Induk Usaha Media Milik Bakrie Rugi Rp 1,1 T

Jakarta – PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) telah melaporkan kinerja keuangannya sepanjang 2018. Hasilnya perusahaan mengalami kerugian.

Melansir dari keterbukaan informasia, Selasa (23/4/2019), perusahaan induk dari media-media milik Keluarga Bakrie ini tercatat mengalami rugi bersih sebesar Rp 1,1 triliun. Catatan itu berbanding terbalik dengan 2017, VIVA masih bisa bukukan laba Rp 151,6 miliar.

Dari sisi pendapatan usaha perusahaan mengalami penurunan dari 2017 Rp 2,7 triliun menjadi Rp 2,4 triliun. Sementara total beban usaha mengalami pembengkakan dari Rp 2 triliun menjadi Rp 2,3 triliun.


Laba usaha perusahaan pun tercatat turun jauh dari Rp 706 miliar menjadi Rp 57 miliar. Di tambah perusahaan juga mengalami pembengkakan beban lain-lain menjadi Rp 1,14 triliun.

Sehingga perusahaan mengalami rugi sebelum beban pajak penghasilan sebesar Rp 1 triliun. Berbanding terbalik dari 2017 yang positif Rp 305,4 miliar.

Dari sisi total aset perusahaan hingga akhir 2018 mencapai Rp 8 triliun, meningkat dibandingkan posisi akhir 2017 sebesar Rp 7,73 triliun.

Sementara untuk total liabilitas VIVA juga naik, dari Rp 4,9 triliun di 2017 menjadi Rp 6,3 triliun di 2018. (das/zlf)

KPU Jaktim: Mobil Berstiker KPU di Digital Print Bukan Milik Kami

KPU Jaktim: Mobil Berstiker KPU di Digital Print Bukan Milik Kami Foto: Mobil berstiker KPU di ruko digital print (Screenshot video viral)

Jakarta – Keberadaan sebuah mobil boks berstiker KPU yang parkir di depan ruko digital print di Condet, Jakarta Timur jadi viral. KPUD Jakarta Timur (Jaktim) menegaskan mobil itu bukan milik pihaknya.

“Kami tidak merasa memiliki mobil itu,” kata Ketua KPUD Jaktim, Wage Wardana saat dikonfirmasi, Senin (22/4/2019).

Wage belum bisa menjelaskan lebih lanjut soal mobil boks tersebut. Dia akan lebih dahulu mengecek ke lokasi.

“Saya belum bisa jelaskan, saya lagi ke TKP,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Kramat Jati, Kompol Nurdin AR, mengatakan mobil yang terparkir itu sempat menerima pesanan percetakan dari KPU. Tapi, kemudian stikernya belum dilepas.

“Jadi mobil itu mendapat orderan dari KPU sebelum tanggal 16 itu, macam-macam, tinta macam-macam gitu, dan dipasang stiker KPU. Itu sudah selesai, orangnya emang pulang itu,” kata Kompol Nurdin saat dihubungi terpisah.

Sebelumnya dalam video yang viral, seseorang menyebut keberadaan mobil boks berstiker KPU yang terparkir di ruko digital print tersebut sebagai indikasi kecurangan. Orang itu juga menyebut ada barang bukti di lokasi. Namun, polisi menepisnya.

“Tidak benar itu, karena itu emang kantornya dia ya terserahlah. Cuma persoalannya belum membuka stiker KPU,” ujar Kompol Nurdin.

Bawaslu DKI telah mengetahui video yang viral tersebut. Bawaslu masih mengecek ke lokasi dan melakukan investigasi.

“Bawaslu DKI divisi penindakan terkait hal tersebut meminta Bawaslu Kota Jaktim untuk investigasi dan penelusuran di Condet,” kata Komisioner Bawaslu DKI, Puadi.
(imk/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kalah Hitung Cepat, Saham Saratoga Milik Sandi Bak Roller Coaster

Jakarta – Pilpres telah dilakukan. Meski hasil perhitungan manual KPU belum keluar, namun sudah banyak bertebaran hasil hitung cepat yang dikeluarkan berbagai lembaga survei.

Seluruh hasil hitung lembaga survei menunjukkan kemenangan bagi pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin.

Hasil itu sepertinya cukup mempengaruhi beberapa saham secara spesifik. Terlebih bagi saham-saham yang berkaitan bagi orang-orang penting di kedua belah kubu.

Seperti saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) yang pada perdagangan kemarin anjlok cukup dalam. Jika dilihat sepanjang pemilu saham SRTG cukup fluktuatif. Berikut ringkasan beritanya di detikFinance. (das/ara)

Saham Saratoga Milik Sandiaga Uno Tumbang Usai Pilpres 2019

Liputan6.com, Jakarta – Saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) merosot sepanjang sesi pertama perdagangan saham Kamis (18/4/2019). Tekanan terhadap saham SRTG ini terjadi usai pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2019.

Berdasarkan data RTI, saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk dibuka turun 10 poin ke posisi Rp 3.830 per saham dari penutupan perdagangan Selasa di posisi Rp 3.840 per saham.

Pada sesi pertama, saham SRTG tergelincir 3,91 persen ke posisi Rp 3.690 per saham. Saham SRTG sempat berada di level tertinggi Rp 3.840 dan terendah Rp 3.400 per saham.

Total frekuensi perdagangan saham 208 kali dengan nilai transaksi Rp 282,9 juta. Pada pekan lalu sebelum Pemilu 2019, saham SRTG naik tipis 0,80 persen pada periode 8-12 April 2019. Saham SRTG menguat ke posisi Rp 3.760 per saham. Nilai transaksi harian saham Rp 59,6 miliar.

Adapun tekanan terhadap saham Saratoga ini terjadi usai pelaksanaan pemilu 2019. Usai Pemilu 2019, sejumlah lembaga survei merilis hitung cepat Pilpres 2019. Berdasarkan laporan lembaga survei tersebut pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin mengungguli pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Berdasarkan hasil quick count Pilpres 2019 Indo Barometer 99,67 persen:Jokowi 54,32 persen, Prabowo 45,68 persen.

Sandiaga Uno merupakan salah satu pendiri PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. Ia pun memegang 22,62 persen saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk per 28 Februari 2019.

Aksi Iseng 2 Pria Sidrap Taruhan Pilpres Pakai Lahan Kosong Milik Desa

Liputan6.com, Sidrap – Sebuah foto kuitansi perjanjian dengan latar dua pria yang sedang bersalaman tengah viral di Facebook sejak Senin, 15 April 2019. Bagaimana tidak, kuitansi itu ternyata berisi taruhan pada Pilpres tahun ini. Pemenangnya nanti akan mendapatkan tanah seluas 1 hektare.

Berdasarkan penelusuran Liputan6.com, kedua pria itu adalah Henrik Arhadi dan Muhammad Azis, mereka merupakan warga Kelurahan Empagae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Tanah yang mereka jadikan bahan taruhan pun adalah sebidang tanah yang berada di sebelah utara Puskesmas Empagae.

Dalam kuitansi itu dituliskan bahwa Henrik Arhadi menjadi pendukung calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo sementara Muhammad Azis menjadi pendukung calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat tentang jumlah suara Pilpres menjadi rujukan mereka untuk menentukan siapa yang menjadi pemenangnya.

“Iya betul, itu saya dengan om saya. Tanahnya itu tidak jauh dari rumah saya,” kata Henrik Arhadi saat dikonfirmasi, Senin, 15 April 2019, malam.

Henrik mengaku bahwa dirinya tidak pernah mengira foto tersebut akan menjadi perhatian publik dan viral di media sosial. “Saya juga kaget tadi sore ternyata sudah heboh dan viral di FB padahal baru di-upload pagi,” dia menerangkan. 

Usut punya usut ternyata taruhan kedua pria yang bekerja sebagai petani itu hanyalah iseng belaka. Taruhan mereka adalah bentuk protes lantaran tanah yang mereka jadikan bahan taruhan itu adalah lapangan yang tidak terurus selama bertahun-tahun.

“Itu lapangan milik (Pemerintah) Desa, tidak pernah diurus selama 10 tahun lebih,” ungkapnya.

Henrik menceritakan jika dulunya lapangan tersebut sering digunakan oleh warga desa untuk bermain sepak bola. Namun, kini lapangan itu hanya menjadi tempat untuk mengembala hewan ternak.

“Waktu saya kecil banyak orang main bola di sini,” ucapnya.

Henrik pun berharap siapa pun pemenang pada Pilpres kali ini, lapangan tersebut mendapat perhatian dari pemerintah. Jika perlu, ada biaya khusus yang dialokasikan untuk perawatan lapangan tersebut.

“Siapa pun yang terpilih nanti semoga bisa perbaiki itu lapangan, supaya kembali menjadi temapt berolahraga dan pusat aktivitas warga,” harapnya.

Saksikan juga video menarik berikut ini:

milenial tentukan pilihan dalam pemilu Pilpres 2019

Pole Position MotoGP Austin Jadi Milik Marquez

1. Marc Marquez (Repsol Honda) 2 menit 3,787 detik

2. Valentino Rossi (Yamaha) +0,273 detik

3. Cal Cruthlow (LCR Honda) +0,360 detik

4. Jack Miller (Pramac Ducati) 0,629 detik

5. Pol Espargaro (KTM) +0,685 detik

6. Maverick Vinales (Yamaha) +0,702 detik

7. Alex Rins (Suzuki Ecstar) +0,747 detik

8. Danilo Petrucci (Ducati) +0,909 detik

9. Franco Quartararo (Petronas Yamaha) +1,154 detik

10. Franco Morbidelli (Petronas Yamaha) +1,491 detik

11. Jorge Lorenzo (Repsol Honda) +1,596 detik

12. Francesco Bagnaia (Pramac Ducati) +2,100 detik

13. Andrea Dovisioso (Ducati) 2 menit 5,907 detik

14. Joan Mir (Suzuki Ecstar) 2 menit 6,147 detik

15. Takaaki Nakagami (LCR Honda) 2 menit 6,464 detik

16. Aleix Espargaro (Aprilia) 2 menit 6,464

17. Andrea Iannone (Aprilia) 2 menit 6,527 detik

18. Miguel Oliveira (KTM Tech 3) 2 menit 6,543 detik

19. Johann Zarco (KTM) 2 menit 6,824 detik

20. Karel Abraham (Avintia Ducati) 2 menit 7,129 detik

21. Hafizh Syahrin (KTM Tech 3) 2 menit 7,308 detik

22. Tito Rabat (Avintia Ducati) 2 menit 7,417 detik

Circuit of the Americas di Austin, Texas, Amerika Serikat menjadi sirkuit favorit Marc Marquez pebalap MotoGP dari Tim Repsol Honda Team.

Jet Siluman F-35 Milik Jepang Jatuh ke Samudra Pasifik, Pilot Hilang

Tokyo – Sebuah jet tempur siluman F-35 milik Jepang jatuh ke Samudra Pasifik saat melakukan misi latihan. Pilot jet tempur yang disebut sebagai salah satu yang paling canggih di dunia itu, dilaporkan masih hilang.

Seperti dilansir CNN dan AFP, Rabu (10/4/2019), jet bermesin tunggal milik Angkatan Udara Jepang itu sedang melakukan penerbangan latihan bersama tiga jet tempur F-35 lainnya saat dilaporkan hilang kontak pada Selasa (9/4) malam waktu setempat.

Menteri Pertahanan Takeshi Iwaya menyatakan puing-puing jet tempur itu telah ditemukan pada Rabu (10/4) pagi waktu setempat. Tim pencari yang melibatkan sejumlah pesawat dan kapal, telah menemukan beberapa puing yang diyakini berasal dari sirip ekor pesawat.

“Kami telah menemukan bagian-bagian dari ekornya,” sebut Iwaya kepada wartawan. “Kami meyakini jet tempur itu jatuh,” imbuhnya.

Dituturkan Iwaya bahwa awalnya pilot jet tempur F-35 itu memberi sinyal untuk membatalkan misi latihan sesaat sebelum jet hilang kontak di radar.

Pada Selasa (9/4) malam, sekitar pukul 19.30 waktu setempat, jet tempur itu hilang kontak. Saat itu posisi jet tempur tersebut dilaporkan berada di titik berjarak 135 kilometer sebelah timur Misawa, Jepang bagian timur laut.

Jet tempur itu hilang kontak sekitar 30 menit usai lepas landas dari pangkalannya di Pangkalan Udara Misawa yang ada di ujung utara Pulau Honshu.

Iwaya menyebut keberadaan maupun nasib pilot jet tempur itu tidak diketahui pasti. Militer Jepang bersama militer Amerika Serikat (AS) terus melakukan pencarian terhadap sang pilot.

Diketahui bahwa skuadron pertama jet tempur F-35 pada militer Jepang baru beroperasi 11 hari lalu. Setidaknya ada 13 jet tempur F-35 yang menjadi anggota Skuadron ke-302 pada Pangkalan Udara Misawa.

Iwaya menyatakan bahwa belasan jet tempur F-35 lainnya akan di-grounded hingga penyebab kecelakaan pada Selasa (9/4) malam diketahui.

Jepang menggunakan jet tempur F-35 buatan perusahaan dirgantara AS, Lockheed Martin, sebagai pengganti jet tempur F-4 yang mulai menuai. Jet tempur siluman F-35 yang diketahui berharga lebih dari 10 miliar Yen (Rp 1,2 triliun) per pesawat, disebut sebagai sistem persenjataan paling mahal dalam sejarah.

Kecelakaan jet tempur F-35 di Jepang ini menjadi insiden kedua sejauh ini. Pada September 2018, sebuah jet tempur F-35 milik Korps Marinir AS jatuh di Beaufort, South Carolina. Kesalahan pada tabung bahan bakar disebut sebagai penyebabnya. Usai kecelakaan itu, seluruh F-35 milik AS dan sekutu-sekutunya di-grounded untuk diperiksa lebih lanjut.

(nvc/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

4 Fakta Tentang Sukhoi SU-30, Pesawat Tempur Canggih Milik TNI

Pesawat Sukhoi SU-30 adalah bentuk peswat pengembangan dari pesawat tempur Sukhoi SU-27. Peswat tempur SU-27 adalah pesawat tempur produksi awalnya dikerjakan oleh Uni Soviet. Lalu dirancang oleh Biro Desain Sukhoi.

Tujuan diproduksinya pesawat Sukhoi SU-27 ialah sebagai saingan utama generasi baru pesawat tempur Amerika Serikat (yaitu F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet). 

Selanjutnya Sukhoi SU-27 kemudian dikembangkan menjadi model awal pembentukan Sukhoi SU-30. Sukhoi SU-30 ini merupakan pesawat yang sangat canggih dan multifungsi.

Dibilang multifungsi karena pesawat tempur ini mampu lakukan serangan darat dan presisi serangan jarak-jauh yang sama hebatnya dengan F-15E Eagles. 

Inter Milan Tak Senang Nama Klub Baru Milik David Beckham

Jakarta Inter Milan dikabarkan akan mengajukan kepada klub milik David Beckham, Inter Miami. Menurut Inter Milan, Inter Miami telah melanggar ak kekayaan intelektual karena menggunakan terminologi ‘Inter’.

Klub milik David Beckham akan mulai berlaga pada tahun 2020. Namun, mereka sudah diterpa beberapa masalah yang bisa mengganggu operasional klub.

Sebelumnya, David Beckham berencana memberikan nama Miami United untuk klubnya tersebut. Namun, ia mengurungkan niatnya dan mengganti menjadi Inter Miami.

Tetapi, hal itu tak bebas dari masalah. Inter Milan menjadi klub yang keberatan dengan penggunaan istilah Inter.

Hal itu tak membuat MLS diam. Mereka mengaku siap mendampingi Inter Miami jika permasalahan tersebut maju ke meja hijau.

Menurut MLS, penggunaan kata ‘Inter’ merupakan hal yang wajar dan digunakan secara global oleh klub-klub sepak bola.

“Inter merupakan kependekan dari International dan itu adalah istilah yang sangat sering digunakan. Tidak ada masalah dari hal tersebut,” ujar perwakilan MLS.

“Karena penggunakan istilah ‘Inter’ secara global, tidak semua orang mengasosiasikan ‘Inter’ kepada Inter Milan saja. Jadi mereka seharusnya bisa mengerti hal tersebut,” ungkap perwakilan MLS tersebut.

Inter Milan akan ikut berkompetisi di MLS pada tahun 2020. Saat ini, klub tersebut masih mencari pemain-pemain yang akan menopang klub pada masa mendatang. Sebelumnya, David Beckham dikabarkan berniat mengajak Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo untuk menjadi bagian dari skuat Inter Miami.

Sumber: Bola.com

David Beckham berkunjung ke SMPN 17 Semarang dan bertemu dengan Sripun, siswi teladan dan pejuang anti-bullying.

Sheryl Sheinafia Daur Ulang Lagu Setia Milik Guruh Sukarnoputra

Berbeda dengan sebelumnya, lagu “Setia” diaransemen dengan versi yang lebih kekinian sesuai dengan karakter Sheryl Sheinafia. Karena kebutuhan durasi radio yang hanya sekitar 3 menit, Sherly terpaksa memangkas durasi lagu aslinya yang berdurasi 5 menit atas izin Guruh Sukarnoputra.

Persiapan Sheryl dalam menggarap lagu pun dikerjakan dengan penuh semangat. Baru-baru ini Sheryl melakukan syuting videoklip lagu “Setia” di Jakarta dengan konsep warna dan desain yang terinspirasi dari budaya Tionghoa.