Pemilik Form A5 di Kalibata City Kecewa Tak Bisa Nyoblos Sejak Pagi

Jakarta – Seorang warga Kalibata, Fahd protes ke petugas KPPS yang ada di TPS 071 Apartemen Kalibata City lantaran tak bisa menggunakan hak pilihnya sebelum pukul 12.00 WIB. Padahal awalnya dia telah diperbolehkan antre sebelum akhirnya diminta mencoblos di atas pukul 12.00 oleh petugas.

Fahd mengaku sudah memiliki formulir A5 agar dapat melakukan pindah memilih di TPS Kalibata City. Dia dan orang tuanya merupakan warga Bangka yang kini tinggal di Kalibata, Jakarta Selatan.

Fahd mengaku kecewa lantaran diminta petugas memakai hak pilihnya pukul 12.00 ke atas, sementara dia sudah memiliki form A5. Namun oleh petugas diminta mencoblos setelah pukul 12.00 WIB lantaran namanya tidak ada di dalam Daftar Pemilih tambahan (DPTb) yang tertera di depan TPS.
“Saya kan pindah TPS dari di Bangka ke sini. Saya sudah ngurus A5, di sini sudah ditulis (TPS) 71, oke 71. Terus ternyata di situ sudah ada nama lagi yang terdaftar. Kalau yang nggak ada namanya, tapi punya A5 itu jam 12.00 WIB,” kata Fahd, di Apartemen Kalibata City, Rawajati, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

Fahd mengaku kesal karena awalnya sudah mengantre panjang-panjang tetapi akhirnya diminta keluar dari antrean oleh petugas karena namanya tak ada di DPTb yang terpampang di TPS. Ia menyayangkan mestinya petugas memintanya dari awal untuk mulai mengantre pukul 12.00 ke atas.

“Sudah setengah perjalanan ngantre, tahunya yang nggak ada namanya harus jam 12. Kalau gitu nggak usah disuruh masuk sekarang, bilang aja dari awal jam 12,” sambungnya.

Diketahui, DPTb merupakan daftar pemilih yang pindah mencoblos, dengan mengurus formulir model A5 atau formulir pindah memilih. Nantinya pemilih ini dapat menggunakan hak pilihnya ke TPS, dengan menunjukkan A5 beserta dengan identitas diri berupa KTP elektronik atau suket, maupun identitas diri lain.

Pemilih DPTb ini nantinya tetap dapat menggunakan hak pilihnya mulai dari pukul 07.00 hingga 13.00. Hal ini sesuai dalam aturan PKPU 3 Tahun 2019 Pasal 8, berikut ini isi pasal tersebut:

Pasal 8

(1) Pemilih yang terdaftar dalam DPTb sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf b merupakan Pemilih jdih.kpu.go.id yang karena keadaan tertentu tidak dapat memberikan suara di TPS tempat asal Pemilih terdaftar dalam DPT dan memberikan suara di TPS lain atau TPSLN.

(14) Pemilih sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberi kesempatan untuk memberikan suara di TPS mulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 13.00 waktu setempat.

(15) Dalam memberikan suara di TPS sebagaimana dimaksud pada ayat (14), Pemilih menunjukkan formulir Model A.5-KPU beserta KTP-el atau identitas lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) kepada KPPS

Identitas selain e-KTP yang dimaksud adalah suket, kartu keluarga, paspor, atau SIM.
(yld/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pagi Jelang Coblosan, Rumah Ma’ruf Amin di Menteng Sepi

Liputan6.com, Jakarta – Suasana rumah Cawapres Ma’ruf Amin di Jalan Situbondo Menteng, Jakarta Pusat terlihat sepi, pagi hari ini, Rabu (17/4/2019).

Berdasarkan pantauan, sejak pukul 04.00 WIB hingga 06.00 WIB, tak ada aktifitas ibadah bersama seperti saat masa kampanye. Hanya terlihat sesekali orang kebersihannya.

Bahkan, petugas keamanan yang biasanya menjaga di depan rumahnya, sampai berita ini diturunkan, tidak terlihat sama sekali.

Untuk diketahui, Ma’ruf Amin rencananya, akan menggunakan hak pilih di TPS 051 Koja, Tanjung Priok.

Adapun, yang bersangkutan akan berangkat dari kediaman di Menteng pukul 08.00 WIB. Ma’ruf direncanakan nyoblos 09.00 WIB.

Sikap MK: Dulu Izinkan Quick Count Sejak Pagi, Kini Pukul 15.00 WIB

Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) membolehkan quick count pada Pemilu 2004, 2009 dan 2014 sejak pagi hari. Namun kini MK mengubah pendiriannya yaitu quick count setelah pukul 15.00 WIB.

“Perubahan demikian dilakukan dalam rangka melindungi hak konstitusional warga negara,” kata Ketua MK Anwar Usman dalam sidang di Gedung MK, Selasa (16/4/2019).

Menurut MK, perubahan pendirian Mahkamah bukanlah sesuatu yang tanpa dasar. Hal demikian merupakan sesuatu yang lazim terjadi. MK mencontohkan di Amerika Serikat yang telah menjadi praktik yang lumrah di mana pengadilan mengubah pendiriannya dalam soal-soal yang berkait dengan konstitusi.
MK mencontohkan kasus pemisahan sekolah warna berdasarkan warna kulit di AS. Pada 1896, MK Ameriksa Serikat menyatakan hal itu bukan diskriminasi atas dasar prinsip separate but equal (terpisah tetapi sama).
Namun, pendirian itu diubah pada 1954. Supreme Court memutuskan pemisahan sekolah yang didasarkan atas dasar warna kulit adalah bertentangan dengan Konstitusi.

“Oleh karena itu, Indonesia yang termasuk ke dalam negara penganut tradisi civil law, yang tidak terikat secara ketat pada prinsip precedent atau stare decisis, tentu tidak terdapat hambatan secara doktriner maupun praktik untuk mengubah pendiriannya. Hal yang terpenting, sebagaimana dalam putusan-putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat, adalah menjelaskan mengapa perubahan pendirian tersebut harus dilakukan,” pungkas MK.

(asp/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cuaca Hari Ini: Jabodetabek Cerah Berawan Pagi Ini, Sore Hujan Petir

Liputan6.com, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca cerah berawan terjadi di seluruh wilayah DKI Jakarta pagi ini, Selasa (16/4/2019). Langit cerah Ibu Kota juga akan menghiasi Kota Bogor, Depok dan Bekasi. 

Namun, kondisi ini tak bertahan lama mulai memasuki siang hari. Hujan ringan hingga petir dilaporkan terjadi di sebagian besar titik di Jakarta. 

Bahkan lewat peringatan dininya, BMKG juga melaporkan potensi cuaca ekstrem terjadi di tiga wilayah Ibu Kota pada sore dan malam hari. Daerah mana sajakah itu?

“Waspada hujan disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat di wilayah Jaktim, Jakpus, dan Jaksel padasore dan malam hari,” ungkap BMKG.

Ada pun menjelang malam, hujan ringan merata membasahi keempat kota penyangga Jakarta, yaitu Bogor, Depok, Bekasi serta Tangerang. 

Berikut prakiraan cuaca Jabodetabek selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG, Selasa (16/4/2019):

 Kota   Pagi   Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Jakarta Pusat  Cerah Berawan  Berawan   Berawan
 Jakarta Selatan  Cerah Berawan  Hujan Petir   Berawan
 Jakarta Timur  Cerah Berawan  Hujan Ringan   Berawan
 Jakarta Utara  Cerah Berawan   Berawan   Berawan
 Kepulauan Seribu  Cerah Berawan   Berawan   Berawan
Bekasi Cerah Berawan Hujan Ringan Hujan Ringan
Depok Cerah Berawan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
Bogor Cerah Berawan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Tangerang  Hujan Lokal   Hujan Petir  Hujan Ringan

Tayang Senin Pagi, Ini Sinopsis FTV SCTV Gadis Ndeso, Cinta Jangan?

Liputan6.com, Jakarta FTV SCTV kembali ditayangkan Senin pagi ini mulai pukul 10.00 WIB. Judulnya Gadis Ndeso, Cinta Jangan?. Kisahnya tentang pagi itu Nela, manajer toko buku telat berangkat kerja, Nela harus berdesakan naik bis lantaran skuternya mogok. Di dalam bis dompet Nela dicopet. Dengan cepat copet itu turun bis dan langsung naik motor komplotannya. Nela sigap pinjam sebuah sepeda yang terparkir di taman. Rifqi, kaget keponakannya tiba-tiba menangis karena ada orang “mengambil” sepedanya. Sontak saja Rifqi mengejar sang “pencuri” dengan memberhentikan ojek. Kejar-kejaran serupun terjadi. Nela fokus mengejar copet, sedangkan Rifqi mengejar Nela.

Kisah FTV SCTV masih berlanjut, sayang Nela kehilangan jejak sang pencopet, Nela berhenti mendadak. Rifqi yang terus mendesak tukang ojek agar ngebut membuat tukang ojek tidak konsen dan tidak melihat Nela berhenti mendadak. Untung saja tukang ojek itu sigap menghindari Nela. Tapi sayang, Nela sedikit terserempet membuat Nela dan sepedanya terdorong jatuh ke becekan. Sontak saja Nela marah-marah karena bajunya jadi kotor. Tapi Rifqi balik memarahi Nela dan menuduhnya pencuri.

Aneh bagi Nela, Nela seperti terhipnotis melihat Rifqi, yang diingatnya sebagai cowok terganteng dan idola satu SMA-nya dulu. Nela teringat kejadian masa SMA, Rifqi memarahinya lantaran Nela tidak sengaja menubruk Rifqi di kantin sehingga minuman yang dipegangnya tumpah ke baju Rifqi. Bukannya kesal, Nela malah kagum dengan kegantengan Rifqi padahal saat itu kemarahan Rifqi sangat menyeramkan.

Rifqi menyadarkan Nela dari lamunannya. Nela baru ingat kalau pagi ini ia ada meeting penting di kantor. Nela pun meminta maaf dan bergegas pergi ke kantor. Rifqi sama sekali tidak mengenali Nela karena penampilan Nela benar-benar berubah. Dulu Nela memang cewek udik kemayu karena memang berasal dari kampung. Tapi saat ini, Nela terlihat seperti wanita karir kebanyakan, tentu saja dengan gaya bicara yang sudah kekotaan.

Bagaimana FTV SCTV ini berlanjut? 

4 Efek Buruk Tidur Pagi Hari Bagi Kesehatan, Bisa Bikin Depresi

Orang-orang yang terbiasa tidur larut malam atau yang sering begadang, dan mengganti tidurnya menjadi pada pagi hari sangat rentan terkena depresi, atau gangguan kesehatan mental. Bahkan sesorang yang sebelumnya telah menderita depresi, jika tidur terlalu lama atau tidur secara tidak teratur akan membuat kondisi depresinya semakin memburuk.

Selain itu, rasa ngantuk berlebihan yang kamu rasakan pada pagi hari maupun siang hari bisa membahayakan aktivitas sehari-hari kamu. Hal ini dapat mengganggu kinerja kamu dalam bekerja serta mengalami gangguan mental dan emosi.

Untuk kamu yang sering tidur di pagi hari, solusinya hanyalah meninggalkan gaya hidup yang tidak sehat. Kamu harus mempertahankan pola tidur yang teratur, tidak minum alkohol maupun obat-obatan yang membuatmu mengantuk.

Serta kamu bisa menceritakan masalahmu kepada keluarga, teman, maupun rekan kerja, supaya bisa membantu dalam mencarikan solusi untukmu. Selain itu, kamu juga dapat berolahraga secara teratur serta membersihkan dan merapikan kamarmu, sehingga terciptalah suasana nyaman di kamar tidur.

Cuaca Hari Ini: Jabodetabek Pagi Cerah Berawan, Siang Hujan dan Petir

Liputan6.com, Jakarta – Cuaca cerah berawan diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan kembali menyinari seluruh wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Tangerang (Jabodetabek), Minggu (7/4/2019) pagi.

Sementara, hujan ringan dilaporkan akan lebih mendominasi di sejumlah titik Ibu Kota pada siang hari. Meski ringan, warga patut waspada akan hujan petir dan angin kencang yang diinformasikan BMKG lewat peringatan dininya.

“Waspada potensi hujan sedang disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat di wilayah Jakbar, Jakpus, Jaksel dan Jaktim pada siang dan sore hari,” ungkap BMKG.

Hujan juga diprediksi akan mengguyur dua kota penyangga Ibu Kota pada siang hari, yaitu Depok dan Bogor. 

Malam harinya, cuaca di wilayah DKI Jakarta kembali cerah, sedangkan Bekasi, Depok, dan Bogor kembali diguyur hujan. 

Berikut prakiraan cuaca Jabodetabek selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG, Minggu (7/4/2019):












 Kota   Pagi   Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Cerah Berawan
 Jakarta Pusat  Cerah Berawan  Hujan Lokal  Cerah Berawan
 Jakarta Selatan  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Cerah Berawan
 Jakarta Timur  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Cerah Berawan
 Jakarta Utara  Cerah Berawan  Berawan  Cerah Berawan
 Kepulauan Seribu  Cerah Berawan  Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Bekasi  Cerah Berawan  Berawan  Hujan Ringan
 Depok  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
Bogor Cerah Berawan Hujan Lokal Hujan Ringan
 Tangerang  Cerah Berawan  Berawan  Berawan Tebal 

Kubu Prabowo Klaim 7 Juta Orang Bakal Hadiri Kampanye Akbar Pagi Ini

Kemudian, Taufik berpesan supaya tak membawa anak pada acara besok. Jika terlanjur, dia mengingatkan supaya yang membawa bertanggung jawab.

“Salah satu syarat mutlaknya tidak boleh bawa anak. Kalaupun nanti terlanjur, kita siapkan tempat untuk anak-anak tapi harus didampingi oleh ibunya, oleh yang bawa,” jelasnya.

Taufik yang juga ketua kampanye akbar Prabowo-Sandi tersebut mengatakan, bahwa persiapan acara hampir final. Dia mengimbau kepada masyarakat yang datang menjaga kebersihan dan ketertiban.

“Tidak boleh ada sampah. Kebersihan harus dijaga, kemudian harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang disampaikan panitia. Saya minta hadir lebih awal supaya bisa masuk ke area kampanye,” ucapnya.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka.com

Sumenep Diguncang Gempa Magnitudo 5 Pagi Ini

Liputan6.com, Jakarta – Gempa berkekuatan magnitudo 5 mengguncang Sumenep, Jawa Timur pagi ini, Selasa (2/4/2019). Gempa terjadi pukul 8.22 WIB.

Gempa tersebut berada di 84 kilometer di Tenggara Sumenep dengan kedalaman 10 kilometer.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan titik lokasinya adalah 7.24 Lintang Selatan, 114.60 Bujur Timur.

Gempa tersebut tak berpotensi tsunami.

Memulai Pagi dengan Menyukai Tanaman

Liputan6.com, Kediri – Budi daya tanaman yang potnya dihias menggunakan teknik “kokedama” di Kediri, Jawa Timur, semakin diminati warga, karena hiasannya yang menarik.

Rahman, salah seorang warga Kediri, mengaku sangat menyukai tanaman. Ia juga suka bereksperimen tentang berbagai macam model hiasan tanaman, termasuk membuat pot bunga. Ia tertarik dengan teknik kokedama, yakni seperti bot bunga yang dibentuk dari bola tanah, ditutupi lumut, tempat tanaman hias tumbuh.

“Saya suka dengan tanaman dan suka uji coba berbagai model hiasan. Misalnya dengan teknik kokedama ini, saya mencoba bereksperimen dengan benang dari karung goni,” katanya di Kediri, Jumat (29/3/2019).

Ia mengungkapkan, dari uji coba yang telah dilakukannya, ternyata benang dari karung goni juga menarik. Namun, ternyata daya tahan dari benang karung goni tidak lama, sekitar satu bulan, sebab setelahnya muncul jamur. Jika dibiarkan, hal itu bisa membuat tanaman menjadi cepat busuk.

Rahman juga mengungkapkan, tanaman hias yang dihias dengan teknik “kokedama” ini juga bisa berbagai macam bunga bahkan untuk tanaman keras juga bisa. Hal itu juga tergantung dari model dan cara menghiasnya.

Untuk awal, Rahman menyebut tanah yang telah diambil harus dibersihkan dari berbagai sampah dan kerikil. Lalu, tanah dicampur dengan sedikit air, diuleni seperti membuat roti dan setelah liat tanah dibentuk menyerupai bola.

Bola tanah itu, kata dia, juga tidak boleh terlalu lembek atau kebanyakan air, sebab akan mengurangi tingkat keseimbangan. Setelah dirasa cukup, bola tanah dibelah menjadi dua, di bagian tengahnya diberi bunga. Lalu, belahan dari tanah direkatkan kembali, dibungkus dengan menggunakan serat dari sabut kelapa.

Rahman mengungkapkan, serat tersebut berfungsi untuk menutup bola tanah agar semakin kokoh dan membuat air tidak cepat menetes saat dicelupkan untuk disirami.

“Jadi, setelah bola tanah diberi serat lalu ditali dengan benang dari karung goni. Setelahnya dicelupkan ke air sekitar satu menit agar meresap. Sesudahnya bisa digantung atau ditaruh ke tempat yang diinginkan,” kata dia dilansir Antara.

Ia menyebut, saat ini sedang berupaya mencoba menggunakan serat nanas, karena dinilai lebih tahan terhadap jamur. Selain itu, juga terdapat benang lain dengan berbagai macam warna, namun harganya juga relatif lebih mahal.

Sesuai dengan namanya, seharusnya menggunakan lumut, namun karena harganya mahal, sehingga dibungkus dengan benang.

Rahman mengungkapkan, banyak temannya yang tertarik dengan teknik ini, karena hiasannya yang unik dan bisa dijadikan sebagai aksesori termasuk di meja kerja. Ia juga tidak sungkan memberikan ilmunya kepada rekan yang ingin belajar.

Ia juga mengatakan, selama ini banyak tanaman hias ukuran kecil yang dibuat hiasan dengan teknik tersebut. Namun, sebenarnya bukan hanya tanaman ukuran kecil, melainkan ukuran besar juga bisa. Untuk tanaman ukuran besar, bisa menggunakan media pot yang juga dihias dengan tali.

“Kalau pot tantangannya bagaimana di bagian tengah itu juga tetap rapi dan menarik. Jadi, karena ukuran besar, yang dihias adalah bagian pot bunganya, dibentuk hingga menyerupai bola. Jadi, itu sesuai dengan namanya ‘kokedama’, yang berbentuk bulat hiasan,” kata dia.

Dirinya juga menyebut, usaha ini sebenarnya sangat menarik. Bahkan, harganya juga relatif mahal. Misalnya di Kota Batu, dari modal sederhana saja bisa dijual hingga puluhan ribu per bunga “kokedama”. Terlebih lagi, jika dibuat dengan hiasan dan warna lebih menarik, harganya bisa mahal.

Rahman juga mengaku di rumah dirinya juga senang menghias pot bunga dengan tali. Awalnya, hiasan itu hanya untuk kesenangan saja, tapi ada rekan yang berminat sehingga ia berikan untuk dijual. “Biasanya itu untuk hiasan bunga anggrek. Tapi, aneka bunga lainnya juga bisa,” kata dia.

Sementara itu, Rini, salah seorang warga asal Kota Kediri mengaku awalnya dirinya belum tahu membuat hiasan bunga dengan teknik kokedama ini. Ketika diberitahu suaminya, dirinya langsung bersemangat dan mau belajar.

“Saya suka membuat berbagai macam kerajinan, hiasan. Bunga ini menjadi lebih menarik, bisa dipajang di berbagai tempat,” kata Rini.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Selain mempercantik ruangan, tanaman hias juga dapat memperbaiki kualitas udara yang buruk.