5 Metode Psikologi Ini dapat Meningkatkan Kepercayaan Diri

Liputan6.com, Jakarta – Banyak orang mengatakan bahwa jika seseorang memiliki kepercayaan diri yang tinggi, maka ia akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Hal itu disebabkan ia mampu berani mengambil peluang yang bahkan terasa tidak mungkin di awal.

Sayangnya, tidak semua orang dilahirkan dengan perasaan percaya diri yang baik. Banyak orang justru sering kali merasa minder, misalnya dengan penampilan yang dimiliki, padahal sebetulnya ia telah “sempurna”.

Kabar baik bagi Anda yang memiliki masalah dengan kepercayaan diri. Pasalnya, psikolog percaya bahwa percaya diri dapat diciptakan dan dikembangkan.

Berikut adalah lima metode psikologis yang dapat meningkatkan kepercayaan diri, dilansir dari situs brightside.me pada Sabtu (23/2/2019).


Simak pula video pilihan berikut:

2 dari 6 halaman

1. Luruskan Punggung Anda dan Berjalanlah dengan Tegak

Berjalan dengan punggung yang lurus serta gerak tubuh yang terbuka dapat menjadikan Anda terlihat percaya diri.

Jangan lupa, tegakkan pula kepala Anda, melihat ke depan atau ke atas dan bukan ke bawah. Dengan demikian, orang-orang di sekitar akan melihat Anda sebagai sosok yang berbeda.

Selain itu, dengan mempraktikkan hal ini Anda juga akan merasa lebih baik. Mengingat menurut penelitian, bahasa tubuh seperti orang yang percaya diri secara tidak langsung akan mengurangi tingkat stres.

3 dari 6 halaman

2. Singkirkan Pikiran Negatif

Mengontrol dialog internal adalah salah satu metode efektif untuk memunculkan kepercayaan diri. Anda harus membuang jauh-jauh pikiran negatif tidak berdasar yang ada di dalam benak.

Setelah itu, berusahalah menciptakan dialog internal yang positif yang dapat diciptakan dengan membuat daftar kualitas diri dan mengingat pencapaian positif.

Jika firasat buruk tiba-tiba datang, abaikan saja hal itu dan anggap seperti angin lalu.

4 dari 6 halaman

3. Belajar Menerima Pujian dengan Baik

Jika ada seseorang yang memberikan pujian kepada Anda, jangan malu atau bahkan menganggap pujian sebagai sindiran. Itu adalah cara-cara yang salah dan justru memperlihatkan bahwa Anda bukanlah orang dengan kepercayaan diri yang baik. Selain itu, tindakan Anda justru terlihat seperti tidak menghargai pendapat orang lain.

Cara yang tepat untuk bereaksi terhadap pujian adalah dengan tersenyum tulus dan mengucapkan terima kasih. Berpikirlah bahwa memang beberapa kualitas diri Anda mungkin memang benar terlihat menarik di mata orang lain.

5 dari 6 halaman

4. Belajar untuk Mempertahankan Kontak Mata

Anda dapat belajar untuk memandang orang lain tepat di kedua matanya, agar terlihat sebagai sosok yang berani dan percaya diri. Hanya orang yang tidak percaya diri atau tengah berbohong yang akan memalingkan muka atau menghindari kontak mata.

Menurut psikologis, menjaga kontak mata dengan orang lain akan membantu Anda mendapatkan kepercataan diri dan meyakinkan mereka bahwa Anda orang yang jujur.

6 dari 6 halaman

5. Jangan Buang Banyak Waktu di Media Sosial

Jangan terlalu banyak membuang waktu di media sosial. Hal ini dikarenakan bagi sebagian orang, terlalu banyak melihat foto orang lain akan memunculkan usaha untuk memperbandingkan dengan diri sendiri.

Kebiasaan untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain tersebut, dapat merusak kepercayaan diri.

Selalu ingat bahwa media sosial merupakan tempat bagi siapapun untuk berbagi hal-hal terbaik mereka. Anda tidak perlu merasa minder karena Anda juga dapat mengeksplor diri dan menemukan sisi menarik versi Anda.

Anda juga bisa memilih untuk berhenti mengikuti akun-akun yang memberikan dampak negatif dan terus memunculkan tekanan psikologis.

Selain Kakak, Pelaku Incest di Lampung Juga Setubuhi Kambing-Sapi Tetangga

Lampung – Perempuan berinsial AG (18) jadi korban incest atau hubungan sedarah yang dilakukan ayahnya M (45) dan kakaknya SA (24), serta adiknya YF (15). YF diduga mengalami kelainan.

“Keluarga ini ada kelainan sepertinya karena adiknya ada pengakuan bahwa dia pernah berhubungan juga dengan binatang, kambing, sapi,” kata Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas saat dihubungi detikcom lewat telepon, Sabtu (23/2/2019).

“Nanti mau kami periksakan juga ke psikolog, pemerhati, kenapa keluarga ini bisa seperti ini, kita mau urut ke belakang supaya hal-hal ini tidak terjadi lagi,” sambungnya.


Menurut AKP Edi, para tersangka sudah menyetubuhi korban berulang kali sejak 2018. Korban tidak kuasa melawan karena takut dan mengalami keterbelakangan mental.

“Kakaknya itu sudah menyetubuhi 120 kali dalam setahun, adiknya 60 kali. Kalau bapaknya sudah berulang kali, saya yakin sudah sering,” jelasnya.

Selain Kakak, Pelaku Incest di Lampung Juga Setubuhi Kambing-Sapi TetanggaBarang bukti yang disita dari lokasi Foto: Dok. Polres Tanggamus

Hal senada juga disampaikan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tanggamus Ipda Primadona Laila. Pihaknya terus melakukan pendalaman agar tepat menangani kasus ini.
“Ini lagi coba kita dalami lagi karena bapaknya tahu anak-anaknya itu menyetubuhi anak kandungnya tapi dibiarkan saja. Saling tahu tapi dibiarkan. Waktu itu adiknya yang bungsu ini melihat kalau saudara perempuannya ditiduri bapaknya, dibiarin. Jadi saling tahu mereka ini,” ujarnya saat berbincang dengan detikcom lewat telepon.

Menurut Ipda Dona, secara visual tidak ada keanehan dari tersangka M dan SA. Namun tersangka YF ini memang agak berbeda karena terlihat santai saat diperiksa. Saat ditanya, tidak ada penyesalan terlontar dari mulutnya telah berulangkali memperkosa kakak kandungnya sendiri.

“Memang yang nyeleneh dikit ini yang bungsu, yang kecil. Dia sempat meniduri kambing dan sapi milik tetangga. Kenapa kita bilang agak kelainan karena tidak ada rasa penyesalan. Hanya senyum cengengesan, nggak ada muka menyesal atau merasa malu, merasa berdosa, santai aja. Makanya kita Senin mau melakukan pemeriksaan psikologi, sudah panggil psikolog juga terkait kelakuan tiga pelaku ini,” ucapnya.
(hri/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sulit ‘Kumpulin Nyawa’ di Pagi Hari? 10 Aktivitas Ini Bisa Membantu

Jakarta – Siapa yang masih sulit bangun di pagi hari atau malah memakan banyak waktu untuk ‘kumpulin nyawa’? Berlama-lama di tempat tidur setelah bangun bisa membuatmu kelelahan dan ngantuk seharian, lho.

Sebenarnya tak sulit untuk merasa segar di pagi hari dan terhindar dari rasa ngantuk. Dirangkum dari beberapa sumber, berikut 10 cara untuk membuatmu nggak berlama-lama ‘kumpulin nyawa’ di kasur:

1. Jangan tekan tombol snooze!

Kita terbiasa untuk menekan tombol ‘snooze’ saat alarm kita berbunyi di pagi hari dan melanjutkan tidur sejenak. Para ahli meyakini hal ini bisa mengganggu kemampuanmu untuk beraktivitas seharian.

Dikutip dari Health Line, kamu bisa mencoba trik 90-menit tidur dengan menyetel dua alarm. Satu alarm untuk 90 menit sebelum kamu ingin bangun, dan alarm satu lagi untuk waktu di saat kamu benar-benar ingin ‘melek’.

Teorinya adalah pada tidur selama 90 menit yang kamu lakukan sebelum alarm yang kedua akan menjadi satu siklus tidur penuh, sehingga membuatmu dapat terbantun setelah keadaan REM dan bukannya saat keadaan itu.

2. Minum segelas air putih

Hal paling simpel untuk dilakukan namun sering diabaikan. Minum segelas atau dua gelas air putih di pagi hari dapat membantu untuk mendorong metabolisme, membuang racun dan menghidrasi tubuh.

Selain itu, minum air putih juga bisa mencegahmu mengalami kelelahan karena dehidrasi. Kelelahan bisa memicu rasa kantuk, perubahan pada kemampuan kognitif, dan mengganggu mood-mu seharian.

3. Regangkan badan

Meregangkan tubuh bisa membangunkan otot-otot tubuh kita, melancarkan peredaran darah dan mengirimkan sinyak untuk tubuh segera bangun dan bersiap untuk menghadapi hari.

Kamu bisa melakukan latihan peregangan atau yoga, atau bahkan sekedar ‘ngulet’. Akan lebih baik jika merutinkannya setiap pagi.

4. Berjemur

Di masa kini, orang-orang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan dan di bawah sinar lampu. Luangkan waktu untuk berjalan-jalan di luar saat pagi hari dan biarkan sinar matahari terserap ke dalam kulit, menghangatkan tubuh dan untuk memicu produksi vitamin D di tubuh.

5. Basuh atau cuci muka

Masih mengantuk di pagi hari? Segera mandi bisa menjadi jawaban yang tepat. Namun kadang suasana dingin di pagi hari membuat kita enggan untuk mandi, bisa kamu ganti dengan mencuci atau sekadar membasuh muka dengan air dingin, agar menghantarkan sinyal perubahan temperatur pada tubuh.

Jika kamu bahkan tak mampu bangun dari tempat tidur, kamu bisa menaruh botol semprotan di dekat kasur yang bisa kamu jangkau dan semprotkan ke wajah saat kamu bangun tidur.

6. Sarapan

Sarapan sangat penting dan seharusnya tidak boleh dilewatkan. Dengan memakan makanan yang sehat, rasa kantuk dan mager alias malas gerak di pagi hari bisa berganti menjadi rasa segar dan lebih enerjik seharian.

Namun perlu diperhatikan, apa yang kamu makan di pagi hari dapat berdampak pada apa yang kamu rasakan selama berjam-jam. Cobalah memakan protein tanpa lemak, gandum, kacang dan buah dengan kandungan sedikit gula.

7. Hindari gula hingga makan siang

Sarapan dengan makanan bergula seperti minuman kopi dengan pemanis, kue dan sereal bisa menyebabkan kenaikan gula darah yang justru membuatmu merasa lelah nantinya.

Jika kamu ingin memakan sesuatu di pagi hari, perhatikan bagian label nutrisinya. Kamu bisa menggantinya dengan menyimpan apel, wortel dan buah jeruk sebagai alternatif sarapan.

8. Kurangi kopi

Kopi mungkin sudah menjadi ‘sarapan’ bagi sebagian besar orang. Walau memang kopi memiliki banyak manfaat kesehatan, meminumnya terlalu banyak di pagi hari bisa saja membuatmu lelah di siang hari.

Tak masalah jika kamu ingin meminumnya di pagi hari, namun sangat disarankan untuk meminumnya dengan jumlah kecil, misal menggunakan cangkir yang lebih kecil.

9. Mulailah percakapan yang positif

Hindarilah gosip, pertengkaran dan percakapan yang negatif saat kamu memulai harimu. Dengan memulai percakapan yang positif bisa mengubah harimu, lho!

10. Praktikkan sleep hygiene

Sudah jelas, pagi hari yang berkualitas juga dipengaruhi oleh tidur malam yang berkualitas pula. Sleep hygiene atau kebiasaan ‘bersih’ saat tidur bisa kamu praktikkan, yakni sebagai berikut:

– jauh-jauh dari laptop, telepon genggam, dan televisi satu jam sebelum tidur
– tidur di jam yang sama setiap malam dan bangun di jam yang sama setiap pagi, untuk menjaga ritme sirkadian, yakni jam biologis tubuh
– buat tempat tidurmu senyaman mungkin

(frp/up)

detikcom Laporkan Dugaan Penganiayaan Jurnalisnya di Munajar 212 ke Polisi

Liputan6.com, Jakarta Polres Metro Jakarta Pusat telah menerima laporan dugaan persekusi terhadap wartawan detikcom, Satria Kusuma. 

Satria melaporkan kejadian tersebut pada Jumat (22/2/2019) pukul 00.15. Laporan tersebut teregister dalam nomor laporan 358/K/II/2019/ Resto Jakpus tanggal 22 Februari 2019.

“Iya sudah ada laporan masuk hari ini. Perkara yang dilaporkan adalah bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau barang,” kata Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Purwadi, saat dikonfirmasi, Jumat (22/2/2019).

Purwadi mengatakan, saat ini pihak terlapor atau pelaku persekusi terhadap Satria masih dalam penyelidikan.

“Saat ini pelaku masih dalam penyelidikan,” katanya.

Sementara itu, dalam keterangan resmi tertulis, detikcom mengutuk keras aksi kekerasan yang menimpa wartawannya. Langkah hukum dilakukan agar ke depan kejadian serupa menimpa para jurnalis.

“Detikcom mengutuk keras kekerasan terhadap jurnalis dan upaya menghalangi peliputan jelas melanggar Undang-undang Pers, terutama Pasal 4 tentang kemerdekaan pers. Detik.com adalah media yang independen, objektif, dan berimbang dan mendukung penuh perjuangan terhadap kebebasan pers,” pernyataan detikcom dalam keterangannya.

Terpisah, Pemimpin Redaksi detikcom sekaligus Direktur Konten, Alfito Deannova Ginting, melalui pesan singkat mengatakan pihaknya sudah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut semalam.

2 dari 2 halaman

Kronologi Dugaan Penganiayaan

Berikut kronologi lengkap Detikcom tentang dugaan persekusi wartawan yang dimuat dalam laman resminya:

“Wartawan detikcom atas nama Satria Kusuma mengalami penganiayaan dan kekerasan saat sedang menjalankan tugas jurnalistik. Kejadian itu berlangsung saat Satria sedang meliput acara Malam Munajat 212, Kamis (21/2/2019) di Monas.

Sekitar pukul 20.30, terjadi kericuhan yang posisinya di dekat pintu keluar VIP, arah bundaran patung Arjuna Wiwaha. Menurut informasi yang beredar, kala itu ada seorang copet yang tertangkap.

Satria pun langsung mengabadikan momen itu dengan kamera ponsel. Satria tidak sendirian. Saat itu ada wartawan lain yang juga merekam peristiwa tersebut.

Pada saat merekam video itulah Satria dipiting dan kedua tangannya dipegangi. Mereka meminta Satria menghapus video yang sudah direkamnya. Karena dipaksa sedemikian rupa dan jumlah orang yang berkerumun semakin banyak, Satria akhirnya setuju rekaman video itu dihapus.

Satria lalu dibawa ke ruangan VIP mereka. Di dalam tenda tersebut, intimidasi terus berlanjut. Adu mulut terjadi lagi saat mereka meminta ID card Satria buat difoto. Tapi Satria bertahan, memilih sekadar menunjukkan ID card dan tanpa bisa difoto.

Dalam ruangan yang dikerumuni belasan–atau mungkin puluhan–orang berpakaian putih-putih tersebut, Satria juga sempat dipukul dan diminta berjongkok. Tak sampai di situ, mereka yang tahu Satria adalah wartawan detikcom juga sempat melakukan tindakan intimidatif dalam bentuk verbal.

Singkat cerita, ketegangan sedikit mereda saat Satria bilang pernah membuat liputan FPI saat membantu korban bencana Palu. Begitu pun saat mereka mengetahui benar-benar bahwa Satria bukan wartawan ‘bodrex’. Pun mereka juga tahu bahwa Satria sudah berkomitmen akan menghapus semua video di ponselnya.

Satria dilepas setelah diajak berdiskusi dengan salah satu dari mereka, yang mengaku sebagai pihak keamanan Malam Munajat 212 dan mereka kebetulan sesama orang Bogor. Namun jaminannya bukan ID card dan KTP yang diberikan, melainkan kartu pelajar. Satria pun dilepas dan kembali menuju kantor.

Terkait tindak kekerasan dan penghalangan kerja jurnalistik ini, detikcom melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Dengan harapan kejadian serupa tidak terjadi terhadap wartawan lain yang sedang menjalankan fungsi jurnalistik.

detikcom mengutuk keras kekerasan terhadap jurnalis dan upaya menghalangi peliputan jelas melanggar UU Pers, terutama Pasal 4 tentang kemerdekaan pers. detikcom adalah media yang independen, objektif, dan berimbang dan mendukung penuh perjuangan terhadap kebebasan pers.”

Reporter: Ronald

Peneror Alat Kelamin di Karawang Bisa Dipidana 10 Tahun Penjara

Karawang – Sekelompok pria di Karawang, Jawa Barat, mempertontonkan alat kelamin ke perempuan. Mereka naik kendaraan dan tiba-tiba mengeluarkan alat kelaminnya di depan wanita.

“Itu sudah kriminal. Jadi bukan soal ekshibisionis lagi,” kata Mariana saat dimintai tanggapan detikcom, Kamis (21/2/2019).

Lantas UU apa yang bisa menjerat mereka? Berdasarkan penelurusan detikcom, perbuatan pria di Karawang sesuai dengan Pasal 10 UU Pornografi. Pasal 10 berbunyi:

Setiap orang dilarang mempertontonkan diri atau orang lain dalam pertunjukan atau di muka umum yang menggambarkan ketelanjangan, eksploitasi seksual, persenggamaan, atau yang bermuatan pornografi lainnya.

Lantas bagaimana hukumannya? Para pelaku bisa diancam hukuman 10 tahun penjara. Pasal 36 UU Pornografi menyebutkan:

Setiap orang yang mempertontonkan diri atau orang lain dalam pertunjukan atau di muka umum yang menggambarkan ketelanjangan, eksploitasi seksual, persenggamaan, atau yang bermuatan pornografi lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 5 miliar.

Lantas apa tujuan UU Pornografi? Yaitu:

1. menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang bersumber pada ajaran agama;
2. memberikan ketentuan yang sejelas-jelasnya tentang batasan dan larangan yang harus dipatuhi oleh setiap warga negara serta menentukan jenis sanksi bagi yang melanggarnya; dan
3. melindungi setiap warga negara, khususnya perempuan, anak, dan
generasi muda dari pengaruh buruk dan korban pornografi.

(asp/zak)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Top 3 Berita Hari Ini: Penampilan Sejumlah Pesohor Hadiri Pernikahan Putra Bos Krisna Bali

Liputan6.com, Jakarta – Top 3 Berita Hari Ini tentang pernikahan Gusti Ngurah Berlin Bramantara, putra bos oleh-oleh Krisna Bali, Ajik Krisna. Gusti baru saja melepas masa lajang dan menikahi sang kekasih hati, Annie Fransisca. Pernikahan keduanya pun menyita perhatian.

Bagaimana tidak, di samping dekorasi mewah dengan sentuhan Bali nan kentara, resepsi pernikahan ini juga dihadiri sederet artis.Dalam sebuah potret yang beredar di jagat maya, terlihat Prilly Latuconsina, Indah Dewi Pertiwi, dan Vicky Shu wefie ketika hadir di resepsi pernikahan Berlin dan Annie.

Di foto tersebut, tampak Prilly berbusana formal memakai off-shoulder dress hitam dilengkapi aksen silver yang senada dengan clutches-nya. Berita lainnya yang banyak diminati adalah tentang hubungan pria dan wanita.

Di momen tertentu, hubungan asmara biasanya akan melibatkan tak hanya Anda dan pasangan. Bakal ada campur tangan keluarga, termasuk orangtua, di sana. Karenanya, memperkenalkan si dia jadi salah satu momen penting.

Perempuan biasanya dianggap sebagai pengganti orangtua, terutama ibu, yang mampu mengasuh, merawat, dan terus mendampingi di berbagai situasi. Kalau sudah melewati kualitas ini, sangat mungkin Anda akan diperkenalkan pada orangtua. Berita ketiga yang menarik perhatian adalah seputar Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati tiap 21 Februari.

Sampah memang seperti menjadi masalah yang tak ada habisnya. Untuk ikut bagian dalam solusi mengurangi sampah, ada sejumlah hal yang bisa kita lakukan.

Mengurangi pemakaian tas plastik sekali pakai dengan membawa tas belanjaan sendiri termasuk salah satuya. Selain dapat menghemat pengeluaran dengan tidak membayar tas plastik, Anda juga berkontribusi untuk mengurangi sampah plastik.

Ketiga berita tersebut terangkum lengkap dalam Top 3 Berita Hari Ini. Jadi, mari kita simak rangkuman selengkapnya di bawah ini.

Penampilan Sejumlah Pesohor Hadiri Pernikahan Putra Bos Krisna Bali

Berlokasi di gedung Krisna Oleh-Oleh Bali di Banjar Blangsinga, Desa Saba Blahbatuh, Gianyar, Bali, Minggu, 17 Februari 2019, resepsi pernikahan putra bos Krisna Bali, Gusti Ngurah Berlin Bramantara, dan Annie Fransisca dihadiri sejumlah kalangan.

Termasuk di antaranya adalah beberapa pesohor yang menyempatkan hadir memberi selamat dan doa restu untuk pernikahan mereka. Dengan ragam outfit, figur-figur kenamaan ini hadir di resepsi berdekorasi kental nuansa Bali tersebut. Dari sekian banyak, berikut beberapa di antaranya.

Selanjutnya…

6 Kriteria Perempuan yang Biasanya Dikenalkan Lelaki pada Orangtuanya

Di momen tertentu, hubungan asmara biasanya akan melibatkan tak hanya Anda dan pasangan. Bakal ada campur tangan keluarga, termasuk orangtua, di sana. Karenanya, memperkenalkan si dia jadi salah satu momen penting.

Sebelum akhirnya menghadap orangtua, tentu ada pertimbangan yang lebih dulu dipikirkan. Dalam kasus lelaki, biasanya deretan kriteria berikut bakal jadi pertimbangan untuk memperkenalkan Anda pada keluarga, terutama orangtuanya. Dari sekian banyak, berikut beberapa di antaranya.

Selanjutnya…

Hari Peduli Sampah Nasional, Sudah Berbuat Apa Hari Ini?

Sampah menjadi persoalan yang tidak ada habisnya untuk dibicarakan. Setiap hari tak henti sampah memenuhi muka bumi ini. Bahkan, warga Jakarta saja dalam satu hari warganya bisa menghasilkan sampah plastik seluas tujuh lapangan bola.

Untuk merayakan Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada hari ini, Kamis (21/2/2019), Liputan6.com mengajak Anda untuk menjadi bagian dari solusi mengurangi sampah dengan menerapkan enam hal berikut ini seperti dikutip dari akun Instagram Pemprov DKI.

Selanjutnya…

Saksikan video pilihan di bawah ini:

5 Teknik Ciuman Agar Saat Bercinta Tidak Terasa Membosankan

Liputan6.com, Jakarta Salah satu kegiatan yang mampu memanaskan hubungan intim adalah ciuman. Aktivitas ini mampu menjadi pertanda tentang seberapa besar kasih sayang Anda baik pada suami atau istri saat bercinta.

Melakukan ciuman yang itu-itu saja tentu membosankan. Karena itu, mengutip Your Tango pada Kamis (21/2/2019), pakar seks Sean Jameson memiliki lima teknik yang bisa dicoba saat Anda bercinta.

1. Segitiga ciuman

Jameson mengatakan, cara mencium ini cocok untuk setiap posisi seks tatap muka. Mulailah dengan ciuman di bibir seperti biasa, kemudian beralih ke pipi, leher, dan kembali ke bibir.

“Untuk membuat gerakan ini benar-benar baik dan halus, jangan bergeser dengan tiba-tiba. Sebagai gantinya, berikan ciuman kecil ketika berpindah ke area berikutnya,” kata Jameson.

2 dari 4 halaman

Memberikan gigitan

2. Gigitan lembut

Berciuman bukan hanya soal bibir. Anda bisa menggunakan gigi untuk memberikan sensasi pada pasangan. Tentu saja, bukan menggigitnya dengan kasar atau kuat-kuat.

“Perlahan-lahan beralihlah dari menggunakan bibir ke gigitan lembut di bibirnya di antara gigi-gigi Anda. Selanjutnya, mulailah dengan perlahan menariknya ke belakang sehingga bibirnya perlahan-lahan meluncur melalui gigi Anda,” ujar Jameson. Yang pasti, ini bukan bertujuan untuk menyakiti pasangan.

3. Sedikit isapan

Ini menjadi pengembangan dari teknik sebelumnya. Anda bisa memvariasikan teknik sebelummya dengan sedikit hisapan.

“Cara lain untuk mengisap bibirnya adalah seperti mengisap permen lolipop, ” kata Jameson. Untuk itu, ciumlah salah satu bagian bibirnya dan isap dengan lembut.

3 dari 4 halaman

Menyentuh bagian lain

4. Bantuan tangan

Untuk memberikan sensasi ke seluruh tubuh, Jameson menyarankan Anda untuk menggunakan bantuan tangan dengan sentuhan di seluruh tubuh pasangan. Pastikan memegangnya di bagian yang paling sensitif di badannya.

Jameson mengatakan, cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menyisir rambut dengan tangan, atau memijat lehernya dengan jari-jari Anda.

5. Memainkan telinga

Telinga merupakan salah satu bagian paling sensitif di tubuh manusia. Ciuman dan isapan lembut di bagian itu akan memberikannya perasaan bergairah. Sama seperti sebelumnya, memberikan ciuman atau sedikit gigitan di bagian itu harus dilakukan dengan lembut dan tidak kasar.

4 dari 4 halaman

Simak juga video menarik berikut ini:

KPSN Puji Gerak Cepat Satgas Antimafia Bola

Liputan6.com, Jakarta Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) menggelar pertemuan dengan Satgas Antimafia Bola pada Kamis (21/2/2019). Pada kesempatan ini, KPSN mendapatkan banyak informasi terkait perkembangan pengusutan kasus pengaturan skor di sepak bola Indonesia.

Seperti diketahui, Satgas Antimafia Bola sejauh ini sudah menetapkan 15 orang sebagai tersangka pengaturan skor. Beberapa diantaranya yaitu Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, Anggota Exco Johar Lin Eng dan Anggota Komisi Disiplin Dwi Irianto atau Mbah Putih.

Masalah yang paling akut di PSSI, yakni match fixing (skandal pengaturan skor pertandingan), masih terus terjadi dan diperkirakan melibatkan pihak-pihak yang lebih banyak lagi, termasuk pengurus PSSI.

“Kami baru bertemu Ketua Satgas Antimafia Bola Bapak Brigjen Pol Hendro Pandowo. Beliau tetap berkomitmen untuk terus melaksanakan pemberantasan match fixing sampai PSSI benar-benar bersih dari praktik tak terpuji itu, demi memajukan prestasi sepak bola nasional sehingga mampu bersaing di kancah internasional,” kata ketua KPSN, Suhendra Hadikuntono seperti keterangan tertulis yang diterima media.

“Siapa pun yang diduga terlibat akan dilibas, sesuai prinsip equality before the law (kesetaraan di muka hukum) yang dianut sistem hukum Indonesia. Satgas tak akan berhenti hanya di Joko Driyono,” tambahnya.

2 dari 2 halaman

Terus Dikejar

KPSN menggandeng Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri dengan terbitnya Sprin/4876/X/2018/Barsekrim tertanggal 29 Oktober 2018 dalam pemberantasan pengaturan skor. Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian pun membentuk Satgas Antimafia Bola pada 21 Desember 2018.

“Kami mengapresiasi langkah progresif Satgas. KPSN juga akan terus mendorong dan mengawal pemberantasan match fixing selaras dengan Nawacita Presiden Joko Widodo dalam pemberantasan korupsi,” kata Suhendra.

“Pendek kata, negara ini jangan sampai kalah melawan mafia. Selama skandal match fixing masih terjadi, selama itu pula Satgas Antimafia Bola tetap bekerja. Penetapan Joko Driyono sebagai tersangka yang berujung pada rencana Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI tidak akan menghentikan langkah Satgas Antimafia Bola dalam memberantas match fixing.”

Jokowi-Prabowo Kian Tipis di Sumsel, TKD Siapkan Serangan Darat dan Udara

Jakarta – Hasil survesi LSI Denny JA menyatakan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin tertinggal 3,6 persen dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Sumatera Selatan. Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin optimistis bisa mengejar ketertinggalan.

“Melihat perolehan kita sekarang optimis sekali kita bisa menguasai Sumsel untuk kemenangan Jokowi-Maruf,” ujar Ketua TKD Jokowi-Ma’ruf, Syahrial Oesman, dalam keterangan tertulis, Kamis (21/2/2019).

Syahrial mengatakan pada bulan Oktober 2018 lalu, selisih elektibilitas Jokowi dengan Prabowo cukup jauh. Berdasarkan data internal TKD, Jokowi tertinggal hingga 29%. Menurutnya, hasil survei LSI tersebut menunjukkan Jokowi terus menggerus suara Prabowo di Sumsel.
“Ketika serah terima saya jadi ketua TKD Sumsel pada bulan oktober 2018 itu menurut data internal kami selisih antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo itu ada di angka 29% selisihnya. Terus di akhir Desember kita masih kalah dengan selisih 9%. Nah sekarang kan menurut survei LSI selisihnya tinggal 3,6% persen lagi dengan margin of error 4,8%, kita bisa mengejar sekarang,” katanya.

“Target kita menang di akhir Maret,” imbuh Syahrial.

Syahrial yakin, pada bulan Maret nanti, suara Jokowi-Ma’ruf akan semakin meningkat. Apalagi, saat ini, mesin partai politik, relawan, hingga simpatisan telah bergerak secara optimal.

InsyaAllah di akhir maret kita sudah unggul lah. Salah satu kenapa kita bisa mengejar ketertinggalan itu karena kita melakukan kampenye door to door kemarin di Kota Palembang dengan melibatkan 600 relawan yang langsung turun ke rumah-rumah warga. Menyosialisasikan program-program Jokowi dan membagi-bagian stiker juga. Setiap relawan itu targetnya mengetuk 25 rumah, dikali 600 berarti kan 15 ribu rumah, bayangkan? Nah itu gerakan door to door atau gerakan ketuk pintu di kota Palembang itu gelombang pertama dan sudah kita lakukan beberapa minggu lalu,” tutur Syahrial.

“Hari ini dan besok kita juga sudah menyiapkan 600 relawan lagi untuk kegiatan serupa, 600 relawan itu tadi sudah diberikan pelatihan atau bimtek (bimbingan teknis), rencananya ketuk pintu gelombang ke 2 itu akan dilaksanakan tanggal 23 Februari dengan terget di rumah-rumah di Musibanyasin. Pokonya sisa 2 bulan lagi menjelang pemilu nanti program door to door akan menjangkau semua kabupaten kota di seluruh Sumsel,” sambung dia.

Syahrial mengungkapkan, demi meraup suara, di awal Maret nanti pihaknya juga telah menyiapkan tim-tim informasi dan teknologi (IT) yang dipersiapkan untuk membantu menyosialisasikan visi-misi Jokowi-Ma’ruf di sosial media. Hal itu, juga sekaligus untuk menangkal fitnah-fitnah dan hoax yang ditujukan untuk menyerang sang capres.

“Mulai awal Maret nanti, tim TKD sumsel ini sudah menyiapkan tim IT yang orang-orangnya kita datangkan dari kalangan profesional dari Jakarta dan Bandung untuk juga membantu serangan udara kita untuk menyosialisasikan program-program Jokowi juga untuk menangkan berita-berita hoaks yang dialamatkan kepada Pak Jokowi. Belum lagi ada gerakan dari Ketua RT-RW dari Kota Palembang dan kabupaten kota lainnya untuk bekerja sama memangkan Jokowi-Ma’ruf,” beber Syahrial.

Sebelumnya, LSI Denny JA menggelar survei di Sumsel pada 8-12 Februari 2019. Metode pengumpulan datanya adalah multistage random sampling dengan jumlah responden 440 orang. Wawancara dilakukan dengan tatap muka. Margin of error plus-minus 4,8 persen.

Hasil survei menyatakan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 40,7 persen dan Prabowo-Sandiaga Uno 44,3 persen. Sementara itu, masih ada 15 persen responden yang belum menentukan pilihan.

Pada Pemilu 2014, Prabowo, yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa, meraih 51,26 persen di Sumsel. Sedangkan Jokowi-JK meraih 48,74 persen.
(mae/tor)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ketika Orang Aceh Memaki, Merindu dan Terkekeh-kekeh oleh Bahasa

Liputan6.com, Aceh –Mate aneuk meupat jeurat, gadoh adat pat tamita?”. Begitulah ungkapan Sultan Iskandar Muda sebelum dirinya memancung Meurah Pupok, anaknya sendiri.

Sang putera mahkota yang diharap menjadi penerus kerajaan telah menodai seorang istri perwira. Sultan harus memilih, antara darah daging atau hukum agama, dan dia memilih yang kedua.

Meurah Pupok dihukum pancung oleh Sultan Iskandar Muda di hadapan pembesar istana dan rakyatnya. Siapa pula yang tidak bersedih hati jika berada di posisi ini, tetapi, sang Maharaja membuang jauh semua perasaan itu.

Penegakan hukum tanpa pandang bulu itu sejatinya adalah pesan Sultan Iskandar Muda kepada rakyatnya, atau orang Aceh, bahwa adat di atas segalanya. Ungkapan Sultan Iskandar Muda yang disebut di awal itu berarti, ‘jika seorang anak mati, masih diketahui di mana kuburannya berada, namun, jika adat yang hilang, di cari ke ujung dunia sekali pun tidak akan ditemukan’.

Adat sejatinya adalah gagasan kebudayaan yang terdiri dari nilai-nilai, norma, kebiasaan, kelembagaan, dan hukum yang menyertainya. Bahasa merupakan salah satu bagiannya.

Bahasa menandakan identitas. Zaman memang berubah, tetapi tidak berarti manusia harus ikut berubah atau melupakan identitas kesukuannya, seperti malu menggunakan bahasa daerah asal jika sudah lama tinggal di kota, hanya karena tidak ingin disebut ‘kampungan’.

Perlu dicatat, Indonesia terdiri dari 17 ribu pulau, 513 kabupaten dan kota, 714 suku, dan 1.100 lebih bahasa daerah. Setiap bahasa tentu saja memiliki keunikannya tersendiri.

Keunikan-keunikan ini dapat dijumpai dalam pelbagai aktivitas sehari-hari, entah di rumah, di kantor, di warung, di pasar, bahkan di lapangan futsal sekali pun. Di sela-sela perbincangan terkadang terucap kata-kata bernada emosi, entah karena marah atau kesal.

Orang Aceh juga sering mengucapkan kata-kata bernada emosional. Tentu saja ungkapan-ungkapan emosional ini berbeda dengan kata-kata yang lazim terucap dari mulut orang Indonesia, pada umumnya.

Kata-kata seperti bajingan, keparat, anak bau kencur, cukimai, atau yang sedang in de mode saat ini, kampret dan cebong, tentu saja sudah akrab terdengar. Sebagai catatan, dua kata terakhir merupakan kata tidak berterima dalam ragam lisan baku.

Namun, pernahkah mendengar kata-kata seperti Jak lét bui keudéh, jak mita bôh sidom keudéh, aneuk tét, glanteutak, pukôe leumô, jak lét asèe, bui seugot, aneuk bajeung, pap ma keuh, atau ok ma kah? Kata-kata tersebut sering terucap saat orang Aceh sedang kesal atau marah.

2 dari 3 halaman

Lain Hubungan, Lain Dampak yang Ditimbulkan

Persepsi pendengar terhadap berbagai kata-kata tersebut sangat bergantung pada hubungan semiotik yang melatarinya. Tidak semua orang Aceh naik pitam mendengar orang mengucapkan kata-kata bernada kotor kepadanya.

Ilustrasinya seperti ini. Sebut saja Si Pa’eh, seorang pria yang sedang dikejar-kejar penagih utang, sementara hari itu, satu sen pun dia belum mendapat uang dari hasil menjual buah kelapa muda yang dipetiknya dari kebun seorang juragan di kampung.

Si Pa’eh duduk menekur di sebuah warung kopi. Satu tangannya memegang dagu, satu lagi memilin-milin gulungan tembakau, sementara kopi di atas meja sama sekali tidak disentuhnya.

Si Ma’eh, sahabat lamanya semenjak di bangku sekolah dasar tiba-tiba datang lalu menepuk pundaknya dari belakang. Si Pa’eh pun tersentak kaget.

Aneuk bajeung! Kutampar kau nanti,” muka Si Pa’eh merah padam, lalu dia berdiri sambil memeloti temannya, dan tentu saja itu menarik perhatian orang-orang yang ada di warung.

Ok ma kah! Sedang kerasukan setan apa kau Pa’eh?” Si Ma’eh membalas temannya dengan nada candaan.

“Heh, ke sana kau jangan kau ganggu aku. Tidak tahukah aku lagi pening saat ini. Jak lét bui keudéh!” Si Pa’eh terlihat kesal lalu kembali duduk disusul Si Ma’eh yang duduk di meja dimana Si Pa’eh duduk.

Si Ma’eh memesan kopi. Tidak berselang lama, keduanya berbincang-bincang kemudian terkekeh-kekeh bersamaan, seperti tidak terjadi apa-apa di antara mereka.

Kata-kata aneuk bajeung yang terucap dari mulut Si Pa’eh mengandung nuansa makna yang derajat kesopanannya sangat rendah. Artinya adalah anak haram.

Si Ma’eh membalas dengan ok ma kah. Ini memiliki arti yang tidak tidak kalah kasar dari aneuk bajeung, adapun artinya, setubuhi ibumu.

Namun, karena keduanya sahabat karib, kata-kata tersebut tidak lebih hanya sebagai ungkapan yang berlaku tanpa dimaknai lebih jauh sebagai sebuah makian oleh keduanya. Jika Pa’eh dan Ma’eh tidak bersahabat, lain lagi ceritanya.

Selain itu, ok ma kah adakalanya terucap saat seseorang berjumpa dengan seorang teman yang sudah lama tidak bertemu dengannya. Ungkapan ini bentuk kerinduan atau rasa senang si penutur.

Contoh pemakaiannya dalam kalimat seperti “Ok ma keuh! Ho kajak barokön hana deuh-deuh?”. Kalimat ini artinya, “Setubuhi ibumu! Kemana saja kamu pergi selama ini sehingga kamu tidak pernah kelihatan?”.

Dalam ilustrasi di atas, Si Pa’eh mengucapkan kata-kata jak lét bui keudéh yang artinya pergi kejar babi sana. Ungkapan ini sering terucap dari seseorang yang sedang tidak ingin diganggu.

Selain itu, pernahkah mendengar orang memaki dengan kata klitoris? Sudah pasti tidak, tapi di Aceh, kata tersebut sering terdengar, misalnya, ketika seseorang tiba-tiba dikilik di bagian bawah rusuknya, lalu karena terkejut dan merasa geli, spontan orang tersebut berteriak “Aneuk tét!!!!”.

3 dari 3 halaman

Ungkapan Emosional Saat Takjub

Ungkapan-ungkapan emosional dalam Bahasa Aceh juga ada yang berbentuk kata-kata berkonotasi positif. Ungkapan emosional ini biasanya dipakai untuk memuji seseorang, atau orang yang mengucapkannya sedang takjub akan sesuatu hal saat itu.

“Salah satunya bak budik kèe. Ungkapan ini biasanya dipakai untuk mengungkapkan rasa ketakjuban seseorang, baik kepada manusia maupun kepada benda selain manusia,” kata Soni Fonolia, seorang guru di Kepulauan Simeulue, dalam bincangnya dengan Liputan6.com, Senin malam (18/2/2019).

Lulusan Sastra dan Bahasa Indonesia salah satu kampus di Meulaboh ini mengatakan, bak budik kèe tidak memiliki arti khusus. Hanya berfungsi sebagai reaksi secara tutur saja.

Perlu dicatat, Aceh terdiri dari beberapa suku dan 11 jenis bahasa daerah. Jadi, ungkapan bernada emosional, baik yang berkonotasi negatif atau pun positif yang telah disebut di atas hanyalah sebagian kecil saja yang mewakilinya.


Simak video pilihan berikut ini: