Spanyol Tekuk Malta, Morata Persembahkan 2 Gol untuk Enrique

Jakarta Alvaro Morata mempersembahkan dua gol yang dicetaknya ke gawang Malta bagi Luis Enrique. Pelatih timnas Spanyol itu tak bisa mendampingi skuat La Furia Roja karena alasan pribadi.

“Kami melewati laga yang hebat. Kami sangat termotivasi pada laga tadi. Kemenangan tersebut kami persembahkan untuk Luis Enrique,” ujar Morata.

“Kami berharap, segala sesuatunya bisa berjalan lancar untuk Luis Enrique,” ungkap Morata.

Bagi Morata, gol tersebut merupakan pelecut semangat. Ia menjalani masa sulit dalam karierya pada dua musim terakhir.

Saat ini, Morata membela Atletico Madrid dengan status pinjaman dari Chelsea. Los Colchoneros meminjam Morata dengan durasi 18 bulan.

Namun, Morata tak kunjung tampil konsisten di lini depan Atletico Madrid. Dua gol yang ia cetak ke gawang Malta diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dirinya untuk kembali menjadi striker haus gol.

Spanyol meraih dua kemenangan pada dua laga awalnya di babak kualifikasi Piala Eropa 2020. Hal itu membuat La Furia Roja mengumpulkan poin sempurna. Alvaro Morata berpeluang kembali menjadi andalan paga laga Spanyol yang akan datang.

Berita video Time Out yang membahas para striker yang gagal bersinar di Premier League seperti Alvaro Morata.

Hasil Kualifikasi Piala Eropa: Morata Dua Gol, Spanyol Tekuk Malta 2-0

Ta’ QaliTimnas Spanyol meraih kemenangan keduanya di Grup F Kualifikasi Piala Eropa 2020. Menghadapi Malta, La Furia Roja menang 2-0 lewat dua gol Alvaro Morata.

Bermain di Ta’ Qali National Stadium, Rabu (27/3/2019), Spanyol tampil mendominasi atas Malta. Di babak pertama, Tim Matador melepaskan 9 percobaan dan 2 yang on target, sementara tuan rumah tidak diberi kesempatan sama sekali.

Peluang pertama datang di meni keempat. Berawal dari tendangan bebas yang dilepaskan Juan Bernat, Sergio Ramos bisa menanduk bola, namun bola masih melayang ke atas gawang Malta.

Spanyol kembali menebar ancaman pada menit ke-16 dan 18. Kerja sama Saul Niguez dan Sergi Roberto dua kali menghasilkan tendangan ke gawang, namun arahnya masih belum menemui sasaran.

Pada menit ke-30, Spanyol akhirnya memecah kebuntuan lewat gol Alvaro Morata. Menerima umpan lambung ke kotak penalti dari Mario Hermosso, Morata melepaskan sepakan kaki kiri dari sudut sempit. Bola sempat mengenai kiper Henry Bonello, namun tetap mampu bergulir ke gawang Malta.

Usai unggul 1-0, Spanyol sempat mengancam beberapa kali lagi lewat Saul dan Marco Asensio. Malta masih mampu menjaga gawangnya tak kebobolan lagi, sehingga skor tetap bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, Spanyol masih mendominasi Malta. Morata dan Asensio masih leluasa menebar ancaman ke gawang lawan, namun belum ada gol tambahan tercipta.

Keunggulan Spanyol bertambah di menit ke-73. Crossing Jesus Navas, yang menggantikan Saul, bisa ditanduk dengan sempurna Morata, yang membuat bola bersarang ke gawang Malta.

Di sisa waktu pertandingan, tidak ada gol tambahan. Spanyol mengakhiri laga dengan kemenangan 2-0 atas Malta. Dengan hasil ini, Spanyol sementara memuncaki Grup F dengan enam poin, usai di laga perdana juga menang 2-1 atas Norwegia. Adapun Malta turun ke posisi empat dengan tiga poin.

Susunan Pemain

Malta: Bonello, Mbong (Muscat 65′), Muscat, Caruana (Micallef 85′), Borg, Zerafa, Mintoff (Mifsud 70′), Fenech, Guillaumier, Corbalan, Nwoko

Spanyol: Kepa, Gaya, Hermoso, Sergio Ramos, Sergi Roberto, Saul (Navas 65′), Rodri, Canales, Bernat (Muniain 56′), Asensio, Morata (Rodrigo 79′) (yna/raw)


Hasil Liga Spanyol: Dua Gol Morata Menangkan Atletico atas Sociedad

JakartaAtletico Madrid dapat poin penuh dari lawatannya ke markas Real Sociedad. Atletico menang 2-0 berkat dua gol dari Alvaro Morata.

Tandang ke Estadio Municipal de Anoeta, Minggu (4/3/2019) dini hari WIB, Atletico mencetak dua gol pada babak pertama. Morata bikin dua gol dalam tempo tiga menit.

Morata membuka keunggulan Atletico pada menit ke-30. Berawal dari tendangan sudut Thomas Lemar, bola dibelokkan oleh Diego Godin. Morata muncul tepat waktu untuk menanduk bola ke dalam gawang.

Tiga menit kemudian, Atletico menggandakan keunggulan. Sundulan Morata kembali menghasilkan gol untuk Atletico.

Gol ini berawal dari tendangan bebas Koke di sisi kanan. Bola yang dikirim ke kotak penalti ditanduk oleh Morata untuk membawa Atletico unggul 2-0.

Pada babak kedua, tepatnya menit ke-62, Atletico harus kehilangan salah satu pemainnya. Koke mendapat kartu kuning kedua setelah melanggar Joseba Zaldua.

Meski kalah jumlah pemain, Atletico mampu mempertahankan keunggulan skor sampai pertandingan usai. Dengan kemenangan ini, Atletico kini mengumpulkan 53 poin dari 26 laga.

Atletico menjauh dari Real Madrid yang ada di urutan ketiga dengan 48 poin. Sementara dari Barcelona yang ada di puncak klasemen, Atletico berjarak tujuh angka.

Susunan Pemain

Real Sociedad: Geronimo Rulli; Joseba Zaldua, Diego Llorente, Raul Navas, Theo Hernandez; Igor Zubeldia (Pardo 75′), David Zurutuza (Juanmi 68′); Mikel Oyarzabal, Mikel Merino, Sandro Ramirez; Willian Jose (Bautista 27′)

Atletico Madrid: Jan Oblak; Juanfran, Jose Gimenez, Diego Godin, Filipe Luis (arias 46′); Koke, Rodrigo, Saul Niguez, Thomas Lemar (partey 58′); Alvaro Morata (Correa 71′), Antoine Griezmann

(nds/din)

Bologna vs Juventus: Allegri Belum Pikirkan Atletico

Liputan6.com, Turin – Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri mengaku timnya belum memikirkan laga leg kedua Liga Champions melawan Atletico. Ia mengatakan, Juventus fokus lebih dahulu menghadapi Bologna, Minggu (24/2/2019) malam WIB di Liga Italia.

Menurut Allegri, Juventus masih punya waktu 20 hari sebagai persiapan menyongsong laga itu.

“Memikirkan laga leg kedua sekarang adalah sebuah kesalahan karena dari sekarang sampai pertandingan, kami harus bersiap tahap demi tahap,” kata Allegri seperti dilansir situs resmi klub.

Seperti diketahui, Juventus kalah 0-2 dari Atletico pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions tengah pekan lalu. Itu membuat Juventus minimal harus menang 3-0 pada leg kedua di markas mereka sendiri, jika ingin lolos.

Allegri menyadari, meraih hasil itu bukan hal mudah. Namun ia menegaskan, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan siap mengerahkan 100 persen kemampuannya.

“Itu akan menjadi malam yang hebat dan kami akan menghadapinya dengan antusiasme tinggi dan adrenalin. Saya tidak tahu apakah kami akan lolos, tetapi kami harus melakukan segalanya,” kata Allegri.

2 dari 3 halaman

Atletico Tim Tangguh

Allegri mengatakan, Atletico bukan tim yang mudah ditaklukkan. Menurutnya, pasukan Diego Simeone itu berhasil menunjukkan kalau mereka adalah tim papan atas dalam beberapa musim terakhir.

“Atletico tim kuat dan dalam sembilan tahun terakhir mereka memenangkan tiga gelar Liga Europa, dan dua final Liga Champions,” ujar Allegri.

3 dari 3 halaman

Tiga Laga Juventus Jelang vs Atletico

Minggu (24/2/2019) Bologna vs Juventus

Senin (04/3/2019) Napoli vs Juventus

Sabtu (09/3/2019) Juventus vs Udinese

Rabu (23/3/2019) Juventus vs Atletico Madrid

Pirlo Kritisi Cara Bermain Juventus saat Bertemu Atletico Madrid

Liputan6.com, Jakarta Eks pemain Juventus, Andrea Pirlo, sama sekali tidak terkesan dengan permainan Si Nyonya Tua saat kalah 0-2 dari Atletico Madrid di babak 16 besar Liga Champions, Rabu lalu. Gol yang dicetak Jose Gimenez dan Diego Godin membawa Atletico menang 2-0 dalam laga ini. 

“Saya lihat tim bermain tanpa kepribadian atau keinginan untuk bermain,” katanya kepada Sky Italia seperti dilansir Marca. “Anda harus bisa menghadapi tekanan dan memberikan kemampuan terbaik Anda bila ingin memenangkan (Liga Champions),” ujar Andrea Pirlo. 

Kekalahan di leg pertama memamg membuat langkah Juventus menuju babak perempat final semakin sulit. Beruntung, pertemuan kedua bakal berlangsung di kandang sendiri. 

“Juventus kehilangan karakter dan keinginan untuk berbuat lebih. Mereka senang duduk menunggu, dan berpikir mereka mungkin akan mencetak gol,” beber Pirlo menambahkan. 

Pirlo yang pernah mengangkat trofi juara Liga Champions 1996 bersama AC Milan juga mengkritik gaya bermain Juventus di bawah asuhan Massimiliano Allegri. “Permainan berlangsung dalam dua tempo. Atletico memainkan tempo Liga Champions sedangkan Juventus tertinggal di belakangnya,” kata pria yang juga pernah memperkuat AC Milan itu. 


2 dari 2 halaman

Capello Angkat Bicara

Sementara itu, mantan pelatih Juventus dan Real Madrid, Fabio Capello juga angkat bicara. Menurutnya, Atletico Madrid seharusnya bisa unggul lebih banyak. Sayang, wasit menganulir gol yang dicetak Alvaro Morata setelah melihat VAR atas pelanggaran terhadap Chiellini. 

Menurut Capello, hal ini biasa terjadi di Serie A. “Sesaat setelah Anda tersentuh, lalu jatuh dan mendapat tendangan bebas. Sesaat setelah Chiellini merasa disentuh, dia buru-buru jatuh dan ini hasilnya. Itu jelas bukanlah sebuah pelanggaran,” kata Fabio Capello. 

“Ada banyak perbedaan antara Serie A dan Liga Champions yang mirip dengan olahraga lain. Kecepatan, agesifitas yang Anda butuhkan tidak ada di sana. Juventus tidak siap untuk ini.”

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

3 Alasan Liga Champions Musim Ini Bakal Lahirkan Juara Baru

Liputan6.com, Jakarta Liga Champions saat ini sudah memasuki fase knock-out. Pertandingan leg pertama babak 16 besar pun telah selesai digelar

Tim-tim seperti Paris Saint Germain (PSG), Atletico Madrid, Manchester City, Tottenham Hotspur, dan Real Madrid hampir memastikan lolos ke perempat final. Sedangkan Barcelona, Bayern Munchen, Liverpool masih harus menunggu dengan cemas hingga minggu pertama Maret untuk mengetahui nasib mereka.

Liga Champions telah didominasi tiga serangkai Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen selama 5-6 tahun terakhir. Dan Real Madrid telah benar-benar memenangkan tiga trofi Liga Champions berturut-turut dari 2016 hingga 2018.

Namun, mungkin musim ini terlihat ada perubahan keseimbangan kekuatan Pasalnya, beberapa tim yang tidak difavoritkan memiliki kemungkinan kuat untuk memenangkan trofi utama.

Karena itu pula ada 3 alasan mengapa Liga Champions musim ini kemungkinan bakal memiliki juara baru

2 dari 4 halaman

Manchester City

City dan PSG telah mencetak jumlah gol terbanyak di Liga Inggris dan Ligue 1 Prancis sejauh ini, dan memiliki kelebihan untuk maju terus di Liga Champions.

City telah mencetak 127 gol dalam 43 pertandingan di musim yang sedang berlangsung sejauh ini, dan bisa dibilang memiliki lini tengah terbaik di dunia.

Penyerang City yang terdiri dari Sergio Aguero dan Raheem Sterling juga sangat kuat. Dan, keduanya secara konsisten mendapat umpan dari lini tengah, yang dihuni gelandang serang yang hebat seperti David Silva, Kevin De Bruyne dan Riyad Mahrez.

Namun, penampilan tandang City masih menjadi perhatian musim ini. Pasalnya, mereka selalu kalah dari tim-tim seperti Newcastle United dan Lyon.

Manajer City, Pep Guardiola, tentu sangat berharap timnya bisa memenangkan gelar Liga Champions perdananya. Guardiola sukses menanamkan filosofi passing sepakbola di City.

3 dari 4 halaman

PSG

PSG juga bisa dibilang memiliki penyerang terbaik di dunia, dengan pemain-pemain seperti Neymar, Edinson Cavani, Angel Di Maria, dan Kylian Mbappe.

Mereka telah mengalahkan tim seperti Liverpool, Napoli dan Manchester United, dan dapat menjadi lawan yang berbahaya bagi tim mana pun di dunia.

Mbappe yang sensasional telah mencetak 24 gol musim ini sejauh ini dan tetap menjadi pemain muda terbaik di dunia. Meskipun Neymar menderita masalah cedera dan Cavani sudah melewati masa jayanya, PSG secara realistis berharap untuk memenangkan Liga Champions tahun ini.

Mereka dengan nyaman mengalahkan Manchester United 2-0 di leg pertama Babak 16 di Old Trafford. Tentu saja, sukses ini hampir pasti bisa membawa PSG mencapai perempat final.

4 dari 4 halaman

Atletico Madrid

Atletico Madrid secara mengejutkan sukses mengalahkan Juventus 2-0 di Wanda Metropolitano. Ini seakan menunjukan kekuatan Atletico di kandang sendiri.

Mereka hanya kehilangan satu pertandingan kandang di musim ini, usai dikalahkan Real Madrid.

Atletco juga memiliki beberapa pemain yang sangat bagus, seperti Antoine Griezmann, Diego Godin dan Saul Niguez. Griezmann telah mencetak 18 gol sejauh musim ini, dan terus menjadi jimat Atletico.

Atletico tidak mungkin menyerahkan keunggulan 2 gol mereka saat melawan Juventus. Mereka bahkan mungkin bisa beruntung di momemen ketiga kalinya tahun ini, setelah kalah di dua final Liga Champions melawan Real Madrid pada 2013-14 dan 2015-16.

Buntut Salam 5 Jari, Presiden Atletico Kurangi Gelar Liga Champions Ronaldo

Liputan6.com, Jakarta Kekalahan Juventus atas Atletico Madrid Rabu lalu berbuntut panjang. Tensi panas pertandingan telah menyisakan drama yang terus bergulir hingga laga berakhir. Salah satu yang paling menyita perhatian, yakni aksi 5 jari Cristiano Ronaldo ke arah suporter Atletico. 

Wanda Metropolitano memang tidak ramah bagi Ronaldo yang bertandang ke sana bersama Juventus, Rabu lalu. Kedua tim bertemu pada babak 16 besar Liga Champions 2018/19.

Sepanjang laga, suporter tuan rumah mengolok-olok pemain asal Portugal tersebut. Mereka bahkan meneriaki eks pemain Real Madrid dan Manchester United itu sebagai pemerkosa. Tujuannya tentu saja untuk melemahkan mental CR7 selama bertanding lawan Atletico. 

Tidak tahan dengan perlakuan tuan rumah, Ronaldo pun membalas. CR7 memberi salam lima jari sebagai tanda bahwa dia telah merebut lima gelar Liga Champions. 

Juventus sendiri akhirnya kalah 0-2 pada laga ini. Gol dari Jose Gimenez dan Diego Godin memaksa skuat Si Nyonya Tua pulang dengan tangan hampa dari Wanda Metropolitano. 

Ronaldo pertama kali merebut gelar Liga Champions saat masih memperkuat Manchester United (2007/08). Sedangkan empat lainnya diraih bersama Real Madrid. Dari empat gelar tersebut, dua di antaranya diraih dengan mengalahkan Atletico Madrid di babak final. 

Menanggapi salam lima jari Ronaldo, Presiden Atletico Madrid, Enrique Cerezo, justru menyampaikan pernyataan aneh saat meladeni wawancara radio Italia,  Radio CRC . Menurutnya, gelar Liga Champions yang diraih Ronaldo bukan lima, tapi tiga saja.

“Bagi saya, Cristiano tidak punya 5 gelar Liga Champions. Dia punya tiga dan untuk satu alasan yang sangat simpel. Dia tidak memenangkan dua kali melawan Atletico. Lalu siapa yang merebutnya? Itu akan kita bahas dalam wawancara selanjutnya,” kata Cerezo. 

2 dari 2 halaman

Gol Morata

Sementara itu, saat berbicara kepada Radio Kiss Kiss Napoli, Cerezo, sempat menyinggung gol Alvaro Morata menit 70 yang dianulir wasit setelah melihat tayangan ulang melalui VAR. Wasit membatalkan gol itu karena menganggap Morata lebih dulu menjatuhkan Chiellini. 

“Itu benar-benar gol bersih. Saya pikir Anda harus mendorong dengan sangat keras untuk menjatuhkan Chiellini. Anda butuh mesin derek,” kata Enrique Cerezo. 

Saksikan juga video menarik di bawah ini:




Hasil Liga Champions: Atletico Benamkan Juventus

MadridAtletico Madrid berhasil mengalahkan Juventus 2-0 di leg pertama 16 besar Liga Champions. Seluruh gol tercipta di babak kedua.

Bermain di Wanda Metropolitano, Kamis (21/2/2019) dinihari WIB, Atletico berhasil menyusahkan pertahanan Juventus di babak pertama. Namun, tak ada gol yang bisa dilesakkan hingga turun minum.

Atletico sempat membuka keunggulan lewat Alvaro Morata, namun dianulir wasit lantaran lebih dulu terjadi pelanggaran.

Kebuntuan Atletico baru pecah di menit ke-78 lewat gol Jose Gimenez. Diego Godin mengunci kemenangan untuk tim tuan rumah lewat gol di menit ke-83.

Dengan hasil ini, Juve butuh kemenangan 3-0 di leg kedua jika ingin lolos ke perempatfinal dalam waktu 90 menit. Di sisi lain, tim besutan Diego Simeone cukup memetik hasil imbang atau kalah minimal 0-1.
Jalannya Pertandingan

Atletico lebih dulu mengancam lewat Antoine Griezmann di menit kedua. Pemain asal Prancis itu melepaskan tembakan yang masih melambung di atas gawang.

Juventus mendapat tendangan bebas setelah Cristiano Ronaldo dilanggar. Pemain Juventus itu mengambil eksekusi dari jarak 30 meter dan melepaskan tembakan langsung yang masih bisa ditepis Jan Oblak di menit ketujuh.

Peluang kembali didapat Juve pada menit ke-11. Umpan dari sepak pojok disambar dengan sundulan Leonardo Bonucci, namun bola masih sedikit melayang di atas gawang.

Tekanan diberikan Atletico pada menit ke-14. Thomas mendapat bola liar untuk langsung melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Bola yang meluncur deras itu dengan tepat bisa ditangkap Wojciech Szczesny.

Atletico mengurung pertahanan Juventus dalam periode waktu 15-20 menit. Bahkan, beberapa kemelut kerap terjadi di kotak penalti Bianconeri, namun tak ada yang menghasilkan tembakan.

Lini tengah Juve kalah dalam permainan dengan Atletico. Si Nyonya Tua beberapa kali terpaksa mengalirkan serangan lewat sisi lapangan.

Atletico mendapat tendangan bebas di ujung kotak penalti pada menit ke-27 setelah Diego Costa disenggol oleh Mattia De Sciglio. Griezmann mengambil eksekusi tembakan langsung yang masih bisa ditepis Szczesny.

Juve masih kesulitan masuk ke dalam kotak penalti Atletico. Tembakan dari luar kotak penalti pun terpaksa dilepaskan Paulo Dybala, namun bola masih tepat di pelukan Oblak.

Bianconeri mengambil kendali permainan di lima menit akhir babak pertama. Tapi, tak ada ancaman berarti yang dibuat hingga turun minum.

Juventus langsung menekan Atletico di awal babak kedua. Satu tembakan yang masih melenceng dari gawang dilepaskan Ronaldo dari luar kotak penalti.

Serangan balik dilancarkan Atletico pada menit ke-49. Costa lepas dari posisi offside dalam menerima bola dari Griezmann. Pria berpaspor Spanyol itu berhadapan satu lawan satu dengan Szczesny, namun bola tembakannya melenceng jauh dari gawang.

Dua menit berselang giliran Griezmann yang mengancam gawang Juve. Bola lob yang dilepaskan membentur mistar dan Giorgio Chiellini dengan cepat menyapu bola sebelum disambar oleh Costa.

Atletico sempat berhasil membobol gawang Juve di menit ke-69 lewat sundulan Alvaro Morata. Wasit menganulir gol tersebut setelah melihat ulang lewat video assistant referee (VAR) bahwa Morata lebih dulu melanggar Chiellini.

Upaya Atletico untuk mencuri gol baru terwujud di menit ke-78. Kemelut dari sepak pojok berhasil dituntaskan dengan tembakan Jose Gimenez. 1-0 Atletico memimpin.

Diego Godin membawa Atletico memperbesar keunggulan menjadi 2-0 di menit ke-83. Bek asal Uruguay itu berhasil melesakkan gol setelah memanfaatkan kemelut dari tendangan bebas.

Juventus berusaha keras untuk memperkecil ketertinggalan. Federico Bernardeschi melepaskan tembakan jelang menit akhir, namun bola masih bisa ditepis Oblak. Pun dengan Ronaldo yang tembakannya digagalkan Oblak.

Tak ada gol balasan dari Juve hingga laga tuntas. Ateltico menutup leg pertama dengan kemenangan 2-0.

Susunan Pemain:

Atletico Madrid: Oblak; Juanfran, Gimenez, Godin, Filipe Luis; Saul Niguez, Thomas (Lemar 61′), Rodri, Koke (Correa 67′); Diego Costa (Morata 58′), Griezmann.

Juventus: Szczesny; De Sciglio, Bonucci, Chiellini, Alex Sandro; Bentancur, Pjanic (Can 72′), Matuidi (Cancelo 84′); Dybala (Bernardeschi 80′), Mandzukic, Ronaldo.

(ran/cas)


Prediksi Starter Atletico Madrid vs Juventus

Liputan6.com, Madrid – Atletico Madrid menjamu Juventus pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Estadio Wanda Metropolitano, Kamis (21/2/2019) dini hari WIB.

Tuan rumah mendapat kabar gembira dalam usaha memenangkan pertandingan ini. Koke Resurreccion dan Diego Costa siap membantu Atletico Madrid mengalahkan Juventus setelah pulih cedera masing-masing.

Koke menghilang selama sebulan karena gangguan hamstring. Sedangkan Costa mengalami masalah di telapak kaki dan absen dua bulan.

Kehadiran mereka krusial bagi Los Colchoneros karena Juventus bisa menurunkan kekuatan penuh. Pelatih Massimiliano Allegri dapat mengandalkan mayoritas anak asuhnya kecuali Sami Khedira dan Douglas Costa.

Berikut prediksi susunan pemain Atletico Madrid vs Juventus pada partai dini hari nanti:

2 dari 2 halaman

Perkiraan Pemain

Atletico Madrid (4-4-2): Oblak; Arias, Gimenez, Godin, Filipe Luis; Niguez, Koke, Rodri, Lemar; Morata, Griezmann

Juventus (4-3-3): Szczesny; Cancelo, Bonucci, Chiellini, Alex Sandro; Betancur, Pjanic, Matuidi; Dybala, Mandzukic, Ronaldo

Prediksi Atletico Madrid Vs Juventus: Bongkar Pertahanan

Madrid- Atletico Madrid bakal melawan Juventus pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Wanda Metropolitano, Kamis (21/2/2019). Duel ini bakal jadi ajang pembuktian tim mana yang lebih kuat dalam bertahan.

Soalnya, kedua tim selama ini dikenal memiliki pertahanan solid dan tak mudah diruntuhkan.Namun Juventus, yang mulai musim ini diperkuat Cristiano Ronaldo, punya kekuatan ofensif yang lebih baik daripada Los Colchoneros.

Di La Liga 2018-2019 sejauh ini, pertahanan Atletico adalah yang terkuat dibandingkan lawan-lawannya. Pasukan Diego Simeone baru kebobolan 17 gol dalam 24 pertandingan. Sementara itu, Juventus merupakan tim dengan produktivitas gol tertinggi (52) sekaligus angka kebobolan terendah (15) di Serie A hingga pekan ke-24.

Atletico sedikit kesulitan di fase grup. Mereka mencetak sembilan gol dan kebobolan enam dalam enam pertandingan untuk finis sebagai runner-up Grup A di bawah Borussia Dortmund.

Juventus juga mencetak sembilan gol di fase grup, tapi anak-anak asuh Massimiliano Allegri hanya kebobolan empat, dan lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup H.

Atletico dan Juventus baru pernah berhadapan dua kali, yakni di fase grup Liga Champions 2014/15. Atletico, yang waktu itu masih diperkuat Mario Mandzukic, menang 1-0 lewat gol tunggal Arda Turan di kandang sendiri dan imbang 0-0 di Italia.

Di liga akhir pekan kemarin, setelah menelan dua kekalahan beruntun lawan Real Betis dan Real Madrid, Atletico menang 1-0 lewat gol tunggal Antoine Griezmann atas tuan rumah Rayo Vallecano. Itu adalah golnya yang ke-130 untuk Atletico, membawa dia menyalip Fernando Torres sebagai pencetak gol terbanyak ke-5 dalam sejarah Atletico.

Griezmann, yang mencetak sepuluh gol dalam 11 penampilan terakhirnya, bakal jadi salah satu tumpuan Atletico untuk coba meraih hasil terbaik melawan La Vecchia Signora. Namun Griezmann tak sendirian. Dia bakal berpartner dengan eks Juventus yang baru bergabung dari Chelsea di bursa transfer Januari, Alvaro Morata.

Atletico memiliki pemain-pemain ofensif berkualitas, juga skema serangan balik yang mematikan. Namun untuk urusan sepakbola menyerang, Juventus tidak kalah dari mereka.

2 dari 3 halaman

Faktor Ronaldo

Juventus sempat kebobolan enam gol dan tanpa kemenangan dalam dua laga beruntun, yakni ketika ditekuk Atalanta 0-3 di Coppa Italia dan ditahan imbang Parma 3-3 di Serie A. Periode negatif itu sudah lewat. Buktinya adalah kemenangan dengan skor identik 3-0 atas Sassuolo dan Frosinone dalam dua laga terakhir mereka.

Kemenangan atas Frosinone di Turin akhir pekan kemarin juga ditandai dengan kembalinya duet bek sentral utama Juventus, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini, dari cedera. Bonucci bahkan menyumbang satu gol untuk membantu timnya mengamankan tiga angka. Gol-gol lainnya dicetak oleh Ronaldo dan Paulo Dybala.

Dybala mencetak gol Serie A pertamanya sejak 3 November 2018. Ronaldo mencetak golnya yang ke-19 di Serie A dan mengukuhkan posisi di puncak daftar top scorer sementara.

Bagi Ronaldo, Atletico jelas bukan lawan yang asing. Selama masih memperkuat Real Madrid antara 2009 dan 2018, Ronaldo mencetak 22 gol dalam 31 penampilan melawan Atletico di semua kompetisi.

Jika ada satu pemain Juventus yang benar-benar harus diwaspadai oleh barisan pertahanan Atletico, dialah orangnya.

3 dari 3 halaman

Komposisi Pemain

Prakiraan Susunan Pemain

Atletico (4-4-2): Oblak; Luis, Godin, Gimenez, Arias; Saul Niguez, Partey, Rodrigo, Correa; Griezmann, Morata

Pelatih: Diego Simeone

Juventus (4-3-1-2): Szczesny; Cancelo, Bonucci, Chiellini, Sandro; Pjanic, Bentancur, Matuidi; Dybala; Mandzukic, Ronaldo

Pelatih: Massimiliano Allegri

Sumber: Bola.net