Mengenal Naila Novaranti, Pelatih Terjun Payung Militer di 46 Negara

Liputan6.com, Jakarta – Menyambut hari Kartini pada 21 April nanti, saat ini banyak perempuan yang meuyukai olahraga berat dan ekstrem serta memacu adrenalin. Beberapa di antara mereka bahkan mampu mengharumkan Tanah Air atas prestasi mereka dalam olahraga tersebut.

Salah satu nama yang muncul adalah Naila Novaranti. Ia adalah seorang pelatih terjun payung. Bukan sekadar pelatih, dia melatih terjun payung militer untuk 46 negara! 

Karena itu, namanya mulai muncul ke permukaan dan dikenal banyak negara, bukan hanya di Indonesia. Padahal, dia mengaku tak mencari ketenaran. Dia hanya fokus untuk keluarga dan bekerja dengan sebaik-baiknya.

Naila sendiri sudah menaklukan enam benua di dunia dengan aksi terjun payung tahun ini ia siap menaklukan satu benua lagi yaitu benua Antartika. Benua Antartika adalah benua ketujuh yang bakal ditaklukan Naila yang rencananya akan dilakukannya pada Desember 2019 mendatang.

Bila hal tersebut berhasil dilakukan Naila, maka ia adalah penerjun payung perempuan pertama dan orang Indonesia pertama yang bisa menaklukan 7 benua di dunia.

Menurut Naila hal ini sebuah prestasi dan merupakan ambisinya untuk menaklukan tujuh benua di dunia dengan olahraga terjun payung. Dan merupakan sebuah tantangan buat perempuan berusia 38 tahun ini menaklukan benua terakhir di dunia ini.

Benua Antartika menurut Naila adalah medan yang tersulit, sejak ia berhasil menaklukan gunung Everest pada November tahun lalu. Diakui Naila karena cuaca di benua Antartika membuat keberangkatannya ke sana. Perjalanan perempuan tangguh ini sempat tertunda dikarenakan cuaca ekstrem yang tidak menentu di sana.

Militer Sudan Tahan Presiden Omar al-Bashir Setelah Berkuasa 3 Dekade

Khartoum

Kementerian Pertahanan Sudan membenarkan bahwa pihak militer telah menahan Presiden Omar al-Bashir. Sebelumnya berbagai media lokal sudah memberitakan perebutan kekuasaan yang dilakukan militer Sudan terhadap pemerintahan Omar al-Bashir. Sumber-sumber dari kalangan pemerintahan mengatakan, sekarang militer sedang menyiapkan sebuah Dewan Transisi.

Menteri produksi dan sumber daya ekonomi di Darfur Utara, Adel Mahjoub Hussein, mengatakan kepada TV al-Hadath yang berbasis di Dubai, kepresidenan Bashir telah berakhir dan konsultasi pembentukan dewan militer yang berkuasa sedang berlangsung.

Kantor berita Reuters mengutip sumber-sumber yang tidak disebut namanya di Sudan dan memberitakan, Bashir yang kini berusia 75 tahun saat ini berada di rumah dinas kepresidenan di bawah “penjagaan ketat”. Sumber lain mengatakan Bashir berada di bawah tahanan rumah bersama dengan “sejumlah pemimpin kelompok Ikhwanul Muslimin”.

Aksi protes sebelumnya meluas

Sebelumnya aksi protes sudah meluas di Sudan menentang kekuasaan otoriter Presiden Omar al-Bashir, yang hingga kini merupakan buron Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag karena kejahatan dan genosida yang terjadi selama konflik di Darfur.

Awal minggu ini beberapa negara, antara lain Inggris, AS dan Norwegia, menyerukan kepada pemerintah Sudan agar mendengarkan tuntutan para demonstran.

Aksi protes sempat menjadi viral ketika seorang jurnalis dan aktivis muda perempuan naik ke sebuah mobil dan berpidato. Video dan foto-fotonya menyebar dengan cepat di media sosial dan dilihat jutaan orang. Alaa Salah, 22 tahun, mengatakan, dia ingin berbicara kepada muda untuk menentang rasisme dan tribalisme.

“Setiap kali massa menyambut dengan teriakan ‘Thawra’ (‘revolusi’), saya jadi makin semangat,” kata Alaa Salah kepada stasiun siaran CNN. “Kami perlu dukungan internasional, agar orang bisa tahu apa yang terjadi dan memahami tuntutan kami”, tandasnya.

Ribuan orang selama beberapa hari terakhir berbondong-bondong menggelar aksi protes di pusat kota Khartoum dan meneriakkan slogan-slogan anti Bashir.

Nasib Omar al-Bashir belum jelas

Masih belum jelas bagaimana nasib Omar al-Bashir selanjutnya. Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag sejak dulu sudah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap al-Bashir atas tuduhan genosida di wilayah Darfur yang dimulai pada tahun 2003 dan menyebabkan kematian sekitar 300.000 orang.

Omar al-Bashir sendiri adalah anggota militer yang tahun 1989 melakukan kudeta tak berdarah dan naik ke puncak kekuasaan. Dia menjadi sosok kontroversial karena di satu pihak mampu mengamankan situasi yang kacau, namun di lain pihak memerintah dengan tangan besi. Amerika Serikat sejak 1993 memasukkan pemerintahan Bashir ke dalam daftar pendukung terorisme karena tuduhan menyembunyikan para militan Islam yang terlibat terorisme.

Aksi protes massal mulai meluas sejak bulan Desember lalu, dipicu oleh kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga roti. Bentrokan keras antara demonstran dan aparat keamanan yang ingin membubarkan mereka sempat terjadi hari Selasa (9/4). Setidaknya 11 orang tewas, termasuk enam anggota angkatan bersenjata, kata polisi.

hp/vlz (rtr, afp, ap)


(ita/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

30 Tahun Berkuasa, Presiden Sudan Omar al-Bashir Dimakzulkan Militer

Liputan6.com, Kairo – Militer Sudan mengatakan mereka telah menggulingkan presiden negara ini, Omar al-Bashir, pada Kamis kemarin, 11 April 2019, di tengah protes berdarah yang semakin meningkat selama 30 tahun pemerintahannya.

Dijatuhkannya al-Bashir dari kekuasaan terjadi setelah lebih dari seminggu protes di Aljazair pecah. Para pengunjuk rasa kala itu, yang diperkirakan berjumlah puluhan ribu, memaksa pengunduran diri al-Bashir yang didukung oleh militer Sudan sekaligus presiden Aljazair, Abdelaziz Bouteflika.

Mereka berkumpul di sebuah tempat di luar markas militer di pusat Khartoum, ibu kota, selama hampir satu minggu.

Namun para demonstran pro-demokrasi kian tersulut emosi dan kecewa besar ketika menteri pertahanan mengumumkan bahwa angkatan bersenjata akan memerintah Sudan untuk dua tahun ke depan.

Pengkoordinator demo di Sudan dengan cepat mengecam tentara dan bersumpah untuk melanjutkan aksi turun ke jalan sampai pemerintah transisi sipil terbentuk.

Setelah pengumuman yang ditayangkan di televisi tentang penangkapan al-Bashir oleh Menteri Pertahanan Awad Mohammed ibn Ouf –yang kini berada di bawah sanksi Amerika Serikat terkait dengan kekejaman dalam konflik di Darfur– terlihat kerumunan massa yang berteriak kesal, “Orang pertama sudah jatuh, begitu pula nanti orang kedua.”

Beberapa bahkan ada yang melontarkan, “Mereka mengambil pencuri dan membawa masuk pencuri lainnya!” demikian seperti dikutip dari TIME, Jumat (12/4/2019).

Ibn Ouf menekankan, dewan militer yang nanti dibentuk terdiri dari jajaran tentara, badan intelijen dan aparat keamanan. Ketiga ini akan memerintah hanya selama dua tahun. Setelah itu, pemilihan umum yang bebas dan adil bakal diselenggarakan.

Dia juga mengumumkan bahwa militer telah menangguhkan konstitusi, membubarkan pemerintah, menyatakan keadaan darurat selama tiga bulan, menutup perbatasan negara dan wilayah udara, serta memberlakukan jam malam selama satu bulan.

Al-Bashir, yang keberadaannya kini tidak diketahui, menjadi kepala negara Sudan pada periode 1989-1993 dan presiden Sudan sejak tahun 1993 sampai tahun ini.

Selama menjabat, ia didukung oleh militer dan garis keras Islamis. Diduga, al-Bashir secara brutal terus menindas setiap oposisi, sambil memonopoli ekonomi melalui pengusaha sekutu.

Selama tiga dasawarsa memegang kendali di Sudan, ia pun membiarkan pemisahan diri Sudan Selatan pasaperang bertahun-tahun. 

Selain itu, nama al-Bashir kian ‘harum’ lantaran memerintahkan penumpasan pemberontak di wilayah Darfur yang membuatnya menjadi ejekan internasional, orang yang paling dicari dengan tuduhan genosida.

Administratif Donald Trump menargetkan pemerintah al-Bashir berulang kali dengan sanksi dan serangan udara atas dukungannya terhadap kelompok-kelompok militan Islam.

Presiden Taiwan: AS Terus Beri Dukungan pada Pengembangan Militer Kami

Liputan6.com, Washington DC – Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir Taiwan dan Amerika Serikat telah membuat kemajuan yang signifikan dalam sejumlah kerja sama militer dan pertahanan.

“Dalam urusan keamanan, Taiwan Relations Act (TRA) menetapkan kerangka kerja untuk tidak hanya memberikan senjata kepada Taiwan dengan karakter defensif,” jelas Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dalam kunjungannya ke AS di hadapan tiga lembaga think tank.

Sejumlah lembaga tersebut adalah Center for Strategic and International Studies (CSIS), The Brookings Institution Center for Scholars, dan The Woodrow Wilson International pada 9 April 2019 waktu AS.

“Kerja sama antara kedua negara terus memenuhi semangat TRA yang dibentuk 40 tahun silam. Penjualan senjata yang stabil telah diumumkan oleh pemerintah AS. Amerika Serikat pun terus mendukung pengembangan kapabilitas asli yang kami bangun di sini,” jelas Tsai.

Dalam kesempatan itu, Presiden Tsai juga menjelaskan bahwa Taiwan telah meningkatkan anggaran pertahanan di masa mendatang.

“Selama dua tahun terakhir, Taiwan telah meningkatkan anggaran pertahanan. Dana ini akan digunakan untuk strategi, teknik, dan kemampuan yang membuat kekuatan tempur kita lebih gesit serta mampu bertahan,” jelas Tsai.

“Kami melakukan investasi ini bukan karena kami mengejar konfrontasi. Justru sebaliknya. Tujuan kami adalah untuk menjunjung tinggi semangat Undang-Undang Hubungan Taiwan (TRA) untuk perdamaian abadi di Selat Taiwan,” tambahnya.

Meski begitu, Presiden Tsai menekankan bahwa itu semua tidak terjadi apabila ada paksaan dan agresi yang diterima oleh Taiwan.

Pemilu Israel Digelar, Netanyahu Bertarung Melawan Eks Kepala Militer

Tel Aviv – Pemilihan umum digelar hari ini di Israel untuk memilih perdana menteri (PM) baru di negara Yahudi tersebut. Warga Israel akan memutuskan apakah akan tetap memilih petahana PM Benjamin Netanyahu meski dijerat berbagai tuduhan korupsi atau menggantinya dengan seorang bekas kepala militer yang baru di dunia politik.

Bekas kepala militer Benny Gantz (59) menantang Netanyahu dengan membangga-banggakan kredensial keamanannya serta berjanji akan memperbaiki kerusakan yang menurutnya, telah ditimbulkan akibat politik perpecahan yang dilakukan Netanyahu.

Sementara Netanyahu berjanji akan menganeksasi wilayah-wilayah permukiman di Tepi Barat jika dirinya kembali terpilih sebagai PM.

Saat kampanyenya, Netanyahu juga kerap menekankan pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan mengakui kedaulatan Israel atas Lembah Golan.

“Siapa lagi yang bisa melakukan ini? Siapa yang bisa melakukan ini. Ayoklah jujur,” ujar Netanyahu dalam wawancara dengan situs berita lokal, Arutz Sheva. dan dilansir kantor berita AFP, Selasa (9/4/2019).

Jika Netanyahu memenangi pemilu ini, dia bisa mengalahkan David Ben-Gurion sebagai PM Israel yang paling lama menjabat. Netanyahu telah menjadi PM Israel selama lebih dari 13 tahun.

Namun jika dia menang, dia pun terancam untuk menjadi PM Israel pertama yang divonis saat masih menjabat. Jaksa Agung Israel telah mengumumkan bahwa dirinya akan mendakwa Netanyahu akan penyuapan, penggelapan dan pelanggaran kepercayaan. Netanyahu tidak diharuskan mundur jika terbukti bersalah, kecuali jika dia telah melakukan banding dan tetap dinyatakan bersalah.
(ita/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Laut China Selatan Tegang, 3 Kapal Militer Rusia Tiba di Filipina

Manila – Tiga kapal militer Rusia telah tiba dan berlabuh di perairan Filipina. Kedatangan tiga kapal Rusia ini merupakan ‘kunjungan niat baik’ di tengah meningkatnya ketegangan yang menyelimuti Laut China Selatan.

Dilaporkan Philippine News Agency dan dilansir CNN, Selasa (9/4/2019), dua kapal penghancur bernama Admiral Tributs dan Vinogradov dan satu kapal tanker bernama Admiral Irkut berlabuh di Manila pada Senin (8/4) pagi waktu setempat.

Kapal penghancur Rusia itu disebut sebagai ‘kapal antikapal selam berukuran besar’, sedangkan kapal tankernya disebut sebagai ‘kapal tanker laut berukuran besar’.

Dalam pernyataannya, Kepala Misi Rusia, Kapten Sergey Alantiev, menyebut ‘kunjungan niat baik’ selama lima hari ini bertujuan meningkatkan kerja sama Angkatan Laut dengan Filipina. “Tujuan utama (dari kunjungan ini) adalah meningkatkan kerja sama Angkatan Laut kita,” sebutnya seperti dilansir Philippine News Agency.

Di sisi lain, bagi pemerintah Filipina, kehadiran kapal militer Rusia menunjukkan upaya berkelanjutan untuk memperkuat hubungan antara kedua negara.

“Ini akan meningkatkan dan mempertahankan perdamaian, stabilitas dan kerja sama maritim. Kami mengharapkan untuk memperkuat hubungan bilateral ini ke level selanjutnya,” ucap Kapten Constancio Arturo Reyes Jr, perwakilan Flag Office in Command Filipina.

Ini merupakan kedua kalinya dalam tahun 2019 ini, kapal-kapal Rusia berlabuh di Filipina. Kunjungan terbaru kapal-kapal militer Rusia ini terjadi beberapa bulan sebelum kedua negara menandatangani perjanjian kerja sama Angkatan Laut. Perjanjian yang kemungkinan akan ditandatangani pada Juli mendatang itu, dilaporkan memuat lebih banyak latihan gabungan dan kunjungan balasan.

Diketahui bahwa hubungan Rusia dan China semakin dekat dalam beberapa tahun terakhir. Kedua negara menggelar latihan militer gabungan dan menandatangani kesepakatan ekonomi, bahkan kedua negara mengklaim hubungan mereka tengah ada pada ‘level terbaik dalam sejarah’.

Kunjungan kapal-kapal Rusia pada Senin (8/4) waktu setempat, terjadi di saat Filipina dan AS menggelar latihan militer gabungan Balikatan yang akan berlangsung hingga 12 April mendatang. Latihan gabungan Balikatan melibatkan lebih dari 7.500 tentara, sejumlah jet tempur siluman F-35B dan melibatkan latihan tembakan sungguhan serta operasi amfibi.

Terlepas dari itu, kunjungan kapal Rusia ini terjadi saat ketegangan semakin meningkat di Laut China Selatan. Beberapa waktu lalu, pemerintah Filipina menyebut ratusan kapal China, termasuk kapal militer, berlayar di dekat Pulau Thitu yang ada di gugusan kepulauan Spratly di Laut China Selatan yang menjadi sengketa.

Presiden Rodrigo Duterte telah memperingatkan China untuk menjauhi Pulau Thitu. Duterte bahkan mengancam akan melancarkan aksi militer jika China mengabaikan peringatannya itu.

(nvc/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pakistan Tuduh India Siapkan Serangan Militer Baru

Hubungan yang telah tegang antara kedua negara memburuk tahun ini ketika gerilyawan yang berbasis di Pakistan menewaskan puluhan tentara India di Kashmir yang dikelola India.

India merespons dengan serangan udara di wilayah Pakistan dan segera setelahnya, Pakistan menembak jatuh sebuah jet India.

Serangan udara pada Februari di Garis Kontrol (LoC) yang membagi wilayah India dan Pakistan di Kashmir adalah yang pertama sejak perang pada tahun 1971.

Kedua negara yang memiliki senjata nuklir mengklaim semua Kashmir yang mayoritas Muslim, tetapi hanya menguasai sebagian saja.

Di sisi lain, India akan melaksanakan pemilu akhir tahun ini, dan penentang Perdana Menteri Narendra Modi menuduh dia menggunakan ketegangan dengan Pakistan untuk meningkatkan dukungan bagi partainya. Partai BJP yang dipimpin Modi membantah keras tudingan itu.

Pakistan menahan puluhan tersangka militan setelah serangan Kashmir, termasuk kerabat Masood Azhar, pendiri kelompok yang mengklaim serangan itu.

Tuduhan serangan India datang pada hari yang sama ketika Pakistan membebaskan 100 orang gelombang pertama dari total sekitar 360 tahanan India. Ke-100 orang yang dibebaskan pada hari Minggu sebagian besar adalah nelayan yang tersesat di perairan Pakistan.

Kerja Sama Militer, TNI AD Latihan Bersama ‘Elang Strike’ di Pakistan

Jakarta – TNI mengirimkan 23 personel ke Pakistan dalam rangka kerja sama militer. Dikirimnya personel TNI tersebut untuk latihan bersama dengan angkatan darat Pakistan yang diberi nama Elang Strike 2019.

“Dalam kesempatan tersebut Atase Pertahanan (Athan) RI untuk Pakistan Kolonel Kav Dody Muhtar Taufik menyampaikan TNI Angkatan Darat telah mengirimkan 20 personel dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan 3 personel observer TNI AD ke Pakistan dalam rangka melaksanakan Latma TNI Angkatan Darat dengan Angkatan Darat Pakistan dengan nama Elang Strike 2019,” kata Kabidpeninter Puspen TNI Kolonel Laut (KH) Agus Cahyono, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/4/2019).

Athan RI untuk Pakistan Kolonel Kav Dody Muhtar Taufik, seperti disampaikan Agus mengatakan,latihan bersama ini merupakan awal dari kerjasama yang baik antara Indonesia dan Pakistan. Bukan hanya untuk kepentingan militer angkatan darat, namun juga untuk persahabatan kedua negara yang lebih luas.

Latihan militer itu berlangsung di Pusat Latihan National Counter Terrorism Center (NCTC) di Pabbi, Pakistan. Latihan bersama ini sudah berlangsung sejak 25 Maret lalu. Disampaikan Agus, latihan bersama tentara RI dan Pakistan ini baru yang pertama kali dilaksanakan.

“Kolonel Kav Dody Muhtar Taufik menyampaikan latihan bersama Elang Strike 2019 yang memiliki makna burung yang kuat dan fokus terhadap sasaran yang diselenggarakan selama sembilan hari mulai 25 Maret 2019. Latma TNI Angkatan Darat dengan Angkatan Darat Pakistan ini dilaksanakan untuk yang pertama kali,” jelasnya.

Latihan bersama tentara RI dan Pakistan.Latihan bersama tentara RI dan Pakistan. Foto: dok. Puspen TNI

Kolonel Dody, kata Agus, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pejabat Angkatan Darat Pakistan atas sambutan dan pelayanan yang baik terhadap seluruh personel militer Indonesia selama melaksanakan kegiatan latihan bersama di Pakistan.

Sementara itu, pada upacara penutupan latihan bersama Elang Strike, Komandan Korps I (Punjab) Letjen Nadeem Zaqi, menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa bangga kepada seluruh personel TNI AD dan Angkatan Darat Pakistan yang telah berhasil melaksanakan latihan bersama dengan baik. Latihan ini merupakan latihan bersama yang pertama kalinya diselenggarakan antara kedua Angkatan Darat kedua Negara.

Letjen Nadeem menilai bahwa pasukan Kopassus Indonesia memiliki mental dan kemampuan atau profesionalisme yang sangat bagus dan mampu beradaptasi dengan cepat dihadapkan dengan material atau perlengkapan per orangan dan bahasa yang berbeda.

“Diharapkan bahwa kegiatan latihan bersama ini dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan profesionalisme kedua Angkatan Darat dan dapat ditingkatkan kembali di masa mendatang,” kata Letjen Nadeem.

Hadir dalam kegiatan penutupan Latma tersebut antara lain Mayjen Ghulam Jaffar (Komandan Jenderal Divisi Infanteri 34), Brigjen Ahmad Fawad (Komandan Brigade 340), Brigjen Rizwan Malik (Komandan NCTC) dan Mayjen Adnan (Komandan Jenderal Divisi 6 Armour/Tank). Sedangkan dari Indonesia Athan RI untuk Pakistan Kolonel Kav Dody Muhtar Taufik, perwira Letkol Inf Nyoman Yudhana dari Staf Operasi Angkatan Darat, dan Letkol Inf Raden Yoga dari Kopassus.

(idn/abw)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dinilai Lemah Prabowo, Begini Peringkat Militer RI yang Ada di Atas Israel

Dinilai Lemah Prabowo, Begini Peringkat Militer RI yang Ada di Atas Israel Foto ilustrasi: TNI AD menang AASAM 2018. (Dok Pen Kostrad)

JakartaPrabowo Subianto menilai pertahanan Republik Indonesia lemah karena kurang anggaran. Namun lembaga pemeringkat kekuatan militer dunia ini menilai kekuatan militer Indonesia mengungguli Israel.

Lembaga itu adalah GPF (Global Firepower). Mereka mempertimbangkan 55 faktor individual untuk menentukan skor daftar kekuatan (PowerIndeks/PwrIndx). Mereka menyatakan, formula yang mereka gunakan memungkinkan bangsa yang lebih kecill namun punya teknologi canggih bisa bersaing dengan negara yang kurang berkembang.

Dilansir dari situs GFP, Senin (1/4/2019), mereka memberi catatan soal pemeringkatan berjudul ‘2019 Military Strength Ranking (BETA)‘ ini. Ranking tidak semata-mata bersandar pada jumlah alat persenjataan suatu negara, namun juga berfokus pada keragaman persenjataan.

Cadangan senjata nuklir tidak dipertimbangkan, namun dugaan terhadap kepemilikan nuklir akan dihitung sebagai bonus. Status suatu negara sebagai Dunia Pertama, Dunia Kedua, dan Dunia Ketiga menjadi faktor pertimbangan. Faktor geografis, fleksibilitas logistik, sumber daya alam, dan industri lokal berpengaruh terhadap ranking final.
Total sumber daya manusia menjadi pertimbangan kunci dalam pemeringkatan ini. Negara yang terkurung daratan (land-locked) tidak akan dihitung kekurangan angkatan laut. Kekuatan angkatan laut dihitung dari keragaman aset yang tersedia. Keanggotaan NATO dihitung sebagai bonus. Stabilitas dan kesehatan finansial suatu negara tak ikut dipertimbangkan. Kepemimpinan militer saat ini tidak ikut dipertimbangkan juga.

Dinilai Lemah Prabowo, Begini Peringkat Militer RI yang Ada di Atas IsraelGarda Revolusi Iran (BBC World)

Skala dalam skor adalah 0,0000 untuk yang tertinggi. Semakin besar angkanya maka semakin lemah pula kekuatan militer suatu negara. Ada 137 negara yang disurvei. Berikut adalah 20 di antaranya:

1. AS
2. Rusia
3. China
4. India
5. Prancis
6. Jepang
7. Korea Selatan
8. Inggris (UK)
9. Turki
10. Jerman
11. Italia
12. Mesir
13. Brazil
14. Iran
15. Indonesia
16. Israel
17. Pakistan
18. Korea Utara
19. Australia
20. Spanyol

Jokowi: Militer Kita Terkuat di ASEAN, Jangan Ada yang Meremehkan TNI

Liputan6.com, Jakarta – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi menegaskan, jangan sampai ada seorang pun meremehkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) karena TNI merupakan kekuatan besar Indonesia di ASEAN, bahkan di Asia.

“Perlu saya sampaikan, karena di debat semalam saya sudah sampaikan, saya percaya seratus persen dengan TNI kita. Jadi jangan ada sekali lagi yang remehkan TNI kita. Setuju tidak?” kata Jokowi di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (31/3/2019).

Jokowi menyampaikan hal itu dalam kampanye terbuka yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Mufidah Jusuf Kallah, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, dan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir.

“Kita harus menjaga negara sebesar Indonesia ini. Karena itu kita punya kekuatan besar yang kita miliki, yang tadi malam saya sampaikan bahwa TNI-Polri Indonesia adalah kekuatan besar,” ungkap Jokowi.

Menurut Jokowi, ia perlu menyampaikan hal itu karena pada debat capres keempat pada Sabtu malam yang mengangkat tema ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan serta hubungan internasional, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah kritik mengenai pertahanan keamanan Indonesia.

“Karena di debat semalam saya sudah sampaikan, saya percaya seratus persen dengan TNI kita. Karena kekuatan TNI kita nomor satu di ASEAN, jangan sampai ada yang remehkan TNI kita. Setuju tidak? Yang setuju tunjuk Jari. TNI kita kekuatannya nomor 5 di Asia, artinya TNI kita ini kuat sekali,” tegas Jokowi.