3 Klub Ini Lebih Cocok untuk Pemain Buangan Chelsea

Liputan6.com, Jakarta Kesepakatan pinjaman striker Chelsea, Michy Batshuayi, di Valencia sepertinya akan dihentikan. Pemain internasional Belgia diatur untuk kembali ke Stamford Bridge setelah gagal membuat dampak di La Liga.

Chelsea mendatangkan Batshuayi dari Marseille pada musim panas 2016. Lantaran, sang pemain tidak bisa memenuhi harapan di Stamford Bridge, Batshuayi dipinjamkan ke Borussia Dortmund.

Sukses di masa peminjaman singkat di Borussia Dortmund, pemain berusia 25 tahun itu dipertimbangkan untuk mendapat tempat di skuat utama Chelsea. Tapi, ternyata ia dikabarkan tidak masuk dalam rencana pelatih baru The Blues, Maurizio Sarri.

Alhasil, Batshuayi memutuskan untuk pergi dari Chelsea kembali sebagai pemain pinjaman. Ia mencoba peruntungannya dengan bergabung dengan klub top Spanyol, Valencia.

Namun dilansir Marca, Batshuayi kabarnya akan segera kembali ke Chelsea dalam waktu dekat. Tapi, idealnya Batshuayi harus mencari tempat lain agar bisa bermain reguler, mengingat banyak juga klub yang meminatinya. Berikut adalah tiga klub ideal untuk Batshuayi

2 dari 4 halaman

Everton

Marco Silva sangat membutuhkan penyerang berkualitas di lini depan untuk memimpin serangan Everton. Pasalnya, Cenk Tosun dan Oumar Niasse kurang memiliki ketajaman di depan gawang. Pemain Belgia itu bisa menjadi penyerang yang dibutuhkan Everton saat ini.

Silva perlu menambahkan striker tetapi mereka harus memberikan ruang bagi kedatangannya terlebih dahulu. Mengosongkan Tosun atau Niasse di jendela transfer ini dapat membantu mendanai perpindahan untuk pemain berusia 25 tahun ini.

3 dari 4 halaman

Borussia Dortmund

Setelah membuat dampak instan untuk tim Bundesliga dalam masa peminjaman yang singkat, sangat mengejutkan bahwa Dortmund tidak melakukan kepindahan permanen. Satu-satunya penjelasan adalah harga tinggi yang ditetapkan oleh Chelsea setelah sang striker tampil mengesankan di klub Jerman.

Dortmund kekurangan pemain depan setelah gagal mempertahankan Pierre-Emerick Aubameyang ke Arsenal. Batshuayi yang direkrut sebagai pengganti jangka pendek untuk Aubameyang saat itu, membuat dampak langsung di pertandingan pertama dengan mencetak dua gol dan memberikan satu assist. Karenanya, pelatih Lucien Favre harus membawanya lagi ke Jerman.

4 dari 4 halaman

Newcastle United

Tidak mungkin Magpies bisa mengontraknya karena kurangnya dukungan finansial yang ditawarkan pemilik klub. Tapi, kesepakatan peminjaman adalah kemungkinan yang seharusnya dilakukan Rafa Benitez untuk menyelamatkan musim bagi The Magpies.

Tim ini kekurangan kualitas di lini depan. Mengingat bakat dan keterampilan yang dimilikinya, Batshuayi bisa membuktikan menjadi pembuat perbedaan besar bagi tim seperti Newcastle.

Semakin Disoraki, Salah Akan Semakin Menggila

Liverpool – Jordan Henderson membela Mohamed Salah dari tuduhan diving. Dia juga memperingatkan reaksi negatif dari fans lawan hanya akan membuat Salah kian termotivasi.

Salah terseret dalam perdebatan terkait diving usai Liverpool menang atas Brighton & Hove Albion. Dalam pertandingan di Stadion Amex, Sabtu (12/1) lalu, Liverpool menang 1-0 berkat eksekusi penalti Salah.

Setelah mencetak gol, Salah tak henti-hentinya disoraki oleh fans Brighton. Winger asal Mesir itu dinilai telah melakukan diving saat terjadi kontak dengan Pascal Gross.

Bukan kali ini saja Salah dituduh diving. Dia sebelumnya juga dinilai pura-pura jatuh saat Liverpool menghadapi Newcastle pada laga Boxing Day. Dalam pertandingan itu, Liverpool juga mendapat hadiah penalti setelah Salah dilanggar Paul Dummett.

Henderson menegaskan bahwa Salah bukan tukang diving. Menurutnya, sorakan dan cemoohan gara-gara perkara diving ini hanya akan membuat Salah semakin bersemangat untuk membuktikan diri.

Well, sebagai permulaan, itu 100 persen penalti. Tidak ada yang perlu didiskusikan. Soal Mo, saya kira kandang lawan akan mengapresiasi apa yang mereka lihat. Hal-hal yang dia lakukan, saya yakin dia menyenangkan untuk ditonton,” ujar Henderson seperti dilansir Telegraph.
“Kalau mereka melakukan itu, mereka hanya akan membuatnya jadi lebih baik. Sorakan tidak akan mengganggunya. Itulah mentalnya. Dia begitu kuat, saya tahu itu.”

“Makin banyak orang yang melawannya, semakin dia ingin membuktikan kalau mereka salah. Dia akan melakukan hal-hal yang mungkin jarang dilihat beberapa fans tapi mereka seharusnya menikmatinya karena dia kelas dunia. Itu jelas penalti. Tidak ada yang perlu dibahas soal itu,” katanya.

(nds/ran)

HEADLINE: Dengan 6 Kemenangan Beruntun, Solskjaer Kembalikan Wajah Asli MU

Liputan6.com, Jakarta – Manchester United (MU) telah kembali! Enam kemenangan beruntun yang diraih Tim Setan Merah mengindikasikan klub yang bermarkas di Old Trafford ini bisa kembali jadi ancaman di Liga Inggris.

Terakhir, bersama caretaker manajer mereka, Ole Gunnar Solskjaer, MU sukses menghantam salah satu kandidat juara Liga Inggris musim ini, Tottenham Hotspur 1-0 di kandang lawan, Stadion Wembley, Minggu (13/1/2019). Gol semata wayang kemenangan MU dicetak penyerang muda Marcus Rashford.

Enam kemenangan beruntun ini juga mengantar Solskjaer, yang berasal dari Norwegia, sukses memecahkan rekor manajer legendaris MU, Sir Matt Busby, yang sempat bertahan 73 tahun.

“Inilah Manchester United yang sesungguhnya,” ujar kiper David de Gea yang juga tampil gemilang, melakukan 11 penyelamatan, usai laga. “Kami mengalahkan sebuah tim hebat.”

Kemenangan atas Tottenham memang seperti penahbisan bahwa MU benar-benar bangkit. Sebelumnya, lima kemenangan yang mereka raih — satu di Piala FA–memang tak terlalu diperhitungkan.

Sebab, lawan-lawan yang mereka kalahkan ketika itu tim-tim yang kekuatannya relatif di bawah MU. Sebut saja Cardiff City, Huddersfield, Bournemouth, Newcastle United, plus Reading di Piala FA.

Tapi, Tottenham, ini adalah klub Inggris yang terus menjulang prestasinya dalam dua-tiga musim terakhir. Bahkan, musim ini, mereka adalah salah satu kandidat kuat juara Liga Inggris, bersaing dengan Manchester City dan pemuncak klasemen, Liverpool.

Tak pelak, penampilan Rashford dan kawan-kawan pun menuai pujian dari mantan bintang MU yang kini pundit di stasiun televisi Sky Sports, Gary Neville.

“Manchester United sekarang seperti Manchester United lima atau 10 tahun lalu,” ujar Neville, bangga.

Sepuluh tahun lalu, adalah salah satu masa kejayaan MU saat masih dilatih Alex Ferguson. Ketika itu, di musim 2007/08, Setan Merah memenangkan tiga gelar sekaligus, Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub.

Kini, perlahan tapi pasti, MU juga mulai jadi ancaman serius di papan klasemen Liga Inggris. Berada di posisi keenam, nilai mereka, 41, kini sama dengan Arsena di posisi kelima. Dengan Liverpool, yang ada di puncak klasemen, MU berselisih 16 poin.

Prestasi ini juga bertolak belakang dengan kiprah mereka sebelumnya, saat masih ditangani Jose Mourinho. MU tampil tak meyakinkan, dan sempat jadi bulan-bulannya suporternya sendiri.

Hingga akhirnya Solskjaer datang menggantikan Mourinho sebagai caretaker manajer per 19 Desember 2018. Solskjaer, 45 tahun, yang juga mantan penyerang MU, dikontrak hingga akhir musim.

2 dari 4 halaman

Kembalikan “Ruh” MU

Tak pelak, Solskjaer, yang selama di MU mencetak 126 gol dalam 366 laga pun dianggap mampu mengembalikan “ruh” MU. Tim yang sempat melempem, tak lagi greget, kini kembali menjadi kekuatan yang menakutkan.

Skema menyerang kembali dipraktikkan dengan taktis oleh Anthony Martial dan kawan-kawan. Lihat saja, dari total enam pertandingan itu, MU sukses melesakkan 17 gol. Dari kebobolan mereka juga minim, hanya empat gol.

“Manajer berhasil membawa kebahagiaan untuk kami. Pemain selalu tampil bagus dan tim saat ini sangat kuat,” De Gea memuji Solskjaer. “Kami kini tahu cara mengontrol pertandingan, membuat peluang, itu sangat baik bagi kami.”

Tak hanya jitu meracik strategi, Solksjaer juga dianggap mampu kembali menggali potensi bintang MU yang sempat melempem performanya di era Mourinho. Rashford dan Paul Pogba bisa jadi contohnya.

Bagi Rashford sendiri, golnya ke gawang Tottenham adalah gol ketiganya dalam tiga pertandingan terakhir bersama MU. Sedangkan Pogba, belakangan, benderang lagi sinarnya di lapangan.

3 dari 4 halaman

Pogba Bersinar Lagi

Di bawah asuhan Solksjaer, Pogba memang kembali mampu mempertontonkan kemampuan terbaiknya. Tidak hanya jadi jenderal lapangan tengah, sebagai pengatur serangan tim, Pogba juga bisa jadi eksekutor andalan.

Di bawah asuhan Solskjaer, andalan timnas Prancis berusia 25 tahun ini sudah mencetak empat gol. Dia juga telah membuat empat assist, termasuk untuk gol Rashford ke gawang Tottenham.

Tak heran, selain prestasi MU yang menjulang, kembali gemilangnya kiprah Pogba juga disebut-sebut sebagai sukses besar Solskjaer. Sebab, performa pemain berusia 25 tahun ini sempat melempem di era Mourinho.

Bahkan, Pogba yang diboyong MU dari Juventus seharga 89,3 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,6 triliun sempat terlempar dari skuat inti Tim Setan Merah.

4 dari 4 halaman

Bakal Permanen?

Tak pelak, kini spekulasi pun bermunculan bahwa manajemen MU bakal mempermanen kontrak Solksjaer, bukan lagi sebagai caretaker. Padahal, sebelumnya, kencang beredar rumor, bahwa MU akan mengontrak manajer Tottenham, Mauricio Pochettino, mulai musim depan.

Menariknya, Solksjaer sendiri mengaku tidak pernah membebani pikirannya dengan ambisi menjadi pelatih permanen MU. “Setiap hari, saya hanya menjalankan tugas sampai kontrak saya berakhir Juni nanti,” kata Solskjaer, yang masih terikat kontrak dengan klub asal kampung halamannya, Moldne.

Solskjaer menambahkan, “Saya akan berlibur di sana (ketika kontrak berakhir), tapi tidak…saya tidak memikirkan itu sama sekali.”

HEADLINE: Raih 6 Kemenangan Beruntun, Solskjaer Kembalikan Wajah Asli MU

Liputan6.com, Jakarta – Manchester United (MU) telah kembali! Enam kemenangan beruntun yang diraih Tim Setan Merah mengindikasikan klub yang bermarkas di Old Trafford ini bisa kembali jadi ancaman di Liga Inggris.

Terakhir, bersama caretaker manajer mereka, Ole Gunnar Solskjaer, MU sukses menghantam salah satu kandidat juara Liga Inggris musim ini, Tottenham Hotspur 1-0 di kandang lawan, Stadion Wembley, Minggu (13/1/2019). Gol semata wayang kemenangan MU dicetak penyerang muda Marcus Rashford.

Enam kemenangan beruntun ini juga mengantar Solskjaer, yang berasal dari Norwegia, sukses memecahkan rekor manajer legendaris MU, Sir Matt Busby, yang sempat bertahan 73 tahun.

“Inilah Manchester United yang sesungguhnya,” ujar kiper David de Gea yang juga tampil gemilang, melakukan 11 penyelamatan, usai laga. “Kami mengalahkan sebuah tim hebat.”

Kemenangan atas Tottenham memang seperti penahbisan bahwa MU benar-benar bangkit. Sebelumnya, lima kemenangan yang mereka raih — satu di Piala FA–memang tak terlalu diperhitungkan.

Sebab, lawan-lawan yang mereka kalahkan ketika itu tim-tim yang kekuatannya relatif di bawah MU. Sebut saja Cardiff City, Huddersfield, Bournemouth, Newcastle United, plus Reading di Piala FA.

Tapi, Tottenham, ini adalah klub Inggris yang terus menjulang prestasinya dalam dua-tiga musim terakhir. Bahkan, musim ini, mereka adalah salah satu kandidat kuat juara Liga Inggris, bersaing dengan Manchester City dan pemuncak klasemen, Liverpool.

Tak pelak, penampilan Rashford dan kawan-kawan pun menuai pujian dari mantan bintang MU yang kini pundit di stasiun televisi Sky Sports, Gary Neville.

“Manchester United sekarang seperti Manchester United lima atau 10 tahun lalu,” ujar Neville, bangga.

Sepuluh tahun lalu, adalah salah satu masa kejayaan MU saat masih dilatih Alex Ferguson. Ketika itu, di musim 2007/08, Setan Merah memenangkan tiga gelar sekaligus, Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub.

Kini, perlahan tapi pasti, MU juga mulai jadi ancaman serius di papan klasemen Liga Inggris. Berada di posisi keenam, nilai mereka, 41, kini sama dengan Arsena di posisi kelima. Dengan Liverpool, yang ada di puncak klasemen, MU berselisih 16 poin.

Prestasi ini juga bertolak belakang dengan kiprah mereka sebelumnya, saat masih ditangani Jose Mourinho. MU tampil tak meyakinkan, dan sempat jadi bulan-bulannya suporternya sendiri.

Hingga akhirnya Solskjaer datang menggantikan Mourinho sebagai caretaker manajer per 19 Desember 2018. Solskjaer, 45 tahun, yang juga mantan penyerang MU, dikontrak hingga akhir musim.

2 dari 4 halaman

Kembalikan

Tak pelak, Solskjaer, yang selama di MU mencetak 126 gol dalam 366 laga pun dianggap mampu mengembalikan “ruh” MU. Tim yang sempat melempem, tak lagi greget, kini kembali menjadi kekuatan yang menakutkan.

Skema menyerang kembali dipraktikkan dengan taktis oleh Anthony Martial dan kawan-kawan. Lihat saja, dari total enam pertandingan itu, MU sukses melesakkan 17 gol. Dari kebobolan mereka juga minim, hanya empat gol.

“Manajer berhasil membawa kebahagiaan untuk kami. Pemain selalu tampil bagus dan tim saat ini sangat kuat,” De Gea memuji Solskjaer. “Kami kini tahu cara mengontrol pertandingan, membuat peluang, itu sangat baik bagi kami.”

Tak hanya jitu meracik strategi, Solksjaer juga dianggap mampu kembali menggali potensi bintang MU yang sempat melempem performanya di era Mourinho. Rashford dan Paul Pogba bisa jadi contohnya.

Bagi Rashford sendiri, golnya ke gawang Tottenham adalah gol ketiganya dalam tiga pertandingan terakhir bersama MU. Sedangkan Pogba, belakangan, benderang lagi sinarnya di lapangan.

3 dari 4 halaman

Pogba Bersinar Lagi

Di bawah asuhan Solksjaer, Pogba memang kembali mampu mempertontonkan kemampuan terbaiknya. Tidak hanya jadi jenderal lapangan tengah, sebagai pengatur serangan tim, Pogba juga bisa jadi eksekutor andalan.

Di bawah asuhan Solskjaer, andalan timnas Prancis berusia 25 tahun ini sudah mencetak empat gol. Dia juga telah membuat empat assist, termasuk untuk gol Rashford ke gawang Tottenham.

Tak heran, selain prestasi MU yang menjulang, kembali gemilangnya kiprah Pogba juga disebut-sebut sebagai sukses besar Solskjaer. Sebab, performa pemain berusia 25 tahun ini sempat melempem di era Mourinho.

Bahkan, Pogba yang diboyong MU dari Juventus seharga 89,3 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,6 triliun sempat terlempar dari skuat inti Tim Setan Merah.

4 dari 4 halaman

Bakal Permanen?

Tak pelak, kini spekulasi pun bermunculan bahwa manajemen MU bakal mempermanen kontrak Solksjaer, bukan lagi sebagai caretaker. Padahal, sebelumnya, kencang beredar rumor, bahwa MU akan mengontrak manajer Tottenham, Mauricio Pochettino, mulai musim depan.

Menariknya, Solksjaer sendiri mengaku tidak pernah membebani pikirannya dengan ambisi menjadi pelatih permanen MU. “Setiap hari, saya hanya menjalankan tugas sampai kontrak saya berakhir Juni nanti,” kata Solskjaer, yang masih terikat kontrak dengan klub asal kampung halamannya, Moldne.

Solskjaer menambahkan, “Saya akan berlibur di sana (ketika kontrak berakhir), tapi tidak…saya tidak memikirkan itu sama sekali.”

MU Pecundangi Spurs, Rashford Puji Penyelamatan De Gea

Liputan6.com, Manchester – Marcus Rashford menyatakan aksi penyelamatan David De Gea lebih krusial dalam kemenangan Manchester United (MU) atas Tottenham Hotspur ketimbang golnya.

Pertandingan Spurs kontra MU di Stadion Wembley, Minggu (13/1/2019), berlangsung menarik. Banyak peluang yang tercipta dalam pertandingan tersebut.

Akan tetapi, pada akhirnya hanya satu gol yang tercipta. Peluang yang didapat Rashford pada menit ke-44 berkat umpan Paul Pogba berujung gol.

MU pun menang 1-0. Dengan kemenangan itu, Setan Merah kini telah mengumpulkan 41 poin dari 22 laga.

2 dari 3 halaman

Pujian untuk De Gea

Gol Rashford jelas krusial untuk kemenangan tersebut. Akan tetapi, penyerang muda timnas Inggris itu justru memuji aksi-aksi De Gea dan menyebut performa pemain asal Spanyol lebih krusial dalam kemenangan atas Spurs.

“Ini adalah tanggung jawab yang baik untuk dimiliki. Tetapi sejak manajer ini datang, semua orang sudah menyumbang (untuk klub),” ujarnya seperti dilansir Goal International.

“Hari ini bukan tentang gol. Ini tentang kiper dan penyelamatan-penyelamatan yang dibuatnya luar biasa,” pujinya.

“Kami tahu bahwa kami memiliki itu di belakang,” pungkas Rashford.

3 dari 3 halaman

Pujian Solskjer

De Gea sebelumnya juga mendapat pujian dari Ole Gunnar Solskjer berkat aksinya yang brilian saat menghadapi Huddersfield. Menurut Solskjaer, kemenangan perdananya di Old Trafford tak akan terjadi andai saja De Gea tidak melakukan penyemalatan gemilang untuk menggagalkan peluang Laurent Depoitre.

“Penyelamatan David merupakan momen kunci bagi kami. Setiap tim, baik kandang atau tandang, akan mendapatkan peluang, karena kualitas yang dimiliki setiap tim Premier League,” ujar Solskjaer kepada MUTV.

“Penyelamatan itu mungkin salah satu yang terbaik yang pernah saya lihat. Mungkin yang terbaik,” tambahnya.

Sumber: Bola.net

Kencani 3 Wanita Seksi, Don Juan Liga Inggris Kena Apes di Australia

Liputan6.com, Melbourne – Mantan pemain Liga Inggris, Steven Taylor yang dikenal sebagai Don Juan, kena apes lantaran kisah cintanya dengan dua wanita seksi. Taylor ketahuan akibat ada pesan masuk dari model Australia, perempuan ketiga.

Taylor tercatat bermain di Liga Inggris bersama Newcastle United pada 2003 hingga 2016. Sekarang, dia memperkuat klub asal Australia, Wellington Phoenix.

Dikutip dari media Inggris, Daily Mail, Taylor memacari model sekaligus penulis lagu, Katy Coffey (33 tahun), Diana Adomaitis (22 tahun), dan model Australia yang tak disebutkan namanya. Taylor memanggil mereka dengan nama panggilan yang sama, Long Pins.

Minggu lalu, Diana yang sedang bermesraan dengan Taylor mendapati pesan masuk dari wanita ketiga. Pacar ketiga Taylor itu mengirim pesan singkat ke handphone Diana.

“Wanita itu kirim pesan seperti ini: ‘Pacarmu Steven Taylor adalah pembohong yang bodoh. Untuk Anda ketahui saja, aku berada di Wellington tepat sebelum kamu’,” kata Diana yang tidak hanya mengetahui pacar ketiga Taylor itu bekerja sebagai model di Australia tanpa mengetahui namanya.

Diana juga menyadari, Taylor memberikan panggilan sayang kepadanya serupa dengan model Australia itu. Diana dan Taylor berpacaran dalam enam bulan terakhir.

“Taylor memanggilku ‘long pins’ karena dia mencintai kakiku yang panjang. Lalu aku tahu dia menyebut wanita lain hal yang sama,” ucap wanita berusia 22 tahun tersebut.

2 dari 3 halaman

Pacar Pertama Kesal

Sebelumnya, Katy Coffey, yang sudah berkencan dengan Taylor selama dua tahun juga dibuat kesal dengan laporan yang menyebut sang kekasih seperti Don Juan. Bahkan, Katy sempat dijanjikan bakal dinikahi bek berusia 32 tahun tersebut.

“Saya tidak percaya. Dia bilang ingin kita menikah dan menghabiskan hidup bersama. Kami sempat liburan ke Tenerife dua kali,” ucap Katy.

“Di sana dia ingin mengajak saya bertemu keluarganya. Saya merasa sangat bodoh percaya dengan dia,” katanya menambahkan.

3 dari 3 halaman

Status Menggantung

Sayangnya, hingga ketahuan memacari tiga wanita, asmara Taylor dengan mereka tidak dijelaskan sama sekali.

Namun, dilihat dari Instagram Diana dan Katy, mereka sudah menghapus semua foto yang berhubungan dengan Steven Taylor.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Ini Alasan Liverpool Jadikan Fabinho Bek Tengah

Liputan6.com, Jakarta Ada hal menarik pada skuat Liverpool ketika mengalahkan Brighton 1-0 pada laga pekan ke-22 Premier League 2018/19, Sabtu (12/1) malam WB. Gelandang anyar Liverpool, Fabinho ditempatkan sebagai bek tengah.

Hal ini terpaksa dilakukan Liverpool karena banyaknya bek mereka yang diserang cedera. Joe Gomez, Joel Matip, dan Dejan Lovren diserang cedera dan masih berusaha memulihkan diri. Hanya Virgil van Dijk yang mampu bermain. 

Alhasil, untuk mengatasi masalah itu, Jurgen Klopp memainkan Fabinho di posisi bek tengah. Mantan pemain AS Monaco tersebut menjawab kepercayaan Klopp dengan tampil cukup baik. Klopp mengaku puas dengan performa Fabinho.

Klopp juga mengaku gembira memiliki pemain seperti Fabinho yang fleksibel untuk tampil di beberapa posisi.

Liverpool memang mengontrol pertandingan tersebut, Brighton tak banyak menciptakan peluang – yang berarti Fabinho tak perlu bekerja keras. Meski demikian, Klopp mengakui Fabinho sudah tampil cukup baik untuk mengatasi bola-bola panjang lawan.

“Fabinho adalah pemain brilian. Saya senang dia bisa bermain hari ini. Bukan berarti Brighton banyak menyerang – kami mendominasi penguasaan bola jadi masuk akal untuk memainkan pesepak bola hebat di posisi itu,” kata Klopp di laman resmi liverpoolfc.

“Brighton mencoba mengirimkan bola-bola panjang pada Glenn Murray, yang berhasil mereka lakukan. Namun, dia [Fabinho] tampil baik di situasi seperti itu dan ketika menguasai bola.”

“Dia memiliki otak defensif dan bisa melakukannya di beberapa posisi berbeda,” sambung Klopp.

2 dari 2 halaman

Konsentrasi

Lebih lanjut, Klopp juga memuji konsentrasi dan fokus pemainnya di pertandingan tersebut. Dia menilai skuat Liverpool sudah tampil sangat baik di pertandingan ini dan memahami kekuatan Brighton dengan baik. Dia puas dengan level konsentrasi skuatnya.

“Anda sudah melihat pertandingan itu dan jelas ini merupakan tantangan besar bagi semua pemain untuk tetap tenang dan tetap menjaga konsentrasi karena setiap situasi kecil bisa berubah jadi serangan balik yang berbahaya.”

“Level konsentrasi seperti ini sulit untuk dijaga dan para pemain berhasil melakukan itu. Di babak pertama, kami menciptakan empat atau lima peluang, yang biasanya sudah cukup, jika anda berhasil mencetak gol,” tutup Klopp.

Pula, Klopp mengakui bahwa Brighton telah bertahan dengan baik dan membuat timnya gagal menambah skor.

Sumber Bola.net

Prediksi Tottenham Hotspur vs Manchester United: Ujian Sesungguhnya Solskjaer

Jakarta Manchester United akan dijamu Tottenham Hotspur di Stadion Wembley pada laga pekan ke-22 Premier League, Minggu (13/1/2018). Laga ini merupakan ujian bagi Setan Merah yang mulai bangkit.

Sejak ditangani Ole Gunnar Solskjaer pada 19 Desember 2019, The Red Devils tampil impresif. Mereka berhasil meraih lima kemenangan secara beruntun di seluruh ajang kompetisi. 

Manchester United mampu membungkam Cardiff City (5-1), mengalahkan Huddersfield Town (3-1), memetik kemenangan atas Bournemouth (4-1), mendulang tiga poin di markas Newcastle United (2-0), dan menaklukkan Reading (2-0).

Kini, penampilan apik itu pun akan diuji ketika bersua Tottenham Hotspur. Sebab, The Lilywhites memiliki kekuatan yang setara dengan skuat Setan Merah, dibandingkan dengan lima lawan sebelumnya.

Selain itu, MU juga kerap kerepotan ketika bersua Tottenham. Dari tujuh pertemuan terakhir di seluruh ajang kompetisi, Manchester United menelan empat kekalahan dan hanya meraih tiga kemenangan.

“Tentu saja laga melawan Tottenham akan sulit, tetapi sekali lagi, kami juga bisa menjadikannya sulit buat mereka. Tottenham memiliki kekuatan dan kelemahan, seperti juga kami, jadi itu adalah salah satu pertandingan yang kami butuhkan,” ujar manajer The Red Devils, Ole Gunnar Solskjaer.

“Begitu juga pertandingan Piala FA melawan Arsenal, sebelum kami menjalani laga tandang di Liga Champions melawan PSG, karena itu adalah ujian terakhir,” lanjut legenda Manchester United tersebut.

2 dari 4 halaman

Tottenham Hotspur Sedang Onfire

Di sisi lain, Tottenham Hotspur sedang dalam performa terbaik. Anak asuh Mauricio Pochettino tersebut berhasil meraih sembilan kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya sekali kalah dari 11 pertandingan di seluruh ajang.

Selain itu, The Lilywhites juga memiliki catatan apik ketika bermain di kandang sendiri. Mereka mampu merengkuh tujuh kemenangan dan sekali takluk dari delapan laga terakhir di Stadion Wembley.

Berbekal hasil apik tersebut, Tottenham Hotspur bertekad untuk membungkam Manchester United. Andai meraih tiga poin penuh, Spurs berhasil mengalahkan MU secara beruntun di Premier League musim ini.

Kemenangan juga akan membuat Spurs memangkas jarak dari Liverpool di klasemen sementara liga. Tottenham Hotspur saat ini menempati posisi tiga dengan nilai 48, tertinggal sembilan poin dari The Reds di peringkat teratas.

Sementara itu, Manchester United bercokol di urutan keenam klasemen sementara Premier League dengan mendulang 38 angka. MU terpaut 10 poin dari Tottenham.

“Tentu saja, ini adalah pertandingan besar karena ini adalah Manchester United, semua orang tahu apa artinya bermain melawan Manchester United,” papar manajer Spurs, Mauricio Pochettino.

“Tetapi musim ini, semua tampak seperti pertandingan besar dan semuanya penting. Tentu saja, kami sangat bersemangat dan yakin bahwa kami akan siap untuk bersaing dengan cara terbaik,” lanjutnya.

3 dari 4 halaman

Prakiraan susunan pemain:

Tottenham Hotspur (4-3-1-2): Hugo Lloris; Kieran Trippier; Davinson Sanchez, Toby Alderweireld, Ben Davies; Moussa Sissoko, Harry Winks, Christian Eriksen; Dele Alli; Son Heung-min, Harry Kane.

Manajer: Mauricio Pochettino (Argentina)

Manchester United (4-3-3): David De Gea; Ashley Young, Phil Jones, Victor Lindelof, Luke Shaw; Ander Herrera, Nemanja Matic, Paul Pogba; Jesse Lingard, Marcus Rashford, Anthony Martial.

Manajer: Ole Gunnar Solskjaer (Norwegia)

4 dari 4 halaman

Statistik dan Catatan Pertemuan Kedua Tim

Head to head kedua tim:

  • 28/08/18 Manchester United 0 – 3 Tottenham Hotspur (Premier League)
  • 21/04/18 Manchester United 2 – 1 Tottenham Hotspur (Piala FA)
  • 01/02/18 Tottenham Hotspur 2 – 0 Manchester United (Premier League)
  • 28/10/17 Manchester United 1 – 0 Tottenham Hotspur (Premier League)
  • 14/05/17 Tottenham Hotspur 2 – 1 Manchester United (Premier League)

Lima pertandingan terakhir Tottenham Hotspur:

  • 26/12/18 Tottenham Hotspur 5 – 0 Bournemouth (Premier League)
  • 29/12/18 Tottenham Hotspur 1 – 3 Wolverhampton Wanderers (Premier League)
  • 02/01/19 Cardiff City 0 – 3 Tottenham Hotspur (Premier League)
  • 05/01/19 Tranmere Rovers 0 – 7 Tottenham Hotspur (Piala FA)
  • 09/01/19 Tottenham Hotspur 1 – 0 Chelsea (Piala Liga Inggris)

Lima pertandingan terakhir Manchester United:

  • 23/12/18 Cardiff City 1 – 5 Manchester United (Premier League)
  • 26/12/18 Manchester United 3 – 1 Huddersfield Town (Premier League)
  • 30/12/18 Manchester United 4 – 1 Bournemouth (Premier League)
  • 03/01/19 Newcastle United 0 – 2 Manchester United (Premier League)
  • 05/01/19 Manchester United 2 – 0 Reading (Piala FA)

Persentase menang: Tottenham Hotspur 50 – 50 Manchester United

Sumber Bola.com

Diincar Barcelona, Ini Reaksi Willian

Liputan6.com, Jakarta Winger Chelsea, Willian akhirnya buka suara mengenai rumor ketertarikan Barcelona terhadap dirinya. Willian memilih untuk fokus sepenuhnya bersama Chelsea.

Di musim panas kemarin, beredar kabar bahwa Barcelona mengajukan sejumlah tawaran kepada Willian. Namun Chelsea selaku pemilik Willian tidak mengijinkan sang pemain untuk pergi dari Stamford Bridge. 

Tidak menyerah, Barcelona dirumorkan kembali mengejar Willian di bulan Januari ini. Tim asal Catalunya itu dikabarkan menawarkan sejumlah uang plus pemain muda mereka, Malcom untuk mendapatkan Willian.

Ketika dikonfirmasi mengenai kabar ini, Willian menegaskan bahwa ia tidak memikirkan klub lain selain Chelsea. “Masa depan saya berada di klub ini, Chelsea,” buka Willian kepada Sky Sports.

Willian sendiri enggan mengomentari lebih lanjut perihal pendekatan Barcelona terhadap dirinya yang marak diberitakan media.

Ia menyebut sama sekali tidak mengetahui rumor tersebut karena ia tidak mempedulikan apa yang ditulis media tentang dirinya.

“Saya tidak tahu apa yang kalian [Media] bicarakan. Saya tidak membaca koran!” tandasnya.

2 dari 2 halaman

Pemain Penting

Willian sendiri kembali membuktikan bahwa dirinya masih menjadi pemain yang penting bagi Chelsea.

Dini hari tadi, Chelsea nyaris berbagi poin dengan sang tamu, Newcastle United di pertandingan pekan ke 22 EPL. Chelsea yang sempat unggul lebih dahulu berkat gol Pedro berhasil disamakan kedudukannya melalui gol Ciaran Clark.

Beruntung di babak kedua, Willian berhasil mengonversikan umpan matang dari Hazard, sehingga Chelsea menang 2-1 atas sang tamu.

Sumber Bola.net

Fakta Menarik Tottenham vs MU

Liputan6.com, London – Peringkat 3 Tottenham akan menjamu peringkat 6 Manchester United (MU) pada matchweek 22 Premier League 2018/19, Minggu (13/1). Berikut beberapa fakta menarik yang melatarbelakangi pertandingan di Wembley Stadium ini.

– Pada pertemuan pertama di Premier League musim ini (matchweek 3), Tottenham mempermalukan MU besutan Jose Mourinho 3-0 di Old Trafford. Tottenham menang lewat satu gol Harry Kane dan brace Lucas Moura.

– Dalam laga kandangnya melawan MU di Premier League musim lalu, Tottenham menang 2-0 melalui gol Christian Eriksen dan bunuh diri Phil Jones.

– Tottenham selalu menang dan selalu mencetak minimal dua gol dalam tiga laga kandang terakhirnya melawan MU di Premier League. Mereka menang 3-0 pada musim 2015/16, lalu 2-1 pada musim 2016/17, dan 2-0 pada musim 2017/18.

– MU tanpa kemenangan dalam enam laga tandang terakhirnya melawan Tottenham di Premier League (M0 S3 K2), sejak menang 3-1 pada musim 2011/12.

– Harry Kane baru mencetak dua gol dalam sembilan penampilan melawan MU di Premier League.

– Romelu Lukaku hanya mencetak satu gol dalam 11 penampilan melawan Tottenham di Premier League.

2 dari 2 halaman

Performa dan Statistik

– Tottenham selalu menang tanpa kebobolan dalam tiga laga terakhirnya di semua kompetisi: 3-0 vs Cardiff (Premier League), 7-0 vs Tranmere (FA Cup), 1-0 vs Chelsea (Carabao Cup).

– Tottenham menang enam kali dan hanya kalah sekali dalam tujuh laga terakhirnya di Premier League.

– Tottenham sudah tiga kali kalah dalam laga-laga kandangnya di Premier League musim ini (M6 S0 K3), yakni 1-2 vs Liverpool, 0-1 vs Manchester City dan 1-3 vs Wolverhampton.

– Tottenham mencetak rata-rata 2 gol per laga dalam sembilan laga kandang yang sudah mereka mainkan di Premier League musim ini.

– Selalu tercipta minimal tiga gol dalam empat laga terakhir Tottenham di Premier League.

– Harry Kane selalu mencetak gol dalam enam penampilan terakhirnya untuk Tottenham di semua kompetisi (total tujuh gol).

– Son Heung-Min selalu menyumbang gol dan/atau assist dalam empat penampilan terakhirnya untuk Tottenham di Premier League (5 gol & 3 assist).

– Gol terbanyak untuk Tottenham di Premier League 2018/19 sejauh ini: Harry Kane (14).

– Assist terbanyak untuk Tottenham di Premier League 2018/19 sejauh ini: Christian Eriksen (7).

– Rekor Mauricio Pochettino vs United: M4 S3 K6.

– United selalu menang dan selalu mencetak minimal dua gol dalam lima laga terakhirnya di semua kompetisi.

– United selalu clean sheet (tak kebobolan) dalam dua laga terakhirnya di semua kompetisi: 2-0 vs Newcastle (Premier League), 2-0 vs Reading (FA Cup).

– Romelu Lukaku selalu mencetak gol dalam tiga penampilan terakhirnya untuk United di semua kompetisi, masing-masing satu gol kontra Bournemouth, Newcastle dan Reading.

– Alexis Sanchez selalu menyumbang assist dalam dua penampilan terakhirnya untuk United di semua kompetisi, masing-masing satu assist saat melawan Newcastle dan Reading.

– Gol terbanyak untuk United di Premier League 2018/19 sejauh ini: Romelu Lukaku, Anthony Martial (masing-masing 8).

– Assist terbanyak untuk United di Premier League 2018/19 sejauh ini: Paul Pogba, Marcus Rashford (masing-masing 6).

Sumber: bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini: