Patrialis Akbar Ajukan PK Ternyata Karena Ini

Jakarta – Mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar mengajukan peninjauan kembali (PK) kasus korupsi. PK diajukan karena Patrialis menduga terdapat kekhilafan hakim dalam vonis kasus yang menjeratnya.

“Terdapatnya kekhilafan hakim atau kekeliruan yang nyata terhadap putusan yang terdahulu,” ujar Patrialis dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Patrialis menyebut ada 16 novum atau bukti baru atas kasus tersebut. Selain itu, putusan majelis hakim pertentangan dengan kasus tersebut.

“Terdapat keadaan baru kami akan jelaskan 16 novum akan kami sampaikan pokok-pokoknya. Terdapatnya pertentangan putusan yang saya hadapi,” jelas Patrialis.

Dia juga membantah menerima uang USD 10 ribu dari pengusaha Basuki Hariman untuk keperluan umrah. Selain itu, dia membantah menerima uang Rp 4 juta untuk kebutuhan main golf.

“Keadaan baru yaitu bukti untuk bantah putusan bahwa saya dinyatakan menerima uang suap sebesar 10 ribu dolar AS untuk kepentingan umrah. Novum selanjutnya untuk membantah tidak benar saya terima suap Rp 4 juta untuk kepentingan golf,” ucap Patrialis.

Selain itu, Patrialis membantah telah mempengaruhi perkara nomor 129/PUU-XIII/2015 terkait permohonan uji materi UU no 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Untuk membantah saya tidak pernah mempengaruhi putusan hakim MK,” jelas dia.

Patrialis Akbar divonis 8 tahun penjara. Patrialis terbukti melakukan tindak pidana korupsi saat menjadi hakim konstitusi.

Patrialis terbukti menerima USD 10 ribu dari pengusaha Basuki Hariman. Uang tersebut disebutkan hakim untuk biaya umroh Patrialis.

Uang tersebut diterima agar Patrialis untuk mempengaruhi perkara nomor 129/PUU-XIII/2015 terkait permohonan uji materi UU no 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
(fai/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Miris, Warga Cempaka Baru Mengais Sisa Harta Benda di Bekas Kebakaran

Fokus, Jakarta – Warga yang menjadi korban kebakaran di Jalan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, berusaha mengais sisa puing di kediaman mereka yang masih bisa diselamatkan.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Kamis (25/10/2018), saat ini para korban masih mengungsi di masjid yang berada tak jauh dari lokasi. Setidaknya 397 jiwa kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran yang terjadi Rabu sore kemarin.

Meski banyak warga yang tak berhasil diselamatkan, para korban mengaku sudah mendapatkan bantuan berupa satu setel pakaian. Namun, mereka sangat berharap ada bantuan untuk membangun kembali rumah mereka yang musnah dilalap si jago merah.

“Yang sisa cuma daster selembar dan pakaian dalam. Mudah-mudahan pemerintah membangun lagi supaya ada tempat tinggal,” kata Sumini, salah satu korban. 

Saat ini, penyebab kebakaran yang memusnahkan puluhan rumah semi permanen di Kelurahan Cempaka Baru masih dalam penyelidikan. (Rio Audhitama Sihombing) 

Ziarah ke Makam Ki Entus, Sandiaga Ingin Seperti Bima dalam Pewayangan

Liputan6.com, Jakarta – Calon Wakil Presiden Sandiaga Shalahudin Uno berziarah ke makam Ki Entus Susmono di Jalan Projosumarto, Desa Bengle, Kramat, Kabupaten Tegal, Kamis (25/10/2018). Ki Entus Susmono merupakan seniman wayang yang juga mantan Bupati Tegal periode 2014-2019.

Setelah berziarah, Sandi mendapat hadiah berupa dua wayang dari Nurlaela, istri Ki Entus Susmono. Dua wayang yang diberikan ke Sandi bernama Bima dari jenis wayang kulit dan Prabu Siliwangi jenis wayang golek.

Sandiaga berharap, sosok Bima bisa menjadi representasi dirinya saat memenangkan hati rakyat Indonesia dalam Pilpres 2019 mendatang.

“Saya dapat oleh-oleh ini. Satu, wayang Bima. Mudahan-mudahan ini menjadi penyemangat kita untuk bergerak lebih kuat lagi seperti Bima. Dan satu lagi wayang golek Prabu Siliwangi. Mudah-mudahan ini bisa menginspirasi kita,” ujar Sandi.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut sudah dua hari berkeliling Provinsi Jawa Tengah untuk menyerap aspirasi masyarakat. Rencananya, calon wakil presiden yang diusung partai Gerindra, PKS, PAN, Demokrat dan Berkarya itu bakal melanjutkan perjalanannya ke Brebes dan Cirebon.

Reporter: M Genantan Saputra 

Broadcast Penculikan Siswa SD di Cilodong Depok Hoax!

Depok – Akhir-akhir ini kerap beredar pesan berantai atau kabar viral soal penculikan anak-anak. Yang terbaru, beredar pesan berantai bahwa ada siswa SD di Cilodong, Depok yang diculik. Polisi menelusuri kabar itu hingga ke sekolah yang dimaksud dan memastikan bahwa broadcast penculikan itu hoax.

Pesan berantai itu menyebut penculikan terjadi di SD Al Khairiyah, Kalimulya, Cilodong, Depok. Siswa itu disebut dibawa kabur dengan mobil.

Kasubbag Humas Polresta Depok AKP Firdaus mengatakan anggota Polsek Sukmajaya sudah ke sekolah yang disebutkan pada Rabu (24/10) kemarin. Polisi bertemu dengan guru SD Al Khairiyah, Siti Sudaryati dan Kepala Sekolah SD Al Khairiyah, Acu Setiawan.

“Menurut keterangan dari Acu Setiawan, beliau menerima BC (Broadcast) berita penculikan tersebut sekira pukul 12.30 WIB, setelah menerima berita tersebut langsung mengecek dengan guru kelas dan ternyata siswa didik lengkap,” kata AKP Firdaus dalam keterangannya, Kamis (25/10/2018).

Selama ini, guru-guru juga selalu memastikan keberadaan anak didiknya. “Menurut keterangan dari Ibu Siti Sudaryati berita penculikan tersebut tidak benar, karena setiap masuk dan sebelum siswa pulang guru kelas selalu mengecek siswa didiknya,” ungkapnya.

Keluarga pemilik Yayasan SD Al Khairiyah, Hoiri mengatakan tidak ada orangtua yang merasa kehilangan anaknya.

“Kesimpulannya bahwa berita tersebut tidak benar/hoax,” tutup AKP Firdaus.
(imk/imk)

Diduga Korslet, Smartphone Xiaomi Meledak dan Picu Kebakaran di Ponorogo

Kondisi rumah yang terbakar diduga karena smartphone Xiaomi meledak. Liputan6.com/ Dian Kurniawan

Saat dimintai keterangan oleh polisi, Alfian mengaku lupa mencabut kabel cas miliknya dan ditinggal pergi ke sekolah. Pelajar kelas IX ini pun tidak menyangka smartphone-nya bakal meledak dan menyebabkan kebakaran.

Akibat kejadian ini, barang yang ada di kamar miliknya ludes dilalap si jago merah. Mulai dari springbed, kasur, buku dan smartphone merk Xiaomi beserta alat cas sudah hangus terbakar.

“Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa ini, kerugian ditaksir mencapai Rp 10 juta,” ucap pihak Xiaomi Indonesia.

Terkait kejadian ini, Xiaomi Indonesia dalam pernyataan Rabu (24/10/2018) menjelaskan, informasi yang beredar terkait dugaan ponsel Xiaomi menyebabkan kebakaran belum dapat dikonfirmasi.

Saat ini pihak yang berwajib masih melakukan penyelidikan, dan belum memastikan secara konklusif apa yang menyebabkan kebakaran di lokasi tersebut.

“Kepada para Mi Fans, kami ingin menekankan kembali bahwa keamanan pengguna merupakan hal yang sangat penting bagi kami. Seluruh perangkat kami telah melalui proses pengujian kualitas yang ketat untuk memastikan agar para pengguna mendapatkan kualitas yang terbaik,” pungkas dia.

(Dian Kurniawan/Ysl)

Bilik dan Kotak Suara Pemilu 2019 Mulai Tiba di Bali

Liputan6.com, Bali – Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota se-Bali mulai menerima kebutuhan logistik untuk pelaksanaan Pemilu 2019, seperti bilik dan kotak suara berbahan kardus.

“Logistik yang datang itu, ada yang sudah sesuai jumlahnya dengan yang tertera dalam berita acara (BA) dan ada yang belum,” ujar anggota KPU Bali Divisi Sosialisasi Gede John Darmawan di Denpasar, seperti dikutip dari Antara, Kamis (25/10/2018).

Untuk logistik bilik dan kotak suara yang belum lengkap, lanjut John, sudah dilaporkan kekurangannya melalui KPU Provinsi Bali dan kemudian akan ditindaklanjuti ke KPU RI dan rekanannya.

“Setelah dilakukan penghitungan, dari sembilan kabupaten/kota di Bali, hanya logistik yang diterima KPU Badung yang jumlahnya sudah sesuai dengan berita acara tanda terima barang, yakni 6.866 kotak kardus dan 1.515 bilik kardus,” ucapnya.

Sedangkan, kata John, untuk Kabupaten Tabanan, dari 7.875 buah kebutuhan kotak kardus, yang datang 7.810 (kekurangan 65) dan untuk kebutuhan bilik kardus 2.682 buah, yang datang sesuai berita acara 2.666 atau masih kekurangan 16.

Untuk Kabupaten Bangli, lanjut dia, dari kebutuhan kotak 4.264, telah diterima 4.259 kotak (kurang 5). Kemudian, untuk bilik suara berbahan aluminium total kebutuhan 3.372 dan sudah ada yang aluminium 2.439.

“Kemarin sudah diterima 933 buah, jadi untuk bilik sudah terpenuhi sesuai kebutuhan,” tutur John.

Kemudian, lanjutnya, kebutuhan logistik di Gianyar yakni dari kebutuhan kotak suara 7.577, baru datang 4.000 (masih kurang 3577) .

Lalu, kata dia, untuk bilik suara kebutuhan 6.000 sudah tersedia 4.712 bilik, sehingga masih ada kekurangan 1.288 bilik suara yang belum diterima.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Pemusnahan surat suara hingga kotak suara

Direktur CIA Sudah Dengarkan Rekaman Audio Pembunuhan Khashoggi

Washington DC – Direktur Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (AS) atau CIA, Gina Haspel, dilaporkan telah mendengarkan rekaman audio interogasi dan pembunuhan wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Rekaman itu didengarkan Haspel saat berkunjung ke Turki awal pekan ini.

Seperti dilansir Anadolu Agency dan Hurriyet Daily News, Kamis (25/10/2018), laporan itu disampaikan media ternama AS, The Washington Post, yang mengutip sejumlah sumber yang memahami kunjungan Haspel ke Turki.

“Haspel, yang bertolak untuk perjalanan rahasia ke Turki pada Senin (22/10) waktu setempat, telah mendengarkan (rekaman) audio itu dalam kunjungannya, menurut orang-orang yang familier dengan pertemuan-pertemuannya,” tulis The Washington Post dalam laporannya.

“Seseorang yang familier dengan (rekaman) audio itu mengatakan rekaman itu ‘meyakinkan’ dan bisa memberikan tekanan lebih besar pada Amerika Serikat untuk meminta pertanggungjawaban Arab Saudi atas kematian Khashoggi,” imbuh The Washington Post dalam laporannya.

Laporan terpisah dari surat kabar Turki, Sabah, menyebut otoritas Turki juga telah membagi rekaman video terkait pembunuhan Khashoggi kepada Haspel.

Belum ada tanggapan dari otoritas Turki maupun otoritas AS juga CIA terkait laporan ini. Kunjungan yang dilakukan Haspel ke Turki juga tidak dikonfirmasi oleh CIA.

Sebelumnya, sejumlah sumber, yang dikutip Reuters, menyebut kunjungan itu dimaksudkan untuk membahas dan membantu penyelidikan kasus Khashoggi yang masih dilakukan oleh otoritas Turki. Sedangkan empat sumber berbeda yang dikutip Reuters menyebut bahwa Haspel juga berniat mendengar langsung rekaman yang diklaim sebagai bukti kasus Khashoggi itu.

Khashoggi (60), jurnalis senior dan kolumnis The Washington Post ini, diketahui bermukim di AS usai mengasingkan diri dari Saudi. Dia dikenal kerap mengkritik kebijakan-kebijakan Saudi, juga mengkritik putra mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

Pada akhir pekan lalu, otoritas Saudi akhirnya mengakui Khashoggi tewas dalam perkelahian di dalam Konsulat Saudi di Istanbul, setelah berulang kali membantah. Namun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pidatonya meyakini Khashoggi tewas dalam pembunuhan berencana dan keji.

Para pejabat Turki sebelumnya mengklaim telah memiliki bukti berupa rekaman audio dan video yang membuktikan Khashoggi disiksa dan dibunuh, bahkan dimutilasi. Pemberitaan soal bukti rekaman itu banyak dibahas media. Namun ternyata Turki belum membagikan bukti-bukti itu kepada negara lain, termasuk AS dan sekutunya. Padahal Presiden AS Donald Trump telah meminta Turki untuk membagikan bukti-bukti yang didapatnya.

Diketahui bahwa badan-badan intelijen AS dan Eropa kesulitan mendapatkan bukti saat menyelidiki dugaan keterlibatan putra mahkota Saudi dalam kasus Khashoggi. Dilaporkan CNN bahwa Haspel dijadwalkan akan menyampaikan briefing kepada Trump terkait penyelidikan kasus Khashoggi pada Kamis (25/10) waktu setempat.

(nvc/ita)

Sofyan Basir Bantah Bahas Commitment Fee Proyek PLTU Riau-1

Jakarta – Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir mengakui bertemu dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih di Hotel Fairmont pada 3 Juli 2017. Dalam pertemuan itu, Sofyan menyebut tidak pernah membahas commitment fee proyek PLTU Riau-1.

“Tidak ada sama sekali (bahas commitment fee)” ujar Sofyan Basir ketika bersaksi saat sidang terdakwa Johanes B Kotjo di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Menurut Sofyan, pertemuan tersebut membahas batas kontrak kerja PLTU-1 selama 15 tahun sesuai Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2016 tentang Percepatan Infrastruktur Ketenagalistrikan. Perusahaan Kotjo Blackgold Natural Resource harus menyepakati kontrak tersebut.

“Saya selalu menekankan bahwa ini harus 15 tahun apakah sudah selesai. Kan bu Eni kawan Pak Kotjo,” kata Sofyan.

Dirut PT PLN Sofyan Basir di persidanganDirut PT PLN Sofyan Basir di persidangan Foto: Faiq/detikcom

Kepada Sofyan, jaksa KPK bertanya ada tidaknya commitment fee yang disampaikan Eni Saragih atau Johanes B Kotjo. Sofyan menyebutkan tidak pernah mendengar adanya commitment fee itu.

“Tidak ada sama sekali,” ucap Sofyan.

Lagi-lagi jaksa KPK bertanya ada tidaknya Eni Saragih menyampaikan langsung jatah fee untuk Dirut PT PLN jika proyek PLTU Riau-1 sudah selesai dikerjakan perusahaan Kotjo. Tapi Sofyan menegaskan tidak pernah pembahasan dengan Eni M Saragih mengenai jatah fee.

“Saya selalu bilang utamakan PLN. Saya selalu mengarah ke sana. Tapi jujur tidak pernah diarahkan bu Eni untuk soal fee-fee,” kata Sofyan.

“Jadi apakah ngomongin jatah fee?” tanya jaksa kembali.

“Kalau ada yang ngomong begitu saya tolak,” jawab Sofyan.

Keterangan Sofyan berbeda dengan Eni M Saragih saat bersaksi persidangan perkara ini, Kamis (11/10). Eni menyatakan ada pembicaraan soal jatah fee terkait proyek PLTU Riau-1. Menurut Eni, fee itu dibagi bertiga untuknya, Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir, dan Plt Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham.

“Waktu itu disampaikan kalau ada rezeki ya sudah bagi bertiga, saya bilang, ‘Pak Sofyan yang bagiannya paling the best-lah’,” ujar Eni dalam persidangan kemarin.

Fee yang dimaksud Eni itu lantaran jasanya membantu Kotjo mendapatkan proyek tersebut. Namun, Eni mengatakan bila saat itu Sofyan mengatakan seharusnya fee terbesar untuk Eni.

“Kata beliau (Sofyan), ‘Karena Bu Eni yang fight di sini harus dapat yang the best-lah,” ujar Eni.

Untuk realisasi jatah fee bagi Sofyan dan Idrus, Eni mengaku tidak tahu menahu.

Dalam perkara ini, Kotjo didakwa menyuap Eni dan Idrus sebesar Rp 4,7 miliar. Duit itu dimaksudkan agar perusahaan Kotjo, Blackgold Natural Resources Limited, ikut ambil bagian menggarap proyek PLTU Riau-1.
(fai/hri)

Khashoggi Tewas, Kartu Apa yang Dimainkan Turki terhadap Saudi?

Ankara

Jika kita mengetik “Erdogan slams…,” (Erdogan mengutuk) pada mesin pencari Google, maka yang muncul akan tak berkesudahan: PBB, Uni Eropa, Israel, Belanda, Jerman, intelektual Prancis -semuanya jadi korban kutukan keras Erdogan. Bahkan Jerman dan Belanda diberi label ‘Nazi’ dan ‘fasis’ oleh presiden Turki itu setahun lalu.

Sekarang bandingkanlah dengan kata-kata yang digunakan Erdogan terhadap Arab Saudi, yang sudah mengakui terjadinya pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi di konsulatnya di Istanbul.

“Saya tidak punya alasan untuk meragukan kejujuran Raja Salman,” kata Erdogan.

Juru bicaranya menyebut Saudi sebagai ‘negara yang ramah dan penuh persaudaraan’.

Kata-kata ini berbanding terbalik dengan berbagai bocoran info yang sering muncul melalui media pro-pemerintah Turki. Isinya sering memberatkan Riyadh, di tengah kecurigaan bahwa Putra Mahkota Saudi yang sangat berkuasa, Mohammad bin Salman, mengetahui atau bahkan memerintahkan pembunuhan itu.

Jadi permainan apa yang sedang dijalankan Presiden Recep Tayyip Erdogan?

Saudi King Salman and Turkish President Erdogan in Ankara in April 2016Raja Arab Saudi, Salman dan Presiden Turki, Erdogan saling mengincar pengaruh di kawasan mereka. (Reuters)

Saya dikabari bahwa nada bicara Erdogan yang sangat terkendali itu bertujuan untuk menunjukkan bahwa ini bukan masalah Turki versus Arab Saudi: hubungan kedua negara terlalu penting, meskipun sudah tegang, untuk meledak pada tahap ini.

Erdogan sebetulnya ingin mendesak Raja Salman untuk menindak putra mahkota, Pangeran Mohammed, tanpa menyasarnya secara langsung.

“Jika Erdogan menyerukan raja untuk memecat Mohammed bin Salman, maka itu akan menjadi cara terbaik untuk membuat sang raja untuk justru tidak memecat Putra Mahkota,” kata seorang sumber yang dekat dengan presiden.

Erdogan bahkan tidak menyebutkan nama Mohammed bin Salman dalam pidatonya di parlemen: hal yang yang disengaja agar tidak menempatkan putra mahkota di tingkat yang setara dengannya.

Tujuan Ankara adalah untuk mendorong perselisihan antara raja dan putranya. Tetapi kunci untuk mencapainya bukanlah di Riyadh, melainkan di Washington.

Jika Donald Trump dapat dibujuk untuk menyingkirkan Mohamad bin Salman yang merupakan sekutu dekatnya sendiri, hal itu bisa menjadi titik balik bagi Raja Salman.

Seteru kunci dalam permainan kekuasaan regional

Raja Salman yang berusia 82 tahun itu, setidaknya untuk saat ini, tidak menunjukkan tanda-tanda untuk mengenyahkan putranya.

Salah satu tindakan yang diambilnya terkait pembunuhan itu adalah melakukan restrukturisasi dinas intelijen Saudi, di bawah perlindungan, ya siapa lagi, sang putra mahkota.

Dan ini membuat permainan kekuatan di wilayah Semenanjung Arab itu jadi makin bergolak.

Turki menghormati Arab Saudi sebagai wali penjaga Kabah, situs tersuci Islam – sesuatu yang sejalan dengan pemerintah Erdogan yang berhaluan Islamis.

Tetapi kedua negara bersaing untuk berebut pengaruh sebagai pemimpin dunia Muslim. Dan putra mahkota ternyata telah menjadi seteru utama bagi Erdogan.

MBSjulukan bagi Mohammed bin Salmanadalah orang yang mendalangi dan mendorong blokade Qatar, sekutu terdekat Turki di Timur Tengah. Dia menggalang kebijakan dan tindakan keras terhadap Ikhwanul Muslimin, yang justru terkait dengan Partai AK, partai pimpinan Erdogan yang kini berkuasa di Turki.

Gambar CCTV menunjukkan Khashoggi saat tiba di Konsulat Saudi.Gambar CCTV menunjukkan Khashoggi saat tiba di Konsulat Saudi. (Reuters)

Dan sikapnya yang cukup dekat dengan Israel, mengganggu Erdogan (kendati Turki justru memiliki hubungan diplomatik dengan Israel), dan haluan garis keras yang dijalankan MBS terhadap Iran, padahal Turki justru mulai rujuk dengan negeri Persia itu, membuat Riyadh dan Ankara saling berseberangan di kancah politik regional.

Strategi risiko tinggiErdogan

Erdogan mengendus kesempatan langka ketika Saudi terdesak, dan segera merebut kesempatan untuk menyingkirkan seorang pria yang oleh para kolumnis pro-pemerintah di Turki dijuluki ‘musuh Turki’.

Dan ketika Uni Emirat Arab dan Mesir juga bergegas membela Riyadh, membuat Erdogan justru bertekad makin bulat -Ankara sudah patah arang dengan kedua negara itu.

Selama ini Turki curiga bahwa Emirat mendukung kudeta yang gagal pada tahun 2016 – Erdogan baru-baru ini menyebut mereka sebagai ‘orang-orang sengsara’ – dan Erdogan tidak akan pernah memaafkan Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi karena membubarkan Ikhwanul Muslimin di sana.

Dan bahwa pesawat yang ditumpangi para terduga pembunuh Khashoggi mengisi bahan bakar di Kairo dan Dubai dalam perjalanan ke Riyadh akan memicu kecurigaan akan keterlibatan dua negeri itu.

Strategi Erdogan, bagaimanapun, memiliki risiko tinggi. Mengasingkan MBS yang masih kuat dapat membuat Arab Saudi diperintah oleh seorang pria dengan dendam yang mendalam terhadap Turki selama bertahun-tahun yang akan datang.

Pengambilan foto yang menunjukkan putra mahkota menjabat tangan Salah, putra Jamal Khashoggi yang dilarang meninggalkan Arab Saudi, mengungkapkan betapa kuat kekuasaannya. Pesannya: kami telah berdamai, jadi hentikanlah semua itu.

The Saudi crown prince (R) meets Khashoggi's son, Salah, in RiyadhPutra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, menyalami putra Khashoggi, Salah. (EPA)

Sejauh ini Gedung Putih masih belum bersikap tegas. (Kendati Trump sudah mengisyaratkan keyakinannya bahwa MBS berada di balik pembunuhan Khashoggi.)

“Kami masih mengumpulkan fakta dari berbagai sumber,” kata Jared Kushner, menantu dan penasihat senior Donald Trump. “Setelah fakta-fakta itu terkumpul, Menteri Luar Negeri akan bekerja dengan tim keamanan nasional kami untuk membantu kami menentukan apa yang ingin kami percayai.”

Implikasinya jelas: rumuskanlah narasi dan juallah itu ke basis para pendukung.

Jarang sekali ada cerita yang begitu lengkap: pembunuhan yang mengerikan, upaya menutup-nutupi, hubungan regional yang terkait langsung, geopolitik antara Washington dan Timur Tengah, dan produsen besar minyak dan negara dengan kekuatan militer kuat bisa tercoreng selamanya.

Jika Saudi menyangka bahwa operasi cepat di Istanbul itu bisa disapu ke bawah karpet, mereka telah melakukan kesalahan perhitungan yang sangat parah.

(ita/ita)