Tim Prabowo Cek Pengakuan Ketua PA 212 Baru Tahu Masuk Struktur BPN

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo SubiantoSandiaga Uno akan mengecek pengakuan Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif. Slamet mengaku baru tahu namanya masuk dalam jajaran BPN.

“Nanti akan kita komunikasikan, akan kita cek di mana missed link-nya,” ucap Juru Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Ahmad Riza Patria, saat dihubungi wartawan, Selasa (22/1/2019).

Riza mengatakan tim BPN Prabowo-Sandiaga mungkin akan menggelar pertemuan informal dengan Slamet terkait persoalan itu. Baginya, hal itu bukanlah persoalan besar.

“Kan ada ratusan orang di sana (BPN). Misal saya merekomendasikan A, B, C. Lalu setelah masuk, saya belum memberi tahu. Itu bisa aja. Mungkin ada yang merekomendasikan nama Pak Slamet, lalu mungkin belum diberitahu. Ya itu soal teknis, akan diselesaikan baik-baik,” ujar Riza.

Slamet mengaku baru tahu masuk jajaran tim BPN itu setelah menjalani pemeriksaan di Bawaslu Surakarta karena diduga melakukan pelanggaran pemilu dalam Tablig Akbar PA 212 Solo Raya pada Minggu, 13 Januari kemarin. Perihal pelaporan Slamet ke Bawaslu itu, juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andra Rosiade meyakini Slamet tidak bersalah.

“Kami meyakini ustaz Slamet Maarif akan lepas dari tuduhan tersebut, karena beliau datang dalam kapasitas sebagai Ketua PA 212. Acara tersebut tablig akbar 212. Tidak ada ustaz Slamet Maarif berkampanye seperti citra diri, penyampaian visi misi,” kata Andre sebelumnya.
(tsa/dhn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

4 Insiden Misi Angkasa Luar Paling Tragis di Dunia

Liputan6.com, New York – Menjadi seorang astronot itu berat. Nyawa taruhannya. Sebelum melakukan misi angkasa luar, seorang astronot harus menjalankan latihan berat hingga karantina.

Hidup di angkasa luar selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, tentu bukan hal yang mudah. Harus rela berpisah dengan keluarga hingga teman terdekat.

Dikatakan berbahaya karena insiden menyeramkan kapan saja bisa terjadi. Apalagi misi yang mereka lakukan bukan di Bumi lagi.

Dalam catatan sejarah, ada sejumlah insiden tragis yang terjadi saat misi di luar Bumi. Seperti dikutip dari laman Toptenz, Selasa (22/1/2019), berikut empat insiden tragis saat misi angkasa luar itu:


Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 5 halaman

1. Intelsat-708

Kejadian nahas menimpa Intelsat-708 pada 14 Februari 1996 di China. Pasalnya, saat melakukan peluncuran Intelsat-708 mengalami kebocoran bahan bakar.

Akibatnya, mesin Intelsat-708 tidak berfungsi dengan baik. Satelit itu melenceng dan keluar dari jalur sehingga jatuh di pemukiman warga.

Satelit ini diluncurkan pada 14 Februari 1996 di dekat kota Xichang, perbatasan dengan Vietnam. Kecelakaan terjadi setelah satelit lepas landas selama 20 detik.

Dalam catatan misi angkasa luar, insiden ini jadi yang paling buruk.

3 dari 5 halaman

2. Columbia STS-107

Tragedi antariksa itu terjadi 1 Februari 2003. Pesawat ulang alik Columbia STS-107 meledak, hancur berkeping-keping. Tujuh awaknya: Rick D Husband, William C McCool, Michael P Anderson, Ilan Ramon, David Brown, Laurel Salton Clark, dan Kalpana Chalwa — astronot wanita pertama asal India, tewas.

Tragisnya, musibah terjadi 16 menit sebelum mereka mendarat pulang ke Bumi, dari waktu pendaratan yang dijadwalkan di Cape Canaveral.

Kala itu, sesaat sebelum pesawat meledak, pusat kontrol misi NASA di bumi mengetahui bahwa Columbia akan menemui bencana, dan para awaknya kemungkinan besar tak bakal selamat.

Wayne Hale, yang kemudian menjadi manajer program ulang alik pesawat luar angkasa, menulis di blognya soal hari nahas itu.

Hale menulis, kala itu Direktur Jon Harpold berpendapat, “Tak ada yang bisa kita lakukan soal kerusakan TPS (Thermal Protection System). Kupikir para awak tak perlu tahu. Bukankah akan lebih baik bagi mereka terbang pulang dengan perasaan bahagia dan kemudian tewas tanpa diduga ketika memasuki Bumi, ketimbang tetap tinggal di orbit, mengetahui tak ada sesuatu yang bisa dilakukan, hingga persediaan oksigen habis?”

Sementara tidak ada yang tahu pasti apa yang menyebabkan Columbia celaka, para insinyur di Johnson Space Center cukup yakin, mereka menemukan jawabannya. Sebelumnya, mereka telah mencoba mengingatkan para petinggi, namun diabaikan.

4 dari 5 halaman

3. Misi Soyuz-11

Pada tahun 1971, dunia mencatat terjadinya kematian pertama tiga manusia di angkasa luar. Adalah kosmonot Uni Soviet, Georgy Dobrovolsky, Vladislav Volkov, dan Viktor Patsayev yang meregang nyawa dalam peristiwa tragis itu.

Semua berawal dari keberangkatan ketiganya pada 7 Juni 1971 dari Baikonur Cosmodrome. Mereka menaiki pesawat Soyuz 11 ke luar Bumi, menuju stasiun pertama yang dibangun manusia: Salyut 1.

Ketiganya lalu tinggal di Salyut selama 24 hari. Hingga akhirnya pada 30 Juni 1971, mereka dijadwalkan kembali ke Bumi. Setelah mendarat, saat pintu kapsul dikuak, para petugas pemulihan terkejut bukan kepalang. Mendapati tiga manusia di dalamnya dalam kondisi tak sadarkan diri.

“Mereka menemukan 3 kosmonot di kursi masing-masing, sama sekali tak bergerak, dan ada bercak-bercak biru kehitaman di wajahnya,” kata Kerimov. “Darah mengalir dari hidung dan telinga.”

Petugas kebingungan bagaimana ketiga kosmonot itu bisa meninggal dunia. Padahal proses pendaratan berjalan normal, sesuai petunjuk, tak jauh dari lokasi peluncuran di Kazakhstan.

Berdasarkan laporan, penyebab kematian ketiganya adalah sesak napas. Penyelidikan mengungkap, katup ventilasi pernafasan mereka pecah, para kosmonot mengalami sesak nafas. Penurunan tekanan secara ekstrem juga makin memperberat kondisi mereka.

Mereka tewas dalam hitungan detik, yang terjadi pada ketinggian 168 kilometer di angkasa luar, saat pesawat masuk kembali ke atmosfer sebelum sampai di Bumi.

Karena kapsul yang membawa ketiganya kembali secara otomatis, satelit itu bisa mendarat tanpa dikemudikan pilot.

5 dari 5 halaman

4. The Apollo 1 Fire

Gus Grissom, Ed White, dan Roger Chafee tak pernah mencapai Bulan. Ketiga astronot Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) itu tewas saat roket Apollo 1 meledak dalam simulasi peluncuran pada 27 Januari 1967.

Hubungan pendek arus listrik menimbulkan loncatan bunga api dan menyambar oksigen murni yang menjadi salah satu pendorong roket.

“Kebakaran, aku mencium kebakaran,” kata salah satu astronot pada pukul 18.31 di hari nahas itu. Dua detik kemudian, astronot lain, mungkin Ed White berkata, “Kebakaran di kokpit.”

Kebakaran menyebar dengan cepat ke kabin. Komunikasi terakhir dengan para kru terdengar hanya 17 detik kemudian.

Ketiganya tahu, ada risiko yang mengancam mereka ketika bergabung dalam misi angkasa luar. Apalagi untuk Letkol Grissom. Ia adalah orang AS kedua yang ke angkasa luar, menggunakan Liberty Bell 7.

Saat kembali ke Bumi, kapsul antariksanya dipenuhi air. Ia nyaris tenggelam. Pascatragedi, program angkasa luar ditunda tapi tidak dihentikan. Pada 25 Mei 1961 Presiden John F Kennedy berkomitmen bahwa Amerika Serikat akan mendaratkan seorang manusia di Bulan pada akhir dekade.

Setelah itu, Apollo 7 berhasil diluncurkan pada tanggal 11 Oktober 1968, pertama yang membawa astronot.

Kurang dari setahun kemudian pada bulan Juli 1969, Apollo 11 mendaratkan Neil Armstrong di Bulan.

Sejumlah orang berpendapat, “Seandainya kecelakaan Apollo 1 tak terjadi, manusia mungkin tak akan pernah menjejakkan kaki di Bulan.”

Masuk Tahun ke-27, Kompetisi Puteri Indonesia Makin Ketat

Liputan6.com, Jakarta – Puteri Indonesia akan digelar kembali tahun ini. Ajang tersebut telah berusia 27 tahun sejak lahirnya pada 1992 dengan peraih gelar Puteri Indonesia pertama, Indira Sudiro.

Yayasan Puteri Indonesia menggandeng perusahaan kosmetik asal Indonesia, Mustika Ratu untuk menggelar ajang tahunan ini. Putri Kuswisnu Wardani, Presiden Direktur Mustika Ratu mengatakan ajang Puteri Indonesia mengalami banyak perkembangan. Hal itu ia ungkapkan saat audisi final Puteri Indonesia 2019 pada Senin, 21 Januari 2019, di Graha Mustika Ratu, Pancoran, Jakarta Selatan.

Proses audisi Puteri Indonesia terlihat transformasinya semenjak pertama kali diadakan. “Tidak hanya jumlah peserta, kualitas mereka juga semakin bagus dan persiapan mereka semakin matang,” jelas Putri.

Dari fenomena ini, Putri memandang bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia juga semakin meningkat di generasi milenial ini, khususnya kaum hawa. Ia pun menjelaskan bahwa banyak peserta audisi Puteri Indonesia yang mempersiapkan dirinya selama 2-3 tahun untuk mengikuti audisi ini. Hal itu membuat tingkat kesulitan audisi Puteri Indonesia semakin lama semakin tinggi.

Perusahaan kosmetik Mustika Ratu bergerak di bidang kecantikan dan kesehatan, selaras dengan misi Yayasan Puteri Indonesia. Perempuan Indonesia, jelasnya, masih malu-malu dan memilih diam saat mengungkapkan pendapat mereka yang terbilang beda daripada teman-temannya.

“Kami melihat bahwa perempuan-perempuan Indonesia memang pintar, berpenampilan menarik, dan juga kepribadiannya baik, tapi sayang mereka tidak berani tampil,” kataPutri. 

Putri berharap dengan adanya yayasan ini, mereka semakin tergugah untuk mengasah kemampuan apa yang mereka miliki sehingga lebih tajam. “Mereka semakin lebih percaya diri, bisa berargumen, dan tidak mempermasalahkan perbedaan pendapat dengan teman-temannya,” ungkapnya. Hal ini akan meningkatkan rasio mereka sendiri untuk berpartisipasi dalam diskusi atau obrolan apapun.

Selain itu, Yayasan Puteri Indonesia juga menjadi sarana pengembangan kepribadian seperti yang disebutkan di atas. Mereka mengajarkan bagaimana wanita cantik Indonesia tak hanya menampilkan kecantikan luarnya. “Contohnya cara bicara perempuan Indonesia, itu akan menambah nilai dari kecantikan tersebut,” cakap Putri. (Esther Novita Inochi)

Saksikan video pilihan berikut ini:

Liverpool Baru Akan Menghadapi Pertanyaan-Pertanyaan Mendesak dari City

JakartaLiverpool masih memimpin Premier League setelah 23 pekan, dengan Manchester City menguntit. Di sisa musim, Liverpool diyakini akan menghadapi tekanan terbesar.

Liverpool memimpin Premier League dengan 60 poin dari 23 pekan. ‘Si Merah’ unggul empat poin dari City yang menempel di posisi kedua.

Selisih empat poin yang dipunya Liverpool atas City adalah bukti bahwa mereka sejauh ini amat konsisten. Hanya sekali kalah dari 23 pekan, tim besutan Juergen Klopp ini meraup 19 kemenangan tiga kali berimbang.

Sebagai perbandingan, City sudah tiga kali kalah dan meraih 18 kemenangan. Namun eks bek tim nasional Inggris Gary Neville menilai persaingan ini akan memasuki tahap berbeda mulai saat ini.

Dia percaya akan ada tekanan yang lebih terasa untuk Liverpool, sementara City akan mencoba memanfaatkannya. Fakta bahwa City punya pengalaman juara musim lalu menjadikan mereka di atas angin dibanding sang rival.

Yang bisa dinantikan adalah, bagaimana Liverpool menjawabnya.

“Emosi yang menyelubungi misi juara Liverpool, seperti yang kita lihat beberapa tahun lalu, akan muncul lagi. Ini klub besar, belum memenangi gelar selama lebih dari 25 tahun dan itu berarti sangat besar, Juergen Klopp juga mendatangkan gairah tersendiri, momennya akan tiba di mana segala sesuatunya terbangun,” kata Neville dikutip Sky Sports.

“Saya mewawancarai Klopp beberapa pekan lalu dan dia meredam pembicaraan soal gelar. Tapi dia sudah pernah ada di situasi ini sebelumnya dengan Dortmund. Sementara banyak pemain Liverpool belum mengalami ini, banyak yang belum merasakan persaingan gelar dengan Liverpool.”

“City akan mau memainkan pengalaman dan ketenangan mereka, itu memang berguna. Tapi Anda harus ada di titik itu, sangat dekat dengan Liverpool. Dan City akan mau memastikan masuk April dan Mei, di enam atau tujuh laga terakhir, dengan Liverpool merasakan tekanan maksimal, yang artinya sejajar atau tepat di depan,” imbuhnya.
(raw/cas)


Debat Kedua Pilpres 2019 Tanpa Kisi-Kisi, Jadi Lebih Seru?

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah mempersiapkan debat kedua Pilpres 2019 yang digelar pada 17 Februari 2019. Debat yang hanya akan diikuti calon presiden itu bertema energi dan pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup, dan infrastruktur

KPU pun menyatakan, format dan mekanisme debat kedua dan seterusnya akan diubah. Hal ini setelah debat perdana Pilpres 2019 pada 17 Januari 2019 menuai sorotan, terutama karena adanya pemberian kisi-kisi pertanyaan.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, seluruh komisioner KPU telah melakukan rapat pleno untuk mengevaluasi secara menyeluruh jalannya debat pertama. Hasilnya, pihaknya berkomitmen memperbaiki format dan mekanisme debat menjadi lebih baik.

“Debat kedua, format dan mekanisme akan kita rancang sedemikian rupa agar memungkinkan bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden menunjukkan performa, kapasitas terkait penyampaian gagasan-gagasan besar yang tercantum dalam visi, misi, program untuk memimpin Indonesia lima tahun ke depan,” kata Wahyu ditemui di D’Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Minggu 20 Januari 2019.

Salah satu format yang akan diubah dalam debat adalah meniadakan kisi-kisi soal dari panelis kepada pasangan calon. Selain itu durasi penyampaian visi misi dan program pasangan calon akan diperpanjang.

“Termasuk durasi akan kita perbarui karena debat pertama penyampaian visi misi dan program dari kandidat hanya tiga menit. Ini dirasa kurang sehingga mungkin akan kita tambah waktunya,” sebut Wahyu.

Format yang akan diubah selanjutnya ialah teknis panggung. Debat dinilai terlalu gaduh sehingga mempertimbangkan mengurangi jumlah pendukung yang diizinkan masuk ke arena debat.

Lalu bagaimana reaksi kubu Jokowi dan Prabowo mengenai perubahan mekanisme debat?

PDIP yang mengusung pasangan nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi dan Ma’ruf Amin tak mempermasalahkan peniadaan kisi-kisi.

“Tema debat itu sendiri kan pada dasarnya sebagai sebuah pengerucutan kisi-kisi itu,” ucap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Meski demikian, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf ini, tak menampik tetap ada persiapan debat nanti. Persiapan itu akan dilakukan dengan sebaik mungkin.

“Dalam rangka persiapan itu, kami menegaskan tema debat itu sudah menjadi bagian dari kisi-kisi itu sendiri. Sehingga kalau temanya terorisme, jangan bicara pangan, ketika tema HAM jangan bicara air,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Program TKN Jokowi-Ma’ruf, Aria Bima menuturkan, apa pun yang diputuskan KPU, pihaknya akan tetap menyiarkan program paslon nomor urut 01 itu.

Dia menuturkan, yang paling penting adalah durasi waktu yang lebih panjang dalam menjawab.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyambut baik langkah KPU yang mengubah format debat kedua tanpa ada kisi-kisi. Tim Prabowo berharap debat kedua akan lebih baik dan berkualitas untuk rakyat.

“Mengenai rencana KPU tidak akan memberikan kisi-kisi kami pun siap mengikutinya. Apalagi demi tujuan agar debat menjadi lebih berkualitas,” kata juru bicara BPN Andre Rosiade saat dikonfirmasi, Minggu 20 Januari 2019.

Ia menyatakan, pasangan Prabowo-Sandiaga juga siap menghadapi debat kedua tanpa kisi-kisi pertanyaan. Politisi Partai Gerindra itu menyebut pihaknya turut mendukung apabila KPU melarang kandidat capres-cawapres membawa sontekan atau tablet saat debat berlangsung.

“Agar rakyat mendapatkan jawaban dari kepala kandidat, bukan dari teks atau sontekan. Sehingga rakyat benar-benar bisa menilai kualitas masing-masing kandidat,” jelas Andre.


2 dari 4 halaman

Debat Jadi Lebih Seru?

Komisioner KPU Ilham Saputra mengakui debat pilpres 2019 edisi pertama tak sesuai ekspektasi. Bahkan, bisa dibilang tak seru karena peserta debat sudah lebih dahulu diberikan kisi-kisi pertanyaan.

“Ya sekali-kali kita menerima masukan dari masyarakat, bahwa memang mungkin karena diberikan kisi-kisi debat ini menjadi yang masyarakat sebut kurang seru,” ujar Ilham di Gedung Percetakan Gramedia Jakarta, Minggu (20/1/2019).

Meski begitu, KPU mengatakan pihaknya sudah bekerja semaksimal mungkin agar jalannya debat berlangsung dengan baik. KPU berjanji akan mengikuti saran dari masyarakat untuk debat lanjutan Pilpres 2019.

“Sekali lagi kita enggak menutup mata dan kuping terkait masukan-masukan dari masyarakat terkait dengan peningkatan debat,” kata dia.

Terkait dengan durasi debat lanjutan, menurut Ilham akan dibicarakan kembali dengan pihak televisi yang menyiarkan program debat Pilpres 2019. “Kita bicarakan lagi,” kata dia.

Namun demikian, komisioner KPU Wahyu Setiawan mengklaim, debat perdana pilpres Kamis lalu lebih hidup dibanding pada Pilpres 2014 lalu. ‎Menurutnya, dalam debat kemarin sudah ada dialektika antarpaslon capres-cawapres.

“Dalam beberapa pencapaian, kita merasa dibandingkan dengan debat 2014 ‎yang lalu, ini lebih hidup. Ini diakui oleh banyak pihak. Karena debatnya itu di ronde awal sudah debat,” kata Wahyu di Setia Budi, Jakarta Selatan, Minggu 20 Januari 2019.

Kendati demikian, Wahyu mengakui masih banyak kekurangan pada debat perdana Pilpres 2019. Itu diakuinya setelah KPU melakukan evaluasi serta adanya kritik pasca-debat perdana digelar.

“Kami menyadari bahwa debat pertama belum sepenuhnya, artinya sudah ada yang terpenuhi tapi tidak sepenuhnya harapan publik itu terpenuhi,” ucapnya dikutip dari JawaPos.com.

Wahyu mengatakan, pihaknya terbuka jika ada kritikan-kritikan pada proses debat perdana. ‎Sejauh ini, pihaknya telah menerima berbagai masukan untuk nantinya dijadikan acuan pada debat kedua.

“Kami KPU akan melakukan evaluasi dan ini sudah kami lakukan setiap debat. Jadi debat pertama kita evaluasi untuk ebat kedua, debat kedua pun kita evaluasi untuk debat ketiga. ‎Demikian seterusnya,” jelasnya.

3 dari 4 halaman

Siapa Moderator dan Panelis?

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga terkait moderator yang akan ditunjuk pada debat capres-cawapres kedua, 17 Febuari 2019 di Hotel Sultan, Jakarta.

“Untuk moderator berdasarkan UU konsep yang sudah dimiliki KPU dikoordinasikan paslon TKN dan BPN,” kata Wahyu di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).

“KPU sudah punya opsi, dan kita tawarkan. Moderatornya ini, ini. Kemudian dari masing-masing timses misalnya bilang, oh jangan itu tidak netral. Kan moderator debat capres itu harus netral. Ya kita diskusikan, tapi ya opsi moderator itu kan sudah kami siapkan nama-nama nominasinya. Semua insan media,” sambungnya.

Wahyu menegaskan, pemilihan moderator pada saat debat kedua pilpres 2019 bukan hak dari KPU. Namun, merupakan keputusan dari masing-masing paslon.

“Ya moderator ternama. Misalnya Alvito Deanova, mba Nana Najwa Shihab. Ada banyak. Sekali lagi kalau untuk moderator kami tidak bisa putuskan secara sepihak. Sebab, menurut UU harus dikoordinasikan. Tapi untuk panelis, itu kewenangan mutlak KPU,” tegasnya.

Sedangkan panelis debat capres-cawapres, yang menentukan adalah KPU. Namun demikian, panelis debat tidak sembarang pilih.

“Panelis itu ada syaratnya. Dia pakar di bidangnya, dia punya integritas dan dia harus netral. Jadi bisa jadi ada pakar di bidangnya, kok bisa enggak masuk ? Ya kalau dia tidak netral ya dia enggak penuhi syarat. Lah netral tidak netral kan bukan negatif ya artinya. Sebab, itu kan bagian dari hak politik seseorang. Yang tidak netral tidak penuhi syarat sebagai panelis,” pungkas Wahyu.

Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan, nama Najwa Shihab dan Tommy Tjokro dipilih atau diusulkan oleh beberapa media televisi sebagai moderator debat. Namun, ia tak menyebutkan stasiun televisi mana yang mengusulkannya.

“(Nana dan Tommy jadi moderator) itu diusulkan oleh tv. Kalau KPU nanti saja dirapat selanjutnya dan itu bisa satu (moderator) dan dua (moderator),” kata Arief di KPU RI, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).

Ia menegaskan, jumlah moderator pada debat Pilpres 2019 yang kedua nanti bisa kemungkinan hanya satu saja yaitu antara Najwa atau Tommy. Alasannya, karena pada debat kedua Pilpres 2019 hanya diikuti capres.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

TKN ke Habiburokhman: Debat Pilpres Bukan Seperti Jawab Ujian Sekolah

JakartaJuru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menanggapi usulan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno yang ingin ada 50 pertanyaan untuk setiap tema dalam debat Pilpres 2019. Ace menilai yang terpenting bukanlah banyaknya pertanyaan, melainkan bagaimana pasangan kandidat menyampaikan visi dan misi ke masyarakat.

“Yang terpenting dari debat itu adalah kemampuan untuk menyampaikan dan menjelaskan visi, misi, program serta kemampuan capres atau cawapres untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa ini,” kata Ace kepada detikcom, Minggu (20/1/2019).

Ace mengatakan, menguji kemampuan capres dan cawapres memang penting. Debat itu juga agar masyarakat tahu sejauh mana calon yang ada menguasai persoalan yang dihadapi bangsa ini.
“Tapi apakah perlu atau tidak daftar pertanyaan banyak itu? Ini bukan pada banyaknya pertanyaan, tetapi lebih kepada tujuan dari kemampuan kandidat tersebut untuk menggali dan menjelaskan program yang ditawarkan kepada masyarakat,” katanya.
“Sebab, debat kandidat capres dan cawapres itu bukan seperti ujian sekolah, debat capres dan cawapres itu kemampuan untuk dapat menawarkan program terbaik buat masyarakat, sehingga dari situ bisa ketahuan mana yang memiliki kemampuan yang betul-betul dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi sesuai tema debat tersebut,” imbuhnya.

Ace mengatakan, dirinya menyadari bahwa setiap tema dalam debat memilii banyak turunan bahasan. Namun, dia menegaskan tujuan debat tersebut yakni bagaiamana agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang jelas dan lugas dari para kandidat.

“Jadi sekali lagi, ini bukan soal seperti menjawab ujian sekolah, ini soal bagaimana capres dan cawapres mampu menjelaskan program, visi dan misi sesuai harapan rakyat,” katanya.

Terkait dengan kekhawatiran Habiburokhman akan adanya kebocoran soal dalam debat nanti, Ace menegaskan bahwa semua pihak harus percaya pada integritas KPU dan panelis debat.

“Kalau kita percaya bahwa KPU dan panelis sendiri berintegritas, kenapa kita harus tidak memiliki kepercayaan terhadap mereka? Toh ada UU dan aturan juga yang mengatur tentang misalnya adanya kebocoran dalam hal pertanyaan debat tersebut. Ada sanksi pidananya,” kata Ace.

Juru bicara Direktorat Advokasi BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Habiburokhman mengusulkan agar panelis menyiapkan 50 pertanyaan untuk setiap tema dalam debat Pilpres 2019. Dia juga menilai pertanyaan untuk debat Pilpres 2019 masih rawan bocor meski KPU sepakat tidak lagi menyodorkan kisi-kisi kepada capres/cawapres.

“Kami mengusulkan panelis menyiapkan sedikitnya 50 pertanyaan untuk setiap tema. Dari 50 pertanyaan tersebut lalu diundi oleh moderator untuk diajukan kepada paslon. Dengan demikian jikapun terjadi kebocoran, tetap susah bagi siapapun untuk memprediksi pertanyaan mana yang akan muncul,” ujar Juru bicara Direktorat Advokasi BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Habiburokhman, dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (20/1/2019).
(jor/fdu)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Usia Cincin Saturnus Ternyata Masih Muda

Liputan6.com, Jakarta – Salah satu pesona planet Saturnus yang memikat umat manusia adalah cincinnya. Namun demikian, menurut studi terbaru, cincin Saturnus usianya jauh lebih muda ketimbang planet itu. 

Berdasarkan hasil studi ini, Saturnus ternyata melewatkan waktu 4,5 miliar tahun sendiri, tanpa cincinnya.

Mengutip laman Space, Senin (21/1/2019), kemungkinan cincin Saturnus berusia lebih tua dari dinosaurus (yang usianya sekitar 66 juta tahun).

Para ilmuwan menyebut, cincin Saturnus terbentuk antara 10 hingga 100 juta tahun lalu.

Salah satu cara yang digunakan ilmuwan untuk mengetahui usia cincin Saturnus adalah dengan menimbang massa cincin Saturnus.

Hal ini dilakukan berkat missi pesawat luar angkasa Cassini yang melakukan pengamatan terhadap Saturnus dan cincinnya. 

Sekadar diketahui, cincin tersebut sebenarnya terbuat dari es yang terang dan bersih. Namun seiring waktu, es tersebut terkontaminasi dan menjadi gelap karena pusing-puing bagian dari tata surya.

Misi Cassini yang mengorbit Saturnus beberapa waktu lalu menyimpulkan bahwa hanya 1 persen dari cincin tersebut yang tidak murni. Dari situ, para ilmuwan menimbang usia cincin Saturnus.

2 dari 3 halaman

Cassini dan Saturnus

Ilmuan planet dari Universitas Sapienza Roma Luciano Iess menyebut, mereka memperkirakan jumlah waktu yang diperlukan hingga kontaminan terkumpul sebanyak 1 persen dan dari situlah para ilmuwan menghitung usia cincin Saturnus.

Iess dan para koleganya berpatokan pada data yang diambil Cassini. Sebelum wahana luar angkasa itu jatuh karena kehabisan bahan bakar di atmosfer Saturnus pada September 2017, Cassini meluncur di antara planet dan cincinnya dan membiarkan gravitasi Saturnus menariknya.

Kekuatan gravitasi tubuh bergantung pada massa Cassini. Lalu, dengan menganalisis seberapa kuat Cassini ditarik selama fase akhir, tim pun bisa mengukur gravitasi dan masa Saturnus, beserta cincinnya.

Selama beberapa kali Cassini bolak-balik di antara Saturnus dan cincinnya, ilmuwan memantau hubungan radio antar pesawat luar angkasa dan Bumi, dari situ diperhitungkan juga efek sinyal radio yang disebut Doppler.

3 dari 3 halaman

Massa Cincin Saturnus

“Saya takjub dengan fakta bahwa kami bisa mengukur kecepatan pesawat luar angkasa yang jaraknya 1,3 miliar kilometer dari Bumi dengan akurasi beberapa milimeter per detik,” kata Iess.

Perkiraan sebelumnya, berdasarkan data dari flybys Voyager Saturnus menunjukkan bahwa massa cincin Saturnus sekitar 28 juta miliar metrik ton.

Data baru dari Cassini menunjukkan kalau massa cincin Saturnus adalah 15,4 miliar metrik ton.

Misi akhir Cassini juga mengungkapkan detail tentang struktur internal Saturnus.

Misalnya, ditemukan bahwa aliran jet terlihat di sekitar khatulistiwa Saturnus, dengan kecepatan angin 1.500km/ jam, meluas hingga kedalaman 9.000km. Makin ke bawah, alirannya makin cepat.

(Tin/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

AHY Minta Prabowo-Sandi Sampaikan Visi Misi yang Dipahami Masyarakat

MakassarAgus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan masukan jelang debat kedua Pilpres 2019. AHY meminta Prabowo-Sandi bisa menyampaikan visi-misi secara lugas dan dipahami masyarakat.

“Para kandidat tentu jagoan kami pasangan Prabowo dan bang Sandi bisa mengutarakan visi-misi lugas dan dipahami masyarakat,” kata Agus Harimurti Yudhoyono, di Makassar, Minggu (20/1/2019).

AHY berharap debat kedua bisa lebih seru, dinamis, spontan dan tetap konstektual serta relevan. Dia menyebut masyarakat yang belum menentukan pilihan pada debat nanti bisa menjatuhkan pilihan pada pasangan Prabowo-Sandi.
“Ya saya berharap debat kedua sampai dengan terakhir nanti ya lebih seru lagi, lebih dinamis lagi, lebih spontan, tetapi konstektual tetap relefan bukan berarti kemana mana tetap benar benar menyentuh substabsi. saya yakin makin hari makin meyakinkan publik terutama swing voter yang belum menetukan hari ini bisa menentukan pilihanya,” jelasnya.
AHY membandingkan dirinya waktu Pilgub Jakarta. Ia sendiri bercerita jika mengelar debat tak semudah yang dibayangkan. “Kita tau memang tidak semudah dibayangkan, saya sendiri perna meraskaan bagaimana tekanan pada saat melakukan debat publik pasti ingin jawaban-jawaban yang mereka ingin dengarkan,” paparnya.
(jor/jor) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bisakah Bulan Dimiliki dan Diakusisi Negara atau Perusahaan?

Jakarta

Sejumlah negara dan perusahaan tengah menelisik permukaan bulan untuk mencari sumber daya berharga dari satelit bumi itu. Namun adakah regulasi yang mengatur eksploitasi dan klaim kepemilikan bulan?

Hari ini hampir 50 tahun sejak Neil Armstrong menjadi manusia pertama yang menjejakkan kaki di bulan.

“Langkah kecil bagi seorang manusia,” kata astronot Amerika Serikat yang terkenal itu, “tapi lompatan besar bagi peradaban manusia.”

Tak lama setelah itu, rekan sejawat Armstrong, Buzz Aldring bergabung untuk menjelajah permukaan bulan yang kerap disebut Sea of Tranquility (Laut Ketenangan).

Setelah turun dari anak tangga pesawat ulang alik Eagle, Aldrin menatap ke hamparan luas yang kosong dan berkata, “Kesunyian yang begitu indah.”

Sejak misi Apollo 11 pada Juli 1969, bulan tetap belum terjamah seutuhnya. Tak ada lagi manusia yang datang ke bulan sejak 1972.

Namun situasi itu dapat segera berubah karena sejumlah perusahaan menyatakan ketertarikan mereka untuk mengeksplorasi, dan jika memungkinkan, menambang permukaan bulan untuk mencari emas, platina atau logam putih, serta sumber daya mineral lain yang makin langka di bumi, tapi vital bagi alat elektronik.

BulanBBC

Awal Januari ini, Cina menerbangkan seperangkat modul bernama Chang’e-4 di bulan. Alat ini berhasil menumbuhkan benih bunga kapas dalam biosfer yang dibangunnya di permukaan bulan.

Chang’e-4 pun menganalisis peluang membangun pusat penelitian.

Sementara perusahaan luar angkasa asal Jepang, iSpace, berencana membangun platform transportasi antara bumi dan bulan. Mereka juga berwacana mengeksplorasi air dari bulan.

Intinya perkembangan terus dan diwacanakan untuk terjadi. Lantas, apakah ada peraturan untuk memastikan kesunyian yang disebut Aldrin tetap tak terjamah?

Pertanyaan lainnya, dapatkah satu-satunya satelit alami bumi itu berubah menjadi lahan komersial yang politis dan entitas yang dapat diakusisi?

AntariksaGettyImagesMerujuk ketentuan PBB, tidak ada satu negara atau entitas apapun yang dapat mengklaim hak milik atas benda luar angkasa.

Potensi kepemilikan benda astronomis telah menjadi perdebatan sejak penjelajahan luar angkasa dimulai pada era Perang Dingin.

Saat Badan Antariksa AS (NASA) misi penerbangan berawak pertama mereka, PBB menerbitkan perjanjian terkait luar angkasa yang diteken tahun 1967 oleh Uni Soviet, Inggris, termasuk AS.

Kesepakatan itu berbunyi, “Luar angkasa, termasuk bulan dan benda-benda antariksa lainnya, bukanlah subjek akuisisi atas dasar kedaulatan, atas dasar okupasi atau alasan lainnya.”

Joanne Wheeler, direktur perusahaan luar angkasa Alden Advisers, menyebut perjanjian tersebut sebagai ‘Magna Carta antariksa’. Magna Carta yang kerap disebut dokumen awal atas pengakuan dan perlindungan hak asasi manusia, diterbitkan tahun 1215 di Inggris.

Kesepakatan tentang luar angkasa tadi membuat pengibaran bendera di bulan, seperti yang dilakukan Armstrong dan para astronot sesudahnya menjadi tak berarti.

Artinya, kata Wheeler, tak ada hak atas benda antariksa yang mengikat kepada orang per orang, perusahaan, atau negara.

Dalam terminologi praktis, isu kepemilikan lahan dan hak penambangan di bulan belum begitu masif pada tahun 1969. Namun seiring perkembangan teknologi, eksploitasi sumber daya bulan semakin mungkin dilakukan.

Tahun 1979, PBB membuat perjanjian terkait aktivitas negara di bulan dan benda antariksa lainnyaKesepakatan Bulan. Dokumen itu menyatakan, benda luar angkasa harus digunakan untuk tujuan yang damai.

PBB pun harus mengetahui alasan dan titik pembangunan setiap stasiun luar angkasa.

Perjanjian itu juga menyatakan, “bulan dan sumber dayanya adalah warisan bersama untuk seluruh umat manusia.” Tak hanya itu, sebuah badan internasional harus dibentuk untuk mengelola eksploitasi setiap sumber daya yang ada, jika proyek itu memungkinkan dilakukan.

Persoalannya, baru ada 11 negara yang meratifikasi perjanjian internasional itu, di antaranya Perancis dan India. Pelaku penjelajahan antariksa terbesar, yakni Cina, AS, dan Rusia belum meratifikasinyatermasuk Inggris.

Wheeler menilai tak mudah mendesak penerapan perjanjian tersebut. Setiap negara menerapkan setiap perjanjian yang mereka sepakati ke sistem hukum nasional dan wajib memastikan setiap penduduk dan badan hukum mematuhinya.

Prof Joanne Irene Gabrynowicz, mantan pimpinan Journal of Space Law, sependapat tentang perjanjian internasional yang tak menjamin apapun. Penegakan hukum, menurutnya, merupakan langkah kompleks yang melibatkan unsur politik, ekonomi, dan opini masyarakat.

Dan perjanjian internasional yang tidak mengakui kepemilikan benda antariksa oleh suatau negara kini menghadapi tantangan terbesarnya.

Tahun 2015, AS menerbitkan UU Persaingan Bisnis Luar Angkasa. Beleid itu mengakui kepemilikan warga mereka atas sumber daya asteroid yang berhasil diakuisisi.

Regulasi itu memang tidak berlaku untuk bulan, namun prinsip dasarnya barangkali akan diterapkan ke hal yang lebih besar.

Eric Anderson, pendiri perusahaan eksplorasi antariksa, Planetary Resources, mendeskripsikan undang-undang itu sebagai ‘pengakuan hak atas properti terbesar sepanjang sejarah.’

Tahun 2017, Luksemburg mengesahkan regulasi domestik yang mengakui hak setiap orang memiliki benda antariksa. Wakil perdana menteri negara itu, Etienne Schneider, menyebut beleid itu akan membuat negaranya sebagai pionir dan pemimpin di bidang ini.

Keingingan untuk mengeksplorasi dan mengeruk keuntungan dari luar angkasa terus bermunculan. Sejumlah negara pun sepertinya semakin menunjukkan niat mereka membantu korporasi antariksa.

“Penambangan, baik dengan tujuan membawa material yang ada ke bumi atau menyimpan dan mengembangkannya di bulan, sangat bertentangan dengan kewajiban tak merusak apapun di luar angkasa,” kata Helen Ntabeni, pengacara di Naledi Space Law and Policy.

Ntabeni menilai AS dan Luksemburg bakal melanggar ketentuan yang diterbitkan PBB.

“Saya skeptis, standar moral tinggi bahwa setiap negara memiliki hak yang sama untuk mengeksplorasi luar angkasa akan bertahan,” ujarnya.


(jor/jor) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Setuju Tanpa Kisi-kisi, Tim Prabowo Harap Debat Kedua Lebih Berkualitas

Liputan6.com, Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyambut baik langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengubah format debat kedua tanpa ada kisi-kisi. Tim Prabowo berharap debat kedua dengan tema energi, pangan, sumber daya alam, dan lingkungan hidup akan lebih baik dan berkualitas untuk rakyat.

“Mengenai rencana KPU tidak akan memberikan kisi-kisi kami pun siap mengikutinya. Apalagi demi tujuan agar debat menjadi lebih berkualitas,” kata Juru Bicara BPN Andre Rosiade saat dikonfirmasi, Minggu (20/1/2019).

Ia menyatakan, pasangan Prabowo-Sandiaga juga siap menghadapi debat kedua tanpa kisi-kisi pertanyaan. Politisi Partai Gerindra itu menyebut pihaknya turut mendukung apabila KPU melarang kandidat capres-cawapres membawa contekan atau tablet saat debat berlangsung.

“Agar Rakyat mendapatkan jawaban dr kepala kandidat bukan dari teks atau contekan. Sehingga Rakyat benar-benar bisa menilai kualitas masing-masing kandidat,” jelas dia.


2 dari 2 halaman

Evaluasi Menyeluruh

Sebelumnya, Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, seluruh komisioner KPU telah melakukan rapat pleno untuk mengevaluasi secara menyeluruh jalannya debat pertama. Hasilnya, pihaknya berkomitmen memperbaiki format dan mekanisme debat menjadi lebih baik.

“Debat kedua, format dan mekanisme akan kita rancang sedemikian rupa agar memungkinkan bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden menunjukkan performa, kapasitas terkait penyampaian gagasan-gagasan besar yang tercantum dalam visi, misi, program untuk memimpin Indonesia lima tahun ke depan,” kata Wahyu ditemui di D’Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Minggu (20/1/2019).

Salah satu format yang akan diubah dalam debat adalah meniadakan kisi-kisi soal dari panelis kepada pasangan calon. Selain itu durasi penyampaian visi misi dan program pasangan calon akan diperpanjang.

Format yang akan diubah selanjutnya ialah teknis panggung. Wahyu mengatakan pihaknya mendapat banyak kritik terkait teknis panggung pada debat pertama. Rakyat, kata dia, merasa tidak nyaman karena gaduh mengingat debat pertama dihadiri juga oleh pendukung paslon.

Wahyu menuturkan, untuk mengantisipasi kegaduhan dan kebisingan, pihaknya mempertimbangkan mengurangi jumlah pendukung yang diizinkan masuk ke arena debat. Termasuk juga mengatur tamu undangan agar lebih tertib dalam menyaksikan debat. Karena jika masyarakat terganggu dalam menyimak debat, tujuan debat tak akan tercapai.

Saksikan video pilihan di bawah ini