Muka Brenton Tarrant Boleh Diblur, Orangnya Jangan Sampai Kabur

Christchurch – Pelaku serangan teror di dua masjid di New Zealand, Brenton Tarrant, menjalani persidangan pada hari Sabtu (16/3) sehari setelah aksi teror terjadi. Meski foto-foto Tarrant yang muncul diblur, namun proses hukum terhadapnya dipastikan akan dilanjutkan.

Dilansir dari BBC, Tarrant (28) tampil di ruang sidang mengenakan seragam putih penjara dan tangan diborgol. Ia didakwa atas kasus pembunuhan yang sudah menewaskan 50 orang ini.

Melansir news.com.au, Senin (18/3), Tarrant sempat menunjukkan simbol tertentu dengan tangannya. Dia memeragakan simbol ‘OK’ terbalik dengan tangan kanannya. Bersamaan dengan itu, Tarrant juga menyeringai.
Simbol tangan tersebut, yang memang sering disertai seringai, kerap dikaitkan dengan supremasi kulit putih. Jari tengah, jari manis dan kelingking dikatakan mewakili ‘W’ (putih/white), sedangkan ibu jari dan telunjuk berkumpul untuk mewakili ‘P’ (kekuatan/power).
news.com.au menuliskan, meskipun beberapa supremasi kulit putih menggunakan gerakan itu, ada kemungkinan juga Tarrant melakukannya ‘hanya untuk menjebak kita semua’.

Media-media lokal dan asing sudah memuat foto Tarrant di persidangan dan ditampilkan dengan muka diblur. Rupanya, hal tersebut atas perintah hakim New Zealand yang memimpin persidangan kasus Tarrant.

Seperti diberitakan media lokal, New Zealand Herald dan dilansir New York Post, Senin (18/3), Hakim Pengadilan Distrik Paul Kellar membolehkan wartawan menggunakan kamera dan merekam persidangan Tarrant, namun hakim memerintahkan wajah Tarrant disamarkan demi menjaga hak-hak dia untuk mendapatkan persidangan yang adil.

Penegak hukum memastikan Tarrant tetap diproses atas perbuatannya. Dia dijadwalkan akan kembali disidang pada 5 April 2019.
(dkp/ibh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *