BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jakarta Hari Ini

Jakarta – BMKG memprediksi sejumlah wilayah di Jakarta bakal diguyur hujan disertai petir dan angin kencang antara siang hingga menjelang malam. Menurut BMKG, hujan disertai angin kencang itu berdurasi singkat.

“Waspada potensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang dengan durasi singkat di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur antara siang – menjelang malam hari dan dini hari,” tulis BMKG dalam situs resminya, Rabu (30/1/2019).

Sementara itu, BMKG memprediksi sejumlah wilayah akan berawan kecuali Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu. Kemudian pada siang hari, BMKG memprediksi bakal terjadi hujan lokal di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

BMKG juga memperkirakan cuaca di seluruh wilayah Jakarta bakal cerah berawan hingga berawan pada malam hari. Kemudian, cuaca berawan diperkirakan berlanjut pada saat dini hari di sejumlah wilayah Jakarta, kecuali Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu yang diprediksi bakal hujan.

Suhu di Jakarta akan berkisar dari 24-31 °C, dengan tingkat kelembaban 70-95 %.
(aik/mae)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Marouane Fellaini Bakal Angkat Kaki dari Manchester United

Jakarta Manchester United bakal melepas gelandang Marouane Fellaini. The Red Devils akan menjual Fellaini dalam waktu dekat.

Fellaini menjadi incaran beberapa klub dari luar Eropa. Media-media Inggris melansir, Manchester United sedang melakukan pembicaraan dengan klub China yang masih dirahasiakan.

Pembicaraan kedua klub masih seputar soal harga jual Fellaini. Saat ini, pemain internasional Belgia itu memiliki kontrak yang bertahan hingga musim panas 2020.

Manchester United tidak terburu-buru ingin melepas Fellaini. Sebab, bursa transfer Liga Super China masih akan dibuka hingga 28 Februari mendatang.

Fellaini merupakan pemain yang dibawa David Moyes pada 2013. Dia sudah merasakan dilatih tiga manajer terakhir Manchester United, yakni Moyes, Louis van Gaal, dan Jose Mourinho.

Kini, Fellaini diprediksi akan kesulitan mendapatkan menit bermain di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer. Hal tersebut yang membuat pihak Manchester United berniat melepas pemain berusia 31 tahun itu.

Sumber: bbc.com

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

Murid Dihukum Push Up karena Nunggak SPP, Ombudsman DKI: Ada Maladministrasi

JakartaOmbudsman perwakilan Jakarta Raya menyayangkan hukuman push up bagi murid yang menunggak bayar SPP. Menurut Ombudsman, hal itu menunjukkan bahwa lembaga pendidikan tidak patuh terhadap hukum.

“Kekerasan yang terjadi di SDIT Bina Mutjama Bogor menunjukan bahwa lembaga pendidikan tidak patuh hukum. Alih-alih melindungi siswa yang masih di bawah umur, tenaga pengajar malah melakukan kekerasan yang menyebabkan GNS dihukum push up 100 kali karena belum membayar iuran sekolah,” ujar Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya Teguh P Nugroho, dalam keterangan tertulis, Selasa (29/1/2019).

Teguh mengatakan, selain tak patuh hukum, Yayasan Bina Mujtama juga dinilai mempraktikkan kekerasan. Dia pun menilai apa yang dilakukan pihak sekolah tidak dapat ditolerir.

“Tindakan yang dilakukan oleh Pengajar di SDIT dengan memaksa siswa melakukan push up masuk dalam praktik kekerasan dan tindakan tersebut tidak dapat ditolerir,” katanya.
Menurut Teguh, kasus tersebut dapat berpotensi terjadinya maladministrasi. Mengingat dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak telah diatur mengenai hak anak di lingkungan sekolah.

“Dalam Pasal 9 ayat 1a secara tegas menyatakan bahwa setiap anak berhak mendapatkan perlindungan di satuan pendidikan dari kejahatan seksual dan kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau pihak lain,” katanya.

“Kasus tersebut jelas terdapat aspek maladministrasi pelayanan publik dan aspek hukum pidananya, penyidik dapat langsung mengusut kasus ini tanpa adanya laporan dari korban,” sambung Teguh.

Teguh mengungkapkan, pihaknya juga akan menelusuri apakah sekolah tersebut mendapatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Pemerintah. Sebab, jika pihak sekolahan mendapatkan dana BOS, maka tidak sepatutnya menjadikan SPP sebagai pungutan wajib sebagimana tegas diatur dalam Permendikbud 44/2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan pada Satuan Pendidikan Dasar.

“Ini yang akan kita dalami apakah sekolah tersebut mendapatkan dana BOS dari Pemerintah? jika iya maka sangat fatal, terlebih tindakan sekolah yang memberikan hukuman kepada anak mengindikasikan pembebanan kewajiban biaya pendidikan kepada sang anak,” kata Teguh.

“Pihak sekolah harus bertanggung jawab, kepala Dinas Pendidikan juga harus ikut bertanggung jawab terkait dengan apa yang terjadi di SDIT Bina Mutjama Bogor, jangan ada lagi kekerasan dan tindak pelaku sesuai hukum,” tutup Teguh.

Sebelumnya diberitakan, G mengaku mendapat hukuman dari pihak sekolah karena terlambat membayar SPP. Dia mengaku dihukum push up oleh pihak sekolah. Hal ini kemudian membuat G trauma. Dia tidak mau kembali ke sekolah tersebut.

Pihak sekolah kemudian memberi penjelasan. Pihak sekolah menyebut bahwa hukuman itu diberikan untuk menerapkan disiplin kepada murid-muridnya. Penghukuman itu juga merupakan bentuk peringatan kepada orang tua murid.

“Iya sebenernya sih ingin menerapkan disiplin, dalam rangka memahami betul tanggung jawab sebagai orang tua, kita nggak mau sebenernya libatkan anak,” kata Kepsek SDIT Bina Mujtama Budi kepada wartawan di kantornya, Bojonggede, Bogor, Selasa (29/1).
(mae/aik)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Menggugat Tahta Sang Wali Nanggroe di Aceh

Liputan6.com, Aceh – Jabatan Wali Nanggroe (Wali Negara, red) di Provinsi Aceh yang dipegang Tengku Malik Mahmud Al-Haythar untuk kedua kalinya, mulai digugat. Diduga ada gelombang besar yang tengah mengendap-endap hendak menghempas tahta Sang Wali. 

Tengku Malik Mahmud Al-Haythar kembali mendapat lakab Paduka Yang Mulia ‘Al-Mukarram Maulana Al-Mudabbir Al-Malik’ setelah dia dikukuhkan sebagai Wali Nanggroe, Jumat, 14 Desember 2018. Dia menjadi Wali Nanggroe untuk kedua kalinya hingga 2023, sesuai dengan masa kepemimpinan lembaga adat, yakni 5 tahun.

Tengku Malik Mahmud Al-Haythar atau dikenal khalayak Malik Mahmud saja, adalah Wali Nanggroe pertama pasca MoU, dan ke-X berdasarkan sejarah keberadaannya.

Pria yang disebut-sebut lahir di Singapura ini pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Gerakan Aceh Merdeka (PM-GAM), kemudian diangkat menjadi Wali Nanggroe periode pertama pada 2012.

Ketika Malik Mahmud menjabat kembali pada 2018, keabsahannya dinilai cacat hukum. Disebut, Sang Paduka terpilih dengan cara-cara yang tidak demokratis, transparan, dan tidak melibatkan ulama dari 23 kabupaten/kota di Aceh.

Belakangan, yang getol menggugat adalah aliansi mahasiswa Gerakan Mahasiswa Pemuda Aceh-Wali Nanggroe (GEMPA-WN). Senin kemarin, GEMPA-WN berunjuk rasa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), yang tak lain adalah lembaga yang mengukuhkan jabatan Sang Wali.

Selain bakar ban dan mendobrak pagar, mahasiswa mendesak DPRA menggelar sidang paripurna mencabut mandat Malik Mahmud, selaku Wali Nanggroe. Mereka juga minta Badan Pengawas Keuangan (BPK) mengaudit anggaran yang dialokasikan untuk Lembaga Wali Nanggroe selama kepemimpinan Malik Mahmud periode pertama.

Berkaitan dengan anggaran, di dalam qanun disebut Wali Nanggroe diberi tunjangan yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA). Tunjangan representasi, tunjangan jabatan, tunjangan keluarga, tunjangan asuransi, tunjangan transportasi, tunjangan kesehatan, dan tunjangan pakaian dinas.

Selain itu, mahasiswa meminta lembaga adat tersebut memperkuat harkat dan martabatnya. Mereka meminta Waliyul’ahdi segera melakukan pemilihan ulang dengan membentuk komisi pemilihan Wali Nanggroe secara transparan.

2 dari 4 halaman

Suara Aktivis Perempuan

Aktivis perempuan juga mahasiswa yang ikut dalam gelombang massa GEMPA-WN, Rahmatun Phounna, mengatakan, pengukuhan Malik Mahmud sebagai Wali Nanggroe cacat hukum atau mengangkangi qanun. Tepatnya, melanggar Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2013 atas perubahan Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2012 tentang Lembaga Wali Nanggroe.

“Seharusnya, Waliyul’ahdi membentuk komisi pemilihan terlebih dahulu. Ada pasal 70 ayat 1 dalam Qanun Nomor 9 Tahun 2013. Dan pasal 70 ayat 2, bahwasanya pemilihan Wali Nanggroe atau Malik Mahmud kembali harus dihadiri tuha peut, tuha lapan, mufti, dan para alim ulama atau tokoh adat 23 kabupaten/kota,” kata Phounna kepada Liputan6.com, Selasa sore, 29 Januari 2019.

Di hari pengukuhan Desember tahun lalu, memang sempat dilakukan pertemuan di ‘Gedung Putih’ atau nama lain Gedung Lembaga Wali Nanggroe, namun tidak dihadiri perwakilan dari 23 kabupaten/kota. Ketika itu, keputusan memilih Malik Mahmud sebagai Wali Nanggroe untuk kedua kalinya, dalih situasi mendesak karena masa jabatan Wali Nanggroe telah habis.

“Jika pun masa Wali Nanggroe saat itu sudah habis. Kan juga tidak harus terburu-buru. Bisa mengosongkan terlebih dahulu Wali Nanggroe-nya kemudian Malik Mahmud silahkan mendaftar, dibentuk dulu komisinya,” pinta dia.

Phounna menyatakan, ia dan rekan-rekannya sesama mahasiswa akan terus menggalang dukungan hingga goals yang mereka inginkan tercapai. Konsolidasi, kata dia, akan dilakukan di sejumlah kampus seluruh kabupaten/kota di Aceh.

“Yang kontra jelas ada. Kita tidak mau mendengar isu-isu bahwa gerakan kami dibekingi. Karena kita tidak punya banyak tangan untuk menutup mulut-mulut mereka. Ini lahir dari hati,” tegas Phounna, saat ditanyai tanggapan jika ada pihak tertentu mengklaim gerakan yang mereka lakukan bermotif kepentingan.

3 dari 4 halaman

MoU Helsinki

Wali Nanggroe atau Lembaga Wali Nanggroe buah dari Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki yang selanjutnya diatur dalam Undang-Undang Pemerintah Aceh Nomor 11 Tahun 2006. Kemudian dalam Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2013 atas perubahan Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2012 tentang Lembaga Wali Nanggroe.

Dalam angka 1.1.7. butir MoU Helsinki disebut, di Aceh akan dibentuk Lembaga Wali Nanggroe dengan segala perangkat upacara dan gelarnya. Menindaklanjuti butir tersebut maka melalui Undang-undang Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, maka, ketentuan tentang pembentukan Lembaga Wali Nanggroe ditetapkan melalui qanun.

Keberadaan qanun Wali Nanggroe yang merupakan buah MoU Helsinki, serta otonomi diperkuat dua asas hukum, yakni lex specialis derogate legi generale berarti ketentuan hukum yang khusus diutamakan dari pada ketentuan hukum yang umum. Dan, pacta sunt servanda berarti hakim atau pihak ketiga harus menghormati substansi kontra atau perjanjian yang dibuat oleh para pihak dengan itikad baik.

Berdasarkan qanun, Lembaga Wali Nanggroe merupakan lembaga kepemimpinan adat sebagai pemersatu masyarakat yang independen, berwibawa, dan berwenang membina serta mengawasi penyelenggaraan kehidupan, adat, adat istiadat, bahasa dan pemberian gelar atau derajat dan upacara-upacara adat lainnya. Sang Wali ini punya hak khusus, salah satunya imunitas.

Hak imunitas ini berlaku dalam forum rapat kelembagaan Wali Nanggroe terhadap pertanyaan, pernyataan, pendapat atau tindakan yang berkaitan dengan tugas, fungsi dan kewenangannya. Adapun penyelidikan dan penyidikan terhadap Wali Nanggroe selain yang disebut di atas, dapat dilaksanakan setelah adanya persetujuan tertulis dari gubernur atas permintaan penyidik secara tertulis.

Wali Nanggroe memiliki hak khusus lain, yakni, protokoler, keuangan dan administratif, dan meminta pendapat. Secara kelembagaan, Lembaga Wali Nanggroe mempunyai sejumlah perangkat kerja, diantaranya Majelis Tinggi dan Majelis Fungsional.

Selain itu terdapat Waliyul’ahdi, selaku pemangku Wali Nanggroe. Waliyul’ahdi melaksanakan tugas, fungsi dan kewenangan Wali Nanggroe apabila Wali Nanggroe tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan atau berhalangan tetap.

4 dari 4 halaman

Pandangan Eks GAM dan Pengamat Politik

Gerakan menolak legalitas keterpilihan Malik Mahmud sebagai Wali Nanggroe tak luput dari sorotan berbagai pihak. Diantaranya Cut Man, yang merupakan  eks-Panglima Sagoe Sjech Baghdad GAM, yang membawahi beberapa kecamatan di Aceh Barat, pada masa konflik.

Bagi Cut Man, jabatan Wali Nanggroe adalah bagian dari sejarah. Kepemimpinan Wali Nanggroe runut dengan kelanjutan kepemimpinan para ulama sekaligus pejuang bahkan kesultanan Aceh.

Runtut ke belakang, jabatan ini sebelumnya dijabat Tgk. Muhammad Hasan di Tiro, Tgk Chik di Tiro Muaz bin Muhammad Amin, Tgk Chik di Tiro Mahjuddin bin Muhammad Saman, Tgk Chik di Tiro Ubaidillah bin Muhammad Saman, Tgk. Chik di Tiro Sulaiman bin Muhammad Saman, Tgk. Chik di Tiro Abdussalam bin Muhammad Saman, Tgk. Chik di Tiro Muhammad Amin bin Muhammad Saman, dan Tgk. Chik di Tiro Muhammad Saman Bin Teungku Syeikh Ubaidillah, selaku Wali Nanggroe pertama. Melihat silsilahnya, hanya Malik Mahmud lah yang punya nama keluarga Al-Haythar.

Menurut Cut Man, jika memang pengukuhan Malik Mahmud sebagai Wali Nanggroe tidak berdasarkan prosedur qanun, maka jabatan tersebut tidak sah. Pemilihan kembali niscaya harus dilakukan.

“Wali Nanggroe, adalah wali seluruh lini menyangkut dengan Rakyat Aceh, diplomasi, ulama, pendidikan, dan lainnya, itu tanggungjawab Wali Nanggroe. Kalau ada temuan seperti yang disebut adik-adik mahasiswa, maka harus ada pemilihan kembali,” tegas eks-Wakil Panglima Meulaboh Raya merangkap Juru Bicara ini, kepada Liputan6.com, Selasa (29/1/2019).

Sorotan juga datang dari pengamat politik Universitas Malikussaleh (Unimal), Taufik Abdullah. Dia berharap DPRA memberi penjelasan yang komprehensif berkaitan dengan pengukuhan Malik Mahmud sebagai Wali Nanggroe, untuk kedua kali.

“Ada alasan secara yuridis, kemudian politis, barangkali. Setidaknya, dua hal itu harus dijelaskan. Bagaimana pun, sikap DPRA, tidak terlepas dari hal tersebut. Maka, harus ada pemberian pemahaman yang benar terkait legal standing pengukuhan Malik Mahmud untuk kedua kali. Jadi sah-sah saja mahasiswa protes,” ujar Taufik, kepada Liputan6.com, Selasa, (29/1/2019).

Disamping itu, Taufik mengklaim representasi ulama  di internal Lembaga Wali Nanggroe memang belum ada secara kelembagaan. Sehingga majelis pemilihan Wali Nanggroe dianggap tidak representatif.

“Ada banyak komponen yang belum selesai, terutama majelis pemilihan Wali Nanggroe,” dosen yang pernah melakukan riset tentang ‘Gerakan Mahasisa Aceh’ ini memungkasi.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Callum Hudson-Odoi Tidak Jadi Pergi, Maurizio Sarri Senang

Jakarta Manajer Chelsea, Maurizio Sarri, bersyukur bisa mempertahankan Callum Hudson-Odoi. Menurut Sarri, Hudson-Odoi memiliki potensi menjadi pemain besar.

“Hudson-Odoi terus menunjukkan perkembangan yang positif di Chelsea. Ia adalah masa depan sepak bola Inggris,” ujar Hudson-Odoi.

“Klub telah mengatakan kalau Hudson-Odoi tidak akan pergi pada Januari 2019. Mungkin ia juga tidak akan pergi pada musim panas mendatang. Saya sanga senang dengan situasi tersebut.”

“Saya tidak memiliki kuasa untuk membuatnya menandatangani kontrak baru. Sesungguhnya, saya sangat puas dengan performanya di lapangan.”

“Saya tak senang dengan situasi ini. Namun, semua klub mengalami masalah yang sama untuk mempertahankan bintang muda mereka.”

“Saya tak bisa memberi janji kepadanya untuk selalu bermain pada tiap pertandingan. Namun, yang pasti saya akan memberinya kesempatan,” ungkap Sarri.

Chelsea kesulitan untuk mempertahankan Hudson-Odoi pada Januari 2019. Pemain berusia 18 tahun itu sempat meminta untuk dijual.

Namun, Chelsea berhasil membujuk Hudson-Odoi untuk bertahan. Pada laga Piala FA, Hudson-Odoi tampil cemerlang dan menyumbang gol untuk kemenangan 3-0 Chelsea atas Sheffield Wednesday.

Sumber: FourFourTwo

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini

Cantiknya Lindswell Kwok dalam Balutan Gamis Rancangan Dhini Aminarti

Liputan6.com, Jakarta – Pendekar Wushu Indonesia Lindswell Kwok mantap berhijab setelah memutuskan menjadi mualaf 2018 lalu. Sejak itu,istri Achmad Hulaefi ini beberapa kali mengunggah potret dalam balutan hijab dan gamis.

Penampilan cantik dan bersahaja Lindswell Kwok juga tampak dalam sebuah potret yang ia unggah pada 23 Januari 2019. Potret itu mengabadikan kebersamaannya dengan beberapa selebritas Tanah Air.

Lindswell Kwok mengenakan gamis, hijab bernuansa beige dan ciput berwarna senada. Untuk bawahan dari gamis sendiri terlihat dalam sentuhan pleat dan ruffle di beberapa bagian hijab syar’i koleksi Callia Dress Volume 1.

Tak hanya Lindswell, namun Dewi Sandra, Soraya Larasati, ibunda Dhini Aminarti, dan Indri Manda juga dalam balutan busana yang sama. Ini merupakan gamis cantik dari project Dhini Aminarti yakni imsyari X dhiniaminarti.

Brand kolaborasi ini resmi diluncurkan pada 23 Januari 2019 dengan menghadirkan gamis dan busana syar’i penuh warna dan didominasi sentuhan pastel. Saat dirilis, beberapa selebritas turut memeragakan gamis ini. Mereka di antaranya Cut Meyriska, Zee Zee Shahab, hingga Mulan Jameela.

Sementara, tidak banyak keterangan yang disampaikan Lindswell Kwok. “Launching #imsyarixdhiniaminarti @dhiniaminarti @irnamutiara @imsyarixdhiniaminarti,” tulis Lindswell.

Penampilan Lindswell Kwok itu sontak mengundang perhatian publik. Tidak sedikit dari warganet yang memberikan pujian dan menuliskan ungkapan kekaguman di kolom keterangan potret yang diunggahnya.

“MasyaAllah Cantik banget ka,” tulis akun hildadzakiyyah. “Masyaallah cantik nya. istiqamah trus yah,” puji akun lala_umairah. “Cantik bangat cici Lindswell,” tambah akun melanirezky.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tottenham Hotspur Segera Lepas Vincent Janssen

Jakarta Tottenham Hotspur tidak membutuhkan striker Vincent Janssen. Pemain asal Belanda itu dipertimbangkan dijual ke klub Spanyol, Real Betis.

Tottenham Hotspur dikabarkan sudah menerima upaya pendekatan Real Betis kepada Janssen. The Lilywhites bersedia melepas Janssen dengan biaya transfer 15 juta poundsterling.

Kini, kepastian transfer tinggal menunggu tanggapan Real Betis. Kemungkinan besar, Real Betis bakal menyetujui permintaan Tottenham Hotspur.

Kabar ini bisa menyejukan hati Janssen. Pada musim 2018-2019, Janssen tidak mendapat kepercayaan sama sekali dari manajer Mauricio Pochettino.

Janssen belum pernah tampil sepanjang musim ini. Selain kesulitan bersaing dengan Harry Kane dan Fernando Llorente, Janssen juga kerap masuk ruang perawatan karena mengalami cedera kaki.

Tottenham Hotspur mendatangkan Janssen dari AZ Alkmaar pada 2016. Pada musim lalu, pemain berusia 24 tahun itu dipinjamkan ke klub Turki, Fenerbahce.

Sumber: skysports.com

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

Selebrasi Para Pemain Qatar Dihujani Sandal dan Botol

Jakarta Qatar memastikan tiket ke final Piala Asia 2019 setelah mengandaskan tuan rumah Uni Emirat Arab (UEA), 4-0, di Stadion Mohammed bin Zayed, Abu Dhabi, Selasa (29/1/2019).

Pada babak pertama, Qatar mampu mencetak dua gol melalui Boualem Khoukhi dan Almoez Ali. Setelah jeda, Hassan Al Heidos dan Hamid Ismaeil memperbesar kemenangan Qatar.

Gol-gol yang dicetak para pemain Qatar ternyata membuat hati pendukung UEA panas. Saat gol kedua melalui Almoez Ali tercipta, para suporter tuan rumah melakukan tindakan tidak pantas.

Para pemain Qatar yang sedang melakukan selebrasi dihujani berbagai benda yang dilempar dari tribune stadion. Bahkan, ada sebuah sandal yang melayang di tengah-tengah pemain Qatar.

Para penonton semakin kesal saat satu di antara pemain Qatar melakukan aksi balasan di depan mereka. Pemain tersebut justru berjoget ketika dihujani berbagai macam benda.

Pihak keamanan hanya bisa mengimbau para penonton untuk tidak melakukan tindakan tersebut. Beruntung, pertandingan kembali berlanjut dan Qatar justru menambah dua gol setelah kejadian itu.

UEA pun memupus mimpi lolos ke final untuk kedua kalinya di Piala Asia. Sebelumnya, UEA pernah melaju ke partai puncak saat menjadi tuan rumah pada 1996.

Sementara itu, Qatar untuk kali pertama berhasil melangkah hingga fase terakhir Piala Asia. Di final, Qatar akan menghadapi juara Asia sebanyak empat kali, Jepang, pada Jumat (1/2/2019).

Sumber: independent.co.uk, foxsportsasia.com

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

Sebelum Bursa Transfer Ditutup, Arsenal Bakal Gaet Suarez

Jakarta Arsenal selangkah lagi mendapatkan gelandang Barcelona, Denis Suarez. The Gunners bakal merampungkan transfer Suarez sebelum bursa transfer Januari 2019 ditutup pada Kamis (31/1/2019).

Arsenal menjadikan Denis Suarez sebagai buruan pada Januari 2019. Namun, usaha mereka menemui jalan buntu karena tidak adanya kesepakatan dengan Barcelona.

Blaugrana disebut hanya bersedia melepas Denis Suarez secara permanen. Namun, Arsenal telah membuat kebijakan hanya akan mendatangkan pemain dengan status pinjaman pada Januari 2019.

Hal tersebut sempat menyurutkan niat Arsenal untuk memboyong Suarez. Tetapi menjelang tenggat transfer, spekualasi Suarez ke Arsenal kembali menguat.

Barcelona dikabarkan bersedia melepas pemainnya itu dengan status pinjaman ke Arsenal. Namun, The Gunners harus siap menebus Suarez pada akhir musim 2018-19.

Unai Emery sangat menyukai gaya permainan Denis Suarez. Menurutnya, Suarez adalah pemain serbabisa yang dapat ditempatkan di sejumlah posisi dan akan sangat berguna di Arsenal.

2 dari 2 halaman

Arsenal Masih Berburu Pemain

Arsenal masih akan mencoba untuk mendatangkan pemain dengan status pinjaman. Ada dua pemain yang dikaitkan dengan The Gunners selain Suarez, yaitu Ivan Perisic dan Kevin Malcuit (Napoli).

The Gunners disebut hampir mencapai kesepakatan dengan Ivan Perisic. Inter Milan pun sudah siap kehilangan pemain asal Kroasia itu.

Sementara itu, Kevin Malcuit diproyeksikan untuk mengisi peran Hector Bellerin yang mengalami cedera hingga akhir musim.

Sumber: Football London

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini