Jose Mourinho Kembali Beri Isyarat Tangani Inter Milan

Liputan6.com, Milan – Jose Mourinho mengatakan bahwa habitat alaminya sebagai pelatih berada di Italia. Menurut pria berusia 56 tahun tersebut, gaya bermain sepak bola Italia sangat cocok dengan karakter melatihnya.

Sepanjang karirnya sebagai pelatih, Jose Mourinho pernah melatih beberapa tim di liga-liga top Eropa. Sebagian besar karirnya dihabiskan di Inggris. Tapi, dia juga pernah meraih sukses di Italia.

Mourinho memulai karirnya di Porto. Dia lantas pernah melatih di Inggris untuk Chelsea dan Manchester United. Mourinho juga pernah melatih di Spanyol untuk Real Madrid. Di Italia, Mourinho pernah melatih Inter Milan.

“Italia adalah habitat alami saya, ketika saya bekerja di Inggris. Saya harus berbeda dari sifat alami saya, sementara di Italia cara bekerja sepak bola setiap harinya luar biasa. Itu sangat latin,” ucap Mourinho dikutip dari DAZN.

Rekam jejak Jose Mourinho di Italia memang cukup harum. Dia mengukirkan sejarah dengan meraih treble. Bersama Inter Milan, Mourinho meraih treble pada musim 2009/10. Belum ada klub Italia lain yang mampu melakukannya.

Bagi Mourinho, Inter Milan memang punya kesan spesial. Meskipun sudah cukup lama berpisah, Mourinho merasa jika hubungan dengan Inter Milan masih cukup dekat.

“Inter Milan adalah keluarga. Seseorang masih bermain, masih jadi pelatih, masih ada orang yang di sana. Ini adalah liburan permanen. Kami berada di sana, seolah-olah baru kemarin,” tandas mantan manajer Manchester United tersebut.

Mourinho: Italia Habitatku

JakartaJose Mourinho menyebut sepakbola Italia sebagai habitatnya. The Special One secara khusus juga memuji Inter Milan.

Mourinho pernah menjalani karier selama tiga musim bersama Inter. Dia meraih kesuksesan besar dengan mengantarkan Nerazzurri meriah banyak trofi, salah satunya treble di musim 2009/2010.

Secara keseluruhan ada lima trofi yang digapai. Dua gelar lainnya Supercoppa Italia 2008 dan Serie A 2008/2009.

“Italia merupakan habitat alamiku: aku bekerja saat di Inggris. Aku harus bersikap berbeda dengan sifat alamiku, sementara di Italia cara bermain sepakbola yang dijalani setiap hari itu luar biasa. Sangat latin,” kata Mourinho di Football Italia.

Pencapaiannya di Inter membuatnya dihormati oleh seluruh bagian klub asal kota mode itu, terlebih para Interisti dari seluruh penjuru dunia.

“Di Inter aku menemukan keluarga yang luar biasa yang membuat aku bahagia setiap hari. Hubungan aku dengan fans merupakan buah dari hasil yang kami dapat: saat menang anda bahagia,” kata Mourinho.

“Kami memenangi banyak ajang dan menciptakan empatu, yang masih ada di sana: di London, aku masih mendapati Interisti yang memelukku,” dia menambahkan.

(cas/ran)

Mourinho Takkan Terkejut Jika Tottenham Atau Ajax Juara Liga Champions

(AFP Photo/Oli Scarff)

“Fase grup, kadang-kadang Anda mendapat sedikit keberuntungan, kadang-kadang lawan Anda tidak sebagus yang diharapkan, kadang-kadang Anda beruntung di babak 16 besar. Tetapi ketika Anda masuk ke perempat final, dengan cara yang sangat terhormat, saya selalu mengatakan ada peluang 12,5 persen untuk setiap tim juara.”

“Ketika Anda sampai ke semifinal, bahkan jadi 25 persen untuk masing-masing klub. Saya tidak akan terkejut jika Ajax atau Tottenham memenangkan Liga Champions,” Mourinho menambahkan.

Conte: Jose Mourinho Harus Belajar Menghormati

Jadwal Liga Inggris

Sabtu (20/4/2019)

18:30 WIB, Manchester City vs Tottenham Hotspur

21:00 WIB, AFC Bournemouth vs Fulham

21:00 WIB, Huddersfield vs Watford

21:00 WIB, West Ham United vs Leicester City

21:00 WIB, Wolverhampton vs Brighton Albion

23:30 WIB, Newcastle United vs Southampton

Minggu (21/4/2019)

19:30 WIB, Everton vs Manchester United

22:00 WIB, Arsenal vs Crystal Palace

22:00 WIB, Cardiff City vs Liverpool

02:00 WIB, Chelsea vs Burnley

Saksikan video pilihan di bawah ini

Conte Bisa Buat Willian Hengkang ke Manchester United

Mourinho Beri Liverpool Saran Untuk Hentikan Messi

Jakarta Mantan Manajer Manchester United, Jose Mourinho, memberikan saran kepada Liverpool untuk menghentikan striker Barcelona, Lionel Messi. The Reds akan menghadapi Blaugrana di semifinal Liga Champions.

Mourinho memiliki pengalaman menghadapi Barcelona ketika menjadi pelatih Real Madrid pada periode 2010-2013. Ia beberapa kali bisa menghentikan pergerakan Messi.

Karena itu, ia memberikan masukan spesial kepada Liverpool. Menurutnya, Messi tidak bisa dihentikan hanya dengan man-to-man marking.

“Permainan Messi sangat sederhana, jadi mudah dipahami. Namun, hal yang sulit adalah membangun pagar di sekitarnya. Ia akan masuk lewat kanan, lalu bertahan di tengah. Hal itu sangat menyulitkan lini pertahanan,” ujar Mourinho.

“Jika Messi menguasai bola, lalu bek memutuskan untuk bertanding satu lawan satu, siap-siaplah untuk kalah. Karena itu, saya tak pernah meminta pemain untuk menjaganya secara khusus.”

“Messi adalah pusat dari Barcelona, karena itu, Liverpool harus membangun sangkar di sekitar Messi,” ungkap Mourinho.

Messi menjadi momok utama Liverpoolketika berhadapan dengan Barcelona. Selain itu, Jurgen Klopp belum pernah memiliki pengalaman menghadapi tim yang diperkuat Lionel Messi.

Berita video highlights leg II perempat final Liga Champions 2018-2019 antara Porto melawan Liverpool yang berakhir dengan skor 1-4 di Estadio Do Dragao, Rabu (17/4/2019).

Menghentikan Messi, Ini Saran Mourinho untuk Liverpool

Klopp memang harus mencari cara bagaimana menghentikan Lionel Messi. Jika tidak bisa, pemain berjuluk La Pulga tersebut bisa memorak-porandakan pertahanan Liverpool.

Sejak jadi manajer Liverpool, Klopp baru sekali menghadapi Barcelona pada laga persahabatan pramusim di Stadion Wembley, London, 2016 lalu. Wajar, jika Klopp belum memiliki cara bagaimana menghentikan Messi.

Tetapi, ada baiknya Klopp mendengar saran mantan manajer Manchester United Jose Mourinho. Ia punya pengalaman selama tiga musim menghadapi Barcelona saat melatih Real Madrid dari 2010 hingga 2013.

“Messi mengalami musim yang fenomenal dan sekarang dengan Juventus serta Cristiano Ronaldo di luar pertarungan ini, dia tahu juga bahwa bola emas ada di sana menunggunya,” buka Mourinho kepada Russia Today.

“Messi mudah dimengerti, tapi tidak mudah untuk membuat kandang untuk mengendalikannya. Sebab, dia datang dari kanan, tetapi kemudian tetap di tengah. Ini sangat sulit.”

“Saat Messi menguasai bola, satu, satu, satu, kamu sudah mati. Itulah sebabnya saya tak pernah menyukai satu-satu melawan Messi. Messi adalah sangkar. Kamu harus membuat sangkar,” tandas Mourinho.

Mourinho Ajari Juventus Kalahkan Ajax

LondonJose Mourinho punya pengalaman mengalahkan Ajax Amsterdam. Pria asal Portugal itu kini mengajari Juventus, yang baru saja didepak de Amsterdammers.

Juventus disingkirkan Ajax di perempatfinal Liga Champions. Bianconeri gugur karena kalah agregat 2-3, berimbang 1-1 kemudian kalah 1-2 dalam pertandingan dua leg.

Mourinho, yang pernah membawa Manchester United juara Liga Europa dengan mengalahkan Ajax Amsterdam 2-0 di final musim 2016/2017, memberi mengajari Juventus bagaimana mengalahkan sang rival. Menurutnya, Bianconeri harus mengandalkan kekuatan fisik–sesuatu yang menurutnya tak dimiliki Ajax.

“Kami memberi mereka pertandingan yang tidak mereka inginkan, mereka mengeluhkan bola-bola panjang kami. Mereka juga mengeluhkan (Marouane) Fellaini, mereka mengeluhkan soal fisik karena tidak bisa mengatasinya,” kata The Special One kepada RT Sport, seperti dilansir Football-Italia.

“Jika bermain melawan Ajax dengan cara yang mereka inginkan, Anda punya risiko mereka justru tampil lebih baik. Jika saya melihat, seandainya Ajax menghadapi Barcelona atau Liverpool di Final, saya pikir Barcelona dan Liverpool bisa mengalahkan mereka dengan kekuatan mereka sendiri.”

“Tetapi ketika Anda tak memiliki kualitas itu, Anda harus menggunakan sudut pandang yang lebih strategis dan memberi mereka apa yang tidak mereka inginkan,” ungkapnya menambahkan.

(yna/yna)

MU Didepak Barcelona, Mourinho: Makanya Kurung Messi

LondonJose Mourinho mengkritik taktik Manchester United, yang didepak Barcelona di perempatfinal Liga Champions. Setan Merah disebut tidak mengurung Lionel Messi.

MU disingkirkan Barcelona di babak delapan besar dengan agregat yang cukup telak, 0-4. Usai kalah 0-1 pada leg pertama di Old Trafford, Paul Pogba dkk tumbang 0-3 di Camp Nou, Rabu (17/4/2019) dini hari WIB.

Pada leg kedua, MU, yang diharapkan bangkit, justru kebobolan akibat kesalahan-kesalahan. Dua gol yang dilesakkan Lionel Messi, berasal dari blunder Ashley Young dan David De Gea. Sementara gol ketiga Barcelona lahir dari tendangan Philippe Coutinho dari luar kotak penalti.

Mourinho, yang dipecat MU pada Desember lalu dan digantikan Ole Gunnar Solskjaer, mengkritik taktik mantan timnya. Pria asal Portugal itu menyebut MU banyak membuat kesalahan dalam bertahan.

“Banyak kesalahan, banyak gol akibat pertahanan buruk saat mengantisipasi tendangan-tendangan. Anda bisa melihat gol Coutinho, bahkan juga Messi,” kata Mourinho kepada Russia Today, seperti dilansir Mirror.

Secara rinci, Mourinho menilai kesalahan MU adalah tidak menempatkan banyak gelandang di depan kotak penalti sehingga Messi bisa bergerak bebas. Kesalahan itu dinilai Mourinho karena MU berusaha mengubah pendekatan akibat kalah pada leg pertama.

“Di leg pertama, MU menguasai lini tengah dengan baik. Jadi saat dia [Messi] datang, dia akan menemui Fred dan McTominay sepanjang laga. Di pertandingan ini [leg kedua], mungkin karena MU kalah, mereka mencoba memulai dengan perspektif yang berbeda,” lanjut Mourinho.

“Kemudian Pogba melebar ke kiri, McTominay ke kanan, dan Jese Lingard bermain sebagai nomor 10 di belakang striker. Di depan garis pertahanan cuma Fred. Dan itu adalah area ketika Messi datang dan mendapatkan bola. Saat berhadapan dengannya, anda akan mati.”

“Itulah mengapa saya tidak senang menempatkan pemain secara individu berhadapan dengan Messi. Kurung Messi, anda harus mengurungnya,” jelas Mourinho. (yna/yna)


Mourinho: Barcelona dan Juventus Berpeluang ke Semifinal Liga Champions

Mourinho memprediksi laga semifinal nanti akan berlangsung dengan sangat ketat, siapapun yang lolos. Menurutnya,pada fase ini, tidak ada tim yang punya peluang besar untuk melaju ke babak final dan menjadi juara. Semuanya merata.

“Pemenang dari Barcelona dan Manchester United akan melawan Liverpool atau Porto, jadi itu sulit. Lalu pemenang City-Tottenham akan melawan Juventus atau Ajax,” tambahnya.

“Saya selalu mengatakan ini saat mencapai semifinal, anda hanya punya kemungkinan 12,5 persen untuk memenangkan kompetisi ini. Semuanya akan terbuka saat anda merasa bisa melakukannya [jadi juara],” tandasnya.

Sebagai informasi tambahan, Liverpool saat ini dalam kondisi unggul 2-0 atas FC Porto. Sementara Manchester City sedang tertinggal satu gol atas tim Liga Inggris lainnya, Tottenham Hotspur.

Sumber: Bola.net

Kalah Lawan Barcelona, Mourinho Malah Sanjung Pertahanan MU

Manchester – MU tak mendapat hasil bagus dalam leg pertama perempat final Liga Champions melawan Barcelona tengah pekan kemarin. Namun hal itu tak membuat Jose Mourinho kecewa melihat penampilan eks anak asuhnya.

Pada leg pertama MU tak berdaya di kandang sendiri, Old Trafford, lantaran kalah 0-1. Namun, kekalahan itu hasil dari gol tunggal bunuh diri Luke Shaw pada menit ke-12.

Meski mendominasi permainan, Barcelona dinilai tidak dalam kondisi terbaik. Sementara Setan Merah juga gagal mengkreasi peluang, namun tetap pantas mendapat pujian lantaran memiliki lini belakang kukuh.

Mourinho memastikan laga leg kedua di Camp Nou itu akan berjalan berat buat MU, namun keberhasilan mematikan Lionel Messi di Old Trafford bisa jadi modal.

“Saya tak tahu apakah mereka yang melakukan itu (mematikan Messi), ataukah memang Messi yang tak seperti biasanya,” kata Mourinho kepada RT.

“Saya rasa dua-duanya. MU cukup agresif,” lanjutnya.

“Untuk situasi dengan Smalling dan Lionel Messi, itu biasa saja. Dia hanya pemain dengan tubuh tinggi dengan tangan panjang,” kata manajer asal Portugal itu mengomentari insiden Messi berdarah di Old Trafford.

“Saya tak merasa dia punya niat tertentu,” ucapnya.

Mourinho, yang mendapat banyak kritikan atas gaya main defensif yang diterapkannya semasa membesut Manchester United, memuji ketangguhan lini belakang mantan klubnya itu.

Kendati kebobolan di awal pertandingan, barisan pertahanan klub asuhan manajer Ole Gunnar Solskjaer itu tampil cukup solid hingga pertandingan tuntas.

“Dari sudut pandang sisi pertahanan, mereka cukup bagus, menjaga banyak pemain di belakang bola,” kata Mourinho.

MU akan ganti menjalani laga tandang pada leg kedua dengan menyambangi markas Barcelona di Camp Nou pada 17 April 2019.

Sumber: Bola.com

Saksikan video pilihan di bawah ini

Lanjutan Leg 1 Liga Champions antara Manchester United Vs Barcelona yang digelar pada Kamis dini hari tadi dimenangkan oleh Barcelona dengan skor 1-0. Gol tunggal Barcelona didapat dari gol bunuh diri Luke Shaw (12′). Kedudukan bertahan hingga peluit…