101 Ribu Orang Akan Hadiri Haul Gus Dur di Kampung Jokowi

Liputan6.com, Solo – Haul ke-9 mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur akan digelar di Solo pada Sabtu malam, 23 Februari 2019. Selain akan dihadiri sekitar 101 ribu orang, haul yang dipusatkan di Stadion Sriwedari itu juga mengundang Presiden Joko Widodo.

Ketua Panitia Haul Gus Dur, Hussein Syifa mengatakan penyelenggaraan haul KH Abdurrahman Wahid di Solo karena mendiang mantan Ketua Umum PBNU itu memiliki kenangan dengan Kota Solo. Bahkan, Gus Dur pernah merupakan orang dari luar keluarga keraton yang pernah memperoleh gelar bangsawan tertinggi dari Keraton Kasunanan Surakarta, yakni Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) KH Abdurrahman Wahid.

“Kenapa di Solo, karena kita ingin memperingati Gus Dur. Beliau pernah memiliki kenangan di Solo dengan mendapat gelar Kanjeng Pangeran Aryo dari keraton. Gus Dur juga biasanya makan gudeg di Adem Ayem Solo. Ini tapak tilas kulier,” kata dia, Kamis, 21 Februari 2019.

Selain itu, lanjut Hussein, Gus Dur pun memiliki kenangan dengan Presiden Jokowi tatkala yang bersangkutan masih menjabat sebagai Wali Kota Solo. Gus Dur juga pernah merestui Jokowi saat menjadi Wali Kota Solo.

“Beliau pernah ke Solo dan berinteraksi di Solo. Saat ada acara di Solo, Gus Dur juga pernah diajak mampir ke Loji Gandrung oleh Pak Jokowi,” Hussein menambahkan.

2 dari 2 halaman

Haul Dihadiri Umat Lintas Agama

Oleh sebab itu, dalam acara haul di Stadion Sriwedari pada Sabtu malam tersebut, pihak panitia turut mengundang Jokowi untuk hadir dalam acara tersebut. Pasalnya, Presiden Jokowi pernah menjadi Wali Kota Solo dan memiliki kedekatan dengan Gus Dur.

“Makanya kami mengundang beliau. Jangan dikaitkan dengan politik karena Pak Jokowi juga warga Solo,” ucapnya.

Hussein menyebutkan selain mengundang Presiden Jokowi, rencananya rangkaian acara haul tersebut akan dihadiri para peserta dari Gusdurian, Nahdlyin, kalangan umat lintas agama, lintas etnis serta perwakilan dari seluruh kelurahan yang ada di Solo.

Selain menghadiri haul, para peserta akan mengikuti kirab kebangsaan dengan tema ‘Berjuta Warna Satu Jiwa Indonesia’ mulai dari kawasan Stadion Manahan hingga Stadion Sriwedari Solo.

“Acara yang diinisiasi oleh Gusdurian dan warga Solo itu rencananya akan dihadiri sekitar 101 ribu orang. Mereka berasal dari Solo dan sekitar Solo. Kirab kebangsaan digelar pada Sabtu siang hingga sore. Setelah itu peserta kirab yang akan mengikuti haul bisa masuk ke dalam stadion,” ucapnya.

Kegiatan haul ke-9 KH Abdurrahman Wahid itu juga akan dihadiri oleh keluarga Ciganjur. Dalam puncak acara haul di Stadion Sriwedari pada Sabtu malam itu akan diisi mauizah hasasah dari KH Mustofa Bisri atau Gus Mus dan testimoni dari Mahfud Md. “Ibu Sinta Nuriyah dan putri-putrinya juga akan rawuh dalam haul,” Hussein menandaskan.


Simak video pilihan berikut ini:

Ini Faktor Indonesia Bisa Bubar dan Berjaya Menurut Mahfud Md

Liputan6.com, Jakarta – Gerakan Suluh Kebangsaan mengadakan kegiatan Jelajah Kebangsaan 2019. Menurut Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD, tujuan utama kegiatan ini adalah mengingatkan rakyat soal sejarah Indonesia sebagai bangsa yang bersatu.

Gerakan tersebut diakuinya sudah dimulai sejak Januari 2019 dan bekerjasama dengan PT KAI. Acara yang digelar dalam rangka merawat Kebhinekaan itu diselenggarakan di setiap stasiun kereta mulai dari Merak hingga Banyuwangi.

Sejumlah narasumber berbeda akan mengisi dialog kebangsaan di setiap stasiun yang disnggahi. Seperti Mahfud MD, putri pertama Gus Dur yakni Alissa Wahid, Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Romo Benny Susetyo, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, hingga Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus.

Salah satu dialog yang diselenggarakan adalah upaya menyongsong Indonesia emas pada 2045.

Mahfud sempat menyampaikan, bangsa Indonesia selama ini mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan demokrasi. Untuk itu, tidak mustahil pada 2045 nanti akan menjadi tahun kejayaan Indonesia.

Meski begitu, Mahfud juga menyebut jika bisa saja Indonesia bubar. Terlebih menurutnya, ada empat faktor yang menjadi penyebab suatu negara runtuh.

Berikut pernyataan-pernyataan Mahfud MD tentang Indonesia saat Gerakan Suluh Kebangsaan yang dihimpun Liputan6.com:

2 dari 4 halaman

1. Indonesia Berjaya 2045

Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud Md menyampaikan, bangsa Indonesia selama ini mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan demokrasi. Untuk itu, tidak mustahil pada 2045 nanti akan menjadi tahun kejayaan Indonesia.

“Saat ini pemerintah mencanangkan 2045 adalah kejayaan Indonesia. 100 tahun merdeka, Indonesia akan jaya,” tutur Mahfud di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 18 Februari 2019.

Menurut Mahfud, semua akan berjalan lancar jika seluruh instrumen potensi di negeri ini terintegrasi dengan baik. Indonesia akan menjadi salah satu dari tiga negara besar dunia 26 tahun lagi dari sekarang.

“Kita punya semua modal dasar untuk itu. Kebhinekaan, sumber daya alam, demografi, semua bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya,” jelas dia.

3 dari 4 halaman

2. Indonesia Bisa Bubar

Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud Md mengaku gerah dengan adanya gejala perpecahan masyarakat khususnya dalam momen Pilpres 2019. Terlebih, muncul juga pernyataan kontroversial yang menyebut bahwa tidak lama Indonesia akan runtuh.

“Kami berkeliling, keberagaman dijadikan alat pemecah. Kita diskusikan. Ada yang mengatakan Indonesia akan bubar padahal pemerintah punya program terencana, 2045 Indonesia akan jadi negara maju terbesar ketiga atau keempat di dunia. Itu Indonesia emas,” tutur Mahfud dalam dialog kebangsaan di Stasiun Purwokerto, Selasa, 19 Februari 2019.

Menurut Mahfud Md, bisa saja Indonesia bubar. Terlebih, ada empat faktor yang menjadi penyebab suatu negara runtuh.

“Prosesnya ada empat, pertama manakala pemerintah terjebak dalam keadilan penegakan hukum. Disorientasi,” kata dia.

Dari penyebab pertama itu, akan merembet ke faktor selanjutnya yakni kedua, ketidakpercayaan masyarakt akan penegakan hukum tersebut. Rakyat akan menganggap itu hal yang menjadi mainan pemerintah.

“Ketiga, pembangkangan. Gerakan radikal itu mengajak orang-orang yang merasa jenggel dengan tiga faktor ini. Makanya gerakan radikal ini banyak pengikutnya,” kata mantan Ketua Mahkamah Konsitusi (MK) itu.

Faktor keempat maka terjadinya perpecahan atau disintegrasi. Keseluruhannya menjadi rangkaian bom waktu penghancur suatu negara.

“Mumpung masih pemilu, mari kita gunakan momentum pembaharuan. Siapapun yang terpilih, jadikan untuk memperbaiki baik hukum, ekonomi. Agar tidak terjadi disintegrasi. Indonesia emas akan terjadi kalau itu dilakukan,” Mahfud menandaskan.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Mahfud MD Gelar Jelajah Kebangsaan di 9 Stasiun Kota

Liputan6.com, Jakarta Gerakan Suluh Kebangsaan mengadakan kegiatan Jelajah Kebangsaan 2019. Bekerjasama dengan PT KAI, acara yang digelar dalam rangka merawat Kebhinekaan itu diselenggarakan di setiap stasiun kereta mulai dari Merak hingga Banyuwangi.

Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD, menyampaikan kegiatan ini sudah dilakukan sejak Januari 2019 itu. Tujuan utamanya, mengingatkan rakyat soal sejarah Indonesia sebagai bangsa yang bersatu.

“Kita harus mengingat dulu Indonesia diproklamasikan dengan semangat kebersamaan, kebersatuan di antara ikatan primordial yang berbeda,” kata Mahfud di Stasiun Merak, Senin (18/2).

Oleh karena itu, masyarakat Indonesia harus memelihara Kebhinekaan tanpa mudah terpecah belah oleh isu apapun.

“Jangan hanya karena pemilu, memilih pemimpin dan wakil lima tahun, kita terpecah. Dengan banyak ikatan primordial itu, kita bersatu dan dipilih kebersamaan lewat demokrasi. Artinya pemilu itu untuk memilih pemimpin bersama, bukan yang menang ribut dengan yang kalah dan sebaliknya,” jelas dia.

2 dari 2 halaman

Dampak Positif

Mahfud berharap kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif dalam upaya menjaga persatuan bangsa. Di setiap stasiun yang disinggahi, akan ada dialog kebangsaan mulai dari seri satu sampai dengan sembilan.

Adapun stasiun yang disinggahi antara lain Merak, Gambir, Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Jombang, Surabaya, dan Banyuwangi.

Sejumlah narasumber berbeda akan mengisi dialog kebangsaan di setiap stasiun yang disnggahi. Seperti Mahfud MD, putri pertama Gus Dur yakni Alissa Wahid, Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Romo Benny Susetyo, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, hingga Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus.

“Tujuan suluh kebangsaan bukan seperti kampanye besar-besaran. Suluh itu seperti lampu kecil yang menerangi dalam kegelapan,” jelas Mahfud.

Joko Driyono Tersangka Kasus Pengaturan Skor, Ini Sederet Temuan Polisi

Jakarta – Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono ditetapkan polisi sebagai tersangka kasus dugaan pengaturan skor sepak bola. Dia diduga melakukan perusakan barang bukti kasus pengaturan skor.

Penetapan status tersangka Joko ini pertama kali disampaikan oleh Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono. Dia menyebut status Joko ditingkatkan sebagai tersangka sejak Kamis (14/2).

“Ya (sudah tersangka), sejak Kamis,” ujar Argo saat dikonfirmasi, Jumat (15/2/2019).


Joko dijerat pasal 363 KUHP dan/atau Pasal 265 KUHP dan/atau Pasal 233 KUHP. Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang police line.

“Perusakan barang bukti,” ujarnya.

Polisi pun menyatakan telah mengirimkan surat pemanggilan ke Joko. Pemeriksaan rencananya dilakukan Senin (18/2) pekan depan. Berikut sejumlah temuan polisi terkait penetapan Joko sebagai tersangka:

– Penetapan Berawal dari Keterangan 3 Tersangka Sebelumnya

Polisi menetapkan Joko sebagai tersangka dugaan perusakan barang bukti kasus pengaturan skor. Keterangan dugaan keterkaitan Joko dalam perusakan barang bukti itu disebut polisi diperoleh dari keterangan 3 orang tersangka sebelumnya yaitu Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur. Ketiga orang itu mengaku perusakan barang bukti dilakukan atas perintah orang lain.

“Berangkat dari pemeriksaan tiga tersangka tersebut, kemudian dari Satgas Antimafia menemukan ada tersangka baru lagi, karena 3 ini adalah sebagai pelaku. Tentu 3 pelaku itu memiliki aktor intelektual itulah yang dalam proses pemeriksaan satgas menemukan saudara J, atau Jokdri (dan) ditetapkan sebagai tersangka dari hasil gelar perkara,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019).

– Joko Diduga Aktor Intelektual Perusakan Barang Bukti

Polri Joko Driyono sebagai aktor intelektual perusakan bukti kasus dugaan pengaturan skor. Hal itu masih berkaitan dengan dugaan Joko sebagai orang yang memerintah 3 tersangka sebelumnya untuk melakukan perusakan barang bukti.

“Dapat diduga sebagai aktor intelektual yang menyuruh dan memerintahkan 3 orang lakukan pencurian dan perusakan police line, masuk rumah tanpa izin, ambil laptop, dokumen dokumen, dan barbuk untuk mengungkap match fixing. Nah ini aktornya intelektualnya saudara Jokdri (Joko Driyono),” tegas Dedi.

“(Tiga orang tersangka) sebagai pesuruhnya saja. Ada yang sebagai driver pribadi, staf dan OB, itu minggu kemarin ditetapkan tersangka. Jadi TKP yang dirusak sudah disegel sudah di police line, sudah jadi perhatian polisi,” sambungnya.

– Polisi 75 Item Barang Bukti saat Geledah Aparteman Joko

Satgas Antimafia Bola juga menggeledah unit apartemen yang dihuni Joko Driyono di Apartemen Taman Rasuna Tower 9 lantai 18 di Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (14/2) malam. Hasilnya, ada 75 item barang bukti yang disita dan setelah diaudit semakin memperkuat bukti penetapan Joko sebagai tersangka.

“Ada 75 item barbuk (barang bukti) yang berhasil di sita oleh satgas, dari 75 item itu dilakukan audit tambah menguatkan bukti-bukti pendukung dalam rangka menetapkan J sebagai tersangka,” ujar Dedi.

– Jadi Tersangka ke-15 di Kasus Pengaturan Skor

Joko Driyono menjadi tersangka kelima belas dalam kasus dugaan pengaturan skor. Polisi pun masih membuka kemungkinan ada tersangka lainnya di kasus ini.

“Sama Jokdri (Joko Driyono) jadi 15,” ucap Dedi.

“Nanti sangat tergantung hasil pemeriksaan dari satgas dan audit barbuk, kita sudah lakukan penyitaan di beberapa lokasi, kantor PSSI, Komisi Disiplin, dan termasuk di kantor dan kediaman suadara J sendiri, itu akan diaudit terus,” sambungnya.
(haf/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Membongkar Pertahanan Mafia Bola Lewat Joko Driyono

Liputan6.com, Jakarta – Satgas Antimafia Bola telah menetapkan Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono sebagai tersangka atas kasus dugaan perusakan dokumen.

Sebelum Joko, polisi sudah lebih dulu menangkap tiga pelaku pencurian dan perusakan barang bukti terkait skandal pengaturan skor di Kantor Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Jakarta Selatan.

Ketiga tersangka atas nama M Mardani Mogot alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur. Mereka memiliki peran berbeda dalam kasus tersebut.

“Ketiganya terkait kasus perusakan. Kemudian pencurian barang bukti di lokasi yang jadi lokasi sasaran penggeledahan Satgas,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019).

Usai memeriksa ketiga tersangka, Satgas Antimafia Bola menemukan tersangka baru lagi yang diduga berperan sebagai aktor intelektual perusakan dokumen, yaitu Joko Driyono.

Dedi mengungkapkan Joko diduga berperan menyuruh dan memerintahkan ketiga tersangka merusak sejumlah dokumen.

“Sebagai aktor intelektual untuk menyuruh tiga orang tersebut melakukan pencurian, perusakan police line, masuk tanpa izin. Mengambil laptop, ambil dokumen-dokumen yang terkait masalah barang bukti yang akan digunakan oleh satgas untuk membongkar ‘match fixing’ yang ada di beberapa liga,” papar dia.

Tak berhenti sampai di situ, Satgas Antimafia Bola kini tengah mendalami apakah Joko Driyono terlibat dalam kasus pengaturan skor.

“Dalam rangka membongkar peristiwa pidana match fixing atau pengaturan skor di beberapa pertandingan yang sudah dilaksanakan di Indonesia,” ungkap Dedi.

Oleh sebab itu, Dedi mengatakan Satgas telah melayangkan surat panggilan terhadap Joko untuk diperiksa sebagai tersangka pada Senin 18 Februari 2019 mendatang.

“Senin dimintai keterangan di posko Satgas Antimafia Bola di Polda Metro, pemanggilan pukul 10.00 WIB. Surat sudah dilayangkan ke saudara J,” kata Dedi.

2 dari 4 halaman

Geledah Apartemen

Usai ditetapkan tersangka, Satgas Antimafia Bola langsung bergerak ke apartemen Joko Driyono di Tower 9 Apartemen Taman Rasuna, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Kamis 15 Februari 2019.

“Satgas lakukan geledah, ditemukan 75 item. Barang bukti memiliki keterkaitan dengan tindak pidananya sebelumnya,” ucap Dedi.

Dedi menyatakan penggeledahan tersebut dilakukan atas dasar laporan polisi nomor: LP/6990/XII/2018/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 19 Desember 2018, penetapan Ketua PN Jaksel Nomor: 007/Pen.Gled/2019/PN.Jkt.Sel, dan penetapan Ketua PN Jaksel nomor: 011/Pen.Sit/2019/PN.Jkt.Sel.

Penggeledahan tersebut dilaksanakan oleh tim gabungan dari Satgas Antimafia Bola Polri, penyidik Polda Metro Jaya, dan Inafis Polda Metro Jaya.

“Penggeledahan disaksikan langsung oleh saudara Joko Driyono dan sekuriti apartemen,” tuturnya.

Dalam penggeledahan itu, tim gabungan menyita sejumlah barang dan dokumen berupa sebuah buah laptop merek Apple warna silver beserta charger, sebuah iPad merek Apple warna silver beserta charger, dan dokumen-dokumen terkait pertandingan.

Berikut ini barang-barang pribadi di kediaman Joko Driyono yang disita Satgas Antimafia Bola, yaitu 4 buah bukti transfer (struk), 3 buah handphone warna hitam, 6 buah handphone, 1 bandel dokumen PSSI, 1 buku catatan warna hitam, 1 buku note kecil warna hitam, 2 buah flash disk, 1 bandel surat, 2 lembar cek kwitansi, 1 bandel dokumen dan 1 buah tablet merek Sony warna hitam.

3 dari 4 halaman

Sita Rp 300 Juta

Selain menyita dokumen, Tim Satgas Antimafia Bola juga merampas uang sebesar Rp 300 juta dari tangan Joko Driyono.

“Total Rp300 juta,” kata Ketua Satgas Antimafia Bola Brigjen Hendro Pandowo saat di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Uang ratusan juta rupiah itu didapat dari penggeledahan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola di kediaman Joko di Tower 9 Apartemen Taman Rasuna, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Terkait kemungkinan adanya tersangka lain, Satgas Antimafia Bola akan mempelajarinya terlebih dahulu. Sejumlah barang bukti akan dijadikan petunjuk polisi untuk mengungkap kasus ini.

“Tentunya apakah ada kemungkinan tersangka yang lain, banyak dokumen-dokumen yang sedang kami pelajari. Baik itu adanya aliran dana, bukti-bukti digital yang tentunya perkembangan berikutnya nanti akan disampaikan,” tuturnya.

4 dari 4 halaman

Peran Bandar Judi

Sementara Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola, Brigjen Pol Krishna Murti, menyebut adanya keterlibatan bandar judi terkait pengaturan skor yang terjadi pada pertandingan sepak bola di Indonesia.

Khrisna mengatakan informasi tersebut diketahui dari hasil pemeriksaan Vigit Waluyo pemeran utama dalam kasus pengaturan skor di Liga 2 dan salah satu orang penting di PS Mojokerto Putra (PSMP).

“Satu tersangka yang kami periksa menyatakan itu ada dari luar, main. Satu tersangka yang kami periksa menjelaskan detil soal itu saudara VW (Vigit Waluyo),” kata Krishna seperti dikutip dari Antara, Sabtu (16/2/2019) .

Dia menjelaskan keterlibatan bandar judi tidak hanya berlangsung di luar negeri saja, melainkan juga di dalam negeri. Menurut Krishna, di beberapa negara, judi merupakan hal yang biasa di sepak bola.

“Di sepak bola, toto (judi) itu biasa, seluruh dunia. Di Inggris itu ada judi, di luar negeri sah. Di Indonesia tidak ada perjudian itu, yang jadi problem, dia pasang pertandingan yang sudah terlihat statistiknya kemudian berkeinginan taruhannya menang. Itu yang dilakukan pemain judi,” ucapnya.

KPK Periksa Rombongan Anggota DPRD Lampung Tengah

JakartaKPK memeriksa rombongan anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah terkait kasus dugaan gratifikasi Bupati Lampung Tengah nonaktif Mustafa. Para saksi itu diperiksa di SPN Polda Lampung.

“Hari ini dilakukan pemeriksaan terhadap 10 orang dari unsur pimpinan dan anggota DPRD Lampung Tengah di SPN Polda Lampung untuk tersangka MUS (Mustafa),” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (11/2/2019).

Para saksi dicecar soal informasi penerimaan uang terhadap Mustafa. Ada 40 orang anggota DPRD Lampung Tengah dan saksi lainnya yang rencananya diperiksa pekan ini.

“Pada para saksi didalami informasi tentang dugaan penerimaan uang dari Bupati melalui perantara terhadap tersangka,” ujar Febri.

Adapun anggota DPRD Lampung Tengah yang diperiksa hari ini ialah:
1. Riagus Ria, Wakil Ketua II DPRD Lampung Tengah
2. Joni Hardito, Wakil Ketua III DPRD Lampung Tengah
3. Evinitria, anggota Komisi I DPRD Kab Lampung Tengah
4. Hi Hakii
5. Yulius Heri Susanto, Anggota Komisi I DPRD Kab Lampung Tengah
6. Made Arka Putra Wijaya, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kab Lampung Tengah
7. Saenul Abidin, Anggota Komisi I DPRD Kab Lampung Tengah
8. Hi Singa Ersa Awangga, Anggota Komisi I DPRD Kab Lampung Tengah
9. Ariswanto, Anggota Komisi I DPRD Kab Lampung Tengah
10. Jahri Effendi, Anggota Komisi I DPRD Kab Lampung Tengah.

Mustafa kembali dijerat KPK sebagai tersangka. Kali ini dia diduga menerima fee dari ijon proyek di Dinas Bina Marga Pemkab Lampung Tengah dengan kisaran fee 10-20 persen dari nilai proyek. Total gratifikasi yang diterima Mustafa setidaknya Rp 95 miliar.

Sebelum kasus ini, Mustafa telah ditetapkan KPK sebagai tersangka pemberi suap dan telah disidangkan.

Mustafa pun dinyatakan terbukti bersalah
menyuap sejumlah anggota DPRD untuk menyetujui pinjaman daerah pada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan divonis 3 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan serta pencabutan hak politik selama 2 tahun.
(haf/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

6 Kepala Daerah di Maluku Utara Dukung Jokowi, Ada Elite PD

Jakarta – Sebanyak 5 bupati dan 1 wali kota di Maluku Utara mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin. Salah satu kepala daerah itu merupakan Ketua DPD PD Maluku Utara.

“Saya adalah ketua Demokrat provinsi Maluku Utara. Mungkin bertanya kenapa saya berada di sini? Ini adalah sikap politik dan pilihan politik. Menurut saya Pak Jokowi harus melanjutkan 5 tahun lagi, karena Pak Jokowi belum cukup. Apa yang dilakukan Pak Jokowi tidak bisa tuntas hanya dengan 5 tahun. Oleh karena itu beliau harus melanjutkan,” kata Bupati Sula Hendrata Thes di Rumah Asprirasi, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/2/2019).

Hendrata mengaku menghormati arah Partai Demokrat yang menjadi pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun dirinya tetap pada pilihannya.

“Saya memiliki ketua umum, yaitu senior kami Bapak SBY, beserta para petinggi partai. Tentunya, mungkin sikap politik saya berbeda, tapi ini kita adalah satu, ingin Indonesia lebih baik. Oleh karena itu, meskipun berbeda sikap politik, tapi kita memilik hak menyampaikan sikap politik kita kepada khalayak umum. Bukan hanya berbeda, tapi kita memiliki satu tujuan untuk Indonesia lebih baik,” imbuh Hendrata.

Mereka yang hadir dalam deklarasi itu selain Hendrata adalah Ali Ibrahim (Wali Kota Tidore Kepulauan), Danny Missy (Bupati Halmahera Barat), Frans Manery (Bupati Halmahera Utara), Aliong Mus (Bupati Taliabu), dan Benny Lios (Bupati Morotai). Selain itu juga ada Ketua DPRD Maluku Utara Alien Mus.

Satu per satu mereka menyampaikan dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf. Bupati Halmahera Barat, Danny Missy juga berjanji akan turun ke lapangan untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf di wilayahnya.

“Mereka semua punya komitmen setelah ini akan bergerak ke bawah, segera kami akan keluarkan surat tugas untuk memimpin di daerahnya masing-masing. Sebagaimana target tadi 90% kemenangan bagi Pak Jokowi,” ungkap Sekjen Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto.

Ketua PD Maluku Utara Tak Mundur dari Partai

Meski memilih berbeda sikap dengan partainya, Hendrata Thes tak berniat mengundurkan diri. Padahal posisinya adalah Ketua DPD PD Maluku Utara.

“Saya tidak mengundurkan diri dan saya tidak mengecilkan partai, dengan saya dukung Pak Jokowi saya tidak mengecilkan Partai Demokrat saya tetap kontribusi,” ujar Hendrata.

Hendrata yakin Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak akan memberi sanksi kepadanya. Dia juga yakin dukungannya ke Jokowi bisa meningkatkan elektabilitas Demokrat.

“Tugas saya sebagai ketua Demokrat provinsi sangat berat dan saya yakin kita juga berikan kontribusi untuk kemenangan Demokrat itu sendiri dengan kolaborasi partai,” papar Hendrata.
(bag/imk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cerita Keakraban Menteri Susi dengan Gus Mus, Lalu Aku Harus Bagaimana

Liputan6.com, Magelang – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir menghadiri pembukaan pameran lukisan KH. Ahmad Mustofa Bisri bersama 17 perupa lainnya di Museum OHD Kota Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (26/1).

Pameran yang dibuka oleh Prof. Dr Mahfud MD ini juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, dan Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono. Susi mengaku datang ke OHD tersebut khusus untuk menghormati Gus Mus.

“Untuk menghormati Gus Mus, karena selalu kalau saya bertemu beliau tausiah dan obrolan beliau itu selalu bikin adem saya,” kata Susi.

Ia menuturkan kadang-kadang banyak persoalan yang tidak bisa saya selesaikan sendiri, ngobrol dengan bawahan juga tidak bisa, ke atas juga berbeda pendapat, kemudian ke samping kanan kiri terlalu sempit, kadang-kadang juga ngobrol dengan Gus Mus.

Selain itu, dengan para seniman lain seperti Nasirun dari tahun 2009 biasa telepon, ngobrol tentang hidup, bahagia, amarah, ketawa, dan mati. “Telepon itu bisa dilakukan sampai jam-jam-an,” kata Susi dilansir Antara.

Ia menuturkan kegiatan budaya baik yang berupa puisi, syair itu adalah hal yang sebetulnya harus sering didengarkan karena kosa kata yang indah, estetik menggambarkan kekerasan maupun kemanusiaan, maupun kesedihan dan juga keindahan.

“Saya pikir itu penting pada situasi saat ini. Estetikalah yang akan memajukan bangsa menuju kepada nilai-nilai yang bisa dihormati dan dihargai oleh dunia,” katanya.

Ia menuturkan tanpa estetika sebuah bangsa akan besar namun tidak akan pernah menjadi panutan dan dibanggakan serta dihormati oleh dunia. “Jadi seniman sangat penting menjadi bagian dari satu komponen bangsa,” katanya.

Sementara, M. Nasir mengatakan, datang ke sini ini hanya satu tujuan, ingin menghadiri masalah seni dan budaya. Menurut dia topiknya sangat menarik “manusia dan kemanusiaan”. Pada kesempatan tersebut Menristek Dikti membacakan puisi karya Gus Mus, berjudul “lalu aku harus bagaimana”.

“Hanya ingin mengapresiasi bidang seni dan budaya saya datang ke sini. Bahwa seni dan budaya yang selama ini tercabik-cabik, bahkan sampai ada gesekan yang dalam hal ini terjadi mudah marah dan sebagainya,” katanya.


Saksikan video pilihan berikut ini: