Detik-Detik KPK Tangkap Tangan Pejabat Kemenpora dan Pengurus KONI

Sebelumnya, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi penyaluran bantuan dari Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Kemenpora kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Mereka adalah Deputi IV Kemenpora Mulyana (MUL), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo (AP), Staf Kemenpora Eko Triyanto (ET), Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy (EFH), dan Bendahara Umum KONI Jhony E. Awuy (JEA).

Diduga Adhi Purnomo dan Eko Triyanto menerima pemberian sekurang-kurangnya Rp 318 juta dari pengurus KONI. Selain itu, Mulyana juga menerima Rp 100 juta melalui ATM.

Selain menerima uang Rp 100 juta melalui ATM, Mulyana juga sebelumnya sudah menerima suap lain dari pejabat KONI. Yakni 1 unit Toyota Fortuner, 1 unit Samsung Galaxy Note 9, dan uang Rp 300 juta dari Jhony.

Uang tersebut diterima Mulyana, Adhi, dam Eko agar Kemenpora mengucurkan dana hibah kepada KONI. Dana hibah dari Kemenpora untuk KONI yang dialokasikan sebesar Rp 17,9 miliar.

Di tahap awal, diduga KONI mengajukan proposal kepada Kemenpora untuk mendapatkan dana hibah tersebut. Diduga pengajuan dan penyaluran dana hibah sebagai akal-akalan dan tidak sesuai kondisi sebenarnya.

Sebelum proposal diajukan, diduga telah ada kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee sebesar 19,13 persen dari total dana hibah Rp 17,9 miliar, yaitu sejumlah Rp 3,4 miliar.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut ini: 

 

KPK melakukan OTT terhadap sembilan orang Selasa (18/12) malam. Satu diantaranya merupakan peabat di Kemenpora.

KPK Pantau Kemenpora Sebelum Asian Games 2018

Jakarta

KPK mengaku sudah memantau Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebelum Asian Games 2018. Menurut KPK, ada indikasi-indikasi pelanggaran yang ditemukan saat itu.

“Kami mulai mengikuti ini sejak lama ya, awal-awal sebelum Asian Games banyak indikasi-indikasi,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (19/12/2018).

Namun, menurut Saut, KPK tak dapat menindaklanjuti karena belum ditemukannya petunjuk-petunjuk lanjutan. Saat itu KPK disebut Saut memprioritaskan kesuksesan perhelatan Asian Games.

“Tapi kita nggak bisa memperoleh lebih lanjut. Apalagi ketika itu kita dalam rangka menerima tamu-tamu. Sehingga kemudian kita memprioritaskan selesai dulu lah kegiatan pesta besar itu. Tapi sebenarnya sebelum kegiatan itu sendiri kita dapat indikasi-indikasi yang kemungkinan kita bisa lihat bagaimana proses selanjutnya di dalam pemeriksaan kasus ini,” paparnya.

KPK menetapkan 5 tersanngka dalam kasus dugaan suap terkait pencairan dana hibah Kemenpora untuk KONI. Mereka ialah:

a. Diduga sebagai pemberi:

– Ending Fuad Hamidy sebagai Sekjen KONI

– Johnny E Awuy sebagai Bendahara Umum KONI

b. Diduga sebagai penerima:

– Mulyana sebagai Deputi IV Kemenpora

– Adhi Purnomo sebagai Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora dkk

– Eko Triyanto sebagai Staf Kemenpora dkk

KPK menduga telah terjadi kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee sebesar 19,13 persen dari total dana hibah Rp 17,9 miliar, yaitu sejumlah Rp 3,4 miliar.


(haf/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

KPK Sita Rp 7 Miliar di OTT Kemenpora, Duit Apa?

Jakarta – Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), KPK menyita uang tunai Rp 7 miliar. Untuk apa uang itu?

KPK menduga telah terjadi kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee sebesar 19,13 persen dari total dana hibah Rp 17,9 miliar, yaitu sejumlah Rp 3,4 miliar. Sebanyak lima tersangka pun ditetapkan, yaitu:
a. Diduga sebagai pemberi:
– Ending Fuad Hamidy sebagai Sekjen KONI
– Johnny E Awuy sebagai Bendahara Umum KONI

b. Diduga sebagai penerima:
– Mulyana sebagai Deputi IV Kemenpora
– Adhi Purnomo sebagai Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora dkk
– Eko Triyanto sebagai Staf Kemenpora dkk

Bila komitmen suap Rp 3,4 miliar, lalu uang Rp 7 miliar yang disita KPK berasal dari mana?

“Sekitar Rp 7 miliar itu adalah uang yang pencairan dari bantuan hibah di periode Desember ini. Ada dua kali, total Rp 7,9 miliar. Itu ditemukan di KONI,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (19/12/2018).

Febri menyebut pencairan melalui perbankan normal. Namun KPK tetap akan menelusuri lebih lanjut terkait uang itu.

“Tapi entah dengan alasan apa pencairan sampai cash Rp 7,9 miliar. Kami menduga dan tentu akan ditelusuri lebih lanjut sebagian uang tersebut terkait commitment fee yang telah dibicarakan sejak awal, sekitar Rp 3,4 miliar tersebut,” imbuh Febri.
(dhn/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

KPK Tetapkan 5 Orang Tersangka Suap Dana Hibah Kemenpora ke KONI

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus dugaan suap penyaluran bantuan dari Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Kemenpora kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Mereka adalah Deputi IV Kemenpora Mulyana (MUL), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo (AP), Staf Kemenpora Eko Triyanto (ET), Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy (EFH), dan Bendahara Umum KONI Jhony E. Awuy (JEA).

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan lima orang sebagai tersangka,” ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/12/2018).

Saut mengatakan, diduga Adhi Purnomo dan Eko Triyanto menerima pemberian sekurang-kurangnya Rp 318 juta dari pejabat KONI. Selain itu, Mulyana juga menerima Rp 100 juta melalui ATM.

Menurut Saut, selain menerima uang Rp 100 juta melalui ATM, Mulyana juga sebelumnya sudah menerima suap lain dari pejabat KONI. Yakni 1 unit Toyota Fortuner, 1 unit Samsung Galaxy Note 9, dan uang Rp 300 juta dari Jhony.

Uang tersebut diterima Mulyana, Adhi, dam Eko agar Kemenpora mengucurkan dana hibah kepada KONI. Dana hibah dari Kemenpora untuk KONI yang dialokasikan sebesar Rp 17,9 miliar.

“Di tahap awal, diduga KONI mengajukan proposal kepada Kemenpora untuk mendapatkan dana hibah tersebut. Diduga pengajuan dan penyaluran dana hibah sebagai akal-akalan dan tidak sesuai kondisi sebenarnya,” kata Saut.

 

KPK Tetapkan Sekjen-Bendum KONI dan Deputi IV Kemenpora Tersangka

Jakarta – KPK menetapkan lima orang tersangka dari operasi tangkap tangan (OTT) terkait penyaluran dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ke KONI. Mereka dijerat dengan pasal tindak pidana korupsi terkait suap.

KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan lima orang tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (19/12/2018).

Kelima tersangka itu adalah:
a. Diduga sebagai pemberi:
– Ending Fuad Hamidy sebagai Sekjen KONI
– Johnny E Awuy sebagai Bendahara Umum KONI

b. Diduga sebagai penerima:
– Mulyana sebagai Deputi IV Kemenpora
– Adhi Purnomo sebagai pejabat pembuat komitmen pada Kemenpora
– Eko Triyanto sebagai staf Kemenpora

“Diduga telah terjadi kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee sebesar 19,13 persen dari total dana hibah Rp 17,9 miliar, yaitu sejumlah Rp 3,4 miliar,” ucap Saut.

Ending dan Johnny dijerat melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP

Sedangkan, Mulyana, Adhi, dan Eko diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
(dhn/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

JK Nilai OTT Dana Hibah KONI Tak Pengaruhi Prestasi Olahraga

Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terkait dana hibah untuk KONI tidak mempengaruhi prestasi olahraga. Prestasi olehraga dipengaruhi oleh Menpora Imam Nahrawi hingga cabang olahraganya.

“Saya kira tidak (tidak berpengaruh terhadap prestasi olahraga)” kata JK di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (19/12/2018).

Prestasi olahraga dipengaruhi oleh banyak faktor. Menurut JK, selain faktor Menpora, cabang olahraga (cabor) juga berpengaruh terhadap prestasi.

“Ini kan prestasi olahraga di samping oleh menterinya juga oleh cabor yang bersangkutan,” ujarnya.

Namun, JK enggan berkomentar lebih jauh terkait OTT KPK yang dilakukan di Kemenpora.

“Saya belum tahu (soal OTT di Kemenpora), tapi baru tahu beritanya. Tapi belum tahu siapa yang kena, apa alasannya,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, OTT KPK di Kemenpora berkaitan dengan dana hibah untuk KONI.

“Dana hibah Kemenpora ke KONI,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada detikcom, Selasa (18/12).

Salah seorang pejabat yang ditangkap sebelumnya diketahui merupakan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana. Namun KPK belum menyebut kasus apa yang membelit Mulyana.
(nvl/idh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>