Kapitra Janji Jemput Habib Rizieq, PA 212: Bullshit, Cari Sensasi!

Jakarta – Caleg PDIP Kapitra Ampera berjanji menjemput Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab apabila Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dinyatakan menang di Pilpres 2019. Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyebut Kapitra hanya ingin mencari sensasi.

“Nggak usah lah, apalagi dia kubu sono, mau ini-ini Habib Rizieq pulang, nggak usah. Nggak perlu dia, kita juga bisa kok. Nggak perlu capek-capek omong kosong, bullshit aja dia kemudian merespons, dia mau memulangkan Habib Rizieq. Mana bisa, orang seperti itu cuma cari sensasi saja, ya karena dia galau dia nggak menang dan sebagainya, kita nggak ngerti juga,” kata Sekretaris PA 212 Bernard Abdul Jabbar saat dihubungi, Senin (22/4/2019).

Bernard mengatakan pihaknya tak pernah mempercayai omongan Kapitra. Bernard menegaskan mempunyai sikap sendiri.

“Mulut Kapitra, mulutnya, sejuta persen kita nggak pernah percaya, kita sudah punya sikap kok,” ujar dia.

Bernard juga mempertanyakan alasan Kapitra ingin menjemput Habib Rizieq di Mekah. Selama ini, menurut Bernard, Kapitra selalu menyerang Habib Rizieq, PA 212 dan GNPF.

“Kalau pun Habib Rizieq mau dijemput, apa kepentingan, urusan dia jemput? Selama ini dia nyerang Habib Rizieq, 212, nyerang GNPF dan sebagainya,” imbuh dia.

Dia lalu menyampaikan pesan Habib Rizieq terkait Pemilu 2019. Kata Bernard, Habib Rizieq menyoroti sejumlah kecurangan yang terjadi saat penghitungan suara.

“Dia (Prabowo) mau sudah mau jemput kok kalau dia menang, dia berjanji, dia langsung berangkat, Habib Rizieq pulang, walaupun kita lihat ada kekhawatiran dari Habib Rizieq terhadap kecurangan yang terjadi saat ini, ada prihatin terhadap massifnya kecurangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapitra mengaku sudah berkomunikasi dengan orang-orang yang dekat dengan Habib Rizieq. Ia berharap Habib Rizieq bisa merayakan Idul Fitri di Tanah Air.

“Maka nanti kita lihat setelah 22 Mei, Insyaallah mudah-mudahan Habib Rizieq bisa Lebaran di Indonesia,” kata Kapitra di Posko Pemenangan Jokowi, Jl Cemara, Menteng, Jakarta Pusat.
(knv/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Disebut Jadi Alat Politik 02, PA 212: Kami Taat dan Patuh Ulama

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin menyebut alumni 212 bagian gerakan politik pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyatakan mereka akan berjuang untuk Prabowo-Sandi karena patuh pada ulama.

Ketua Umum PA 212 Slamet Ma’arif mengatakan keputusan ini diambil terkait ijtimak ulama yang sudah digelar.

“Alumni 212 taat dan patuh pada ulama sehingga akan berjuang untuk memenangkan capres dan cawapres hasil ijtimak ulama, yaitu Prabowo-Sandi untuk perubahan yang lebih baik bagi Indonesia menuju Indonesia adil dan makmur,” kata Slamet lewat pesan singkat, Jumat (5/4/2019).

Sebelumnya, Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin menyebut TKN panik karena gerakannya mampu mengumpulkan jutaan orang. Novel menyebut Alumni 212 memiliki semangat melawan penista agama.

“Saya rasa apa yang dikatakan takut hanya bentuk kepanikan saja, karena hanya para Alumni 212 dan simpatisannya yang bisa mengumpulkan orang sampai jutaan,” kata Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin kepada wartawan, Jumat (5/4).

“Di tahun politik ini, para Alumni 212 dan simpatisannnya tentu akan memberikan aspirasi politiknya atau memberikan suara. Tentu yang sejalan dengan roh Aksi 212, yaitu melawan penista agama dan pendukungnya. Perjuangan kami jelas berada di kubu yang akan melawan kubu kelompok pendukung penista agama,” imbuhnya.

Novel menanggapi ucapan juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, soal diundangnya alumni 212 ke kampanye akbar Prabowo-Sandi pada Minggu (7/4) nanti. Ace menyebut kini makin jelas Alumni 212 merupakan gerakan politik untuk Prabowo-Sandi.

“Memang dari sejak awal sudah makin jelas bahwa Alumni 212 itu bagian dari gerakan politik untuk 02. Mereka mempolitisasi berbagai gerakan, seperti alumni 212 ini, untuk kepentingan politik,” kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Jumat (5/4).
(jbr/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Disebut Gerakan Politik 02, PA 212: Kami Dukung yang Lawan Penista Agama

Jakarta – TKN Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin menyebut kelompok Alumni 212 merupakan gerakan politik Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyebut TKN panik karena gerakannya mampu mengumpulkan jutaan orang.

“Saya rasa apa yang dikatakan takut hanya bentuk kepanikan saja, karena hanya para Alumni 212 dan simpatisannya yang bisa mengumpulkan orang sampai jutaan,” kata Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin kepada wartawan, Jumat (5/4/2019).

Menurut Novel, kekuatan Alumni 212 mampu menenggalamkan massa kubu Jokowi-Ma’ruf. Ia mengatakan tiap warga negara punya hak untuk memilih. Novel menyebut Alumni 212 memiliki semangat melawan penista agama.

“Di tahun politik ini, para Alumni 212 dan simpatisannnya tentu akan memberikan aspirasi politiknya atau memberikan suara. Tentu yang sejalan dengan ruh Aksi 212, yaitu melawan penista agama dan pendukungnya. Perjuangan kami jelas berada di kubu yang akan melawan kubu kelompok pendukung penista agama,” ujar Novel.

Dia menegaskan Alumni 212 akan terus mengawal pemerintahan, terlepas dari siapa pun yang terpilih di Pilpres 2019. Novel mengatakan Alumni 212 membela Islam.

“Perlu diingat, ada pesta politik atau tidak, kami para Alumni 212 Insyaallah akan terus melakukan perjuangan bela Islam dengan mengawal pemerintahan, siapa pun nanti yang terpilih pada 2019 ini,” kata Novel.

TKN Jokowi-Ma’ruf menyebut kini makin jelas Alumni 212 merupakan gerakan politik untuk Prabowo-Sandi. Hal ini menyusul undangan kepada Alumni 212 untuk hadir di kampanye akbar Prabowo-Sandi pada 7 April 2019.

“Memang dari sejak awal sudah makin jelas bahwa Alumni 212 itu bagian dari gerakan politik untuk 02. Mereka mempolitisasi berbagai gerakan, seperti alumni 212 ini, untuk kepentingan politik,” kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily, Jumat (5/4).
(tsa/idn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

PA 212 Putar Memori Baju Kotak-kotak Jokowi

Jakarta – Calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) menyerukan pendukungnya memakai baju putih saat datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada 17 April 2019 nanti. Rencana pihak Jokowi ini membuat pihak Persaudaraan Alumni (PA) 212 membuka ingatan Pilpres 2014.

Arahan Jokowi agar mengenakan baju putih itu disampaikan saat ia berkampanye di GOR Ken Arok, Jalan Mayjen Sungkono, Malang, Jawa Timur, Senin (25/3). Kala itu, Jokowi mengajak pendukungnya datang ke TPS pada 17 April 2019 dengan menggunakan kostum putih.

PA 212 Putar Memori Baju Kotak-kotak Jokowi Foto ilustrasi: Jokowi (Andhika-detikcom)

“Ajak mereka semuanya ke TPS memakai baju putih, memakai baju putih, karena yang akan dicoblos itu bajunya juga putih. Karena putih adalah kita, kita adalah baju putih,” kata Jokowi saat itu.
Jokowi mengatakan kostum putih sudah menjadi ciri khas dirinya bersama sang cawapres, Ma’ruf Amin. Jokowi tidak mau baju putih yang sudah menjadi ciri khasnya sejak awal Pilpres 2019 diklaim orang lain.

“Ini nanti (khas baju putih) diambil yang lain. Kita sudah baju putih sejak awal, (malah) dipakai yang lain, enak saja,” imbuh Jokowi.

Ketua PA 212: Khilafah Itu Baru Mimpi, yang Harus Diperhatikan PKI

Jakarta – Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif mengatakan ide untuk mengusung khilafah baru dalam tahap angan-angan. Karena itu, menurut Slamet, bukan khilafah yang harus diwaspadai, melainkan PKI yang jelas pernah memberontak.

“Kalau urusan isu khilafah baru mimpi belum kenyataan. Yang harus diperhatikan PKI yang jelas terbukti memberontak. Mengkhianati bangsa, kebangkitan PKI harusnya lebih diperhatikan. Sekarang sesuatu yang masih di awang-awang baru isu jadi masalah. Tapi yang jelas memberontak negara kok dilupakan,” kata Slamet di depan KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (31/3/2019).

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu menegaskan calon presiden (capres) Prabowo Subianto secara gamblang peduli terhadap ideologi pancasila. Prabowo, kata Slamet, akan menggalakkan pemahaman ideologi pancasila hingga perguruan tinggi jika terpilih nanti.
“Pak Prabowo sudah sampaikan sampai ke perguruan tinggi penanaman ideologi. Dari mulai usia dini sampai perguruan tinggi,” katanya.

Slamet pun meminta semua pihak untuk tidak hanya berdebat soal penerapan ideologi Pancasila. Dia mengingatkan semua pihak harus ikut serta memberi pemahaman kepada warga soal Pancasila.

“Yang terpenting adalah pemahaman ideologi Pancasila, jangan cuma teriak tapi pemahaman Pancasila di masyarakat hilang, sehingga jadi simbol saja,” ujar Slamet.

PA 212 sendiri, kata Slamet, berkomitmen mendukung Prabowo dalam menegakkan ideologi Pancasila. Dia mengatakan Pancasila sebagai pedoman yang diwariskan oleh pendiri bangsa.

“Pak Prabowo menunjukkan bahwa nasionalisme begitu luar biasa. Pancasilais, artinya siapapun baik dia maupun kami tidak mengganti Pancasila. Itu bagian dari komitmen pendiri bangsa kita, termasuk dari kami juga,” pungkasnya.
(fdu/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ketua PA 212 Ungkap Momen Penonton Tertawa Saat Prabowo Bicara Pertahanan

Jakarta – Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma’arif, meluruskan momen saat capres Prabowo Subianto ‘marah’ pada debat keempat Pilpres 2019 semalam. Momen itu, kata Slamet, merupakan reaksi atas tawa pendukung Joko Widodo (Jokowi) saat Prabowo berbicara permasalahan Indonesia.

“Jadi kan ketika beliau membicarakan masalah keprihatinan Indonesia rapuh luar biasa. Kemudian ada penonton yang saya lihat memang dari sebelah sana. Dari kubu 01 yang saya lihat, tertawa. Ini kan memprihatinkan,” kata Slamet yang juga Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/3/2019).

Slamet sendiri menyebut Prabowo saat itu tidak marah. Dia mengatakan Prabowo hanya secara tegas menegur pihak yang tertawa saat menerangkan pertahanan Indonesia yang rapuh.
“Nggak marah, tegas. Harus diluruskan, nggak marah itu, tegas. Karena saya ada di debat itu,” ujarnya.

Slamet menuturkan tidak sepantasnya informasi mengenai pertahanan di Indonesia ditertawakan. Menurutnya, masalah pertahanan harus menjadi perhatian semua orang.

“Nggak boleh kita mentertawakan kelemahan kita sendiri. Nggak boleh kita mentertawakan kelemahan keamanan kita sendiri. Karena ini tanggung jawab bersama. Habis itu beliau santai kok, nggak kelihatan emosinya, senyum-senyum aja,” ucap Slamet.

Seperti diketahui, saat debat semalam muncul suara tawa di tengah-tengah paparan Prabowo Subianto mengenai pertahanan negara. Prabowo heran ada yang tertawa ketika dia memaparkan rapuhnya pertahanan negara.

Awalnya, Prabowo menjelaskan soal adanya hal yang salah dalam paparan Jokowi mengenai teknologi pertahanan. Prabowo menyatakan ada yang salah, sekalipun itu bukan Jokowi yang salah.

“Saya bukan menyalahkan, saya berpendapat. Kekuatan pertahanan kita masih rapuh. Salah siapa? Salah nggak tahu saya (lalu terdengar suara tertawa) elite…,” tutur Prabowo saat debat, Sabtu (30/3).

Prabowo pun bereaksi. Dia mempertanyakan suara tawa itu.

“Jangan ketawa. Kenapa kalian ketawa? Pertahanan Indonesia rapuh kalian ketawa. Lucu ya? Kok lucu,” kata Prab
(fdu/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Prabowo Disindir Ma’ruf Tak Ambil Cawapres Ijtimak Ulama, Ini Kata PA 212

Jakarta – Cawapres Ma’ruf Amin menyindir Prabowo Subianto yang tidak memilih pasangan berdasarkan hasil Ijtimak Ulama yang digelar. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212 Bernard Abdul Jabbar heran hal tersebut diungkit kembali.

“Sudah berlalu, sudah dipilih kok mesti diungkit-ungkit lagi? Sudah kampanye, sudah apa. Artinya urusin dapur sendiri,” kata Bernard kepada wartawan, Jumat (29/3/2019).

PA 212 merupakan salah satu komponen yang ikut dalam Ijtimak Ulama I dan II. Bernard mengatakan setelah Ijtimak Ulama II ditutup, tak ada permasalahan yang dihadapi.
Dia mengatakan dalam Ijtimak Ulama sudah dipilih calon presiden yakni Prabowo Subianto. Bernard mengatakan forum-forum yang ada di Ijtimak Ulama pun tak mempersoalkan saat Sandiaga Uno akhirnya yang dipasangkan dengan Prabowo.

“Yang jelas, kita milihnya presiden ijtimak ulama. Wakilnya ya itu kan nanti ditentukan Pak Prabowo sendiri. Itu pun sudah disetujui di Ijtimak Ulama II. Itu saja,” ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, Ma’ruf menyinggung Prabowo yang tidak memililih cawapres hasil rekomendasi Ijtimak Ulama. Seperti diketahui, sebelum Prabowo memilih Sandiaga, Ijtimak Ulama merekomendasikan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri dan Ustaz Abdul Somad Batubara jadi cawapres untuk Prabowo.

“Bahkan ada kelompok yang mengusulkan melalui Itjimak Ulama supaya mengambil wakilnya ulama. Eh nggak mau. Malah mengambil bukan ulama, pengusaha. Betul atau tidak? Berarti tidak diizinkan oleh Allah, sudah diusulkan,” kata Ma’ruf saat kampanye di Mlangi, Sleman, Yogyakarta, Kamis (28/3).

Hal berbeda dilakukan capres petahana Joko Widodo (Jokowi) yang memilihnya di saat tak ada pihak yang mengusulkan kepada Jokowi untuk menggandeng ulama sebagai cawapres. Ma’ruf menganggap pilihan Jokowi jadi bukti mantan Gubernur DKI itu mencintai ulama.

“Pak Jokowi nggak ada yang usul, cuma menawarkan saja. Eh, mengambil ulama. Berarti Pak Jokowi mencintai ulama,” tutup Ma’ruf.

(jbr/fjp)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ajak Ahok Coba MRT, Anak: Ini Keren Banget Pa!

Jakarta – Putra sulung Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok, Nicholas Sean Purnama ikut uji coba MRT. Dia mengajak sang ayah untuk mencoba moda transportasi baru di Jakarta itu.

Nicholas ikut uji coba MRT dari stasiun Bundaran HI. Sambil ngevlog, Nicholas mengajak sang ayah untuk ikut mencoba MRT.

“Pah, ini MRT keren banget. Papa harus coba,” kata Nicholas di Instagram Stories, dilihat detikHOT, Sabtu (23/3/2019).

Usai mencoba, Nicholas semringah karena waktu tempuh dari Bundaran HI menuju Lebak Bulus hanya 30 menit menggunakan MRT. Dia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah membangun proyek transportasi massal tersebut.

“Terima kasih Pak Jokowi bikin moda transportasi yang nyaman, cepat dan efektif untuk Jakarta,” ucap Nicholas.

Jokowi sendiri telah dua kali mencoba MRT. Sementara Ahok hingga saat ini belum terlihat merasakan moda transportasi itu karena masih menjalankan aktivitasnya.
(nkn/nkn)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Massa FUI Persoalkan Hotel Tempat Tabulasi Suara, Ini Jawaban KPU

Jakarta – Sejumlah hal disoroti massa Forum Umat Islam (FUI) saat audiensi dengan KPU, termasuk soal tabulasi suara di salah satu hotel. KPU kemudian menjelaskan alasannya.

Pertanyaan itu diajukan oleh Sekretaris PA 212, Bernard Abdul Jabbar. Dia menyebut selama bertahun-tahun, KPU selalu melakukan tabulasi suara di suatu hotel di Jakarta Pusat.

“Tentang masalah tabulasi KPU. Kenapa selama ini, selama bertahun-tahun, tabulasi KPU itu kok selalu di Hotel Borobudur. Ada apa ini di Hotel Borobudur. Karena sepengetahuan informasi saya, ada sesuatu yang disembunyikan di Hotel Borobudur. Masalah tabulasi suara dan punya siapa itu hotelnya. Lah ini perlu kami tanyakan ke KPU,” kata Bernard di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019).

“Kami juga dapat informasi dari pegawai hotel yang bekerja di sana bahwa ini ada sesuatu yang disembunyikan di Borobudur itu. Kenapa nggak cari tempat lainnya?” sambungnya.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang hadir di audiensi itu lalu memberi penjelasan. Dia mengatakan tidak ada preferensi khusus dari KPU untuk memilih hotel saat tabulasi suara. Pada tahun 2014 lalu, Wahyu menyebut tabulasi suara berlangsung di Kantor KPU.

“Terkait tabulasi, ini ada Pak Sekjen, memang kita perlu ganti suasana, Pak, jangan Hotel Borobudur terus. 2014 tabulasi di kantor KPU. Kemudian tidak menutup kemungkinan nanti juga mudah, Pak, untuk dipindah dari Hotel Borobudur,” jawab Wahyu.

“Wong kita bayar, Pak, bisa di manapun sepanjang memang kualifikasinya memenuhi syarat,” sambungnya.

Wahyu menegaskan bahwa hasil akhir Pemilu bukan ditentukan perhitungan IT melainkan kertas. Hasil penghitungan suara dari TPS hingga tingkat nasional dilakukan di kertas.

“Tabulasi itu bukan hasil resmi KPU, hasil resminya ya melalui rapat pleno,” kata Wahyu.

(imk/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jawab ‘Ancaman’ Novel Bamukmin, Komisioner KPU Ungkit Hoax 7 Kontainer

Jakarta – Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin menyebut masyarakat mengalami krisis kepercayaan dan menyebut akan membubarkan KPU jika tidak netral dalam pemilu. KPU mengatakan tudingan krisis kepercayaan tersebut tidak bijak.

“Tudingan krisis kepercayaan tidak bijak, karena hingga tingkat kepercayaan publik kepada penyelenggaraan pemilu terjaga,” ujar komisioner KPU Viryan Aziz kepada detikcom, Jumat (1/3/2019).

Menurut Viryan, saat ini yang terjadi banyak pihak berupaya mendelegitimasi pemilu dengan berita hoax. Salah satunya dengan adanya hoax 7 kontainer surat suara tercoblos yang sempat terjadi.

“Yang ada justru hoax pemilu yang berupaya mendelegitimasi pemilu, terbukti dengan hoax pemilu 7 kontainer surat suara sudah tercoblos, masa hoax pemilu delegitimasi pemilu lantas membuat krisis kepercayaan. Maknanya upaya membuat kabar bohong mendelegitimasi KPU tidak berhasil dilakukan,” kata Viryan.

Dia juga mengatakan perhitungan hasil pemilu dilakukan secara manual, sehingga tidak dimungkinkan adanya kecurangan memalui manipulasi IT. Selain itu, menurutnya perhitungan ini juga dilakukan secara terbuka yang disaksikan pengawas pemilu.

“Pemilu sejak 1955 sampai sekarang dilakukan secara manual, tidak mungkin IT bisa memanipulasi hasil pemilu karena Indonesia tidak menyelenggarakan pemilu elektronik. Yang dilakukan hanya publikasi hasil pemilu di TPS, kecamatan, dan sebagainya,” kata Viryan.

“Hasil pemilu dihitung dalam rapat pleno terbuka, rekapitulasi penghitungan suara di kecamatan sampai dengan pusat. Rapat pleno dilakukan secara terbuka, diikuti saksi dari peserta pemilu, pengawas pemilu, pemantau dan masyarakat,” sambungnya.

Terkait adanya potensi kecurangan memalu kotak suara bila disimpan di kantor kecamatan. Viryan juga mengatakan tempat penyimpanan ini telah dilakukan sejak 1955 dan tidak menimbulkan masalah.

“Penyimpanan kotak suara di kantor kecamatan dilakukan sejak pemilu 1955 sampai sekarang, termasuk juga di pilkada. Penggunaan kantor kecamatan sudah berlangsung dan tidak ada masalah selama ini,” kata Viryan.

Sebelumnya, Novel Bamukmin meminta KPU netral sebagai penyelenggara Pemilu 2019. Dia menyebut KPU wajib dibubarkan jika tidak netral.

“Kita mendatangi KPU, tak lain tidak bukan tuntut keadilan. Betul? Siap tegakkan keadilan? Siap tegakkan persatuan? Takbir!” kata Novel di atas mobil komando di depan kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019).

Novel juga mengklaim masyarakat saat ini sudah mengalami krisis kepercayaan. Oknum aparat, baik sipil maupun Polri, disebut Novel dipertanyakan netralitasnya.

(dwia/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>