Atletico Madrid Sukses Boyong Bek Tottenham Hotspur

Liputan6.com, Jakarta Atletico Madrid telah menyelesaikan penandatanganan bek Tottenham Hotspur, Kieran Trippier. Atletico juga mengkonfirmasi Trippier akan dikontrak selama tiga tahun.

Penampilan pemain berusia 28 tahun di Spurs memamng mengalami stagnasi musim lalu. Kondisi ini membuat klub membuka jalan untuk menjualnya. Dan, Atletico Madrid secara bersamaan ingin mencari bek baru untuk memperkuat pertahanan mereka.

Mantan bek Burnley ini, membantu timnas Inggris ke semifinal Piala Dunia tahun lalu. Dia juga membantu Spurs mencapai final Liga Champions musim lalu.

Di sisi lain, sejumlah pemain pilar meninggalkan Atletico Madrid musim panas ini. Lucas Hernandez, Diego Godin dan Juanfran Torres semuanya telah hengkang. Dan, Trippier kemungkinan akan menjadi pengganti Torres.

Sementara itu, Filipe Luis juga berpotensi pergi dari Atletico Madrid menyusul berakhir kontraknya (meskipun klub masih dalam pembicaraan). Sementara bek sayap Santiago Arias juga dikaitkan dengan kepergian musim panas ini.

2 dari 3 halaman

Harga Murah

Tottenham mendapatkan Trippier dengan harga murah yakni sebesar 3,5 juta pounds (Rp 60 miliar) ketika diboyong dari Burnley pada Juni 2015. Artinya, Spurs sudah untung besar jika bisa menjual Tripper ke Atletico dengan harga Rp 433 miliar.

Berbagai laporan sebelumnya telah menghubungkan Trippier dengan Napoli. Selain itu, Juventus dan PSG juga berminta memboyongnya.

3 dari 3 halaman

Terlalu Tinggi

Trippier juga pernah masuk dalam daftar incaran Manchester United (MU). Tapi, MU masih keberatan dengan harga yang diberikan Tottenham Hotspur.

Finalis Liga Champions itu melabeli Trippier dengan harga 35 juta pound. Manchester United menilai kalau harga tersebut terlalu tinggi.

Air Mata Ibu Korban Kekerasan MOS SMA Taruna Indonesia Palembang

Liputan6.com, Palembang – Kasus kekerasan saat kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) di SMA Taruna Indonesia Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menelan korban.

Setelah satu orang siswa SMA Taruna Indonesia Palembang meninggal dunia usai mengikuti MOS, kini siswa lainnya mengalami koma karena dugaan kekerasan yang dialaminya.

Di Rumah Sakit (RS) Charitas Palembang, WK (14), masih dinyatakan kritis setelah melewati operasi akibat kekerasan saat MOS.

Saat dikunjungi Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru di ruang ICU lantai III, Rabu (17/7/2019), ibu korban terlihat menangis dan memeluk puteranya yang tidak sadarkan diri.

Ibu korban tampak begitu syok menerima kenyataan, anaknya menjadi salah satu korban kekerasan saat mengikuti kegiatan di sekolah barunya.

“Sedih sekali melihatnya, sampai tidak bisa ngomong lagi saya. Sebagai seorang ibu, saya mengerti betul apa yang dirasakan ibu korban dan keluarganya saat ini. Mohon doanya agar ada keajaiban untuk WK lekas sembuh” ujarnya kepada Liputan6.com.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Istri Gubernur Sumsel Herman Deru ini pun meminta dinas terkait, agar segera mengusut tuntas kasus ini.

Menurutnya, MOS di Palembang ini harusnya menjadi pengenalan dan mengajarkan kedisplinan siswa saja. Namun tidak menggunakan kekerasan seperti yang terjadi pada para siswa SMA Taruna Indonesia Palembang.

“Saya minta betul kedepan Dinas terkait memperhatikan kegiatan siswa di sekolah. Kalau bisa jangan ada kekerasan lagi seperti ini di sekolah. Karena ini akan jadi dendam berkepanjangan,”ujarnya.

Selain menjenguk korban MOS SMA Taruna Indonesia Palembang, Feby Deru juga meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, untuk menangani pendanaan selama korban dirawat di rumah sakit Palembang ini.

2 dari 2 halaman

Dugaan Kekerasan Fisik

Sebelumnya diberitakan seorang siswa meninggal dunia saat mengikuti MOS di SMA Taruna Indonesia Palembang , DW (14). Korban sempat dilarikan ke rumah sakit Myria Palembang, Sabtu (13/7/2019) pukul 04.00 WIB.

Namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu pagi. Korban diduga mengalami kekerasan fisik sehingga mengganggu beberapa fungsi organ tubuhnya.

WK juga diduga turut menjadi korban kekerasan oknum staf sekolah tersebut karena dibawa ke rumah sakit saat menjalani MOS.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti juga turut menjenguk WK di ruang ICU.

“Tadi pagi saya sudah menjenguk korban dan berbincang-bincang dengan orangtua korban. Memang benar korban sekarang sedang mengalami masa koma, kita juga akan mengevaluasi kasus ini,”katanya.

Pemprov Kaltim Bentuk Tim Khusus Tangani Lubang Tambang

Liputan6.com, Balikpapan – Pemprov Kalimantan akan membentuk tim khusus penanganan lubang bekas tambang batu bara. Tim yang beranggotakan inspektur tambang dan penyidik polisi itu nantinya bertugas menuntaskan masalah lubang tambang di Kalimantan yang sudah menewaskan 35 orang itu. 

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Pemprov Kaltim, Wahyu Widhi Heranata kepada Liputan6.com, Selasa (16/7/2019) mengatakan, Pemprov Kaltim sedang merumuskan bentuk kerja sama tim khusus itu. Saat bersamaan, aparat Distamben Kaltim mendata ulang berbagai masalah industri tambang saat ini.

“Saya sedang merumuskan bentuk kerjasama tim yang nanti akan dilaporkan dahulu pada Sekretaris Provinsi Kaltim. Setelah akan dilakukan kesepakatan kerja sama bersama Polda Kaltim,” kata Wahyu. 

Wahyu mengharapkan, tim bentukannya mampu koordinasi dengan baik dalam penanganan kasus lingkungan. Menurutnya, perlu teknik khusus menangani masalah lingkungan, mengingat pelakunya perusahaan ilegal bahkan yang berizin.

“Nanti yang ditindak bukan hanya perusahaan ilegal. Perusahaan legal bila melanggar aturan juga dikenakan sanksi tegas. Semuanya akan kami tangani agar masalahnya cepat selesai,” tegasnya.

Sebelumnya, Wahyu mengaku sempat membentuk tim kecil bersama penyidik polres di lokasi tambang bermasalah. Kerja sama bersifat temporer guna menginvestigasi laporan masyarakat.

“Sebelumnya sudah ada kerja sama dengan polisi di kota/kabupaten. Kerja sama dengan Polda Kaltim diharapkan mampu memaksimalkan permasalahan tambang,” tuturnya.

Sementara itu, Polda Kaltim mengaku belum mengetahui konsep kerja sama ditawarkan pemerintah daerah. Hingga saat ini, mereka masih menunggu model penyidikan lubang bekas tambang.

“Kalau pemprov sudah menyampaikan teknis kerjasamanya, baru bisa dikomentari polisi,” imbuhnya.

 Simak video pilihan berikut:

2 dari 3 halaman

Tanggapan Jatam

Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) justru memandang sebelah mata upaya Pemprov dan Polda Kaltim. Jatam Kaltim pesimis kerja sama keduanya mampu mengatasi masalah. Kedua instansi itu dianggap hanya sekadar berwacana soal penanggulangan lubang tambang.

“Tidak akan mampu berbuat banyak kerja sama ini, seperti rencana-rencana mereka sebelumnya,” keluh Dinamisator Jatam Kaltim, Pradharma Rupang.

Pradharma juga telah berulang kali menyerukan moratorium penerbitan izin tambang di Kaltim. Selain itu, Jatam pun mendesak perumusan peraturan daerah (Perda) tentang pemulihan area pascatambang.

Aturan bisa menjadi pijakan hukum menekan perusahaan melaksanakan kewajiban pemulihan lingkungan. Sayangnya, usulan ini langsung ditolak politikus di DPRD Kaltim.

“Banyak pejabat politik Kaltim yang disandera kepentingan tambang,” keluh Pradharma.

Demikian pula Polda Kaltim disebut tebang pilih menangani kasus tambang. Sejumlah laporan tambang liar dibiarkan tanpa kejelasan.

“Polisi terkesan tebang pilih penindakan tambang ilegal,” ungkap Pradharma, seraya menambahkan ada kesepakatan penyelamatan sumber daya alam (SDA) Indonesia ditandatangani Polri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan, dan TNI.

“Zaman Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) sudah ada kesepakatan ini. Namun minim praktik di lapangan,” sesalnya.

Pradharma mencontohkan aktivitas tambang CV Sanga Sanga Perkasa di Samboja Kutai Kartanegara. Meskipun mengantongi izin usaha, menurutnya perusahaan izin usaha pertambangan (IUP) ini belum memiliki izin lingkungan.

“Masyarakat sudah melaporkan sudah lama, penindakan hukumnya tidak ada dari polisi,” tuturnya.

Demikian pula aktivitas tambang PT Kencana Wilsa di Kampung Ongko Asa Kutai Barat. Permasalahan kasus perusahaan tambang ini sama dilakukan CV Sanga Sanga Perkasa.

“Warga melaporkan ke Polres Kutai Barat setahun silam, sekarang juga belum ada kejelasan penyidikannya,” sebutnya.

Setali tiga uang komitmen TNI soal lubang tambang. Insiden tambang longsor di Makroman Samarinda berjarak 500 meter dari asrama TNI. Sehingga kemudian Jatam menduga keterlibatan oknum TNI di konsesi PT Lanna Harita Indonesia ini.

“Ada oknum TNI terlibat di tambang ini, aktifitas tambang tanpa mengindahkan keselamatan,” papar Pradharma.

Kalaupun Pemprov Kaltim membuat tim khusus, Pradharma meminta mereka transparan dalam proses penegakan hukum. Apalagi pembentukan tim khusus ini tentunya menyedot anggaran daerah.

“Agar terukur program kerja yang dilakukan mereka. Jangan menjadi pemborosan dimana hasilnya juga belum memuaskan,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

35 Anak Tewas

Kajian Jatam menyimpulkan, 72 persen wilayah Kaltim seluas 12,7 juta hektare beralih menjadi area tambang dan kebun kelapa sawit. Sementara sektor pertanian hanya seluas 69 ribu hektare atau 1 persen dari total wilayahnya.Kaltim menerbitkan 1.404 izin IUP hampir seluruh kota/kabupaten. Pemerintah pusat pun turut menerbitkan 20 izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B).

Kerusakan lingkungan terparah terjadi di Samarinda dimana 71 persen wilayah beralih fungsi menjadi tambang. Pemkot Samarinda meninggalkan warisan 76 izin dan 300 lubang galian tambang. Polda Kaltim sempat membuka kasus lubang tambang awal tahun 2016 silam di mana jumlah korban mencapai 19 jiwa.

Kala itu, Polres Samarinda dan Kukar mengkaji kasusnya apakah masuk pidana atau kelalaian. Polisi juga mengkritik kebijakan obral izin berdampak masalah lingkungan. Pada tahun sama, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyegel empat perusahaan di Samarinda dan Kukar. Perusahaan ini diduga penyebab tewasnya 19 anak.

Risma Mau ‘Dikloning’ di Lombok

Liputan6.com, Jakarta – DPW Partai Keadilan Sejahtera Nusa Tenggara Barat ingin memunculkan sosok perempuan sebagai calon kepala daerah seperti halnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang biasa dipanggil Bu Risma dalam ajang kontestasi pemilihan kepala daerah di Kota Mataram tahun 2020.

“Kita akan coba munculkan Risma-Risma baru. Apa yang menjadi kelebihan Ibu Risma di Surabaya kenapa tidak kita munculkan di Mataram,” kata Ketua DPW PKS NTB H Abdul Hadi di Mataram, 17 Juli 2019, dilansir Antara.

Hadi menilai, Kota Mataram butuh figur-figur perempuan sebagai wali kota selanjutnya. Karena menurutnya perempuan tidak kalah dengan laki-laki. Apalagi di kota lain, kepemimpinan perempuan sudah berhasil, contohnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

“Kita bisa lihat bagaimana Ibu Risma berhasil mengubah Surabaya menjadi kota bersih dan maju. Karenanya, kenapa tidak keberhasilan-keberhasilan tersebut kita terapkan di Kota Mataram,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD NTB ini mengaku bangga sejumlah kader perempuan PKS didorong untuk maju dalam kontestasi Pilkada Kota Mataram. Walau pun DPW PKS NTB sudah memunculkan kader perempuan dan diputuskan secara berjenjang, namun tetap keputusan siapa yang akan di usung tergantung DPP PKS.

“Kalau itu diterima masyarakat sebagai kekuatan di Mataram, selain beberapa tokoh melebihi dari daripada yang lain, kenapa tidak. Tapi kembali lagi semuanya nanti DPP yang memutuskan,” jelas Hadi.

Disinggung, terkait keputusan DPW PKS yang lebih mendorong kader perempuan maju di Pilkada Mataram, Hadi menyatakan menyerahkan hal itu kepada masyarakat yang menilai.

“Kalau tanggapan masyarakat cocok tidak jadi soal. Karena ini masih polemik bisa nomor dua,” katanya.

Diketahui, DPW PKS NTB memberikan dukungan terhadap kader perempuan untuk maju di Pilkada Kota Mataram 2020.

Ketua Komisi Kebijakan Publik MPW PKS NTB Johan Rosihan, menyebutkan ada sejumlah nama kader perempuan di PKS yang didorong maju, antara lain Nuryanti Tadjudin yang merupakan istri mantan Ketua DPW PKS NTB Suryadi Jaya Purnama. Saat ini Nuryanti Tadjudin menjabat sebagai kepala bidang (kabid) di Bappeda Provinsi NTB.

Selanjutnya, Hj Istiningsih merupakan calon anggota legislatif terpilih pada Pemilu 2019 untuk DPRD Kota Mataram. Dia juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD NTB dua periode.

Kemudian, Lilik Sri Hartini yang kini menjabat Wakil Direktur SDIT Anak Sholeh Mataram dan Ketua Yayasan Bina Insan Mandiri Cakranegara. Selain itu, Dwi Anggraini Kusumah pengusaha muda di bidang properti dan Febri Khairunnisa aktivis perempuan dan Direktur Bank Sampah Bintang Sejahtera.

“Ini beberapa kader perempuan dan keluarga besar PKS yang siap diorbitkan,” ujarnya.

Disinggung siapa di antara lima kader perempuan yang dianggap mumpuni untuk diusung di pilkada nanti, Ketua Fraksi PKS DPRD NTB ini menegaskan masih dibahas dan akan diajukan melalui mekanisme dalam forum pengambilan kebijakan partai.

“Insya Allah dalam waktu dekat akan dimulai tahapannya melalui pemilu internal kader Kota Mataram,” kata Johan Rosihan.

Ditanya mengapa PKS tidak mengusung calon laki-laki, Johan Rosihan menegaskan masih ada tujuh pilkada kabupaten dan kota di NTB yang menjadi prioritas PKS untuk diorbitkan.

Menurut Johan, Kota Mataram membutuhkan figur pemimpin perempuan untuk menyelesaikan sejumlah permasalahan yang masih membelit ibu kota Provinsi NTB itu, seperti persoalan sampah, tata ruang dan masalah manajemen pemerintahan.

“Masalah-masalah dasar seperti ini akan selesai oleh pemimpin perempuan karena perempuan itu lebih teliti dan telaten,” katanya.

Ahok soal Jadi Pejabat Lagi: Saya Investasi di Politik sampai Dipenjara

Jakarta – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok bicara kemungkinan menjadi pejabat lagi. Ahok mengaku sudah berinvestasi banyak di politik sampai dirinya dipenjara.

Pernyataan itu disampaikan Ahok saat menjadi pembicara di Gereja Reformed Injili Indonesia, Samarinda, Kalimatan Timur, Jumat (12/7) lalu. Ahok awalnya mendapat pertanyaan dari warga yang hadir tentang mau atau tidaknya kembali menjadi pejabat.

Ahok menjawab pertanyaan tersebut dengan memberikan analogi seorang pengusaha yang telah berinvestasi di suatu bidang. Menurut Ahok, pengusaha tersebut tak akan beralih ke bidang lain begitu saja.

“Ini pertanyaan klasik ya. Saya kalau ketemu dengan orang yang bergerak di bidang bisnis, atau keuangan. Saya suka tanya balik begini, kita sama-sama pengusaha kan, dulu gitu. Orang keuangan kan. Pernah nggak kita melakukan sesuatu, sudah investasi begitu besar di satu bidang dan hasrat kita memang masih di bidang ini, terus kamu buang ganti bidang, nggak,” ujar Ahok dalam channel Youtube Panggil Saya BTP seperti dilihat detikcom, Rabu (17/7/2019).

Begitu pula yang dialami Ahok dalam dunia politik. Ahok mengaku sudah berbuat banyak selama aktif di kancah politik Tanah Air.

“Saya ini invest di politik ini sudah terlalu banyak sampai dipenjara. Nah itu yang jadi pergumulan saya, sehingga share dengan beberapa teman,” ujarnya.

Setelah berhenti jadi pejabat, Ahok mengaku banyak menerima tawaran kerja dari sejumlah pihak. Tawaran yang diberikan pun tak tanggung-tanggung, bahkan gaji yang akan didapat Ahok berstandar internasional.

“Jadi beberapa orang yang tidak ada hubungannya, teman-teman lama, waktu saya jadi gubernur jarang ketemu saya. Sekarang nawarin kerja sama mereka. Nawarin kerja kasih saham kosong, macam-macam nanti. Dari gaji yang lumayan sampai waw banget. Standarnya sudah standar dunia,” ujarnya.

Menurut Ahok, seorang pejabat itu akan menemui banyak jalan yang berliku. Bahkan, sambung Ahok, mereka yang menjadi pejabat harus rela dicaci maki dan dicari-cari kesalahannya.

“Jadi pejabat itu payah, nggak ada duitnya. Ini pun… Kalau saya jadi pejabat lagi, kayanya malas sebagai pribadi, malas. Kalau kita bisa penghasilan 1 juta USD setahun, naik mobil semua miliaran, kamu masih mau jadi pejabat, dicaci maki, dikafir-kafirin, dicari-cari salah, mau dipenjara,” tuturnya.

Kendati demikian, Ahok mengatakan hasil refleksinya selama ini menandakan bahwa tidak ada panggilan untuk menjadi pengusaha. Ahok mengaku tahu ke mana dirinya harus melangkah.

“Saya katakan lagi dari mana saya tahu melakukan A atau B atau C. Firman Tuhan, iluminasi dari firman Tuhan yang saya baca. Sampai hari ini dalam pergumulan saya. Saya tetap tidak ada panggilan jadi pengusaha, tugas saya adalah showcase, mercusuar untuk mempertontonkan kuasa Tuhan, untuk menarik orang untuk mengenal Tuhan kita. itu yang saya dapat,” ujarnya.

“Saya pun bergumul dengan hal ini, tapi kalau saya ikutin iluminasi Firman Tuhan yang saya baca, tidak ada terima job ini. Saya tahu saya harus ke mana,” sambungnya.

Simak Video “Flashback Ahok dan ‘Tsunami’ Demo di DKI”
[Gambas:Video 20detik]

(knv/idn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Hasil TGPF di Kasus Berliku Novel Baswedan

Liputan6.com, Jakarta – Kasus penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan memasuki babak baru. Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang dibentuk 8 Januari lalu, membeberkan sejumlah temuan hasil investigasi selama enam bulan terakhir.

Juru Bicara TGPF Novel Baswedan, Nur Kholis menyatakan, pihaknya menemukan fakta-fakta kuat bahwa penyerangan penyidik senior KPK itu bukan untuk membunuh, tapi membuat korban menderita.

“Bisa untuk membalas sakit hati atau memberi pelajaran korban. Atas sendiri atau disuruh orang lain,” ujar Nur Kholis di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu 17 Juli 2019.

Menurut Nur Kholis, air keras yang digunakan untuk menyiram Novel Baswedan adalah jenis asam sulfat H2SO4 yang berkadar larut tidak pekat. Efeknya pun memberikan kerusakan pada bagian tubuh, namun tidak mengakibatkan kematian.

“Fakta terdapat probabilitas adanya penanganan kasus yang dilakukan korban, akibatnya adanya dugaan penggunaan wewenang secara berlebihan. TGPF meyakini serangan itu tidak terkait dengan masalah pribadi, tetapi terkait pekerjaan korban,” jelas Nur Kholis.

Nur Kholis menyebut, ada tiga orang tidak dikenal yang menjadi terduga penyerangan. Pihaknya telah melakukan reka ulang TKP dan menganalisa isi CCTV di sekitar kediaman Novel.

“Wawancara ulang saksi-saksi dan saksi tambahan, juga analisis pola. TPF cenderung pada fakta lain, 5 April 2017 ada satu orang tidak dikenal mendatangi rumah saudara Novel. Kemudian 10 April 2017 ada dua orang tidak dikenal datang, diduga berhubungan dengan penyerangan,” tutur Nur Kholis.

Untuk itu, hasil investigas tersebut juga berisikan rekomendasi kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk membentuk tim mengejar sosok tersebut.

“TPF merekomendasikan pendalaman fakta satu orang tidak dikenal yang datang ke rumah korban pada 5 April 2017 dan dua orang tidak dikenal yang berada dekat rumah korban dan Masjid Al Ihsan pada 10 April 2017 dengan membentuk tim spesifik,” jelas Nur Kholis.

Nur Kholis menyebut, penyerangan Novel Baswedan diduga terkait dengan enam kasus besar yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kasus tersebut antara lain korupsi e-KTP, kasus mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar, kasus Sekjen Mahkamah Agung (MA), kasus suap Bupati Buol, dan kasus Wisma Atlet.

“Satu lagi ini kasus yang tidak dalam penanganan KPK, tetapi memiliki potensi. Mungkin tidak berkaitan dengan pekerjaan beliau (Novel sekarang), tapi tidak menutup kemungkinannya ada yaitu kasus sarang burung walet di Bengkulu,” jelas Nur Kholis.

2 dari 4 halaman

Polri Bentuk Tim

Menanggapi hasil temuan TGPF tersebut, Polri memastikan akan membentuk tim. Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal menyampaikan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian segera membentuk tim khusus untuk mengejar tiga terduga pelaku penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan. 

“Tentu pada kesempatan ini rekomendasi TPF akan kami tindaklanjuti sesegera mungkin, membuat tim teknis spesifik, tim teknis lapangan,” tutur Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu 17 Juli 2019.

Menurut Iqbal, tim akan terbentuk sekitar sepekan usai konferensi pers hasil investigasi TGPF Novel Baswedan yang baru saja digelar.

“Tim ini akan dipimpin oleh Pak Kabareskrim (Komjen Idham Azis),” jelas Iqbal.

Sementara itu, Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) menganggap tim gabungan bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait pengungkapan kasus teror terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan tak berhasil.

“Kami segera membuat konferensi pers merespons hasil tim pencari fakta (Polri) yang tidak berhasil mengungkap pelaku penyerangan,” ujar Ketua WP KPK Yudi Purnomo saat dikonfirmasi, Rabu 17 Juli 2019.

Yudi mengatakan, menanggapi pengumuman yang baru saja disampaikan tim gabungan Polri di Mabes Polri, WP KPK akan konsolidasi dengan Koalisi Masyarakat Sipil.

“Menyikapi rilis TPF (tim pencari fakta Polri), Koalisi Masyarakat Sipil, tim Penasihat Hukum Novel, dan WP KPK akan ‎melakukan konsolidasi ,” kata Yudi.

3 dari 4 halaman

ICW Nilai Tak Sesuai Harapan

Peneliti Hukum pada Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan, Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz menganggap, hasil investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dalam mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan tidak sesuai harapan.

Padahal, TGPF telah menghabiskan waktu yang cukup panjang untuk mengungkap kasus teror terhadap penyidik lembaga antirasuah itu.

“Dengan waktu yang sangat panjang terkait penanganan Novel, TGPF tidak sesuai dengan yang kami harapkan. Sebab cita-cita pembentukan tim ini adalah akselerasi pengungkapan kasus Novel,” katanya di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu 17 Juli 2019.

Menurut Donal, pengungkapan kasus penyerangan Novel tidak mengalami kemajuan. Jika hal ini terus terjadi, bukan hanya Novel yang akan dirugikan melainkan juga institusi Polri.

“Sebab ini akan menjadi beban institusi karena sekali lagi publik akan mempertanyakan, baik kepada presiden maupun kepada Kapolri sendiri (terkait) tidak kunjung tuntasnya kasus Novel Baswedan,” kata Donal.

“Akan menjadi sanderaan panjang pada institusi kepolisian. Karena publik pastinya akan terus mengawal dan menagih pengungkapan kasus ini,” ucapnya.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

HEADLINE: Nining Tinggal Dekat Toilet Sekolah, Potret Buram Guru Hononer di Tanah Air?

Liputan6.com, Jakarta – Nining Suryati (44) nelangsa saat buah hatinya bertanya, kapan mereka bisa punya rumah lagi. Rumah yang dimaksud sang bocah adalah bangunan yang layak disebut tempat tinggal, seperti kepunyaan teman-temannya. Bukan di sebelah toilet sekolah.  

Dua tahun lalu, pondok sederhana tempat keluarga itu bernaung ambruk dimakan usia. Nining dan suaminya, Eby (46) berniat mendirikannya kembali. Tapi, apa daya, uang tak ada.

Gaji Nining sebagai guru honorer di SDN Karyabuana 3, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten hanya Rp 350 ribu sebulan. Itu pun dibayar tiap tiga bulan sekali. Padahal, ia telah mengabdi selama 15 tahun sebagai pengajar. 

Sementara, suaminya bekerja sebagai buruh serabutan, pendapatannya tak pasti. Uang yang mereka hasilkan ludes untuk membiayai kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya pendidikan kedua anak mereka. 

Setelah memutar otak, Nining dan suaminya kemudian membangun ‘rumah’ darurat sekadar tempat berteduh, tepat di samping toilet sekolah. Dindingnya dari triplek, beratap asbes, dan lantai tanah tanpa plesteran semen.

Ruangan 3×6 meter disekat jadi dua menggunakan triplek. Bagian belakang digunakan sebagai kamar. Sementara bagian depan dijadikan ruang tamu sekaligus warung yang menjajakan jajanan anak sekolah, untuk tambahan penghasilan. 

Bangunan seadanya itu awalnya direncanakan sebagai tempat tinggal sementara. Namun, sudah dua tahun mereka tak pindah. 

“Sudah dua tahun tinggal di sini,” ungkap Nining saat ditemui Liputan6.com, Senin (14/7/2019).

Untuk memasak sehari-hari, Nining membangun dapur darurat di WC. “Kalau tidur di samping WC (toilet), WC murid dan guru,” tambah dia. 

Agar tersiksa oleh bau pesing yang menyengat dari ruangan tempat buang hajat itu, Nining dan Eby harus rajin-rajin membersihkan toilet. “Enggak bau, saya bersihkan sendiri, tanggung jawab,” katanya.

Nining mengaku, sudah lama ia memendam cita-cita diangkat jadi PNS. Bukan guru honorer seperti saat ini. 

Upaya telah dikerahkan. Ia pernah berkuliah di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, Banten namun tak sampai lulus, berhenti di semester empat.

Untuk mengejar gelar S1, Nining melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka (UT) kelas jauh di Kecamatan Cibaliung. Namun sayang, saat ijazah sudah di tangan, mimpinya jadi guru PNS pupus lantaran usianya yang sudah lebih dari 40 tahun.

2 dari 4 halaman

Drama Toilet Sekolah

Sebenarnya, pihak SDN Karyabuana 3 melarang Nining membangun rumah satu atap dengan toilet sekolah.

Sukron, Komite SDN Karyabuana 3 saat ditemui Liputan6.com mengatakan, pihak sekolah hanya mengeluarkan izin membangun rumah di lahan kosong lainnya, masih dalam kawasan sekolah.

“Kami sudah larang, jangan di sana (berdampingan dengan toilet), agak ke belakang,” kata Sukron.

Pihak kecamatan, kata Sukron, juga sudah berniat membongkar rumah Nining karena dianggap tidak layak huni. Namun, empunya rumah menolak. 

“Kami sudah mau bikin rumah di (tanah milik) ibunya. Semua sudah siap bantu,” kata dia.

Hal senada juga datang dari pihak Kecamatan. Saat tim Liputan6.com mengonfirmasi, Encep Hadikusuma, Sekretaris Camat (Sekmat) Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tanah kosong di dekat lokasi sekolah yang bisa digunakan untuk membangun rumah.

“Sebenarnya sudah ditolak baik dari komite, kepala sekolah, menolak (bangun rumah) di sana. Namanya WC mengganggu juga. Terpaksa mengizinkan dengan direnovasi, tambah ruang,” kata Encep.

Encep menegaskan, pihaknya telah sepakat membangun rumah yang layak huni untuk Nining dan keluarganya. Apalagi pihak sekolah punya beberapa lahan kosong yang sebenarnya masih bisa digunakan untuk membangun rumah. “Secepatnya dalam lima hari selesai. Swadaya, iuran,” katanya. 

Bupati Pandeglang, Irna Narulita, menanggapi dingin soal isu guru hononer yang viral lantaran diberitakan tinggal di toilet sekolah. Dia menganggap media telah ‘menggoreng’ pemberitaan soal Nining. 

Istri politisi Dimyati Natakusumah itu mengatakan, Nining sendiri yang ingin tinggal di dekat toilet, padahal pihak sekolah sudah melarang.

“Jadi ada TKS (Tenaga Kerja Sukarela), suka bantu kepala sekolah ya, ternyata mereka enak di situ, numpang di situ, bukan di dalam WC. Sebelahnya itu ada ruangan yang bisa mereka tinggalin. Ya buat rumah sendiri belum bisa, terus bisa jaga keamanan sekolahnya. Jadi enak ‘digoreng-goreng’ gitu ya,” kata Irna.

Irna juga mengaku telah menegur Camat Cigeulis karena dianggapnya tidak aspiratif, terkait keluh kesan dari Nining dan Eby yang tinggal satu atap dengan toilet sekolah. Dia menganggap kecamatan baru bereaksi setelah pemberitaan ramai di media. 

“Saya marahin camatnya nih. Kamu digoreng-goreng media baru (reaksi), harusnya kepala sekolahnya panggil, saya bilang. Kabid SD (Dindik Kabupaten Pandeglang) panggil, koordinasi yang urgent-urgent dengan Dinas Perkim (Perumahan dan Pemukiman) kah, dengan Dinsos kah,” tutur Irna.

Irna menegaskan pihaknya berjanji tetap akan membangunkan rumah untuk Nining dan keluarganya. Meski, kata dia, keluarga Nining punya banyak tanah di Kabupaten Pandeglang. 

3 dari 4 halaman

Potret Buram Guru Honorer

Nining ibarat puncak gunung es di tengah lautan yang menggambarkan potret buram guru honorer di Indonesia.

Banyak Nining-Nining lain di pelosok Indonesia yang bahkan tidak tersentuh dan kurang mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

Herlin Sanu salah satunya. Guru honorer di Nusa Tenggara Timur (NTT) ini bahkan nasibnya lebih tragis dibanding Nining. Herlin hanya diberi honor Rp 150 ribu sebulan. 

“Banyak teman-teman yang sudah masuk mengajar, namun harus keluar lagi karena gaji terlalu kecil,” kata Herlin beberapa waktu lalu kepada Liputan6.com.

Bahkan lantaran honor yang diterima mengandalkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), maka penghasilan yang diterima Herlin dan teman-teman guru honorer lainnya dibayar tiga bulan sekali.

“Kadang tidak terima karena tidak cair. Katanya ‘diputihkan’,” katanya.

Pengabdian yang tulus dari sang guru honorer itu ternyata tidak diimbangi dengan kompensasi yang baik. Baginya, uang yang diterimanya itu sangat tidak mungkin mencukupi kebutuhan hidupnya dalam sebulan.

“Saya perempuan. Tentu kebutuhan saya lebih banyak. Dengan uang itu, sangat tidak mungkin mencukupi kehidupan saya dalam sebulan,” ujarnya.

Untuk menambah penghasilan, Herlin berjualan usai jam sekolah. 

“Ya, jualan apa saja. Minyak tanah, kebutuhan hidup lainnya. Modal awalnya saya dapat dari keluarga. Kalau tidak begitu, setengah mati,” tuturnya.

Perjuangan Guru Pedalaman Papua 

Berbeda dengan Nining dan Herlin, Diana Da Costa (23) yang bertugas di SD Inpres Kaibusene, Distrik Haju, pedalaman Kabupaten Mappi, Papua, punya cerita lain.

Guru muda itu harus merogoh koceknya sendiri agar bisa mengajar. Tidak tanggung-tanggung, dana yang dibutuhkan untuk sekali jalan menuju desa terpencil itu bisa mencapai Rp 5 juta.

“Semua biaya jika ingin ke kota, harus dikeluarkan sendiri dari kocek kami, pemerintah Kabupaten Mappi, Provinsi Papua tak menanggung apa pun, hanya diberikan gaji, tanpa insentif. Karena mahalnya ongkos ke kota, kadang kami titipkan laporan kepada kepala sekolah,” ujar Diana.

Ongkos itu, kata Diana, untuk menyewa mobil Hilux Rp 3 juta dari Kota Keppi, ibu kota Kabupaten Mappi ke Distrik Asgon, distrik yang berbatasan dengan Distrik Haju. Setibanya di Distrik Asgon sewa speed boat ke Kaibusene Rp 1,5 juta.

Sebenarnya ada ongkos yang lebih murah, yaitu melalui Pelabuhan Keppi ke Pelabuhan Pagai menggunakan speed boat dengan harga sewa Rp 800 ribu yang ditempuh dengan waktu 1 jam. Lalu dari Pagai harus berjalan kaki ke Tamaripim 2 jam.

Setibanya di Tamaripim, dilanjutkan naik ketinting, atau perahu kecil dengan ongkos Rp 750 ribu dengan jarak tempuh 2 jam ke Distrik Haju. Setibanya di Distrik Haju dilanjutkan naik ketinting lainnya dengan waktu 1 jam 30 menit dengan ongkos sewa Rp 300 ribu ke Kaibusene.

Untuk menyiasati ongkos perjalanan yang mahal, setiap harinya, Diana dan dua guru lainnya tinggal di rumah sekitar 50 meter dari bangunan SD Inpres Kaibusene. Tiap hari mereka harus menggunakan katinting ke sekolah, karena bangunan sekolah berdiri di atas rawa.

“Jika mau jalan kaki, berarti harus pakai sepatu boat, untuk menghindari lumpur,” ujarnya.

Karena sulitnya transportasi ke kota, untuk kebutuhan sehari-hari, Diana dan guru lainnya hanya bisa berbelanja di Distrik Haju sebulan sekali.

Berbekal patungan antara guru, kadang dengan gaji yang dimilikinya, Diana dan guru lainnya masih harus membelikan makanan atau sekadar membuatkan kue dan teh untuk disantap bersama murid-muridnya. “Itu saya lakukan agar para siswa punya semangat belajar,” katanya.

Diana tanpa lelah mengajar anak-anak di kampung itu, walau gajinya yang tak seberapa itu dibayar tiap tiga bulan.

“Paling cepat, dua bulan sekali gaji kami baru cair. Bagaimana mau bertahan hidup di pedalaman dengan kondisinya seperti ini? Karena gaji kami tidak cair setiap bulan,” katanya.

Diana menceritakan, tak jarang guru lainnya harus rela berutang bahan makanan ke kios di distrik. Ia bahkan sering menelepon mamanya hanya untuk mengirimkan uang, karena gaji yang ia terima belum cair.

“Kami maka satu bungkus mi dibagi tiga orang. Kadang mi goreng juga bisa dijadikan mi rebus, hanya untuk bisa bertahan hidup. Kadang sehari kami makan nasi, kadang makan sagu, semua kita selang-seling yang penting bertahan hidup, hingga menunggu gaji bisa cair,” jelas Diana.

Untuk makanan sayur, kadang ia dan teman guru lainnya makan pucuk sagu. Ikan yang biasa didapat juga hanya bisa dibakar, tanpa bisa digoreng, karena tak ada minyak goreng.  “Bahkan, dapur rumah kami pun dibuat dengan menggunakan biaya patungan,” ujarnya.

Diana selalu yakin dengan keterbatasan yang dimiliki di pedalaman bisa terwujud dengan dilakukan secara bersama. Walaupun hingga saat ini tak ada transparansi dana untuk operasional sekolah. “Dana-dana sekolah entah dikemanakan, kita tak pernah tahu,” ujarnya.

Sementara itu, Diana mengakui, untuk mengajarkan anak-anak di pedalaman Papua tak sulit. Kebanyakan anak di pedalaman Mappi 70 persen sudah bisa membaca. Pengetahuan umum juga sudah dimiliki anak-anak.

Diana mengibaratkan pisau yang tidak diasah akan tumpul dengan sendirinya. Itulah permasalahannya guru dan PNS malas datang ke pedalaman, dan banyak yang tertumpuk di kota. Jadi, sekolah ditinggalkan berbulan-bulan, siapa yang mau mengajar?

“Terpaksa banyak anak ikut orangtua ke hutan. Siapa yang mau disalahkan? Apakah anak didik? Miris sekali, mereka malaikat tak berdosa. Mereka hanya korban dari kemalasan orang serakah,” kata dia.

4 dari 4 halaman

Guru Honorer Nasibmu Kini

Data 2017 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengungkap, guru honorer di Indonesia berjumlah 674.755. Itu baru di sekolah negeri, belum termasuk sekolah swasta. Menilik jumlah lulusan sarjana pendidikan yang semakin banyak, tidak menutup kemungkinan pada tahun ini jumlah guru honorer akan semakin banyak. 

Pengamat pendidikan Darmaningtyas saat dihubungi Liputan6.com mengatakan, sebenarnya kesejahteraan guru honorer semakin baik dengan format gaji Upah Minimum Provinisi (UMP). Namun kebijakan itu baru berlaku bagi guru honorer di sekolah negeri. 

“Di Jakarta itu sudah berlaku,” katanya.

Yang perlu diperhatikan, kata Darmaningtyas, adalah guru honorer di daerah terlebih itu di sekolah swasta. Menurutnya pihak sekolah harus pandai mengelola dana dan pintar melobi pihak yayasan agar dapat bantuan dari pemerintah. Namun demikian, dibutuhkan juga peran pemerintah daerah yang tanggap terhadap situasi pendidikan di daerahnya. 

“Banyak juga sekolah swasta yang bisa mengelola dana sehingga guru honorernya terjamin hidupnya,” kata Darmaningtyas.

Soal guru Nining, Darmaningtyas tak banyak berkomentar. Bagi dirinya tiap guru yang punya ijazah paling tidak sarjana (S1), pasti bisa bertahan hidup, apalagi Nining berada tidak jauh dari ibu kota.

“Guru apalagi kalau dia kuliah, berarti orang kuliahan, seminim-minimnya bisalah menyewa kamar,” katanya.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Top 10 Berita Bola: Misi MU Rekrut Pemain Baru

Liputan6.com, Jakarta – MU terus bergerak mencari pemain dalam bursa transfer musim panas. Setan Merah tak ingin mengulang kesalahan setelah gagal meraih gelar apapun musim lalu.

Sejauh ini MU sudah menggaet Daniel James dan Aaron Wan-Bissaka. Namun manajer Ole Gunnar Solskjaer menyebut beberapa pemain bakal direkrut lagi dalam waktu dekat.

Kabar soal MU menjadi sorotan di Kanal Bola Liputan6.com. Berikut Top 10 Berita Bola hari ini:

1. Teka-Teki Pembelian Ketiga Manchester United

Manchester United (MU) masih belum menentukan siapa pembelian ketiga mereka di bursa transfer musim panas tahun ini. Sebelumnya, MU sudah menggaet Daniel James dan Aaron Wan-Bissaka.

Sederet pemain dihubungkan dengan klub yang bermarkas di old Trafford ini. MU dianggap perlu belanja pemain dengan cerdas demi memperbaiki posisi mereka di klasemen Liga Inggris.

Baca selengkapnya di sini…

2. Naikkan Tawaran, Inter Milan Selangkah Lagi Dapatkan Striker MU?

Inter Milan tinggal beberapa hari lagi bisa menyelesaikan penandatanganan striker Manchester United (MU) Romelu Lukaku. Nilai tranfer Lukaku dilaporkan mencapai 80 juta euro atau Rp 1,25 triliun lebih.

Inter Milan sempat mendinginkan minat mereka pada Lukaku. Mereka menilai tuntutan MU sangat berlebihan.

Baca selengkapnya di sini…

3. Legenda Tinju Profesional Pernell Whitaker Tewas Mengenaskan

Salah seorang legenda tinju profesional, Pernell ‘Sweet Pea Whitaker tutup usia. Pria berusia 55 tahun itu tewas ditabrak mobil saat hendak menyeberang jalan, Minggu (14/7/2019).

Menurut pihak berwenang di Virginia Beach, Whitaker tewas di lokasi kejadian. Pihak keluarga juga sudah mengkonfirmasi kematian Sweet Pea lewat akun kedia sosial anaknya.

Baca selengkapnya di sini…

2 dari 3 halaman

Top 4-7

3 dari 3 halaman

Top 8-10

5 Zodiak yang Selalu Berpikir Positif, Termasuk Anda?

Liputan6.com, Jakarta – Berpikir positif dalam keadaan apa pun tentu menjadi salah satu hal yang sangat baik untuk menjalani hidup. Namun terkadang, tak semua orang dapat menerapkan hal demikian.

Ketika dilanda sebuah masalah, tak jarang orang akan kehabisan akal dan panik menghadapinya. Menariknya, ada beberapa zodiak yang ternyata dapat menyikapi segala hal dengan berpikiran positif.

Apakah zodiak Anda salah satunya? Yuk, simak selengkapnya rangkuman Fimela.com seperti dilansir dari Boldsky di bawah ini.

1. Aries

Aries dalam daftar zodiak yang selalu berpikir positif menanggapi segala hal. Mereka juga memiliki semangat yang tinggi walau pun masalah datang tiada henti.

2. Gemini

Zodiak ini akan berusaha terlihat baik-baik saja di hadapan semua orang, walau sedang memiliki masalah. Gemini tak ingin terlihat lemah di mata orang, maka dari itu ia akan berusaha berpikir positif dan bahagia di mana pun berada.

2 dari 3 halaman

3. Leo

Leo sangat percaya kebaikan akan selalu menyertai diri mereka selama mau berusahan dan berdoa dengan sungguh-sungguh. Leo tak pernah mengeluh meski masalah membuat hari-harinya tak nyaman.

4. Libra

Meski dikenal sebagai zodiak yang kerap bimbang, Libra ternyata memiliki pikiran yang menarik. Saat masalah datang, mereka akan menjadi pribadi yang sabar dan berpikir positif. Mereka juga selalu dapat menyelesaikan masalah dengan pikiran tenang.

5. Sagitarius

Zodiak ini akan belajar lebih hati-hati dari masalah yang dihadapi dan berpikir positif. Selain itu, Sagitarius juga diketahui mempunyai semangat yang tinggi. (Mimi Rohmitriasih/Fimela.com)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Smart Home 2 Lantai Dekat MRT Lebak Bulus, DP 5 Persen Saja!

Jakarta

Aman dan nyaman akan selalu menjadi pertimbangan utama ketika memilih hunian, apalagi jika tinggal di kota besar yang tingkat stresnya tinggi. Jadi, ketika mencari hunian jangan pernah abaikan keduanya.

Kerennya, saat ini kondisi aman dan nyaman dalam sebuah hunian bisa diwujudkan dengan aplikasi digital. Anda bisa memantau rumah dari smartphone di tangan meski sedang jauh dari rumah. Dari mematikan lampu, pendingin udara, menjaga keamanan anak-anak, hingga mengecek keamanan rumah dan lingkungan sekitar.

Tidak sekadar membuat Anda lebih tenang, teknologi smart home membuat penggunaan energi menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan. Aman, nyaman dan teknologi smart home, ditawarkan oleh Synthesis Homes, cluster dua lantai di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan yang dikembangkan Synthesis Development.


Andreas Pangaribuan, Property Investment Advisor Synthesis Development, menjelaskan, setiap unit di Synthesis Homes menerapkan konsep smart home. “Dua unit CCTV yang diinstal di garasi dan ruang tamu, saklar utama listrik, AC di kamar tamu dan kamar anak, serta panic button untuk melaporkan masalah keamanan, semua dapat diakses dari satu aplikasi di ponsel pintar Anda,” paparnya.

Menurut Andreas, jika masih ingin menambah fitur lain, smoke detector dan motion detector misalnya, instalasi jaringannya pun sudah siap.

Dengan konsep smart home tentu Anda akan merasa lebih tenang saat bekerja seharian di kantor atau saat meninggalkan rumah dalam waktu lama. Karena dari jarak jauh sekalipun Anda bisa “mengamati” dan memastikan bahwa segala sesuatu di rumah berjalan dengan semestinya.

Selain teknologi smart home, Synthesis Homes menawarkan berbagai fasilitas dan kemudahan yang membuat Anda nyaman tinggal di dalamnya, seperti berikut ini:

Smart Home 2 Lantai Dekat MRT Lebak Bulus, DP 5 Persen Saja!Foto: Dok. Synthesis

Transportasi TerpaduLancarnya akses transportasi publik menjadi salah satu faktor yang membuat hidup Anda nyaman tinggal di sebuah hunian. Tak heran jika setelah Moda Raya Terpadu (MRT) fase pertama rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada bulan Maret 2019, tingkat permintaan hunian di area dekat stasiun MRT dan sekitarnya naik sekitar tiga kali lipat.

Kemudahan akses dengan stasiun MRT tersebut tentu merupakan nilai lebih, lantaran jarak stasiun MRT Lebak Bulus dan Fatmawati tidak jauh dari lokasi Synthesis Homes.

Synthesis Homes kini dikenal menjadi cluster pertama di kelasnya yang berlokasi paling dekat dengan stasiun MRT. Apalagi tak lama lagi MRT akan terintegrasi dengan moda busway TransJakarta dan Lintas Rel Terpadu (LRT), maka mobilitas Anda pun akan makin mudah dan cepat.

Deep Well Injection

Synthesis Homes membebaskan Anda dari rasa khawatir akan banjir. Ini berkat dibuatnya sistem pembuangan air dengan metode deep well injection. “Kami membuat sumur-sumur resapan. Ketika permukaan air di sumur resapan tersebut tinggi maka air akan disuntikkan ke dalam tanah sehingga tidak akan menggenang di atas permukaan tanah,” jelas Andreas.

Fasilitas Komplet

Synthesis Homes memiliki fasilitas internal seperti club house (yang di dalamnya terdapat pusat kebugaran, sauna, dan function room), kolam renang, dan empat taman tematik yang bisa Anda manfaatkan bersama keluarga. Ada Green Park yang di dalamnya terdapat children playground dan BBQ area, ada Edu Park yang dilengkapi dengan area untuk belajar dan public wi-fi, ada Sport Park yang berfungsi untuk berolahraga, dan ada Fun Park yang bisa menjadi sarana bersosialisasi.

Smart Home 2 Lantai Dekat MRT Lebak Bulus, DP 5 Persen Saja!Foto: Dok. Synthesis

Sementara itu fasilitas eksternal yang tak jauh dari Synthesis Homes pun mumpuni. Dari institusi pendidikan ternama seperti High Scope Indonesia, Sekolah Cikal Cilandak, Jakarta Multikultural School, Universitas Prasetiya Mulya, dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, layanan kesehatan seperti RSU Fatmawati, Siloam Hospital, RS Hermina Ciputat, RS Syarif Hidayatullah dan Mayapada Hospital, juga pusat-pusat bisnis yang bisa dicapai dengan mudah dari Synthesis Homes, seperti Central Business District (CBD) TB Simatupang, Bintaro, Kemang, Cipete, dan Pondok Indah.

Pilihan Tipe Unit

Di dalam total area seluas 4,7 hektare, Synthesis Homes memiliki 267 unit rumah dua lantai dengan dua tipe yaitu tipe Paras (6×10 m, luas tanah 60 m2 dan bangunan 73 m2) dan Candi (6×12 m, luas tanah 72 m2 dan bangunan 91 m2). Tampilan semua tipe unit dan gambaran kawasan Synthesis Homes bisa langsung dilihat di website synthesishomes.id.

Smart Home 2 Lantai Dekat MRT Lebak Bulus, DP 5 Persen Saja!Foto: Dok. Synthesis

Dengan semua fasilitas dan kemudahan tersebut, Synthesis Homes memasang harga mulai Rp 1,1 miliar dengan berbagai pilihan sistem pembayaran, dari tunai keras, cicilan bertahap, hingga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan Down Payment (DP) 5% yang bisa dicicil dalam periode 3bulan. “Kami membuat program DP 5% yang bisa diangsur selama 3 bulan. Tentu saja, dengan uang DP yang hanya 5% akan meringankan untuk bisa memiliki rumah baru,” ungkap Andreas.

Sebaiknya Anda jangan dulu puas dengan informasi ini. Buktikan sendiri keunggulannya Synthesis Homes yang akan launch pada Sabtu 27 Juli 2019 di Marketing Gallerynya yang terletak di Jl. Purnawarman, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Bagaimana cara mendapatkan Synthesis Homes? Anda bisa langsung menghubungi no telepon atau kirim pesan melalui Whatsapp di no 0812 3000 108.

Smart Home 2 Lantai Dekat MRT Lebak Bulus, DP 5 Persen Saja!Foto: Dok. Synthesis

(adv/adv)