16 Polisi Gugur Amankan Pemilu 2019, Polri: Naik 100 Persen

Berikut daftar 16 personel Polri yang gugur saat tugas pengamanan Pemilu 2019: 

1. Aiptu M Saepudin, anggota Polsek Cileunyi, Polda Jabar. Gugur karena kelelahan setelah mengawal kotak suara.

2. Aiptu M Supri, anggota Polresta Sidoarjo, Polda Jatim. Gugur saat melaksanakan pengamanan TPS.

3. AKP Suratno, Panit Subdit II Ekonomi Ditintelkam Polda Kaltim. Gugur karena sakit.

4. Brigadir Prima Leion Nurman Sasono, anggota Polsek Cerme, Polres Bondowoso, Polda Jatim. Gugur dalam kecelakaan menuju TPS.

5. Bripka Ikhwanul Muslimin, anggota Polres Lombok Tengah, Polda NTB. Gugur karena kecelakaan saat hendak apel kesiapan pengamanan TPS.

6. Aipda Stefanus Pekuwali, anggota Polres Kupang, NTT.

7. Brigadir Arip Mustaqim, anggota Brimob Cikarang, Polda Metro Jaya.

8. Ipda Paulus Kenden, anggota Polres Tanah Toraja, Polda Sulsel

9. Brigjen Syaiful Zachri, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri.

10. Aiptu Jonter Siringo-Ringo, anggota Polres Dairi, Polda Sumut.

11. Bripka Mashadi, anggota Polres Indramayu, Polda Jabar.

12. Arie Adrian Winatha, anggota Biro Operasi Polda Kalsel.

13. Ipda Totok Sudarto, anggota Polres Berau, Polda Kaltim.

14. Aiptu Daniel Mota, anggota Polres Belu, Polda NTT.

15. Bripka Yustinus Petrus Mangge, anggota Polres Ende, Polda NTT.

16. Bripka Roma, anggota Sat Brimob Polda Kepri. Gugur karena kecelakaan saat menuju PPK. 

Investor Asing Lepas Saham, IHSG Naik 48,07 Poin

Liputan6.com, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menguat pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Penguatan IHSG terjadi di tengah aksi jual investor asing.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (23/4/2019), IHSG menguat 48,07 poin atau 0,75 persen ke posisi 6.462,82. Indeks saham LQ45 menanjak 0,98 persen ke posisi 1.022,49. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Sebanyak 248 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. 171 saham melemah dan 131 saham diam di tempat.

Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.482,81 dan terendah 6.415,45. Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 425.321 kali dengan volume perdagangan 14 miliar saham.

Nilai transaksi harian saham Rp 7,8 triliun. Investor asing lepas saham Rp 174,18 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 14.075.

Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham konstruksi merosot 0,13 persen. Sementara itu, sektor saham tambang naik 1,98 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Disusul sektor saham aneka industri mendaki 1,53 persen dan sektor saham barang konsumsi menguat 1,25 persen.

Saham-saham yag menguat antara lain saham ABBA melonjak 14,97 persen ke posisi Rp 169 per saham, saham BUMI mendaki 10,62 persen ke posisi Rp 125 per saham, dan saham LUCK menanjak 14,29 persen ke posisi Rp 960 per saham.

Sementara itu, saham MTPS turun 23,97 persen ke posisi Rp 920 per saham, saham CPRI tergelincir 22,02 persen ke posisi Rp 131 per saham, dan saham TRIO susut 21,94 persen ke posisi Rp 121 per saham.

Bursa saham Asia pun bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng stagnan. Selain itu, indeks saham Shanghai merosot 0,51 persen dan indeks saham Singapura mendaki 0,23 persen.

Sedangkan indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 0,17 persen, indeks saham Jepang Nikkei mendaki 0,19 persen, indeks saham Thailand naik 0,12 persen dan indeks saham Taiwan menguat 0,35 persen.

* Ikuti Hitung Cepat atau Quick Count Hasil Pilpres 2019 dan Pemilu 2019 di sini

Naik Lagi, Utang Pemerintah Jadi Rp 4.567 T di Maret 2019

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat jumlah utang pemerintah pusat hingga akhir Maret 2019 tercatat sebesar Rp 4.567,31 triliun. Jumlah ini naik Rp 1,05 triliun dibandingkan bulan sebelumnya.

Melansir APBN KITA edisi April 2019 yang dikutip, Senin (22/4/2019). Total utang pemerintah per Maret 2019 bertambah Rp 430,92 triliun jika dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yaitu sebesar Rp 4.136,39 triliun.

Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang sekitar 30,12%, angka ini menurun jika dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 30,33%.


Adapun, rasio utang terhadap PDB masih aman mengingat besaran utang Pemerintah yang ditetapkan dalam Undang-Undang Keuangan Negara maksimum sebesar 60% dari PDB.

Total utang pemerintah yang mencapai Rp 4.567,31 triliun terdiri dari pinjaman yang sebesar Rp 791,19 triliun dan surat berharga negara (SBN) yang sebesar Rp 3.776,12 triliun.

(hek/ang)

Siap-Siap, Bunga Kredit Kendaraan Bakal Naik

Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Destry Damayanti mengatakan, akses masyarakat Indonesia terhadap jasa keuangan atau inklusi keuangan masih tertinggal jika dibandingkan negara di kawasan Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, bahkan Filipina. Padahal, sektor jasa keuangan memiliki peran yang penting dalam berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Saat ini Indonesia masih dihadapkan pada masalah pendalaman di sektor jasa keuangan tersebut. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif stagnan dikisaran 5 persen membutuhkan upaya untuk mencegah berlanjutnya pemburukan situasi. Dan sektor jasa keuangan merupakan salah satu sektor penting yang berperan di dalamnya,” ujarnya di Century Park, Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Destry mengatakan, isu pendalaman keuangan menjadi hal penting yang perlu diangkat mengingat kondisi sektor keuangan Indonesia masih didominasi oleh perbankan dengan 115 bank umum dan 1.593 BPR yang menguasai 77,15 persen pangsa pasar aset. Sementara pasar modal Indonesia, baik ekuitas, maupun obligasi masih relatif tertinggal dibandingkan negara lain.

“Untuk itu diperlukan perbaikan dari sisi demand (investor), suplly (instrumen), infrastruktur pasar dan kebijakan yang kondusif, serta memperkuat regulasi untuk melindungi hak-hak investor dan jaminan penegakan hukum, serta menyederhanakan perizinan usaha dan investasi keuangan,” jelasnya.

Upaya pendalaman sektor jasa keuangan perlu terus dilakukan dengan tetap memperhatikan pengelolaan risiko dan stabilitas sistem keuangan. Pendalaman keuangan menjadi sangat penting mengingat peran sektor jasa keuangan sebagai sumber pembiayaan pembangunan, maupun sistem pembayaran yang mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

“Untuk mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi ke depan, sektor jasa keuangan dibutuhkan untuk membiayai kebutuhan investasi sehingga perlu dilakukan upaya inklusi keuangan, baik dari pasar keuangan maupun institusi keuangan,” jelasnya.

Istilah inklusi keuangan muncul sebagai penegas bahwa pembangunan yang berkualitas pada sektor keuangan tidak hanya berfokus pada aspek kedalaman, namun juga pada keterjangkauan serta efisiensi penyedia jasa keuangan. Meskipun peran dan keberhasilan sektor keuangan dalam menumbuhkan ekonomi berbeda-beda, namun diperlukan sektor keuangan yang efektif dan efisien untuk menumbuhkan perekonomian yang berkualitas.

Harga Rumah Subsidi Naik Jadi Berapa? Tunggu Akhir Bulan Ini

Jakarta – Harga rumah subsidi di tahun 2019 akan naik. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperkirakan April ini akan ditetapkan harga baru tersebut oleh Kementerian Keuangan.

Saat ini proses tersebut memang tinggal menunggu restu dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Sebelumnya sudah ada surat yang mengatakan bahwa, edaran ya yang mengatakan bahwa kita berharap memang April keluar ya,” kata Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko Heripoerwanto ditemui di kawasan TMII, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Proses harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM (Kumham) sudah beres. Sekarang tinggal tunggu Menteri Keuangan menandatangani Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur harga baru.
“Harga kita tunggu proses administrasi, tinggal penandatanganan saja. Harmonisasi sudah lewat. Kalau Kumham harmonisasi proses itu sudah selesai. Tinggal sekarang ya proses penandatanganan (PMK) itu saja,” jelasnya.

Dia meyakini harga baru ini sesuai harapan para pengembang maupun masyarakat berpenghasilan rendah. Jadi kenaikan harga ini diharapkan tetap terjangkau.

“Kita mencari jalan tengah yang terbaik lah. Kalau mengikuti pengembang semuanya kan kasian juga masyarakat berpenghasilan rendah tidak bisa affordable (terjangkau),” tambahnya.

(ang/ang)

Kapolda: Anggota Wafat Saat Amankan Pemilu Naik Pangkat 1 Tingkat

Berikut beberapa anggota Polri yang meninggal saat melakukan pengamanan Pemilu 2019 :

1. Aiptu M. Saepudin, Bhabinkamtibmas Cilengkrang, Polsek Cileunyi. Gugur karena kelelahan setelah mengawal kotak suara.

2. Aiptu M. Supri, anggota Polresta Sidoarjo. Gugur saat melaksanakan pengamanan TPS 21 di Desa Bareng Krajan, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur.

3. AKP Suratno, Panit Subdit II Ekonomi Ditintelkam Polda Kaltim. Gugur dikarenakan sakit.

4. Brigadir Prima Leion Nurman Sasono, anggota Polsek Cerme, Polres Bondowoso. Gugur dalam kecelakaan menuju TPS.

5.Bripka Ichwanul Muslimin, personel Polres Lombok Tengah, Polda NTB. Gugur karena kecelakaan menuju salah satu Polsek untuk apel kesiapan pengamanan TPS.

6. Aipda Stef Pekualu, anggota Polres Kupang, NTT. Gugur saat pengamanan Pemilu 2019.

7. Brigadir Arif Mustaqim, anggota Brimob Cikarang, Polda Metro Jaya. Gugur saat pengamanan Pemilu 2019.

8. Brigadir Slamet Dardiri, anggota Polsek Tosari, Polres Pasuruan. Gugur dalam kecelakaan saat pengamanan Pemilu 2019.

9. Brigjen Syaiful Zahri, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri.

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

Karding Ungkap 3 Alasan Suara PKB Naik di Pemilu 2019

Liputan6.com, Jakarta – Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding mengungkapkan sebab kenaikan suara partainya dalam Pemilu 2019. Ia mengungkapkan ada hal yang membuat kenaikan suara bagi partainya itu.

Menurut Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin itu, sebab pertama yang membuat partainya mengalami kenaikan suara ialah tidak adanya konflik internal dalam tubuh PKB.

“Kedua, orang-orang NU sebagian besar solid ke PKB. Karena selama ini memang basis pendukung utama PKB itu NU,” papar Karding usai menghadiri Syukuran Kemenangan Jokowi-Maruf yang digelar di Posko Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas), Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (20/4/2019).

Karding memaparkan bahwa kemenangan PKB banyak diperoleh di kantung-kantung masyarakat yang kental dengan tradisi NU.

Lalu alasan ketiga ialah kerja keras para calon legislatif dan struktur kepengurusan PKB di setiap wilayah konstituennya masing-masing.

“Kerja caleg dan struktur tentu sangat keras berusaha untuk meningkatkan perolehan suara,” paparnya.

Kapan Harga Saham Saratoga Bisa Naik Lagi?

Jakarta – Pasca pengumuman hasil hitung cepat, pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno kalah dibandingkan Jokowi-Ma’ruf Amin. Hasil quick count ini turut mempengaruhi pergerakan harga saham PT Saratoga Investama Sedaya, yakni perusahaan yang terafiliasi dengan Sandiaga Uno.

Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Alfred Nainggolan menjelaskan pada awal 2019 saham Saratoga mendapatkan katalis positif dari majunya Sandiaga Uno dalam kontestasi pemilihan presiden.

Dia menjelaskan, akibat sentimen positif tersebut mampu mengurangi tekanan negatif dari kinerja Saratoga pada 2018 yang mencatatkan kerugian bersih.

“Bahkan harga saham Saratoga di awal tahun 2019 naik jadi Rp 4.490 pada Maret dari sebelumnya Rp 3.750,” ujar Alfred kepada detikFinance, Sabtu (20/4/2019).

Dia mengungkapkan, pasca pilpres yakni 17 April 2019 saham Saratoga kembali terkoreksi ke level Rp 3.780.

Menurut Alfred, pasca kekalahan hasil quick count, pasar melihat sentimen positif Pilpres di saham Saratoga berakhir.

“Ini yang menyebabkan saham Saratoga terkoreksi. Untuk pergerakan sahamnya ke depan, masih harus menunggu rilis kinerja kuartal I 2019,” imbuh Alfred.

Jika Saratoga bisa membukukan laba bersih pada kuartal I 2019 maka ini bisa menjadi sinyal positif untuk saham Saratoga. “Investor juga menunggu rilis kinerja Saratoga tersebut,” jelas dia.

(kil/eds)

Harga Minyak Naik Tipis Dipicu Pengetatan Pasokan Global

Harga minyak dunia melonjak hingga 12 persen pada hari Jumat (Sabtu 13/2/2016 pagi WIB) karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) kemungkinan setuju untuk memangkas produksinya.

Harga minyak sedikit melemah seiring data pemerintah Amerika Serikat (AS) menunjukkan persediaan turun dibandingkan laporan industri pada Selasa.

Harga minyak Brent menguat ke level tertinggi pada 2019 di awal sesi. Ini didukung oleh penurunan tak terduga dalam persediaan minyak mentah AS yang dilaporkan oleh the American Petroleum Institute (API) yang dilaporkan pada Selasa malam.

Namun, data resmi dari the Energy Information Administration (EIA) menunjukkan penurunan minyak mentah 1,4 juta barel, sekitar setengah dari penurunan yang dilaporkan API.

“Reli semalam didasarkan pada prediksi 3 juta barel per hari untuk minyak mentah. Anda akan membutuhkan katalis lain,” ujar Direktur Mizuho, Bob Yawger, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (18/4/2019).

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup turun 10 sen menjadi USD 71,62 per barel. Selama sesi, kontrak menyentuh posisi USD 72,27 per barel, dan tertinggi pada 2019.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 29 sen per barel ke posisi USD 63,76 per barel.

Harga minyak menyentuh level tertinggi intraday di posisi USD 64,61 per barel, hanya sedikit lebih tinggi dari 2019 di kisaran USD 64,79 pada pekan lalu.

Selain itu, harga minyak terus didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil di China. Ekonomi China tumbuh 6,4 persen pada kuartal I 2019.  Hasil kilang di China, pengguna minyak terbesar kedua di dunia ini juga naik 3,2 persen pada Maret 2019 .

“Sisi permintaan bersamaan mendapat perangsang substansial melalui data China yang menunjukkan harga akan terus bergerak lebih tinggi pada peningkatan pertumbuhan global dan sentimen risiko,” ujar Stephen Innes,  Head of Trading SPI Asset Management.

Harga minyak telah didukung pada 2019 oleh fakta yang dicapai oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu termasuk Rusia untuk membatasi produksi minyak mereka sebesar 1,2 juta barel per hari.

Selain itu, pasokan global semakin diperketat oleh sanksi AS terhadap anggota OPEC, Venezuela dan Iran.

Ekspor minyak mentah Iran turun pada April ke level terendah harian pada 2019. Sumber Reuters mengatakan, ada penurunan minat pembelian menjelang tekanan lebih lanjut yang diharapkan dari AS.

“Pembeli menjauh karena ketidakpastian kebijakan AS mengenai pengabaian untuk mengimpor minyak mentah Iran,” ujar Ahli Strategi BNP Paribas Harry Tchilinguirian.

Pada Juni, OPEC dan mitranya akan memutuskan apakah akan memperpanjang perjanjiannya tetapi kesediaan Rusia untuk tetap berpegang pada pemangkasan sekarang terlihat kurang jelas.

Gazprom Neft, salah satu bagian dari perusahaan gas Rusia Gazprom mengharapkan kesepakatan minyak global akan berakhir pada semester I 2019. Hal itu berdasarkan pernyataan perusahaan.

“Petunjuk dari Moskow untuk mengabaikan pembatasan pasokan yang diberlakukan sendiri telah menimbulkan awan ketidakpastian atas strategi produksi OPEC pada semester kedua 2019,” ujar Stephen Brennock, Broker Minyak PVM.