BEI Bakal Kembali Panggil Manajemen Lippo Cikarang

Sebelumnya, pertemuan antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan manajemen PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) yang direncanakan Kamis 18 Oktober 2018 pukul 14.00 WIB kembali batal. Ini merupakan kali kedua BEI dan LPCK gagal bertemu untuk melakukan dengar pendapat.

Sebelumnya, pada Rabu 17 Oktober 2018 kemarin, pihak BEI juga telah memanggil PT Lippo Cikarang Tbk, tapi pertemuan saat itu belum bisa terlaksana.

Seperti dikutip dari sebuah pernyataan tertulis, Bursa secara aktif telah meminta informasi kepada Lippo Cikarang melalui surat Permintaan Penjelasan pada 15 Oktober 2018, dan mengundang perseroan untuk melakukan dengar pendapat soal kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) proyek Meikarta yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun, BEI melaporkan, perseroan belum dapat menghadiri dengar pendapat di Bursa lantaran perseroan sedang melakukan investigasi internal untuk mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi.

BEI juga menyampaikan, seluruh keterbukaan informasi yang diminta dinyatakan telah disampaikan oleh manajemen LPCK. Selain itu, Bursa juga memandang bahwa informasi yang disampaikan perseroan terbilang sudah memadai.

Meski demikian, BEI menyatakan akan terus memantau perkembangan lebih lanjut atas pemberitaan yang dihadapi perseroan, seraya meminta pihak LCPK untuk selalu menyampaikan keterbukaan informasi yang material sesuai dengan peraturan dan ketentuan di pasar modal.

Seperti diketahui, proyek Meikarta adalah proyek perusahaan properti PT Lippo Karawaci Tbk dan PT Lippo Cikarang Tbk. Proyek itu dikerjakan oleh PT Mahkota Sentosa Utama yang merupakan anak usaha PT Lippo Cikarang Tbk.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kiat Investasi Reksa Dana Saham Saat IHSG Bergejolak

Pemerintah Mudahkan Anak-anak Korban Gempa Sulteng Bersekolah

Jakarta – Menko Polhukam Wiranto menegaskan pemberlakuan perlakuan khusus bagi anak-anak yang terdampak bencana alam di Sulawesi Tengah (Sulteng). Anak-anak korban gempa akan diperbolehkan bersekolah di mana saja di Sulteng.

“Tadi ada satu kemudahan dari Pak Menteri (Mendikbud) bahwa ada perlakuan khusus nanti untuk ujian sekolah, ujian semester dapat dipermudah bahkan sudah ada satu keputusan menteri untuk mereka yang kena musibah. Masuk sekolah apa pun bisa diterima tanpa syarat apapun itu memudahakan mereka agar bisa sekolah kembali,” kata Wiranto kepada wartawan di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/2018).

Wiranto menyebut Kemendikbud sudah memikirkan masalah pendidikan anak-anak di Sulteng. Untuk sementara, pihak terkait membangun tenda-tenda tempat bersekolah. Kemenag juga akan memulihkan operasional madrasah-madrasah di Sulteng.

“Menteri Agama juga sudah menyampaikan bahwa memulihkan kembali 310 kelas madrasah yang saat ini berangsur-angsur sudah dipulihkan,” kata Wiranto.

Sedangkan Kemensos saat ini sedang menghitung jaminan kesehatan yang akan diberikan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di Sulteng. Jaminan kesehatan akan diberikan saat masyarakat berpindah dari tempat pengungsian ke hunian sementara yang saat ini tengah dibangun pemerintah.

Wiranto mengatakan saat ini pemerintah sedang memikirkan jaminan kesehatan masyarakat di Sulteng. Pemerintah sedang melakukan pendataan dan memverifikasi data masyarakat agar seluruh masyarakat di Sulteng dapat menerima jaminan kesehatan dari pemerintah.

“Masalahnya sekarang gimana pendanaan karena BPJS tidak mengatur korban-korban bencana sehingga tadi dipikirkan juga bagaimana kita bisa menjamin mereka tetap mendapat sarana kesehatan dengan sistem yang ada kita bicarakan tadi,” kata Wiranto.

“Karena masa transisi ini bagaimana kita bisa memverifikasi mereka, memvalidasi data mereka sehingga bisa masuk ke penerimaan batuan iuran sehingga mereka tidak terlantar, tetap dijamin perawatan kesehatan mereka,” sambungnya.
(fdn/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ini Alasan Pengusaha Pilih UD Trucks sebagai Kendaraan Angkut Andalan

Liputan6.com, Tokyo – UD Trucks, perusahaan otomotif berbasis truk dan bus ini harus berjibaku agar produknya dilirik konsumen di Tanah Air. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) wholesale (penjualan pabrik ke dealer) UD Trucks sejak Januari-September 2018 mencapai 2.468 unit.

Sedangkan untuk retail sales (penjualan dealer ke konsumen) pada Januari-September 2018 lebih tinggi dibandingkan wholesale, yaitu sebanyak 2.270 unit.

Penjualan UD Trucks ini menempati posisi keempat, di bawah Fuso, Hino dan Isuzu. Namun penjualannya masih di atas Tata Motors, Scania, FAW, dan Man Truck.

Menurut Direktur Sales dan Logistik Direktur Sales dan Logistik UD Trucks Indonesia Handi Lim, ada beberapa alasan, produknya wajib dilirik kosumen terutama para pelaku usaha atau pengusaha.

“Mesin kami sudah Euro3. Untuk fiturnya heavy duty, ini truk Jepang dengan fitur paling lengkap dibandingkan kompetitor,” klaim Handi saat dtemui di Tokyo, Jepang, Rabu (23/10/2018).

Handi mencontohkan fitur-fitur truk UD Trucks yang tak dimiliki pabrikan lain, yakni pada bagian kabin model standar saja sudah dilengkapi penyejuk ruangan atau Air Conditioner (AC).

Selain itu, Handi mengklaim, kabin UD Trucks lebih tinggi dan tampilan wajah lebih gagah.

“Kemudian fleksibel sasis, suspensi tinggi dari yang lain. Kami juga punya telematics system yang dimana kompetitor harus tambah biaya lain untuk install,” ujarnya.

BKN: Tiap 2 Kabupaten Ada 1 Lokasi Tes CAT CPNS

Pasca berakhirnya proses seleksi administrasi dalam perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil 2018 (CPNS 2018) pada 21 Oktober 2018, para pendaftar yang lolos tak lama lagi harus menghadapi tahap Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) yang rencananya bakal bergulir pada 27 Oktober mendatang.

Lantas, apa saja yang harus dipersiapkan pelamar guna mengikuti tes SKD pada CPNS 2018?

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan menyebutkan, para pendaftar yang lolos tahap seleksi administrasi harus mempersiapkan diri untuk membawa beberapa berkas saat mengikuti tes, salah satunya membawa Surat Tanda Peserta SKD.

“Sebagai informasi kepada para pelamar, BKN memerlukan KTP asli dan Surat Tanda Peserta SKD untuk dibawa ketika tes nanti berlangsung,” jelas dia kepada Liputan6.com.

Dia melanjutkan, Surat Tanda Peserta SKD itu nantinya hanya bisa diunduh lewat situs sscn.bkn.go.id. “Surat tanda peserta hanya bisa didapatkan di SSCN,” tambahnya.

Namun begitu, ia menjelaskan, akses menuju portal SSCN saat ini tengah dibatasi guna memberi kesempatan kepada masing-masing instansi untuk lebih leluasa dalam menyelesaikan proses seleksi administrasi CPNS 2018.

“SSCN sekarang hidup, tapi trafik diperkecil untuk memberikan waktu bagi verifikator instansi menyelesaikan tugasnya,” ungkap Ridwan.

Polisi Beberkan Penyebab Tewasnya Satu Keluarga di Samosir

Liputan6.com, Samosir – Pihak kepolisian membeberkan penyebab kematian satu keluarga di Dusun Janji Mauli, Desa Tambun Sukkean, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, satu keluarga itu diduga menjadi korban pembunuhan. Hasil penyelidikan, aksi pebunuhan dilakukan oleh JS (30) sendiri, yang merupakan kepala rumah tangga keluarga tersebut.

“Kuat dugaan, peristiwa tersebut dipicu faktor ekonomi dan sakit hati. Sebab usai membunuh istri dan dua anaknya, pelaku bunuh diri dengan cara menyayat tangannya dengan pisau dan meminum rancun hama,” kata Tatan, Kamis (25/10/2018).

Persitiwa kematian satu keluarga tersebut terjadi pada Rabu, 24 Oktober 2018. Pelaku JS bersama istrinya, RG (30), serta kedua anaknya, PES (2) dan RAS (5), ditemukan warga sudah tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan di kamar mereka. Posisi para korban telentang bersimbah darah.

Tatan menyebut, dari hasil keterangan saksi baik dari keluarga korban dan tetangga, hubungan antara JS dan ‎RG sudah tidak harmonis sejak 6 bulan belakangan. Pelaku bekerja sebagai petani tuak, tidak pernah lagi memberi nafkah kepada istri dan anak-anaknya.

‎”Akibat tidak harmonis, istri dan anaknya sering pergi dan menginap di rumah orangtuanya,” sebut Tatan.

Diungkapkan Kabid Humas, tidak tertutup kemungkinan pelaku JS terlebih dahulu melakukan penganiyaan terhadap istri dan anaknya. Selanjutnya JS bunuh diri dengan cara menyayat urat nadi tangan sebelah kiri menggunakan pisau.

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa pisau dengan sarung yang berlumuran darah 1 buah, kain atau pakaian anak-anak korban, satu batang balok kayu berukuran 1 meter, dan botol racun hama merk gramoxone 1 buah.

“Barang bukti kita amankan. Semua jenazah dibawa ke RSUD Hadrianus Sinaga Pangururan, Kabupaten Samosir, selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna dilakukan autopsi,” ungkapnya.

Diterangkan Tatan, dalam kejadian tersebut pihak keluarga korban tidak terima, dan meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kemungkinan saat kejadian, pelaku JS dalam keadaan tidak sadar diri akibat mabuk tuak. Masih kita dalami lagi,” ujar Tatan menambahkan.

‎Sebelumnya, kehebohan mewarnai warga yang berukim di Dusun Janji Mauli, Desa Tambun Sukkean, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Mereka menemukan satu keluarga dalam kondisi sudah tidak bernyawa di salah satu rumah.

Informasi diperoleh Liputan6.com, satu keluarga tersebut diketahui suami istri berinisial JS (32) dan LG (32) beserta dua balitanya berinisial RS (4), dan FIS (2). Penemuan satu keluarga yang sudah tidak bernyawa itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Sepasang kekasih resmi menjadi suami istri. Uniknya pasangan ini terpaut usia 45 tahun, dimana sang wanita lebih tua dibanding sang pria.

Malaysia Rela Bakar Hutan Demi Pohon Durian, Hidup Harimau Pun Terancam

Liputan6.com, Kuala Lumpur – Habitat salah satu harimau yang paling terancam punah di dunia, harimau Malaya (Panthera tigris jacksoni), berada dalam bahaya, menurut kelompok aktivis lingkungan WWF Malaysia.

Menurut mereka, hutan belantara di Negeri Jiran telah digunduli oleh oknum tertentu hanya karena durian. Buah berbau menyengat ini sedang populer di Malaysia dan permintaan pasar terus meningkat dari tahun ke tahun.

Tak hanya harimau Malaya, binatang buas lain yang menjaga keseimbangan ekosistem alam di hutan di wilayah Raub pun dikhawatirkan semakin berkurang jumlahnya, seiring dengan penebangan pohon dan perusakan lingkungan secara besar-besaran.

Hutan hujan tersebut telah menjadi destinasi populer bagi pelancong asal Tiongkok dan Singapura dengan kedok “wisata durian”. Namun sayang, hutan itu kini mulai dibakar dan pepohonannya ditebang agar bisa “membuka jalan baru” bagi sektor perkebunan: menanam varietas durian.

Kawasan itu adalah rumah bagi harimau Malaya, yang ditetapkan sebagai satwa dilindungi dan sangat terancam punah. Di dunia, hanya tersisa sekitar 300 ekor saja.

WWF Malaysia menegaskan, merusak habitat hewan-hewan liar bisa berdampak buruk terhadap kelangsungan hidup harimau, salah satunya hutan yang ada di Hulu Sempan, di mana “surga durian” direncanakan dibangun.

“Daerah ini berdekatan dengan kawasan lindung, di mana hidup sebagian besar harimau. Harimau Malaya hanya bisa ditemukan di sekitar Semenanjung Malaka dan di ujung selatan Thailand,” kata Siti Zuraidah Abidin dari WWF Malaysia.

“Pembukaan lahan di Hulu Sempam dapat menyebabkan fragmentasi hutan yang lebih luas, yang pada akhirnya bisa mempengaruhi pergerakan satwa liar,” lanjutnya, seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (25/10/2018).

Diperkirakan 1.213 hektar lahan di Hulu Sempan pada akhirnya akan ditebang untuk perkebunan durian oleh Perbadanan Setiausaha Kerajaan, sebuah perusahaan yang terkoneksi dengan pemerintah Malaysia.

Sementara itu, Departemen Kehutanan Pahang menampik untuk berkomentar. Mereka berkilah bahwa proyek di situs itu tidak memerlukan izin dari departemen kehutanan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lazimnya, seorang anak kecil tak berani jika berhadapan atau bermain langsung dengan seekor harimau. Namun, berbeda dengan bocah 9 tahun asal China ini.

Kisah Pilu 3 Perempuan Venezuela Jadi PSK di Kolombia Demi Keluarga

Bogota – Krisis ekonomi yang melanda Venezuela memaksa tiga perempuan ini pergi ke negara tetangga Kolombia untuk mencari nafkah guna menghidupi keluarga mereka. Namun dengan tanpa paspor dan dokumen penting lainnya, mereka yang di negara asalnya bekerja sebagai guru dan polisi itu, terpaksa menjadi pekerja seks komersial (PSK) di Kolombia.

Kisah pilu ini dialami Alegria (bukan nama sebenarnya) yang menjadi guru sejarah dan geografi di Venezuela. Namun dengan hiperinflasi kronis yang melanda negaranya, perempuan ini hanya mendapatkan gaji 312.000 bolivar per bulan: kurang dari 1 US$!

Pada Februari lalu, ibu satu anak berumur 4 tahun itu menyeberangi perbatasan dan masuk ke Kolombia. Awalnya dia bekerja sebagai pelayan di restoran selama tiga bulan. Namun perempuan berumur 26 tahun itu tak mendapat gaji tetap, melainkan hanya uang tip dari para tamu restoran.

“Saya mengirimkan uang tip itu untuk keluarga saya di Venezuela,” katanya seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (25/10/2018). Enam orang termasuk putranya bergantung pada dirinya. Hingga akhirnya Alegria sampai di kota Calamar yang menjadi pusat peredaran narkoba.

Di sebuah bar di kota berpenduduk 3 ribu orang itu, tiap malam Alegria menjajakan dirinya ke pria-pria hidung belang. Dari setiap pelanggan, dia mendapatkan 37 ribu hingga 50 ribu peso (US$ 11-16), di mana 7 ribu peso di antaranya diserahkan kepada manajer bar. Alegria mengatakan, di ‘malam yang baik’ dia bisa mendapatkan antara $30 dan US$ 100.

Peristiwa yang sama dialami Patricia, ibu tiga anak yang bekerja di sebuah rumah bordir di Calamar. Perempuan berumur 30 tahun itu pernah dipukuli dan disodomi oleh klien yang mabuk.

“Ada pelanggan yang memperlakukan kami dengan buruk dan itu mengerikan,” tuturnya. “Setiap hari saya berdoa kepada Tuhan agar mereka baik pada kami,” imbuhnya.

Ada pula Pamela (20) yang tadinya bekerja sebagai polisi di Venezuela, terpaksa menjadi PSK di rumah bordil di Calamar selama beberapa bulan. Namun setelah dia hamil, Pamela menggugurkan kandungannya dan pergi ke Bogota. Dia kini bekerja sebagai pelayan dengan upah US$ 10 per hari. Jumlah itu hanya 10 persen dari apa yang bisa didapatnya saat bekerja di rumah bordil di Calamar, namun dia telah memutuskan untuk berhenti melacurkan diri.

Sekitar 60 perempuan Venezuela bekerja sebagai PSK di Calamar. Menurut PBB, sekitar 1,9 juta warga Venezuela telah meninggalkan negeri yang dilanda krisis ekonomi tersebut sejak tahun 2015.

(ita/ita)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ini Kunci agar RI Tak Perlu Impor Beras

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi produksi beras Indonesia pada tiga bulan terakhir 2018 mencapai 3,94 juta ton. Dengan adanya data ini maka Indonesia secara keseluruhan memiliki potensi produksi beras sebesar 32,42 juta ton hingga akhir tahun.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, produksi beras hingga September sebesar 28,47 juta ton. Angka merupakan angka terbaru dan valid sesuai dengan kajian metode penghitungan metode kerangka sampel area (KSA).

“Produksi beras hingga akhir tahun, perkiraan produksi beras sebesar 32,42 juta ton. Masing masing Oktober hingga Desember sebesar 1,52 juta ton, 1,20 juta ton dan 1,22 juta ton,” ujar dia.

Adapun konsumsi beras Indonesia hingga Desember 2018 diperkirakan sekitar 29,57 juta ton. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan produksi beras Januari hingga Desember 2018.

“Dengan demikian, surplus produksi beras di Indonesia pada 2018 diperkirakan sebesar 2,85 juta ton,” jelas Suhariyanto.

Tonton Video Ini:

Petani di Pati, Jawa Tengah mendukung sikap Dirut Bulog, Budi Waseso. Mereka menolak kebijakan pemerintah yang akan melakukan impor beras.