Di Munajat 212, Ketum FPI Bicara Soal Kasus Habib Bahar hingga Ahmad Dhani

Jakarta – Ketum FPI 212 Sobri Lubis turut memberikan sambutan dalam acara Malam Munajat 212 di Monas. Sobri berbicara mengenai sejumlah kasus yang menimpa Habib Bahar bin Smith hingga Ahmad Dhani.

“Saya tidak lupa kawan-kawan kita yang selalu hadir bersama kita tapi mereka nggak bisa hadir karena ada yang di penjara. Saudara kita Buni Yani. Kita doakan beliau diberikan kekuatan dan segera bebas,” kata Sobri di bagian awal sambutannya, Kamis (21/2/2019).

Setelah mengulas mengenai kasus Buni Yani, Sobri menyinggung mengenai kasus Ahmad Dhani. Seperti diketahui si musisi itu kini ditahan di rutan Medaeng Jawa Timur karena kasus cuitan.

“Untuk kawan kita Ahmad Dhani kita doakan semoga cepat bebas,” tutur Sobri.

Kemudian Sobri membahas mengenai kasus yang menimpa Habib Bahar. Menurut Sobri, ada ketidakadilan dalam penanganan kasus yang menimpa Habib Bahar.

“Sempat viral ada anak.. mencaci maki Presiden Jokowi. Diperiksa saja tidak. Padahal dia mengancam akan membunuh Presiden Jokowi. Habib Bahar baru menyatakan Presiden banci, dilaporkan dan diproses,” tutur Sobri.

Sobri lalu menyapa Ketum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif yang juga hadir di lokasi. Dia mengajak massa yang hadir untuk terus mendukung Slamet.

“Walapun Kyai Slamet sekarang berstatus tersangka semoga tidak sampai dipenjara,” kata Sobri.
(fjp/fjp)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kisah Ibrahimovic Taklukkan Liga Inggris Bersama MU

Liputan6.com, Manchester – Zlatan Ibrahimovic datang ke Manchester United (MU) pada 2016. Ketika itu dia menjadi bahan tertawaan karena sudah berusia 35 tahun.

Banyak yang memprediksi Ibrahimovic tak akan sukses bersama MU. Striker asal Swedia itu juga menyadari ada banyak pasang mata yang meragukan kemampuannya bersaing di Liga Inggris.

“Ketika saya datang ke Manchester United, saya berkata akan menaklukkan Inggris. Kemudian, orang-orang menertawakan saya. Saya tidak bercanda!” kata Ibrahimovic, dikutip dari situs resmi MU.

Namun, Ibrahimovic tak mempedulikan tertawaan itu. Dia membuktikan kesuksesan pada musim pertama bersama MU. Ibrahimovic menjadi mesin gol Setan Merah dengan catatan 17 gol dari 28 pertandingan di Liga Inggris.

Tak hanya itu, Ibrahimovic juga berhasil memenangkan tiga gelar untuk MU pada musim pertamanya, yakni Community Shield, Piala Liga Inggris, dan Liga Europa.

“Saya merasa nyaman dalam situasi itu (tertawaan orang). Saya menikmatinya dan membuat saya semakin lapar,” ucap striker yang meninggalkan MU pada 2018.

2 dari 3 halaman

Alasan Gabung MU

Ibrahimovic juga mengungkapkan alasannya bergabung dengan Setan Merah. Striker asal Swedia itu memilih MU karena catatan sejarahnya.

“Orang yang tidak mengetahui MU, tak paham sepak bola. Saya ingat menonton mereka di tahun 1999, melawan Bayern Munchen, final Liga Champions yang gila. Saya ingat Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer datang dan mencetak gol,” ujar Ibrahimovic.

“Saya selalu memperhatikan MU. Ada ombak-ombak kesuksesan yang selalu terlihat. Buktinya, Sir Alex Ferguson mendominasi Liga Inggris,” ucap pria yang kini berusia 37 tahun itu.

3 dari 3 halaman

Statistik Ibrahimovic di MU

Main: 53

Menit main: 4.034

Gol: 29

Assist: 10

Kartu kuning: 8

Kartu merah: 0

Saksikan video pilihan berikut ini:

8 Orang Indonesia yang Berhasil Harumkan Nama Bangsa di Luar Negeri

Liputan6.com, Jakarta Indonesia bukan hanya kaya akan sumber daya alamnya, namun juga sumber daya manusianya. Prestasi yang dicapai anak muda Indonesia juga patut diakui.

Sudah tidak terhitung berapa banyak anak bangsa yang mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Berbanding terbalik dengan apa yang sudah dilakukan mereka, justru karya mereka lebih banyak diapresiasi di luar negeri dari pada di negeri sendiri.

Nama-nama yang mengharumkan nama bangsa tidak hanya pada satu bidang saja, terdapat berbagai bidang mulai dari ilmu pengetahuan, seni, olahraga, bisnis, sampai dunia hiburan.

Dikutip dari TunaiKita, berikut ini ulasan mengenai siapa sajakah orang Indonesia yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di luar negeri, simak yuk!

Pemuda Indonesia yang Mengharumkan Nama Bangsa

Banyaknya pemuda-pemuda Indonesia yang mengharumkan nama bangsa dari berbagai sektor, patut diacungi jempol. Pasalnya mereka menciptakan karya-karya yang luar biasa mewakili Indonesia.

Belum lama ini misalnya, dalam ajang olahraga yakni ASIAN Games banyak atlet-atlet perwakilan dari Indonesia berhasil mengibarkan namanya mewakili Indonesia, sehingga Indonesia meraih urutan ke-4 dalam ajang tersebut. Nah, selain dalam sektor olahraga masih ada lagi orang-orang Indonesia yang berprestasi, lho.

2 dari 9 halaman

1. Rich Brian

Dalam dunia musik anak bangsa yang berhasil mengharumkan nama Indonesia adalah Rich Brian. Di usianya yang masih 19 tahun, Rich Brian sudah masuk dalam daftar “30 Under 30 Asia 2018” dalam bidang hiburan dan olahraga di majalah Forbes.

Untuk Sobat yang belum tahu, Rich Brian merupakan seorang rapper sekaligus produser dan penulis lagu. Rich Brian yang mempunyai nama asli Brian Imanuel Soemarno, merupakan pemuda kelahiran Jakarta. Memulai debutnya sebagai rapper pada 2014, dengan lagu berjudul “Dat $tick” yang diunggah ke akun YouTubenya pada Februari 2016.

Rich Brian yang lahir dan besar di Jakarta, memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik. Ia melatih kemampuan bahasa Inggrisnya secara otodidak dengan menonton video-video YouTube, dan mendengarkan lagu-lagu rap dunia.

Di usianya yang masih sangat muda, Brian berhasil menciptakan lagu, diantaranya berjudul “Dat $tick”, “Who Dat Be”, “Watch Out”, “Chaos”, “Glow Like That”, dan “Crisis ft 21 Savage”.

Pada 2017, Brian masuk nominasi dan memenangkan penghargaan Breakthrough Artist of The Year pada Indonesian Choice Award.

Rich Brian juga sudah berkolaborasi dengan musisi dunia sekelas Skrillex, Zhu, bahkan diundang oleh Pharell Williams.

3 dari 9 halaman

2. Demian Aditya

Nama Demian Aditya sudah tidak asing lagi di dunia sulap Indonesia. Namun, kariernya di dunia sulap tidak begitu bersinar di dalam negeri sendiri. Sampai akhirnya Demian mengikuti ajang pencarian bakat America’s Got Talent, dan berhasil memukau Simon Cowell, Howie Mandel, Heidi Klum, dan Mel B yang merupakan juri di ajang tersebut.

Orang-orang memberi respon positif terhadap Demian. Sayangnya langkah Demian di America’s Got Talent harus terhenti di perempat final. Meskipun begitu, Demian diakui sebagai anak bangsa yang membanggakan.

4 dari 9 halaman

3. Joey Alexander

Pianis asal Indonesia ini berhasil tampil di panggung utama acara penghargaan Grammy di Staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat.

Bersama puluhan musisi terkenal lainnya, Joey yang kini berusia 15 tahun, sudah tercatat rekor melalui lagu berjudul “Giant Steps” dan album yang bertajuk My Favorite Things.

Joey menjadi musisi termuda yang masuk nominasi penghargaan Grammy untuk kategori Best Improvised Jazz Solo dan Best Jazz Instrumental Album pada tahun 2016.

5 dari 9 halaman

4. Pierre Coffin

Siapa yang tidak mengenal Minions? Karakter kuning lucu yang filmnya booming di tahun 2010 dan 2013. Bahkan sampai saat ini, kita bisa menemukan figur karakter ini dimanapun, mulai dari boneka, tas, gantungan kunci dan lain lain.

Mungkin Sobat belum mengetahui bahwa arsitek dibalik kelahiran Minions merupakan seorang pria berdarah Indonesia, Pierre Coffin. Ia merupakan putra dari penulis ternama Indonesia, N.H Dini.

Kesuksesannya membawanya bekerja sama dengan banyak selebriti Hollywood. Jika kalian tahu, pada film Minions banyak menggunakan campuran berbagai bahasa termasuk Indonesia. Dalam film tersebut terselip kata “Terima Kasih”.

6 dari 9 halaman

5. Griselda Sastrawinata

Masih di bidang yang sama, Griselda Sastrawinata merupakan wanita asal Indonesia yang sukses menjadi animator. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah karakter hijau yang besar dengan telinga yang unik, Shrek. Griselda terlibat dalam penciptaan beberapa tokoh karakter dalam film Shrek ini.

Setelah sebelumnya bekerja untuk Dreamworks, ia saat ini sukses menjadi satu-satunya orang Indonesia yang bekerja di Walt Disney Studios. Griseda juga dipercaya sebagai salah satu Visual Development Artist dalam film animasi Disney yang berjudul Moana.

7 dari 9 halaman

6. Chris Lesmana

Sosok berikutnya yang berhasil mengharumkan nama Indonesia yaitu Chris Lesmana. Anda tahu mobil Volkswagen atau VW? Merek mobil asal Jerman ini ternyata mempercayakan desain VW New Beetle, yang biasa dikenal dengan mobil kodok kepada salah satu anak muda Indonesia berbakat.

Desain mobil VW lainnya yang dibuat oleh Chris adalah VW Up!, atas karya ini, Chris meraih penghargaan World Car of The Year pada tahun 2012 dan VW Golf.

Desain yang Chris ciptakan juga sudah terdaftar dalam lembaga paten Amerika Serikat pada tahun 2008. Saat ini, Chris menduduki posisi sebagai Desainer Senior di Volkswagen AG, Jerman.

8 dari 9 halaman

7. Liliyana Natsir dan Tantowi Ahmad

Kurang lengkap rasanya jika kita tidak membahas mengenai orang-orang yang mengharumkan nama Indonesia di bidang olahraga. Siapa yang tidak kenal duo Liliyana Natsir dan Tantowi Ahmad? Mendengar dua nama tersebut sudah pasti kamu mengenal mereka bukan? Ya, mereka berjasa dalam bidang olahraga, yakni bulutangkis.

Hampir selalu menang di setiap pertandingan kelas dunia, menjadikan unggulan ganda campuran Indonesia ini pernah menduduki peringkat 1 dunia.

Duo ganda campuran ini pernah menyabet tiga tahun berturut-turut di All England 2012, 2013, dan 2014. Mereka juga meraih medali emas di Olimpiade Rio tahun 2016, dan berhasil mengumandangkan lagu Indonesia Raya sehingga didengar seluruh dunia yang menyaksikan.

Namun, pertandingan di ajang Fuzhou China Open 2018 menjadi pertandingan terakhir untuk Liliyana Natsir. Liliyana memutuskan untuk gantung raket baru-baru ini. Membuat Tantowi harus mencari partner baru untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya.

9 dari 9 halaman

8. Muhammad Zohri

Masih dalam bidang olahraga, sosok Zohri menjadi sensasional setelah berita tentang dirinya yang meraih medali emas di perlombaan lari jarak pendek di Finlandia.

Ia disorot merayakan sendiri kemenangannya, bahkan harus meminjam bendera negara lain karena tidak ada yang memberikannya ketika dia akan merayakan kemenangan di podium sebagai juara pertama.

Zohri yang sudah mencintai dunia olahraga lari ini mengaku sering berlari di pinggir pantai. Berkat berita atas pencapaian prestasinya yang dihiraukan oleh pemerintah sehingga sangat inspiratif, dan berhasil viral di seluruh media.

Prestasi terbaru yang diraih Zohri adalah ia berhasil membawa harum nama Indonesia karena berhasil merebut medali perak untuk kategori lomba jarak pendek di Asian Games 2018.

Ketika Orang Aceh Memaki, Merindu dan Terkekeh-kekeh oleh Bahasa

Liputan6.com, Aceh –Mate aneuk meupat jeurat, gadoh adat pat tamita?”. Begitulah ungkapan Sultan Iskandar Muda sebelum dirinya memancung Meurah Pupok, anaknya sendiri.

Sang putera mahkota yang diharap menjadi penerus kerajaan telah menodai seorang istri perwira. Sultan harus memilih, antara darah daging atau hukum agama, dan dia memilih yang kedua.

Meurah Pupok dihukum pancung oleh Sultan Iskandar Muda di hadapan pembesar istana dan rakyatnya. Siapa pula yang tidak bersedih hati jika berada di posisi ini, tetapi, sang Maharaja membuang jauh semua perasaan itu.

Penegakan hukum tanpa pandang bulu itu sejatinya adalah pesan Sultan Iskandar Muda kepada rakyatnya, atau orang Aceh, bahwa adat di atas segalanya. Ungkapan Sultan Iskandar Muda yang disebut di awal itu berarti, ‘jika seorang anak mati, masih diketahui di mana kuburannya berada, namun, jika adat yang hilang, di cari ke ujung dunia sekali pun tidak akan ditemukan’.

Adat sejatinya adalah gagasan kebudayaan yang terdiri dari nilai-nilai, norma, kebiasaan, kelembagaan, dan hukum yang menyertainya. Bahasa merupakan salah satu bagiannya.

Bahasa menandakan identitas. Zaman memang berubah, tetapi tidak berarti manusia harus ikut berubah atau melupakan identitas kesukuannya, seperti malu menggunakan bahasa daerah asal jika sudah lama tinggal di kota, hanya karena tidak ingin disebut ‘kampungan’.

Perlu dicatat, Indonesia terdiri dari 17 ribu pulau, 513 kabupaten dan kota, 714 suku, dan 1.100 lebih bahasa daerah. Setiap bahasa tentu saja memiliki keunikannya tersendiri.

Keunikan-keunikan ini dapat dijumpai dalam pelbagai aktivitas sehari-hari, entah di rumah, di kantor, di warung, di pasar, bahkan di lapangan futsal sekali pun. Di sela-sela perbincangan terkadang terucap kata-kata bernada emosi, entah karena marah atau kesal.

Orang Aceh juga sering mengucapkan kata-kata bernada emosional. Tentu saja ungkapan-ungkapan emosional ini berbeda dengan kata-kata yang lazim terucap dari mulut orang Indonesia, pada umumnya.

Kata-kata seperti bajingan, keparat, anak bau kencur, cukimai, atau yang sedang in de mode saat ini, kampret dan cebong, tentu saja sudah akrab terdengar. Sebagai catatan, dua kata terakhir merupakan kata tidak berterima dalam ragam lisan baku.

Namun, pernahkah mendengar kata-kata seperti Jak lét bui keudéh, jak mita bôh sidom keudéh, aneuk tét, glanteutak, pukôe leumô, jak lét asèe, bui seugot, aneuk bajeung, pap ma keuh, atau ok ma kah? Kata-kata tersebut sering terucap saat orang Aceh sedang kesal atau marah.

2 dari 3 halaman

Lain Hubungan, Lain Dampak yang Ditimbulkan

Persepsi pendengar terhadap berbagai kata-kata tersebut sangat bergantung pada hubungan semiotik yang melatarinya. Tidak semua orang Aceh naik pitam mendengar orang mengucapkan kata-kata bernada kotor kepadanya.

Ilustrasinya seperti ini. Sebut saja Si Pa’eh, seorang pria yang sedang dikejar-kejar penagih utang, sementara hari itu, satu sen pun dia belum mendapat uang dari hasil menjual buah kelapa muda yang dipetiknya dari kebun seorang juragan di kampung.

Si Pa’eh duduk menekur di sebuah warung kopi. Satu tangannya memegang dagu, satu lagi memilin-milin gulungan tembakau, sementara kopi di atas meja sama sekali tidak disentuhnya.

Si Ma’eh, sahabat lamanya semenjak di bangku sekolah dasar tiba-tiba datang lalu menepuk pundaknya dari belakang. Si Pa’eh pun tersentak kaget.

Aneuk bajeung! Kutampar kau nanti,” muka Si Pa’eh merah padam, lalu dia berdiri sambil memeloti temannya, dan tentu saja itu menarik perhatian orang-orang yang ada di warung.

Ok ma kah! Sedang kerasukan setan apa kau Pa’eh?” Si Ma’eh membalas temannya dengan nada candaan.

“Heh, ke sana kau jangan kau ganggu aku. Tidak tahukah aku lagi pening saat ini. Jak lét bui keudéh!” Si Pa’eh terlihat kesal lalu kembali duduk disusul Si Ma’eh yang duduk di meja dimana Si Pa’eh duduk.

Si Ma’eh memesan kopi. Tidak berselang lama, keduanya berbincang-bincang kemudian terkekeh-kekeh bersamaan, seperti tidak terjadi apa-apa di antara mereka.

Kata-kata aneuk bajeung yang terucap dari mulut Si Pa’eh mengandung nuansa makna yang derajat kesopanannya sangat rendah. Artinya adalah anak haram.

Si Ma’eh membalas dengan ok ma kah. Ini memiliki arti yang tidak tidak kalah kasar dari aneuk bajeung, adapun artinya, setubuhi ibumu.

Namun, karena keduanya sahabat karib, kata-kata tersebut tidak lebih hanya sebagai ungkapan yang berlaku tanpa dimaknai lebih jauh sebagai sebuah makian oleh keduanya. Jika Pa’eh dan Ma’eh tidak bersahabat, lain lagi ceritanya.

Selain itu, ok ma kah adakalanya terucap saat seseorang berjumpa dengan seorang teman yang sudah lama tidak bertemu dengannya. Ungkapan ini bentuk kerinduan atau rasa senang si penutur.

Contoh pemakaiannya dalam kalimat seperti “Ok ma keuh! Ho kajak barokön hana deuh-deuh?”. Kalimat ini artinya, “Setubuhi ibumu! Kemana saja kamu pergi selama ini sehingga kamu tidak pernah kelihatan?”.

Dalam ilustrasi di atas, Si Pa’eh mengucapkan kata-kata jak lét bui keudéh yang artinya pergi kejar babi sana. Ungkapan ini sering terucap dari seseorang yang sedang tidak ingin diganggu.

Selain itu, pernahkah mendengar orang memaki dengan kata klitoris? Sudah pasti tidak, tapi di Aceh, kata tersebut sering terdengar, misalnya, ketika seseorang tiba-tiba dikilik di bagian bawah rusuknya, lalu karena terkejut dan merasa geli, spontan orang tersebut berteriak “Aneuk tét!!!!”.

3 dari 3 halaman

Ungkapan Emosional Saat Takjub

Ungkapan-ungkapan emosional dalam Bahasa Aceh juga ada yang berbentuk kata-kata berkonotasi positif. Ungkapan emosional ini biasanya dipakai untuk memuji seseorang, atau orang yang mengucapkannya sedang takjub akan sesuatu hal saat itu.

“Salah satunya bak budik kèe. Ungkapan ini biasanya dipakai untuk mengungkapkan rasa ketakjuban seseorang, baik kepada manusia maupun kepada benda selain manusia,” kata Soni Fonolia, seorang guru di Kepulauan Simeulue, dalam bincangnya dengan Liputan6.com, Senin malam (18/2/2019).

Lulusan Sastra dan Bahasa Indonesia salah satu kampus di Meulaboh ini mengatakan, bak budik kèe tidak memiliki arti khusus. Hanya berfungsi sebagai reaksi secara tutur saja.

Perlu dicatat, Aceh terdiri dari beberapa suku dan 11 jenis bahasa daerah. Jadi, ungkapan bernada emosional, baik yang berkonotasi negatif atau pun positif yang telah disebut di atas hanyalah sebagian kecil saja yang mewakilinya.


Simak video pilihan berikut ini:

12 Ribu Personel TNI-Polri Amankan Munajat 212 di Monas

Liputan6.com, Jakarta Ribuan aparat gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Pemprov DKI Jakarta, diterjunkan untuk pengamanan Munajat 212 yang akan digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Rencananya, kegiatan itu akan diisi dengan ceramah dari para ulama.

“Ada sekitar 12 ribu personel gabungan, nanti dari siang kita lakukan apel. Itu kan acaranya malam,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono kepada merdeka.com, Rabu (20/2).

Argo mengatakan, pihaknya telah menerima surat pemberitahuan acara Munajat 212. Rencananya, akan ada ribuan orang yang akan menghadiri acara tersebut.

“Intinya kami siap untuk melakukan pengamanan,” kata Argo.

Argo melanjutkan, pihaknya telah menyiapkan strategi untuk mengamankan kegiatan. Selain pengamanan, rekayasa lalu lintas juga dilakukan di sekitaran Monas.

2 dari 3 halaman

Doa Pilpres Aman

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengatakan, Munajat 212 digelar untuk mendoakan kesuksesan Pilpres dan Pemilu 2019.

“Ini doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara Insya Allah saya akan hadir di malam munajat duduk bersama para habaib, kiai dan para tokoh berdoa bersama untuk keselamatan bersama Insya Allah saya akan hadir,” kata Slamet di Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/2).

Ia mengaku tak mengetahui apakah paslon capres-cawapres nomor urut 01 dan 02 diundang dalam acara tersebut.

“Saya serahkan ke panitia, yang jelas saya tahu pimpinan partai-partai diundang, itu yang saya tahu,” ucapnya.

Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) itu membantah bahwa acara doa bersama tersebut berkaitan dengan politik. Namun Menurutnya lumrah bila kegiatan tersebut dinilai bermuatan politis.

“Yang penting isi dari acara itu adalah niatan kita untuk mengetuk pintu langit munajat kepada Allah untuk keselamatan bangsa dan negara kita,” dia menandaskan.


Reporter: Ronald, Muhammad Genantan Saputra

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

PAN Beri Bantuan Hukum ke Ketum PA 212 Tersangka Pidana Pemilu

JakartaKetum PA 212 menyampaikan terima kasih ke DPP PAN yang telah memberi bantuan hukum kepadanya. Menurutnya, selama ini PAN telah membantunya dalam menangani proses hukum di Polda Jateng.

“Alhamdulillah hari ini DPP PAN berikan support ke saya untuk hadapi kasus pelanggaran pemilu yang saat ini saya sebagai tersangka,” ujar Slamet di Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/2/2019).

“Dan terima kasih, DPP PAN akan kirimkan bantuan hukum, memberikan pengacara-pengacaranya untuk membela saya,” imbuh Slamet yang juga Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga ini.


Diberitakan sebelumnya, Slamet diduga melakukan kampanye saat dia menjadi pembicara dalam tablig akbar PA 212 Solo Raya pada 13 Januari 2019. Slamet diduga melanggar Pasal 280 huruf a sampai j dan Pasal 276 ayat 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Slamet seharusnya menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Tengah oleh penyidik Polres Surakarta pada Rabu (15/2). Namun berhalangan hadir sehingga dijadwalkan ulang hari ini.

Slamet batal hadir juga di pemeriksaan pada Senin (18/2). Kuasa hukum menyebutkan Slamet sedang flu berat serta tekanan darah tinggi.

“Kita datang sesuai pemanggilan, kita sampaikan bahwa sebenarnya Ustaz Ma’arif sudah di sini (Semarang) sejak kemarin tapi karena sakit tidak bisa hadir,” kata kuasa hukum Slamet, Ahmad di Mapolda Jateng (18/2).
(zap/tor)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Top 3 Berita Hari Ini: Pengakuan Oknum Guru SD di Malang Cabuli Lebih dari 20 Siswi

Malang – Top 3 berita hari ini, dunia pendidikan Tanah Air kembali tercoreng oleh ulah seorang guru yang sejatinya memberikan keteladanan yang baik pada anak didiknya. IM, oknum guru olahraga di salah satu SD di Malang diduga telah mencabuli lebih dari 20 siswinya.

Laporan aksi bejat oknum guru ini terkuak saat salah satu orangtua murid melapor ke polisi. Dikatakan IM mencabuli siswinya dengan memeluk sampai menggerayangi tubuh mereka.

IM sendiri sudah beberapa kali pindah sekolah. Ada dugaan di sekolah tempatnya mengajar sebelumnya juga terjadi aksi pencabulan. 

Sementara itu, dua penumpang gelap pembunuh sopir online di Garut akhirnya tertangkap. Kedua tersangka diringkus di dua lokasi berbeda. Abang ditangkap di Bandung dan Keling di Gilimanuk Bali.

Terlilit utang adalah motif di balik pembunuhan keji tersebut. Tidak hanya lewat pukulan ke arah korban, kedua tersangka membacok korban Yudi dengan sebilah kapak ke arah wajah.

Aksi tersebut tak hanya cukup sampai di situ. Meski korbannya telah bersimbah darah, Abang dan Keling menggilas korban dengan mobil hingga meninggal dunia.

Berikut berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini:

1. Korban Guru Cabul di Kota Malang Lebih dari 20 Siswi

Komnas Perlindungan Anak mengunjungi sekolah tempat kejadiaan dugaan kasus guru cabul di Kota Malang (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mendorong kepolisian mengusut tuntas kasus dugaan seorang guru cabul di Kota Malang. Kasus ini sendiri sudah sepekan lebih dalam proses penyelidikan polisi setempat.

Ketua Komnas PA, Aris Merdeka Sirait mengatakan, diduga jumlah siswi yang jadi korban guru cabul di salah satu sekolah di Kota Malang ini bisa lebih dari 20 siswi sekolah dasar.

“Ini sudah termasuk predator anak. Karena ada peristiwa yang berulang-ulang dilakukan oleh guru itu,” kata Aris di Kota Malang, Senin, 18 Februari 2019.

 Selengkapnya…

2. Akhir Drama 2 Penumpang Gelap Pembunuh Sopir Online di Garut

Kapolres Budi AKBP Budi Satria Wiguna menunjukan sejumlah bukti pembunuhan Yudi, sopi online Pake Taxi(Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Setelah pengejaran dua pekan lebih, jajaran Kepolisian Resort Garut, Jawa Barat berhasil meringkus JS alias Keling dan D alias Abang, dua tersangka pembunuhan keji terhadap Yudi alias Jablay, sopir online aplikasi Fake Taxi yang ditemukan meninggal Sabtu, (2/2/2019) lalu. 

Aksi kedua tersangka terbilang sadis, pelaku JS alias Keling menghabisi korban bersama D alias Abang, rekannya, karena keduanya mengaku terlilit persoalan hutang. Akibat kondisi itu, mereka nekat merencanakan membunuh korban dengan berpura-pura sebagai konsumen.

Mereka melakukan pemukulan dengan tangan kosong, kemudian membacoknya dengan sebilah kapak ke arah wajah korban hingga terkapar.

Selengkapnya… 

3. Jejak Kenangan di Museum Nike Ardila

Museum Nike Ardila

Usianya masih sangat belia saat itu, 19 tahun. Namun, jejak tentangnya langgeng hingga kini. Kenangan tentang Nike Ardilaa saat ini masih tersimpan rapi di sebuah rumah yang terletak di Jalan Aria Utama Nomor 1, Desa Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.

Rumah tersebut dinamai Rumah Kenangan Nike Ardilla (RKNA). Di dalamnya terdapat kumpulan barang-barang yang dimiliki Nike semasa hidupnya, pun sejumlah barang yang memiliki kaitan erat dengan dirinya, termasuk dengan kematiannya.

Suasana melankolis langsung terasa begitu kaki memijak teras museum. Sosok Nike Ardilla dengan potongan rambut dan raut wajah khasnya seolah menatap pengunjung dari sebuah poster yang terpampang di bagian depan museum.

Selengkapnya…

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Polisi akan Jemput Paksa Ketum PA 212 Jika 3 Kali Tak Penuhi Panggilan

Jakarta – Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma’arif, kembali tidak memenuhi panggilan Polda Jateng sebagai tersangka kasus pidana pemilu. Polisi menegaskan akan menjemput paksa Slamet jika tiga kali tak hadir.

“Kalau tiga kali tidak hadir, penyidik mempunyai kewenangan untuk melakukan penjemputan kepada tersangka untuk dimintai keterangan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019).

Dedi berharap Slamet dapat menjalani proses hukum dengan kooperatif. Terkait lokasi pemeriksaan, Dedi menuturkan tetap di Polda Jawa Tengah (Jateng), seperti yang sudah direncanakan sebelumnya.
“Ya kita harapkan yang bersangkutan kooperatif memenuhi panggilan penyidik Polresta Surakarta. Untuk penempatan pemeriksaan tetap di Polda Jateng,” ujar Dedi.

Untuk diketahui, Slamet Ma’arif seharusnya menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Tengah oleh penyidik Polres Surakarta pada Rabu (15/2). Namun berhalangan hadir sehingga dijadwalkan ulang hari ini.

Slamet Ma’arif batal hadir hari ini. Kuasa hukum menyebutkan Slamet Ma’arif flu berat serta tekanan darah tinggi.

“Kita datang sesuai pemanggilan, kita sampaikan bahwa sebenarnya Ustaz Ma’arif sudah di sini (Semarang) sejak kemarin tapi karena sakit tidak bisa hadir,” kata Ahmad di Mapolda Jateng, pagi tadi.

Ahmad juga meminta untuk penjadwalan ulang, selain itu tim kuasa hukum meminta agar dijadwalkan pemeriksaan ahli. Ada empat orang ahli yang diusulkan oleh kuasa hukum.

Slamet Ma’arif dijerat Pasal 492 dan 521 Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang melakukan kampanye yang dilarang bagi peserta pemilu dan tim kampanye. Dugaan pelanggaran dilakukan saat dia menjadi pembicara dalam tablig akbar PA 212 di Solo, 13 Januari 2019 lalu dan kini ia sudah berstatus tersangka.
(aud/idh)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Akan Rekrut 15 Ribu Prajurit, TNI AD Prioritaskan Muda-mudi Pedalaman

Jakarta – TNI Angkatan Darat berencana merekrut sekitar 15 ribu orang pemuda-pemudi. Para pemuda-pemudi diprioritaskan dari wilayah Aceh, Kalimantan, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua, Maluku dan Maluku Utara serta beberapa wilayah lainnya.

“Untuk wilayah itu diberikan peluang dan alokasi lebih banyak, baik untuk calon Perwira, Bintara maupun Tamtama,” kata Aspers KSAD Mayjen TNI Heri Wiranto, dalam keterangannya, Minggu, (17/2/2019).

Hal itu disampaikan Mayjen TNI Heri Wiranto di acara Education and Training Expo Ke-28 Tahun 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jaksel, Sabtu (16/02/2019). Kepada para pengunjung Stand TNI AD, ia berharap pemuda-pemudi dari pedalaman dan perbatasan ikut adil dalam menjaga kedaulatan bangsa dengan menjadi prajurit TNI.

“Harapannya, kita dapat berikan kesempatan lebih banyak kepada pemuda-pemuda di wilayah pedalaman dan perbatasan serta pulau terluar untuk turut andil menjadi prajurit garda terdepan bangsa,” tambahnya.

Mayjen Heri merinci penerimaan prajurit TNI AD pada tahun ini sejumlah 15.547 orang. Jumlah itu terdiri dari 351 orang Calon Taruna Akmil, 216 calon Pa PK, 3.167 Bintara dan 11.840 Tamtama. Ia menegaskan rekrutmen prajurit TNI ini tak dipungut biaya.

“Kita akan seleksi para pemuda dan pemudi Indonesia yang terbaik. Kita buka seluas-luasnya dan gratis atau tanpa ditarik bayaran sepeser pun, sehingga ke depan, TNI AD akan semakin profesional dan unggul,” tuturnya.

Heri Wiranto mengatakan rekrutmen dilaksanakan secara transparan dan profesional, dengan didasarkan kepada kesetaraan, kesamaan hak dan kewajiban. Rekrutmen kali ini juga dilakukan dengan sistem online. Ia juga meminta bila terjadi kecurangan bisa langsung dilaporkan.

“Jika ada (kecurangan), catat dan laporkan, bisa secara langsung ke Satuan TNI AD terdekat atau pengaduan melalui email di website TNI AD (tniad.mil.id), kita yakinkan ditindaklanjuti,” tambahnya.

Pada hari ketiga pelaksaanan Education and Training Expo Ke-28 Tahun 2019 para pengunjung Stand TNI AD sangat ramai. Beragam aktivitas mereka lakukan, ada yang mencoba tiang pull up dan chinning, cek buta warna, konsul psikologi, foto-foto dengan para Taruna maupun prajurit Kowad. Bahkan ada yang langsung mendaftar dengan dibimbing oleh personel dari Ditajenad dan Ajendam Jaya.

Panitia Stand TNI AD mencatat, pengunjung hari pertama sejumlah 1.029 orang, hari kedua 1.098 orang dan melonjak drastis di hari ketiga sejumlah 1.797 orang, dengan rata-rata sekitar 150 – 200 orang mendaftar langsung di Stand tersebut, setiap harinya.
(ibh/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

4 Jaksa Teliti Berkas Perkara Ketua Alumni 212 Slamet Ma’arif

Liputan6.com, Solo – Kejaksaan Negeri Surakarta menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dengan nomor SPDP/24/II/RES.1.24/2019/Reskrim tanggal 4 Februari 2019 dalam perkara dugaan tindak pidana pemilu Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan RI Mukri mengatakan dengan diterimanya SPDP tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Surakarta telah menerbitkan surat perintah penunjukan tim jaksa penuntut umum.

“Tim JPU Kejaksaan Negeri Surakarta yang ditunjuk beranggotakan empat orang jaksa untuk mengikuti perkembangan penyidikan dan meneliti berkas perkara hasil penyidikan perkara yang dimaksud,” ujar Mukri.

Saat ini Kejaksaan Negeri Surakarta masih menunggu pengiriman berkas perkara dari Penyidik Kepolisian Resor Kota Surakarta.

Ada pun Slamet Maarif diduga melanggar Pasal 280 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf e, huruf f, huruf g, huruf h, huruf i, atau huruf j atau Pasal 276 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

 

2 dari 3 halaman

Sesuai Prosedur

Sebelumnya, Polresta Surakarta menetapkan Slamet sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran Pemilu. Hal itu terkait orasi Slamet dalam acara Tabligh Akbar PA 212 di Solo, Jawa Tengah yang digelar pada 13 Januari 2019.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan penetapan Slamet Maarif sebagai tersangka sudah melalui prosedur hukum yang berlaku.

“Semua berproses hukum. Kami menjunjung persamaan kedudukan di mata hukum. Kami juga mengedepankan asas praduga tidak bersalah,” kata Brigjen Dedi.

Polri tidak bekerja sendiri dalam mengusut kasus ini, melainkan bekerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Kejaksaan yang tergabung dalam Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu).

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: