Di Balik Makna Lagu Jogja Istimewa yang Dipakai Kampanye Prabowo-Sandi

Liputan6.com, Jakarta Rapper asal Yogyakarta, Marzuki Muhamad atau lebih terkenal dengan nama Kill The DJ meradang karena lagu ciptaannya yang berjudul Jogja Istimewa dipakai untuk kampanye pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno oleh Emak-emak di Yogyakarta.

Personel Jogja Hiphop Foundation ini geram karena timses Prabowo-Sandiaga Uno karena memakai karyanya tanpa izin. Tak sepakat karya ciptaannya dipakai dan diubah tanpa pemberitahuan, Marzuki berencana melaporkan timses Prabowo- Sandiaga Uno ke Polda DIY.

Menyusul pengubahan lirik lagu ‘Jogja Istimewa’ karya Marzuki itu untuk kepentingan kampanye Prabowo-Sandi, juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade meminta para pendukung meminta maaf kepada Marzuki.

Dia mengaku tidak mengetahui pihak yang mengubah lagu tersebut. Hanya saja, Andre mengimbau relawan atau pendukung lebih berhati-hati dalam menggunakan karya orang lain untuk mengekspresikan dukungan ke Prabowo-Sandi.

2 dari 4 halaman

Makna Lagu Jogja Istimewa

Jogja Istimewa merupakan lagu bergenre Hip-Hop/Rap yang sangat populer bagi masyarakat Jogja bahkan Indonesia. Liriknya yang sederhana membuat lagu ini cepat diterima oleh masyarakat khususnya masyarakat Yogyakarta.

Lagu Jogja Istimewa pertama dirilis Kill The Dj bersama grup rapper Javahiphop pada 9 November 2009.

Lagu Jogja Istimewa terdengar seperti lagu penyemangat bagi masyarakat Yoygakarta untuk terus mencintai tradisi dan kebudayaan Yogyakarta.

Kill the DJ sang pencipta lagu Jogja Istimewa dalam blog pribadinya killtheblog.com mencoba menjelaskan secara rinci makna bait demi bait lagu Jogja Istimewa. Lirik dari lagu ini sebagian besar megambil kalimat-kalimat yang diungkapkan para tokoh bangsa seperti Soekarno Sultan HB 9, Ki Hadjar Dewantoro, RM Sosrokartono dan lain sebagainya.

Kalimat-kalimat ini digubah Kill the DJ menjadi sebuah lirik rap yang enak diperdengarkan.

“Sesungguhnya, 70% lirik dalam Jogja Istimewa mengambil kalimat-kalimat yang diungkapkan oleh tokoh-tokoh seperti; Soekarno, Sultan HB 9, Ki Hadjar Dewantoro, RM Sosrokartono, dll. Selebihnya adalah hasil tulisan saya sendiri, meskipun harus saya akui, bahwa saya sangat terinspirasi oleh teks-teks tradisional Jawa. Saya merubah teks-teks itu ke dalam rima agar lebih enak di-rap-kan.” Jelas Kill the DJ seperti dikutip Liputan6.com dari killtheblog.com.

Menurut Kill the DJ Dengan lirik semacam ini, ia hanya mencoba mengaktualisasikan sejarah, mengingatkan siapapun yang mendengar, sebagai pembela sekaligus kritik bagi warga Jogja, termasuk mengingatkan semangat dan nilai-nilai yang telah ditanamkan Kraton pada masa perjuangan kemerdekaan.

3 dari 4 halaman

Arti lirik lagu Jogja Istimewa

Berikut bedahan lirik Jogja Istimewa beserta artinya oleh Kill the DJ bait demi bait sebagaimana yang diuraikannya dalam blog pribadinya killtheblog.com :

“Holopis Kuntul Baris…”

:: Ungkapan tradisional Jawa, sebuah ajakan untuk bekerja bersama-sama

“Jogja! Jogja! Tetap Istimewa Istimewa Negrinya, Istimewa Orangnya

Jogja! Jogja! Tetap Istimewa

Jogja Istimewa untuk Indonesia”

:: Diucapkan Soekarno untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kraton dan rakyat Yogyakarta dalam perjuangan kemerdekaan

“Rungokna iki gatra saka ngayogyakarta Nagari paling penak rasane koyo swarga Ora peduli donya dadi neraka Neng kene tansah edi peni lan merdika”

:: 100% saya menulisnya sendiri, teks ini juga digunakan untuk lagu Dubyouth feat. Ki Jarot Bombassu. Artinya; “dengarlah ini untaian kata dari Yogyakarta, Negeri paling nyaman seperti surga, tidak peduli dunia sudah jadi neraka, di sini kami selalu nyaman dan merdeka”

“Tanah lahirkan Tahta, Tahta untuk Rakyat Dimana Rajanya Bercermin di kalbu Rakyat Demikianlah singgasana bermartabat Berdiri kokoh tuk mengayomi rakyat”

:: Semangat tahta Sultan HB 9 yang kemudian ditambahi oleh anaknya Sultan HB 10 dalam jumenengan (diangkat menjadi raja)

“Memayu hayuning bawana”

:: Visi Kraton Yogyakarta yang dicangangkan oleh HB I, artinya; membuat bumi menjadi indah, atau dalam Islam; Islam rahmatal lil alamin

“Saka jaman perjuangan nganthi mardhika Jogja istimewa bukan hanya daerahnya Tapi juga karena orang-orangnya”

:: Kembali merujuk ungkapan Soekarno

4 dari 4 halaman

Lirik lagunya terpengaruh oleh teks-teks macapat tradisional Keraton

“Tambur wis ditabuh suling wis muni Holopis kuntul baris ayo dadi siji Bareng para prajurit lan senopati Mukti utawa mati manunggal kawula Gusti”

:: Saya tulis sendiri, namun terpengaruh oleh teks-teks macapat tradisional kraton. Artinya seperti ini; “Tambur telah ditabuh, seruling sudah berbunyi, Bersatu padu menjadi satu, Bersama prajurit dan senopati, Mulia atau mati rakyat dan raja adalah satu”

“Menyerang tanpa pasukan Menang tanpa merendahkan Kesaktian tanpa ajian Kekayaan tanpa kemewahan”

:: Teks aslinya seperti ini: “Nlgurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sugih tanpa raja brana, sekti tanpa aji” ditulis oleh RM Sosrokartono menggambarkan pribadi Sultan HB 9

“Tenang bagai ombak gemuruh laksana Merapi”

:: Teks dari puisi WS Rendra

“Tradisi hidup di tengah modernisasi Rakyate jajah deso milang kori Nyebarake seni lan budi pekerti”

:: 100% saya tulis sendiri dengan mengambil pepatah Jawa; “Jajah desa milangkori” yang artinya berkelana kemana-mana.

“Elingo sabdane Sri Sultan Hamengkubuwono kaping sangaSak duwur-duwure sinau kudune dewe tetep wong JawaDiumpamakne kacang kang ora ninggal lanjaranMarang bumi sing nglahirake dewe tansah kelingan”

:: Salah satu ungkapan yang sangat saya kagumi dari Sultan HB 9: “ik ben een blijf in de allereerste plaats javaav”, dalam bahasa Indonesia Sultan HB 9 menerangkan seperti ini; “setinggi-tingginya aku belajar ilmu barat, aku adalah dan bagaimanapun jua tetap Jawa”.

“Ing ngarso sung tuladha Ing madya mangun karsa Tut wuri handayani Holopis kuntul baris ayo dadi siji”

:: Inilah konsepsi social movement Jawa yang dipopulerkan oleh bapak pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara; “yang di depan meberi contoh, yang di tengah memberi dorongan, yang di belakang memberi semangat, jika inging mulia harus dengan usaha”

“Sepi ing pamrih rame ing nggawe”

:: Ungkapan Jawa untuk “perjuangan tak kenal pamrih, tapi bekerja secara nyata”

“Sejarah wus mbuktekake Jogja istimewa bukan hanya untuk dirinya Jogja istimewa untuk Indonesia”

:: kembali merujuk ungkapan Soekarno “sejarah sudah membuktikan”.


Reporter: Anugerah Ayu Sendari

Mengenal Kill The DJ, Si Pemilik Asli Lagu Jogja Istimewa

Liputan6.com, Jakarta Sekumpulan ibu-ibu bernyanyi lagu Jogja Istimewa karya Marzuki Mohammad atau akrab disapa Kill The DJ. Namun, mereka menggubah liriknya menjadi dukungan untuk pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi.

Tampak dalam video berurasi 39 detik yang diunggah akun Twitter @CakKHUM pada 10 Januari 2019 lalu, sejumlah ibu-ibu bersama-sama bernyanyi.



Jogja Jogja..Jogja Istimewa

Prabowo-Sandi Pilihan Kita

Jogja Jogja..Jogja Istimewa

Adil dan Makmur Tujuan Kita

(Emak-emak Jogja)



Ulah menggubah lirik lagu tersebut pun langsung membuat Kill The DJ meradang. Rapper asal Yogyakarta itu pun berencana melaporkan timses Prabowo- Sandiaga Uno ke Polda DIY, Selasa (15/1).

Pelaporan ini terkait penggunaan lagu berjudul Jogja Istimewa untuk kampanye pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno oleh Emak-emak di Yogyakarta. Personel Jogja Hiphop Foundation ini akan melaporkan timses karena memakai karyanya tanpa izin. Terlebih lagi lagu itu diubah liriknya menjadi pro Prabowo-Sandiaga Uno.

2 dari 6 halaman

Kill The DJ tak izinkan lagu ciptaannya dipakai untuk kampanye pilpres

Tak sepakat karya ciptanya dipakai dan diubah tanpa pemberitahuan, Marzuki langsung meluapkan kekesalan di akun media sosialnya.

Lewat akun Instagram miliknya, Marzuki memberikan penjelasan secara rinci kenapa dia marah lagu Jogja Istimewa digubah menjadi bernada seruan dukungan politik.

“Karena video ini sudah viral dan banyak yang salah persepsi kepada saya, selaku pencipta lagu Jogja Istimewa yang dinyanyikan bersama @javahiphop – maka dengan ini saya perlu melakukan klarifikasi:

Bahwa saya tidak akan pernah memberikan ijin kepada siapa pun lagu Jogja Istimewa tersebut digunakan untuk kampanye pilpres, baik itu pasangan nomer urut 01 maupun 02. Bagi saya, @javahiphop, dan sebagian besar warga Yogyakarta, pasti tahu sejarah dan kebanggaan pada lagu tersebut, itu kenapa saya tidak akan pernah mengganti liriknya untuk tujuan lain, baik komersil apalagi kampanye politik. Meskipun saya pendukung @ jokowi saya tidak akan pernah mengkhianati nilai lagu tersebut dengan mengubah liriknya.

Siapa pun Anda yang mengubah lagu tersebut, membuat videonya, dan ikut menyebarkanya, Anda telah melanggar undang-undang dan saya bisa membawanya ke ranah hukum.

Terakhir saya berpesan, apapun pilihan Anda, 01, 02, Golput, tolong warisi bangsa ini dengan etika yang benar, menjiplak lagu orang lain jelas tidak beretika dan melanggar hukum, plus, jangan warisi generasi mendatang dengan fitnah dan sampah kebencian.”

3 dari 6 halaman

Kubu Prabowo imbau relawan untuk minta maaf

Menyusul aksi pengubahan lirik lagu ‘Jogja Istimewa’ karya Marzuki Mohammad atau akrab disapa Kill The DJ untuk kepentingan kampanye Prabowo-Sandi. Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade meminta para pendukung meminta maaf kepada Marzuki. 

“Ya sudah kalau memang yang punya lagu komplain karena dinyanyiin emak-emak, sudah minta maaf dan sudah tidak pakai lagunya,” kata Andre saat dihubungi merdeka.com, Selasa (15/1).

Dia mengaku tidak mengetahui pihak yang mengubah lagu tersebut. Hanya saja, Andre mengimbau relawan atau pendukung lebih berhati-hati dalam menggunakan karya orang lain untuk mengekspresikan dukungan ke Prabowo-Sandi.

“Lebih berhati-hati lagi ke depan minta maaf, sudah jiplak lagunya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andra berharap, Kill The DJ tidak perlu melaporkan pendukung Prabowo yang telah mengubah lirik lagu miliknya. Dia meminta agar masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan.

4 dari 6 halaman

Kill The DJ, sosok dibalik lagu Jogja Istimewa

“Jogja Jogja tetap istimewaIstimewa negerinya istimewa orangnyaJogja Jogja tetap istimewaJogja istimewa untuk Indonesia”

Begitulah salah satu kutipan dari lagu Jogja Istimewa yang dipopulerkan oleh Jogja Hip Hop Foundation. Lagu bergenre Hip-Hop/Rap ini sangat populer bagi masyarakat Jogja bahkan Indonesia. Liriknya yang sederhana membuat lagu ini cepat diterima oleh masyarakat khususnya masyarakat Yogyakarta.

Lagu Jogja Istimewa pertama dirilis pada 9 November 2009. Seketika lagu ini menjadi lagu istimewa bagi rakyat Yogyakarta. Di acara-acara besar, radio,rumah-rumah,pertokoan,desa maupun kota lagu ini telah menjadi sebuah kecintaan tersendiri bagi warga Yogyakarta.

Marzuki Mohamad merupakan sosok dibalik lagu Jogja Istimewa yang melegenda ini. Marzuki Mohamad atau yang kerap dikenal dengan nama panggung Kill the DJ merupakan seniman, rapper, dan produser musik di Yogyakarta. Kill the DJ sendiri dikenal dengan aliran hip hop Jawa yang dimilikinya.

Marzuki Mohamad lahir di Klaten, 21 Februari 1975. Orangtuanya merupakan seorang petani dan guru agama dari Prambanan. Ia tinggal di sebuah desa di utara candi Prambanan.

Pada tahun 2003 Kill the DJ mendirikan Jogja Hip-hop Foundation (JHF) yang memproyeksikan dirinya untuk mengakomodasi kru-kru hip-hop di Yogyakarta yang berbahasa Jawa. Walau namanya terdengar formal, gerak-gerik JHF sebenarnya lebih berbasiskan komunitas daripada institusi formal. Acara-acara yang diadakan didanai oleh penjualan album dan souvenir.

Lini terdepan JHF adalah tiga kru yang secara konsisten membawakan rapnya dengan bahasa Jawa. Kru-kru itu juga menggabungkan bebunyian Jawa dengan dengan hentakan musik urban. Mereka adalah Jahanam, Rotra, dan Kill the DJ, sekelompok anak-anak Jawa yang berdiri di persimpangan budaya.

Seperti dikutip Liputan6.com dari blog pribadi Kill the DJ killtheblog.com pada Selasa (15/1/2019), karya-karya Kill the DJ sendiri kebanyakan terinspirasi oleh akar kebudayaan dan tradisi Jawa yang dikemas dalam sentuhan kontemporer.

5 dari 6 halaman

Dibalik Lagu Jogja Istimewa

Lagu Jogja Istimewa terdengar seperti lagu penyemangat bagi masyarakat Yoygakarta untuk terus mencintai tradisi dan kebudayaan Yogyakarta.

Kill the DJ sang pencipta lagu Jogja Istimewa dalam blog pribadinya killtheblog.com mencoba menjelaskan secara rinci makna bait demi bait lagu Jogja Istimewa. Lirik dari lagu ini sebagian besar megambil kalimat-kalimat yang diungkapkan para tokoh bangsa seperti Soekarno Sultan HB 9, Ki Hadjar Dewantoro, RM Sosrokartono dan lain sebagainya.

Kalimat-kalimat ini digubah Kill the DJ menjadi sebuah lirik rap yang enak diperdengarkan.

“Sesungguhnya, 70% lirik dalam Jogja Istimewa mengambil kalimat-kalimat yang diungkapkan oleh tokoh-tokoh seperti; Soekarno, Sultan HB 9, Ki Hadjar Dewantoro, RM Sosrokartono, dll. Selebihnya adalah hasil tulisan saya sendiri, meskipun harus saya akui, bahwa saya sangat terinspirasi oleh teks-teks tradisional Jawa. Saya merubah teks-teks itu ke dalam rima agar lebih enak di-rap-kan.” Jelas Kill the DJ  seperti dikutip dari killtheblog.com.

Menurut Kill the DJ Dengan lirik semacam ini, ia hanya mencoba mengaktualisasikan sejarah, mengingatkan siapapun yang mendengar, sebagai pembela sekaligus kritik bagi warga Jogja, termasuk mengingatkan semangat dan nilai-nilai yang telah ditanamkan Kraton pada masa perjuangan kemerdekaan.

6 dari 6 halaman

Arti lirik lagu Jogja Istimewa

Berikut bedahan lirik Jogja Istimewa beserta artinya oleh Kill the DJ bait demi bait sebagaimana yang diuraikannya dalam blog pribadinya killtheblog.com :

“Holopis Kuntul Baris…”

:: Ungkapan tradisional Jawa, sebuah ajakan untuk bekerja bersama-sama

“Jogja! Jogja! Tetap IstimewaIstimewa Negrinya, Istimewa OrangnyaJogja! Jogja! Tetap IstimewaJogja Istimewa untuk Indonesia”

:: Diucapkan Soekarno untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kraton dan rakyat Yogyakarta dalam perjuangan kemerdekaan

“Rungokna iki gatra saka ngayogyakartaNagari paling penak rasane koyo swargaOra peduli donya dadi nerakaNeng kene tansah edi peni lan merdika”

:: 100% saya menulisnya sendiri, teks ini juga digunakan untuk lagu Dubyouth feat. Ki Jarot Bombassu. Artinya; “dengarlah ini untaian kata dari Yogyakarta, Negeri paling nyaman seperti surga, tidak peduli dunia sudah jadi neraka, di sini kami selalu nyaman dan merdeka”

“Tanah lahirkan Tahta, Tahta untuk RakyatDimana Rajanya Bercermin di kalbu RakyatDemikianlah singgasana bermartabatBerdiri kokoh tuk mengayomi rakyat”

:: Semangat tahta Sultan HB 9 yang kemudian ditambahi oleh anaknya Sultan HB 10 dalam jumenengan (diangkat menjadi raja)

“Memayu hayuning bawana”

:: Visi Kraton Yogyakarta yang dicangangkan oleh HB I, artinya; membuat bumi menjadi indah, atau dalam Islam; Islam rahmatal lil alamin

“Saka jaman perjuangan nganthi mardhikaJogja istimewa bukan hanya daerahnyaTapi juga karena orang-orangnya”

:: Kembali merujuk ungkapan Soekarno

“Tambur wis ditabuh suling wis muniHolopis kuntul baris ayo dadi sijiBareng para prajurit lan senopatiMukti utawa mati manunggal kawula Gusti”

:: Saya tulis sendiri, namun terpengaruh oleh teks-teks macapat tradisional kraton. Artinya seperti ini; “Tambur telah ditabuh, seruling sudah berbunyi, Bersatu padu menjadi satu, Bersama prajurit dan senopati, Mulia atau mati rakyat dan raja adalah satu”

“Menyerang tanpa pasukanMenang tanpa merendahkanKesaktian tanpa ajianKekayaan tanpa kemewahan”

:: Teks aslinya seperti ini: “Nlgurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sugih tanpa raja brana, sekti tanpa aji” ditulis oleh RM Sosrokartono menggambarkan pribadi Sultan HB 9

“Tenang bagai ombak gemuruh laksana Merapi”

:: Teks dari puisi WS Rendra

“Tradisi hidup di tengah modernisasiRakyate jajah deso milang koriNyebarake seni lan budi pekerti”

:: 100% saya tulis sendiri dengan mengambil pepatah Jawa; “Jajah desa milangkori” yang artinya berkelana kemana-mana.

“Elingo sabdane Sri Sultan Hamengkubuwono kaping sangaSak duwur-duwure sinau kudune dewe tetep wong JawaDiumpamakne kacang kang ora ninggal lanjaranMarang bumi sing nglahirake dewe tansah kelingan”

:: Salah satu ungkapan yang sangat saya kagumi dari Sultan HB 9: “ik ben een blijf in de allereerste plaats javaav”, dalam bahasa Indonesia Sultan HB 9 menerangkan seperti ini; “setinggi-tingginya aku belajar ilmu barat, aku adalah dan bagaimanapun jua tetap Jawa”.

“Ing ngarso sung tuladhaIng madya mangun karsaTut wuri handayaniHolopis kuntul baris ayo dadi siji”

:: Inilah konsepsi social movement Jawa yang dipopulerkan oleh bapak pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara; “yang di depan meberi contoh, yang di tengah memberi dorongan, yang di belakang memberi semangat, jika inging mulia harus dengan usaha”

“Sepi ing pamrih rame ing nggawe”

:: Ungkapan Jawa untuk “perjuangan tak kenal pamrih, tapi bekerja secara nyata”

“Sejarah wus mbuktekakeJogja istimewa bukan hanya untuk dirinyaJogja istimewa untuk Indonesia”

:: kembali merujuk ungkapan Soekarno “sejarah sudah membuktikan”.


Reporter: Anugerah Ayu Sendari

Prabowo: Setelah Dengar Visi Misi, Mudah-Mudahan Bergabung

Liputan6.com, Jakarta – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan siap berdialog dengan semua pihak yang belum menyatakan dukungannya di Pilpres 2019.

Hal itu ia sampaikan usai memaparkan visi dan misinya dalam pidato kebangsaan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

“Kepada saudara-saudara yang belum mendukung kami setelah mendengar visi dan misi kami. Mudah-mudahan saudara bergabung dengan perjuangan kami,” kata Prabowo di lokasi, Senin (14/1/2019).

“Tapi kalau saudara-saudara masih tidak percaya pada kami, kami siap dialog dengan saudara sekalian,” sambung dia.

Mantan Danjen Kopassus itu mengaku siap untuk meyakinkan semua pihak yang belum mendukungnya. Ia berharap semua pihak bisa melabuhkan dukungannya untuk Prabowo-Sandi.

“Kalau nanti saya dipilih bersama Sandiaga Uno dengan Koalisi Indonesia Adil Makmur kami akan bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia termasuk pada mereka yang belum percaya kepada kami,” ungkap Prabowo.

2 dari 4 halaman

Takbir

Prabowo Subianto berbicara soal lafaz takbir yang kerap dilantangkan dalam tiap aksi para pendukungnya. Dia mengatakan, lafaz takbir tidak untuk ditakutkan karena artinya yang sangat mulia.

“Kalau dengar takbir itu bukan mengancam siapa-siapa, itu memuliakan Tuhan yang kita cintai, Tuhan Maha Besar,” kata Prabowo dalam Pidato Kebangsaan, di JCC, Senayan Jakarta, Senin (14/1/2019).

Lafaz mengagungkan Tuhan, lanjut Prabowo, tidak hanya ada dalam Islam. Mantan Danjen Kopassus ini menyebut seperti Halleluja, dalam agama kristen juga memiliki arti senada.

“Di semua agama juga ada begitu, Haleluja silakan, saya tidak tahu di Hindu dan di Budha, tapi bangsa kita ini bangsa religius bukan yang ekstrem atau fanatik,” jelas dia.

Karenanya, Prabowo memastikan bila terpilih menjadi presiden periode 2019-2024, dipastikan tidak ada organisasi yang akan terstigma menganut paham tertentu, tanpa diadili secara benar.

“Kami pastikan tak ada organisasi yang terus distigma tanpa pengadilan, keadilan tidak akan tebang pilih,” Prabowo memungkasi.

3 dari 4 halaman

Singgung Gula

Prabowo Subianto juga menyinggung harga gula di Indonesia bisa lebih mahal hingga tiga kali lipat dari dunia. Menurut dia, Indonesia sebagai negara kaya justru bisa menciptakan harga gula terjangkau lantaran menjadi komoditas yang bisa dipanen para petani lokal dengan baik.

“Saya juga baru datang dari Klaten, menerima keluhan para petani sedih, karena saat panen, tapi banjir beras dari luar negeri. Sementara dari Jawa Timur, banyak petani tebu sedih karena saat panen, malah banjir gula dari luar negeri,” kata Prabowo dalam Pidato Kebangsaan di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019).

“Malahan harganya tiga kali lebih mahal dari harga gula bangsa lain,” kritik dia.

Informasi tak terjangkaunya harga komoditas gula, didapat Prabowo langsung dari suara emak-emak. Karenanya, Indonesia seperti ini bukanlah bangsa seperti yang diimpikan. Prabowo berjanji, bila terpilih dan diberi amanah, dirinya akan bisa mensejahterakan dengan langkah swasembada.

“Jadi kita harus hasilkan itu, dari negeri sendiri,” Prabowo memungkasi.


Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka.com

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Yohan Mulia Jadikan ONE Championship 2019 Ajang Pembuktian Diri

Liputan6.com, Jakarta Nama Yohan Mulia Legowo sudah sangat terkenal di dunia mixed martial arts (MMA) Indonesia. Bahkan, sebelum ia bergabung dengan ONE Championship pada tahun 2014.

Atlet yang mengawali karier profesionalnya pada 2002 ini sempat tidak terkalahkan pada dua tahun pertamanya. Namun, akhirnya ia harus tunduk dalam sebuah pertandingan pada 2004 lalu.

Namun, pengalaman itu tak menyurutkan semangat Yohan Mulia Legowo. Ia kemudian bergabung dengan berbagai organisasi sebelum akhirnya memutuskan untuk berkompetisi di bawah naungan ONE. Ini adalah sebuah organisasi bela diri terbesar di dunia dimana para juara dunia dan atlet MMA bertanding.

Dan, Yohan dijadwalkan akan bertarung menghadapi AJ Lias Mansor dari Malaysia di ajang ONE: Eternal Glory, yang akan di helat di Istora Senayan Jakarta, 19 Januari 2019 mendatang.

2 dari 4 halaman

Ajang Pembuktian

Pada laga itu, Yohan bertekad untuk merebut kemenangan pertamanya sejak Februari 2016, saat ia melawan rival senegaranya Mario Satya Wirawan.

Meski, atlet ini memulai kariernya di ONE dengan hanya satu kemenangan dari enam laga yang ia jalani, ia tidak pernah sedikitpun memiliki keinginan untuk berhenti, atau menyurutkan semangat bertandingnya.

Setidaknya laga melawan AJ Lias akan menjadi pembuktian lagi bagi kariernya awal tahun ini.

3 dari 4 halaman

Bertarung Ketat

Sisi menarik dari pertandingan ini adalah kemampuan Yohan dan AJ dalam bidang striking. Ini akan memastikan bahwa keduanya akan bersaing ketat di dalam ring.

Dengan penantang yang memiliki rekor tiga kemenangan dan empat kekalahan sepanjang karier di ONE Championship itu, Yohan tetap merasa bahwa ia dapat menguasai pertandingan dan meraih kemenangan sebagai atlet tuan rumah.

4 dari 4 halaman

Cara Bertanding

Namun, sayangnya Yohan selain harus fokus pada pertandingan akhir minggu ini, ia juga tetap harus menjalani profesinya sebagai seorang pelatih yang telah melahirkan beberapa nama besar. Dan, salah satu muridnya yang telah bergabung ke dalam jajaran atlet ONE adalah mantan juara nasional bantamweight Abro Fernandes.

Yohan, yang saat ini berusia 38 tahun, mengatakan bahwa ia terus ingin melatih dan bertanding demi meningkatkan kapasitas serta kemampuan bertandingnya dengan cara yang baru.

“Saya ingin berkompetisi dan terus meningkatkan kemampuan saya,” ujar Yohan.

Terkait kegiatannya sebagai sebagai pelatih dan atlet aktif, ia mengakui bisa mempelajari banyak hal yang belum pernah ia sadari dari setiap anak didiknya.

PKS Mau Perjuangkan RUU Perlindungan Tokoh Agama, PKB Singgung Habib Bahar

Jakarta – PKS ingin memperjuangkan Rancangan Undang-undang (RUU) Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol-simbol Agama. PKB mengatakan hukum di Indonesia sudah secara komprehensif mengatur perlindungan kepada semua orang.

“Hukum kita ini sudah komprehensif mengatur perlindungan kepada semua orang. Nggak boleh cuma kelompok tertentu. Perlindungan hukum itu harus diperjelas,” kata Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/1/2019) malam.

Dia mengatakan hukum yang ada di Indonesia prinsipnya sudah melindungi manusia. Dan setiap orang punya posisi yang sama di depan hukum.

“Prinsip hukum itu kan instrumen untuk melindungi warga negara. Jadi siapa pun dia kita ini ada di posisi yang disebut sama di depan hukum, tidak ada pembedaan. Sepanjang dia melanggar hukum siapa pun dia harus ditindak. Tidak peduli dia pejabat, tokoh agama atau apa pun ya tidak peduli,” ujar Karding.
Karding mengatakan rencana tersebut sebagai upaya framming dari PKS.

“Saya kira itu framming saja untuk memperjelas bahwa mereka membela ulama, kita mengkriminalisasi ulama. Itu sih cara-cara PKS aja lah,” katanya.

Karding menegaskan tak ada seorang pun yang kebal hukum. Dia lalu menyinggung nama Habib Bahar bin Smith yang tengah dihadapkan pada kasus dugaan penganiayaan.

“Misalnya gini, taruhlah saya sebut namanya Habib Smith. Dia mempersekusi sama melukai anak-anak. Pertanyaannya kalau UU perlindungan hukum kepada tokoh agama itu ada, apakah orang-orang seperti itu dilindungi? Pasti rasa keadilan semua rakyat akan tersakiti. Pasti itu,” ujar dia.

“Nggak ada satu pun warga negara yang kebal hukum sepanjang dia terbukti melakukan itu. Jadi itu menurut saya hanya ide saja untuk mem-framming bahwa Jokowi ini kriminalisasi, (kemudian mengatakan) kami lah yang membela ulama. Padahal yang sebenarnya kan nggak ada seperti itu,” sambung Karding.

Sebelumnya, PKS mengatakan ingin menghadirkan perlindungan bagi para pendakwah agama RUU Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol-simbol Agama. Muzammil memandang RUU tersebut penting untuk melindungi simbol-simbol semua agama yang ada di Indonesia dan melindungi aktivitas para pemuka semua agama atau pendakwah di Tanah Air.

“Jadi saya kira perlindungan terhadap pendakwah agama dan simbol-simbol agama itu penting. Kita belajar dari kasus pembakaran bendera tauhid,” kata Wakil ketua Tim Pemenangan Pemilu PKS Al Muzzamil Yusuf, seperti dilansir Antara, Minggu (13/1).

“Para pendakwah agama membawa misi UUD 1945 yang mengamanatkan pendidikan nasional untuk meningkatkan iman, takwa, dan akhlak mulia,” ucapnya.
(jbr/jbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

NasDem Gorontalo: Pemindahan 2 Kuburan Tak Terkait Kami

Bone Bolango – Partai NasDem menegaskan tak terkait dengan pemindahan 2 kuburan di Desa Toto, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Ketua DPW Partai NasDem Hamim Pou menyatakan pemindahan 2 kuburan seakan menyudutkan partai NasDem.

“Seolah-olah ini menyudutkan nama Partai NasDem. Ini fitnah yang berkepanjangan dan menjadi gerakan politik yang tidak konstruktif yang menyudutkan kami. Padahal tidak ada kaitan sama sekali soal pemindahan kuburan dengan Partai NasDem,” kata Hamim Pou pada detikcom Minggu (13/1/2019).

Dia mengaku prihatin atas kejadian ini. Bupati Bone Bolango itu mengatakan partainya mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum atas fitnah yang terjadi.
“Kami prihatin dan bersimpati. Kami tidak ingin mempolitisasi kasus pemindahan kuburan ini. Partai NasDem menegaskan bila ada orang atau kelompok tertentu yang menyebarkan fitnah, seolah-olah ini adalah ulah partai NasDem kami akan tuntut secara hukum,” ucap Hamim.

Dia mengaku kasus ini sudah mendapat perhatian khusus dari Pengurus Pusat NasDem. Apa yang terjadi di Gorontalo menjadi perhatian terus menerus DPP NasDem.

“Kami ingin mulia. Catat bila ada yang menyebut dan mengait-ngaitkan masalah keluarga ini dengan partai NasDem kami akan proses secara hukum. Hari ini kami tidak menyebut nama tapi kami telah menyusuri. Mari kita lakukan politik yang santun, cerdas, berbudaya, beradab serta bermartabat,” harap Hamim.

“Tolong berikan kesempatan sebagai bagian dari klarifikasi hak jawab kami. kami berharap ini tidak terjadi lagi,” lanjut Hamim.

Sementara pemilik lahan kuburan Awan Hasan (51) menyatakan pemindahan kuburan bukan masalah partai tetapi murni masalah keluarga.

“Ini masalah keluarga tidak ada kaitannya dengan partai NasDem,” singkat Awan.

Caleg NasDem Kabupaten Bone Bolango Iriani Monoarfa juga terseret namanya terkait pemindahan 2 kuburan. Nani menyesalkan namanya dikaitkan dengan kasus pemindahan kuburan.

“Saya sangat dirugikan. Saya tidak ada sangkut pautnya dengan kasus kemarin, kaget juga melihat berita di berbagai media. Saya tidak tahu sama sekali,” ucap Iriani sambil menahan tangis.

Dia juga menambahkan tidak pernah menyuruh kakak ipar Awan Hasan untuk bongkar kubur.
(jbr/jbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sahkan Perda Diniyah, Pemkab Bogor Buat Program Jumat Mengaji

Liputan6.com, Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) dan Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyepakati Peraturan Daerah tentang Pendidikan Diniyah atau pendidikan berbasis agama Islam. 

Bupati Bogor, Ade Yasin, Minggu, mengatakan, pembinaan melalui pendidikan Diniyah sangat penting dan strategis guna membangun karakter muslim yang beriman, bertakwa serta berakhlak mulia.

“Pembinaan oleh pemerintah daerah dilakukan dengan terus membantu keberlangsungan pendidikan Diniyah serta mendorong masyarakat agar mengikutsertakan anaknya pada Madrasah Diniyah,” kata Ade Yasin Minggu (13/1/2019).

Perda Diniyah yang disepakati merupakan satu dari tiga Raperda yang telah dibahas dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor dalam rangka menetapkan keputusan bersama terhadap Rencana peraturan daerah (Raperda), Jumat, 11 Januari 2019.

Raperda yang disepakati menjadi Perda yaitu Raperda Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Raperda Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2005-2025, serta Raperda perubahan atas Perda Kabupaten Bogor nomor 11 tahun 2010 tentang Pendidikan Diniyah. 

“Kami juga fokus pada Bogor Beradab dengan menambah jam pendidikan keagamaan serta Jumat mengaji,” kata Ade. 

2 dari 2 halaman

Sinergi Eksekutif Legislatif

Bupati yang baru dilantik pekan lalu ini mengharapkan kerja sama dan sinergi yang kuat antara eksekutif dengan legislatif dalam menjalankan agenda pembangunan di Kabupaten Bogor.

“Pentingnya kerja sama dan sinergi yang kuat antara eksekutif dengan legislatif dalam memenuhi agenda yang telah ditetapkan, terlebih Raperda yang berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat,” katanya.


Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Zikir dan Doa Bersama untuk Ustaz Arifin Ilham Digelar Malam Ini

Liputan6.com, Jakarta – Demi kesembuhan Ustaz Arifin Ilham, sejumlah ulama akan menggelar zikir dan doa bersama di Masjid Istiqlal, malam ini, Minggu (13/1/2019).

Hal ini diketahui melalui unggahan di akun Instagram istri Arifin Ilham, Yuni Syahla.

“InsyaAllah Zikir dan Doa Munajat untuk kesembuhan Ustad Muhammad Arifin Ilham di Mesjid Istiqlal di mulai sholat Magrib berjamaah,” tulis sang istri, Sabtu (12/1/2019).

Lewat poster yang diunggah, acara zikir dan doa bersama ini akan dipimpin oleh Ustaz Abul Syukur dan diikuti oleh AA Gym, Adi Hidayat, Yusuf Mansur dan masih banyak lagi.

2 dari 3 halaman

Mengajak Masyarakat

Lewat Instagramnya, Ustaz Yusuf Mansur juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk hadir mengikuti acara mulia tersebut.

Kalau kwn2 bisa dtg, bisa mendoakan lsg. Jika ga bs dtg, bisa mendoakan darimana aja. Buat beliau dan buat semua ‘aalim ‘ulamaa dan Indonesia. Bismillaah walhamdulillaah,” tulis dia.

3 dari 3 halaman

Pengobatan di Malaysia. 

Sementara itu, sebelumnya Ustaz Arifin Ilham menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Pemindahan ustaz Arifin Ilham ke Malaysia adalah untuk menjalani pegobatan setelah kemoterapi.

Seperti diketahui, Ustaz Arifin Ilham sempat divonis menderita kanker kelenjar getah bening dan kanker nasofaring. Sebelumnya, ia juga sempat dinyatakan sembuh dari penyakit berbahaya itu. 

Di Maulid Nabi PKS, Sohibul Minta Kader Teladani Sifat Rasulullah

Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam kesempatan itu Presiden PKS Sohibul Iman meminta kader PKS meneladani sifat-sifat Rasulullah Muhammad SAW.

PKS menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (13/1/2019). Tampak Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Al-Jufri, Wakil Ketua Umum Hidayat Nur Wahid, Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso, hingga Ketua GNPF Ulama Yusuf Martak.

Para tokoh-tokoh itu duduk di panggung bagian depan para hadirin yang hadir. Sohibul mengatakan, perayaan maulid ini sebagai bentuk kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, untuk mengali sejarah Nabi Muhammad SAW.

“Maulid Nabi Muhammad SAW diselenggarakan setidaknya menunjukkan dua hal, pertama kecintaan kita semua kepada Nabi Muhammad, dan keinginan kita dan tekat kita untuk menggali sejarah hidup dan penjuang Nabi Muhammad dan berusah meneladaninya,” kata Sohibul dalam sambutannya.


Sohibul lalu menjelaskan, perayaan Maulid Nabi Muhammad ini sekaligus momen menyatukan umat Islam mencapai kemenangan. Kemenangan yang dimaksud Sohibul ialah kemenangan dunia dan akhirat.

“Kita tidak ingin tidak meraih satunya tapi kita ingin meraih dua-dua. Kita ingin umat Islam ini hidup dalam kemuliaan dan wafat dalam kemuliaan. Kita ingin hidup mulia sebagai umat Islam. Umat Islam harus berjaya dan harus terhormat di muka bumi ini,” ungkapnya.

Sohibul meminta seluruh hadirin meneladani sifat Nabi Muhamaad SAW, salah satunya Al-Amin. Menurutnya, untuk menjadi seorang yang mampu mengelola masyarakat dan negara harus meneladani sifat Al-Amin Nabi Muhammad SAW.

“Nah mudah kita semuanya nanti berkiprah mengelola bangsa, mengelola umat bisa meneledani Rasulullah yakni memiliki karakter Al-Amin,” tuturnya.

Tak lupa, Sohibul juga meminta doa kepada hadiri agar PKS bisa istiqomah menjaga amanah. Sehingga, nantinya bisa mengelola negara dan masyarakat.

“Kami mohon doa semoga kami bisa istiqomah mengendalikan diri dan keluarga kami jadi teladan. Sehingga bisa mengelola masyarakat dan mengelola negara nantinya,” pungkasnya.
(ibh/nvl)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Marah Driver Ojol Direndahkan, TKN: Mungkin Maksudnya ke Prabowo

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku marah jika ada pihak yang merendahkan profesi pengemudi ojek online (ojol). Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menjelaskan soal sosok yang dimaksud sang capres.

“Siapa saja yang merendahkan ojol. Kalau seandainya Pak Prabowo (Prabowo Subianto) pernah ngomong itu, berarti Pak Prabowo termasuk yang dimaksud,” kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding, saat dikonfirmasi, Sabtu (12/1/2019).

Karding menilai Jokowi tak suka dengan orang yang melecehkan pekerjaan masyarakat. Salah satunya profesi pengemudi ojol yang dinilai Karding sebagai pekerjaan mulia.
“Ojol hari ini adalah pekerjaan yang sangat mulia. Karena di samping bisa memberikan penghasilan yang cukup, juga bisa menjadi pekerjaan masyarakat kita yang selama ini sulit mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.
“Sehingga tentu ini tidak boleh dikatakan pekerjaan rendah atau pekerjaan bagi orang-orang yang tidak bersekolah saja,” imbuh Karding.

Dalam acara silaturahmi nasional pengemudi online di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jokowi memuji profesi pengemudi online. Dia mengaku marah jika ada yang meremehkan profesi tersebut.

“Saya kadang-kadang marah dan jengkel, kalau ada yang meremehkan profesi pengemudi transportasi online. Ini adalah sebuah pekerjaan mulia. Yang memberikan income dan pendapatan untuk menyejahterakan keluarga kita,” kata Jokowi.
(tsa/hri) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>