Oppo Pamer Teknologi Zoom 10x, Apa Kehebatannya?

Barcelona – Tidak hanya membeberkan kesiapannya dalam menyongsong era 5G, Oppo turut memamerkan kehebatan teknologi 10x Lossless Zoom.

Product Manager Oppo Chuck Wang menjelaskan pihaknya membesut struktur tiga kamera belakang untuk mengatasi tantangan beragam jarak fokus dan zoom. Struktur ini terdiri dari kamera utama yang berukuran 48 MP.

Kamera kedua menggunakan lensa dengan ulta-wide-angle 120 derajat. Lalu kamera ketiga yang memakai lensa telephoto yang bertanggung jawab atas beragam jarak fokus.

“Panjang fokus lensa telephoto sepuluh kali dari lensa ultra wide angle, Dari 160 mm ke 160mm,” ungkap Wang.

Kendalanya ponsel saat ini harus tampil ramping dan bagian belakang flat. Tapi Oppo punya cara agar tetap ponselnya bisa men-zoom 10 kali tapi membuat modul kamera dengan ketebalan 15 mm saja. Modul periscope menjadi kuncinya.

Oppo Pamer Teknologi Zoom 10x, Apa Hebatnya?Foto: Anggoro Suryo Jati/detikINET

“Kami menempatkan struktur kamera dalam layout horizontal. Lalu kami gunakan kaca prisma dalam sistem lensa sehingga secara signifikan mengurangi ketebalan lensa,” jelas Wang.

“Bayangkan modul kamera hanya punya ketebalan 6,76mm, mengurangi 55% ketebalan. Nyaris sama tebalnya dengan lensa yang dipiliki R17 Pro,” imbuhnya.

Tapi tidak hanya itu rahasianya. Oppo turut menempatkan dua motor auto fokus pada kamera utama dan wide-angle-lens pada modul yang sama. Hal ini mengurangi 13% ruang sehingga pihaknya dapat menempatkan sensor besar pada lensa telephoto agar kualitas gambar lebih tajam dan realistis.

Oppo Pamer Teknologi Zoom 10x, Apa Hebatnya?Foto: Anggoro Suryo Jati/detikINET

Agar tidak blur ketika melakukan zoom, Oppo menempatkan Optical Image Stabilization pada kamera utama dan telephoto.

“Ketika kita menggunakan 10x Lossless Zoom, presisi stabilisasinya mencapai 0,001445 derajat. Ini 73% peningkatan dari teknologi Oppo 5X Lossless Zoom,” terang Wang.

Kabar baiknya, pengguna tidak harus menunggu lama untuk mencicipi inovasi Oppo ini. Vendor asal China itu telah memastikan akan memproduksi massal.

“Teknologi ini akan hadir di ponsel baru kami yang akan dirilis di kuartal kedua tahun ini. Sehingga pengguna dapat satu langkah lebih depat ke setiap momen hebat dalam hidupnya,” pungkas Wang.

Oppo Pamer Teknologi Zoom 10x, Apa Hebatnya?Foto: Anggoro Suryo Jati/detikINET

(afr/afr)

Penjelasan Jaksa Soal Kasus Perusakan Rumah di Makassar

Liputan6.com, Makassar – Kasus dugaan pidana perusakan rumah milik warga di Makassar terkatung-katung hingga memakan waktu nyaris dua tahun.

Berkas perkara dua orang tersangka dalam kasus tersebut masing-masing pemberi pekerjaan Jemis Kontaria dan Edi Wardus Philander selaku pemborong pekerjaan, hingga saat ini tak memperlihatkan isyarat akan dinyatakan lengkap (P 21). Malah berkas berulang kali hanya bolak-balik antara penyidik Kepolisian dalam hal ini Polda Sulsel dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sulsel.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara tersebut, Fitriani didampingi oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel Salahuddin mengaku jika pihaknya sulit memaksakan berkas kedua tersangka Berstatus P 21, karena hingga saat ini penyidik Polda Sulsel belum memenuhi kelengkapan berkas sebagaimana telah dituangkan dalam petunjuk yang diberikan pihaknya.

“Pasal yang diterapkan dalam perkara ini kan Pasal 406 Jo Pasal 55. Nah Pasal 55 ini kita minta ada pelaku materil (yang melakukan perusakan langsung dalam hal ini buruh) tidak hanya pelaku tidak langsung (yang menyuruh). Ini yang belum dipenuhi oleh penyidik karena keduanya harus dipidana, ini kan yang dimaksud ‘vicarious liability’,” kata Fitriani saat ditemui di ruangan kerja Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Kamis 21 Februari 2019.

Mengenai adanya putusan praperadilan bernomor 15/Pid.Pra/2016/PN.Makassar tertanggal 16 Agustus 2016 yang memutuskan dengan tegas jika para buruh yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polsek Wajo, tidak dapat dibebankan pidana karena mereka hanya menjalankan pekerjaan untuk memperoleh upah.

Sehingga berdasarkan putusan praperadilan tersebut, penyidik Polsek Wajo menghentikan proses penyidikan terhadap para buruh yang dimaksud, diakui Fitriani, itu tidak mengikat, tapi tetap akan menjadi pertimbangan dalam perkara yang telah menjerat pemberi pekerjaan Jemis Kontaria dan pemborong pekerjaan Edi Wardus sebagai tersangka.

Ia menjelaskan dalam putusan praperadilan yang meloloskan buruh dari jeratan pidana tersebut, sepengetahuannya juga terdapat pertimbangan Hakim bahwa jika terdapat kerusakan rumah seperti yang dipermasalahkan, sebaiknya ditempuh jalur gugatan perdata.

“Jadi amar putusan praperadilan yang meloloskan buruh dari jeratan pidana jangan juga dibaca sepotong-sepotong dong. Harus utuh,” kilah Fitriani.

Ia pun membantah ketika pihaknya dituding menolak kehadiran saksi ahli pidana untuk menjelaskan secara utuh mengenai petunjuk ‘vicarious liability’ (pertanggung jawaban pidana pengganti) yang diberikan pihaknya sebagai syarat kelengkapan berkas perkara kedua tersangka.

“Tidak pernah ada permintaan penyidik Polda Sulsel secara tertulis ke kami untuk gandeng ahli pidana menerangkan utuh terkait petunjuk yang kami berikan yakni tentang unsur ‘vicarious liability’ itu,” ujar Fitriani.

Ia berharap penyidik Polda Sulsel segera memenuhi petunjuk yang diberikan oleh pihaknya agar syarat kelengkapan berkas perkara kedua tersangka bisa segera terpenuhi dan dinyatakan perkara ini P.21.

“Hingga saat ini petunjuk kami sepertinya masih diupayakan dipenuhi oleh penyidik. Mendekat ini kami akan undang penyidik membicarakan masalah kelengkapan berkas perkara kasus perusakan rumah milik warga Makassar ini. Waktunya belum ada kepastian tapi jadwal gelar perkara bersama kita pasti akan lakukan secepatnya,” ungkap Fitriani.

Saksikan Video Pilihan Di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

Korban Tantang Jaksa Arahkan Penyidik Gandeng Ahli Hukum Pidana

Korban sekaligus pelapor kasus perusakan rumah, Irawati Lauw melalui Penasehat Hukumnya, Jermias Rarsina menanggapi pernyataan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fitriani yang menafsirkan Pasal 55 KUHP dalam perkara kasus perusakan rumah yang dilaporkan korban (kliennya) sejak tahun 2017 namun tidak menemui kepastian hukum.

Menurut Jermias, dalam hukum pidana dikenal adanya ajaran tentang delneming (penyertaan) Pasal 55 KUHP dan sudah banyak yurisprudensi (putusan hakim) mengenai hal itu dalam praktek peradilan pidana.

Seperti contoh yurisprudensi klasik dan itu semua orang hukum tahu tentang bagaimana pelaku langsung yang dipersamakan dengan pelaku tidak langsung didasarkan pada hal yang disebut sifat pribadi yang melekat pada manusia sebagai subyek hukum.

Di antaranya menurut Arrest Hoge Raad pada tanggal 21 April 1913, kata Jermias, berpendapat bahwa seorang pelaku tidak langsung itu bukan merupakan pelaku tetapi dipersamakan dengan seorang pelaku. Dimana sifat pribadi itulah yang merupakan unsur suatu kejahatan.

Olehnya itu, lanjut Jermias, inilah yang harus (wajib) ahli pidana dihadirkan sebagai salah satu instrumen alat bukti untuk membuat terang petunjuk Jaksa Penuntut Umum terkait unsur ‘vicarius liability’ terhadap pelaku penggantinya yaitu Jemis Kontaria (pemberi pekerjaan) dan Edi Wardus (pemborong pekerjaan) atas perbuatan pekerjaan dari buruh sehingga berakibat rusak rumah.

Dengan menyimak penjelasan diatas, kata Jermias, justru hukum pidana telah membuat batasan pertanggung jawaban pidana bagi buruh.

“Di sinilah berfungsi ajaran delneming, yang mana ‘vicarious liability’ dapat berlaku bagi pelaku tidak langsung. Jadi tidak berarti karena ada pelaku langsung yang sudah dibatasi pertanggung jawaban pidana, lalu tidak dapat dibebankan kewajiban bertanggung jawab secara pidana kepada pelaku tidak langsung. Keliru jika ada yang beranggapan demikian,” jelas Jermias via telepon, Jumat (22/2/2019).

Tanpa mengurangi peran dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam bertafsir mengenai penerapan Pasal 170 dan Pasal 406 Jo Pasal 55 KUHP perihal perusakan, Jermias menyarankan sebaiknya lebih tepat jika Jaksa Penuntut Umum menghadirkan ahli pidana untuk membuat terang ajaran delneming tentang vicarious liability.

“Apa susahnya? Jika berlama lama, ada apa?,” Jermias menandaskan.

Diketahui, perkara dugaan pengrusakan rumah di Jalan Buruh Makassar awalnya ditangani Polsek Wajo dengan menetapkan beberapa orang buruh yang dipekerjakan oleh Jemis Kontaria (pemberi pekerjaan) menjadi tersangka.

Usai ditetapkan tersangka, Jemis pun mencoba membela para buruhnya dengan melakukan upaya hukum praperadilan ke Pengadilan Negeri Makassar. Alhasil Hakim Tunggal, Cenning Budiana yang memimpin sidang praperadilan kala itu menerima upaya praperdilan yang diajukan oleh para buruh. Perkara dugaan pengrusakan yang ditangani Polsek Wajo pun akhirnya berhenti (SP.3).

Kemudian perkara kembali dilaporkan ke Polda Sulsel dan akhirnya menetapkan Jemis Kontaria selaku pemberi pekerjaan dan Edi Wardus Philander selaku pemborong pekerjaan sebagai tersangka.

Namun belakangan, dia tak terima status tersangkanya tersebut, sehingga ia mengajukan upaya praperadilan ke Pengadilan Negeri Makassar. Alhasil sidang praperadilan yang dipimpin Hakim tunggal Basuki Wiyono menolak gugatan praperadilan yang diajukan Jemis melalui Penasehat Hukumnya dan menyatakan status tersangkanya sah secara hukum dan memerintahkan agar penyidikannya segera dilanjutkan

Mesin Unik Suzuki Dipatenkan

Liputan6.com, Jakarta – Suzuki dikabarkan mematenkan mesin baru yang tengah dikembangkan. Spesifikasi lengkapnya masih dirahasiakan, namun dari gambar tersebut nampak konfigurasi mesin tersebut keliatan unik.

Mengutip dari Morebike.co.uk, dapur pacu tersebut dibuat terbalik dengan blok mesin yang nyaris horizontal berada di atas dan gearbox di bawahnya. Lubang header knalpot pun menghadap ke bawah.

Konfigurasi ini bisa dibilang benar-benar baru di dunia sepeda motor. Kemungkinan, manfaatnya adalah membuat jarak antar sumbu rodanya menjadi lebih pendek untuk menyempurnakan handling dan memanjangkan swingarm guna meningkatkan kestabilannya.

Meski demikian, ada beberapa aspek yang harus dikorbankan, yaitu ruang penyimpanan. Dengan blok silinder di atas, tangki bahan bakar dibuat lebih ke belakang dan sistem elektronik dipindah ke depan.

Pasalnya, ruang yang biasanya digunakan untuk tangki bahan bakar kini dialihkan sebagai lokasi airbox. Selain itu, penempatan radiatornya juga masih belum jelas.

Sampai saat ini, pihak Suzuki juga belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait desain ini. Yang jelas, pabrikan asal Jepang tersebut ingin berinovasi untuk menyempurnakan berbagai produknya.

Sumber: Otosia.com

Hasil Liga Europa: Depak Zurich, Napoli Mantap ke Babak 16 Besar

NaplesNapoli mengalahkan FC Zurich dengan skor 2-0 di leg kedua babak 32 besar Liga Europa. Napoli pun melangkah mantap ke babak 16 besar.

Napoli menjamu Zurich pada pertandingan leg kedua babak 32 besar Liga Europa di San Paolo, Jumat (22/2/2019) dini hari WIB. Dari laga leg pertama di kandang Zurich, Napoli menang 3-1.

Meski berada di atas angin berkat kemenangan di leg pertama, Napoli tetap tampil menyerang. Lorenzo Insigne sempat mendapat dua peluang bagus dalam waktu berdekatan.

Bola umpan silang yang dibelokkan Simone Verdi mengarah ke Insigne. Dia melepaskan tembakan, tapi diblok. Bola muntah kembali ke arahnya dan pemain Napoli itu mencoba memaksimalkannya. Kali ini tendangan Insigne mengenai mistar gawang.

Peluang kembali didapat Napoli. Dari tendangan bebas, Insigne mengirim bola ke kotak penalti. Dries Mertens meneruskannya dengan tembakan, tapi ditepis oleh Yanick Brecher.

Napoli membuka keunggulan pada menit ke-43. Adam Ounas melakukan tusukan dari kanan dan kemudian mengirim umpan yang dituntaskan dengan tendangan voli oleh Verdi.

Pada awal babak kedua, Zurich sempat dapat peluang emas untuk mencetak gol. Benjamin Kololli melepaskan umpan yang disambut Salim Khelifi dengan tendangan voli. Namun, meski dari jarak dekat, Khelifi tak mampu megnarahkan tendangannya ke gawang.

Adam Ounas nyaris menggandakan keunggulan Napoli lewat tendangan kaki kanannya usai memanfaatkan bola dari sepak pojok. Sepakan Ounas itu memaksa Brecher melakukan penyelamatan dengan kakinya.

Ounas akhirnya benar-benar mencetak gol untuk Napoli pada menit ke-76. Mendapat bola terobosan dari Mertens, Ounas kemudian melepaskan tembakan untuk menjebol gawang Zurich.

Arkadiusz Milik nyari menambah gol Napoli. Striker asal Polandia itu melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, tapi ditepis oleh Brecher.

Dengan kemenangan ini, Napoli lolos ke babak 16 besar dengan keunggulan agregat 5-1 atas Zurich.

Susunan Pemain

Napoli: Meret; Hysaj, Chiriches (Luperto 56), Koulibaly, Ghoulam; Ounas (Milik 77), Diawara, Zielinski (Allan 66), Verdi; Insigne, Mertens

FC Zurich: Brecher; Winter, Bangura, M Kryeziu, Kololli (Kharabadze 82); Khelifi, Sohm, Domgjoni, Schonbachler (Krasniqi 65); Odey (Zumberi 60), Ceesay

(nds/cas)


Cerita Lagu Boneka Abdi Mendadak Populer sebagai Pemanggil Arwah

Liputan6.com, Bandung – Mendengarkan lagu bagi sebagian orang adalah cara menghibur diri atau menghilangkan bosan. Di sisi lain, lagu yang sudah familiar di telinga ternyata ada beberapa yang dikaitkan dengan kejadian aneh atau misterius.

Bagi yang bermukim di daerah Jawa Barat, tentu hafal dengan lagu “Boneka Abdi”. Mengingat lagu “Boneka Abdi” sudah ada sejak lama, hingga saat ini lagu tersebut masih kerap dinyanyikan oleh banyak orang, terutama anak-anak.

“Boneka Abdi” dibawakan dengan bahasa Sunda. Liriknya sebagai berikut: “Abdi teh ayeuna gaduh hiji boneka. Teu kinten saena sareng lucuna. Ku abdi di erokan, erokna sae pisan. Cing mangga tingali boneka abdi”.


Jika diterjemahkan secara bebas dalam bahasa Indonesia kurang lebih artinya begini: Saya sekarang punya sebuah boneka. Tak terkira bagus dan lucu. Saya pakaikan rok, roknya pun bagus. Ayo silakan lihat boneka saya.

Sekilas tak ada yang mengerikan dari lagu anak-anak tersebut. Bahkan, nyaris tidak ada hal yang menyeramkan yang dikandung dari lirik lagunya. Makna lagunya pun cenderung riang dan gembira.

Lalu, dari mana unsur kemistikan lagu “Boneka Abdi” berasal?

Pada awalnya, lagu ini mulai jadi lagu menyeramkan kala muncul dalam film Jelangkung (2011) sebagai latar kedatangan hantu suster ngesot. Lagu tersebut semakin populer setelah dijadikan soundtrack dalam film horor berjudul Danur (2017).

Seperti diungkapkan penyanyi dan penulis Risa Saraswati saat membuat lagu Story of Peter yang bercerita tentang sahabat hantu. Untuk diketahui, Story of Peter merupakan sebuah album musik perdana milik Sarasvati yang merupakan sebuah projek solo Risa yang dirilis pada tahun 2011.

“Bukan berniat menakuti, tapi pada masanya lagu ini konon memang digemari oleh anak-anak Belanda yang dulu pernah tinggal di Hindia Belanda atau sekarang bernama Indonesia,” kata Risa dalam blog-nya.

Selain itu, Risa sendiri mengaku ia pernah membawakan “Boneka Abdi” di atas sebuah panggung di Bandung bersama band Sarasvati. Menurut dia, pengunjung ketakutan mendengar lagu tersebut.

Kepopuleran lagu “Boneka Abdi” semakin meningkat seiring rilisnya film horor berjudul Danur yang disutradarai oleh Awi Suryadi di tahun 2017. Ceritanya pun diangkat dari sebuah novel misteri karangan dari Risa dengan judul Gerbang Dialog Danur.

Film ini mengisahkan tentang seorang perempuan bernama Risa yang mempunyai kemampuan indigo. Dari situ, ia bisa melihat hal-hal gaib yang tidak bisa dilihat orang lain. Risa sendiri bersahabat dengan lima hantu anak anak Hindia Belanda yang meninggal saat pendudukan Jepang. Kelimanya, yaitu Peter, Hans, Hendrick, William, dan Johnsen.

Barangkali setelah dijadikan soundtrack film Danur, lagu ini berubah menjadi cukup mencekam jika dinyanyikan sendiri. Hal itu mengingat dalam film tersebut dijadikan lagu pemanggil hantu atau arwah.

2 dari 3 halaman

Lagunya Berasal dari Eropa

Terlepas dari ada atau tidaknya unsur mistik, lagu “Boneka Abdi” memang memiliki sejarah sebab lagu tersebut berasal dari Jerman.

Judul lagu aslinya adalah “Hanschen Klein”, sebuah lagu rakyat tradisional Jerman dan lagu anak-anak yang berasal dari periode Biedermeier dari abad ke-19. Bahkan, saking populernya, lagu tersebut akhirnya dibuat versi bahasa Inggris sebagai “Little Hans”.

Beberapa sumber menyebutkan, lagu yang satu ini sering dinyanyikan oleh para penjajah Hindia Belanda saat berada di Indonesia.

Singkat cerita, para penduduk pribumi terutama kaum ibu sering menyanyikannya untuk menghibur anak-anak mereka dengan lagu tersebut karena mereka sering mendengar dari majikannya.

Dalam versi bahasa Jerman, lagu ini mengisahkan tentang seorang anak laki-laki bernama Hans yang berpetulang mengelilingi dunia. Berbeda dengan versi bahasa Sunda yang malah menceritakan tentang sebuah boneka lucu.

Kemiripan dari kedua lagu tersebut hanyalah dalam nadanya. Sedangkan, lirik dan judulnya sangat berbeda. Berikut lirik dari judul “Hanschen Klein”.

Habschen klein ging allein, in die weite Welt hinein

Stock und Hut stehn ihm gut, ist gar wohlgemut

Doch die Mutter weinet sehr, hat ja nun kein Hanschen mehr

Da besinnt sich das Kind kehrt nach Haus geschwin.

Sedangkan dalam versi bahasa Inggris yaitu:

Little Hans went alone, out into the wide world

Staff and hat suit him well, he is in good spirits

But his mother cries so much, for she no longer has little Hans

Look! the child changes his mind, and returns quickly home.

3 dari 3 halaman

Cerita Rakyat

Retty Isnendes dari Departemen Pendidikan Bahasa Sunda Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengatakan, lagu “Boneka Abdi” merupakan produk Kakawihan. Kakawihan merupakan salah satu bentuk folklor lisan hasil kebudayaan lama masyarakat Sunda.

Kakawihan ini sering dikaitkan dengan kaulinan barudak urang Sunda, artinya bahwa kakawihan tidak terlepas dari sebuah nyanyian yang sering dibawakan pada permainan anak-anak masyarakat Sunda.

“Faktanya, lagu “Boneka Abdi” ini sudah ada sejak saya masih anak-anak usia lima tahun dan sering dinyanyikan oleh orangtua kepada anak-anaknya,” kata Retty sambil menambahkan lagu tersebut bermaksud untuk menghibur anak-anak.

Lebih jauh Retty mengungkapkan, lagu “Boneka Abdi” pernah diteliti asal muasalnya. Jika dilihat dari kalimat yang dipakai dalam lagu tersebut, sangat besar kemungkinan pengarang lirik lagu ini berasal dari Priangan.

“Dapat disimpulkan lagu tersebut diciptakan seniman Priangan. Karena liriknya menggunakan undak-usuk (tingkatan bahasa Sunda) yang halus,” ucapnya.

Meski lagu aslinya berasal dari Jerman, lagu “Boneka Abdi” sudah menjadi folklor di masyarakat. Hal itu diperkuat dengan keberadaan lagu tersebut yang sudah dinyanyikan lebih dari satu generasi.

“Kemungkinan ada produk budaya yang dibawa dari luar jika diketahui pembawanya. Untuk pembawanya siapa memang belum ada penelitiannya. Akan tetapi sudah kadung populer dan sampai ke tanah Sunda,” kata Retty.


Simak video pilihan berikut ini:

Kasus Perusakan Rumah di Makassar Terkatung-Katung, Begini Keterangan Polisi dan Jaksa

Liputan6.com, Makassar Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) saling membantah terkait kasus dugaan pidana perusakan rumah secara bersama-sama yang dikabarkan terkatung-katung nyaris dua tahun.

Polda Sulsel pun angkat bicara membantah tudingan jika selama ini pihaknya dianggap sebagai biang penyebab terkatung-katungnya penanganan kasus perusakan rumah yang telah dilaporkan korbannya, Irawati Lauw, warga Jalan Buru, Kecamatan Wajo, Makassar sejak tahun 2017.

Salah satunya diduga tidak melampirkan bukti putusan praperadilan, sehingga berkas perkara para tersangka dalam kasus tersebut tidak dapat dinyatakan lengkap (P.21) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Semua bukti kita lampirkan dalam berkas perkara termasuk putusan praperadilan yang dimaksud,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Sulsel, Kombes Pol Indra Jaya via pesan singkat, Kamis (21/2/2019).

Terpisah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fitriani melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin mengatakan ada dua putusan praperadilan yang terkait dengan kasus perusakan rumah tersebut. Yakni putusan praperadilan yang menyatakan para buruh tak bisa dibebankan pidana dan putusan praperadilan yang menyatakan sahnya penetapan tersangka terhadap pemberi pekerjaan dan pemborong pekerjaan.

“Hanya satu bukti putusan praperadilan yang dilampirkan dalam berkas yakni putusan praperadilan yang menyatakan tidak dapat membebankan pidana pada buruh. Kalau putusan praperadilan satunya tak ada,” kata Salahuddin saat ditemui di ruangan kerjanya, Kamis (21/2/2019).

Ia mengatakan hingga saat ini berkas perkara kedua tersangka masing-masing pemberi pekerjaan, Jemis Kontaria dan Edy Wardus sebagai pemborong pekerjaan belum dikembalikan penyidik Polda Sulsel setelah dipulangkan oleh JPU. Sebab belum terpenuhinya petunjuk yang diberikan oleh JPU untuk kelengkapan berkas perkara kedua tersangka.

“Sekarang berkas perkara tersangka perusakan rumah kan masih di Polda dan belum dikembalikan ke jaksa untuk kembali diteliti,” jelas Salahuddin.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Kronologi Panjang Kasus Perusakan Rumah

Perkara dugaan perusakan rumah secara bersama-sama di Jalan Buruh Makassar, awalnya ditangani Polsek Wajo dengan menetapkan beberapa orang buruh yang dipekerjakan oleh Jemis Kontaria menjadi tersangka.

Usai ditetapkan tersangka, Jemis pun mencoba membela para buruhnya dengan melakukan upaya hukum praperadilan ke Pengadilan Negeri Makassar. Alhasil Hakim Tunggal, Cenning Budiana yang memimpin sidang praperadilan kala itu menerima upaya praperadilan. Perkara dugaan perusakan yang ditangani Polsek Wajo pun akhirnya berhenti.

Kemudian perkara kembali dilaporkan ke Polda Sulsel dan akhirnya menetapkan Jemis Kontaria selaku pemberi pekerjaan dan Edi Wardus Philander selaku pemborong pekerjaan sebagai tersangka. Namun belakangan dia tak terima status tersangkanya itu, sehingga kembali lagi melakukan praperadilan ke PN Makassar.

Alhasil sidang praperadilan yang dipimpin Hakim tunggal Basuki Wiyono menolak gugatan praperadilan yang diajukan Jemis dan Edi dan menyatakan status tersangkanya sah secara hukum dan memerintahkan agar proses penyidikannya segera dilanjutkan.

Meski demikian, penanganan kasus ini tak kunjung tuntas dan dinyatakan P 21. Korban dalam hal ini pelapor, Irawati Lauw melalui penasehat hukumnya, Jermias Rarsina mengaku tak tahu harus berbuat apa lagi, agar kasus perusakan terhadap rumah yang ia laporkan ke Polda Susel sejak tahun 2017 lalu, bisa segera mendapatkan kepastian hukum. Sekaligus agar para tersangka dapat segera diseret hingga meja hijau untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Kasus ini sangat jelas dan seluruh alat bukti sangat mendukung. Tapi sangat aneh hingga 2 tahun tak juga dapat dinyatakan rampung,” kata Jermias di kediamannya di Jalan Buru, Kecamatan Wajo, Makassar.

Beberapa alat bukti yang dimaksud, beber Jermias, di antaranya bukti putusan praperadilan yang menyatakan keabsahan proses penyelidikan hingga penyidikan kemudian mengenai penetapan tersangka.

“Seluruh proses hingga prosedur penetapan tersangka telah sesuai dan dinyatakan sah oleh sidang praperadilan yang bernomor 32/Pid.Pra/2017/PN.Makassar tertanggal 4 Desember 2017. Jadi jelas kan alat buktinya,” beber Jermias.

Tak hanya itu, bukti pembebanan pidana pada kedua tersangka dalam kasus perusakan rumah yang dilaporkan korban, juga telah didukung oleh putusan praperadilan lainnya. Yakni putusan praperadilan bernomor 15/pid.Pra/2016/PN.Makassar tertanggal 16 Agustus 2016.

Di mana dalam putusan tersebut menyatakan tegas jika para buruh yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polsek Wajo, tidak dapat dibebankan pidana karena mereka hanya menjalankan pekerjaan untuk memperoleh upah.

Sehingga berdasarkan putusan praperadilan tersebut, penyidik Polsek Wajo menghentikan proses penyidikan terhadap para buruh yang dimaksud.

“Putusan praperadilan ini juga kami lampirkan sebagai bukti dalam pelaporan awal dugaan perusakan rumah milik korban di tingkat Polda Sulsel,” terang Jermias.

Sehingga d itangan penyidik Polda Sulsel, kasus dugaan perusakan rumah tersebut telah menjerat pemberi pekerjaan dan pemborong pekerjaan sebagai tersangka. Keduanya masing-masing Jemis Kontaria dan Edy Wardus Philander.

“Jadi semua alat bukti sangat kuat. Utamanya kedua putusan praperadilan yang kami lampirkan. Yang kami takut jangan sampai alat bukti ini tidak dilampirkan dalam berkas perkara sehingga berdampak pada kejelasan perkara atau berkas sulit untuk dinyatakan P.21,” tutur Jermias.

Prasangka itu, diakui Jermias, bukannya tidak mendasar. Melainkan dengan melihat pertimbangan petunjuk jaksa yang menekankan kepada penyidik Polda Sulsel agar mendalami unsur ‘vicariuos Liability’ atau pertanggung jawaban pidana pengganti dalam perkara tersebut sebagai kelengkapan berkas perkara.

“Inilah yang menjadi petunjuk jaksa yang harus dipenuhi penyidik Polda Sulsel dan hingga saat ini belum dipenuhi. Padahal jika merujuk pada putusan praperadilan No.15/Pid.Pra/2016/PN.Makassar, tanggal 16 Agustus 2016, petunjuk yang dimaksud tidak perlu ada,” ungkap Jermias.

Sejak korban melapor di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel sesuai Nomor Laporan Polisi :LPB/343/VIII/2017/SPKT tertanggal 8 Agustus 2017 tentang perusakan rumah secara bersama-sama, korban telah melengkapi barang bukti berupa surat putusan praperadilan No.15/Pid.Pra/2016/PN.Makassar, tanggal 16 Agustus 2016 dalam rangka pendukung proses penyelidikan.

Di mana inti dalam putusan praperadilan tersebut menghentikan penyidikan perkara terhadap buruh bangunan dengan alasan mereka menjalankan pekerjaan untuk mendapatkan upah, olehnya itu tidak dàpat dimintai pertanggung jawaban pidana kepada mereka sebagaimana tertuang dalam putusan praperadilan terdahulu.

Sehingga sejak awal penyelidikan perkara, penyidik Polda Sulsel telah mengantongi alat bukti putusan praperadilan tersebut yang dijadikan dasar bagi korban untuk kembali melapor ulang di Polda Sulsel terhadap pemberi pekerjaan, Jemis Kontaria dan pemborong pekerjaan Edy Wardus Philander, bukan lagi buruh bangunan.

“Di sinilah peran ahli hukum pidana untuk mendudukkan pertanggung jawaban pidana pemberi pekerjaan dan pemborong sebagai ‘vicarous liability’ dalam hubungannya dengan para buruh yang sudah nyata merusak rumah/bangunan, namun mereka tidak dapat dipidana,” Jermias menandaskan.

Mars Munajat 212: Ijtimak Pegangan Kami untuk Pilih Presiden RI

JakartaMunajat 212 masih berlangsung hingga nyaris tengah malam. Panitia mengajak massa menyanyikan lagu semacam mars di acara itu.

Pemandu acara mengenalkan mars tersebut kepada massa dari panggung Munajat 212 di silang Monas, Kamis (21/2/2019) sekitar pukul 23.00 WIB. Nada mars ini diambil dari mars Aksi Bela Islam.

Mars ini diberi judul Aksi Bela Negeri. Berikut liriknya:
Ulama komando kami
ijtimak pegangan kami
untuk pilih presiden RI
kami taat kami patuhi
Allahuakbar 3x
Aksi Bela Negeri 3x

Setelah menyanyikan mars tersebut, Munajat 212 dilanjutkan dengan mendengarkan ceramah. Sebelumnya, selain ada sambutan-sambutan, ada juga ceramah dan pembacaan puisi.
(tor/fjp)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sorakan Pendukung Atletico: Ronaldo si Pemerkosa

MadridCristiano Ronaldo menjalani malam yang berat di Wanda Metropolitano. Selain Juventus kalah dari Atletico Madrid, dia juga jadi sasaran serangan verbal fans lawan.

Ronaldo tak bisa berbuat banyak membantu Juventus terhindar dari kekalahan saat bertamu ke Atletico Madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (21/2/2019) dinihari WIB. Bianconeri pulang dari markas Atletico dengan kekalahan 0-2.

Bintang sepakbola Portugal itu juga ikut ‘berperan’ dalam gol kedua Atletico. Tembakan Diego Godin dari sudut sempit sempat membentur tubuhnya sebelum masuk ke gawang.

Di nyaris sepanjang pertandingan, Ronaldo juga dapat tekanan besar dari pendukung garis keras Atletico. Terdengar teriakan ‘Ronaldo Mati’ dan ‘Ronaldo si Pemerkosa’. Demikian dikutip dari Marca.

Serangan verbal tersebut terkait dengan kasus pemerkosaan yang kini membelit Ronaldo. Dia tuding memperkosa seorang wanita di Amerika Serikat beberapa tahun lalu. Kasusnya masih berlangsung hingga kini.

Ronaldo tentu saja juga merupakan musuh besar Atletico. Selama sembilan tahun membela Real Madrid, dia mencetak 22 gol dalam 31 pertandingan Derby Madrid.

(din/din)

Spesifikasi Galaxy S10 Plus, Smartphone Lima Kamera dan RAM 12GB

Liputan6.com, San Francisco – Samsung akhirnya mengumumkan seri flagship Galaxy S10 di San Francisco, Amerika Serikat (AS), pada Rabu (20/2/2019) atau Kamis (21/2/2019) dini hari, waktu Indonesia.

Perusahaan memyuguhkan serangkaian peningkatan performa untuk lini Galaxy S10, yang kehadirannya sekaligus menandai 10 tahun seri flagship tersebut.

Samsung untuk pertama kalinya, menghadirkan tiga varian dari seri flagship Galaxy. Ketiganya adalah Galaxy S10 Plus, Galaxy S10, dan Galaxy S10e.

Dari ketiganya, hanya Galaxy S10 Plus dan S10 yang memiliki fitur pemindai sidik jari di dalam layar. Fitur keamanan baru ini menggunakan sensor sidik jari ultrasonic. Samsung mengklaim teknologi baru ini memiliki tingkat keamanan yang tinggi.

Lebih lanjut, ada sejumlah perbedaan spesifikasi lain di antara Galaxy S10 Plus, S10, dan S10e, termasuk dari ukuran layar dan spesifikasi kamera.

2 dari 3 halaman

Rincian Spesifikasi Galaxy S10 Plus

Kamera belakang Galaxy S10 Plus. Liputan6.com/ Andina Librianty

Galaxy S10 Plus menjadi yang paling premium di antara ketiga varian smartphone ini. Galaxy S10 dilengkapi layar Quad HD+ Curved Dynamic AMOLED berukuran 6,4 inci dengan aspek rasio 19:9.

Smartphone ini memiliki bodi nyaris tanpa bingkai berkat teknologi Infinity-O display yang mengoptimalkan layarnya.

Galaxy S10 Plus juga memiliki tiga kamera belakang dengan spesifikasi, satu lensa kamera beresolusi 12MP dengan F2,4 untuk Telephoto (45°), kemudian Wide-angle 12MP , F1,5 (77°), dan terakhir untuk Ultra Wide dengan resolusi 16MP, F2,2 (123°). Kamera belakang ini bisa melakukan 0,5/2x hingga 10x optical zoom.

Sementara itu, terdapat dua kamera depan. Spesifikasinya adalah 10MP untuk selfie (80°), dan 8MP (90°) RGB Depth. Smartphone ini memiliki dimensi 74,1 x 157,6, dan 7,8mm dengan berat 175 gram.

Galaxy S10+ memiliki sejumlah opsi RAM dan memori internal yakni 8/128GB, 8/512GB, 12/1TB. Selain itu, juga ada opsi untuk menambahkan memori penyimpanan dengan MicroSD maksimal 512GB. Kapasitas baterainya sebesar 4.100mAh.

3 dari 3 halaman

Fitur Lain dan Penjualan

Wireless PowerShare. Liputan6.com/ Andina Librianty

Samsung melengkapi seluruh varian Galaxy S10 dengan Intelligence Camera, yang dapat mengenali 30 scene secara otomatis. Sebelumnya, Galaxy S9 hanya dapat mengenali 20 scene. Ketiganya juga memiliki ketahanan terhadap debu dan air dengan sertifikat IP68.

Wireless PowerShare. Liputan6.com/ Andina Librianty

Ketiganya smartphone yang kompatibel dengan jaringan 4G LTE ini disokong prosesor octa-core, serta memiliki teknologi Fast Charging. Selain itu, Samsung juga menghadirkan teknologi Wireless PowerShare.

Melalui teknologi baru ini, ketiganya bisa membantu mengisi baterai perangkat lain, seperti smartphone, perangkat wearable Samsung, dan Galaxy Buds.

(Din/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Samsung Galaxy S10, S10 Plus, dan S10e Resmi Meluncur di San Francisco

Liputan6.com, San Francisco – Samsung akhirnya mengumumkan seri flagship Galaxy S10 di San Francisco, Amerika Serikat (AS), pada Rabu (20/2/2019) atau Kamis (21/2/2019) dini hari, waktu Indonesia.

Perusahaan memyuguhkan serangkaian peningkatan performa untuk lini Galaxy S10, yang kehadirannya sekaligus menandai 10 tahun seri flagship tersebut.

Samsung untuk pertama kalinya, menghadirkan tiga varian dari seri flagship Galaxy. Ketiganya adalah Galaxy S10 Plus, Galaxy S10, dan Galaxy S10e.

Dari ketiganya, hanya Galaxy S10 Plus dan S10 yang memiliki fitur pemindai sidik jari di dalam layar. Fitur keamanan baru ini menggunakan sensor sidik jari ultrasonic. Samsung mengklaim teknologi baru ini memiliki tingkat keamanan yang tinggi.

“Samsung selalu berupaya mendorong inovasi melampaui batas. Karenanya, kami menghadirkan smartphone dengan user interface yang lebih intuitif, keamanan yang lebih baik, performa lebih cepat, layar lebih besar. Ladies and Gentleman, perkenalkan Galaxy S10 Plus,” tutur President of Samsung Electronics DJ Koh saat peluncuran Galaxy S10 di San Fransisco, Amerika Serikat, Kamis (21/2/2019).  

Lebih lanjut, ada sejumlah perbedaan spesifikasi lain di antara Galaxy S10 Plus, Galaxy S10, dan Galaxy S10e, termasuk dari ukuran layar dan spesifikasi kamera. Nah, berikut rincian spesifikasi ketiganya.

2 dari 5 halaman

1. Galaxy S10 Plus

Dual kamera selfie di Galaxy S10 Plus. Liputan6.com/ Andina Librianty

Galaxy S10 Plus menjadi yang paling premium di antara ketiga varian smartphone ini. Galaxy S10 dilengkapi layar Quad HD+ Curved Dynamic AMOLED berukuran 6,4 inci dengan aspek rasio 19:9. Smartphone ini memiliki bodi nyaris tanpa bingkai berkat teknologi Infinity-O display yang mengoptimalkan layarnya.

Smartphone ini juga memiliki tiga kamera belakang dan Dual OIS. Samsung menambah satu lensa kamera belakang untuk Galaxy S10 Plus. Pendahulunya, Galaxy S9 Plus hanya memiliki dua kamera belakang.

Untuk spesifikasinya, satu lensa kamera beresolusi 12MP dengan F2,4 untuk Telephoto (45°), kemudian Wide-Angle 12MP , F1,5 (77°), dan terakhir untuk Ultra Wide dengan resolusi 16MP, F2,2 (123°). Kamera belakang ini bisa melakukan 0,5/2x hingga 10x optical zoom.

Kamera belakang Galaxy S10 Plus. Liputan6.com/ Andina Librianty

Sementara itu, terdapat dua kamera depan. Spesifikasinya adalah 10MP untuk selfie (80°), dan 8MP (90°) RGB Depth. Smartphone ini memiliki dimensi 74,1 x 157,6, dan 7,8mm dengan berat 175 gram.

Galaxy S10 Plus memiliki sejumlah opsi RAM dan memori internal yakni 8/128GB, 8/512GB, 12/1TB. Selain itu, juga ada opsi untuk menambahkan memori penyimpanan dengan MicroSD maksimal 512GB. Kapasitas baterainya sebesar 4.100mAh.

3 dari 5 halaman

2. Galaxy S10

Tampilan depan Samsung Galaxy S10. Liputan6.com/ Andina Librianty

Galaxy S10 memiliki jenis layar yang sama dengan versi “jumbonya”, tapi berukuran lebih kecil yakni 6,1 inci. Smartphone ini juga memiliki tiga kamera belakang dengan kemampuan sama seperti Galaxy S10 Plus.

Berbeda dengan Galaxy S10 Plus yang memiliki dual kamera depan, Galaxy S10 hanya dilengkapi satu kamera depan. Samsung melengkapi kamera depan smartphone dengan resolusi 10MP dengan F1,9 (80°).

Tampilan belakang Samsung Galaxy S10. Liputan6.com/ Andina Librianty

Smartphone dengan opsi RAM dan memori internal 8/128GB dan 8/512GB ini disokong baterai 3.400mAh. Galaxy S10 memiliki dimensi bodi 70,4mm x 149,9 x 7,8 mm dengan berat 157 gram.

4 dari 5 halaman

3. Galaxy S10e

Samsung Galaxy S10e. Liputan6.com/Andina Librianty

Sementara itu, Galaxy S10e menjadi yang paling kecil dengan layar Full HD+ Flat Dynamic AMOLED berukuran 5,8 inci dan aspek rasio 19:9. Sebagai bagian dari keluarga flagship, Samsung mengklaim Galaxy S10e dilengkapi serangkaian fitur premium, tapi dengan bodi yang lebih compact.

Galaxy S10e memiliki dua kamera belakang dengan OIS. Kamera pertama memiliki resolusi 12MP untuk Wide-angle dengan F1,5 (77°) dan 16MP untuk Ultra Wide (123°). Sedangkan, pada bagian depan hanya memiliki satu kamera dengan resolusi 10MP, F2,2 (80°).

Kamera belakang Samsung Galaxy S10e. Liputan6.com/Andina Librianty

Smartphone dengan baterai 3.100mAh ini memiliki dua opsi penyimpanan dengan RAM dan memori internal 6/128GB, serta 8/256GB. Dimensi perangkat ini adalah 69,9 x 142,2 x 7,9mm dengan berat 150 gram.

5 dari 5 halaman

Fitur Lain dan Penjualan

Wireless PowerShare. Liputan6.com/ Andina Librianty

Samsung melengkapi seluruh varian Galaxy S10 dengan Intelligence Camera, yang dapat mengenali 30 scene secara otomatis. Sebelumnya, Galaxy S9 hanya dapat mengenali 20 scene. Ketiganya juga memiliki ketahanan terhadap debu dan air dengan sertifikat IP68.

Ketiga smartphone yang kompatibel dengan jaringan 4G LTE ini disokong prosesor octa-core, serta memiliki teknologi Fast Charging.

Wireless PowerShare. Liputan6.com/ Andina Librianty

Selain itu, Samsung juga menghadirkan teknologi Wireless PowerShare. Melalui teknologi baru ini, ketiganya bisa membantu mengisi baterai perangkat lain, seperti smartphone, perangkat wearable Samsung, dan Galaxy Buds.

(Din/Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: