Liputan6.com Kecam Namanya Dicatut Sebar Hoax Penghitungan Suara di Luar Negeri

Jakarta – Hoax pesan berantai atau broadcast yang berisi hasil pemungutan suara Pilpres 2019 di luar negeri beredar di media sosial. Media online Liputan6.com yang namanya ikut dicatut dalam hoax tersebut memberi penjelasan.

Liputan6.com menegaskan pihaknya tidak terkait dengan penyebaran hoax tersebut. Nama Liputan6.com dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dalam berita bohong itu.

“Nama media online Liputan6.com dicatut oleh orang yang tidak bertanggungjawab untuk menyebarkan hoaks soal hasil perhitungan suara pada sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di luar negeri. Padahal sebagaimana diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), penghitungan suara di luar negeri sama sekali belum dilakukan,” kata Wapimred Liputan6.com, Irna Gustiawati, dalam keterangan tertulis, Senin (15/4/2019).


Irma mengatakan pihaknya tidak pernah mempublikasikan berita soal hasil penghitungan suara di luar negeri. Link dan isi berita yang ditautkan dalam berita bohong soal penghitungan suara di luar negeri sama sekali tidak berkaitan.

“Hoaks itu diedarkan, dengan modus mengarang sendiri hasil penghitungan suara di sejumlah Tempat Pemungutan Suara ( TPS), menyelipkan link Liputan6.com, lalu disebarkan ke khayalak ramai. Pembaca yang teliti tentu akan mengklik link Liputan6.com yang ditautkan itu, dan mendapati bahwa isi berita Liputan6.com itu sama sekali tidak menulis soal hasil perhitungan suara,” tuturnya.

“Sementara pembaca yang tidak mengklik link itu mungkin akan percaya bahwa penghitungan suara itu memang bersumber dari liputan6.com,” imbuh Irma.

Irma menegaskan selama ini pihaknya selalu menjaga kepercayaan publik dan berkomitmen untuk ikut serta melawan hoax. Liputan6.com pun mengecam pencatutan nama medianya untuk menyebarluaskan hoax.

“Liputan6.com sebagai media yang selalu menjaga kepercayaan publik akan berkomitmen menulis berita sesuai fakta dan ikut serta melawan hoaks yang makin marak. Hampir 19 tahun berdiri sebagai situs berita, Liputan6.com selalu menjaga kepercayaan publik dan berkomitmen serta ikut melawan hoaks yang bisa menganggu keadaban publik,” katanya.

KPU sendiri telah menepis pesan berantai atau broadcast yang berisi hasil pemungutan suara Pilpres 2019 di luar negeri. Ketua KPU Arief Budiman berharap polisi menangkap penyebar hoax tersebut tanpa perlu dilaporkan oleh KPU.

“Saya berharap bisa nggak ya ini langsung ditindaklanjuti oleh polisi gitu loh. Ini kan jelas ya. Saya ingin katakan kalau hasil sebagaimana beredar ada hasil pemilu di luar negeri itu tidak benar. Karena penghitungannya baru akan dimulai tanggal 17 (April). Berarti ini hoax,” kata Arief di KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2019).
(mae/dkp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

6 Cuitan ‘Namanya Juga Hidup’ Ini Ujungnya Bikin Nyesek

Liputan6.com, Jakarta Media sosial seringkali menjadi tempat untuk menuangkan rasa kesal, sedih, tak puas namun juga bisa menjadi tempat untuk berbagai kebahagian untuk sesama warganet. 

Seperti halnya Instagram untuk membagikan potret kegiatan sehari-hari kepada warganet, dan Twitter untuk melontarkan cuitan-cuitan perasaan dalam dirimu.

Namun, dari semua potret dan cuitan, ada sebuah cuitan yang menarik dari beberapa warganet yang bercerita tentang “Namanya Juga Hidup”. Mereka memiliki artian sendiri-sendiri tentang kehidupan yang mereka alami.

Berikut enam cuitan ‘Namanya Juga Hidup’ di media sosial Twitter yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (12/4/2019)

Anies: 49 Tahun DKI Punya Usaha Tak Lakukan Pembangunan, Namanya Pabrik Bir

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan selama 49 tahun Pemprov DKI Jakarta memiliki badan usaha yang tidak melakukan pembangunan. Badan usaha tersebut, kata Anies adalah pabrik minuman bir.

“Pemerintah itu tugasnya melakukan pembangunan, menggunakan lembaga pemerintah dan badan usaha. Nah sekarang selama 49 tahun, Pemprov DKI punya badan usaha yang tidak melakukan pembangunan namanya pabrik bir, perusahaan bir. Nggak ada unsur pembangunannya,” kata Anies di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Karena itu lah Anies berencana menjual saham Pemprov DKI di perusahaan bir PT Delta Djakarta.

“Uangnya dipakai untuk kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Jadi kalau saham kita, usaha kita itu di bidang konstruksi, di bidang keuangan, itu membantu pembangunan,” ujarnya.

“Tapi kalau produksi alkohol dimana pembangunannya? Dan badan usaha negara itu harus bertanggung jawab kepada rakyat loh. Saya harus bertanggung jawab kepada rakyat, bahwa uang Rp 1,2 triliun ini saya gunakan untuk produksi apa? Nah kalau gunakan untuk produksi bir, apa pertanggungjawaban saya kepada rakyat,” lanjutnya.

Anies pun ingin agar dana Pemprov DKI bukan untuk produksi minuman beralkohol seperti bir. Melainkan untuk sesuatu yang bermanfaat bagi warga. Anies lalu heran dengan pihak yang mempermasalahkan penjualan saham di perusahaan bir itu.

“Saya tidak paham dimana kontranya, tunjukkan pada saya manfaat bagi pemerintah dan rakyat ketika uang rakyat diletakkan di usaha produksi alkohol,” tuturnya.

Anies pun menegaskan jika rencana penjualan saham Pemprov DKI di PT Delta Djakarta tinggal menunggu persetujuan dari DPRD DKI Jakarta. Ditanya terkait apakah rakyat DKI mendukung rencana itu, menurutnya, penjualan saham di perusahaan bir itu bukan masalah mendukung atau tidak.

“Ini soal benar atau tidak. Benar apa tidak sih uang negara dipakai untuk usaha produksi alkohol. Coba, masuk akal tidak kalau ada BUMN, BUMD bidangnya produksi alkohol? Karena itu kita mau koreksi sesuatu yang sudah berjalan terlalu lama,” imbuhnya.

Anies pun meminta pihak yang tidak setuju dengan rencana penjualan saham perusahaan bir itu agar tidak sensi.

“Ini bukan kebijakan pemerintahan kemarin kok, ini adalah kebijakan 49 tahun yang lalu. Santai aja. Karena saya meyakini bahwa segala uang rakyat itu, harus dipakai sebanyak-banyaknya untuk kepentingan pembangunan,” paparnya.

“Di dalam produksi alkohol ini tidak ada unsur pembangunannya. Kan masuk akal, punya BUMD dan BUMN karena mau membangun. Nah kalau kita punya badan usaha yang tidak membangun apalagi produksi alkohol. Jelaskan dimana unsur pembangunannya?,” tegasnya lagi.
(nvl/idn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

JK: Namanya Survei Internal, Mau 100 Persen Juga Bisa

Sebelumnya Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzhar Simanjutak mengungkap, hasil survei internal elektabilitas capres-cawapres yakni Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Menurut dia saat ini elektabilitas Prabowo-Sandi unggul 14 persen dari capres-cawapres Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

“Hasil survei kita, justru saat ini sudah crossing, Prabowo-Sandi sudah di angka 54 persenan sedang Jokowi 40-an,” kata Dahnil pada wartawan di Jakarta, Senin 11 Maret 2019.

Dahnil yakin elektabilitas Prabowo-Sandi akan terus meningkat. Terutama pada saat pencoblosan 17 April 2019 mendatang. Namun, Dahnil tak mau mengungkap metodologi yang digunakan survei internalnya tersebut.

“Jadi kami yakin beberapa hari ini pada saat pencoblosan Prabowo-Sandi itu bisa menang di atas angka 60 persen,” ungkapnya.

Mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini juga enggan ambil pusing terkait hasil survei lembaga lain. Dia yakin publik telah memiliki penilaian masing-masing terhadap capres-cawapres.

“Publik kita literasi demokrasinya sudah sangat tinggi, termasuk literasi terkait dengan trik dan intrik lembaga survei dengan ‘tugas-tugasnya’,” ucapnya.

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka.com

Saksikan video pilihan berikut ini:

Uji coba MRT untuk pertama kali, Jusuf Kalla imbau warga harus disiplin saat nikmati fasilitas MRT.

Gatot Nurmantyo Geram Namanya Dicatut di Broadcast Hoax WhatsApp

Jakarta – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo geram karena namanya dicatut di pesan berantai (broadcast) di WhatsApp. Gatot menyatakan informasi yang disebar tersebut merupakan berita bohong (hoax).

“Beredar pesan di Whatsapp yang mengatasnamakan saya. Saya tegaskan, informasi ini bukan dari saya! Ini adalah HOAX!” tegas Gatot lewat akun Instagram-nya, @nurmantyo_gatot, seperti dilihat, Rabu (6/3/2019).

Gatot meminta pesan berisi ujaran kebencian dihentikan. “Mohon kiranya untuk berhenti menyebarkan pesan-pesan ujaran kebencian seperti ini,” tegasnya.
Posting-an tersebut diunggah pada Selasa (5/3) kemarin. Dilihat pada pukul 05.30 WIB, ada respons berupa 855 komentar dan 14.714 likes.

Gatot mem-posting isi broadcast tersebut. Dia memberi label ‘HOAX’ di setiap slide yang berisi broadcast tersebut.

(jbr/yld)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Gara-gara Nomor KTP Direktur Chen Tertukar

Chen pun akhirnya dipaksa sore hari itu juga harus datang ke Kantor Disnakertrans. Dia akhirnya datang membawa dokumen-dokumen ketenagakerjaan ditemani seorang warga negara China bernama A Wei. A Wei sudah lama di Indonesia dan menetap di Surabaya, Jawa Timur. Ia juga memiliki peternakan ayam petelur di Cianjur dengan bendera perusahaan PT Saudara Makmur.

Rupanya, setelah dicek, IMTA yang dimiliki Chen berlaku di perusahaan A Wei. Di PT Saudara Makmur itu pula, Chen punya jabatan sebagai direktur keuangan. “Iya benar, Pak, dia direktur keuangan saya,” kata A Wei seperti ditirukan Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Cianjur, Ricky Ardi Hikmat, saat pertemuan di kantor Disnakertrans, itu.

Yang mengejutkan juga, saat Chen menyerahkan akta perusahaan peternakan di Cibokor, Chen bukanlah tenaga kerja, melainkan pemilik peternakan. Jabatannya direktur utama  PT Indah Tunggal Alami, yang membuka peternakan itu sejak 2017. Di bawah Chen, ada beberapa direktur yang semuanya warga negara China. Chen pemilik saham mayoritas di perusahaan tersebut.

“Ternyata dia itu direktur utama sekaligus pemegang saham. Dia sih pegang IMTA, tapi bukan di posisi perusahaan yang sedang kita lakukan pembinaan. Jadi dia itu menunjukkan IMTA, tapi IMTA di perusahaan lain (PT Saudara Makmur). Sama, peternakan juga, tapi beda perusahaan,” ujar Ricky.

Dari hasil pemeriksaan, kata Ricky, dokumen berupa IMTA itu tidak ada masalah karena semua dokumen sesuai dengan yang dipersyaratkan. IMTA milik Chen juga masih berlaku. Hanya sempat terjadi miskomunikasi saja lantaran Chen tidak lancar Bahasa Indonesia sehingga dilakukan klarifikasi. “Makanya kita bingung kok yang ramai malah urusan e-KTP. Dan banyak yang mempertanyakan soal e-KTP Chen ke kami,” jelas Ricky.

Warganet memang ramai mengecek NIK e-KTP milik Chen di sistem Komisi Pemilihan Umum. Nah, ternyata NIK tersebut muncul atas nama Bahar, warga Kelurahan Sayang, Cianjur. Bahar, 47 tahun, yang kesehariannya berdagang bakso keliling, pun bingung namanya muncul di aplikasi KPU dengan NIK milik WNA. “Saya tinggal di sini sejak 1996, tidak ada masalah soal NIK. Baru kali ini saja ada perbedaan. Baru tahu setelah dikabari ketua RT pagi tadi,” begitu kata Bahar, Selasa, 26 Februari 2019.

Bahar bilang selama ini tak ada kendala dalam partisipasi pencoblosan pemilu. Namun, untuk tahun ini, dia sedikit heran karena mendadak NIK-nya berubah di DPT. “Katanya jadi nama China, ya, saya nggak tahu apa-apa. Sebelumnya, nyoblos Pilgub (Jawa Barat) juga nggak ada masalah. Baru kali ini saja tiba-tiba ramai, katanya NIK-nya dipakai orang asing,” ujar Bahar.

Datang ke Indonesia, Band Kodaline Lebih Suka Jajan di Pinggir Jalan

Liputan6.com, Jakarta – Grup band Kodaline, akan melangsungkan konser di Istora Senayan, Jumat (1/3/2019) dalam rangkaian “The Politics of Living Tour”. Sebelum manggung, mereka sempat menikmati makanan yang dijual di pinggir jalan.

Personel band Kodaline mengaku semua makanan yang ada di Indonesia sangat enak. Dibandingkan makanan di restoran, mereka lebih senang makan di pinggir jalan.

“Saya dan Steve menghabiskan waktu banyak di sini dan saya merasa makanan di sini luar biasa. Di manapun makannya enak. Kami pernah nyoba buah, itu sangat umum di sini. Namanya apa ya? Dragon fruit, buah naga itu enak,” ungkap Vinny, salah satu personel Kodaline, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (28/2/2019).

2 dari 3 halaman

Ingin Coba Nasi Padang

Selain buah naga, mereka juga pernah mencoba bakso dan sangat menyukai rasa kopi luwak.

Selanjutnya, band yang digawangi Steve Garrigan, Vinny Mau, Jr, Jason Boland dan Mark Prendergast akan mencoba nasi Padang.

“Kalau kami punya kesempatan mungkin kami bisa mencoba,” ucap Vincent. 

3 dari 3 halaman

Bukan Pertama Kali

Bagi personel Kodaline, ini bukan kali pertama mereka datang ke Indonesia, melainkan ketiga kalinya. (Antaranews.com)

Tak Percaya Mistis, Cinta Laura Ketagihan Syuting Film Horor

Liputan6.com, Jakarta – Cinta Laura membintangi film Mati Anak yang disutradarai Derby Romero. Ini pengalaman pertama Cinta bermain dalam film bergenre horor. Selama ini Cinta Laura sudah cukup sering wara-wiri membintangi film drama. Cinta Laura pun harus rela untuk mondar-mandir Amerika dan Indonesia selama menjalani proses syuting pada 2018 silam. Ia harus menjalani adegan terakhir pada Desember lalu, dan setelahnya kembali ke Amerika, mengingat kesibukannya yang cukup padat.

“Aku terakhir ke Indonesia Desember karena sampai Desember syuting Mati Anak ini. Premiere-nya akhir Maret, jadi baru dua bulan aku enggak di Indonesia,” ujar gadis berusia 25 tahun itu ketika ditemui di bilangan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (26/2/2019).

Cinta Laura mengaku dirinya bukanlah tipe yang percaya pada hal-hal mistis. Namun bukan berarti syuting film horor jadi membosankan baginya. Malah sebaliknya, Ia mendapatkan sebuah tantangan baru di film ini.

“Sejujurnya aku kurang percaya sama yang mistik-mistik. Tapi ternyata asyik banget syuting horor. Yang aku suka dari film ini hantunya enggak kuntilanak saja, ada figur mistik yang jarang kita lihat di horor lain. Bisa dibilang ada anak kecil yang creepy. Bisa dibilang yang main di film ini anak-anak dan mereka enggak rese dan talented. Jadi aku merasa beruntung karena enggak mengurusi anak-anak yang rese. Mereka nice dan profesional,” sambungnya.

2 dari 3 halaman

Sifat Berbeda

Dalam film Mati Anak, Cinta mendapatkan peran sebagai gadis bernama Ina. Pelantun “Guardian Angel” ini menyebut tokoh yang diperankannya memiliki sifat yang jauh berbeda dari sosok aslinya di dunia nyata. Dan tentunya hal itu jadi sebuah tantangan tersendiri bagi Cinta.

3 dari 3 halaman

Kerja dengan Derby

“Mungkin waktu aku ngerjain film ini bisa dibilang karakter aku yang namanya Ina sedikit jadi challenge buat aku, karena aku aslinya kan orangnya sangat penuh opini, straight power dan sangat berani. Tapi karakter aku di film ini sedikit pemalu, sedikit naif dan juga apa ya, pokoknya innocent,” tuturnya.

“Jadi aku harus belajar benar pura-pura jadi orang yang naif dan enggak terlalu mengerti soal dunia ini. Mungkin karena Derby yang jadi sutradaranya jadi lebih gampang untuk dalami karakter aku, karena dia orangnya easy going banget and he is so pleasant to work with. Enggak susah sih, enggak susah saja,” ia menandaskan. (Guntur Merdekawan/Kapanlagi.com)

Eha Pedagang Starling Nyaleg Diketawain Teman-temannya

Cilegon – Pencalegan Eha Soleha (44) sempat dianggap sinting oleh para pedagang di pasar induk Kranggot, Cilegon. Ia dianggap nekat dan membuat orang tak percaya karena dianggap tak punya modal.

“Oh, caleg kentir (sinting). Banyak yang bilang gitu orang pasar, ledek-ledekan. Biasa caleg kentir. Saya nggak tersinggung biasa aja,” kata Eha saat berbincang dengan detikcom di Cilegon, Banten, Jumat (1/3/2019).

Pedagang kopi keliling alias Starbuck Keliling (Starling) mengakui bahwa memang sebelumnya ia tidak punya pengalaman di dunia politik. Namun, karena diajak seorang anggota partai PPP menjadi caleg untuk DPRD Cilegon, ia tertarik dan mau bergabung. Apalagi, waktu itu ia tidak diminta sepeser pun untuk mendaftar di dapil 1 kecamatan Cibeber-Cilegon nomor urut 6.

Begitu pedagang di pasar tahu bahwa ia jadi caleg, Eha bahkan diminta datang ke dukun atau orang pintar. Eha dianggap tak mungkin menang kecuali ada keajaiban.

“Pergi sana ke orang pinter biar disulap. Ya saya menghormati saja orang pasar,” kata Eha yang juga pernah mengenyam pendidikan D3 di Akademi Bahasa Asing di Jakarta.

Sahriah, sesama pedagang di pasar Kranggot awalnya berpikir pengakuan pencalegan Eha sebagai guyonan. Namun, begitu temannya itu menyebarkan striker sampai kartu nama ke pedagang-pedagang, mereka baru yakin dan malah memuji keberaniannya.

“Saya pikir bercanda. Kaget begitu bener. Hebat lah saya dukung aja,” kata Sahriah.

Sesama pedagang yang lain pun terkejut. Apalagi, di stiker Eha terlihat cantik karena make up.

“Kaget banget, apalagi pas lihat fotonya cantik. Dikasih stiker dikira muka camat, ternyata bener baru percaya. Semoga menang namanya juga pedagang sering becanda,” kata sesama pedagang bernama Musdalifah menimpali.

(bri/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BMKG: Gempa Solok Selatan Dipicu Sesar Aktif yang Belum Terpetakan

Liputan6.com, Jakarta – Gempa tektonik bermagnitudo 5,6 mengguncang wilayah Kabupaten Solok Selatan, Kamis 28 Februari 2019. Hasil pemutakhiran parameter menunjukkan gempa ini memiliki kekuatan magnitudo 5,3.

Episenter terletak pada koordinat 1,4 LS dan 101,53 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 36 kilometer arah timur laut Kota Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan, Propinsi Sumatera Barat, pada kedalaman 10 kilometer.

Menurut Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono, gempa Solok Selatan ini, merupakan jenis gempa tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu aktivitas sesar aktif yang belum terpetakan dan belum diketahui namanya.

“Pemicu gempa ini diduga berasal dari percabangan (splay) dari Sesar Besar Sumatra (The Great Sumatra Fault Zone), mengingat lokasi episenter gempa ini terletak sejauh 49 kilometer di sebelah timur jalur Sesar Besar Sumatera tepatnya dari Segmen Suliti,” jelas Daryono kepada Liputan6.com, Jumat (1/3/2019).

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan mendatar (strike-slip).

“Jika memperhatikan peta geologi di lokasi episenter, tampak terlihat adanya pola kelurusan yang berarah barat laut-tenggara. Mengacu orientasi ini maka dapat dikatakan bahwa mekanisme gempa Solok Selatan ini berupa sesar geser dengan arah pergeseran menganan (dextral-strike slip fault),” ujar dia.

Dampak gempa ini guncangannya dirasakan di Solok Selatan mencapai skala intensitas V-VI MMI, Kota Padang III-IV MMI, Painan dan Padang Panjang II-III MMI, Payakumbuh Limapuluh Kota II MMI, Kepahyang I MMI. Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Solok Selatan, lebih dari 343 bangunan rumah rusak dan sedikitnya 48 orang terluka akibat gempa ini.

“Catatan sejarah gempa besar di Segmen Suliti tidak banyak, tetapi pada bagian selatan Segmen Suliti yang berdekatan dengan Segmen Siulak dalam catatan sejarah pernah terjadi 2 kali gempa dahsyat, yaitu Gempa Kerinci 1909 (M=7,6) dan 1995 (M=7,0),” ucap Daryono.

2 dari 2 halaman

Sejarah Gempa 1909

Salah satu peristiwa gempa dahsyat di Perbatasan Sumatera Barat, Bangkulu, dan Jambi adalah gempa merusak yang terjadi pada 4 Juni 1909, sekitar 7 tahun setelah wilayah ini diduduki Hindia-Belanda.

“Gempa tektonik yang dipicu akibat aktivitas Sesar Besar Sumatera tepatnya di segmen Siulak ini berkekuatan M=7,6. Gempa ini menjadi gempa darat paling kuat yang mengawali abad ke-20 di Hindia-Belanda. Peristiwa gempa dahsyat ini banyak ditulis dan diberitakan dalam berbagai surat kabar Pemerintah Hindia Belanda saat itu,” terang Daryono.

Jumlah korban jiwa meninggal akibat gempa Kerinci saat itu sangat banyak mencapai lebih dari 230 orang. Sementara korban luka ringan dan berat dilaporkan juga sangat banyak.

“Sejarah gempa dahsyat yang melanda Kerinci tahun 1909 kemudian terulang kembali pada tahun 1995. Gempa Kerinci 1995 berkekuatan M 7,0 terjadi terjadi pada 7 Oktober 1995 yang mengakibatkan kerusakan parah di Sungaipenuh, Kabupaten Kerinci,” kata Daryono.

Gempa ini menyebabkan 84 orang meninggal, 558 orang luka berat dan 1.310 orang luka ringan. Sementara 7.137 rumah, sarana transportasi, sarana irigasi, tempat ibadah, pasar dan pertokoan mengalami kerusakan.

Untuk itu, ia menilai ada pelajaran penting yang dapat dipetik dari peristiwa gempa di Solok Selatan termasuk catatan gempa Kerinci 1909 dan 1995. Bahwa, keberadaan zona Sesar Besar Sumatra harus selalu diwaspadai.

“Jika terjadi aktivitas pergeseran sesar ini maka efeknya dapat sangat merusak karena karakteristik gempanya yang berkedalaman dangkal dan jalur sesar yang berdekatan dengan permukiman penduduk,” ucap Daryono.


Saksikan video pilihan berikut ini: