Anggaran TNI Disoal, Menhan: Sudahlah Gatot Nurmantyo, Sudah, Sudah

Jakarta – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menjawab pernyataan Mantan Panglima TNI, Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo terkait anggaran TNI. Memaparkan peningkatan anggaran TNI, Ryamizard meminta Gatot untuk berhenti berbicara mengenai anggaran militer.

“Ya sudah lah, Gatot Nurmantyo sudah, sudah. Dulu anggaran kita sebelumnya Rp 50-60 T, sekarang Rp 100 T lebih. Rp 108 T, apalagi? mau ngambil uang rakyat? Nggak mungkin. Kita tentara rakyat, rakyat dulu lah diutamakan,” kata Ryamizard di restoran D’cost VIP, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2018).

Ryamizard juga membandingkan kondisi militer dan rakyat di India. Menurutnya, India punya tentara yang kuat namun masyarakatnya banyak yang miskin dan tidak punya tempat tinggal.


“Kalau di India sana hebat tapi rakyatnya banyak yang miskin, kalau kepanasan mati, kalau kedinginan mati. Itu tidak boleh terjadi di sini dong, masa menomor-10-kan rakyat, pokoknya alutsista bagus (tapi) rakyat terserah, (itu) nggak benar, bukan tentara rakyat itu,” ujar Ryamizard.

Dia melanjutkan, saat ini Indonesia masih jauh dari ancaman perang bersekala besar. Ancaman yang banyak terjadi saat ini, kata Ryamizard, berupa bencana dan terorisme sehingga harus lebih diprioritaskan.

“Situasi pertahanan ini kan saya bilang, ancaman yang nyata dan belum nyata, yang nyata ini kan banyak gempa, teroris. Yang belum nyata yang perang besar, itu kan jauh. Kita tentara rakyat berasal dari rakyat masa rakyat dinomorduakan, nggak nomor 1 rakyat,” ujar eks KSAD tersebut.

Gatot sebelumnya berbicara soal kondisi nasional. Ada suatu hal yang menurutnya kritis, yakni soal kekuatan TNI yang tidak didukung oleh pemerintah dari segi anggaran.

“Saat ini yang kritis adalah anggaran. Saya tidak menyalahkan siapa pun juga, tapi saya harus sampaikan karena saya mantan Panglima TNI, agar rakyat bersatu jangan terpecah-pecah,” kata Gatot di Surabaya, Jumat (12/4).

Gatot kemudian berbicara mengenai APBN-Perubahan tahun 2017 saat ia masih menjadi Panglima TNI. Tambahan untuk TNI disebutnya tak sebanding dengan institusi pertahanan-keamanan lainnya.

“Saat saya menjabat Panglima TNI, saya sudah berusaha sekuat mungkin tapi saya tidak berdaya. APBN-P, TNI yaitu Dephan, Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, dan TNI AU jumlah personelnya lebih dari 455 ribu mempunyai ratusan pesawat tempur, punya ratusan kapal perang, ribuan tank, dan senjata berat. Anggarannya hanya Rp 6 T lebih. Sehingga Dephan dapat Rp 1 T, AD dapat Rp 1 T lebih, AU Rp 1 T lebih, AL dapat Rp 1 T lebih Mabes TNI dapat Rp 900 miliar,” tambah Gatot.
(elz/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BPN: Gatot Nurmantyo Menyatakan Insyaallah Dukung Prabowo

SurabayaGatot Nurmantyo hadir di pidato kebangsaan Prabowo Subianto di Surabaya, Jawa Timur. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno menyebut eks Panglima TNI Jenderal (Purn) itu juga telah menyampaikan dukungannya kepada sang capres.

“Tadi menyatakan bahwa insyaallah mendukung Pak Prabowo,” ujar Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said, di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4/2019).

Tak hanya Gatot, menurut Sudirman, kehadiran tokoh-tokoh pada pidato kebangsaan ini adalah wujud dukungan kepada Prabowo.
“Kita tentu saja yang hadir di sini adalah satu wujud dukungan bahwa seberapa langsung, seberapa apresiasi itu bisa kita lihat perkembangannya,” katanya.
Mantan Menteri ESDM itu pun menyampaikan terima kasihnya kepada Gatot yang telah meluangkan waktu untuk ikut terlibat dalam pidato kebangsaan Prabowo. Gatot disebut merupakan tokoh yang memahami kondisi bangsa Indonesia.

“Kita berterima kasih pada tokoh yang sangat senior mencapai karier puncaknya di militer, tahu betul bagaimana keadaan negara,” ujar Sudirman.

Seperti diketahui, Gatot hari ini menghadiri pidato kebangsaan Prabowo di Surabaya, Jawa Timur. Pada pidato kebangsaan kali ini, Prabowo memperkenalkan putra-putri terbaik bangsa yang telah dan akan membantunya di pemerintahan kelak jika terpilih di Pilpres 2019.
(mae/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Gatot Nurmantyo: Saya Datang ke Pidato Prabowo Tidak untuk Jabatan

Jakarta – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengaku hadir di pidato kebangsaan Capres Prabowo Subianto untuk perjuangan. Gatot memastikan dirinya hadir bukan untuk jabatan.

“Jadi saya hadir ke sini (pidato kebangsaan Prabowo), saya sampaikan bahwa demi merah putih, demi negara dan bangsa. Saya diundang oleh Pak Prabowo untuk bicara soal kebangsaan maka saya hadir,” ujar Gatot di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4/2019).

Diketahui, nama Gatot sempat disebut saat Prabowo mengenalkan orang-orang yang akan membantunya di pemerintahan jika dia memenangi Pilpres 2019.

“Saya datang tidak untuk jabatan, saya datang hanya berjuang. Nanti saja apapun yang ditawarkan saya nanti saja. Itu prinsip saya,” katanya.
Kendati demikian, Gatot tidak dengan tegas menyatakan dukungannya kepada capres nomor urut 02. Gatot mempersilakan semua pihak untuk menafsirkan sendiri kedatangannya.

“Silakan cerminkan sendiri,” ujar Gatot saat ditanya apakah kedatangannya mencerminkan pilihan politiknya di Pilpres 2019 ini.
(mae/nvl)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dulu Protes Soal Baliho, Gatot Nurmantyo Kini Pro-Prabowo

Jakarta – Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo sempat protes karena fotonya masuk di baliho Posko Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Solo, Jawa Tengah. Kini, Gatot sudah menunjukkan sikap mendukung Prabowo.

Gatot menyampaikan protesnya pada Januari lalu. Fotonya terpasang di baliho Posko Pemenangan Prabowo-Sandi di Solo yang baru saja diresmikan.

Gatot mengaku tak tahu bagaimana bisa foto dirinya terpasang di baliho capres-cawapres nomor urut 02 itu. Gatot merasa tidak pernah diberi tahu bahwa fotonya dipasang di baliho untuk kampanye Pilpres 2019 tersebut. Ia pun meminta agar fotonya diturunkan.


“Mengenai berita seperti tersebut di atas dan ada foto saya pada baliho Posko BPN Prabowo-Sandi di Solo, saya nyatakan bahwa saya tidak tahu-menahu, tidak pernah dimintai persetujuan atau diberi pemberitahuan, baik secara lisan maupun verbal. Untuk itu, Saya mohon agar foto saya diturunkan dari baliho tersebut secepatnya,” kata Gatot lewat akun Instagram-nya, @nurmantyo_gatot, Minggu (13/1/2018).

Baliho tersebut mencantumkan foto Gatot bertopi loreng di pojok kiri atas. Foto Prabowo-Sandi ada di tengahnya. Di samping foto Gatot yang tersenyum itu, ada tulisan, ‘Selamat dan sukses, Peresmian Kantor Pusat BPN Prabowo-Sandi’.

Saat itu, Gatot menyatakan dirinya masih netral di Pilpres 2019. Ia sengaja menyampaikan permintaan lewat IG agar publik tahu bahwa dia masih netral. Gatot mengatakan ingin berpikir jernih sebelum membuat keputusan. Ada peluang dia memilih satu sisi, namun hal itu akan dilakukan di menit akhir jelang hari pemilihan.

Dulu Protes Soal Baliho, Gatot Nurmantyo Kini Pro-PrabowoFoto: Baliho di Posko Prabowo-Sandi yang ada gambar Gatot Nurmantyo. (dok. Istimewa).

“Yang penting publik tahu saya netral, tidak ke mana-mana (belum memutuskan untuk ke mana). Untuk pribadi biar di dalam bilik suara saja (untuk sikap ke publik, follower saya banyak dan tanggung jawab moral jika saya salah bersikap), maka harus teliti, berpikir jernih, dan mungkin di pengujung baru saya tentukan apakah bersikap atau tetap seperti saat ini,” sebut eks Panglima TNI itu.

Akhirnya diketahui, pemasangan foto Gatot dilakukan oleh relawan Jaringan Nasional Garda Depan (Jagad). Jagad merupakan relawan pendukung Gatot Nurmantyo yang dulu pernah menjagokannya maju Pilpres 2019. Dalam kaitan dengan spanduk di Posko BPN, relawan Jagad mengaku sebagai pemasangnya.

Foto Gatot lantas dicopot dari baliho di posko Prabowo-Sandi di Solo. Gatot pun tak mau memperpanjang masalah tersebut. Menurutnya, diturunkannya spanduk tersebut dari Posko BPN Prabowo-Sandi sudah cukup.

“Saya pikir permasalahan tersebut sudah selesai. Saya tidak perlu permintaan maaf. Karena yang saya minta sudah dipenuhi dan sudah diturunkan balihonya,” tutur Gatot saat dihubungi detikcom, Kamis (17/1).

Gatot memenuhi janjinya. Ia akhirnya memutuskan bergabung di jajaran Prabowo-Sandiaga di menit-menit terakhir jelang pelaksanaan Pilpres 2019 berlangsung. Dukungan Gatot ditunjukkan dengan kehadirannya di Pidato Kebangsaan Prabowo, hari ini.

Prabowo Kenalkan Calon Menteri: Gatot Nurmantyo, Rocky Gerung hingga Fahri

Surabaya – Calon presiden Prabowo Subianto mengenalkan orang-orang yang akan membantunya di pemerintahan jika dia memenangi Pilpres 2019. Nama-nama seperti mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo hingga Rocky Gerung masuk daftar.

Pengumuman itu disampaikan Prabowo dalam pidato kebangsaannya di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4/2019). Beberapa nama sebelumnya sudah berada di belakang podium pidato Prabowo. Rocky Gerung dan Gatot menyusul kemudian.

“Saya tidak pernah cek mereka partai mana, ada yang profesional, ada yang bisa pakai dasi ada yang nggak bisa, ada anak-anak muda juga. Tapi kita bergabung secara alamiah. Saya tidak bikin iklan dicari putra-putri terbaik, mereka datang sendiri,” sebut Prabowo.


Selain Gatot Nurmantyo dan Rocky Gerung, ada pula nama Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan sejumlah politikus dari partai koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga Uno. Mereka yang disebut di antaranya Waketum Partai Gerindra Fadli Zon, Waketum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Sekjen PAN Eddy Soeparno, politikus senior Partai Demokrat (PD) Amir Syamsuddin dan lain sebagainya.

“Ya, maaf tadi kelewatan, Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI dan juga ada lagi Sang Alang, seniman pejuang. Jadi seniman ada seniman yang diminta dibayar dan ada seniman pejuang,” kata Prabowo.

“Jangan kita beli kucing dalam karung. Jadi Insyaallah kami menerima mandat, kira-kira inilah orang-orang yang akan membantu saya,” imbuh Prabowo.

Berikut ini sejumlah nama calon pembantu Prabowo di pemerintahan jika menang pilpres:

Ahmad Riza Patria
Alex Yahya Datuk
Amir Syamsuddin
Arifin Seman
Bambang Haryo Sukartono
Bambang Susanto Priohadi
Bambang Widjojanto
Bembi Uripto
Budi Djatmiko
Chusnul Mariyah
Dahlan Iskan
Dahnil Anzar S
Damayanti Hakim Tohir
Dede Yusuf
Dian Islamiati Fatwa
Didik J Rachbini
Dirgayuza Setiawan
Dradjad Wibowo
Eddy Soeparno
Fadli Zon
Erwin Aksa
Fary Djemy Francis
Ferry Mursyidan Baldan
Firmansyah
Fuad Bawazier
Gamal Albinsaid
Glenny Kahuripan
Hanafi Rais
Haryadin Mahardika
Ichsanudin Noorsy
Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat
Irawan Ronodipuro
Laode Kamaluddin
Lili Sri Wahyu Sulistiowati
Muchtar Niode
Mulfachri Harahap
Nanik S Deyang
Natalius Pigai
Otto Hasibuan
Priyo Budi Santoso
Putra Jaya Husin
Rachmat Pambudy
Rahayu Saraswati
Rauf Purnama
Rizal Ramli
Rocky Gerung
Rustika Thamrin
Rustriningsih
Said Didu
Said Iqbal
Gatot Nurmantyo
Salim Said
Ir Supriyatno
Sudirman Said
Sufmi Dasco Ahmad
Suhendra Ratu Prawiranegara
Sujana Royat
Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno
Teguh Santosa
Thomas Djiwandono
Tri Hanurita
Yusuf Martak
Wisnu Wardhana
Fahri Hamzah
Sang Alang
(gbr/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Gatot Nurmantyo Hadiri Pidato Kebangsaan Prabowo di Surabaya

Jakarta – Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menghadiri pidato kebangsaan Prabowo Subianto. Kehadiran mantan Panglima TNI itu disambut meriah pendukung Prabowo.

Gatot hadir saat Prabowo sedang memperkenalkan pakar-pakar yang selama ini membantunya. Di tengah Prabowo mengumumkan nama-nama pakar itu, Gatot hadir.

Mengenakan kemeja putih dan peci hitam, Gatot naik ke atas panggung acara pidato Prabowo di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, sekitar pukul 15.45 WIB, Jumat (12/4/2019). Ia pun menghampiri Prabowo yang sedang berbicara di podium.
“Jenderal TNI Gatot Nurmantyo,” ujar Prabowo sambil menyalami Gatot.
Setelah itu Gatot langsung duduk di kursi-kursi tempat para pakar Prabowo-Sandi duduk. Prabowo pun melanjutkan membacakan nama-nama pakar pendukungnya.

Seperti diketahui, nama Gatot sempat muncul di bursa Pilpres 2019. Gatot pun belum menunjukkan dukungan kepada capres-cawapres hingga sore hari ini hadir di acara Prabowo.
(elz/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Gatot Nurmantyo Geram Namanya Dicatut di Broadcast Hoax WhatsApp

Jakarta – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo geram karena namanya dicatut di pesan berantai (broadcast) di WhatsApp. Gatot menyatakan informasi yang disebar tersebut merupakan berita bohong (hoax).

“Beredar pesan di Whatsapp yang mengatasnamakan saya. Saya tegaskan, informasi ini bukan dari saya! Ini adalah HOAX!” tegas Gatot lewat akun Instagram-nya, @nurmantyo_gatot, seperti dilihat, Rabu (6/3/2019).

Gatot meminta pesan berisi ujaran kebencian dihentikan. “Mohon kiranya untuk berhenti menyebarkan pesan-pesan ujaran kebencian seperti ini,” tegasnya.
Posting-an tersebut diunggah pada Selasa (5/3) kemarin. Dilihat pada pukul 05.30 WIB, ada respons berupa 855 komentar dan 14.714 likes.

Gatot mem-posting isi broadcast tersebut. Dia memberi label ‘HOAX’ di setiap slide yang berisi broadcast tersebut.

(jbr/yld)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Mahyudin: Waspadai Agen Asing, Jaga Persatuan dan Kesatuan

Liputan6.com, Jakarta Menjelang Pemilu serentak (Pileg dan Pilpres serentak), Wakil Ketua MPR Mahyudin mengingatkan masyarakat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. Jangan mudah terprovokasi dan diadu-domba.

“Apalagi menjelang Pilpres ini bangsa kita mudah diadu-domba. Bangsa asing melihat adanya celah itu. Dengan adu-domba, bangsa asing bisa menguasai kita,” katanya.

Mahyudin mengungkapkan hal itu dalam paparan Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada Persatuan Wanita Sulawesi Utara (PWSU) Kota Balikpapan, di Hotel Benakutai Balikpapan, Selasa (5/2/2019). Turut berbicara sebagai narasumber sosialisasi ini anggota MPR Fraksi Partai Golkar. Dr Ir Hetifah Sjaifudian.

Berkaitan dengan celah yang dimanfaatkan bangsa asing, Mahyudin menyebutkan adanya indikasi agen-agen asing yang sudah masuk dalam sendi-sendi kehidupan di masyarakat. Indikasi itu sudah ada sejak dulu.

“Dari informasi yang disampaikan Gatot Nurmantyo ketika masih menjadi Panglima TNI dan intelijen memang ada indikasi itu,” ujarnya.

“Tujuannnya adalah untuk memecah belah bangsa Indonesia. Agen asing itu ada yang menjadi pejabat, pengusaha, birokrat, anggota DPR. Tapi kita tidak tahu siapa mereka. Kita bisa merasakan,” sambung Mahyudin.

Mahyudin menjelaskan Indonesia yang berada di Equator merupakan sumber energi yang menjadi incaran negara lain. Hal ini membuat bangsa asing iri dengan Indonesia sehingga menyusupkan agen-agen asing.

“Mereka tidak lagi perang dengan senjata konvensional, tapi perang yang diwakili (proxy war). Perang ideologi, perang ekonomi, masuk ke Indonesia melalui agen-agen asing,” papar Mahyudin.

Mahyudin menambahkan Indonesia merupakan sumber energi dan market terbesar. Kalau aman dan stabil, pada 2050 Indonesia menjadi negara keempat terbesar ekonominya setelah Cina, Amerika, dan India tahun 2050.

“Bangsa asing tidak membiarkan Indonesia menjadi bangsa yang maju ekonominya. Mereka punya strategi menghambat Indonesia,” tuturnya.

Mahyudin memberi contoh, Indonesia pernah diramalkan menjadi Macan Asia. Tapi justru krisis moneter tahun 1997 -1998. Kurs rupiah terhadap dolar naik dari Rp 2500 ke Rp 15.000. “Krisis moneter ini tidak lepas dari peran asing, ” ucapnya.


(*)

Gatot Nurmantyo Masih di Antara Jokowi dan Prabowo

Jakarta – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo hari ini terlihat menghadiri pertemuan mantan Panglima TNI dan mantan Kapolri di Istana Merdeka, Jakarta. Gatot dengan eks Panglima dan Kapolri lainnya ngobrol santai dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Kehadiran Gatot di Istana sebagai tamu undangan dalam rapim perwira tinggi TNI-Polri. Dia hadir bersama para mantan Panglima ABRI dan Panglima TNI lainnya, di antaranya Try Sutrisno, Wiranto, Moeldoko, dan Djoko Suyanto.

Hadir juga barisan mantan Kapolri di antaranya Bambang Hendarso Danuri, Timur Pradopo, Badrodin Haiti, dan Da’i Bachtiar.

Namun Gatot enggan jika kehadirannya di Istana dikaitkan dengan dukungannya ke Jokowi. Gatot menegaskan hingga saat ini dia belum memutuskan ke mana akan melabuhkan dukungannya pada Pilpres 2019.

“Belum, belum,” kata Gatot seusai pertemuan di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).

Dengan demikian, hingga saat ini Gatot masih berada di antara Jokowi dan Prabowo. Gatot sebelumnya juga diisukan merapat ke kubu Prabowo lantaran fotonya terpampang dalam baliho posko pemenangan BPN di Solo, Jawa Tengah.

Kala itu, eks Panglima TNI itu ogah fotonya dipajang pada baliho Prabowo-Sandiaga. Gatot pun meminta fotonya diturunkan dari baliho dan menegaskan dirinya netral.

“Yang penting publik tahu saya netral, tidak ke mana-mana (belum memutuskan untuk ke mana),” kata Gatot dalam perbincangan via SMS dengan detikcom, Minggu (13/1).

“Untuk pribadi, biar di dalam bilik suara saja (untuk sikap ke publik, follower saya banyak dan tanggung jawab moral jika saya salah bersikap), maka harus teliti, berpikir jernih, dan mungkin di pengujung baru saya tentukan apakah bersikap atau tetap seperti saat ini,” ujarnya.
(idn/mae)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Menko Luhut: Tidak Benar Negeri Ini Mau Runtuh

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memberikan pengarahan pada para jenderal peserta Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri 2019 di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (29/1/2019). Dia meminta aparat ikut menyelamatkan rakyat Indonesia dari bahaya hoaks.

“Saya diundang untuk memberikan penjelasan mengenai pencapaian pemerintah secara terintegrasi, saya sampaikan soal ekonomi, infrastruktur. Saya ingatkan kita jangan terbawa oleh berita palsu atau hoaks. Jangan fake news. Pemerintah akan selalu menyampaikan berita yang benar dengan data yang benar,” ujar Luhut usai memberikan arahan.

Luhut kemudian menyontohkan beberapa isu hoaks yang terus digoreng di publik, mulai dari negara yang akan runtuh hingga soal kriminalisasi ulama.

“Tidak benar bahwa misalnya negeri ini mau runtuh karena kita punya TNI-Polri kuat, tidak benar juga bahwa kita punya utang yang berlebihan, tidak benar juga PKI ada, tidak benar juga ada kriminalisasi ulama, dan sebagainya,” tuturnya.

Dia menegaskan, pemerintahan Jokowi-JK melaksanakan tugasnya secara profesional. Luhut pun meminta TNI-Polri menyampaikan ke masyarakat agar tidak menjadi korban hoaks yang dapat memicu perpecahan dan permusuhan.

“Kita tentu mengimbau supaya, kita kan realistis ada 150 juta lebih penduduk Indonesia yang tinggal di coastline. Kita ingin jangan sampai ada berita-berita palsu. Jadi kita memberikan penjelasan secara berjenjang ke bawah supaya rakyat jangan dibodohi oleh orang-orang yang latar belakangnya tidak jelas dan punya ambisi tidak jelas juga,” ucap Luhut menandaskan.


2 dari 2 halaman

Rapim TNI-Polri

Presiden Joko Widodo atau Jokowi membuka rapat pimpinan (rapim) TNI-Polri di Istana Negara Jakarta, Selasa (29/1/2019). Dalam acara itu, sejumlah jenderal purnawirawan TNI-Polri diundang. 

Berdasarkan pantauan, terlihat mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Ia tampak mengenakan kemeja batik bewarna cokelat. Gatot datang sebagai tamu undangan pembukaan rapim TNI-Polri.

Jokowi mengatakan rapat pimpinan TNI-Polri ini memang pertama kalinya diadakan di Istana.

“Bukan apa-apa, tapi memang saya ingin rapim ini sekali-sekali kita lakukan di sini, kan enggak ada salahnya,” ucap Jokowi.

Sebanyak 368 perwira tinggi TNI dan Polri yang hadir dalam rapat pimpinan pada tahun 2019 ini. Mereka terdiri dari 198 perwira tinggi TNI, dan 170 perwira tinggi Polri.


Saksikan video pilihan di bawah ini: