Prediksi Everton Vs Chelsea: Misi Perbaiki Posisi

Jakarta – Chelsea mengusung misi untuk memperbaiki posisi saat menghadapi Everton pada pertandingan pekan ke-31 Premier League di Goodison Park, Minggu (17/3/2019). Kemenangan bakal sangat berarti untuk mengangkat posisi mereka di klasemen.

Chelsea saat ini berada di posisi enam dengan 57 poin, tetapi baru memainkan 29 pertandingan. Sementara itu, Manchester United (58), Arsenal (60) dan tim-tim lain di atasnya telah memainkan 30 pertandingan.

Menang atas Everton, Chelsea bisa menyalip MU. Dengan kemenangan besar, mereka bahkan berpeluang mengambil alih tempat Arsenal di tangga ke-4. Selain itu, kemenangan juga akan membuat Chelsea berada satu poin di belakang peringkat tiga, Tottenham Hotspur.

Mampukah Chelsea melakukannya? Jika melihat performa, peluang itu cukup terbuka.

Pada laga terakhirnya, Everton kalah melawan tuan rumah Newcastle dengan skor 2-3. Dalam laga itu, anak-anak asuh Marco Silva sejatinya sempat unggul dua gol terlebih dahulu melalui Dominic Calvert-Lewin serta Richarlison, namun mereka kolaps dan harus pulang dengan tangan hampa.

Dengan hasil tersebut, berarti Everton kalah empat kali dan hanya menang sekali dalam enam laga terakhirnya di Premier League (M1 S1 K4).

Sementara itu, Chelsea baru saja menghabisi tuan rumah Dynamo Kiev 5-0 dan memastikan diri lolos ke perempat final Liga Europa dengan agregat telak delapan gol tanpa balas. Olivier Giroud jadi bintang di Ukraina dengan hat-trick dan satu assist atas namanya.

Melawan Dynamo Kiev, Chelsea kehilangan striker Gonzalo Higuain yang terserang sakit. Higuain sudah bisa kembali memperkuat Chelsea untuk laga kontra Everton, tapi belum pasti dipasang sebagai starter oleh sang manajer Maurizio Sarri.

Sarri bisa saja memberi kesempatan pada Giroud untuk kembali main dari menit awal bersama Eden Hazard dan Pedro Rodriguez di lini serang.

Pada pertemuan pertama musim ini, Chelsea ditahan 0-0 oleh Everton di Stamford Bridge. Ganti bertandang ke Goodison Park, skuat London Biru takkan ragu mengincar hasil yang lebih baik.

Jokowi Janjikan KIP Kuliah Meski Sudah Ada Bidik Misi, Apa Bedanya?

Liputan6.com, Jakarta – Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah milik calon presiden petahana, Joko Widodo kerap menjadi perbincangan. Sebab, banyak dari masyarakat yang masih belum memahami perbedaan antara KIP Kuliah dengan program Bidik Misi.

Menanggapi hal itu, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir menjelaskan, KIP Kuliah sama sekali berbeda dengan Bidik Misi.

“Kalau Bidik Misi kan (yang diberikan) uang hidup, biaya hidup. Tapi kalau untuk KIP, saya mengusulkan kalau SPP saya minta gratis,” tutur Nasir di Kantor Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta, Jum’at (15/3/2019).

Nasir menegaskan, penerima program Bidik Misi selama ini mendapatkan biaya hidup. Yaitu yang tadinya hanya 650 ribu sekarang sudah dinaikkan menjadi 700 ribu rupiah per bulan.

Sedangkan, KIP Kuliah diusulkan untuk memberikan biaya SPP dan buku kuliah gratis bagi penerima program tanpa adanya biaya hidup. Meski begitu, bila anggaran dirasa cukup, Nasir berharap biaya hidup juga dapat diberikan kepada penerima program KIP Kuliah.

“Saya memohon, kalau bisa diberikan uang buku lah minimal, kalau nggak bisa (biaya hidup) ya uang buku. Dan kalau bisa lebih besar dananya, ya uang hidup juga,” jelas Nasir.

KPAI Bertemu TKN dan BPN, Bedah Visi Misi Capres soal Perlindungan Anak

Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menggelar kajian bersama Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Kajian digelar untuk membedah visi misi capres dan cawapres yang bertarung di Pilpres 2019 tentang isu perlindungan anak.

“Kita sadar bahwa presiden, calon presiden, cawapres, merupakan pemimpin negara yang tentu menentukan kualitas peradaban Indonesia, menentukan generasi kita ke depan, sehingga untuk ikhtiar bedah visi misi capres-cawapres tentu memiliki relevansi yang tepat untuk mengukur seberapa jauh capres-cawapres tentang visi misi anak,” ujar Ketua KPAI Susanto di Gedung KPAI, Jl Teuku Umar, Rabu, (13/3/2019).

Direktur Penggalangan Pemilih Perempuan TKN Jokowi-Ma’ruf, Ida Fauziah, mengatakan gizi buruk merupakan persoalan yang sangat penting dalam isu perlindungan anak. Dia memamerkan pencapaian pemerintah yang sudah berhasil menurunkan angka stunting dan mendapat respons positif dari Bank Dunia.

“Ini sebagai sebuah catatan yang termasuk sebenarnya kalau kita melihat gizi buruk pada anak, pada periode pertama, stunting itu 37,2% kemudian menjadi 30,8% dan sebuah prestasi karena ini juga diapresiasi oleh Bank Dunia. mungkin di dalam negeri banyak orang yang tidak mau, tidak mengapresiasi turunnya stunting ini, tapi ternyata Bank Dunia memberikan apresiasi karena ada penurunan dari 37,2% menjadi 30%,” ucap Ida.

“Komitmennya ke depan seperti apa? kita berkomitmen dari dari sekarang 30,8% kita 2019 ini berharap bisa turun menjadi 28%. Jadi kita punya capaian yang jelas, pada akhirnya kemudian jangan boleh ada anak Indonesia yang mengalami stunting,” sambungnya.

KPAIKPAI Foto: Rolando/detikcom

Isu perlindungan anak selanjutnya yang disoroti Ida adalah jaminan kesehatan. Dia mengatakan reformasi kesehatan sudah tertuang adalam visi misi Jokowi-Ma’ruf.

“Berikutnya adalah bicara tentang perlindungan, mata kita tidak bisa tidak, bagaimana negara harus memberikan jaminan kesehatan kepada anak-anak kita. Ada di poin dalam visi misi dan mengembangkan mengembangkan reformasi sistem kesehatan kita akan terus melakukan program JKN-KIS,”kata Ida.

Angka kematian bayi di era pemerintahan Jokowi, menurut Ida, mengalami penurunan. Ida menegaskan Jokowi akan terus berkomitmen untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.

“Kemudian angka kematian bayi balita turun dari 40 per 1000 kelahiran pada tahun 2012 menjadi 32 per 1000 kelahiran pada tahun 2017. Jadi masih ada masih angka kematian ibu dan bayi masih menjadi pekerjaan kita. Kita akan terus turunkan karena ini menjadi bagian dari komitmen Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf Amin,” jelas Ida.

Di lokasi yang sama, Juru Debat BPN Prabowo-Sandi, Ledia Hanifa memaparkan gizi buruk juga menjadi salah satu fokus utama dari Prabowo-Sandi. Persoalan stunting itu, kata Ledia, bisa diselesaikan dengan peningkatan kualitas gizi, air bersih, dan sanitasi.

“Karenanya kemudian salah satu program peningkatan gizi yang dilakukan oleh pasangan Prabowo-Sandi dalam hal ini, bagaimana kemudian meningkatkan kualitas gizi, air bersih, sanitasi masyarakat dalam mengatasi ancaman stunting ini tadi,” beber Ledia.

Lebih lanjut, Ledia memaparkan fokus visi misi Prabowo-Sandi di bidang pendidikan yakni dengan mengembangkan pendidikan berbasis minat bakat anak. Peran sekolah, menurut dia, sangat penting untuk memetakan minat dan bakat anak tersebut.

“Secara umum kami memfokuskan pendidikan yang seharusnya bisa diterima, ini harusnya mengarah kepada pendidikan yang melihat dan mencermati serta mendasarkan pada minat bakat dan potensi yang dimiliki anak. Sehingga dia tidak semata-mata pendidikan yang bersifat umum tetapi harus ada bagian dari sekolah yang semestinya sudah bisa berjalan di sekolah-sekolah itu dengan bimbingan konselingnya melakukan pemetaan terhadap minat dan bakatnya sesuai,” imbuh Ledia.

(knv/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Misi Juventus Ikuti Jejak Comeback Ajax dan MU

Selain Szczesny, keyakinan serupa juga disuarakan oleh bek sayap Leonardo Spinazzola.

“Kami belum mempersiapkan diri, tapi pelatih telah memotivasi kami sejak malam itu di Madrid. Kami harus mengawali laga dengan baik, di kecepatan 2000km/jam untuk memastikan kami bisa lolos ke babak berikutnya,” kata Spinazzola, setelah menang 4-1 atas Udinese di Serie A.

Selain Ajax dan MU, Porto juga melakukan comeback saat melawan AS Roma. Kalah 1-2 di markas Roma pada leg pertama, Porto lolos setelah menang 3-1 lewat extra time pada leg kedua di Portugal.

“Kami berharap mengikuti jejak mereka,” pungkas Spinazzola.

Sumber: bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Berita video tentang keinginan bek Real Madrid, Marcelona menyusul teman dekatnya, Cristiano Ronaldo ke Juventus.

Airlangga Minta Kader Golkar Perjuangkan Visi Misi Nawacita Jilid II Jokowi

Liputan6.com, Jakarta – Partai Golkar optimistis menatap pemilu 2019. Untuk pemilihan legislatif 2019, partai berlambang pohon beringin ini menargetkan meraih 18 persen suara di parlemen.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pada acara konsolidasi dan pengarahan pemenangan pemilu di hadapan caleg dan pengurus Golkar se-Sumsel di Hotel Excelton, Palembang, Minggu (3/3/2019).

“Sumatera selatan salah satu wilayah provinsi prioritas kemenangan pileg, Golkar punya basis di sini. Terlebih untuk pilpres harus kerja keras,” terang Airlangga di hadapan peserta pertemuan.

Airlangga menilai pemilu mendatang Golkar optimistis melampaui raihan Pemilu 2014 silam.

“Target menang pileg mempersiapkan penguatan pemerintahan yang InsyaAllah akan dipimpin kembali Presiden Jokowi. Tentu Golkar terlibat merumuskan arah pemerintahan ke depan,” kata Airlangga yang juga Menteri Perindustrian RI ini.

“Kita bekerja untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Itu bisa diwujudkan dengan memberikan dukungan di eksekutif dan legislatif secara proporsional,” ujarnya.

Sementara demi target tersebut, Airlangga menginstruksikan caleg dan jajaran pengurus Golkar se-Sumatera Selatan memetakan dapil yang diharapkan meraih tambahan kursi. Sehingga memberikan lebih tinggi dari target yang ditetapkan.

Selanjutnya, Dia juga menyampaikan bahwa saat ini elektabilitas partai secara keseluruhan terus naik di seluruh daerah, disebut membuka kesempatan untuk memenangkan pemilu.

“Bila kursi nambah di Sumsel, Pak Jokowi naik elektabilitasnya. Pilpres tahun ini capres yang Partai Golkar dukung wajib menang,” tegas Airlangga.

2 dari 2 halaman

Optimistis Rais 20 Persen

Selebihnya di masing-masing Kabupaten/Kota pun demikian. Ketum Partai Golkar optimistis bisa meraih 20 persen di masing-masing wilayah, sehingga Golkar mampu mencalonkan sendiri di eksekutif.

Menteri Perindustrian Kabinet Kerja ini juga meminta kader Golkar memperjuangkan visi misi (Nawacita Jilid II) pejawat Presiden Jokowi yang telah didaftarkan di KPU.

“Nawacita Jilid II Presiden Jokowi sangat prorakyat. Beliau menargetkan pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya manusia (SDM) dan dari sektor industri,” ujar Airlangga.

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto hadir bersama Sekretaris Jenderal partai Lodewijk Frederich Paulus, Ketua DPD Alex Noerdin, Gubernur Lampung Arinal Junaidi, Aziz Syamsuddin, Rizal Mallarangeng, Yahya Zaini, Ahmad Doli Kurnia dan Wakil Bendahara Umum, Agus Silaban.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Safari Politik ke Karawang, Ma’ruf Amin Bawa Misi Lawan Hoaks

Liputan6.com, Jakarta – Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin melanjutkan safari politiknya ke Karawang, Jawa Barat, pada Sabtu (2/3/2019).

Ma’ruf membawa misi untuk menjernihkan suasana pascaterungkapnya penyebaran fitnah dan kabar bohong yang dilakukan sejumlah ibu-ibu di Karawang beberapa waktu lalu.

“Kita sekaligus juga supaya menjernihkan suasana bahwa itu semua bohong, hoaks, dan fitnah saya kira itu juga menjadi penting,” ujar Ma’ruf di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Sabtu (2/3/2019).

Kunjungan ke Karawang ini melanjutkan safari lima hari nonstop di Jawa Barat, serta Jawa Tengah. Mustasyar PBNU itu diketahui baru saja mengunjungi beberapa daerah, antara lain Cirebon, Kuningan, Banjar, Pangandaran, Ciamis, dan Cilacap.

Selama di Karawang, Ma’ruf bakal melakukan ziarah ke makam Syeikh Quro di Lemahabang. Malamnya, dia menghadiri acara Karawang Bersholawat di Stadion Karawang.

2 dari 2 halaman

Kunjungi Banten

Hari berikutnya, Ma’ruf menuju Provinsi Banten untuk mengikuti gerak jalan di BSD Tangerang dan silahturahmi Akbar Banten Bersatu untuk Indonesia di Alun-alun Barat Kota Serang.

“Kita terus berkeliling untuk mengkonsolidasi dan memantapkan untuk memantaince apa yang sudah kita peroleh tentu juga memperbesar elektabilitas daripada suara yang ingin kita peroleh,” jelas Ma’ruf.


Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com


Saksikan video pilihan berikut ini:

Edy Rahmayadi: Ada yang Bilang Saya Sombong, Padahal Saya Memang Begini

Medan – Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meminta wartawan mendukung program dan langkahnya bersama wakil gubernur membangun daerah itu. Ia mengaku tidak bisa berbohong.

“Jangan perkataaan saya selalu salah. Saya tidak mungkin bicara dan bertindak kalau tidak ada dasarnya,” ujarnya saat berbicara pada Silaturahmi Insan Pers Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut dengan wartawan sebagaimana dilansir Antara, Jumat (1/3/2019).

Ia menegaskan, dirinya tidak mungkin bisa meninggalkan wartawan karena perlu informasi dan memberitakan banyak hal. Oleh karena itu, ujar Edy, dia tidak pernah mau saat ada usulan melakukan somasi ke media yang membuat berita yang salah.

Tetapi, katanya, wartawan tidak boleh juga menghambat misi membangun desa menata kota.
“Ada yang bilang saya sombong. Padahal saya memang begini tampilannya,” katanya.

Dia menegaskan, tidak bisa berbohong sehingga saat ditanya wartawan, kalau tidak tahu, ia bilang tidak tahu.

Edy memberi contoh saat debat calon gubernur lalu, dia mengakui tidak tahu apa stunting. Namun setelah itu, saya belajar tentang stunting dan akhirnya mengetahui jelas tentang hambatan dalam pertumbuhan anak.

“Saat cape, saya mengadu kepada Tuhan saya. Ayo marilah bergandengan tangan membangun Sumut dengan saat ini, saya sebagai nahkoda,” ujar Edy.

Menurut Edy, jika nantinya dia tidak sanggup mengemban amanah rakyat sebagai gubernur, dia akan “lempar handuk”.

“Tapi saya belum lagi bekerja, jadi mari bergandengan tangan membangun Sumut,” ujar Edy.
(asp/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Minta TKD Gorontalo Luruskan Fitnah dan Isu Hoaks

Liputan6.com, Gorontalo – Calon presiden petahana, Joko Widodo atau Jokowi meminta Tim Kampanye Daerah (TKD) Gorontalo tak lagi menggelar pertemuan-pertemuan formal.

TKD disarankan untuk memperbanyak kampanye dari rumah ke rumah atau langsung bertatapan dengan warga dalam rangka menjelaskan visi misi calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Sampaikan mengenai visi kita, program kita,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada TKD Gorontalo di Hotel Maqna Gorontalo, Kamis 28 Februari 2019.

Selain itu, Jokowi meminta TKD Gorontalo meluruskan fitnah yang beredar bahwa jika dirinya kembali terpilih sebagai Presiden maka azan tak bisa lagi dikumandangkan di Tanah Air. Demikian dengan fitnah lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang disebut-sebut bakal dilegalkan oleh Jokowi.

Counter mengenai isu-isu, fitnah-fitnah yang merugikan kita baik elektabiltas capres cawapres agar masyarakat betul-betul mengerti,” ujarnya.

Lebih lanjut, TKD Gorontalo didorong untuk memaparkan kepada masyarakat sejumlah keberhasilan pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla dalam bidang infrastruktur.

2 dari 3 halaman

Kawal Suara

Jokowi mengatakan, seluruh kader dan caleg partai pendukung Jokowi-Amin maupun relawan juga harus bergerak cepat mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya di Pilpres 2019.

Khusus untuk pemilih lanjut usia, kata dia, TKD Gorontalo perlu memberikan pemahaman lebih agar mereka mengenal siapa capres dan cawapres yang bertarung di Pemilu kali ini.

“Dan tentu saja jangan lupa yang jadi saksi tetap mengawasi, mengawal suara itu. Jangan sampai hilang satu suara pun dari perjalanan TPS ke atas, ke atas. Betul-betul dikontrol, awasi, cek, apakah sesuai dengan angka yang kita dapatkan di TPS,” sambung Jokowi.


Reporter: Titin Suprihatin

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Cara Perusahaan Produk Bernutrisi Dukung Pemerintah Capai SDGs

Liputan6.com, Denpasar – Asosiasi Perusahaan Produk Bernutrisi untuk Ibu dan Anak (APPNIA) pada hari ini meluncurkan riset dokumentasi berjudul ‘Dukungan APPNIA terhadap Percepatan Pencapaian SDGs dan Generasi Masa Depan Indonesia’.

Riset ini merupakan dokumentasi peran aktif serta komitmen jangka panjang APPNIA dalam mewujudkan capaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di tahun 2030 dan menciptakan generasi masa depan Indonesia yang berkualitas.

Ketua APPNIA, Rivanda Idiyanto mengatakan konten riset dokumentasi ini mencakup program dan aktivitas yang dilakukan perusahaan anggota APPNIA serta kerja sama asosiasi dengan pemerintah, sektor industri lain dan masyarakat.

“Kami ingin menjadi bagian penting dalam memberikan dukungan untuk meningkatkan status gizi juga kesehatan ibu dan anak di Indonesia melalui kemitraan dengan pemerintah dan stakeholder lain untuk menjalankan kegiatan secara terencana dan sistematis,” kata Rivanda sebagaimana rilis yang diterima Liputan6.com, Rabu (27/2/2019).

Rivanda menjelaskan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan 17 butir SDGs. Melalui berbagai aksi nyata, APPNIA berperan mewujudkan tiga butir SDGs di sektor kesehatan yaitu SDGs 2 (tanpa kelaparan), SDGs 3 (kehidupan sehat dan sejahtera), dan SDGs 6 (air bersih dan sanitasi layak) yang berkaitan erat dengan persiapan generasi masa depan Indonesia.

Fakta menunjukkan bahwa individu yang sehat memiliki kemampuan fisik dan daya pikir lebih kuat, sehingga memberikan mereka kemampuan berkontribusi secara produktif membangun masyarakat. Pencapaian SDGs dioptimalkan dalam bentuk kemitraan yang kolaboratif antara pihak perusahaan swasta, pemerintah, badan usaha milik negara, organisasi sosial dan asosiasi untuk memperbaiki gizi serta kesehatan ibu dan anak.

SDGs menjadi dasar perwujudan program nyata mencapai Indonesia tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, serta sanitasi yang layak,” tegas Rivanda.

Sepuluh perusahaan yang menjadi anggota APPNIA memiliki visi dan misi yang sama. Visi APPNIA adalah menjadi asosiasi yang dinamis dan kredibel di tingkat nasional dan internasional, bermitra dengan pemerintah dan pihak terkait untuk secara aktif mendukung peningkatan status gizi dan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

Adapun misi APPNIA yaitu aktif mendukung program nasional pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif untuk bayi usia 0-6 bulan, memastikan semua anggota APPNIA mematuhi peraturan yang berlaku, menyediakan produk bergizi dan berkualitas sesuai standar keamanan pangan, serta secara aktif bermitra dengan pemerintah dan pihak terkait lain dalam perbaikan gizi dan kesehatan ibu dan anak.

2 dari 2 halaman

Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Tinggi

Data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 menunjukkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) mencapai 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini tiga kali lipat lebih tinggi daripada target tujuan pembangunan milenium (Millennium Development Goals/MDGs), yaitu 102 per 100 ribu kelahiran hidup.

Menurut Rivanda, peningkatan gizi masyarakat khususnya ibu dan anak merupakan hal penting untuk mendukung pencapaian SDG 2 dan 3. “Program-program yang dilakukan perusahaan-perusahaan anggota APPNIA merupakan perwujudan suatu komitmen yang tertuang dalam kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Creating Shared Value (CSV) masing-masing yang mendukung capaian SDGs,” katanya.

Untuk mencapai SDG 2, upaya yang dilakukan para anggota APPNIA yakni menciptakan lingkungan kondusif dan mandiri serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi, edukasi dan kampanye kecukupan gizi, kerja sama untuk meningkatkan pasokan pangan berkualitas serta inovasi produk.

Adapun untuk pencapaian SDG 3, program anggota APPNIA antara lain memberikan akses terhadap fasilitas kesehatan secara gratis, edukasi terkait kesehatan ibu dan anak, pemberian penyuluhan gizi, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, sarana air bersih, sanitasi, serta kebiasaan higienis melalui penguatan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Pencapaian SDGs dan penciptaan generasi yang berkualitas merupakan tanggung jawab seluruh stakeholder. Peluncuran riset dokumentasi ini merupakan bukti komitmen kami dalam mewujudkan masyarakat yang sehat demi masa depan bangsa,” ujar Rivanda.

Pemprov DKI Jamin Tak Ada Jual Beli Lurah Saat Rotasi Besar-besaran

Jakarta – Sekda Pemprov DKI Jakarta Saefullah menjamin tidak ada jual beli jabatan lurah saat rotasi 1.125 pejabat DKI Jakarta. Bila ada bukti, Saefullah meminta agar informasi itu diteruskan padanya.

“Saya jamin, sama sekali tidak ada permainan uang. Kalau ditemukan di lapangan, infokan ke saya. Saat itu juga kita selesaikan, kalau ada penerimaan permainan uang,” ucap Saefullah kepada wartawan di JPO Gelora Bung Karno (GBK), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (28/2/2019).

Menurut Saefullah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memiliki kewenangan untuk merotasi pejabat di bawahnya. Hal itu, untuk mendukung program yang telah dicanangkan.

“Semua itu hak pimpinan. Jadi, rotasi di TNI, Polri, dan daerah lain, di mana saja. Itu biasa-biasa saja rotasi itu. Kalau kepala daerah mau mengusung visi misi lebih cepat terwujud. Ya hak dia untuk rotasi,” kata Saefullah.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyebut rotasi Anies terhadap lurah dan camat berbau politis. Apalagi, menurut Prasetyo, banyak lurah dan camat yang diturunkan menjadi sekretaris lurah dan sekretaris camat.

“Pertanyaannya, kalau ada camat jadi sekcam (sekretaris camat) atau lurah jadi sekkel (sekretaris kelurahan), ini aneh ini buat saya. Dan tempat-tempat itu (lokasi pemindahan) kok berbaunya politis sekali,” ujar Prasetyo saat dimintai konfirmasi, Selasa (26/2).

Namun Anies menepis Prasetyo. Anies menegaskan kewenangannya dalam perombakan pejabat di Pemprov DKI.

Mengenai isu jual beli jabatan lurah itu disoroti Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas. Namun di sisi lain dia mendukung rotasi pejabat besar-besaran oleh Anies bila tujuannya untuk proses penyegaran organisasi.

“Bagus kalau untuk penyegaran, itu kita dukung tetapi untuk desas-desur bahwa pemilihan lurah ini ada tarifnya, ini kurang bagus. Ini yang mesti pak Anies (perhatikan). Banyak keluhan dari lurah-lurah yang menyampaikan ke kita, bahwa ini ada tarif,” kata Hasbiallah.

Hasbi mengaku tidak tahu pasti soal kebenaran informasi tersebut. Menurut dia, kabar soal tarif menjadi lurah ini memang beredar di kalangan PNS.

“Rame isu di kalangan bawah, di lurah seperti itu, yang saya tahu. Kebenarannya mana saya tahu,” ujar dia.
(dhn/dhn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>