Remaja Palestina Tewas Ditembak Israel di Gaza

Gaza City – Seorang remaja asal Palestina tewas tertembak pihak Israel dalam bentrokan di perbatasan Gaza. Yussef al-Daya (14) tertembak di bagian dada.

Dilansir dari AFP, Sabtu (23/2/2019), peristiwa ini juga mengakibatkan 30 warga Palestina lainnya terluka ditembak Israel. Dalam laporan yang disampaikan tentara Israel, ada sekitar 8.000 warga Palestina yang berdemonstrasi di sepanjang titik perbatasan Gaza.

Para pengunjuk rasa membakar ban dan melemparkan granat, alat pembakar dan batu ke arah tentara Israel, kata seorang juru bicara militer kepada AFP. Pasukan Israel “merespons dengan cara anti huru hara dan menembak sesuai dengan prosedur operasional,”.
Setidaknya 251 warga Palestina tewas tertembak Israel sejak Maret 2018, mayoritas ditembak selama protes perbatasan mingguan dan yang lainnya terkena tembakan tank atau serangan udara. Dua tentara Israel tewas dalam periode yang sama.
Israel telah berperang tiga kali dengan penguasa Islamis Gaza, Hamas sejak 2008 dan daerah kantong itu berada di bawah blokade yang melumpuhkan selama lebih dari satu dekade.
(dkp/dkp)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Asops Panglima TNI Tinjau CALFEX Cobra Gold 2019 di Thailand

Sukhothai – Asops Panglima TNI Mayjen Ganip Warsito meninjau the Combined Arm Live Fire Exercise (CALFEX) sebagai bagian dari latihan Cobra Gold 2019 yang melibatkan 29 negara peserta, termasuk Indonesia. CALFEX Cobra Gold 2019 ini dihelat di Thailand.

“Pada Latihan Cobra Gold 2019, TNI mengikutsertakan 51 orang personel dengan rincian 1 Perwira pada Senior Leadership Seminar (SLS), 33 perwira pada Staff Exercise (STAFFEX), 2 perwira pada Table Top Exercise Humanitarian Asistant and Disaster Relief (TTX HADR), 7 peterjun dan 3 Sniper pada CALFEX dan 5 Personel pada Engineering Civic Action Program (ENCAP),” ujar Kabidpeninter Puspen TNI Kolonel Laut (KH) Agus Cahyono dalam keterangannya, Jumat (22/2/2019).

Mayjen Ganip di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa latihan ini sangat bermanfaat bagi personel TNI yang terlibat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan wawasan internasional guna menunjang pelaksanaan tugas ke depan.

“Selanjutnya Asops Panglima TNI juga menyampaikan bahwa lingkungan strategis di kawasan Asia-Pasifik penuh dinamika yang berdampak pada timbulnya benturan-benturan kepentingan antar negara,” ujar Agus.

Agus menambahkan, kehadiran Mayjen Ganip di Thailand atas undangan Panglima Angkatan Bersenjata Thailand, Jenderal Pornpipaat Benyasri untuk menyaksikan secara langsung jalannya latihan bersama dengan para pejabat Angkatan Bersenjata antara lain Korea Selatan, Singapura, Jepang, dan Malaysia.

“Dengan keikutsertaan TNI dalam kegiatan berskala Internasional akan berdampak positif bagi kesiapan TNI menghadapi militer di kawasan regional dan mendukung diplomasi Indonesia di forum-forum internasional,” terang Agus.
(dkp/eva)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jaga Sektor Maritim, Menko Luhut Ingin Alutsista RI Baru dan Buatan Dalam Negeri

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, dalam menjaga kawasan laut Indonesia membutuhkan pertahanan yang kuat. Salah satunya meningkatkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang berkualitas.

“Perlu peningkatan kuantitas dan kualitas alutsista (kita) enggak mau bekas, maunya baru dan bahkan kalau bisa dibuat di dalam negeri cukup dari dalam negeri saja,” kata dia dalam seri kuliah Diplomasi Maritim Indonesia, di Auditorium Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Selain peningkatan alutsista, kualitas sumber daya manusia juga perlu ditingkatkan. Jadi bonus demografi yang akan datang dapat berdampak baik pada penguatan pertahanan dan ekonomi Indonesia. 

“Kualitas sumber daya manusia itu juga jadi hal yang sangat penting,” kata dia.

Sementara itu, terkait dengan pesawat berteknologi tinggi, Luhut Binsar Pandjaitan mengakui Indonesia masih membutuhkan kerja sama dengan negara luar.  Misalkan pembuatan pesawat jet misalnya, Indonesia masih menggandeng Korea Selatan.

“Pesawat Jet itu sedang kerja sama dengan Korea Selatan, itu sedang dikembangkan sehingga nanti ke depan kita bisa bikin sendiri. Kalau kapal laut, saya kira kita sudah bisa buat, waktu itu saya lihat di Surabaya ada yang buat,” kata dia.


Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Pemerintah Tambah Anggaran Alutsista Jadi Rp 75 Triliun

Sebelumnya, Pemerintah berjanji akan memperkuat sistem persenjataan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Salah satu caranya dengan menambah anggaran untuk alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang selama ini terbilang rendah.

Ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto dalam konfrensi pers 4 Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis  25 Oktober 2018.

“Anggaran alutsista tahun 2015 ada Rp 40 triliun, tahun 2019 akan jadi Rp 75 triliun,” kata Wiranto.

Menurut mantan Ketua Umum Partai Hanura ini, penambahan anggaran untuk penguatan alutsista sangat penting. Sebab, alutsista merupakan alat pertahanan kedaulatan negara dari serangan luar.

Apalagi, lanjut dia, belakangan ini ancaman dari luar mulai terjadi.

“Ini penting, bargaining position. Kalau gertak-gertakan, kita jangan kalah gertak,” ujar dia.

Selain menambah anggaran alutsista, pemerintah berencana menambah Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Saat ini, tercatat baru ada 7 PLBN di sejumlah titik di Tanah Air.

“Tahun depan ditambah 11 PLBN. Ini perkuat pertahanan,” tandasnya.

Perlu diketahui, pada tahun 2015 anggaran yang dialokasikan untuk TNI sebesar Rp 106 triliun. Namun, hanya Rp 40 triliun saja yang dianggarkan untuk pengadaan alutsista.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Untung Rugi Jadi Tuan Rumah Pertemuan Donald Trump dan Kim Jong-un

Liputan6.com, Singapura – Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Korea Utara Donald Trump akan berlangsung pada 27-28 Februari di Hanoi, Vietnam.

Sejumlah pihak menerka-nerka apa keuntungan dan kerugian yang didapatkan oleh sang tuan rumah dalam pertemuan dua negara yang memegang posisi strategis dalam bidang keamanan internasional tersebut –mengingat Korea Utara selalu identik sebagai sumber ancaman.

Analisis untung rugi sangat mudah dilakukan dengan berkaca pada pertemuan Trump dan Jong-un di Singapura pada tahun lalu.

Sebagian pihak pernah ingin mengetahui siapakah yang membayar hotel mahal bagi kedua pemimpin dan pengawalnya, serta fasilitas lain yang dibutuhkan.

Permasalahan Pembiayaan

Masalah utama menjelang KTT Singapura yang berlangsung pada 12 Juni 2018 lalu adalah keamanan yang menghabiskan banyak uang –sebagian tentu ditanggung oleh negara tuan rumah.

Perlindungan termasuk dalam aspek fisik kedua pemimpin dan keamanan lokasi. Temasuk di dalamnya adalah tempat pertemuan hingga hotel.

Selain itu, dibutuhkan pula pengendalian terhadap kerumunan yang dapat mengganggu kenyamanan warga negara tuan rumah, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera pada Jumat (22/2/2019). Alhasil dibutuhkan penghalang jalan, pengalihan rute, dan penundaan sejumlah transportasi komersil.

Penundaan dan pembatasan berlaku pula bagi pesawat udara komersil, mengingat tuan rumah harus memberikan jalan bagi patroli militer di wilayah negaranya.

Armada militer angkatan laut dan darat juga harus disiagakan.

Untuk fasilitas-fasilitas tersebut, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pernah mengatakan bahwa ia berharap negara itu akan menghabiskan hanya sekitar US$ 14,8 juta.

Nyatanya, pascapertemuan diketahui bahwa sebagai tuan rumah Singapura hanya menghabiskan uang sekitar US$ 11,8 juta.

Adapun harga bagi hotel yang digunakan oleh Kim Jong-un disinyalir berkisar US$ 7.400 per malam. Fantastis.

Sedangkan Trump dikabarkan membayar dengan cara yang sering dipraktikkan AS untuk acara-acara bilateral yang diselenggarakan oleh pihak ketiga.

Kritik kemudian datang ketika Jong-un didampingi dua menteri pemerintah Singapura mengamati pemandangan sekitar kasino dan resor Marina Bay Sands yang mewah.


Simak pula video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Keuntungan Tuan Rumah

Meskipun telah mengeluarkan cukup banyak dana, bukan berarti tuan rumah merugi. Ahli pemasaran mengatakan bahwa Singapura berpotensi mendapatkan berkali-kali lipat dari total biaya yang telah ia keluarkan.

Hal itu berkaitan dengan sektor wisata dan sektor lain yang akan mendapatkan keuntungan karena citra positif yang diterima dari publik internasional.

Jason Tan, dari perusahaan komunikasi Zenith Singapore menyatakan bahwa berkat pertemuan Singapura telah mendapatkan satu minggu penuh liputan dan sorotan kamera.

Hal itu menurutnya sangat baik untuk menumbuhkan citra positif sebagai negara.

Sementara itu, Vu Minh Khuong, seorang profesor di Sekolah Kebijakan Publik Lee Kuan Yew di National University of Singapore mengatakan bahwa keuntungan lain berada pada bidang kepentingan strategis nasional. Singapura akan terlihat memiliki relasi kuasa yang tinggi dalam panggung internasional.

“Tuan rumah meningkatkan posisi strategisnya sebagai tempat pilihan untuk acara yang sangat penting dan menampilkan kepada dunia bahwa negaranya adalah entitas yang berperan dalam menciptakan dunia yang lebih baik,” katanya.

Gabung Militer Suriah Tanpa Izin, Seorang Tentara Swiss Diadili

Liputan6.com, Bern – Johan Cosar (37), salah seorang anggota tentara Swiss tengah menghadapi pengadilan pidana militer di negaranya.

Ia dituduh melakukan pelanggaran berupa bergabung dengan pasukan asing tanpa komando dari otoritas militer ataupun izin dari pemerintah Swiss.

Dalam pengadilan bulan ini, Cosar dibela oleh keluarga dan para simpatisan. Mereka membawa spanduk bertuliskan “memerangi Negara Islam (ISIS) bukanlah kejahatan,” sebagaimana dikutip dari BBC News pada Kamis (22/2/2019).

Cosar dituduh bergabung dengan pasukan militer Suriah, dalam penyerangan melawan ISIS. Ia merasa berbagi penderitaan dengan kelompok militer di Suriah, mengingat kakek dan neneknya berasal dari anggota komunitas Kristen Suriah.

Cosar berangkat ke Suriah beberapa waktu lalu sebagai jurnalis lepas, meskipun sebelumnya telah mendapatkan pengalaman di institusi militer Swiss.

Sesampainya di Damaskus, ia melihat kelompok Suriah Islam menekan komunitas Kristen. Cosar merasa tidak memiliki pilihan lain kecuali membantu mereka.

Ia kemudian berperan mendirikan Dewan Militer di Suriah. Dalam institusi itu ia melatih para prajurit dengan keterampilan yang ia dapatkan selama menjadi tentara di Swiss. Ia juga mendirikan pos pemeriksaan, serta klimaksnya menjadi pemimpin bagi 500 personel untuk sebuah pertempuran.

Karena tindakan tersebut, Cosar merasa bahwa dirinya layak mendapatkan “medali” penghargaan alih-alih disidang. Ia mengklaim dirinya telah ambil bagian dalam aksi memerangi terorisme.

Menanggapi pernyataan Cosar dan pengacaranya, hakim mengatakan bahwa vonis terhadap Cosar akan diberikan paling cepat pada Jumat 22 Februari 2019.


Simak pula video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Hukum Pidana Militer Swiss

Cosar ditangkap di Swiss baru-baru ini, karena dianggap melanggar hukum pidana militer.

Perlu diketahui bahwa hukum pidana militer Swiss sangat berbeda dari negara yang lain, mengingat terdapat unsur historis di dalamnya.

Hukum pidana militer melarang warga negara Swiss untuk berjuang bagi negara asing tanpa perintah atau izin pemerintah.

Hal itu mengingat dalam sejarahnya, banyak rakyat menyanggupi bekerja untuk militer Spanyol, Belanda, Inggris, bahkan Napoleon. Kontribusi warga negara dalam perang tidaklah bersifat nasionalistis melainkan untuk kepentingan tertentu, tak terkecuali komersil.

Hukum tersebut diberlakukan sejak Swiss mendeklarasikan diri sebagai negara netral. Saat ini, satu-satunya pasukan Swiss yang sah di luar negeri adalah Garda Papal Swiss di Roma.

22-2-2011: Jerit Histeris Warga Saat Gempa Porak Poranda Satu Kota di Selandia Baru

Liputan6.com, Christchurch – Gempa magnitudo 6,3 mengguncang Christchurch, Selandia Baru pada 22 Januari 2011 pukul 12.51 waktu setempat. Tepat pada jam makan siang, di mana kebanyakan warga sedang berada di jalanan kota saat itu.

Meski tak sekuat lindu berkekuatan 7,1 yang mengguncang pada 4 September 2010, gempa kali itu terjadi pada garis patahan dangkal di daratan yang berada dekat dengan kota. Kedalamannya hanya 5 kilometer, sehingga guncangannya pun sangat merusak.

Lebih dari 130 orang tewas akibat runtuhnya gedung Canterbury Television dan Pyne Gould Corporation. Puing dan bata yang berjatuhan menewaskan 11 orang yang berada di dekatnya.

Teriakan histeris juga terdengar dari reruntuhan bangunan. Pejabat mengatakan teriakan itu milik sekitar 30 orang yang terperangkap di Gedung Pyne Gould Guinness yang telah hancur.

Sementara delapan manusia lain meninggal dunia ketika tembok yang runtuh menimpa dua bus yang sedang melaju.

Kendaraan itu hancur oleh bangunan yang ambruk secara tiba-tiba. Semburat api juga terlihat keluar dari puing kendaraan.

Helikopter pembawa air segera diterjunkan. Mereka mengguyur api dengan air dari dekat atap sebuah rumah, sebagaimana dikutip dari BBC News pada Kamis (21/2/2019).

Tebing batu juga ambrol di area Sumner dan Redcliffs, batu-batu besar berjatuhan di Port Hills, lima orang terbunuh karenanya. Total korban gempa dilaporkan mencapai 185 orang.

Gempa juga merubuhkan sejumlah bangunan yang rusak akibat gempa pada September 2010, terutama gedung-gedung tua. Sejumlah bangunan warisan bersejarah mengalami kerusakan parah, termasuk Provincial Council Chambers, Lyttelton’s Timeball Station, Anglican Christchurch Cathedral dan Catholic Cathedral of the Blessed Sacrament.

Seperti dikutip dari nzhistory.govt.nz, lebih dari setengah bangunan di kawasan pusat bisnis di Christchurch Selandia Baru rusak, termasuk bangunan tertinggi di kota tersebut, Hotel Grand Chancellor.

Situasi kacau pasca-gempa, para penyintas yang syok terlihat lalu-lalang di jalan penuh puing. Mereka mondar-mandir melintasi jalanan retak yang terbuka saat tanah di bawahnya longsor akibat gempa.

Di waktu yang sama, gempa juga menyebabkan pecahnya pipa air di jalanan bagian timur laut Bexley, daerah suburban tepi barat Sungai Avon, Selandia Baru. Bertepatan dengan hujan, sontak terjadilah banjir di lokasi tersebut.


Simak pula video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Kesaksian Korban Selamat

Seorang warga bernama Rhys Taylor selamat dari kejadian nahas dan berhasil mengambil video di Oxford Terrace. Lokasi itu berada dekat dengan tempat kejadian, tepatnya 50 meter dari rumah sakit utama kota.

“Mobil digunakan untuk ambulans, mengangkut yang terluka,” kata Taylor memberi kesaksian.

Tidak seberuntung Rhys Taylor, Anne Voss tak bisa bergerak. Ia terperangkap di bawah meja di dalam sebuah gedung. Tanpa berpikir panjang, ia menghubungi Saluran Tujuh Australia melalui telepon genggamnya. Beruntung, panggilan itu diangkat.

Voss menuturkan keadaannya kepada penerima panggilan.

Ia sebut dirinya sudah tidak lagi tahan, ingin segera keluar. Selain gelap, ia merasa tanah di bawahnya telah basah oleh darah. Cairan itu keluar dari tubuhnya. Ia benar-benar merasakan penderitaan.

“Dan ini mengerikan!,” kata Voss sambil mengerang kesakitan, mengiba untuk sebuah pertolongan.

Pelajar Jepang Turut Jadi Korban

Tidak hanya warga lokal, belasan pelajar asal Jepang turut dilaporkan hilang. Ternyata, mereka terjabak di dalam puing-puing bangunan.

Saksi mata lari berdatangan, membantu dengan tangan kosong mencoba membebaskan. Tampak beberapa orang menyusul, membawa tandu. Dengan sigap, tandu digunakan untuk mengangkat korban. Miris, alat pengangkut itu tampak seperti terendam darah.

Sebagian pelajar Negeri Sakura berhasil keluar dengan merangkak. Beberapa yang lain diselamatkan dengan tali yang diturunkan dari menara sebuah bangunan.

Sementara itu, tak jauh dari lokasi tempat evakuasi pelajar Jepang, gempa menyebabkan 30 juta ton massa es bergeser dari gletser terbesar di Selandia Baru. Sebuah gunung es raksasa terbentuk saat Gletser Tasman di Taman Nasional Aorak pecah, melemparkan es dari danau yang beku.

Wali Kota Bob Parker segera memberikan tanggapan atas bencana luar biasa yang terjadi.

“Ini adalah korban yang sangat mengerikan di kota kami,” katanya.

Tak ketinggalan, Perdana Menteri John Key turut berbicara. Ia sebut tragedi itu sebagai “kehancuran total,” sambil mengajak orang-orangnya bekerja cepat, demi menemukan lebih banyak korban selamat.

Sementara itu, pada tanggal yang sama pada tahun 1825, Rusia dan Inggris menetapkan batas Alaska dan Kanada. Masih di tanggal yang sama, pada tahun 1967, sejumlah 25.000 tentara AS dan Vietnam Selatan meluncurkan operasi melawan Viet Cong. Operasi militer itu disebut sebagai serangan terbesar sejak Perang Dunia II.

5 Bintang K-Pop yang Dikenal Memiliki Gaya Stylish dan Menonjol

Liputan6.com, Jakarta Industri musik Korea Selatan atau K-Pop selalu menawarkan keunikan di bidang fashion. Itu bisa terlihat di setiap penampilan, konser atau video musik yang dirilis. Outfit yang dikenakan biasanya selalu bervariasi sesuai dengan konsep lagu atau video musik yang diusung oleh setiap artisnya.

Selebriti Korea Selatan tidak melulu dikenal stylish karena penampilannya ketika tampil di atas panggung. Saat beraktivitas sehari-hari pun, para bintang K-Pop ini juga selalu memastikan agar pakaian mereka terkesan cocok dan bisa dipadukan dengan pakaian lainnya.

Mereka juga tak jarang mendapatkan tawaran iklan dan undangan menghadiri peragaan busana dari beberapa merek fashion ternama di dunia. Dilansir dari star2.com, ada lima selebriti K-Pop yang dinilai memiliki gaya paling stylish dan menonjol.

1. G-Dragon Big Bang

Pemimpin grup Big Bang ini pantas mendapatkan gelar ikon fashion di dunia K-Pop walaupun saat ini ia sedang menjalani wajib militer. Pria bernama asli Kwon Jiyong ini bahkan diumumkan sebagai duta Chanel pada 2017. G-Dragon dikenal dengan gaya berpakaiannya yang bervariasi, mulai dari gaya streetwear yang penuh warna hingga gaya gentleman yang rapi.

Selain Chanel, beberapa nama tersohor di dunia fashion seperti mendiang Karl Lagerfeld dan Giuseppe Zanotti pernah bekerja sama dengan bintang K-Pop ini. Keunggulannya di bidang ini membuat G-Dragon memiliki label busananya sendiri, yaitu PeaceMinusOne.

2 dari 3 halaman

Jennie Blackpink dan V

2. Jennie Blackpink

Jennie tidak hanya memiliki suara yang bagus dan kemahiran dalam menari, tetapi ia juga menjadi artis K-Pop favorit dalam hal berbusana. Anggota Blackpink kelahiran 1996 dikenal selalu memadukan gaya streetwear dengan pakaian bermerek high-end.

Dilansir dari soompi.com, Jennie selalu mengunggah foto-foto yang berhubungan dengan fashion dalam kesehariannya atau saat melakukan pemotretan iklan dari merek desainer ternama.

3. V BTS

Boyband Bangtan Sonyeondan (BTS) dikenal juga berkat outfit-nya yang penuh gaya, terutama V yang terlihat menonjol dari semua anggotanya. Gayanya terlihat preppy dengan sedikit paduan streetwear dalam pakaiannya.

Pemilik nama asli Kim Taehyung ini pernah memadukan pakaian yang bercorak, terutama floral atau kotak-kotak dengan warna yang berani. Salah satunya, ia pernah memakai mantel bercorak harimau dengan topi baret berwarna merah.

3 dari 3 halaman

Kai dan Sunmi

4. Kai EXO

Penampilan mantan kekasih Jennie ini terkesan klasik. Tetapi, ia tidak ragu untuk bereksperimen dalam hal padu padan pakaiannya. Saat acara Gucci Resort 2019, ia memadukan jas beraksen kotak-kotak kecilnya dengan topi berhiaskan kristal di pinggirannya.

Walaupun sering tampil dalam balutan t-shirt dan sepatu sneakers, Kai sangat menyukai jas. Penampilannya ketika menggunakan outerwear seperti jas atau jaket selalu membuatnya menarik.

5. Sunmi eks-Wonder Girl

Artis yang kini berkarir sebagai penyanyi solo ini memiliki gaya yang eklektik. Sama seperti Jennie, Sunmi suka memadukan pakaian high-end dengan gaya jalanan yang membuatnya terlihat feminin dan edgy dalam gaya yang bersamaan.

Contohnya, ia pernah memakai jaket dengan dress dan sepatu boot. Penampilan mantan personel Wonder Girl tersebut membuatnya nyaman sekaligus elegan dalam waktu yang bersamaan. (Esther Novita Inochi)

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Sebut Semua Bintang K-Pop Serupa, Pemerintah Korea Selatan Dihujani Kritik

Liputan6.com, Seoul – Sebuah pedoman pemerintah Korea Selatan, yang ditujukan untuk mempromosikan lebih banyak keanekaragaman pada K-pop, resmi ditarik setelah para kritikus menudingnya sebagai penyensoran negara atas industri yang sedang booming.

Pedoman yang dikeluarkan pekan lalu oleh kementerian kesetaraan gender dan keluarga, mengeluhkan bintang-bintang K-pop tampak terlalu mirip satu sama lain, dan mengatakan bahwa “keseragaman di antara penyanyi adalah masalah serius”.

Dikutip dari The Guardian pada Rabu (20/2/2019), kementerian itu juga menyebut bahwa sebagian besar bintang K-Pop bertubuh kurus, mengenakan tata rias identik, dan pakaian minim yang mengekspos lekuk tubuh.

Namun, paragraf yang paling banyak menuai kritik adalah tentang rencana pembatasan jumlah penyanyi K-Pop yang muncul di televisi Korea Selatan, karena khawatir penampilan serupa dapat mempromosikan standar kecantikan yang tidak realistis.

“Apakah penyanyi di acara TV menunjukkan musik yang serupa? Mereka serius terlihat identik. Sebagian besar adalah anggota grup idola,” kata pedoman itu, sebagaimana dikutip oleh Korea Times.

“Kebanyakan dari mereka bertubuh kurus dan memiliki gaya rambut, tata rias serupa, dan pakaian yang memperlihatkan terlalu banyak anggota tubuh mereka,” lanjutnya mengkritik.

Di lain pihak, sebuah petisi diajukan kepada pemerintah Korea Selatan, yang menyerukan penghapusan kementerian terkait, dengan alasan bahwa mereka berusaha menyensor “bagaimana bintang pop wanita terlihat”, lapor situs Korea Joonang Daily.

Petisi mengatakan kementerian tersebut sedang “membangunkan masa (diktator) Chun Doo-hwan, dimulai dengan sensor internet dan sekarang melakukan penyensoran”.

Perbandingan dengan diktator tersebut, yang memerintah Korea Selatan pada periode 1980-1988, juga digaungkan oleh politikus oposisi, termasuk Ha Tae-keung dari partai oposisi kecil Bareunmirae, lapor Korea Times.

“Kementerian jender mengatakan idola K-pop tidak boleh tam[il bersama di televisi, karena mereka semua kurus dan cantik dengan kulit pucat,” tulisnya di Facebook.

“Apa perbedaan antara ini dan tindakan keras pada rambut panjang dan aturan rok selama kediktatoran militer Chun Doo-hwan?” lanjutnya mengkritik.


Simak video pilihan berikut: 


2 dari 2 halaman

Bertujuan Membatasi Dampak Negatif

Pemerintah Korea Selatan mengatakan pedoman terkait bersifat tidak wajib, tetapi ditujukan untuk mengatasi dampak negatif dari standar kecantikan yang tidak realistis.

Namun setelah kritik meluas, kementerian jender mengatakan pada hari Selasa, bahwa pihaknya akan menarik pedoman itu, karena “menyebabkan kebingungan yang tidak perlu”.

Kementerian itu mengklaim tidak memiliki niat atau wewenang untuk mengontrol produksi televisi, melainkan hanya mencoba untuk “mencegah pengaruh buruh media, yang diakses oleh dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari”.

Korea Selatan terkenal dengan industri bedah kosmetiknya, di mana sebanyak sepertiga wanita muda di negara itu, diyakini telah menjalani prosedur itu.

Meski begitu, sejak tahun lalu, beberapa kelompok wanita di sana memuai gerakan media sosial yang bereaksi terhadap buaya kecantikan yang berkembang sangat pesat, dan menyarankan kaum Hawa lepas dari kertegantungan kosmetik hingga operasi bedah plastik.

Gerakan itu, yang disebut Escape the Corset, mengajak para wanita Korea unuk mengunggah swafoto tanpa tata rias, sebagai pemberontakan melawan norma kecantikan.

Serangan di Sinak Papua, Tewaskan 7 Anggota TNI pada 2013

Liputan6.com, Jakarta – Kamis 21 Februari 2013 meninggalkan duka mendalam bagi jajaran TNI. Tujuh anggota mereka tewas dalam serangan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Tanggulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua.

Sejarah Hari Ini (Sahrini) Liputan6.com merangkum, kisah pilu ini bermula saat 10 anggota Koramil Sinak Kodim 1714/Puncak Jaya akan menuju Bandara Sinak untuk mengambil radio kiriman dari Nabire. Namun, di tengah jalan, rombongan militer ini diadang gerombolan KKB. Baku tembak pun tak terelakkan. Nahas, tujuh anggota TNI gugur dalam peristiwa tersebut. Mereka adalah Sertu Ramadhan, Sertu M Udin, Sertu Frans, Sertu Edi, Praka Jojon, Praka Wemprik dan Pratu Mustofa.

Kemenko Polhukam saat itu, Djoko Suyanto langsung memerintahkan jajaran aparat keamanan di Papua, baik Kodam XVII/Cenderawasih, Polda Papua dan aparat intelijen untuk menangkap pelakunya.

Namun, kondisi geografis Papua dengan hutan yang lebat, gunung-gunung, tebing yang curam, serta tidak adanya jalur transportasi menjadi kendala aparat keamanan melakukan pengejaran.

Djoko menyakini pelaku penyerangan adalah kelompok Murib yang kerap beraksi di wilayah tersebut.

Serangan yang menewaskan tujuh anggota TNI tersebut hanya berselang satu jam dari serangan serupa di Papua.

Pos Satgas TNI di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, diserbu kelompok bersenjata. Akibatnya satu anggota TNI bernama Pratu Wahyu Bowo tewas. Dia meregang nyawa meningal akibat luka tembak pada dada dan leher.

Satu korban lain yang mengalami luka bernama Lettu Inf Reza (Danpos Satgas) mengalami luka tembak pada lengan kiri.

2 dari 3 halaman

Terburuk Sejak 2006

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengakui serangan yang menewaskan total 8 anggota TNI tersebut,  merupakan yang terburuk. Sebab, jumlah korban mencapai belasan orang. Selain 8 anggota TNI, serangan di dua tempat di Papua itu juga menewaskan 4 warga sipil.

“Kalau dari data 2006, ini bisa dibilang terburuk. Saya enggak tahu persis, tapi dari data yang ada selama ini cuma satu dua. Saya kira ini terburuklah dari beberapa tahun lah,” kata Agus di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat 22 Februari 2013.

Agus mengaku belum mengetahui jenis senjata yang digunakan kelompok bersenjata tersebut. 

“Belum terima laporan jenis senjata, tapi bisa-bisa M-16 juga itu, tapi saya belum berani ngomong ya, karena peluru dan sebagainya belum diperiksa,” lanjutnya.

Agus menerangkan Tingginambut, yang berjarak 20 Km dari Kota Mulia, Puncak Jaya merupakan daerah r awan. Di daerah itu terdapat markas kelompok bersenjata.

Daerah lainnya, Sinak, Puncak, Papua juga tak kalah rawan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kadis KLHK Aceh Bicara Lahan Prabowo, TKN: Eks Panglima Linge Bilang Sebaliknya

Jakarta – Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, Syahrial, menyebut PT Tusam Hutani Lestari diambil alih Prabowo Subianto saat Indonesia dalam kondisi krisis moneter dan dia menyatakan Prabowo sebagai pahlawan. Apa kata Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin?

“Soal pengakuan Kepala Dinas LHK Aceh ya boleh-boleh saja seperti itu walaupun ada juga yang mengatakan waktu dari kombatan eks Panglima Linge Aceh yang justru mengatakan sebaliknya,” kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Kamis (21/2/2019).

Ace menegaskan pihaknya tidak mempersoalkan penguasaan lahan Prabowo jika sudah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ace lalu mengungkit soal waktu penguasaan lahan di Aceh oleh Prabowo.
“Namun kita harus jujur bahwa penguasaan lahan di Aceh tersebut oleh Pak Prabowo terjadi di saat negara kita sudah mulai pulih dari krisis moneter. Setahu saya krisis moneter itu terjadi pada saat 1998, di saat Pak Prabowo masih aktif sebagai militer dan setelah itu diberhentikan,” ucap Ace.

“Saat pemulihan krisis moneter Pak Prabowo waktu itu ke Yordania hingga akhirnya kembali ke Tanah Air untuk aktif kembali sebagai politisi dan ikut konvensi Partai Golkar,” imbuhnya.

Politikus Partai Golkar itu menegaskan penguasaan lahan oleh Prabowo bukan suatu persoalan. Namun, Ace menyoroti apa yang disebutnya sebagai inkonsistensi pernyataan dari Prabowo.

“Bagi saya sekali lagi bukan itu letak persoalannya. Namun menyangkut dua hal. Pertama soal inkonsistensi. Teriak-teriak penguasaan lahan yang tidak merata dan dikuasai oleh orang kaya selalu dilontarkan kubu Prabowo, dalam debat tersebut ternyata terungkap bahwa ada HGU yang luas itu dikuasai Prabowo,” sebut Ace.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu menegaskan fakta Prabowo menguasai lahan di Aceh menunjukkan suatu sikap paradoks. “Ini semakin menunjukkan sikap paradoks seorang Prabowo. Di satu sisi sering berkata atas nama rakyat yang kesulitan mendapatkan lahan akibat makin terbatasnya lahan sebagaimana kritiknya dalam debat tersebut. Tetapi pada kenyataannya terjadi penguasaan lahan yang sangat luas yang dikuasai oleh dirinya,” sebut Ace.

Sebelumnya diberitakan, Syahrial mengungkapkan soal pengambilalihan PT Tusam Hutani Lestari oleh Prabowo. Syahrial menyebut perusahaan itu diambil alih Prabowo saat krisis moneter.

Selain itu, terkait perizinan, lahan yang dimiliki Prabowo disebut tidak bermasalah.

“Pada saat itu, mereka punya tunggakan kepada negara atas pinjaman dana reboisasi. Jadi, saat krisis moneter, aset-aset utang itu diperhitungkan semua. Jadi perusahaan kala itu mungkin diambil alih oleh Prabowo,” kata Syahrial.
(gbr/fdu)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>