Mungkinkah Jokowi-Prabowo Jadi Satu Pemerintahan?

Jakarta – Elite PDIP Maruarar Sirait menyebut JokowiPrabowo Subianto bisa berada di satu pemerintahan setelah Pilpres 2019. Mungkinkah itu terjadi?

“Adagium yang sangat kuat di politik, kecuali mengubah pria jadi wanita atau mengubah wanita jadi pria, politik bisa mengubah apapun. Politik adalah seni kemungkinan. Prabowo dan Jokowi mungkin bersatu, ada reason-nya,” kata pakar politik yang juga Founder LSI, Denny JA, kepada detikcom, Senin (31/12/2018).

Denny JA lantas bicara alasan kenapa Jokowi dan Prabowo mungkin bersatu dalam satu pemerintahan. Situasi ini bisa terjadi dalam kondisi tertentu yang dicontohkan Denny JA yaitu jika Jokowi menang.

“Syarat pertama adalah Jokowi menang Pilpres, Gerindra nomor dua. Jokowi sangat ingin membentuk pemerintahan yang kuat ya, Gerindra dan PDIP ini agak sebangun, sama-sama partai nasionalis. Sehingga
ada kepentingan Jokowi mengajak Gerindra memperkuat pemerintahan,” kata Denny.

“Dari segi Gerindra, Prabowo pun menginginkan kaderisasi di Gerindra, dia mencari pengganti karena dia semakin tua. Ini kan sangat mungkin terjadi Gerindra masuk ke pemerintahan,” kata Denny.

Denny mengambil contoh di Pilpres 2014 silam. Golkar yang memimpin Koalisi Merah Putih pendukung Prabowo-Hatta kala itu tanpa ragu melenggang jadi pendukung Jokowi pasca Pilpres.

“Nah ini akan terulang kembali ke Gerindra,” katanya.

Partai-partai pendukung Prabowo-Sandiaga Uno, menurut Denny, juga mulai ancang-ancang. Mereka tak mau Gerindra dan Prabowo menang bersama, sementara mereka terpuruk di Pileg.

“PAN, PD dan PKS pun saya kira membaca itu, makanya diam-diam mereka lebih konsentrasi ke Pieg masing-masing. Karena kalau mereka promosikan Prabowo, Prabowo pertama dan Gerindra juga pertama, bahkan pemilik mereka tertarik juga. Jadi apapun sim salabim dalam politik Indonesia,” katanya.

Denny sendiri berharap Jokowi-Prabowo benar-benar jadi satu pemerintahan setelah Pilpres nanti. “Untuk Indonesia yang lebih kuat why not? Saya dari awal mengatakan Jokowi dan Prabowo sebaiknya bukan kompetisi dan bukan juga kooperasi, tapi koopetisi, jadi setelah berkompetisi kemudian bekerjasama, yang menang mengajak yang kalah dan selanjutnya masalah power sharing saja,” pungkasnya.

Anggota Badan Komunikasi Gerindra Andre Rosiade juga sudah bicara soal kemungkinan bersatunya Jokowi dan Prabowo setelah pilpres. Namun, berbeda dengan Denny JA, Andre mengatakan syarat bersatunya keduanya adalah jika Prabowo menang pilpres.

“Mungkin saja. Kalau Pak Prabowo menang dan jadi presiden, kita Insya Allah akan rangkul teman-teman yang kalah,” kata Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, kepada wartawan, Senin (31/12/2018).
(van/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *