Kantong Plastik Berbayar Tingkatkan Kesadaran Akan Bahaya Limbah

Liputan6.com, Jakarta – Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis H Sumadilaga menyampaikan dukungannya terhadap penerapan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG).

Dibanding dibiarkan tercecer menjadi limbah, dia mengatakan, Kementerian PUPR sudah berinisiatif mengolah kantong plastik sebagai bahan campuran aspal.

“Kami sangat mendukung. Kalau dulu saya di Balitbang (Kementerian PUPR) sudah proses kantong plastik dicacah bisa dicampur aspal dan perkuat campuran aspal. Istilahnya aspal plastik,” jelas dia di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Untuk diketahui, beberapa toko ritel modern yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel (Aprindo) menyatakan akan menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar mulai Jumat 1 Maret 2019 ini.

Danis melanjutkan, kantong plastik tetap tergolong sebagai benda yang tak aman bagi lingkungan. “Kalau secara klasifikasi barang tak aman bagi lingkungan seperti ember dan botol mineral, plastik kresek ini nomor 7,” sebutnya.

Oleh karenanya, ia mengimbau masyarakat agar lebih memilih membawa tentengan sendiri seperti goodybag saat berbelanja daripada membeli kantong plastik.

“Masalahnya bukan berbayar atau tidak, utamanya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat bagaiman kurangi sampah plastik. Dengan bayar kan jadi mikir, lain kali saya bawa goodybag atau apa lah,” pungkas dia.

2 dari 3 halaman

Mulai 1 Maret, Konsumen Bayar Kantong Plastik Minimal Rp 200 di Toko Ritel

Semua toko ritel modern akan menerapkan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) mulai Jumat 1 Maret 2019.

Beberapa toko ritel tersebut di antaranya adalah Alfamart, Ramayana, SuperIndo, LotteMart, Informa, Electronic City, Matahari, AlfaMidi, Papaya, Yogya, Borma dan retail lainnya yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel (Aprindo).

Ketua Umum Aprindo, Roy Mande menyebutkan, pihaknya sebagai asosiasi resmi yang menaungi usaha ritel di Indonesia mengambil langkah tersebut sebagai salah satu upaya mendukung visi pemerintah pada 2025  yakni bisa mengurangi 30 persen sampah dan menangani sampah sebesar 70 persen termasuk sampah plastik. 

“Dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2019, Aprindo menyatakan komitmen bersama untuk mengurangi kantong belanja plastik sekali pakai (kresek) di semua gerai-gerainya. Salah satu caranya adalah dengan kembali menerapkan kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) secara bertahap mulai 1 Maret 2019,” kata Roy dalam acara konferensi pers di Kuningan, Jakarta, Kamis (28/2/2019). 


Dia menegaskan, membuat kantong plastik menjadi barang dagangan adalah langkah nyata dari peritel modern untuk mengajak masyarakat agar menjadi lebih bijak dalam menggunakan kantong belanja plastik sekaligus menanggulangi dampak negatif lingkungan akibat sampah plastik di Indonesia.

Konsumen yang ingin menggunakan kantong plastik sekali pakai atau kresek akan dikenakan biaya tambahan sebesar minimal Rp 200 per lembarnya.

“Konsumen akan kita sarankan untuk menggunakan tas belanja pakai ulang yang juga disediakan di tiap gerai ritel modern,” tambahnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Menko Darmin Minta PLN Segera Terapkan B20 di Seluruh Pembangkit

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berencana memanggil PT Freeport Indonesia, Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan TNI terkait penggunaan Biodiesel 20 persen (B20). Hal ini untuk mendorong penggunaan B20 tercapai 100 persen.

“Untuk menaikkan ke 100 persen, ya 1 persen itu tidak mudah tapi barangkali kami akan fokus untuk membicarakan satu penggunaan B20 di PLN, di TNI/Polri dan di Freeport. Karena dari dulu yang minta dispensasi beberapa di antaranya adalah mereka,” ujar Darmin di Kantornya, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Untuk PLN memang sebagian sudah menggunakan B20. Namun masih ada beberapa pembangkit yang belum memakai B20. Ke depan, Kementerian ESDM akan melakukan komunikasi dengan PLN mencari solusi penggunaan B20.

“Kalau PLN tidak semuanya beberapa pembangkitnya. Tapi kami akan bicarakan itu ke depan ini secara keseluruhan kami akan persilakan ESDM saja yang ngurusinya. Karena kerja ribetnya sudah selesai,” jelasnya.

Mantan Direktur Jenderal Pajak tersebut menambahkan, hingga kini realisasi penyaluran dan penggunaan B20 sudah mencapai 99 persen. Capaian tersebut menandakan kebijakan B20 berjalan dengan baik.

“Tapi ukuran dari kinerjanya 99 persen itu adalah realisasi dibandingkan dengan seharusnya berapa. Ya, 99 sudahlah itu saja indikatornya, lebih sederhana urusannya. Jadi itu berarti kami sudah boleh mengatakan, B20 sudah berjalan dengan baik,” tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Dalam 2 Bulan, Penyaluran B20 Capai 700 Ribu KL

Sebelumnya, Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mengatakan penyaluran Biodiesel 20 persen (B20) pada Januari hingga Februari 2019 mencapai sekitar 700 ribu Kiloliter (Kl).

“700 ribu Kiloliter Januari hingga Februari,” ujar Paulus usai rapat koordinasi B20 di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Secara keseluruh angka penyaluran B20 ke seluruh wilayah Indonesia pada Januari-Februari telah mencapai 99 persen. Namun, masih ada daerah yang belum terjangkau seperti di Kalimantan. 


“Hanya daerah perbatasan yang memang susah dicapai, Kalimantan ada beberapa yang Pertamina beli dari Malaysia, dari kita sulit tapi kecil sekali. Persentasenya kurang lebih 99 persen ,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) FX Sutijastoto mengatakan, pihaknya telah melapor kepada Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution terkait penyaluran B20.

“Ya pokoknya B20 sukses. Intinya 99 persen dari target B20 penyalurannya. Makanya Pak Menko apresiasi,” jelasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Pakai PLTS di Atap Rumah, Tagihan Listrik Menteri Jonan Berkurang Rp 1,4 Juta per Bulan

Liputan6.com, Jakarta Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di atap bangunan (Rooftop) terbukti menciptakan penghematan. Salah satu buktinya pada rumah dinas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Kepala Biro Umum Kementerian ESDM Endang Sutisna mengatakan, sejak dipasang pada Juli 2018, PLTS atap bangunan di rumah dinas Menteri ESDM menciptakan nilai penghematan hingga Rp 1,4 juta per bulan.

Jika dibandingkan dengan konsumsi listrik pada rumah dinas Menteri ESDM, kontribusi PLTS berada pada nilai 20 persen dari total konsumsi listrik per bulan.

“Untuk penghematannya berkisar dari Rp 1 juta hingga Rp 1,4 juta per bulannya,” ‎kata‎ Endang, dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (1/3/2019).

‎PLTSRooftop yang dipasang rumah dinas di Jalan Denpasar Raya, Kuningan, Jakarta Selatan tersebut berkapasitas sebesar 10 kilo Watt peak(kWp), dengan rata- rata produksi tenaga listrik per bulan pada sepanjang 2018 untuk masing-masing rumah sebesar 5.200 kWh.

Endang menambahkan, penghematan juga terjadi pada rumah dinas Wakil Menteri ESDM di Jalan Brawijaya, dan rumah Sekjen Kementerian ESDM di Jalan Sriwijaya. Kapasitasnya sama, terpasang PLTS Rooftop 10 kWp pada masing-masing rumah dinas tersebut,

“Peghematannya juga sekitar angka tadi (Rp 1 juta hingga Rp 1,4 juta per bulan),” ujarnya.

2 dari 2 halaman

Lokasi lain

Menurut Endang, sejak 2017, lingkungan kantor dan rumah dinas Kementerian ESDM telah menggunakan pembangkit PLTS atap rumah, untuk mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan. Kementerian ESDM tidak hanya bertindak sebagai regulator, tetapi juga sebagai pelopor pemanfaatan tenaga surya.

PLTS ini juga terpasang pada gedung Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM dengan kapasitas 150 kilowatt peak (kWp). Pemanfaatan energi surya itu sudah berjalan selama 26 bulan, tepatnya sejak Januari 2017.

Pada tahun tersebut PLTS berkontribusi sebesar 25 persen dari total konsumsi listrik per bulan, dengan angka penghematan yang diperoleh setiap bulan sebesar Rp 11,5 juta.

Seiring dengan penghematan energi listrik pada gedung kantor dan rumah dinas ESDM dengan menggunakan PLTS Rooftop, semenjak akhir tahun 2018 Kementerian ESDM kembali melanjutkan pemasangan PLTS rooftop tersebut pada rumah dinas Eselon 1 lainnya sebanyak 4 unit, dengan kapasitas 5 kWp sampai dengan 10 kWp.

Ferdy Hasiman Anggap Divestasi Freeport Lewat IPO Bukan Langkah Tepat

Liputan6.com, Jakarta Pernyataan mantan Menteri ESDM, Sudirman Said, yang mengatakan bahwa dirinya menganjurkan agar skema divestasi PT Freeport Indonesia (PTFI) melepas saham melalui pasar modal atau Initial Public Offering (IPO) adalah langkah yang tidak tepat dan cermat. Peneliti Alpha Research Database dan penulis buku Freeport: Bisnis Orang Kuat Vs Kedaulatan Negara, Ferdy Hasiman, mengatakan bahwa mekanisme pelepasan melalui pasar modal tak pernah dianjurkan oleh UU No.4/2009, tentang Mineral dan Batubara.

“Kalau saham Freeport dilepas melalui mekanisme IPO di pasar modal, yang dapat untung hanya pengusaha kaya. Pelaku pasar modal hanya 0,6 persen penduduk Indonesia. Sudah begitu, banyak investor yang beli saham di pasar modal juga adalah investor asing. Itu makanya kalau krisis di Indonesia, ada capital outflow besar-besaran,” ujarnya.

Jika melalui IPO, saham Freeport akan menjadi rebutan antara pengusaha lokal yang memiliki banyak uang dan para politisi. Ferdy memberikan contoh pengalaman pelepasan saham Garuda Indonesia.

Pada IPO saham Garuda, Mantan Bendahara Partai Demokrat, M. Nazarudin, memborong 400 juta saham atau Rp 300 miliar lewat lima perusahaan miliknya. Setelah IPO, salah satu pengusaha kakap mendapat pinjaman Credit Suisse dan memborong 351,6 juta lembar (10 persen saham Garuda Indonesia).

“Fakta ini mau menunjukan bahwa opsi divestasi sahamPTFI melalui IPO bukan solusi cerdas, tetapi solusi instan,” ucap Ferdy. 

Soal perpanjangan kontrak sampai 2041, itu adalah keputusan bisnis. Tanpa ada perpanjangan kontrak, Freeport tidak akan berinvestasi di tambang underground yang mencapai angka 17 miliar dollar AS dan pembangunan smelter tak berjalan.

“Jadi, nalar politik tak akan pernah mempu memahami mengapa pemerintah harus memperjang kontrak Freeport sampai tahun 2041. Mekanisme korporasi yang dilakukan pemerintah untuk mengambil alih saham PTFI adalah langkah paling elegan,” kata Ferdy. 

Pemerintah Indonesia melalui perusahaan Holding Industri Pertambangan Inalum resmi memiliki 51,23 persen persen saham PTFI pada akhir tahun lalu. Pemerintah kemudian menerbitkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dengan catatan, perpanjangan kontrak sampai 2041 wajib membangun smelter tembaga serta jaminan kepastian fiskal dan investasi bagi Freeport.

Perpanjangan kontrak sampai 2041 dianggap masuk akal karena Inalum masih membutuhkan Freeport mengolah tambang underground yang berteknologi dan memiliki infrastruktur canggih. Tambang underground di Grasberg dengan metode block caving menurut para geolog pertambangan memang sangat berisiko tinggi dan membutuhkan dana investasi besar.

Banyak geolog kelas dunia mengatakan, tambang underground di Grasberg tak boleh berhenti. Sekali berhenti, akan meningkat an tegangan dan mengakibatkan runtuhnya terowongan. Itulah mengapa Freeport di tambang underground membangun terowongan bawah tanah sampai ribuan kilometer. Jika proses tambang underground terhenti, maka akan terjadi kerugian besar mencapai 5-10 miliar dollar AS.



(*)

Kementerian ESDM Tegaskan Tambang Emas yang Longsor di Sulut Beroperasi Ilegal

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, tambang emas di Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara yang longsor merupakan tambang ilegal yang dioperasikan masyarakat.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (Biro KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, kegiatan penambangan emas di Bolaang Mongondow Sulawesi Utara berjalan tanpa izin.

“Tambang emas di Sulawesi Utara longsor itu ilegal,” kata Agung, di Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Dia mengaku tiga bulan sebelum peristiwa longsor terjadi instansinya telah melayangkan surat ke pemerintah daerah (pemda) dan keamanan untuk menertibkan penambangan ilegal di wilyah tersebut. Ini karena penertiban ta‎mbang ilegal menjadi wewenang pemda. 

“Tiga bulan lalu Kami sudah megirimkan surat ke pemerintah daerah dan pihak keamanan,” tuturnya.

Agung pun megaku prihatin atas peristiwa tersebut, untuk kedepannya harus ada penertiban yang lebih masif agar perisitwa serupa tidak terulang kembali.

“Saya ucapkan dukacita untuk keluarga korban longsor tambang emas di Sulawesi Utara,”‎ tandasnya.

‎Untuk diketahui, longsor tambang emas di Bolaang Magondow Sulawesi Utara terjadi pada Selasa malam (26/2/2019), dilaporkan ada 60 warga yang tertimbun longsor.

2 dari 2 halaman

Detik-Detik Tambang Emas di Bolaang Mongondow Runtuh

Proses evakuasi terhadap puluhan penambang yang tertimbun longsor di areal Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, Selasa (26/02/2019) masih terus dilakukan. Bagaimana peristiwa itu terjadi?

Kepala Seksi Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong Abdul Muin Paputungan mengungkapkan, peristiwa longsor terjadi di dalam lubang pengambilan material olahan emas ilegal lokasi Busa dalam areal kontrak karya PT JRBM pada Selasa 26 Februari 2019 sekitar pukul 21.00 Wita.

“Saat itu diperkirakan puluhan warga masyarakat sedang berada di dalam lubang untuk mengambil material olahan emas, karena banyaknya warga yang sedang mengambil material olahan emas dengan cara digali dengan menggunakan linggis,” ungkap dia.

Benturan linggis dengan dinding lubang itulah yang kemudian membuat area pertambangan itu ambruk. Warga yang berada di dalamnya tertimpa reruntuhan dinding. Diketahui, lokasi tersebut sejak tahun 2018 dijadikan warga sekitar untuk mengambil material olahan emas secara ilegal.

“Pada saat terjadi longsor diperkirakan terdapat puluhan warga yang sedang berada di dalam lubang untuk mengambil material olahan emas,” ungkap dia.

Runtuhnya dinding lubang tambang itu segera diketahui warga yang berada di luar lubang. Mereka langsung menghubungi warga lainnya untuk meminta bantuan. Proses evakuasi seadanya mulai dilakukan sejak Selasa tengah malam, sebelum datangnya bantuan peralatan yang lebih memadai.

Paputungan menyebutkan, data sementara diperkirakan sebanyak 60 orang lebih tertimbun material longsoran tanah dan bebatuan di lokasi areal tambang rakyat.

Hingga siang ini, sudah berhasil di evakuasi sebanyak 16 orang dengan rincian orang meninggal dunia 2 orang dan 14 orang luka ringan dan berat.

Mimpi Konawe Jadikan Indonesia Penghasil Baja Urutan 4 Dunia

Liputan6.com, Konawe – Kabupaten Konawe bakal turut andil mengusung Indonesia menjadi penghasil baja murni nomor empat terbesar di dunia pada 2020. Posisinya bakal menjadi salah satu sentral di Indonesia bagian timur, selain Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Target besar ini didukung dengan berdirinya PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) yang berdiri sejak tahun 2014 di Wilayah Kecamatan Morosi. Perusahaan asal Tiongkok ini telah berinvestasi sekitar 1 miliar dolar sejak dibangun, atau sekitar Rp 14 triliun.

Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto yang meresmikan fasilitas pengembangan dan pemurnian nikel di wilayah ini menyatakan, harapan pemerintah RI agar bukan saja nikel yang menjadi produksi utama PT VDNI yang berlokasi di Konawe.

“Tahun 2020, Indonesia akan menjadi penghasil stainless steel (baja murni) terbesar keempat, setelah perampungan pabrik dan alat produksi tahun 2019 di wilayah ini,” ujar Airlangga Hartarto, Senin, 25 Februari 2019.

Kata Airlangga, Konawe akan menyusul Kabupaten Morowali di Sulawesi Tengah yang kini sudah memproduksi stainless steel sekitar 3 juta ton per tahun.

“Ditambah PT VDNI Konawe yang bisa memproduksi 3 juta ton, maka Indonesia bisa memproduksi 6 hingga 7 juta ton per tahun,” tambahnya.

Menperin melanjutkan, Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan penjualan nikel ore (nikel mentah) saja, sehingga, harus ada hilirisasi (pemusatan) produksi dalam negeri.

“Jika menjual ore nikel misalnya dengan jumlah 6 juta ton, nilainya sekitar 240 juta dolar. Dibanding dengan memiliki pabrik sendiri dalam negeri, nilai nikel 6 juta ton jika diolah dan dijual bisa bernilai 2 miliar dolar,” ujarnya.

2 dari 2 halaman

PT VDNI Bernilai 14 Triliun

Fasilitas pengembangan, pengolahan, dan pemurnian (smelter) nikel milik PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) yang terletak di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), bernilai Rp 14 triliun.

Pabrik dan fasilitas pendukung seluas 700 hektare, dibangun di atas lahan seluas 2.253 hektare.

Fasilitas smelter dengan luas area 700 hektare ini merupakan salah satu fasilitas pemurnian bijih nikel terbesar di Indonesia, setelah Morowali Sulawesi Tengah.

Perusahaan ini, telah melakukan ekspor perdana mineral hasil olahan (NPI) sebanyak 7.733 metrik ton dengan tujuan Republik Rakyat Tiongkok pada 2017.

Realisasi investasi PT VDNI saat ini meliputi pabrik pengecoran dan peleburan Nickel Pig Iron (NPI) yang memiliki kadar nikel antara 10 hingga 12 persen. Saat ini, VDNI memiliki jumlah produksi 15 tungku Rotary Kiln-Electric Furnance (RKEF).

“Dengan kapasitas produksi, bisa memproduksi 600.000 hingga 800.000 metrik ton nikel per tahun. Jika terus ditingkatkan, akan menjadi smelter terbesar di Indonesia,” ujar Ming Dong Zhu, Dirut PT VDNI.

Saat ini, sudah ada sekitar 6.000 tenaga kerja yang ada di pabrik PT VDNI. Sebagian besar, merupakan tenaga kerja Indonesia yang berasal dari wilayah Sulawesi Tenggara. 

Simak video pilihan berikut ini:

5 Pilihan Minuman yang Perfect Banget untuk Awali Hari

Jakarta – Rasa haus selalu kita rasakan pertama kali saat bangun tidur. Tentu wajar karena kita menghabiskan berjam-jam tanpa asupan air sama sekali, sehingga insting pertama kita saat membuka mata adalah mencari air minum.

Ada beberapa pilihan minuman yang kita minum di pagi hari, seperti susu, air putih dan kopi. Namun saat perut kosong, kopi tidak disarankan untuk diminum, begitu juga minuman ringan, minuman berenergi, atau alkohol.

Berikut 5 pilihan minuman yang lebih menyehatkan untuk bisa kamu minum di pagi hari ini:

1. Coba variasi air putih ‘sehat’

Dua gelas air putih di pagi hari sudah cukup mengeluarkan racun dari dalam tubuh dan menghidrasi tubuh. Namun ada beberapa jenis air putih ‘sehat’ yang bisa kamu coba untuk menambah beberapa vitamin dalam tubuh.

Kamu bisa menambahkan irisan lemon, atau perasan lemon ke dalam gelas air putihmu untuk memberikan tambahan dosis vitamin C harianmu. Atau bisa juga membuat infused water, dengan merendam lemon atau jeruk, timun, dauhn mint dan buah segar lainnya.

Atau kamu juga bisa menambah cuka apel, yang terbukti menurunkan gula darah dan membantu menurunkan bobor serta membunuh bakteri patogen dalam tubuh. Campurkan sesendok teh cuka apel ke dalam segelas air putihmu. Air kelapa segar juga bisa menjadi pilihan untuk tambahan nutrisi, mineral dan antioksidan.

2. Teh hijau

Selain air putih, teh hijau menjadi pilihan yang cukup baik, karena mengandung dosis antioksidan yang tinggi. Yang memiliki banyak manfaat salah satunya untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Banyak studi yang sudah menunjukkan teh hijau tak hanya meningkatkan kadar metabolisme, namun juga membakar lemak.

3. Jus sayur dan buah

Nutrisi yang terdapat dalam sayuran, terutama sayuran berdaun hijau seperti kale dan bayam juga terbukti mendorong level energi kita. Terutama sayuran yang kaya akan zat besi yang membantu menghantarkan oksigen sel-sel dan melawan rasa lelah.

Jika tak tertarik dengan jus sayuran, kamu juga bisa mencoba jus buah. Salah satunya adalah goji berry yang kaya vitamin, antioksidan dan 8 asam amino esensial. Beberapa studi juga mengungkapkan bahwa goji berry meningkatkan energi, performa atletik, fokus mental yang lebih baik dan mengurangi stres plus rasa lelah.

4. Teh jahe

Jahe kerap dijadikan obat untuk masalah perut, sehingga meminumnya di pagi hari bisa meredakan rasa sakit di perut yang tidak nyaman, mual, muntah dan diare. Kamu bisa meminum teh dengan mencelupkan jahe yang sudah digeprek atau diparut dan tunggu selama lima menit.

5. Smoothie

Smoothie sering dijadikan piliha minuman yang sekaligus berfungsi sebagai sarapan ringkas. Tak perlu menambahkan susu jika tak ingin, kamu bisa mengkombinasikan tomat dengan teh hijau atau memilih bahan-bahan kaya serat, vitamin dan protein.

(frp/up)

Tudingan SS Soal Freeport untuk Jokowi

Jakarta – Divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali ramai diperbincangkan publik. Itu tak lain karena kritik yang dilontarkan oleh eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.

Mantan pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kini satu barisan dengan calon presiden (capres) Prabowo Subianto itu mengumbar cerita miring soal pertemuan Jokowi dengan James Robert (Jim Bob) Moffett pada 6 Oktober 2015 silam. Jim Moffett saat itu masih menjabat sebagai Executive Chairman Freeport McMoRan, induk PTFI.

Sudirman menilai pertemuan antara Jokowi-Moffett itu bukanlah pertemuan normal layaknya pertemuan biasa. Sebab menurutnya, pertemuan antara Jokowi dan Moffett ini membuat divestasi saham PTFI itu tak sepenuhnya menguntungkan Indonesia.

Tak hanya itu, Sudirman juga menilai sikap Jokowi berubah-ubah terkait Freeport. Berikut berita selengkapnya dirangkum detikFinance: (ang/ang)

Sudirman Said Kritik Sikap Jokowi soal Freeport, TKN Buka Suara

Jakarta – Eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyatakan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berubah-ubah soal divestasi PT Freeport Indonesia. Dia mengatakan, di awal pemerintahan Jokowi ingin agar diputuskan secara cepat.

Lalu, Sudirman bilang Jokowi ingin jangan buru-buru. Kemudian, Jokowi tiba-tiba ingin jangan ada komitmen apapun. Menanggapi itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Johnny G Plate mempertanyakan apa yang salah dari sikap Jokowi.

“Kalau bilang cepat bagus nggak, kalau bilang hati-hati bagus nggak, kalau bilang jangan ada kepentingan kelompok bagus nggak? Apa salahnya?,” kata Johnny kepada detikFinance, Senin (25/2/2019).


Dia mengatakan, tanpa seorang pemimpin yang kuat dan konsisten seperti Jokowi, akuisisi tidak berjalan lancar. Sebab itu, dia mengapresiasi langkah-langkah yang telah ditempuh Jokowi.

“Tanpa seorang pemimpin yang kuat yang konsisten, yang mempunyai leverage internasional, divestasi seperti itu nggak bisa lancar, dan Pak Jokowi menjalani dan melaksanakan dengan baik untuk kepentingan bangsa dan negara,” paparnya.

Johnny pun enggan mengomentari Sudirman Said lebih jauh. Menurutnya, Sudirman bukan calon presiden (capres) sehingga buang-buang waktu.

“Saya nggak mau komentari Sudirman Said, karena Sudirman Said bukan capres nggak guna buang-buang waktu komentari dia,” ujar politikus Partai Nasdem itu.

Terlebih, dia bilang, kebijakan yang dia tempuh saat menjabat Menteri ESDM belum tentu akan sesukses seperti sekarang ini.

“Apalagi komentar Sudirman Said hanya sepenggal saja yang belum tentu kebijakan yang dia pakai dulu atau di zaman dia sama dengan sekarang. Karena apa, menurut Jonan (Menteri ESDM) dia mengawali semuanya dengan baru dan cepat,” terangnya.

“Saya memberikan apresiasi Pak Jokowi, dibantu para menteri terkait divestasi itu di antaranya Pak Jonan, Bu Sri Mulyani, dan Ibu Rini Soemarno, pasti ada tim dan orang ahli di dalamnya,” sambungnya.

Sebelumnya dalam sebuah wawancara khusus dengan detikcom, Kamis (21/2/2019) Sudirman menyatakan kebijakan Jokowi soal Freeport berubah-ubah.

“Di awal pemerintahan beliau mengatakan cepat diputuskan, cepat diputuskan. Tapi pada satu titik mengatakan nggak ada komitmen, jangan dulu, jangan buru-buru. Hati-hati, begitu. Terus suatu ketika kita sedang berunding, tiba-tiba, ‘sudah jangan ada komitmen apapun’,” kata Sudirman.

“Makanya kaget, tiba-tiba beliau menerima yang bersangkutan kemudian perintahnya buatkan surat. Jadi memang kami sebagai pelaksana kebijakan atau yang menavigate di lapangan itu memang harus pandai-pandai membaca, sebetulnya maunya apa,” sambungnya. (hns/hns)

Menteri ESDM Targetkan 3.000 MW Pembangkit Listrik Rampung 2019

Liputan6.com, Cilacap – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan menargetkan, sekitar 3.000 Mega Watt (MW) proyek pembangkit listrik baru yang akan selesai dan beroperasi (commercial operation date/COD) pada 2019.

Dia mengatakan, target itu sejalan dengan program proyek 35 ribu Mega Watt (MW) penyediaan listrik di seluruh Indonesia yang rencana rampung 2026.

“Program 35 ribu MW itu adalah program peningkatan kapasitas pembangkit yang akan kita selesaikan kira-kira sampai 2026. Tergantung dari prediksi pertumbuhan ekonomi yang dikonversikan menjadi prediksi permintaan tambahan tenaga listrik,” urai dia di Cilacap, Jawa Tengah, Senin (25/2/2019).

Pada 2019, dia menambahkan, bakal ada tambahan antara 2.500 sampai 3 ribu MW pembangkit baru yang mau dioperasikan. Adapun Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam waktu dekat ini baru saja meresmikan PLTU Cilacap Ekspansi Tahap I yang memiliki kapasitas 1×660 MW.

Sedangkan dalam waktu dekat, akan ada satu pembangkit listrik lain di wilayah sama yang bakal segera dioperasikan, yakni PLTU Cilacap Ekspansi Tahap II dengan kapasitas 1×1.000 MW.

“Tahun ini kira-kira ada sekitar 2.500-3 ribu MW (pembangkit baru). Salah satunya PLTU yang 1.000 MW ini,” tutur dia.

Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero) Amir Rosidin meneruskan, akan ada dua PLTU lainnya di Banten yang direncanakan beroperasi 2019, yaitu PLTU Jawa 7 dan PLTU Lontar.

“Selain yang akan operasi di Cilacap, kemudian di Jawa 7 (2.000 MW) di Banten dan yang di Lontar (450 MW) juga akan operasi di tahun ini,” ujar dia.

2 dari 2 halaman

Pasokan Listrik RI Bertambah 4.000 MW pada 2019

Sebelumnya, PT PLN (Persero) mencatat pasokan listrik Indonesia akan bertambah sebesar 4.000 Mega Watt (MW) pada 2019. Dengan beroperasinya pembangkit bagian dari program 35 ribu Mega Watt (MW).

Direktur Perencanaan Korporat PLN, Syofvi Felienty Roekman mengatakan, tambahan pasokan listrik sebesar 4 ribu MW, berasal dari pembangkit yang beroperasi pada 2019, di antaranya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar dengan kapasitas 315 Mega Watt (MW).

Kemudian Jawa 7 Unit 1 dan Cilacap Unit 1 dengan total kepasitas ‎2300 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Tanjung Priok, Grati dan Muara Karang. 

Selain itu, juga ada pembangkit yang menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan total kapasitas 780 MW. Terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga Air‎ (PLTA) Jatiede dan Raja Mandala.

“Kurang lebih 4 ribu. Bagian dari 35 ribu MW, yang besar batu bara,” kata Syofvi, di Jakarta, Kamis 21 Februari 2019.

Syofvi menuturkan, jumlah tambahan pasokan listrik dari pembangkit program 35 ribu MW lebih besar pada 2019, dibanding tahun lalu sebesar 2 ribuan MW. Sedangkan total kapasitas pembangkit 35 ribu MW yang telah beroperasi sampai 2018 sekitar 10 ribu MW.

“2000-an lebih. Total empat tahun 2015-2018 sekitar 10 ribu MW tapi size-nya kecil-kecil,” tutur dia.

Syofvi menilai, pembangkit listrik tersebut dipercepat pengoperasianya beberapa bulan. Mayoritas pembangkit yang beroperasi terletak di Pulau Jawa. Hal ini untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik di wilayah tersebut .

‎”Jawa pertumbuhan 2018 jauh lebih dari 2016 bagus sekitar 4 persen lebih, nasional 5,15 itu konsumsi listrik, tahun ini lebih dari 6 persen,”‎ kata dia.


 Saksikan video pilihan di bawah ini: