Al Ghazali: Bunda, Selamat Menempuh Hidup Baru

Keberadaan Al Ghazali di Tokyo, Jepang, diperlihatkannya melalui Instagram Story. Dalam foto tersebut, tampak gedung-gedung menjulang.

Al Ghazali memberikan gambar seorang anak laki-laki tengah menggenggam handphone. Di sana juga tertulis Tokyo.

Dul Jaelani diketahui juga ikut ke sana. Boleh jadi El Rumi, anak kedua Maia-Dhani juga ikuti bergabung dengan saudara-sadaranya, terbang dari London. 

Jelajahi Arti Kehidupan di Bromo

Liputan6.com, Jakarta Bromo merupakan tempat destinasi wisata sempurna bagi kamu yang suka berpetualang dan menjelajah alam. Di sana, kamu bisa melakukan penjelajahan untuk mencari arti kehidupan dan menumbuhkan persahabatan. Tak hanya mempererat persahabatan dengan teman berlibur tetapi juga dengan warga sekitar.

Di sana, kamu juga akan menemukan keindahan alam yang tak ada duanya. Jangan lewatkan kesempatan untuk melihat sunrise dan berkuda di padang pasir saat di sana.

Penasaran, seperti apa suasana yang akan kamu temukan di Bromo? Cari jawabannya di video di bawah ini, yuk!

Bromo merupakan tempat terbaik untuk membangkitkan jiwa petualanganmu. Mengapa?

Lion Air Jatuh, Pesawat Disebut Layak Operasi

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Pramintohadi Soekarno membenarkan telah terjadi hilang kontak terhadap pesawat Lion Air dengan registrasi PK-LQP nomor penerbangan JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang.

Pesawat hilang kontak sekitar pukul 06.33 WIB pada posisi : 05 48.934 S 107 07.384 E dan Radial : 40.21 degree / 23.81 NM.

Pesawat membawa 178 penumpang dewasa, 1 anak dan 2 bayi. Awak pesawat terdiri dari 2 penerbang dan 5 awak kabin. PIC Capt Bhavve Suneja dan SIC Harvino. 

Menurut Pramintohadi, pesawat mempunyai Certificate of registration issued 15/08/2018 expired 14/08/2021. Certificate of air worthiness issued 15/08/2018 expired 14/08/2019.

“Telah diterima informasi dari VTS Tanjung Priok atas nama bapak Suyadi, tug boat AS JAYA II (rute : Kalimantan Selatan – Marunda) melihat pesawat Lion Air diduga jatuh di sekitar Tanjung Karawang,” ujar Pramintohadi, dalam keterangan tertulis, Senin (29/10/2018).

Menurut Pramintohadi, saat ini tengah dilakukan pencarian pesawat tersebut oleh tim dari Basarnas. Rescuer Kansar Jakarta dan RIB 03 Kansar Jakarta bergerak ke lokasi koordinat kejadian untuk melakukan operasi SAR.

“Saat ini telah dibentuk crisis center di Terminal 1 B bandara Soekarno Hatta dan Bandara Depati Amir Pangkal Pinang untuk keluarga penumpang,” Ujar Pramintohadi.

Bagian Tubuh Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Lion Air JT 610

Jakarta – Basarnas gencar melakukan evakuasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang. Telah ditemukan bagian tubuh diduga korban pesawat nahas itu.

Dari foto-foto yang dikirim Basarnas, Senin (29/10/2018), tampak Basarnas telah menemukan puing-puing pesawat Boeing 737 MAX 8 itu. Terlihat juga bagian tubuh yang telah terpisah dari badan korban.

Bagian tubuh itu dimasukkan ke kantong hitam. Selain bagian tubuh diduga korban, Basarnas telah mengevakuasi puing-puing pesawat Lion Air JT 610 itu.

Pesawat itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 06.10 WIB dan seharusnya mendarat di Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang pukul 07.10 WIB. KNKT mengatakan, pesawat Boeing 737 MAX 8 yang baru bergabung dengan Lion Air pada 2018 mengangkut 189 penumpang.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan pesawat membawa 189 orang. “178 dewasa, 1 anak-anak, 2 bayi, 2 pilot, dan 6 awak kabin,” kata Soerjanto dalam jumpa pers Basarnas dan KNKT, Jakarta, Senin (29/10).


(gbr/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ada 4 Karyawan PT Timah di Pesawat Lion Air yang Jatuh

Jakarta – Pesawat Lion Air JT-610 telah dinyatakan dipastikan jatuh. Terdapat karyawan BUMN PT Timah Tbk (TINS).

Hal itu pun telah dikonfirmasikan oleh Corporate Secretary PT Timah Tbk Amin Haris Sugiarto. “Betul pak,” ujarnya kepada detikFinance, Senin (29/10/2018).

Amin menambahkan ada sekitar 4 orang karyawan PT Timah Tbk yang ada di dalam pesawat tersebut. Mereka pergi dalam rangka tugas kantor.

“Sedang dinas, ada 4 orang yang karyawan PT Timah,” ujarnya.

Sementara Direktur Utama PT Timah Riza Pahlevi menambahkan, pihak manajemen PT Timah Tbk saat ini masih menunggu kabar lebih lanjut dari Basarnas.

“Kami sedang konfirmasi. Akan segera kami kabari,” tambahnya.

Pesawat Lion Air JT-610 dinyatakan jatuh. Lion Air itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.20 WIB tujuan Pangkal Pinang. Kemudian mengalami lost contact pukul 06.33 WIB.

Tonton juga ‘Lion Air yang Jatuh Ternyata Pesawat Baru’:

[Gambas:Video 20detik]

(das/zlf)

Pesawat Lion Air yang Jatuh Baru Beroperasi 2,5 Bulan

Jakarta – Pesawat Lion Air dengan nomor JT 610 dengan rute penerbangan Cengkareng menuju Pangkalpinang mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta pukul 06.20 WIB. Pesawat jatuh 13 menit setelah mengudara.

Dalam keterangan tertulis Lion Air, pesawat yang jatuh merupakan pesawat baru dan layak operasi. Pesawat tersebut baru beroperasi pada Agustus 2018 dan jika dihitung saat ini baru mengudara sekitar 2,5 bulan.

“Pesawat dengan registrasi PK-LQP jenis Boeing 737 MAX 8. Pesawat ini buatan 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018. Pesawat dinyatakan laik operasi,” tulis keterangan tersebut, Senin (29/10/2018).

Pesawat mengangkut 178 penumpang dewasa satu penumpang anak-anak dan dua penumpang bayi termasuk dalam penerbangan ini. Ada tiga pramugari sedang pelatihan dan satu teknisi. Pesawat dikomandoi Capt Bhavye Suneja dengan co pilot Harvino bersama enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula.

“Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan co pilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang,” lanjut keterangan tersebut.

Terkait dengan kejadian ini Lion Air membuka crisis center di nomor telepon 021-80820000 dan untuk informasi penumpang di nomor telpon 021-80820002.

(ara/ara)

Sah, Maia Estianty Resmi Dinikahi Irwan Mussry

“Pak Irwan Mussry terus menjadi inspirasiku dengan kerendahan hatinya, dan kebaikan yang luar biasa. #greatacouple kiss and hug from us,” Teuku Zacky mengakhiri keterangannya.

Sebelumnya, Maia Estianty juga mengunggah sebuah tulisan mengenai perasaannya. Seolah itu adalah ungkapan hatinya saat ini.

“Aku ingin berbahagia seperti hari ini, selamanya,” begitu bunyi kalimat yang diposting Maia Estianty.

5 Tips Aman Berkendara Saat Hujan

1. Berpikir

Menurut Praeter, ketika hujan turun, banyak pengendara justru mengemudi tanpa sadar. Maksudnya, mereka mengemudi tanpa memikirkan adanya perbedaan kondisi lalu lintas karena cuaca.

Ketika kondisi cuaca kurang ideal untuk mengemudi, ada baiknya pengendara harus tetap waspada dan fokus pada apa yang terjadi di sekitar mereka.

2. Nyalakan lampu depan

Hampir semua negara di dunia membuat regulasi agar lampu depan menyala terlebih jika jarak pandang Anda terganggu. Termasuk saat hujan.

Namun selain lampu depan, ada baiknya wiper dan ban diperiksa terlebih dahulu agar berfungsi  dengan baik.

3. Hindari Hydroplanning

Istilah yang juga disebut aquaplaning ini memang kerap ditemui ketika hujan. Jika mobil dikendarai dengan kecepatan tertentu saat jalanan basah, maka ban bisa mengambang bahkan tidak menyentuh permukaan jalan karena ban tak mampu membelah air.

Biasanya, terjadinya hyrdroplanning lantaran kecepatan mobil bisa lebih dari 35 mil per jam. Adapun jika terjadi hydroplaning maka kurangi kecepatan secara perlahan dan arahkan lingkar kemudi hingga lurus kembali.

4. Jangan menggunakan cruise control

Jangan berpikir saat kondisi jalanan basah, menggunakan cruise control adalah hal yang tepat karena mampu mengatur kecepatan dengan stabil.

Sebaliknya, kemungkinan yang terjadi adalah hydroplaning sehingga laju mobil justru akan lebih cepat dan bukan tak mungkin akan hilang kendali.

5. Kurangi Kecepatan

Batas kecepatan memang dirancang agar pengendara mampu melaju secara ideal. Jika memahami batas kecepatan maka Anda akan lebih paham kondisi lalu litas dan juga visibilitas yang baik.

Terlebih jalur yang ada lalui saat hujan bukanlah jalanan biasa yang ada lewati, maka ada baiknya melaju secara perlahan agar sampai selamat sampai tujuan.

Pesawat Lion Air Jatuh Setelah 13 Menit Mengudara

Liputan6.com, Jakarta Manajemen Maskapai Penerbangan Lion Air mengakui jika pesawat nomor JT 610 dengan rute penerbangan Cengkareng menuju Pangkalpinang mengalami kecelakaan. Ini setelah pesaat lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta pukul 06:20 WIB menuju Pangkalpinang.

“Setelah 13 menit mengudara pesawat jatuh di koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.628” (sekitar Kerawang),” jelas Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangannya, Senin (29/10/2018).

Pesawat mengangkut 178 penumpang dewasa satu penumpang anak-anak dan dua penumpang bayi. “Termasuk dalam penerbangan ini ada tiga pramugari sedang pelatihan dan satu teknisi,” tutur dia.

Dia menjelaskan, pesawat dengan regitrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8. Pesawat ini buatan 2018 dan baru dioperasikan Lion Air sejak 15 Agustus 2018. “Pesawat dinyatakan laik operasi,” tambah dia.

Adapun Pesawat dikomandoi Capt Bhavye Suneja dengan copilot Harvino bersama enam awak kabin. Mereka antara lain, Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula.

Kapten pilot dikatakan sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang.

“Lion air sangat prihatin dengan kejadian ini dan akan berkerjasama dengan instansi terkait dan semua pihak sehubungan dengan kejadian ini. Terkait dengan kejadian ini kami membuka crisis center di nomor telepon 021-80820000 dan untuk infomasi penumpang di nomor telpon 021-80820002,” dia menandaskan.