Obat Keracunan Makanan Disesuaikan dengan Gejalanya, Tidak Boleh Asal

Pada kebanyakan kasus, keracunan makanan tidak membutuhkan pengobatan khusus. Untuk meredakan gejala yang terjadi, obat keracunan makanan yang kamu perlukan hanyalah istirahat secukupnya dan minum banyak cairan karena jika kamu mengalami dehidrasi, maka gejala yang terjadi akan bertambah parah dan masa pemulihan akan menjadi makin lama.

Obat keracunan makanan bagi orang yang rentan mengalami dehidrasi sebaiknya diberikan cairan rehidrasi oral atau oralit. Oralit berfungsin untuk menggantikan glukosa, garam, dan mineral penting lain yang hilang akibat muntah dan diare.

Untuk sementara itu, obat keracunan makanan lainnya yang perlu kamu lakukan adalah menghindari makanan biasa hingga merasa lebih baik. Kamu bisa mengonsumsi makanan yang mudah dicerna seperti bubur.

Cara mengatasi keracunan makanan akan disesuaikan dengan penyebabnya, karena beda kuman, beda juga cara pengobatannya. Namun sebagian besar kasus keracunan makanan dapat sembuh sendiri dan tidak memerlukan obat keracunan makanan khusus.

Berikut beberapa prinsip umum bagaimana cara mengatasi keracunan makanan yang dapat kamu lakukan sendiri di rumah sebelum mendapatkan pertolongan medis:

– Istirahat yang cukup,

– Banyaklah minum air putih untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Bisa juga ditambah dengan minum oralit (larutan garam dan gula), – Konsumsi obat antidiare untuk memadatkan feses sekaligus untuk menyerap racun yang ada di dalam usus, seperti alumunium hidroksida atau kaopectate,

– Jangan berikan obat antimuntah. Cukup berikan obat tersebut jika kamu atau penderita mengalami dehidrasi parah,

– Makan makanan yang padat, seperti biskuit, serela kering secara perlahan sampai kamu bisa kembali mengonsumsi makanan seperti biasa. Hal ini berlaku juga untuk anak-anak,

– Terapkan pola hidup yang sehat dan selalu jaga keberishan diri sendiri.

Gejalanya yang Mengharuskan untuk Segera Mendapat Pengobatan

1. Mengalami deman yang tinggi,

2. Gejala yang dialami sangat parah dan tidak membaik hingga beberapa hari,

3. Sakit perut hebat,

4. Mengalami gejala dehidrasi parah, misalnya urine beraroma tidak enak, berwarna gelap, dan sangat sedikit,

5. Bayi kamu juga mengalami keracunan makanan,

6. Terjadi wabah keracunan makanan dan terkait dengan sumber kontaminasi tertentu,

7. Mengalami muntah-muntah lebih dari dua hari,

8. Diare yang berlangsung lebih dari tiga hari atau tinja bercampur darah, dan

9. Mengalami gejala seperti pendangan buram, otot lemas, atau sensasi geli di tangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *