NH Dini Dikenal Sosok Perempuan Mandiri yang Dirikan Pondok Baca

Jakarta – Sastrawan besar NH Dini meninggal dunia hari ini. Kepergian novelis ‘Namaku Hiroko’ itu meninggalkan duka bagi kerabat terdekatnya. Salah satunya adalah pensiunan editor penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) yang pernah menyunting karya-karyanya.

Widia Kirana yang pensiun dari GPU sejak dua tahun menceritakan mengenai sosok NH Dini yang mandiri.

“Beliau sebagai perempuan sangat mandiri, karena Beliau kan sejak lama tinggal sendiri di wisma lansia. Meski tinggal sendiri juga sibuk mendirikan pondok baca,” tutur Widia yang menyunting seri ‘Kenangan’ NH Dini saat dihubungi detikHOT, Selasa (4/12).

Pondok baca atau perpustakaan yang didirikan NH Dini ada di Semarang maupun Yogyakarta. Menurut penuturan Widia, sebelum berdomisili di Semarang, NH Dini sempat lama tinggal di Yogyakarta.

“Setiap kali pindah tempat tinggal, beliau selalu mendirikan pondok baca dan melatih anak-anak membaca dan menulis,” katanya lagi.

Secara pribadi pun keduanya kerap saling berkunjung dan bertukar kabar. Apalagi NH Dini yang juga menyukai tanam-tanaman. “Ibu NH Dini suka tanaman, saya juga diberi beberapa kali tanaman, artinya kami bisa sampai sedekat itu, tidak hanya editor dan penulis saja,” lanjut Widia.

Di antara puluhan karya NH Dini yang terbit, Widia sangat menyukai novel ‘Pada Sebuah Kapal’ dan ‘La Barka’.

“Sikap mandirinya dan perempuan Jawa yang berpegangan hidup itu sangat terlihat sekali di novel-novelnya,” tukasnya.

Sastrawan NH Dini meninggal dunia setelah kecelakaan lalu lintas di tol Semarang. Ia sempat dirawat di rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia di RS Elisabeth, Semarang. Ibunda kreator ‘Despicable Me’ dan ‘Minnions’ itu wafat di usia 82 tahun.

(tia/kmb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *