu per satu. Itulah proses bagimana mereka akhirnya mengetahui kondisi yang dihadapi Mats dalam dunia offline.

Lisette mengingat kembali saat-saat ia membaca blog milik Mats pertama kali.

“Saya tumbang. Hati nurani saya terluka karena saya beberapa kali menggodanya di permainan gim dan tak pernah betul-betul sengaja melakukannya.”

“Lalu saya berpikir, ‘Apakah saya harus mengubah perilaku terhadapnya?’ Namun saya memutuskan tetap bersikap seperti biasanya. Dia juga menuliskan itu sebagai keinginannya.”

Tanggal 18 November 2014, Mats meninggal.

Dalam kondisi kritis, Mats dilarikan ke rumah sakit. Dokter sempat berhasil membuat kondisinya stabil dan mempertimbangkan untuk memulangkannya.

Namun belakangan seluruh keluarga Mats diminta segera datang ke rumah sakit.

“Dia berada di lantai empat, di ruangan di ujung koridor. Setiap detik sangat berharga. Koridor itu sangat panjang,” kata Robert.

Robert dan istrinya, Trude, datang terlambat.

Foto yang diabadikan Robert memperlihatkan seorang anak muda yang pucat dengan rambut berombak. Foto itu menggambarkan mata, hidung mancung dan mulut yang selama ini selalu ditutup masker pernafasan.

Mats terlihat seperti tengah tertidur pulas.

Beberapa tahun sebelum itu, Lisette membuatkan Mats sebuah gambar. Ibelin menopang Rumour. Syal menutup hidung dan mulut Ibelin.

“Mats menerima gambar itu melalui email,” kata Robert. “Sekarang gambar itu tergantung di tembok rumah kami.”

Sehari setelah Mats wafat, seluruh keluarganya berada di rumah. “Bel terus berbunyi, karangan bunga dan tetangga berdatangan. Kami menangis,” kata Robert.

Robert memikirkan orang yang harus ia beri kabar tentang kematian Mats. Dia mengingat para pemain gim dan mencari cara berkomunikasi dengan mereka secara langsung.

“Sebelum Mats meninggal, saya tidak pernah berpikir dapat memiliki kata sandinya.” Tapi kini Robert sangat membutuhkannya.

“Ketika itu, pikiran saya lalu tertuju pada blognya.”

Faktanya, Mats pernah memberi ayahnya kata sandi untuk masuk ke blognya. Saat itu, tujuannya agar Robert dapat terus-menerus memeriksa seberapa sering unggahan Mats dibaca publik.

“Anda tidak tahu siapa yang berperan dalam kehidupan anak Anda jika Anda tak mengenal dunia digital mereka,” kata Anne Hamill alias Chit, pakar psikologi berusia 65 tahun asal Inggris, yang juga berstatus anggota Starlight.

“Buat kesepakatan dengan anak Anda tentang bagaimana berkomunikasi dengan kawan-kawan dunia digital mereka, kalau-kalau sesuatu terjadi.”

“Kalau tidak, mereka memiliki sekelompok teman yang akan terus bertanya-tanya tentang apa yang terjadi,” kata Anne.

Di akhir unggahan blog tentang kematian Mats, Robert menuliskan alamat email bagi siapapun yang ingin berkomunikasi dengannya.

“Saya menulis itu lalu menangis. Saya mengetuk tanda ‘terbitkan’. Saya tidak tahu apakah akan ada balasan yang masuk sampai email pertama datang, sebuah pesan belasungkawa dari salah satu anggota Starlight.”

“Saya membaca email itu keras-keras, ‘Sangat pedih menulis pesan untuk seseorang yang tidak pernah saya temui, tapi sangat saya kenal.’ Pesan itu menghadirkan kesan mendalam,” ujar Robert.

Setelah itu datang lebih banyak pesan berisi ucapan duka cita dan tentu kehidupan Mats dalam permainan online itu.

“Mats melampaui batasan fisik dan memperkaya banyak orang di dunia,” begitu salah satu pesan itu.

“Kepergian Mats sangat memukul saya. Saya tak dapat menuliskan kata-kata betapa rindunya saya pada dia.”

“Saya tak percaya satupun orang di Starlight. Tapi jika saya harus memilih, saya hanya akan mempercayainya,” demikian pesan lain untuk Mats.

Ketika Starlight mengetahui kematian Mats, mereka mengumpulkan uang sehingga mereka yang berkantong tipis berkesempatan pergi ke Norwegia untuk menghadiri pemakaman.

Robert berkata, keluarganya sangat tersentuh.

“Kami mengangis dan terus menangsis akibat kebahagiaan emosional yang datang dari kenyataan tentang kehidupan Mats.”

“Dengan kawan-kawan yang nyata, orang-orang baik yang sangat peduli dan bersedia datang dari negara lain untuk melihat pemakaman orang yang tidak pernah mereka temui. Ikatan itu sangat kuat,” kata Robert.

Lisette datang dari Belanda. Begitu pula Anne yang terbang dari Inggris, Janina dari Finlandia, dan Rikke dari Denmark.

Atas nama anggota Starlight, Kai yang asli Oslo juga menggelar kebaktian.

“Saat kita berkumpul di sini, sebuah lilin dinyalakan bagi Mats di Belanda. Lilin lain dihidupkan di pusat Irlandia, dan di sebuah perpustakaan di Swedia.”

“Peringatan terhadapnya dilakukan di salon kecantikan di Finlandia, kantor pemerintahan di Denmark, dan banyak tempat di Inggris.”

“Di seluruh Eropa, Mats diingat oleh lebih banyak orang dibandingkan mereka yang punya kesempatan datang ke pemakaman ini.”

“Saya bertemu Mats di dunia di mana tidak ada persoalan tentang siapa dirimu, tubuh seperti apa yang kamu miliki atau bagaimana kamu terlihat di dunia nyata, di balik papan tuts,” ujar Kai.

“Di dunia itu, yang terpenting adalah sosok apa yang kamu pilih dan bagaimana kamu bersikap terhadap orang lain.”

“Yang menentukan siapa dirimu, adalah apa yang ada di sini (Kai meletakkan tangannya ke tempat peribadatannya) dan di sini (Kai menyentuh hatinya).”

Dalam blog miliknya, Mats menulis tentang monitor komputer yang ditatapnya hampir seumur hidupnya, “Ini bukan monitor, ini adalah gerbang ke manapun hatimu berkehendak.”

Vicky Schaubert bekerja untuk stasiun radio publik milik pemerintah Norwegia, Norsk rikskringkasting (NRK) di Oslo. Anda dapat membaca karyanya melalui tautan ini.

Kredit foto paling atas: Blizzard Entertainment/Patrick da Silva Saether/NRK


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

PDIP Sebut Amien Rais Praktik KKN, PAN: Anak ‘Sana’ Lebih dari Nyaleg

Jakarta – PDIP menyebut politikus senior PAN Amien Rais melakukan praktik KKN dengan membukakan jalan bagi anak-anaknya maju sebagai caleg DPR RI. PAN menyindir balik PDIP.

“Serangan semacam ini kami anggap semua yang kami suarakan semakin di dengar publik. Ini risiko berada di jalur yang konsisten. Saya kalau mau nyebut nama, di ‘kelompok sana’ anaknya siapa yang ini dan itu banyak juga, lebih dari nyaleg. Tetapi kan bukan itu substansinya,” kata Wasekjen PAN Faldo Maldini kepada wartawan, Sabtu (23/2/2019).

Faldo kemudian menjelaskan perkara lahan Amien di Yogyakarta yang sebelumnya dipersoalkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Hasto menyebut Amien mati kutu karena ketahuan menguasai lahan, padahal sering berteriak ‘tanah dikuasai segelintir elite’.
Ia menjelaskan lahan milik Amien didapatkan secara legal. Menurut Faldo, Amien justru mengetahui betul soal mafia tanah di dalam negeri.

“Lahan itu didapatkan secara legal. Bukan berarti kritiknya tidak relevan soal penguasaan lahan oleh elite. Justru, Pak Prabowo dan Pak Amien kritik karena paham betul permainannya, mereka pernah ada di situ melihat realitanya. Mafianya banyak sekali. Kalau Pak Prabowo tidak pernah saingan sama pemain-pemain asing buat dapat lahan itu, mungkin beliau tidak paham permainan-permainannya. Ini kan antikritik namanya, segala cara dilakukan untuk menutupi apa yang terjadi,” jelas Faldo.

Faldo berharap perdebatan terkait isu pilpres diisi konten substantif. Dia mencontohkan soal pemberian izin lahan bagi warga demi mencapai kemakmuran. Menurut Faldo, saat ini pemerintah terkesan membungkam kritik dan kebenaran yang disampaikan oposisi.

“Soal lahan harus lah dipikirkan bagaimana pemberian izinnya yang memberikan kemakmuran lebih kepada warga. Mana yang lebih menguntungkan warga dalam jangka panjang, negara memberikan kepemilikan kepada warga, apalagi presiden suruh itu diagunkan ke bank, dibandingkan kasih hak pakai tanah negara, lalu digenjot produksinya, kayak di Vietnam, atau ke pengusaha nasional dengan prasyarat tertentu yang bisa serap ribuan tenaga kerja. Harusnya, ini yang jadi isunya, bukan berarti Pak Prabowo punya lahan, lalu apa yang dikatakan petahana semuanya jadi benar,” tuturnya.

“Keadilan sosial itu bukan hanya aspek distribusi sumber daya negara, namun juga kepastian hukum terhadapnya. PAN commit menjalankan itu. Kita tunggu saja isu recehan lainnya buat membungkam kritik dan kebenaran yang disampaikan,” imbuh Faldo.

Amien Rais sebelumnya menganggap pernyataan Hasto soal tanahnya di Yogyakarta ibarat nyanyian nyamuk. PDIP pun membela Hasto.

Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari, menjelaskan Hasto menyindir sikap Amien Rais yang munafik. Tak hanya perkara lahan yang disebutkan Hasto, Eva menyebut Amien melakukan praktik KKN karena anak-anaknya maju sebagai caleg.

“Pak Hasto menyindir sikap munafik para orang kaya, termasuk sikap munafik Pak Amien Rais yang anti-KKN tetapi justru praktik KKN. Karena semua anaknya semua nyaleg di DPR. Ironis dan paradoks,” ujar Eva.
(tsa/zak)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Eko Patrio: Warga Masih Bingung Soal Warna Surat Suara

JakartaKetua DPW PAN DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo atau yang populer dengan nama Eko Patrio mengungkapkan masih banyak warga Jakarta Timur yang tak memahami arti dari warna surat suara. Eko meminta KPU lebih gencar lagi mensosialisasikan pemahaman mengenai warna surat suara.

“Ini tugas KPU dan media untuk sosialisasi berkaitan dengan surat suara saja. Itu (masyarakat) masih belum tahu, ibu-ibu terutama, mana bedanya warna merah, biru, kuning,” ujar Eko dalam diskusi di restoran d’Consulate, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2019).

Eko menceritakan pengalamannya saat berkampanye di Jakarta Timur, yang merupakan daerah pemilihannya. Saat warga ditanya arti surat suara warna kuning, mereka menjawab surat suara itu milik Partai Golkar.


“Bayangan mereka kalau ditanya, ‘Ibu, surat suara warna kuning punya siapa?’, jawabnya Golkar. ‘Warna biru punya siapa?’, jawabnya PAN, karena tidak adanya sosialisasi,” ujar Eko.

Eko menambahkan belum semua masyarakat juga memahami tentang DPD. Gagal paham ini, menurut Eko, dikarenakan penyelenggara pemilu memaksakan pemilihan DPD, DPRD Tingkat 1, DPRD Tingkat 2, DPR RI dan Presiden-Wakil Presiden dalam satu waktu

“Orang pusing, ‘Ini DPD apalagi?’. Masih bingung. Bagi saya ini sosialisasi kurang banget. Masih ada waktu 50 hari,” tutur Eko.

Eko mendorong KPU menggandeng bermacam platform media mulai dari media sosial, aplikasi chat dan provider telepon seluler. “Kalau nggak, wassalam,” imbuh dia.

Diketahui KPU telah menetapkan warna surat suara yaitu kuning untuk DPR RI, merah untuk DPD RI, biru untuk DPRD Provinsi, hijau untuk DPRD Kabupaten/Kota, dan warna abu-abu untuk Presiden dan Wakil Presiden.

Penentuan warna surat suara ini berdasarkan Keputusan KPU Republik Indonesia nomor 1944/PL.02-Kpt/01/KPU/XII/2018, tentang desain surat suara dan desain alat bantu coblos (template) bagi pemilih tunanetra pada Pemilu Tahun 2019.
(aud/jor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Munajat 212 Diduga Langgar Kampanye, Kubu Prabowo Serahkan ke Bawaslu

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno, Ahmad Muzani mempersilahkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menyelidiki lebih lanjut kasus dugaan pelanggaran kampanye di acara Munajat 212, Kamis, 21 Februari 2019.

Menurut Muzani, Bawaslu punya wewenang Bawaslu untuk menilai adanya pelanggaran atau tidak. 

“Kalau ada selisih paham dua belah pihak selalu merujuknya ke Bawaslu, karena Bawaslu itu adalah lembaga yang memiliki kewenangan untuk menentukan apakah ini salah jalur atau tepat jalur,” kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 22 Februari 2019.

Terkait pengacungan simbol dua jari yang dilakukan para petinggi BPN seperti Fadli Zon dan Zulkifli Hasan Muzani juga menanggapi santai. Menurut dia, itu adalah ekspresi spontanitas saja. 

“Kalau kemudian di situ kemudian ada yng memberi isyarat dua jari begini, itu saya kira lebih merupakan ekspresi atau spontanitas dari para pengunjung hadirin,” ungkap dia. 

Muzani justru membandingkan kejadian pengacungan dua jari itu dengan aksi penyorakan Ridwan Kamil saat di stadion sepak bola. Kala itu, Ridwan Kamil datang dengan disambut sorakan nama ‘Prabowo’.

“Cuma bedanya di Jalak harupat yang datang adalah Ridwan Kamil, yang deklarasi yang mengatakan pendukung 01, yang di Munajat 212, yang datang adalah Zulkifli Hasan, yang artinya mendukung 02,” ujar dia. 

“Dua-duanya sama, rakyatnya pendukungnya, yang hadir  ekspresinya yang di Jalak Harupat berteriak teriak Prabowo, yang di sini ada begini,” ucap dia. 

Sebelumnya, Bawaslu telah menerima laporan terkait dugaan pelanggaran kampanye dalam acara Malam Munajat 212 di Monas pada Kamis (21/2). Laporan tersebut kini tengah dibahas oleh Bawaslu DKI.

“Kita masih lihat Bawaslu DKI masih membahasnya,” kata Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja saat dikonfirmasi awak media, Jumat (22/2).

 

 

2 dari 2 halaman

Kumpulkan Bukti

Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ade Irfan Pulungan tengah mengumpulkan bukti-bukti adanya dugaan pelanggaran pemilu dalam acara Munajat 212

Irfan menduga acara tersebut bermuatan politis dan sarat dengan dukungan kepada pasangan calon tertentu. Pihaknya akan mengumpulkan bukti-bukti guna dijadikan dasar melaporkan Bawaslu. 

“Kami lagi menghimpun data secara detail agar kami bisa melaporkan ini kepada pihak Bawaslu,” kata Irfan Pulungan saat jumpa pers di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2019).

Irfan mengimbau Bawaslu supaya mengumpulkan fakta-fakta di lapangan sebagai temuan dugaan pelanggaran di acara Munajat 212. Apalagi, TKN mengantongi informasi bahwa personel Bawaslu dikerahkan ke lokasi acara untuk memantau.

“Saya juga minta dan mengimbau kepada pihak Bawaslu kalau mereka memang berada di tempat tersebut, yang katanya mereka kan berada dalam acara tersebut ingin memantau acara pelaksanaan ini, ini menjadi temuan dari pihak Bawaslu setelah diproses,” imbuh dia.   

 

Reporter: Sania Mashabi

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:   

5 Cara Bungkus Kado Unik dan Kreatif, Bisa Kamu Coba di Rumah

Liputan6.com, Jakarta Sebuah hadiah akan menjadi lebih bermakna jika diberikan dengan cara dan tampilan yang manis. Oleh sebab itu, cara bungkus kado pun harus kreatif agar kadomu menjadi lebih terkenang dan berkesan bagi si penerima. Ada banyak kreasi atau cara bungkus kado unik dan kreatif.  Banyak orang yang belum paham bagaimana cara bungkus kado unik dan kreatif. 

Kado adalah sebuah hadiah yang berupa barang dan atau bisa saja bukan berupa barang secara fisik. Kado itu biasanya diberikan kepada orang yang dinilai istimewa, atau diberikan pada waktu-waktu tertentu yang dianggap istimewa bagi orang tersebut.

Membungkus kado terkadang terlihat mudah, namun sebenarnya dibutuhkan ketekunan dan kreativitas. Berikut cara bungkus kado unik dan kreatif yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (22/2/2019).

2 dari 6 halaman

1. Cara Bungkus Kado Unik Bentuk Baju

Beberapa waktu belakangan ini kado bentuk baju memang sangat populer. Cara bungkus kado bentuk baju juga cukup mudah. Bahan-bahannya pun cukup mudah di dapat dan tidak ribet. Siapkan satu kertas kado secukupnya, selotip, dan gunting.

· Cara bungkus kado pertama, rekatkan kedua ujung kertas dengan ukuran yang sama menggunakan selotip atau lem.

·  Lipatlah ujung bawah keatas sekitar 8cm kemudian tarik sisi atasnya ke bawah.

·  Jika sudah berbentuk datar lipat kedua sisi yang telah ditarik tadi lalu rekatkan masing-masing sisinya.

·  Setelah kertas kado berbentuk kotak dan bagian bawahnya tertutup rapat masukkan kado. Lalu dibagian atas sekitar 5cm gunting bagian sisi kanan dan kirinya.

·  Lipat kertas yang sudah digunting tadi sampai membentuk kerah baju dan rekatkan dengan solasi atau lem.

·  Pada sisi tadi yang digunting rekatkan kembali menggunakan lem supaya terlihat lebih rapi. Bisa juga digunting miring sedikit pada bagian pinggir atas supaya lebih terlihat seperti baju. Jika ingin terlihat lebih cantik, bisa ditambahkan pita.

3 dari 6 halaman

2. Cara Bungkus Kado Unik Bentuk Tas

Cara bungkus kado unik bentuk tas juga bisa jadi alternatif yang pas dan mudah. Cara bungkus kado bentuk tas ini cukup mudah dan tidak memerlukan banyak bahan. Bisa langsung ditiru untuk membuat bungkus kado yang unik dan kreatif. Cukup siapkan kertas kado, pita, slotip, lem dan cutter atau gunting.

– Cara bungkus kado pertama, lipat kedua sisi dengan lipatan di satu sisi lebih banyak. Lekatkan kedua ujungnya menggunakan lem kemudian lipat bagian bawanya kira-kira seperempat dari bungkus kado. Rapikan kemudian rekatkan dengan isolatip hingga membentuk datar seperti paper bag.

– Untuk bagian atasnya bisa langsung dilipat kemudian tempelkan pita yang sudah disediakan. Atau lipat bagian atasnya, setelah merekatkannya dengan selotip, buatlah lubang di sisi kanan dan sisi kiri untuk memasang tali.

4 dari 6 halaman

3. Cara Bungkus Kado Unik dan Cantik

Ada cara bungkus kado yang gampang untuk ditiru. Kalau kamu suka gambar menggambar, mungkin cara bungkus kado simple ini akan jadi lebih mudah. Biar lebih terkesan kamu bisa membuat bungkus kado dengan desain gambaran kamu sendiri. Bungkus kado dengan kertas krep akhir-akhir ini lagi banyak dipakai untuk membuat bungkus kado yang unik dan cantik.

– Cara bungkus kado pertama siapkan kertas krep secukupnya sesuaikan ukurannya dengan kado yang akan diberikan. Lalu siapkan juga spidol beberapa warna, pastikan warnanya tidak mati kalau dipasangkan dengan bungkus kado.

– Cara bungkus kado selanjutnya, bungkus kadonya dengan bentuk sesuai kreasi yang kamu suka. Setelah kado berhasil dibungkus seperti biasa kemudian coret-coret bungkus krepnya dengan gambar yang kamu inginkan.

– Buatlah bentuk yang simple dan tidak terlalu ramai. Ulangi coretan sampai kertas kadonya penuh dengan gambar kamu.

5 dari 6 halaman

4. Cara Bungkus Kado Unik Bentuk Permen

Cara bungkus kado unik lainnya, Kamu bisa mencoba membuat bungkus kado yang bentuknya mirip dengan permen. Bentuknya unik dan cara membuatnya juga cukup simple. 

Siapkan kertas kado dan sesuaikan dengan besarnya kado yang akan diberikan. Siapkan juga solasi bening atau solasi bermotif lucu yang cocok dengan kertas kadonya, jangan lupa juga untuk menyiapkan tali.

·  Cara bungkus kado, kemudian bentuklah kadonya memanjang, lalu tempatkan kado diatas kertas. Setelah itu, gulung kertas kado bersamaan dengan kadonya. Jika sudah membentuk gulungan, rekatkan kertasnya menggunakan solasi yang sudah disediakan.

·  Dibagian sisi bawah dan atas (batas kado yang ada di dalam kertas), rekatkan supaya membentuk permen. Tarik pelan-pelan bagian ujungnya supaya lebih mekar. Gunakan tali yang tadi disiapkan pada bagian perekat ujungnya supaya lebih lucu.

6 dari 6 halaman

5. Cara Bungkus Kado Unik dan Lucu

Selanjutnya cara bungkus kado yang lucu adalah dengan menambahkan pernak-pernih hiasan kertas seperti confetti. Kamu tahu kan kalau confetti itu cukup meriah dan unik? Ide ini bisa digunakan dalam membuat bungkus kado yang beda dari yang lain. Bahan yang perlu disiapkan adalah bungkus kado polos, kertas krep warna-warni, gunting, selotip, lem.

– Cara bungkus kado unik dengan tema ini, kamu harus memotong krep yang disediakan secukupnya.

– Setelah kado dibungkus dengan kertas dan sudah terlihat rapi, oleskan lem ke bagian kertasnya.

– Bisa kamu oleskan secara merata atau hanya setengah bagiannya saja agar terlihat lebih lucu. Lalu tempelkan kertas krep yang tadi sudah dipotong, selang-seling warnanya supaya tampak lebih hidup.

Kejutan Mengharukan untuk Polisi yang Rajin Bersedekah

Liputan6.com, Kebumen – Barangkali, Parsono adalah nama polisi yang paling dikenal di Kecamatan Pejagoan, Kebumen, Jawa Tengah. Polisi baik hati ini dikenal dengan kedermawanan dan keramahannya kepada semua orang.

Belakangan, nama polisi berpangkat Aiptu ini semakin terkenal. Rupanya, ada warganet Kebumen yang mengunggah kedermawanan Aiptu Parsono ke dunia maya.

Mendadak namanya melambung. Banyak warganet yang salut dengan kedermawanan Parsono.

Rambutnya mulai memutih. Namun, sejak memulai karir di Polri pada tahun 1989, Parsono tak pernah melupakan pesan orangtuanya untuk berbagi rezeki kepada yang membutuhkan.

Setiap hari, terutama pagi hari, polisi baik hati ini selalu meluangkan waktu bersedekah untuk orang yang membutuhkan. Tugasnya sebagai Kanit Binmas Polsek Pejagoan membuatnya paham, lokasi-lokasi para duafa yang membutuhkan uluran tangan.

Pagi itu, seperti biasanya, setelah pengaturan lalu lintas pagi, ia bergegas ke salah satu rumah penduduk miskin. Kali ini, ia singgah ke rumah, atau lebih tepat, gubuk milik Bera (60) warga Desa Kedawung, Kecamatan Pejagoan, Kebumen.

Parsono datang ke gubuk itu untuk mengetahui kondisi Bera sekaligus membagikan sembako dan sedikit uang untuk membantu meringankan kebutuhannya sehari-hari. Bera adalah warga penyandang tunanetra dan hidup sebatang kara di sebuah gubuk reyot.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, ia mengandalkan bantuan dari warga karena keterbatasannya. Kondisi Bera tak luput dari pantauan Parsono.

“Enggak seberapa sih. Namun, kebiasaan ini sudah saya lakukan bertahun-tahun kepada orang yang membutuhkan. Bantuan ini murni dari penghasilan saya. Karena saya ingin berbagi,” ucap polisi baik hati ini, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Rabu, 20 Februari 2019.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Penghargaan dari Kapolres Kebumen

Dia pun yakin, berbagi atau bersedekah tak bakal membuat seseorang menjadi susah. Keyakinan itu telah tertanam jauh hari, sejak masa muda.

Terbukti, meski hanya berpangkat Aiptu, ia mampu mengnyekolahkan anaknya hingga jenjang S2 dan kini menjadi Dosen di UIN Walisongo Semarang. Anak kedua, masih kuliah di UGM Yogyakarta dan yang terakhir anak perempuannya masih kelas 5 SD.

“Kami yakin, pendapatan kita berdua (istri) bisa untuk menyekolahkan anak dan berbagi. Istri saya bekerja sebagai Guru SD,” dia mengungkapkan.

Di mata rekan kerjanya, Aiptu Parsono merupakan pribadi yang disiplin dan agamis. Bahkan, di tengah kesibukkannya menjadi anggota Polri, ia menyempatkan waktunya menjadi Takmir Masjid di Desa Tanggerang, Kecamatan Sruweng, tempat tinggalnya.

“Jadi muazin juga,” kata polisi yang tiga tahun lagi bakal memasuki masa pensiun ini.

Aksi bersedekah tanpa pamrih Parsono ini rupanya menjadi perhatian pimpinan Polres Kebumen. Selasa, 19 Februari 2019, Parsono memperoleh penghargaan dari Kapolres Kebumen, AKBP Robert Pardede dalam sebuah upacara penyerahan penghargaan.

Wakil Kepala Polres Kebumen Kompol Prayudha Widiatmoko yang menjadi inspektur upacara dan menyerahkan piagam penghargaan dari Kapolres Kebumen kepada Aiptu Parsono. Suasana begitu khidmat ketika Aiptu menerima penghargaan ini.

Parsono tak bisa menyembunyikan betapa hatinya haru. Tentu, polisi baik hati ini tak pernah mengira sedekahnya yang tanpa pamrih diperhatikan oleh pimpinan.

“Kami sangat berterima kasih sekali kepada Bapak Kapolres serta institusi, karena apa yang saya lakukan ini mendapat apresiasi. Karena, bagi saya bersedekah itu hal biasa. Dan merupakan anjuran agama untuk menyisihkan penghasilan kita untuk orang yang kurang mampu,” Parsono menuturkan.

Aiptu Parasono mungkin salah satu contoh sisi lain anggota Polri yang belum diketahui banyak orang. Di balik sosok disiplin anggota Bhayangkara, tersimpan jiwa-jiwa lembut kemanusiaan.

Kemenag: Hindarkan Masjid Dimanfaatkan Kelompok Penyebar Radikalisme

Liputan6.com, Jakarta – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Muhammadiyah Amin mengatakan, masjid harus terus dijaga kesuciannya dan dijauhkan dari pihak-pihak yang ingin menjadikannya sebagai tempat untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, bahkan melakukan aktivitas politik.

“Masjid adalah tempat ibadah dan tempat umat untuk mendapatkan kedamaian. Ini harus disadari semua pihak agar masjid tidak dimanfaatkan kelompok tertentu untuk melakukan dakwah negatif melalui hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, dan lain-lain,” ujar Muhammadiyah Amin di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/2/2019).

Dia melanjutkan, akhir Oktober 2018 keluar hasil survei Pengawas Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) tentang masjid terindikasi radikalisme.

Survei itu menyasar 100 masjid di lingkungan pemerintah dan lembaga. Hasilnya, 41 masjid terindikasi radikalisme. Dari situ, Kemenag mengundang P3M untuk memaparkan secara detail hasil survei itu, apalagi yang diteliti masjid pemerintahan.

Menurut Muhammadiyah, pihaknya tahu masjid yang ada di lingkungan pemerintahan atau lembaga banyak yang ditangani oleh pengurus yang tidak berkompeten. Para pengurus masjid tersebut kurang memiliki ilmu agama dengan baik, sebagian besar merupakan pegawai dan pensiunan kantor kementerian atau lembaga tersebut.

Dari masalah itu, Kemenag mengirimkan surat ke setiap Sekretaris Kementerian/Lembaga supaya menempatkan pengurus masjid yang berkompeten.

“Jangan dibiarkan begitu saja. Karena boleh jadi pengurus masjid yang rata-rata pensiunan kementerian tersebut justru mengundang penceramah yang malah memanfaatkan masjid itu untuk menyebarkan hal-hal negatif seperti hoaks, ujaran kebencian, bahkan radikalisme,” kata Muhammadiyah seperti dikutip Antara.

Belajar dari situ, pembinaan terhadap pengurus masjid, remaja masjid, dan jamaah masjid seluruh masjid di Indonesia harus terus dilakukan. Sejauh ini, lanjut Muhammadiyah, pihaknya selalu melakukan pembinaan mengenai tugas pengurus masjid dan tugasnya membina jamaah.

2 dari 3 halaman

Teliti Mengundang Penceramah

Ia juga mengimbau agar para penceramah memegang teguh sembilan seruan Menteri Agama tentang ceramah di rumah ibadah.

“Pegang itu. Kalau misalnya ada penceramah menyampaikan hal terlarang, berikutnya jangan dipakai itu. Karena masjid terindikasi hal negatif tidak terlepas dari tiga hal, yaitu jamaah, pengurus, dan dainya,” ujar Muhammadiyah.

Di tahun politik ini, pengurus dan jamaah masjid juga harus teliti dan selektif dalam mengundang penceramah mengingat masjid sangat rentan dijadikan tempat berkampanye dengan berdalih melakukan dakwah.

“Jangan sampai masjid yang seharusnya sebagai tempat menebar kesejukan dan kedamaian, justru dijadikan tempat menebar fitnah dan adu domba,” kata Muhammadiyah Amin.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tuan dan Puan dari Melayu O atau Melayu E?

Liputan6.com, Pekanbaru – Bahasa menjadi pembeda meski masyarakat berada dalam wadah sama bernama negara. Bahasa menjadi ciri kebudayaan dan identitas bagi penuturnya sebagai petunjuk dari daerah mana dia berasal.

Di Indonesia, tentu sudah tidak asing lagi dengan Melayu dan kebudayaannya. Melayu kemudian kian lekat dengan sebagian besar masyarakat yang tinggal di Sumatera, misalnya Riau, dan beberapa provinsi tetangga seperti Jambi, Sumatera Selatan, hingga Bangka Belitung.

Bagi masyarakat Melayu Riau, bahasa ini tentu saja menjadi bahasa ibu atau pertama kali diperoleh, dipelajari dari orangtua, lalu dituturkan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Namun perlu diketahui, pengucapan dalam Melayu itu beragam tergantung dari kabupaten mana penuturnya berasal.

Di Riau sendiri, penuturan bahasa Melayu juga beragam dilihat dari pengucapan atau dialek huruf vokal berakhiran A menjadi O dan E dengan pengucapan ringan. Makanya, ketika seseorang mengaku Melayu, akan ditanya apakah Melayu O atau E.

Sebagai contoh pengucapan “kata”, ada yang menuturkan menjadi “kate” atau “kato”, kata “ke mana” biasanya diucapkan jadi “ke mane” atau “ke mano”.

Kemudian ada juga menggugurkan pemakaian huruf R lalu diganti dengan O, baik yang ada di tengah ataupun akhir kata. Misalnya telur menjadi “telo”, tidur menjadi “tido”, pergi menjadi “pegi”, berjalan menjadi “bejalan”.

Secara umum, perbedaan dialek O dan E karena geografis wilayah. Biasanya, dialek O sangat identik dengan masyarakat Melayu daratan sementara E bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir.

Daerah pesisir sebut saja Bengkalis, Meranti, Rokan Hilir dan Indragiri Hilir, sebagian Pelalawan. Kemudian daratan misalnya Kampar, Rokan Hulu, Siak, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, sebagian Pelalawan.

Terkadang, ada juga masyarakat Melayu pesisir yang dialeknya lebih banyak kepada O. Biasanya terjadi karena akulturasi budaya dengan wilayah daratan.

2 dari 2 halaman

Saling Menjaga Bahasa Ibu

Menurut Ketua Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau, Al Azhar, perbedaan dialek itu sampai sekarang masih terjaga. Setiap daerah masih menjaga bahasa ibu sebagai cara berkomunikasi yang pertama kali diperoleh.

“Hanya saja ketika diajak berbahasa Indonesia, masyarakat langsung mengerti. Bahasa Indonesia dianggap sebagai bahasa Melayu baku, tapi tetap saja berbeda dengan bahasa ibu (Melayu asli),” sebut Al Azhar di Pekanbaru, Rabu, 20 Februari 2019.

Al Azhar menjelaskan, perbedaan itu tidak menjadi penghalang komunikasi ketika dua ‘penganut’ dialek itu bertemu. Satu dengan lainnya akan saling menghargai dengan menjaga bahasa ibu masing-masing.

“Ketika orang Indragiri berbicara, orang Siak paham, begitu pula sebaliknya tanpa berbahasa Indonesia. Misalnya ketika di LAM ini rapat, kan datuknya dari berbagai daerah, terkadang pakai bahasa masing-masing,” jelasnya.

Kata pria 58 tahun ini, terpeliharanya bahasa ibu karena masyarakat Melayu menjunjung tinggi kekerabatan dan rasa berkaum. Tak jarang ada yang melebur jika tahu lawan bicaranya memakai dialek lain.

“Misalnya orang Siak ngomong, terkadang orang Bengkalis mengikuti karena perbedaannya tipis sekali. Dan rasa kekerabatan inilah yang membuat bahasa ibu tetap bertahan,” ucap Al Azhar.

Lebih jauh, Al Azhar menerangkan, di Indonesia terdata 700 bahasa daerah. Sebagian bahasa daerah sudah tidak digunakan lagi karena kecenderungan masyarakatnya memilih memakai bahasa Indonesia.

“Bahasa Indonesia penting karena sebagai pemersatu, tapi bahasa ibu tak boleh dilupakan karena itu yang menjadi ciri khas Indonesia,” sebut Al Azhar.


Simak video pilihan berikut ini: