Minim Temuan Gigi Hambat Proses Identifikasi Korban Lion Air Jatuh

Liputan6.com, Jakarta – Tim Disaster Victim Identification (DVI) terus berjuang keras mengidentifikasi jenazah korban Lion Air yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin 29 Oktober lalu.

Salah satu yang menjadi kendala adalah tidak adanya temuan gigi di kantong jenazah korban Lion Air, yang diterima RS Bhayangkara Polri. 

“Temuan gigi di postmortem itu hampir tidak ada. Hanya kami temukan satu buah gigi dan kondisi sudah fraktur, retak,” ujar Kepala Laboratorium Klinik Ortodologi Pusdokkes Polri Agustinus, di RS Polri, Jakarta Timur, Jumat (2/11/2018).

Ia mengungkapkan, dari 212 data antemortem yang telah diterimanya, yang memiliki dental record lengkap sampai pada hasil ronsen hanya 24. Tanpa ronsen atau hanya catatan dari dokter gigi hanya 18.

“Totalnya 42. Sampai saat ini masih terus bekerja sampai malam untuk melengkapi data,” ia melanjutkan.

Menurut Agustinus, data gigi lengkap tersebut kebanyakan dimiliki oleh korban Lion Air yang merupakan anggota Polri dan kru pesawat. Khusus untuk kru pesawat, data didapat dari Balai Kesehatan Penerbangan (Hatpen).

“Data gigi setiap kru pesawat lengkap. Bisa dipastikan ketika ada body part gigi di postmortem, kami yakin bisa identifikasi karena datanya lengkap. Kebetulan yang anggota Polri juga data lengkap, yakin bisa lakukan identifikasi,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *