5 Cara Mengatur Isi Dompet Menurut Fengshui, Dipercaya Bisa Datangkan Uang

3. Mengatur Struk dan Kertas Lainnya Secara Berkala

Banyak orang yang terbiasa memasukkan struk ke dalam dompet, hingga lama kelamaan membuat dompet menjadi berantakan. Untuk hal ini disarankan agar kamu memilah-milah struk dan kertas-kertas setiap hari. Selain itu, kamu juga bisa mulai mencatat pengeluaran, itu adalah langkah awal manajemen keuangan.

4. Hanya Masukkan Kartu yang Dibutuhkan

Biasanya akan ada banyak kartu yang dimasukkan ke dalam dompet. Termasuk kartu anggota tertentu, member, dan lain sebagainya, membuat dompet menjadi berantakan.

Kamu disarankan untuk meletakkan kartu identitas, kartu kesehatan di tempat yang terlihat. Singkirkan kartu yang sudah kedaluwarsa dan jarang dipakai agar dompet tidak terlihat terlalu penuh dan tetap rapi.

5. Selalu Mengisi Dompet dengan Uang

Membiasakan diri mengisi dompet dengan barang yang penting saja, termasuk uang adalah hal yang baik. Yang dimaksudkan di sini adalah jangan membiarkan dompet kamu kosong.

Walaupun kamu hanya mempunyai uang sedikit atau hanya uang kecil, tetap kamu harus meletakkannya di dompet. Ketika dompet terisi uang, maka keberuntungan itu pun akan selalu mengikuti

Mau Tanam Sawit? Segini Modal yang Dibutuhkan

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar para petani memanfaatkan lahan sawit dengan menanam komoditas yang berpotensi besar seperti durian. Dengan begitu, saat harga sawit anjlok petani tidak akan merugi.

Bicara soal sawit, memang berapa modal untuk menanamnya?

Menurut Ketua Harian Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Amin Nugroho modal yang dibutuhkan untuk menanam sawit sebesar Rp 60 juta per ha. Namun, angka itu masih di luar harga tanah.

“Modal buka kebun sawit di luar harga tanah, sekitar Rp 60 juta-an per hektar,” kata dia kepada detikFinance, Kamis (21/3/2019).
Lebih lanjut, ia mengungkapkan pohon sawit yang bisa ditanam dalam satu ha mencapai 136. Adapun, produksinya bisa mencapai 20 ton per ha per tahun.

“Rata-rata satu hektar ada 136 pohon. Produksinya sampai 20 ton per tahun,” sambung dia.

Sementara itu, Jokowi juga meminta agar petani sawit masuk ke dalam industri hilirisasi sawit di kala harga tengah anjlok. Dengan begitu, petani tak akan merugi kembali.

Simak Juga “Indonesia Sepakat Lawan Diskriminasi Sawit Uni Eropa”:

[Gambas:Video 20detik]

Mau Tanam Sawit? Segini Modal yang Dibutuhkan

(fdl/fdl)

Pas-pasan di Survei Kompas, PD Tetap Yakin Raup Suara 2 Digit di Pemilu

Jakarta – Elektabilitas Partai Demokrat (PD) pas-pasan di survei Litbang Kompas periode Maret 2019 sebesar 4,6 persen, bahkan angka itu turun dari periode Oktober 2018. PD tetap yakin meraup dua digit suara di Pemilu 2019.

Angka itu bisa dibilang pas-pasan mengingat syarat lolos partai ke parlemen di Pemilu 2019 sebesar 4 persen. Ketua DPP PD Jansen Sitindaon menyatakan tetap yakin mereka bisa menembus dua digit suara karena survei internal mereka sendiri sudah melewati ambang batas parlemen.

“Kami menghargai survei Kompas ini dan menjadikannya perhatian. Survei kami sendiri bulan lalu berada pada angka 7,2 persen. Kami juga telah melakukan survei dapil dan sejauh ini perolehan kursi PD berkisar di 65 +/- 10 (plus minus 10). Jadi sekitar 55-75 kursi. Semua tergantung pada beberapa dapil kritis yang sekarang sedang kami pastikan untuk kembali mendapatkan kursi,” kata Jansen saat dikonfirmasi, Kamis (21/3/2019).

Meski pas-pasan di survei Kompas, Jansen mengaku PD tetap bersyukur. Menurutnya, semua lembaga survei, termasuk Litbang Kompas, menampilkan elektabilitas PD di angka 4 persen atau lebih.

Karena itu, dia yakin target partai untuk mendapat dua digit suara di Pemilu 2019 bakal terealisasikan. Paling tidak, PD berharap mendapat hasil serupa pemilu sebelumnya.

“Target kami di Pemilu 2019 ini masih sama, minimal perolehan suara Partai Demokrat sama dengan hasil kami di Pemilu 2014 yang lalu sebesar 10 persen (2 digit). Bagi Partai Demokrat ini Pemilu kami yang ke-4. Dan di setiap pemilu itu selalu ada tantangannya termasuk Pemilu 2019 yang serentak ini,” ucap Jansen.

Keyakinan Jansen didasari dua hal. Pertama, dia berbicara soal sosok Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono yang menurutnya masih diidamkan rakyat. Kedua, lanjutnya, ada sosok Komandan Kogasma Partai Demokrat atau PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dianggap bisa mendongkrak suara partai.

“Belum lagi sehatnya mesin partai ini dipadukan dengan masih adanya sosok Ketua Umum kami Pak SBY yang masih sangat dicintai rakyat Indonesia dan adanya sosok Mas AHY yang sangat dicintai generasi milenial. Jadi kami sangat optimis target perolehan suara ‘2 digit’ akan kembali kami peroleh di Pemilu 2019 ini,” ucap Jansen Sitindaon.

Ambang batas untuk masuk ke parlemen di Pemilu 2019 ini adalah 4%. Dari hasil survei, Litbang Kompas membagi parpol menjadi 3 kategori. Kategori pertama adalah parpol yang dipastikan lolos ke DPR. Empat parpol itu adalah PDIP, Gerindra, Golkar, dan PKB.

Kategori kedua, parpol yang elektabilitasnya memenuhi minimal ambang batas parlemen, termasuk dengan mempertimbangkan margin of error 2,2%. Parpol yang masuk kategori ini adalah Demokrat, PKS, PAN, PPP, dan NasDem.

Survei Litbang Kompas digelar pada 22 Februari-5 Maret 2019 dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia. Margin of error survei ini plus-minus 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95%. Berikut hasil survei PD:

Demokrat
Pemilu 2014: 10,2%
Oktober 2018: 4,8%
Maret 2019: 4,6%
(gbr/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Desa Wisata Pujon Kidul, Destinasi Baru di Malang yang Lagi Hits

Liputan6.com, Jakarta Pernah berwisata ke Malang? Jika sudah, kamu pasti tahu tempat-tempat wisata populer di Malang seperti Museum Angkut, hingga Gunung Semeru, dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Tempat-tempat wisata tadi adalah beberapa tempat wisata terkenal yang ada di malang. Namun pernahkah kamu mendengar Desa Wisata Pujon Kidul?

Desa Wisata Pujon Kidul adalah salah satu wisata yang ada di Malang terletak Kecamatan Pujon, Malang, Jawa Timur. Kamu dapat menempuh jarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota yang akan menghabisakan waktu kurang labih 1,5 jam saja. Desa Wisata Pujon Kidul cukup mudah untul dijangkau melalui beberapa jalur alternatif.

Pertama jika kamu berangkat dari Jalan Raya Ir. Soekarno, kamu akan menempuh jarak kurang lebih 38,5 kilometer dan akan memakan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan. Kedua jika kamu memulai perjalanan dari Jalan Raya Lawang sampai ke Malang, kamu akan menempuh jarak sekitar 36,6 kilometer dan menghabiskan waktu perjalanan sekitar 2 jam. Terakhir jika kamu berangkat dari Jalan Trinojoyo, kamu membutuhkan waktu tempuh sejauh 36,3 kilometer dan dapat memakan waktu tempuh kurang lebih 1 setengah jam.

Desa Wisata Pujon Kidul menyajikan banyak sekali hiburan berupa tempat-tempat spot foto yang menarik, kuliner, hingga suasana pedesaan yang sejuk dan asri. Selain itu karena lokasinya berada di dataran tinggi, maka dipastikan udara di sini sangat sejuk dan banyak pemandangan alam yang indah terpelihara.

Banyak sekali pilihan wisata yang dapat kamu temukan di Desa Wisata Pujon Kidul, apa sajakah itu? berikut ini informasi untuk kamu yang ingin pergi ke sana.

BUMN Berbagi Inspirasi ke 2.500 Mahasiswa di Karawang

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merayakan HUT Ke-21 di Karawang lewat berbagai rangkaian kegiatan seperti berbagi di pesantren melalui penyerahan bantuan 6 ruang kelas Pesantren Nihiyatul Amal yang berlokasi di Rawamerta Karawang.

Acara hari ini dihadiri langsung oleh Menteri BUMN, Rini M Soemarno dan Direktur Utama Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat.

Perayaan hari jadi dilanjutkan dengan Kegiatan BUMN Goes to Campus di Universitas Singaperbangsa Karawang yang diramaikan oleh lebih dari 2.500 mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih dalam lagi tentang peranan BUMN dalam membangun negeri terutama melalui generasi millennial.

“Keluarga BUMN yang berjumlah 143 perusahaan hadir sebagai agen pembangun ekonomi negara dan memberikan manfaat untuk hidup masyarakat. Seperti halnya Pupuk Indonesia yang menjalankan tugas dan fungsi tersebut melalui upaya untuk menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani yang berhak,” ungkap Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Sadikin dalam sesi sharing kepada mahasiswa, Kamis (21/3/2019).

Tak hanya itu, Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro juga mengajak mahasiswa yang berada di Provinsi Jawa Barat itu untuk terus dapat mengembangkan diri.

“Karena kebutuhan akan SDM yang berkualitas semakin meningkat dari tahun ke tahun, jadi pengembangan diri sangatlah penting sehingga nantinya dapat memberikan kontribusi yang maksimal untuk pembangunan terutama Jawa Barat” jelas Wahyu.

Adapun pada kesempatan tersebut juga diberikan sertifikat kepada perwakilan mahasiswa peserta Program Magang Bersertifikat (PPMB) dan Kelas Terampil.

Hakim Tolak Eksepsi Habib Bahar bin Smith

Bandung – Majelis hakim menolak nota keberatan atau eksepsi Bahar bin Smith atas dakwaan tindak pidana penganiayaan dua remaja. Sidang akan tetap berlanjut dengan pemeriksaan saksi.

“Mengadili, menolak eksepsi dari penasihat hukum terdakwa tersebut,” ucap ketua majelis hakim Edison Muhammad dalam sidang putusan sela di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Kota Bandung, Kamis (21/3/2019).

Dalam amar putusan selanya, majelis hakim juga menerima surat dakwaan yang dibuat oleh tim jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Cibinong. Dakwaan jaksa, menurut hakim, memenuhi syarat untuk melanjutkan persidangan ke pemeriksaan saksi.
“Memerintahkan jaksa penuntut umum untuk melakukan pemeriksaan terhadap perkara terdakwa,” kata Edison.

Dengan demikian, sidang pun akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi. Jaksa akan menghadirkan 2 orang saksi untuk sidang selanjutnya yang rencananya digelar pada 28 Maret 2019.

Habib Bahar didakwa melakukan penganiayaan terhadap dua remaja Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi. Dakwaan jaksa telah menguraikan detail aksi penganiayaan yang dilakukan Bahar.

Dalam dakwaan, Bahar dijerat pasal berlapis yakni Pasal 333 ayat 1 dan/atau Pasal 170 ayat 2 dan/atau Pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 KUHP. Jaksa juga mendakwa Habib Bahar dengan Pasal 80 ayat (2) jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
(dir/bbn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tak Kunjung Dieksekusi Mati Impor Sabu Lagi, Ini Aliran Uang Efendi

Medan – Efendi Salam Ginting dihukum mati dan menghuni LP Tanjung Gusta, Sumut. Karena tidak kunjung dieksekusi mati jaksa, ia kembali mengimpor sabu dari Malaysia.

“Saya tidak menyesal pengedar narkoba, pekerjaan ini dilakukan sejak tahun 2015,” ujar Efendi sebagaimana dilansir Antara, Kamis (21/3/2019).

Kasus yang mengantarnya hingga dihukum mati yaitu terkait tiga kali impor sabu dari Malaysia pada Mei-Juni 2015. Yaitu:

1. Satu tas ransel kecil yang berisi 5 bungkus @ 1 kg sabu.
2. Satu tas ransel kecil yang berisi 5 bungkus @ 1 kg sabu.
3. Satu tas ransel kecil yang berisi 10 bungkus @ 1 kg sabu dan 174 butir ekstasi.
Kedok Efendi terungkap saat anak buahnya, Adnan ditangkap BNN di Hotel Buluh Pagar Indah Jalan Lintas Timur Km. 180 Simpang Kawat Asahan Sumatera Utara. Adanan mengaku sabu tersebut dijemput dari Malaysia dan dibawa ke Tanjungbalai atas perintah Efendi.

BNN kemudian membuka rekening bank Efendi, dan terungkap aliran tidak wajar dengan jumlah transfer yang cukup besar. Yaitu:

19 Agustus 2014
Efendi mendapat transfer Rp 75 juta.

9 September 2014
Efendi menerima transfer Rp 50 juta.

16 September 2014
Efendi mendapat transfer Rp 160 juta.

27 September 2014
Efendi menerima transfer Rp 230 juta.

7 Oktober 2014
Efendi mendapt transfer Rp 102 juta.

8 Oktober 2014
Efendi menerima transfer Rp 149 juta.

4 November 2014
Efendi mendapat transfer Rp 50 juta.

10 Novemver 2014
Efendi menerima transfer Rp 120 juta.

10 Februari 2015
Efendi meneria transfer Rp 100 juta.

Januari-Februari 2015
Efendi menerima tarnsfer tujuk kali, satu kali transfer Rp 100 juta.

23 Februari 2015
Efendi menerima transfer Rp 100 juta.

19 Mei 2015
Efendi mendapat transfer Rp 80 juta.

Serta puluhan transaksi lain yang mencurigakan. Dalam satu tahun, lalu lintas di rekening Efendi mencapai miliaran rupiah.

Pada 24 Maret 2016, Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai menjatuhkan hukuman mati kepada Efendi. Hukuman itu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Medan pada 24 Mei 2016. Duduk sebagai ketua majelis Cicut Sutiarso dengan anggota Rustam Idris dan Abdul Fattah.

Di tingkat kasasi, hukuman mati itu kembali dikuatkan. Duduk sebagai ketua majelis hakim agung Salman Luthan dengan anggota Margono dan Sumardijatmo.

Meski sudah dihukum mati, tapi jaksa tak kunjung mengeksekusinya. Efendi yang menghuni LP Tanjung Gusta memanfaatkannya dengan mengontrol impor sabu lagi dari bali bui. Kali ini jumlahnya 8 kg.
(asp/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pria Ini Ubah Gaya Rambutnya Jadi Nyeleneh, Alasannya Bikin Tepuk Jidat

Ternyata, Wu, adalah seorang dokter di Rumah Sakit Universitas Nasional Taiwan. Wu mengubah gaya rambunya setelah ia ditolak oleh seorang wanita, karena dianggap sudah tua. Hal itulah yang membuat Wu mengubah gaya rambut sebagai cara untuk membuat dirinya terlihat seperti pria di usia 20-an atau 30-an. Entah bagaimana ia sampai pada model rambut persegi untuk membuatnya menjadi terlihat lebih muda, tetapi model itu memang membuatnya menarik.

Lima tahun lalu media melaporkan tentang Wu Goren, dan ia pun mendapatkan “lima menit ketenarannya” berkat gaya rambutnya yang nyeleneh itu. Pria berusia 59 tahun ini sebenarnya telah menikmati popularitas online-nya selama lima tahun terakhir. Banyak Orang-orang secara rutin mengambil foto dirinya ke mana pun ia pergi dan mempostingnya secara online.

Baru-baru ini Wu Goren mendapat sebuah julukan “Square Head Bro” Taipei, dan saat ini sedang viral di media sosial Asia.

5 Alasan Pemerintah Keluarkan Larangan Bitcoin

Selain Bitcoin, masih ada ratusan lagi mata uang digital lain. Salah satu yang paling terkenal bernama Ethereum dengan satuannya bernama ether.

Mulanya, Ethereum difungsikan sebagai platform untuk bertransaksi via jaringan digital. Tapi akhirnya berstatus sama dengan Bitcoin, yakni bisa dipakai untuk investasi. Begitu pula dengan Monero, IOTA, dan lainnya yang sama-sama berstatus sebagai mata uang digital. Setiap tahunnya muncul nama-nama baru. Bahkan dari Bitcoin sendiri sudah ada variannya yang juga bisa dijadikan sarana investasi.

Namanya juga uang digital. Penurunan nilai yang drastis sudah menjadi lalapan sehari-hari yang tak terhindarkan oleh pengguna.

5. Benarkah Pemerintah Menyiapkan Pengganti Bitcoin?

Fenomena Bitcoin yang merebak di skala internasional telah memberikan ide untuk pemerintah. Tidak menutup kemungkinan, bahwa nantinya uang fisik bisa diwakili dengan uang digital. Tentu pemerintah akan mengujinya lebih dulu. Biar tidak meresahkan masyarakat yang ikut-andil. Jadi, gunakan uang digital ketika sudah berstatus legal dulu.

Setelah menyimak uraian di atas, masihkah kamu berinvestasi ke Bitcoin? Kamu yang baru mau investasi, sebaiknya berpikir masak-masak dulu.

Mencari uang bernilai jutaan Rupiah itu perlu usaha keras. Akan tetapi, untuk melenyapkannya, kamu hanya perlu satu detik. Salah satunya dengan berinvestasi Bitcoin. Sudah banyak yang mengalaminya.

Terhambat Naturalisasi, Hilton Moreira Gagal Perkuat Sriwijaya FC

Liputan6.com, Palembang – Mantan Pemain Sriwijaya FC Hilton Moreira sempat dikabarkan akan kembali merapat ke tim Laskar Wong Kito. Namun pemain asal Brasil ini kemungkinan besar batal kembali merumpun ke Sriwijaya FC karena terhambat proses naturalisasi.

Wakil Ketua Tim SAR penyelematan Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin mengatakan, kesepakatan kerjasama dengan Hilton Moreira memang sudah dilakukan.

Namun, beberapa hari lalu, kabar batalnya pemain berusia 38 tahun ini bergabung disampaikan lewat pesan aplikasi WhatsApp.

“Dia kirim pesan ke saya tentang proses naturalisasainya. Katanya untuk mengurus proses Kewarganegaraan Indonesia dia, memakan waktu yang lama,” ujarnya kepada Liputan6.com, Rabu (20/3/2019).

Hilton Moreira yang pernah membawa tim Elang Andalas meraih trofi Indonesia Super League 2011-2012 ini, sempat dibantu rekannya untuk pengurusan naturalisasi WNI.

Namun dia belum bisa memberikan jaminan proses naturalisasinya akan berlangsung dalam waktu singkat. Hilton Moreira terpaksa membatal kesepakatan merumput bersama Sriwijaya FC.

“Hilton menyampaikan permintaan maafnya karena tidak bisa membela Sriwijaya FC. Padahal dia sangat ingin memperkuat skuad kita,”ujarnya.

Hilton Moreira sendiri sempat bermain bersama Sriwijaya FC di Liga 2 Indonesia. Keinginannya untuk menggunakan jersey kuning sangat besar hingga dia menyetujui kesepakatan bergabung.

Sriwijaya FC sendiri akan mengikuti kick off Kompetisi Liga 2 yangakan digelar pada bulan Juni 2019 mendatang. Seharusnya Hilton Moreira ikut memperkuat Sriwijaya FC dalam laga ini.