Bayern Munchen Dapat Kabar Buruk Jelang Akhir Musim

Liputan6.com, Munchen – Bayern Munchen mendapat kabar buruk jelang periode krusial pada akhir musim. FC Hollywood terancam tanpa kiper andalannya, Manuel Neuer karena cedera.

Manuel Neuer mengalami cedera saat Bayern Munchen bertanding melawan Fortuna Dusseldorf pada pekan ke-29 Bundesliga, Minggu (14/4/2019) malam WIB. Bayern menang dengan skor 4-1 pada laga di Merkur Spiel-Arena tersebut.

Cedera dialami oleh Neuer ketika laga memasuki menit ke-50. Penjaga gawang berusia 32 tahun tersebut lantas tidak bisa melanjutkan permainan. Die Rotten harus menarik keluar Manuel Neuer pada menit ke-53 dan digantikan oleh Sven Ulreich.

Pelatih Bayern Munchen, Niko Kovac, mengatakan jika cedera Manuel Neuer memang cukup membuat pihak klub cemas. Sebab, yang dialami oleh eks penjaga gawang Schalke tersebut adalah cedera kambuhan. Neuer kembali mendapatkan cedera betis, sama dengan cedera sebelumnya.

“Itu adalah cedera betis yang sama dengan yang cedera yang dialami terakhir kali. Kami akan segera memeriksanya besok dan tentu saja kami berharap tidak ada hal yang serius dengan cederanya,” ucap Niko Kovac dikutip dari Sportsmole.

Empat gol Bayern ke gawang Fortuna Dusseldorf dicetak oleh Kingley Coman [2 gol], Serge Gnarby dan Leon Goretzka. Kemenangan ini membuat Bayern Munchen kembali ke puncak klasemen yang sehari sebelumnya sempat dikudeta oleh Borussia Dortmund. Die Rotten kini telah mengumpulkan 67 poin, unggul satu poin saja dari Dortmund di posisi kedua.

Soal Hudson-Odoi, Munchen Harus Cepat Ambil Keputusan

(AP/Matt Dunham)

“Kita hanya bisa tahu apakah Hudson-Odoi cocok untuk Munchen setelah transfernya. Namun, Munchen perlu berhati-hati ketika merekrut pemain baru. Bursa transfer saat ini memang mahal. Uang 5 juta euro tidak dapat membeli pemain yang Anda inginkan,” kata Elber di Soccerway.

“Jika Munchen tidak membuat keputusan, mungkin Real Madrid dan Barcelona akan melakukannya,” Elber menambahkan.

Rekrut 2 Bek Mahal, Munchen Dinilai Masih Lemah

(AFP Photo/Matthias Balk)

“Munchen masih harus mendatangkan satu atau dua pemain lain agar setara dengan tim-tim dari Inggris, Spanyol, Italia dan Paris Saint-Germain,” kata Matthaus di Soccerway.

“Dengan Lucas Hernandez dan Benjamin Pavard, dua juara dunia dari Prancis akan tiba untuk lini pertahanan. Juga akan ada sesuatu dalam serangan. Timo Werner adalah kandidat yang bisa bermain di banyak posisi.”

“Thorgan Hazard adalah pemain yang baik, tetapi saya tidak tahu apakah dia cukup baik untuk membantu Munchen. Ada beberapa kandidat. Orang-orang yang bertanggung jawab memiliki daftar dan melihat-lihat. Mereka mengerjakan pekerjaan rumah mereka. Pada akhirnya, tentu saja, pemain harus cocok dengan konsep klub dan pelatih,” Matthaus menambahkan.

Eks Wonderkid Portugal Blak-blakan Tak Bahagia di Bayern Munchen

Persaingan di posisinya memang ketat. Javi Martinez, Thiago Alcantara dan Leon Goretzka berada di atas dia dalam antrean main.

Musim lalu, dia juga sempat dipinjamkan ke Swansea City, tapi hanya tampil 12 kali karena masalah cedera kaki. “Saya ingin sering bermain, mungkin bersama klub lain,” kata Renato Sanches.

Kiper Munchen Puji Kecerdikan Sadio Mane

Jakarta Kiper Bayern Munchen, Manuel Neuer, menyebut Sadio Mane membuat sentuhan kelas dunia saat berhasil menjebol gawangnya di Allianz Arena.

Sadio Mane tampil apik saat Liverpool menjalani laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions Kamis (14/3/2019) dini hari WIB. Pemain internasional Senegal ini berhasil menyumbangkan dua gol ke gawang Munchen.

Liverpool pun dibantunya menang dengan skor 1-3. Dengan demikian, The Reds mendapat tiket untuk melaju ke babak perempat final Liga Champions.

Dari dua gol yang dicetaknya, gol yang pertama yang mengundang decak kagum banyak pihak. Proses golnya dimulai ketika ia mendapat umpan lambung dari lini belakang yang dilepaskan oleh Virgil Van Dijk.

Mane mengejar bola tersebut dengan dikawal oleh Rafinha. Eks pemain Southampton ini kemudian menerima bola di ujung kaki kanannya dengan sempurna sehingga bola tak mental kemana-mana.

Pemain berusia 26 tahun itu kemudian berdiri dengan posisi tubuh membelakangi gawang. Saat itulah Neuer kemudian mendatanginya untuk menutup ruang tembaknya.

Namun Mane mengecohnya. Ia seakan bergerak ke kiri, namun kemudian dengan cepat berbalik ke kanan dan gawang pun sudah dalam keadaan tak terkawal.

Saat itu sebenarnya ada Rafinha dan Niklas Sule yang juga berusaha untuk menutup ruang tembak Mane. Namun ternyata bola tendangan chip kaki kiri Sadio Mane sanggup melaju mulus melewati pemain Munchen itu.

Klopp Ungkap Rahasia Kemenangan Liverpool atas Bayern Munchen

Klopp masih belum melihat statistik, tapi dia percaya Bayern tidak banyak menciptakan peluang pada pertandingan tersebut. Dia sangat puas dengan torehan tersebut, sebab itu berarti pertahanan Liverpool berkembang pesat.

“Saya tidak tahu bagaimana statistiknya tetapi kesan saya adalah tidak terlalu banyak situasi sulit di dalam dan di sekitar kotak penalti kami. Itu pertanda yang masif,” kata Klopp di Liverpoolfc.com.

“Satu hal utama dalam memenangkan pertandingan seperti ini: bukan soal memainkan sepak bola terbaik anda, sepak bola mengalir, sebab itu tidak mungkin melawan tim dengan kualitas seperti ini.”

“Anda tidak bisa menggunakan kecepatan anda, sungguh, sebab tim lawan juga cepat. Itu bukan keunggulan besar, jadi anda harus menemukan cara untuk bermain, dan hari ini kami melakukan itu,” sambungnya.

Singkirkan Bayern Munchen, Liverpool Semakin Percaya Diri

“Efeknya sangat besar. Liverpool akan semakin percaya diri, meski hal itu bisa saja berubah ketika The Reds gagal pada fase berikutnya. Namun, sekarang mereka berada di level kepercayaan diri yang terus naik,” sebut Tim Sherwood, mantan pemain yang kini berstatus komentator.

Tim Sherwood menggaribawahi kekuatan utama Liverpool, yakni faktor kedewasaan. Kala menekuk Bayern Munchen, unsur kedewasaan itu pula yang membuat Liverpool sanggup membuat malu Robert Lewandowski dkk.

Titik kedewasaan itu pula yang bisa menjadi senjata andalan Liverpool guna mengarungi delapan pertarungan tersisa di pentas liga domestik. Jika itu terjadi, Manchester City tak boleh lengah atau terpeleset.

Menurut Sherwood, Liverpool nyaris kehilangan asa ketika secara mengejutkan mereka tampil tak konsisten sejak pergantian tahun. Tercatat, hanya menang sekali dari lima pertandingan sebelumnya, membuat Liverpool ‘tumbang’ setelah Manchester City tampil stabil.

“Mereka harus memanfaatkan libur internasional untuk membereskan beberapa kekurangan yang masih ada. Pada situasi sekarang, mentalitas lebih penting. Ingat, lawan mereka adalah diri sendiri, sebelum memilikirkan Manchester City,” tegas Sherwood.

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp mengakui analisis Tim Sherwood. Satu di antara pekerjaan besar Si Merah adalah memertahankan konsistensi bermain cepat, meski hal itu Klopp sangat sulit dengan jadwal padat di depan mata.

Sumber: Sky Sports/Bola.com

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

Liverpool Kalahkan Bayern Munchen di Allianz Arena

Van Dijk Analisa Peluang Liverpool Lawan Bayern Munchen

Liputan6.com, Liverpool – Bek Liverpool, Virgil van Dijk menilai timnya harus kerja keras melawan Bayern Munchen di Allianz Arena pada leg kedua 16 besar Liga Champions, Kamis (14/3/2019) dini hari nanti. Dia menilai Liverpool bakal kesulitan main di kandang Munchen.

Dengan performa yang ditampilkan pada tujuh laga terakhir, Virgil van Dijk meyakini bahwa Bayern Munchen akan menjadi lawan yang sulit bagi Liverpool. Apalagi, Die Rotten akan bermain di kandang. Bagi Van Dijk, ini adalah laga yang sulit dan berat.

“Kami memainkan laga penyisihan grup tak sebagus yang kami harapkan, tapi kami lolos ke fase gugur. Sekarang, kami mendapat hasil 0-0 dan kami akan melakukan segalanya yang bisa membuat kami lolos,” ucap Van Dijk dikutip dari Four Four Two.

“Kami tahu bahwa ini akan menjadi sebuah pertandingan yang sulit dan berat,”katanya, menambahkan.

Sebagai catatan, Bayern selalu meraih kemenangan dalam tujuh laga kandang terakhir. Bahkan, dalam tujuh laga tersebut, Bayern hanya kebobolan tiga gol saja. Empat laga dilalui dengan cleansheet alias tidak kebobolan.

Mampukah Liverpool membongkar pertahanan Munchen nanti?

Van Dijk: Liverpool Punya Tugas Berat di Markas Munchen

(AFP/Oli Scarff)

“Munchen akan mengubah sedikit cara mereka bermain, jadi kami harus berjuang keras karena mereka mungkin menyerang, terutama di awal. Ini akan menjadi sulit dan kami harus melakukan lebih baik daripada yang kami lakukan di pertandingan tandang terakhir di Liga Champions.”

“Pertandingan penyisihan grup tidak sebagus yang kami inginkan, tapi kami lolos ke fase gugur. Sekarang kami memiliki hasil 0-0 dan kami ingin melakukan segala yang mungkin untuk lolos. Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit dan berat,” Van Dijk menambahkan.

Hamann: Liverpool Bertemu Munchen di Waktu yang Salah

Liputan6.com, Munchen – Mantan pemain Bayern Munchen, Dietmar Hamann, menilai Liverpool bertemu Der Bavarians di waktu yang salah. Sebab, pasukan Niko Kovac sedang on fire.

Munchen sempat terpuruk di awal musim. Kovac pun nyaris kehilangan jabatannya. Namun demikian, perlahan tapi pasti, raksasa Jerman itu berhasil bangkit.

Dalam 13 laga terakhir di semua kompetisi, Munchen meraih 11 kemenangan, 1 kali dan 1 kali imbang. Liverpool jadi satu-satunya tim yang bisa menahan imbang Der Bavarians.

Hal itu terjadi pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Kedua tim bermain imbang 0-0.

Pekan depan, kedua tim bertemu lagi dan Hamann yang juga pernah membela Liverpool, menjagokan Munchen untuk lolos ke babak perempat final.

“Livepool merasa berada dalam posisi yang bagus setelah bermain imbang 0-0 di kandang dan dengan Virgil van Dijk kembali di leg kedua. Tetapi saya masih lebih menjagokan Munchen,” kata Hamann kepada Racing Post.