Trik Kuat Lari Minim Cedera untuk Pemula, Cicil Saja

Dodit juga mengungkap, pelari pemula sebaiknya jangan dulu menargetkan kilometer saat berlari, tetapi lebih ke waktu. Waktu yang disarankan adalah 30 menit dulu. “Tapi, untuk pemula, lari 30 menit konstan itu berat lho,” katanya.

Karenanya, ia menyarankan agar para pelari pemula mencicil lari 30 menit menjadi tiga bagian. Maksudnya, Anda berlari terus menerus 10 menit, kemudian diselingi jalan 3-5 menit, terus berulang hingga target 30 menit berlari selesai.

Bila badan sudah mulai kuat, bagi lari 30 menit Anda menjadi 15 menit diselingi jalan 3-5 menit dan dilanjutkan lagi ke sesi 15 menit sisanya. Setelah dirasa mampu, naikkan target Anda menjadi 20 menit berlari baru diselingi jalan 3-5 menit, dan menyelesaikan 10 menit sisanya.

“Setelah kuat, baru 30 menit penuh. Kalau sudah stabil, Anda baru bisa menargetkan kilometer yang mau dicapai,” tutur Dodit.

Ia menyarakan, latihan lari dijalani minimal tiga kali seminggu. Masing-masing dimulai dengan pemanasan yang cukup dan diakhiri dengan pendinginan agar risiko cedera minim. Jadi, siapkan berlari dengan lebih rutin tahun ini?

Saksikan video pilihan berikut ini:

Ambon diguncang gempa magnitudo 4,6. Warga yang panik berlarian menyelamatkan diri.

Resmi Latih Persija, Ivan Kolev Ditargetkan Pertahankan Gelar Liga 1

Liputan6.com, Jakarta – Ivan Kolev telah resmi menjadi pelatih Persija Jakarta. Pelatih asal Bulgaria itu menggantikan Stefano Cugurra Teco yang memutuskan angkat koper.

Menggantikan Teco bukanlah perkara mudah untuk Ivan Kolev. Nakhoda berusia 61 tahun itu dituntut untuk mempertahankan gelar Liga 1 yang dipersembahkan Teco untuk Persija pada 2018.

Sebab, di tahun ketiga bersama Gede Widiade, Direktur Utama Persija, Macan Kemayoran ditargetkan kembali menjadi kampiun Liga 1.

“Seperti target saya dan perusahaan, di tahun pertama ada di posisi 5-7, tahun kedua ada di 3-5. Kemudian di tahun ketiga ini, kami targetnya 1-3, kami mencoba konsisten,” ucap Gede Widiade saat dihubungi Liputan6.com, Senin (7/1/2018).

Ivan Kolev bukanlah nama baru dalam skuat Persija. Dia pernah menakhodai Macan Kemayoran pada 1999.

Ketika itu, Ivan Kolev mampu membawa Persija berada di puncak klasemen Liga Indonesia wilayah barat dengan raihan 51 poin. Sayangnya, Persija gagal juara setelah mereka kalah 0-1 dari PSM Makassar di babak semifinal.

Kurang Bayar, Bayi Kembar WNI Tak Bisa Keluar dari RS di Malaysia

Nagan RayaBayi kembar dari pasangan suami istri asal Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Ranjadi (34) dan Yulita (27) tertahan di salah satu rumah sakit di Malaysia. Bayi kembar itu tak bisa keluar dari RS karena biaya persalinan belum lunas dibayar.

Yulita, ibu bayi kembar yang dihubungi dari Aceh, Senin, mengatakan, dari kedua bayinya itu, satu orang bisa dibawa pulang karena keluarganya hanya mampu membayar untuk satu orang bayi, sementara yang satu lagi masih di rumah sakit.

“Faiz (laki-laki) sudah bisa keluar, namun Azizah (perempuan) masih tertahan di rumah sakit sampai kami melunasi semua biaya administrasi persalinan. Kami saat ini tinggal di Malaysia,” kata Yulita saat dihubungi wartawan, sebagaimana dilansir oleh Antara, Senin (7/1/2019).

Dia berkata, untuk biaya administrasi persalinan bayi kembarnya di Rumah Sakit Malaysia, keluarganya harus membayar 26.000 Ringgit atau setara Rp78 juta, sementara dirinya hanya punya uang 5.000 Ringgit.

Khusus biaya persalinan per bayi 3.500 Ringgit, kemudian untuk keduanya senilai 7.000 Ringgit, kemudian ditambah beberapa biaya administrasi lain yang wajib dilunasi sehingga total biaya yang dibebankan senilai 26.000 Ringgit.

“Untuk per bayi dikasih kurang sama pihak rumah Sakit jadi 4.137 Ringgit, sementara kami cuma punya 5.000 Ringgit sehingga hanya mampu membayar untuk satu orang bayi,” imbuhnya.

Yulita menyampaikan, saat ini keluarganya harus mengeluarkan dana tambahan lagi untuk biaya perawatan bayi yang masih tertahan senilai 195 Ringgit, termasuk memperhitungkan biaya transportasi senilai 20 Ringgit atau Rp60.000 per hari.

Keluarga tersebut tinggal di Ceras Bete 4, Jalan Cengkeh, Malaysia. Untuk kondisi bayinya dalam keadaan sehat di rumah sakit, namun keluarganya terpaksa mengurangi jadwal kunjungan melihat anaknya dua hari satu kali.

Kepala Dinas Sosial Nagan Raya, Nasruddin, menyampaikan Pemkab Nagan Raya tidak tinggal diam dan tetap memperhatikan kasus bayi kembar yang tertahan sejak beberapa hari lalu di rumah sakit di Malaysia.

“Sekarang kita sedang menelusuri bagaimana proses yang sebenarnya, untuk ditindak lanjuti masyarakat Nagan Raya yang sedang membutuhkan pertolongan biaya di Malaysia,” tutur Nasrudiin saat diwawancara terpisah.
(rvk/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

WN Inggris Akui Tampar Staf Imigrasi Bali: Dia Pantas Mendapatkannya

Denpasar – Warga Negara (WN) Inggris Auj-e Taqaddas mengakui telah melakukan penamparan staf Imigrasi Indonesia di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Dia mengaku emosi karena petugas tidak memberikan jawaban ketika ditanya.

Taqaddas mengatakan peristiwa penamparan itu terjadi pada Sabtu (28/7/2018). Taqaddas mengatakan dia sudah memiliki tiket pulang kembali ke negaranya dengan maskapai Jetstar.

“Tanggal 28 Juli 2018 sekitar jam 19.00-20.00 Wita di bandara. Airline cek tiket dan paspor, setelah itu saya ke imigrasi cek tiket, paspor. Saya berikan paspor saya ke konter, saya sudah membawa sejumlah uang denda karena overstay dan saya punya tiket, mereka mulai drama dan membawa saya ke kantor imigrasi. Dan di konter Imigrasi itu saya ditertawakan dan dibawa ke salah satu ruangan yang tidak terlalu kecil ruangannya,” ujar Taqaddas dalam sidang pemeriksaan terdakwa di PN Denpasar, Jl PB Sudirman, Denpasar, Bali, Senin (7/1/2019).


Taqaddas menjelaskan dalam ruangan tersebut dia melihat seorang petugas duduk di belakang meja, dan ada sekitar 7-8 pria yang berdiri di sisi lainnya. Dia mengaku difoto dan divideo tanpa izin.

“Sampai di ruangan, saya bertemu satu pria di belakang meja, dan sekitar 7-8 orang petugas, saya tidak tahu jelas status mereka, tapi mereka pada ambil kamera, dan memvideo saya,” jelasnya.

Majelis hakim kemudian bertanya apakah petugas yang duduk di meja menerangkan soal overstay. Taqaddas lalu menyebut soal rekaman CCTV yang ditunjukkan imigrasi, bagaimana dia terus bertanya alasannya ditahan tak bisa pergi, padahal dia sudah membawa uang denda.

“Saya bilang kenapa saya tidak bisa pergi, saya bawa uang denda untuk overstay tapi petugas imigrasi tidak menjawab pertanyaan saya,” terangnya.

Ketua majelis hakim Esthar Oktavi lantas bertanya soal penamparan yang dilakukan Taqaddas. Taqaddas mengaku dia menampar petugas karena menganggap petugas tersebut tidak profesional.

“Saya tanya dia berulang kali kenapa saya nggak bisa pergi, tapi tidak dijawab. Petugas Imigrasi hanya berdiri, mereka menertawakan saya, saya dihina, mereka mengambil video. Karena tindakan mereka yang tidak profesional makanya saya menampar. Dia saya tampar satu kali karena dia pantas mendapatkannya, sepertinya sih tangan kanan,” terangnya.

(ams/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Strategi Jokowi Hadapi Tantangan Ekonomi di 2019

Pengusaha menilai banyak investor yang akan menahan investasi di Indonesia pada tahun ini. Hal tersebut sambil menunggu berlangsungnya pemilihan presiden (pilpres) dan kondisi di dalam negeri.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Suryadi Sasmita mengatakan, memasuki tahun politik, rata-rata para investor baik dalam negeri maupun asing masih menahan keinginannya untuk menanamkan modal maupun ekspansi di Indonesia. Hal ini khususnya terjadi untuk proyek-proyek besar.‎‎

“Kalau kita lihat rata-rata mereka wait and see untuk ekspansi. Tentu kita akan melihat lebih jauh apa yang kita jalankan. Kita tunggu, apakah mereka akan tetap ekspansi. Tapi kalau proyek-proyek besar masih akan menunggu,” ujar dia di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Senin (7/1/2019).

Menurut Suryadi, para investor masih akan wait and see hingga terpilihnya presiden untuk periode 2019-2024 dan penetapan menteri-menteri dalam kabinet. Ini penting bagi investor mengingat susunan kabinet akan menentukan arah ekonomi Indonesia ke depan.

“Mungkin setelah susunan kabinet. Karena presiden juga kan tidak bisa jalankan pemerintahan tanpa menteri-menteri. Ini pengusaha akan melihat, apakah menteri yang terpilih akan pro pada dunia usaha atau tidak. Kalau pro, maka dunia usaha akan lebih baik,” ungkap dia.

Namun demikian, Suryadi meyakini kegiatan usaha akan tetap berjalan normal di tahun politik ini. Sebab menurut dia, para pengusaha yang sudah ada tetap memiliki optimisme terhadap ekonomi di tahun ini.

“Ekonomi akan tetap jalan. Memang kadang-kadang ekonomi ini tidak sejalan dengan politik. Tapi sebagai pengusaha, kita kan tetap harus cari uang, tetap buka lapangan kerja,” tandas dia.

Anies Hadiri Panggilan Bawaslu, Gerindra: Contoh Buat Pejabat Lain

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri panggilan Bawaslu terkait pose dua jari di acara Gerindra. Partai Gerindra memuji kepatuhan Anies.

“Kami mengapresiasi langkah Mas Anies Gubernur DKI yang menghadiri pemanggilan Bawaslu hari ini,” ujar anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade dalam keterangannya, Senin (7/1/2019).

Andre meminta pejabat lain yang bermasalah terkait pemilu bisa meniru sikap Anies. Anies dipanggil Bawaslu terkait pose dua jari di forum Konferensi Nasional Partai Gerindra beberapa waktu lalu.
“Ini merupakan contoh yang baik bagi para kepala daerah maupun pejabat negara yang lain,” sebut Andre.

“Meski beliau sudah meminta izin dari Mendagri untuk hadir dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul, beliau tetap menghormati pemanggilan Bawaslu,” tambahnya.

Dalam pemeriksaan, Anies dikonfirmasi terkait pose dua jari saat berada di acara tersebut. Dia memaklumi ada interpretasi yang berbeda atas pose jari yang dilakukannya. Bawaslu memberikan 27 pertanyaan kepada Anies.

“Setiap orang bisa memiliki interpretasi atas simbol. Normalnya kalau orang mengatakan dua jari, ya pakai jari telunjuk dan jari tengah. Itulah normalnya orang. Selama ini juga pasangan selalu menggunakan dua itu,” terangnya.
(gbr/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Anies Hadiri Panggilan Bawaslu, Gerindra: Contoh Buat Pejabat Lain

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri panggilan Bawaslu terkait pose dua jari di acara Gerindra. Partai Gerindra memuji kepatuhan Anies.

“Kami mengapresiasi langkah Mas Anies Gubernur DKI yang menghadiri pemanggilan Bawaslu hari ini,” ujar anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade dalam keterangannya, Senin (7/1/2019).

Andre meminta pejabat lain yang bermasalah terkait pemilu bisa meniru sikap Anies. Anies dipanggil Bawaslu terkait pose dua jari di forum Konferensi Nasional Partai Gerindra beberapa waktu lalu.
“Ini merupakan contoh yang baik bagi para kepala daerah maupun pejabat negara yang lain,” sebut Andre.

“Meski beliau sudah meminta izin dari Mendagri untuk hadir dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul, beliau tetap menghormati pemanggilan Bawaslu,” tambahnya.

Dalam pemeriksaan, Anies dikonfirmasi terkait pose dua jari saat berada di acara tersebut. Dia memaklumi ada interpretasi yang berbeda atas pose jari yang dilakukannya. Bawaslu memberikan 27 pertanyaan kepada Anies.

“Setiap orang bisa memiliki interpretasi atas simbol. Normalnya kalau orang mengatakan dua jari, ya pakai jari telunjuk dan jari tengah. Itulah normalnya orang. Selama ini juga pasangan selalu menggunakan dua itu,” terangnya.
(gbr/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sempat ke Bali Awal Tahun, Sonam Kapoor Pamer Foto Unik

Liputan6.com, Jakarta – Aktris Bollywood Sonam Kapoor ternyata belum lama ini sempat berkunjung ke Indonesia bersama suaminya, Anand Ahuja. Sonam memilih Uluwatu, Bali, sebagai lokasi menginap. Ia menikmati momen keindahan Bali pada Tahun Baru 2019 lalu.

Berbeda dengan sebagian seleb yang memamerkan momen pergantian tahun tepat pada tengah malam. Sonam Kapoor dan Anand Ahuja justru memamerkan momen matahari senja tenggelam di Bali pada 1 Januari 2019.

Dengan pemandangan senja yang indah, Sonam Kapoor mencium Anand Ahuja dengan romantis. “Hari pertama bulan Januari,” tulis Sonam di akun Instagram pribadinya, @sonamkapoor.

Sonam Kapoor dan Anand sudah menikmati liburan di Bali sebelum momen Tahun Baru. Sonam pun sempat mengungkap apa saja hal yang menyenangkan baginya di tahun 2018 lalu di Instagram.

5 Fakta Kondisi Gunung Merapi Usai Hujan Abu

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten menyatakan hujan abu akibat aktivitas Gunung Merapi yang terjadi pada Jumat, 4 Januari 2019 malam tidak mengganggu aktivitas warga.

“Terjadi luncuran lava sejauh 1,2 kilometer dan tidak parah, hanya berlangsung 20 menit,” kata Kepala BPBD Kabupaten Klaten Bambang Giyanto di Klaten, Sabtu, 5 Januari 2019.

Ia mengatakan kejadian tersebut pada pukul 20.01 WIB. Dua desa yang terkena hujan abu tersebut, yaitu Desa Tegalmulyo dan Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.

“Malam itu juga kami langsung ‘dropping’ masker, meskipun di sana (rumah warga, red.) juga masih tetapi kami mengantisipasi kalau kekurangan,” katanya dilansir Antara.

Ia mengatakan beberapa hari terakhir ini, Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar yang mengarah ke Kali Gendol, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

“Semalam juga keluar lagi lava pijar, tepatnya pukul 00.53 WIB dan hanya berlangsung sekitar dua menit,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi terjadinya erupsi Merapi, pihaknya sudah menyiapkan 10 klaster pengungsian, di antaranya klaster pengungsian, klaster keamanan, klaster peternakan, klaster kesehatan, dan klaster dapur umum.

“Tetapi biasanya untuk para pengungsi ada sistem pengungsian mandiri. Mereka ada partner untuk mengungsi, jadi mereka sudah menyiapkan tempat masing-masing. Ini sesuai SOP (standar operasional prosedur, red),” katanya.

Ia mengatakan, salah satu kendala pengungsian, yaitu warga meminta agar ternaknya terlebih dahulu yang diungsikan baru mereka mau keluar dari tempat tinggalnya. “Ini agak menyulitkan kami, tetapi kemauan warga seperti itu,” katanya.

Salah satu relawan Kecamatan Kemalang, Djenarto, mengatakan sejauh ini kehidupan warga setempat masih kondusif dan nyaman.

“Mereka tidak terganggu dengan kejadian semalam, ini juga bekas abu Gunung Merapi sudah tidak kelihatan karena tadi malam sangat tipis,” katanya.