OJK Tindak 11 Kasus Penipuan Investasi Berkedok Koperasi

Liputan6.com, Jakarta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satuan Tugas Waspada Investasi berhasil menindak 11 penipuan investasi berkedok koperasi sepanjang tiga tahun terakhir. Penanganan itu diperoleh dari laporan korban dan sejumlah informasi yang beredar di media.

Ketua Satgas Waspada Investasi OJK, Tongam Lumban Tobing menegaskan, kesebelas entitas tersebut jelas tidak memiliki badan hukum alias ilegal. Akibatnya, banyak masyarakat yang tertipu dan mengakibatkan kerugian besar.

“Kerugiannya memang tidak bisa kita deteksi secara jelas, tapi seperti contohnya di Pandawa Depok itu kerugiannya Rp 5,8 triliun. Kemudian CSI Rp 3 triliun lebih. Itu besar-besar dan saat ini dalam proses hukum dan sudah dihukum di tingkat pengadilan,” jelas dia di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Tongam mengungkapkan beberapa entitas tersebut yakni, Koperasi Pandawa Mandiri Group, Koperasi BMT CSI Syariah Sejahtera, PT Compact Sejahtera Group, Koperasi Segitiga Bermuda, Koperasi Serba Usaha Agro Nusantara dan Koperasi Pandawa Malang.

Selain itu, Koperasi Putra Karya Alam Semesta, Koperasi Syariah Pesantren Entrepreneur, Koperasi Indonesia Bersatu, Koperasi Budaya Karyawan Bank Bumi Daya, serta Koperasi Harus Sukses Bersama.

“Jadi koperasi ini tidak besar, tapi mencuat karena menyentuh masyarakat kecil, sehingga kita tetap monitor, sehingga masyarakat tidak dirugikan penawaran-penawaran investasi ilegal ini,” jelas dia.

“Sekarang kita masih monitor dan setiap saat juga kami sangat mengharapkan bantuan masyarakat dan media untuk bisa beri informasi kepada kami, apabila ada penawaran-penawaran koperasi yang ilegal, namun informasikan ke satgas investasi,” sambungnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM, Suparno mengakui, selama ini pihaknya tidak mengetahui berapa jumlah laporan dan kasus yang telah ditangani kementerian. Namun, dapat dipastikan data yang dilaporkan OJK dengan pihaknya sama.

“Mungkin kalau angka tadi seperti yang di paparkan Pak Tongam kan sama, kita satu tim. Angka Pak Tongam itu kan kita punya namanya tim waspada investasi. Kementerian kita kan punya deputi pembiyaan, kelembagaan, dan pengawasan, saya pikir angkanya sama itu adalah kita tangani bersama,” ucap Suparno.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *