Saat Berhubungan Seks Tiba-tiba Kebelet Pipis, Normalkah?

Liputan6.com, Jakarta Ketika berhubungan seks, yang pertama kali terpikirkan adalah bagaimana caranya mencapai orgasme. Namun, bagaimana ketika tiba-tiba, Anda merasa perlu pipis atau buang air kecil? Normalkah kejadian seperti ini?

Melansir Women’s Health pada Kamis (14/2/2019), ginekolog di New York, Alyssa Dweck mengatakan bahwa ada berbagai hal yang menyebabkan Anda merasa perlu ke kamar mandi saat di tengah berhubungan seks. Hal ini bisa disebabkan tekanan pada kandung kemih (entah karena beberapa posisi seks tertentu), yang membuat seseorang merasa ingin pipis.

Selain itu, Dweck mengatakan bahwa vagina yang kering, serta kepekaan terhadap pelumas atau kondom juga bisa menyebabkan iritasi dan pembengkakan di sekitar uretra. Hal ini menimbulkan keinginan untuk pipis muncul.

Untuk ini, Dweck merekomendasikan Anda mengeliminasi satu per satu potensi iritasi (kecuali kondom, yang satu ini bisa dengan mencoba merek yang berbeda). Lihatlah apakah ada potensi iritasi di antara tiga hal tersebut dan kemudian lihatlah satu per satu kondisi Anda.

2 dari 4 halaman

Ejakulasi

Di sisi lain, otot-otot dasar panggul yang lemah juga ditengarai menjadi penyebab keinginan pipis ketika sedang bercinta. Sebuah studi dari National Institutes of Health menyebutkan, di Amerika Serikat, seperempat wanita mengalaminya karena gangguan pada dasar pelvis.

Keinginan untuk pipis saat berhubungan seks juga bisa menjadi pertanda akan orgasme. Sehingga, cobalah menunggu sesaat sebelum berlari ke kamar mandi, selama Anda tidak kesakitan.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa 10 hingga 54 persen wanita yang mengalami ejakulasi saat berhubungan seks. Cairan yang mengalir dan jernih, bisa terasa seperti melakukan buang air kecil.

“Beberapa merasa itu hanya urin, sementara yang lain mengatakan cairan itu memiliki susunan kimiawi yang berbeda,” kata Dweck. Beberapa hali berpikir bahwa cairan itu berasal dari kelenjar kecil di sekitar uretra yang dinamakan kelenjar Skene. Yang lainnya mengatakan itu hanya urin, seperit dalam studi di Journal of Sex Medicine.

3 dari 4 halaman

Kapan perlu waspada?

Agar ini tidak terjadi, Dweck menyarankan agar Anda sebaiknya pergi terlebih dulu buang air kecil sebelum bercinta. Namun, jika ingin mencoba sesuatu yang berbeda tanpa memikirkan ejakulasi, berhubungan seks di kamar mandi mungkin bisa menjadi alternatif.

“Beberapa wanita memilih bermain basah-basahan, seperti seks di bawah pancuran kamar mandi, jadi itu tertutupi,” kata Dweck.

Namun, apabila jika Anda terus menerus merasa ingin pipis saat berhubungan seks, mungkin ada masalah kesehatan lain yang mendasarinya. Contohnya adalah infeksi saluran kemih.

Beberapa gejala terkait penyakit semacam itu adalah sensasi terbakar saat buang air kecil, demam dalam urin, sakit punggung, berbau tidak sedap, hingga menggigil yang semakin parah saat berhubungan seks.

4 dari 4 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Bayi Berkeringat Banyak Saat Menyusu, Normalkah?

Liputan6.com, Jakarta Berkeringat adalah kondisi alami tubuh yang dialami setiap orang, termasuk si Kecil. Tapi terkadang keringat muncul lebih banyak saat bayi menyusu atau tidur. Normalkah hal ini? Cari tahu jawabannya dari pengalaman Mommy Yenty Jessica dari Babyologist.

Moms pasti sering memperhatikan si Kecil dengan seksama ketika si Kecil sedang menyusu. Saat si Kecil sedang menyusu atau sedang tertidur, kadang sering terlihat keringat mengalir, terutama di bagian kepala si Kecil.

Apakah normal jika bayi berkeringat setiap menyusu dan sesi tidurnya?

Menurut para ahli, bayi yang sedang menyusu ataupun tidur memang cenderung mengeluarkan lebih banyak keringat.

Penyebab bayi berkeringat saat menyusu dan ketika tertidur adalah karena kelenjar keringat pada bayi masih belum dapat bekerja optimal, khususnya pada bagian kepala.

Penyebab lainnya adalah bayi menggunakan banyak otot di bagian wajah dan mulut ketika menyusui.

Saat sedang menyusui, Moms dan si Kecil berada dalam jarak yang sangat dekat dan posisi yang mirip dengan posisi berpelukan. Sehingga terjadi skin to skin yang membuat si Kecil merasa hangat. Terlebih jika menyusui dalam waktu yang lama, maka panas tubuh si Kecil akan meningkat.

Supaya tetap nyaman, tubuh akan merespon dengan menurunkan suhu tubuhnya saat itu. Proses ini merangsang tubuh untuk mengeluarkan panas dalam bentuk keringat, sehingga si Kecil berkeringat ketika menyusui.

Ketika menyusui dan tertidur, biasanya kepala bayi berada di posisi yang sama dalam waktu yang cukup lama, sehingga bagian kepala cenderung lebih panas dan mengeluarkan keringat lebih banyak.

Jadi, merupakan hal yang normal jika si Kecil berkeringat setiap menyusui dan tidur. Berkeringat saat menyusui bisa menjadi pertanda tubuh si Kecil berada dalam keadaan yang sehat.

Beberapa hal yang perlu diwaspadai ketika si Kecil berkeringat berlebih

  • Apabila keringat dan disertai demam atau gangguan pernapasan.
  • Apabila daya hisap si Kecil ketika menyusui menjadi lemah.
  • Apabila dalam suhu lingkungan yang dingin, namun si Kecil tetap mengeluarkan banyak keringat. Apabila si Kecil berkeringat dan disertai dengan menggigil.
  • Apabila berkeringat dan disertai kejang dan muntah, pucat atau gangguan pernapasan.

Namun wajar saja jika si Kecil mengeluarkan keringat berlebih jika suhu lingkungan cukup panas.

Agar si Kecil tetap nyaman saat menyusu

  • Pastikan si Kecil mengenakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat ketika menyusu.
  • Pastikan Moms menyusui di ruangan dengan suhu normal, tidak panas dan tidak dingin buat si Kecil.
  • Ubah posisi bayi saat menyusui.
  • Ketika menyusui, biasanya bayi berada di posisi yang sama dalam waktu yang cukup lama, kondisi ini dapat memicu kenaikan suhu tubuh pada si Kecil, sehingga mengeluarkan keringat lebih banyak. Pastikan Moms mengubah posisi menyusui terutama saat mengganti menyusui dengan payudara lainnya.
  • Mandikan si Kecil minimal 2 kali sehari.
  • Sediakan sapu tangan atau tisu ketika menyusui untuk membersihkan keringat pada bagian kepala si Kecil setiap kali berkeringat.

Semoga bermanfaat.