Pencarian Linggis Haris Simamora: Arus Kali Deras, Tali Dipasang

Bekasi – Penyelam dari Polair Polda Metro Jaya mulai menyelam untuk mencari linggis yang dibuang tersangka pembunuhan satu keluarga, Haris Simamora, di Kalimalang. Karena arus cukup deras, tali karmantel dipasang melintang di Kalimalang.

Pantauan detikcom di Kalimalang, Jalan Perempatan Tegal Danas, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat, penyelam mulai turun ke kali pukul 14.05 WIB, Sabtu (17/11/2018). Ada satu penyelam yang pertama kali turun.

Tak selang lama, penyelam itu kemudian menepi lagi. Dia mengatakan arus cukup deras.

“Arus deras,” katanya.

Dia lalu meminta ada tali dipasang melintangi kali untuk membantu penyelaman. Tali karmantel pun dipasang.

Selain itu, ada satu tali lagi yang dipasang. Tali itu dikaitkan ke penyelam agar tidak terbawa arus.

Seorang penyelam lalu kembali turun ke kali. Hingga pukul 14.53 WIB, pencarian masih berlangsung.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono sebelumnya mengatakan ada 6 penyelam dari Direktorat Polair Polda Metro yang diterjunkan dalam pencarian linggis ini. “Ada satu regu (penyelam) yang teridiri 6 orang dari Polair Polda Metro Jaya,” ujar Argo di lokasi.
(idh/dkp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

4 Cara Membuat Gado Gado, dari yang Sederhana, Gado Gado Betawi, Gado Gado Padang hingga Surabaya

Gado gado juga merupakan salah satu makanan yang sangat terkenal di ibukota. Bahkan di sini terdapat variasi cara membuat gado gado sendiri. Nah, berikut ini cara membuat gado gado Betawi.

Bahan-bahan:

2 buah kentang

1 buah wortel

8 lembar daun selada

1 buah Timun

100 gram kacang panjang

100 gram tauge, siangi

1 buah kol

1 buah lontong

1 papan tempe

2 buah tahu

Bahan saus kacang:

700 ml Santan, dari 1/2 butir kelapa

200 gram Kacang tanah

4 lembar daun jeruk, sobek

50 gram gula merah, iris halus

2 sdm kecap manis

1 sdt gula pasir

1 sdt asam jawa2 sdt garam2 sdm minyak untuk menumis

Bahan bumbu halus:

8 buah cabe merah keriting, rebus sebentar

4 siung bawang putih, goreng sebentar

1/2 sdt terasi bakar

3 cm kencur

Bahan pelengkap:

Bawang merah goreng secukupnya

Kerupuk udang secukupnya

Telur rebus secukupnya

Cara membuat gado gado Betawi:

1. Kupas sayuran seperti kentang dan wortel. Cuci bersih semua sayuran. Potong-potong kentang dan wortel dengan bentuk dadu sedang. Iris kasar kol. Potong-potong kacang panjang.

2. Panaskan air secukupnya dalam panci hingga mendidih. Ambil sedikit air mendidih lalu seduh toge. Tiriskan lalu sisihkan.

3. Rebus kentang, wortel, kol, dan kacang panjang dalam air mendidih hingga matang. Angkat dan tiriskan, lalu sisihkan.

4. Potong-potong timun, lalu sisihkan. Iris kasar selada atau biarkan utuh, sesuai selera. Sisihkan.

5. Haluskan 1 siung bawang putih dan garam. Tambahkan sedikit air. Rendam tempe dan tahu ke dalamnya. Goreng dalam minyak panas. Angkat dan tiriskan, lalu potong-potong dengan bentuk dadu sedang. Sisihkan.

6. Potong-potong lontong dengan bentuk dadu sedang. Sisihkan.

7. Membuat saus kacang. Cuci bersih kacang tanah. Goreng dalam minyak panas. Angkat dan tiriskan, lalu biarkan hingga dingin. Giling kacang menggunakan blender hingga halus. Sisihkan.

8. Larutkan asam jawa dengan 3 sdm air panas. Saring dan ambil airnya. Sisihkan.

9. Panaskan minyak, tumis bumbu halus dan daun jeruk hingga harum. Masukkan gilingan kacang tanah, aduk rata. Masukkan santan, gula merah, kecap manis, dan garam. Aduk hingga rata dan masak hingga mendidih. Masukkan air asam jawa, aduk rata. Masak hingga saus mengental dan koreksi rasanya. Angkat dan sisihkan.

10. Tata di piring potongan lontong, kentang, tahu, tempe, dan semua sayuran. Beri telur rebus yang dibelah menjadi 2 bagian. Tuang saus kacang sesuai selera. Taburi dengan bawang merah goreng dan sajikan bersama kerupuk udang.

Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Jenazah Korban Lion Air Jatuh

Liputan6.com, Koba – Isak tangis dari keluarga besar dan kerabat menyambut kedatangan peti jenazah Ahmad Mughni, korban jatuhnya Lion Air di perairan Tanjung Karawang. Mereka tak kuasa menahan duka atas kepergian satu dari enam anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung yang menjadi korban kecelakaan pesawat itu.

Jenazah Ahmad Mughni tiba di rumah duka di Kelurahan Berok, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Sabtu pukul 10.00 WIB dengan menggunakan mobil ambulan. Jenazahnya diserahkan ke keluarga setelah tim DVI berhasil mengidentifikasinya pada Jumat 16 November 2018.

Jenazah Ahmad Mughni diberangkatkan dari Jakarta dengan menggunakan pesawat Lion Air penerbangan pukul 06.20 WIB dan tiba di Bandara Depati Amir pukul 07.30 WIB.

Antara melansir, ratusan warga mengiringi pengantaran peti jenazah Ahmad Mughni ke pemakamannya. Suasana duka mendalam terlihat dari anak dan istrinya saat peti jenazah almarhum dimasukkan ke liang lahat.

Sebelumnya, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 tujuan Cengkareng-Pangkalpinang jatuh setelah 13 menit tinggal landas. Pesawat Boeing 737 Max 8 itu mengangkut 189 orang, termasuk pilot, copilot dan pramugari.

Survei Kemendagri: 19,4% PNS Tak Setuju Pancasila

detikFlash

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Mayjen (Purn) Soedarmo mengungkapkan, sebanyak 19,4% pegawai negeri sipil di Indonesia tidak setuju dengan Pancasila. Penolakan terhadap ideologi Pancasila ini telah menyebabkan penurunan ketahanan nasional.

Embed Video

Ashri Fathan – 20DETIK
Sabtu, 17 Nov 2018 14:21 WIB

Kata Erick Thohir Soal Panasnya Hubungan Gerindra-Demokrat

Liputan6.com, Jakarta Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir enggan mengomentari memanasnya hubungan Gerindra dan Demokrat. Dia tak mau ikut campur urusan koalisi Prabowo-Sandiaga.

“Saya nggak mau komen, itu masing-masing punya perbedaan di koalisi berbeda saya nggak punya hak mengkritisi Demokrat,” ucap Erick di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11/2018).

Ketika ditanya apakah bakal melakukan komunikasi dengan Demokrat, Erick tetap menolak komentar. Dia lagi-lagi menegaskan urusan kepartaian diserahkan ke partai.

“Tidak itu masing-masing partai,” ucapnya.

Erick Thohir menegaskan, tugasnya sebagai ketua tim adalah mengkonsolidasikan internal saja. Seperti ketika Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengkritik relawan Jokowi karena walkout pada deklarasi pemilu damai.

“Bahkan seperti contoh kejadian di Monas pada saat itu ketika Demokrat mengkritik kita, kita langsung konsolidasi dengan relawan supaya ingat dari awal saya diminta memimpin, saya tidak mau pakai pertempuran tapi ini pesta demokrasi yang bersahabat dan bermartabat kemarin sahabat saya Sandiaga (cawapres nomor urut 2) di Jogja saya di Jogja hampir ketemu kalo ketemu seru juga pelukan lagi,” pungkasnya.

Jurus Tangkis PDIP Diterpa Isu Partai Komunis Setiap Jelang Pemilu

Liputan6.com, Jakarta – Isu tidak sedap selalu berhembus dan menerpa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP jelang Pemilu 2019. Partai dengan lambang banteng moncong putih ini selalu dikaitkan sebagai partai yang berafiliasi dengan paham komunisme.

Seperti dituturkan Ketua Ranting PDIP Karangrahayu Bekasi, Supriatna, yang menyebut pihaknya kerap dituduh bagian dari kader partai yang menganut paham komunisme.

“Di sini isunya PDIP disebut partai setan, partai PKI. Bagaimana caranya pusat (DPP) menepis berita yang beredar di masyarakat?” tanya Supriatna kepada para pengurus DPP PDIP yang hadir, di kantor DPC Bekasi, Cikarang, Sabtu (17/11/2018).

Mendengar hal itu, Ketua DPP PDIP bidang Keorganisasian, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan bahwa PKI seperti yang dituduhkan orang atau kelompok tertentu itu sudah bubar. Bahkan Djarot menyebut isu PDIP adalah PKI kerap muncul setiap menjelang Pemilu.

“Menjelang Pemilu isu ini selalu muncul. Tau enggak sih yang ngomong PKI apa? PKI itu Partai Komunis Indonesia yang sudah dibubarkan Tahun ’65. Komunisme sudah dilarang. PDIP sejarahnya berasal dari Partai Nasional Indonesia, ideologinya Pancasila. Pancasila inilah yang melawan komunisme,” ucap Djarot.

Tidak hanya menyasar organisasi, isu tersebut juga ditargetkan kepada kader-kader partai pimpinan Megawati Soekarnoputri.

“Pak Jokowi aja dikira PKI. Padahal lahirnya 1961. Ini PDIP harus berani ngomong bahwa PDIP ideologinya Pancasila. Tidak benar bahwa PDIP identik dengan PKI. PKI sudah dikubur,” kata Djarot.

Terkait tudingan PDIP yang juga dituduh partai anti-Islam, Djarot kembali menepis tudingan tersebut. Menurutnya hal tersebut salah besar.

“Nasionalisme selalu bergandengan dengan Islam. Maka seorang nasionalis otomatis seorang Islam yang baik, muslim yang baik. Muslim yang baik adalah muslim yang cinta kepada tanah air. Bekerja untuk tanah airnya, berbakti di tanah airnya, membantu bangsa dan negaranya,” jelas Djarot.

“PDIP adalah partai nasional. Kita semua nasionalis. Orang yang nasionalis adalah orang yang beragama. Jadi jangan takut. Rakyat sudah mulai pintar, rakyat sudah cerdas bisa membedakan itu,” dia memungkasi.

Jurus Melucu Bima Sakti Demi Ciptakan Suasana Santai di Timnas Indonesia

Bangkok – Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti, memiliki cara khusus melepas ketegangan para pemain, baik saat sesi latihan maupun ketika makan bersama.

Ide Bima Sakti tersebut adalah melakukan stand up comedy. Namun, tentu saja materi yang dimiliki dan diceritakannya tak jauh dari pengalaman-pengalaman lucu yang juga pernah didapatkannya ketika masih aktif menjadi pemain Timnas Indonesia.

Tak jarang Bima Sakti menceritakan momen-momen lucu terkait sang ‘pembantu’, Kurniawan Dwi Yulianto dan Kurnia Sandy. Kurniawan yang terkenal nakal di kalangan pemain Timnas Indonesia menjadi bahan materi yang cocok untuk membuat para pemain Timnas Indonesia tertawa lepas.

Bima Sakti melakukan itu demi membuat suasana rileks di lingkup personel Timnas Indonesia, terutama jelang laga kontra Thailand, malam ini. Keberadaan beberapa pemain yang lucu di dalam tim, seperti Riko Simanjuntak dan Andik Vermansah, membuat suasana semakin hangat.

“Saya memang sering melakukan hal tersebut. Bercerita pengalaman lucu ketika masih aktif bersama Timnas Indonesia atau menceritakan soal kelakuan Kurniawan. Banyak hal lucu yang bisa dibagikan kepada mereka dan itu membuat mereka tertawa lepas,” ujar Bima Sakti kepada Bola.com.

Timnas Indonesia membutuhkan suasana hangat penuh canda agar semakin kompak saat berada di dalam ataupun di luar lapangan. Hansamu Yama dkk. kerap melepaskan canda tawa ketika berada di sesi latihan.

Sajian liputan eksklusif Timnas Indonesia di Piala AFF  2018 bisa pembaca nikmati dengan mengklik tautan ini


Berita video Timnas Indonesia membutuhkan dua pemain krusial ini untuk menghadapi Thailand pada laga ketiga Piala AFF 2018.

3 Korban Lion Air Teridentifikasi, Salah Satunya Bocah 4 Tahun

Jakarta – Tiga penumpang korban Lion Air PK-LQP kembali teridentifikasi. Ketiganya teridentifikasi melalui DNA, salah satunya bocah berusia 4 tahun.

“Hasil sidang rekonsiliasi hari ini pukul 11.00 WIB di RS Bhayangkara TK I RS Soekanto, ada tiga penumpang yang dinyatakan teridentifikasi,” kata Wakil Kepala Rumah Sakit Kombes Haryanto di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (17/8/2018).

Dengan begitu, total 98 korban sudah teridentifikasi. Perinciannya, 72 korban laki-laki dan 26 perempuan.

“Hingga saat ini penumpang yang telah teridentifikasi sebanyak 98 penumpang,” ujarnya.

Berikut identitas tiga penumpang yang teridentifikasi:

1. Xherdan Fachridzi, laki-laki, 4 tahun. Teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA.
2. Ema Ratnapuri, perempuan, 23 tahun. Teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA.
3. Sastiarta, laki-laki, 28 tahun. Teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA.

(idh/dkp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Keluarga Korban Lion Air Gugat Boeing ke Pengadilan AS

Liputan6.com, Jakarta – Salah satu keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 atas nama Dr. Rio Nanda Pratama menggugat The Boeing Company sebagai produsen pesawat Boeing 737 MAX 8.

Keluarga Rio menggugat Boeing melalui Firma hukum Colson Hicks Eidson dan BartlettChen LLC.

“Kami telah mengajukan gugatan terhadap The Boeing Company di pengadilan Circuit Court of Cook County, Illinois, Amerika Serikat. Gugatan ini kami ajukan atas nama klien kami yaitu orang tua dari alm. Dr. Rio Nanda Pratama yang tewas ketika pesawat Boeing 737 MAX 8 jatuh ke laut,” kata Curtis Miner dari Colson Hicks Eidson, seperti dikutip dari Antara.

Rio Pratama adalah seorang dokter muda yang ikut jadi korban jatuhnya pesawat Lion Air dalam perjalan pulang dari sebuah konferensi di Jakarta dan hendak menikah pada tanggal 11 Nopember 2018.

Terkait dengan investigasi kecelakaan ini, Curtis Miner menyatakan bahwa sesuai dengan perjanjian internasional, pihak penyelidik dari Indonesia dilarang menentukan siapa yang bertanggung jawab atau siapa yang bersalah, dan hanya diperbolehkan untuk membuat rekomendasi keselamatan untuk industri penerbangan dimasa depan.

“Inilah sebabnya mengapa tindakan hukum atas nama keluarga korban harus dilakukan. Investigasi oleh lembaga pemerintah biasanya tidak akan memutuskan siapa yang bersalah dan tidak menyediakan ganti rugi yang adil kepada para keluarga korban. Inilah pentingnya gugatan perdata pribadi dalam tragedi seperti ini,” kata Curtis.