Ngasih Angpao Pusing, Dapat Angpao Langsung Habis (1)

Jakarta – Selamat Hari Raya Imlek! Xin Nian Kuai Le, Wan Shi Ru Yi! Angpao Na Lai? (arti: Selamat tahun baru, semoga semua keinginan terkabul, angpaonya mohon diberikan kepada saya?)

Meskipun sudah lewat seminggu lebih tapi tidak ada salahnya kita membahas budaya imlek ini. Bertepatan dengan tanggal 5 Februari 2019 tahun ini adalah Tahun Baru Imlek 2570 bagi yang merayakan.

Tentu saja banyak tradisi menarik seperti pertunjukan barongsai dan kumpul bersama keluarga, namun juara dari semuanya tetap tradisi berburu angpao. Berburu angpao memang asyik, saya pun setiap menerima angpao tidak bisa tidak tersenyum dan berkata, “Xie Xie, Xie Xie” (arti: terima kasih banyak).

Tidak banyak yang tahu, orang dewasa pun tetap mendapatkan angpao lho. Tapi tidak semuanya. Secara garis besar, pihak yang mendapatkan angpao antara lain:

– Orang tua dan Mertua: Orang tua dan Mertua mendapat angpao dari anak yang sudah menikah sebagai bentuk cinta dan terima kasih kepada orang tua.
– Kakek dan Nenek: Sama seperti orang tua, kakek dan nenek juga turut mendapatkan angpao sebagai bentuk penghormatan kepada mereka.
– Anak dan cucu: Anak dan cucu yang belum menikah mendapat angpao dari orangtua dan kakek/nenek.
– Saudara kandung yang belum menikah: Saudara yang belum menikah juga bisa mendapatkan angpao dari saudaranya.
– Sanak saudara dan anak-anak lain di lingkungan tempat tinggal dan bekerja.

Banyak juga ya? Pasangan yang baru saja menikah biasanya merasakan transisi yang cukup mengejutkan saat tahun lalu masih berburu angpao tetapi tahun ini harus memberikan angpao.

Tidak jarang terjadi, pasangan yang terkejut dengan jumlah uang yang harus disiapkan untuk angpao dan tidak siap dengan dananya, akhirnya tidak memberikan angpao sama sekali.

Betul, angpao itu yang dilihat niatnya bukan jumlahnya, tapi penasaran nggak sih cara mengatur uang untuk dana angpao dan cara mengajarkan anak menggunakan angpao dengan baik?

Di artikel bagian pertama ini kita bahas dulu mengenai cara mengatur uang untuk dana angpao.

1. Yang terpenting adalah niat baik
Memberi angpao adalah tradisi tanda cinta, respek, dan ucapan syukur. Sayang sekali kalau tradisi sebaik ini digantikan dengan kompetisi membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Sebelum menyiapkan angpao, ingatkan diri sendiri untuk membuang gengsi jauh-jauh. Bila memang tahun ini belum memiliki rejeki untuk memberikan angpao, tidak apa untuk hanya hadir dan merayakan kebersamaan keluarga.

2. Perhitungkan dana yang dibutuhkan
Menghitung perkiraan angpao yang diperlukan itu mudah, namun niatnya seringkali datang pas-pasan sebelum hari Imlek tiba he he. Jauh hari, bicarakan dengan pasangan mengenai siapa saja dan berapa yang akan diberikan.

Pada prinsipnya, berikan semampu dan serelanya. Anda dapat menggunakan panduan 10-30% pendapatan sebagai batas dana angpao. Bila sudah mengetahui jumlah dana yang dibutuhkan, ada beberapa cara untuk mengumpulkan dana tersebut:

a. Pos sosial
Setiap bulan, sebaiknya setiap keluarga memiliki pos sosial sebagai bagian dari anggaran keuangan keluarga. Pos sosial disisihkan dari pendapatan sesuai dengan kemampuan masing-masing pasangan. Bila dana angpao tidak melebihi pos sosial, Anda tidak perlu repot-repot menyiapkan dana khusus untuk angpao.

b. Menabung
Bila dana angpao melebihi pos sosial yang disiapkan bulanan, siapkan tabungan khusus sebelum bulan Imlek tiba.

c. THR
Alternatif lain untuk menyiapkan dana angpao yaitu dengan menyisihkan sebagian uang THR atau bonus tahunan. Dana angpao bisa dikategorikan sebagai pengeluaran tahunan, oleh karenanya Anda dapat juga menyiapkan dana tersebut bersumber dari penghasilan tahunan.

Dengan menerapkan perencanaan keuangan jangka pendek yang baik, keluarga dapat terhindarkan dari drama-drama yang tidak perlu. Bicarakan, rencanakan, dan disiplin adalah kunci dalam mengatur keuangan keluarga.

Di sisi lain, bagi pasangan yang sudah memiliki anak, ada hal lain yang masih perlu dipikirkan setelah merencanakan dana angpao, yaitu mengajar anak agar angpao tidak segera habis untuk beli kuota pulsa atau barang game online.

Cara untuk mengajarkan anak memahami dan mengelola angpao ada banyak, dan akan kita bahas setelah ini, atau anda bisa juga belajar dengan cara mengikuti kelas atau workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami “Seputar Keuangan” atau klik di sini.

Ayah-Bunda, mendapatkan angpao imlek adalah tradisi tahunan yang merupakan momentum baik untuk mengajarkan anak-anak pentingnya mengatur keuangan.

Momentum yang baik tentu harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, namun sayang sekali banyak orang tua yang sering melewatkan kesempatan baik tersebut.

Mungkin terlalu sibuk, atau belum tahu tips dan triknya? Akan kita bahas di artikel berikutnya.

Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *