Klasemen Liga 1, Peluang Juara Persija Terbuka Lebar

Liputan6.com, Jakarta Perjuangan keras Persija Jakarta mengantar tim ibu kota ke papan atas klasemen sementara Go-Jek Liga 1 bersama Bukalapak musim ini. Kemenangan demi kemenangan yang diraih membuat peluang juara Macan Kemayoran terbuka lebar. 

Performa Persija di musim 2018 sempat bak roller coaster. Di awal musim, Persija sebenarnya tampil memukau meski harus menjalani jadwal padat karena keikutsertaan mereka di Piala AFC. Namun, memasuki pertengahan musim, Persija malah tidak konsisten.

Mujur bagi Persija, tim-tim lain di Liga 1 juga kesulitan menjaga konsistensinya. Kebangkitan Persija dimulai usai kekalahan 0-2 dari Bali United, 17 Juli 2018. Setelah itu, Persija jadi tim yang begitu sulit dikalahkan.

Tercatat, Persija hanya sekali kalah dalam 11 laga terakhir. Hasil tersebut didapat saat bersua Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 23 September 2018.

Setelah itu Persija kembali bangkit. Empat laga dilewati dengan kemenangan dan hanya kebobolan satu gol. Pertahanan jadi salah satu kunci Persija bersaing di musim ini.

Hingga pekan ke-28, Persija jadi tim dengan pertahanan terbaik. Mereka baru kebobolan 27 gol. Catatan itu yang membawa mereka duduk di posisi kedua dengan raihan 48 poin, terpaut dua poin dari PSM Makassar. Namun, Persija masih mengantongi satu laga tunda kontra Persela Lamongan. Jika menang, Persija akan unggul satu poin atas PSM.

Berita video gol-gol Persija Jakarta saat menang 3-0 atas Barito Putera dalam lanjutan Gojek Liga 1 2018 bersama Bukalapak, Selasa (30/10/2018).

Penyelam Ceritakan Detik-detik Black Box Lion Air Ditemukan

JakartaBlack Box pesawat Lion Air JT 610 telah ditemukan. Kotak hitam itu ditemukan utuh di kedalaman laut 30 meter. Begini ceritanya.

Penyelam TNI AL Sertu Hendra berbagi cerita detik-detik ditemukannya black box yang menjadi kunci untuk mengungkap jatuhnya pesawat yang membawa 189 orang pada Senin 29 Oktober 2018.

Hendra mengatakan penyelam dari Batalyon Intai Amfibi (YonTaifib) awalnya melaksanakan pencarian black box dan badan pesawat Lion Air. Penyelaman juga dilakukan bersama petugas KNKT juga mengalami kendala.

“Kami melakukan penyelaman, memang bentuk kontur bawahnya lumpur agak sulit dan serpihan pesawat di mana-mana dan kebetulan dengan alat yang kami dipinjamkan dan digunakan, kami percaya alat,” kata Hendra.

Begitu turun menyelam, ujar Hendra, arus laut kencang. Penyelam kemudian menggunakan tali agar tidak terlempar dan terbawa arus.

“Karena tali tersebut agak menghambat. Kami kembali lagi ke posisi awal untuk melepas tali. Lalu, kami yakin, kami bodyfare, yakin mengikuti alat yang sudah diberikan,” ungkap Hendra.

Penyelam juga sempat merasa putus asa. “Kala itu kami putus asa mengikuti alat karena tidak banyak ditemukan bongkahan, hanya bongkahan-bongkahan kecil,” ujar Hendra.

Namun, para penyelam pantang menyerah dan terus mengikuti alat meski sepertinya diarahkan menuju area yang serpihan pesawatnya minim. Namun ternyata Black Box itu memang tak berada di dalam pecahan bodi pesawat.

“Tapi kami terus, kami ikuti alat. Kami kecilkan areanya lalu pada tempat yang alatnya menimbulkan sensitif tersebut lalu kami gali-gali dan ternyata kami mendapatkan black box,” kata Hendra.

Black Box Lion Air kini sudah diangkat ke diangkat di Kapal Baruna Jaya I.
(aan/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Baru 41 Keluarga Korban Lion Air yang Klaim Uang Tunggu

JakartaLion Air hari ini masih melanjutkan pemberian ‘uang tunggu’ untuk keluarga korban Lion Air JT 610. Pemberian dilakukan mulai pukul 10.00 WIB sampai selesai.

“Jadi kemarin sudah berjalan dari jam 5 sore sampai jam 9 malam dan hari ini kembali dilanjutkan dari jam 10 hingga selesai,” ujar R Lion Air Group, Ramaditya Handoko, saat ditemui di Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur, Kamis (1/11/2018).

Hingga hari ini, kata Rama, baru 41 orang yang mengklaim ‘uang tunggu’ tersebut.

“41 yang sudah mengklaim dan total untuk keluarga itu 181,” katanya.

Rama menjelaskan, ‘uang tunggu’ ini, bukanlah untuk biaya transportasi dan konsumsi. ‘Uang tunggu’ murni untuk biaya operasional keluarga korban selama menunggu pencarian.

“Dan memang pencairan ini akan diberikan secara cash dengan syarat membawa KTP dari anggota inti keluarga dan juga foto copy kartu keluarga,” katanya.

Rama mengungkapkan, selain pemberian ‘uang tunggu’, Lion Air juga terus melakukan pelayanan secara maksimal di posko krisis Center Lion Group. Di antaranya, melakukan bimbingan atau pendampingan kepada keluarga.

“Baik dari segi psikis, dari segi medis dan juga segi rohani,” ujar Rama.

Diberitakan sebelumnya, keluarga korban Lion Air PK-LQP akan mendapat santunan Rp 5 juta dari Lion Air. Uang tersebut disebut-sebut sebagai uang tunggu.

“Itu sifatnya lebih ke kebijakan dari Pak Rusdi (Rusdi Kirana). Rencananya sore ini akan diserahkan Rp 5 juta per keluarga. Karena itu sifatnya kalau dari Pak Rusdi itu istilahnya uang untuk menunggu,” kata PR Lion Air Group, Ramaditya Handoko, saat ditemui di Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur, Rabu (31/10).
(mae/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Momen Romantis Nadia Octavia, Wanita yang Dilamar Kekasih Lewat Papan Reklame

Liputan6.com, Jakarta Bagi warga Jabodetabek yang sering melewati Jl.Gatot Subroto, Jakarta awal pekan ini mungkin sempat melihat papan reklame yang berisi sebuah lamaran. Adya Laksamana mengucapkan selamat ulang tahun sekaligus melamar kekasihnya, Nadia Octavia, lewat papan billboard reklame di sebelah gedung Wisma Mulia.

“HAPPY BIRTHDAY MY LOVE. WILL YOU MARRY ME? NADIA OCTAVIA,” begitu isi lamaran Adya untuk kekasihnya di papan reklame tersebut.

Tepat di tanggal 30 Oktober lalu, wanita yang berulang tahun ke-30 ini mendapat kejutan dari sang pacar. Kepada Liputan6.com, wanita yang juga dokter ini bercerita momen romantis yang tak terlupakan di hari ulang tahunnya itu.

Di hari tersebut, ia sudah banyak menerima direct message media sosialnya mengenai namanya yang terpampang di papan reklame itu. Saat bertemu sang pacar di siang hari, dia memilih untuk tidak membicarakan hal itu.

“Hari itu ada talkshow di kantor, kemudian memang rencananya dia mau jemput siangnya, kemudian dia mengajak makan (yang lokasinya) melewati Gatsu (jalan Gatot Subroto),” tutur Nadia.

Kemudian ketika mau melewati papan reklame itu, Adya mengatakan, “Tuh, di depan ada billboard.” Nadia agak bingung dan tak percaya mengapa bisa ada namanya tertulis di papan reklame tersebut. Dirinya mulai terharu saat itu.

Momen romantis tak berhenti di situ. Adya kemudian meminta Nadia yang masih duduk di mobil membuka dashboard. “Coba sekalian lihat, buka dashboard, ada kotak,” cerita Nadia mengulang ucapan sang pacar.

Ia pun terharu mendapati kejutan itu. Kemudian mobil tersebut ditepikan ke pinggir jalan.

“Saat turun, kemudian dia berlutut (melamar) begitu,” katanya terharu campur bahagia.  

Nadia pun tak menyangka bakal dapat kejutan ulang tahun dan lamaran unik seperti itu. Lalu, apakah lamaran Adya diterima?

“Iya, diterima (lamarannya),” kata Nadia. 


Top 3: Kisah Guru dan Murid yang Akhirnya Menikah Usai 7 Tahun Pacaran

Liputan6.com, Jakarta – Belum lama ini viral kisah cinta guru dan murid yang berakhir di pelaminan usai 7 tahun menjalin kasih. Kisah tersebut datang dari pasangan bernama Erwin Pangaila dan Vinda Virginia yang viral di jejaring sosial.

Keduanya menjalin kasih sejak 2011, dimana Erwin merupakan guru Vinda yang saat itu masih duduk di bangku SMP. Meski terpaut beda usia jauh, keduanya akhirnya menikah Oktober lalu.

Artikel tentang kisah cinta guru dan murid yang telah menjalin kisah selama 7 tahun tersebut menjadi yang paling terpopuler di kanal Citizen6, Liputan6.com.

Sementara artikel kedua terpopuler yakni 7 momen kocak yang ujungnya bikin nyesek. Disusul dengan artikel ketiga terpopuler tentang suasana terakhir Lion Air JT 610 sebelum lepas landas.

Berikut Top 3 Citizen6:

1. 7 Tahun Pacaran, Kisah Cinta Guru dan Murid Ini Berakhir di Pelaminan

Kadang cinta itu tak selalu mengenal rentang usia. Jika memang tulus, cinta itu akan terus tumbuh dan tak mudah lekang hingga waktu yang lama. Seperti kisah yang dialami pasangan kekasih asal Manado satu ini. Inilah kisah asmara pasangan bernama Erwin Pangaila dan Vinda Virginia yang viral di jejaring sosial.

Kisah cinta mereka berawal sejak 2011. Saat itu, Erwin merupakan guru dan Vinda yang ketika itu menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah muridnya. Meski rentang usia mereka beda jauh, namun keduanya setia berpacaran sampai akhirnya menikah setelah tujuh tahun menjalin hubungan kasih.

Selengkapnya…

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Setelah menjalin kasih selama 7 tahun, akhirnya pasangan guru dan murid ini resmi menikah.

Mengapa Anda Harus ke Labuan Bajo? Ini Jawabannya!

Liputan6.com, Jakarta Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, kini menjadi salah satu detinasi wisata dari wilayah Timur Indonesia yang sedang ‘naik daun’. Kira-kira apa keistimewaan yang dimilikinya dan mengapa Anda harus ke sana?

Labuan Bajo memiliki banyak tempat wisata alam yang keindahannya tiada tertandingi. Sebut saja Jetty Batu Patah, Bukit Cinta, Pulau Batu Bolong, dan Bukit Padar. Belum lagi Pulau Komodo yang hanya bisa Anda jumpai di sana. Keunikan budayanya juga tak bisa dilewatkan begitu saja. Di sana, Anda bisa menyaksikan dan belajar tari Tanam Padi langsung bersama warga sekitar. 

Yuk, saksikan lebih lanjut keindahan Labuan Bajo lewat video di bawah ini dan temukan jawaban kenapa Anda harus ke sana.

Keindahan alam dan budaya yang tersaji di wilayah timur Indonesia.

Black Box Lion Air JT610 Ditemukan!

Jakarta – Black box Lion Air JT610 ditemukan. Black box sudah diangkat di Kapal Baruna Jaya I.

Black box ditemukan dalam penyelaman di koordinat sinyal black box terdeteksi. Kapal Baruna Jaya I lego jangkar untuk fokus pencarian.

Penemuan ini dikonfirmasi oleh penyelam TNI AL Sertu Hendra. “Kami ikuti alat, kami kecilkan areanya lalu pada tempat yang alatnya menimbulkan bunyi sensitif kami gali lagi dan ternyata kami mendapatkan black box,” ujarnya, Kamis (1/11/2018).

Pada Rabu (31/10) koordinator sinyal black box tertangkap transponder USBL berada pada koordinat S 05 48 48.051 – E 107 07 37.622 dan koordinat S 05 48 46.545 – E 107 07 38.393.

Pencarian black box dilakukan juga dengan menurunkan ROV dari Kapal Riset Baruna Jaya I. ROV pada pagi tadi sudah menangkap gambar serpihan pesawat dan kain syal milik penumpang di dasar laut. Petugas juga membawa ping locator untuk menangkap sinyal yang dipancarkan black box.

Pencarian black box ini sempat terkendala dengan arus kencang di bawah laut. Sebelumnya diperkirakan black box berada pada kedalaman sekitar 32 meter.

Sedangkan dari identifikasi korban, tim forensik Polri sudah memeriksa 48 kantong jenazah yang berisi body part. Satu jenazah teridentifikasi bernama Jannatun Cintya Dewi.

Identifikasi dilakukan salah satunya dengan pencocokan sidik jari dengan data e-KTP. Ada 13 titik persamaan pada pencocokan sidik jari.

Terkait kecelakaan Lion Air, Direktur Teknik Lion Air dibebastugaskan. Pembebastugasan dilakukan hingga pemeriksaan jatuhnya Lion Air selesai. Selain direktur, staf teknik yang merekomendasikan penerbangan pesawat PK-LQP juga dibebastugaskan.

Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10). Pesawat nahas itu membawa penumpang dan kru sebanyak 189 orang.
(fdn/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Begini Cristiano Ronaldo di Mata Selena Gomez

Setelah dua tahun memegang predikat sebagai Ratu Instagram, kini Selena Gomez harus melepaskannya, di mana kini ia memiliki 144.343.580 followers, sedangkan Ronaldo punya 144.398.850. followers.

Selena Gomez telah menjadi selebriti paling banyak memiliki followers sejak tahun 2016. Ia pun telah mengalahkan sahabatnya, Taylor Swift yang sebelumnya menempati posisi paling atas di Instagram. (Fimela.com/ Lanny Kusumastuti)

Tanda Tanya Lion Air Laporkan Gaji Pilot Cuma Rp 3,7 Juta ke BPJS TK

Jakarta – Di tengah tragedi jatuhnya Lion Air JT 610, muncul tanda tanya soal gaji pilot Bhavye Suneja yang menerbangkan pesawat itu. Gaji pilot yang dilaporkan hanya Rp 3,7 juta.

Data soal gaji pilot Lion Air JT 610 itu diungkapkan oleh Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto. BPJS Ketenagakerjaan memiliki kewajiban untuk memberi santunan sebesar upah korban dikali 48.

Bagi Agus, data gaji pilot Lion Air Rp 3,7 juta tentu memunculkan tanda tanya. Namun, dia menegaskan bahwa data itu dilaporkan oleh perusahaan yang bersangkutan yaitu Lion Air.

“Cukup menimbulkan pertanyaan. Masak sih pilot gajinya cuma Rp 3,7 juta. Ini yang melaporkan dari perusahaan,” kata Agus di RS Polri, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2018).

Di sisi lain, gaji pramugari Lion Air JT 610 yang dilaporkan sebesar Rp 3,6 juta sementara gaji kopilot Harvino sebesar Rp 20 juta. Beda jauh antara gaji pilot dan kopilot juga memunculkan tanda tanya baru.

“Itu perlu diklarifikasi ke perusahaan,” ucapnya.

(imk/tor) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>