10 Potret Negara dengan Musim Semi Terindah di Dunia

Liputan6.com, Jakarta – Musim semi kini tengah dialami beberapa negara yang berada di bagian utara bumi. Musim semi diperkirakan akan berlangsung mulai 21 Maret hingga 21 Juni.

Musim semi menjadi salah satu musim yang ditunggu-tunggu masyarakat di negara bagian utara Bumi. Pada musim ini, pohon dan bunga-bunga akan mekar kembali setelah beberapa bulan mengalami musim dingin. Bisa dibayangkan, betapa indahnya pemandangan yang terlihat pada musim semi, bukan?

Nah, penasaran seperti apa pemandangan musim semi di seluruh dunia? Berikut potretnya seperti melansir dari Buzzfeed, Selasa (26/3/2019).

1. Lake Elsinore, California

Perbandingan Tarif Ojek Online di Indonesia dengan Negara Tetangga

1. Thailand

(Asumsi kurs: 1 baht = Rp 449)

5 km pertama:

1 – 2 km: 25 baht (Rp 11 ribu)

2,1 – 5 km: 5 baht/km (Rp 2.248)

Di atas 5,1 km:

1 – 5 km: 50 baht (Rp 22 ribu)

5.1 – 15 km: 10 baht/km (Rp 4.496)

15,1 km seterusnya: 15 baht (Rp 6.744)

2. Kamboja

(asumsi kurs: 1 riel = Rp 3,5)

Per km: 1.000 riel (Rp 3.527)

Ongkos dasar: 1.500 riel (Rp 5.291)

Ongkos minimal: 2.500 riel (Rp 8.819)

3. Vietnam

(Asumsi kurs: 1 dong = Rp 0,6)

2 km pertama: 12 ribu dong (Rp 7.349)

Setelah 2 km: 3.400 dong (Rp 2.082) – 3.500 dong (Rp 2.143). Perhitungan bergantung pada lokasi kota.

Ongkos menit: 300 dong (Rp 183) – 350 dong (Rp 214). Perhitungan bergantung pada lokasi kota.

Untuk pukul 12 malam hingga 5 pagi ada tambahan 10 ribu dong (Rp 6.124).

Kampanye Akbar di Manado, Prabowo Ungkit Kebocoran Anggaran Negara

Terkait kondisi itu, menurut dia, kini pemerintah panik karena ini adalah kelemahan sistem dari penyelenggaraan negara saat ini.

“Contohnya kalau kita sakit dan ke dokter lalu salah memberikan obat. Yah, dokternya yang kita ganti. Itulah perumpamaannya,” ujar Prabowo.

Dia menambahkan, salah satu yang melemahkan sistem dalam bernegara adalah korupsi. Korupsi ini ibarat darah yang keluar dari tubuh ini.

“Kita bertekad untuk menghentikan korupsi dari negara ini. Saya akan membentuk pemerintah yang bebas dari koruptor, saya akan meminta dan bersumpah untuk menandatangani untuk tidak korupsi selama menjabat,” Prabowo menandaskan. 

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

  

Prabowo Subianto menggelar kampanye terbuka Perdana di Kota Manado. Kampanye dihadiri ribuan pendukung, simpatisan, dan anggota partai koalisi

Potret Benteng Barnaveld yang Jadi Rebutan 3 Negara Eropa

Sabtu 23 Maret 2019, 08:31 WIB

Foto News

Agung Pambudhy – detikNews

Halmahera Selatan detikNews – Daerah timur Indonesia terkenal sebagai penghasil rempah-rempah yang mahsyur. Buktinya, berdiri sebuah benteng yang menjadi rebutan 3 negara Eropa di masa lalu.

Benteng Barnaveld mungkin tidak setenar benteng-benteng peninggalan negara Eropa lainnya di Maluku Utara. Namun, benteng ini punya kisah unik nan menarik untuk ditelusuri.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

PBB Rilis Daftar 10 Negara Paling Bahagia di Dunia, Termasuk Indonesia?

Liputan6.com, Helsinki – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui lembaga Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan, mengumumkan pada Rabu 20 Maret, tentang edisi terbaru World Happiness Report, yang memuat daftar negara paling bahagia di dunia.

Rilis daftar yang bertepatan dengan Hari Kebahagiaan Internasional itu kembali menempatkan Finlandia sebagai negara paling bahagia di dunia selama dua tahun berturut-turut, demikian sebagaimana dikutip dari CNN Travel pada Kamis (21/3/2019).

Hari Kebahagian Internasional pertama kali diusulkan oleh perdana menteri Bhutan pada 2011, yang mendorong dunia melihatnya sebagai metrik, atau hal yang dapat diukur.

Finlandia terpilih sebagai negara paling bahagia di dunia. Bukan hanya lantaran ibu kotanya yang penuh dengan kreativitas gastronomi, melainkan juga sederet keunikan lainnya, seperti fenomena Cahaya Utara yang spektakuler, dan lanskap salju cantik yang dipercaya menjadi asal muasal legenda Sinterklas.

Deretan negara yang berbaris di belakangnya adalah Denmark, Norwegia, Islandia, dan Belanda.

Kriteria negara paling bahagia di dunia dihitung dari enam variabel kunci yang mendukung kesejahteraan, yakni pendapatan, kebebasan, kepercayaan, harapan hidup sehat, dukungan sosial, dan kemurahan hati.

“Seluruh sepuluh negara teratas cenderung memiliki peringkat tinggi dalam keenam variabel, serta ukuran emosional kesejahteraan,” kata John Helliwell, rekan editor dalam laporan terkait, yang juga merupakan seorang profesor emeritus ekonomi di University of British Columbia.

“Memang benar bahwa tahun lalu semua orang Finlandia lebih bahagia daripada penduduk negara lain, tetapi imigran mereka juga imigran paling bahagia di dunia,” kata Helliwell.

Bukan Soal DNA ‘Bahagia’ Finlandia

“Ini bukan tentang DNA Finlandia yang dipercaya memuat kebahagiaan, tetapi lebih kepada tata cara kehidupan yang memuliakan manusia di dalamnya,” lanjutnya menjelaskan.

Masyarakat Finlandia, sebagai contoh, membayar pajak tinggi untuk jaring pengaman sosial.

“Mereka percaya pemerintah memberikan kebebasan yang seimbang dengan jaminan kebutuhan primer, seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan. Negara dan masyarakat saling peduli satu sama lain,” tambah Helliwell.

Mereka hidup dalam kebebasan dan mereka saling bermurah hati. “Mereka saling peduli,” kata Helliwell. “Itulah tempat yang ingin ditinggali orang.”

Daftar negara paling bahagia 2019 hanya berubah sedikit, di mana Austria mendorong Australia keluar dari daftar sepuluh besar. Australia turun satu peringkat ke posisi 11 pada tahun ini.

Bagaimana dengan Indonesia? Negara ini berada di posisi 92, setingkat di atas China. Kebebasan dan kurang meratanya ekonomi menjadi penilaian yang paling menonjol terhadap Tanah Air. 

Simak video pilihan berikut: 

Meski negara ini tak terdaftar negara dengan indeks kebahagiaan tertinggi, namun disebut sebagai kerajaan bahagia.

Erdogan: Pemimpin Negara Barat Harus Belajar dari PM New Zealand

Ankara – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, memuji sosok Perdana Menteri (PM) New Zealand, Jacinda Ardern, atas kepemimpinannya menghadapi aksi teror di dua masjid di Christchurch yang melanda negaranya. Erdogan menilai para pemimpin negara-negara Barat harus belajar dari PM Ardern.

Seperti dilansir media lokal New Zealand Herald, Rabu (20/3/2019), pujian itu disampaikan Erdogan dalam tulisan editorial opini pada surat kabar terkemuka Amerika Serikat (AS), The Washington Post. Sebelumnya Erdogan dikritik karena menunjukkan video aksi teror di masjid New Zealand dalam kampanye pemilu di Turki.

“Seluruh pemimpin negara-negara Barat harus belajar dari keberanian, kepemimpinan dan ketulusan Perdana Menteri New Zealand, Jacinda Ardern, dalam merangkul umat muslim yang tinggal di negara mereka,” sebut Erdogan dalam tulisannya.


Erdogan juga menantang negara-negara Barat dengan menyatakan bahwa negara-negara Barat memiliki ‘tanggung jawab tertentu’ setelah aksi teror di dua masjid New Zealand pada Jumat (15/3) lalu menewaskan 50 orang.

Lebih lanjut, Erdogan menyerukan kepada negara-negara Barat untuk menolak ‘normalisasi rasisme, xenofobia dan Islamofobia, yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir’. Menurut Erdogan, xenofobia dan Islamofobia di masa lalu berhadapan dengan ‘kebisuan di Eropa dan bagian lain dari dunia Barat’.

“Kita tidak bisa membiarkan ini terjadi lagi,” tegasnya.

“Jika dunia ingin mencegah serangan serupa seperti di New Zealand terjadi di masa mendatang, harus dimulai dengan menetapkan bahwa apa yang terjadi merupakan produk kampanye kotor terkoordinasi,” imbuh Erdogan dalam tulisannya.

Pada tulisannya ini, Erdogan juga menekankan bahwa ‘tidak ada perbedaan antara pembunuh yang menewaskan orang-orang tak bersalah di New Zealand dan mereka-mereka yang melakukan aksi teroris di Turki, Prancis, Indonesia dan lokasi lainnya’.

Erdogan sebelumnya dikecam karena mempertontonkan rekaman aksi teror di New Zealand dalam kampanye di Istanbul pada Sabtu (16/3) lalu. Video aksi teror itu diputar lewat layar besar saat kampanye.

Kecaman utama muncul dari kubu oposisi di Turki, Partai Rakyat Republik dan pemimpin Partai Kebahagiaan Mutlak, Temel Karamollaoglu. Kubu oposisi mengatakan Presiden Erdogan menggunakan video itu untuk menambah angka dukungan menjelang pemilihan daerah sebelum akhir bulan ini. Menteri Luar Negeri (Menlu) New Zealand, Winston Peters, menyatakan telah menghubungi Menlu Turki untuk menyampaikan keprihatinan atas penggunaan video teror itu dalam kampanye Erdogan.

(nvc/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bicara soal Korupsi, Ma’ruf Amin Singgung Kebocoran Keuangan Negara

Jakarta – Cawapres Ma’ruf Amin berbicara tentang penanganan korupsi di Indonesia. Ma’ruf menilai harus ada upaya yang lebih dalam mengembalikan kebocoran keuangan negara akibat korupsi.

Hal tersebut disampaikan Ma’ruf saat memberikan sambutan dalam diskusi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2019). Awalnya, Ma’ruf menilai pemberantasan korupsi di Tanah Air mengalami peningkatan yang signifikan.

“Meskipun demikian, apa yang telah dicapai tersebut perlu ditingkatkan lebih lanjut terutama dalam hal upaya mengembalikan kebocoran keuangan negara baik yang di dalam negeri maupun yang disimpan di luar negeri. Saya kira itu tujuan kita yang mana dana-dana yang sudah dikorupsi itu bisa dikembalikan,” kata Ma’ruf.

Namun, Ma’ruf menilai upaya mengembalikan kebocoran keuangan negara akibat korupsi belum maksimal. Menurut Ma’ruf ada beberapa penyebab, salah satunya yakni masih terbatas fungsi dan kewenangan penegak hukum.

“Faktor lain adalah tidak adanya ruang yang cukup pada kebijakan dan peraturan perundang-undangan tentang pemberantasan korupsi yang mengatur kejelasan dan mekanisme pengembalian kerugian negara akibat tindak pidana korupsi terutama pada aset atau uang yang telah dilarikan ke luar negeri ini. Nah ini saya kira perlu ada upaya-upaya yang serius ya,” papar Ma’ruf.

Cawapres nomor urut 01 itu menuturkan upaya mengembalikan juga harus dilakukan dengan strategi yang matang. Salah satu kebijakan alternatif, sebut Ma’ruf, yakni restorative justice atau penanganan kasus di luar pengadilan.

“Pengembalian kerugian keuangan negara yang belum optimal maka konsep restorative justice menjadi alternatif yang semestinya mesti di kedepankan terutama dalam penanganan tindak pidana korupsi,” jelasnya.

Ma’ruf lalu berbicara tentang cost benefit analysis. Dia mengatakan, jangan sampai biaya penanganan kasus korupsi justru lebih besar daripada nominal kerugian negara yang dikejar.

“Sebagai contoh tindak pidana korupsi dengan nilai kerugian yang relatif sedikit ketika dilakukan penindakan mulai dari penyelidikan, penyidikan, penuntutan hingga ke lapas. Maka bukan, mungkin biaya yang dikeluarkan oleh negara justru akan lebih besar daripada nilai kerugian keuangan negara. Dalam konteks inilah cost benefit analysis perlu dijadikan pertimbangan mendalam,” jelas Ma’ruf.

(zak/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kembangkan Pasar Mobil Listrik Murah, Indonesia Harus Belajar dari Negara Ini

Liputan6.com, Jakarta – Thailand telah memiliki skema mobil ramah lingkungan dan mobil listrik terpisah dalam beberapa waktu terakhir. Programnya, adalah untuk jenis kendaraan tertentu, seperti mobil kecil yang terjangkau, dan kedua mobil hybrid dan plug-in hybrid, atau mobil listrik.

Dengan skema ini, pembuat mobil tertarik dengan keringanan pajak dan fasilitas lainnya. Saat ini, pemerintah Thailand telah membuat skema lain, dan program Eco EV akan menggabungkan sedikit dari kedua skema sebelumnya.

Seperti namanya, skema mobil ini akan untuk mobil listrik dengan harga terjangkau, dan Kantor Ekonomi Industri Kerajaan (OIE) telah bertemu dengan Toyota, Honda dan Nissan untuk membahas skema dan menawarkan insentif.

“Eco EV bertujuan untuk menutup celah setelah pemerintah meluncurkan skema EV pada akhir maret 2017, karena skema tersebut seharusnya tidak menjadi hambatan bagi skema eco car saat ini,” jelas Direktur Jenderal OIE, Nattapol Rangsitpol, seperti dilaporkan Bangkok Post dilansir Paultan, Selasa (19/3/2019).

Lanjutnya, pihak OIE menemukan bahwa skema mobil listrik di Negeri Gajah Putih tidak efektif dalam meningkatkan produksi massal pasar mobil listrik, dan melokalisasi pembuatan komponen penting untuk mobil listrik.

Dengan menggambarkan skema EV saat ini, merupakan tiket gratis dan terbuka bagi pembuat mobil untuk menghasilkan mobil ramah lingkungan di segmen kendaraan apa saja.

“Secara lokal, hanya ada mobil listrik hybrid mahal dengan harga di atas satu juta baht, sama seperti sebelum skema mobil listrik,” tegasnya.

Penyebab Inflasi dan Pentingnya Kestabilan Harga di Suatu Negara

Adanya inflasi dapat berpengaruh terhadap masyarakat dan perekonomian suatu negara. Bagi masyarakat umum, inflasi menjadi perhatian karena inflasi langsung berpengaruh terhadap kesejahteraan hidup, dan bagi dunia usaha laju inflasi merupakan faktor yang sangat penting dalam membuat berbagai keputusan.

Inflasi juga menjadi perhatian pemerintah dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mengingat pengaruhnya yang sangat luas terhadap kehidupan masyarakat, maka setiap negara, melalui otoritas moneter atau bank sentral, senantiasa berusaha untuk dapat mengendalikan laju inflasi agar tetap rendah dan stabil.

Di Indonesia, Bank Indonesia sebagai bank sentral merupakan lembaga yang mendapat mandat dari undang-undang untuk mengendalikan laju inflasi. Dilansir dari Bank Indonesia, 3 alasan pentingnya kestabilan harga sebagai berikut:

1. Pertama, inflasi yang tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat akan terus turun sehingga standar hidup dari masyarakat turun.

2. Kedua, inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan. Inflasi yang tidak stabil akan menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi, investasi, dan produksi, yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi.

3. Ketiga, tingkat inflasi domestik yang lebih tinggi dibanding dengan tingkat inflasi di negara tetangga menjadikan tingkat bunga domestik riil menjadi tidak kompetitif sehingga dapat memberikan tekanan pada nilai rupiah.

FIFA Pertimbangkan Piala Dunia 2022 Diikuti 48 Negara

Liputan6.com, Doha – Badan sepak bola dunia FIFA menyatakan bahwa pentas Piala Dunia 2022 mendatang bisa jadi bakal diikuti 48 kontestan. Keputusan akhir soal hal ini bakal diambil pada Juni mendatang.

Keinginan FIFA soal penambahan jumlah peserta di Piala Dunia 2022 ini diungkapkan oleh presiden Gianni Infantino dalam pertemuan FIFA Council di Miami, Amerika Serikat, Jumat (15/3).

Sejak Januari 2017 lalu FIFA memang telah mencanangkan rencana untuk menambah jumlah kontestan pada Piala Dunia 2026. Namun adanya permintaan untuk mempercepat rencana ini membuat FIFA mencoba bergerak lebih cepat.

“Kami memiliki keputusan bahwa memungkinkan untuk menambah peserta dari 32 menjadi 48 tim di Piala Dunia 2022 jika beberapa kondisi mendukung,” ujar Infantino seperti dikutip AFP.

“Kami memiliki tugas untuk melihatnya, 90 persen anggota mendukung penambahan tim ini tapi tak semudah itu. Kami harus menganalisis masalah ini secara hati-hati dan kami terus bekerja sama dengan Qatar,” tambahnya.