Hasil Liga Italia: Milan Hantam Empoli 3-0

MilanAC Milan menuai hasil bagus di lanjutan Liga Italia. Rossoneri menghantam Empoli dengan skor meyakinkan tiga gol tanpa balas.

Milan menjamu Empoli di San Siro, Sabtu (23/2/2019) dini hari WIB, kubu tuan rumah langsung tampil menekan. Rossonerri sudah mampu membobol gawang Bartlomiej Dragovsky pada menit ke-10 lewat Lucas Paqueta.

Namun wasit menganulir gol tersebut usai berkonsultasi dengan Video Assistant Referee (VAR). Paqueta terlihat berada dalam posisi offside saat menyambar umpan Ricardo Rodriguez menjadi gol.

Di menit ke-21, Samu Castillejo mencoba peruntungannya lewat sepakan dari tepi kotak penalti. Upaya pemain asal Spanyol ini masih mampu ditepis Dragowsky.

Sepanjang babak pertama Milan mendominasi laga dengan penguasaan bola sebesar 60 persen dibanding 40 persen milik Empoli. Walau begitu mereka gagal mengkonversi hal tersebut menjadi gol. Ini membuat skor 0-0 bertahan hingga jeda.

Pada babak kedua, Milan tak lagi mengulangi kesalahan mereka di paruh pertama. Baru tiga menit laga kembali berjalan mereka sudah unggul melalui Krzysztof Piatek.

Gol pembuka Rossonerri di laga ini bermula dari kerja sama Frank Kessie dan Hakan Calhanoglu di sisi kanan. Nama terakhir lalu menyodorkan umpan menyusur tanah ke depan gawang Empoli. Piatek berada dalam posisi tepat kemudian menyontek bola tersebut menjadi gol.

Il Diavolo tak butuh waktu lama untuk menggandakan kedudukan. Hanya selang dua menit dari gol Piatek, Kassie menggentarkan jala Empoli.

Pemain Pantai Gading ini memanfaatkan umpan terobosan Samu Cestellijo dari sisi kanan. Sebelum ia menchip bola yang memperdayai Dragowski.

Sisi kanan benar-benar menjadi tumpuan serangan Milan di laga ini. Gol ketiga skuat asuhan Gennaro Gattuso kembali berawal dari posisi ini.

Bek kanan Rossonerri, Andrea Conti naik membantu serangan kemudian melepas umpan silang ke tiang dekat. Bola disambar Castillejo untuk mengubah skor menjadi 3-0 pada menit ke-67.

Di sisa babak kedua tak ada gol tambahan dari kedua tim yang tersisa. Skor 3-0 untuk Milan menutup laga di San Siro.

Dengan kemenangan ini, Milan kini duduk di posisi keempat klasemen dengan raihan 42 poin. Mereka tertinggal empat angka dari Inter Milan yang menempati posisi ketiga.

Sementara bagi Empoli kekalahan di San Siro membuat mereka tertahan di posisi ke-17 dengan 21 poin.

Susunan pemain

AC Milan : Donnarumma; Conti, Musacchio, Romagnoli, Rodríguez; Kessie, Bakayoko (Biglia 80′), Paqueta (Borini 69′); Castillejo,Calhanoglu, Piatek (Cutrone 69′).

Empoli : Dragowski; Veseli, Silvestre, Dell’Orco; Di Lorenzo, Krunic, Bennacer, Acquah (Ucan 66′), Pasqual (Pajac 74′); Farias (La Gumina 66′),Caputo.
(cas/cas)

Tak Ada Gajah yang Mau Dijajah

Liputan6.com, Bandar Lampung – Kepala Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Agus Wahyudiono mengimbau masyarakat untuk tidak mengganggu habitat gajah atau mengusirnya secara sembarangan ketika kawanan itu memasuki permukiman.

“Masyarakat yang ada jangan sampai mengganggu kawanan gajah, bila tidak mau kawanan gajah ini merusak rumah, perkebunan dan pertanian warga,” kata Agus saat dihubungi dari Bandarlampung, Jumat (22/2/2019), dilansir Antara.

Menurut dia, sering keluar dan masuknya kawanan gajah ke permukiman warga karena mereka merasa terganggu dengan keberadaan manusia di habitatnya, terutama memberikan dampak keterbatasan makanan.

Selain itu, masyarakat juga jangan gegabah saat mengusir kawanan gajah yang masuk ke permukiman warga. Kalau perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan petugas yang ada agar tidak memakan korban.

“Masyarakat jangan suka gegabah untuk mengusir kawanan gajah yang ada, karena bisa membahayakan warga,” katanya.

Sebelumnya, kawanan gajah liar kembali masuk ke perkebunan serta merusak puluhan hektare tanaman di sawah yang berada di Pekon (Desa) Roworejo, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat.

“Iya tadi sore kawanan gajah kembali masuk dan merusak lahan perkebunan dan pertanian milik warga termasuk sawah,” ujar Eko, salah seorang warga saat dihubungi dari Bandarlampung, Sabtu, pekan lalu.

Menurut dia, kawanan gajah sudah hampir dua pekan menginap di lahan perkebunan dan pertanian milik warga di Pekon Roworejo, Kecamatan Suoh, Lampung Barat.

Dia menerangkan, para pemilik lahan perkebunan dan pertanian hanya dapat melihat dari jarak terdekat sekitar 50 meter.

“Kami hanya bisa melihat dari jarak 50 meter saja. Dan belum berani mendekat, karena tidak mau mengambil risiko,” katanya.

Eko menjelaskan, puluhan gajah ini sudah hampir satu bulan menginap di dekat permukiman warga dan sampai saat ini kawanan gajah tersebut berpindah dari pekon satu ke pekon lainnya.

“Bila diusir dari pekon Roworejo maka akan berpindah ke pekon lainnya. Karena hutan ini dikelilingi oleh rumah penduduk,” ungkapnya.


Simak video pilihan berikut ini:

Said Didu Bela Sudirman Said Soal Polemik Akusisi Freeport

Liputan6.com, Jakarta – Mantan Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Said Didu menanggapi pernyataan Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said yang menyebut Presiden Jokowi bertemu diam-diam dengan Bos PT Freeport, James R Moffett.

Menurut Said Didu, pernyataan Sudirman Said tidak merugikan siapapun. “Saya pikir pak Dirman tak nyatakan apa-apa, tidak ada pendapat pak dirman merugikan,” kata Said di Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Said pun menyinggung soal negosiasi Freeport yang menurutnya hanya sebagai target politik, bukan benar-benar untuk kepentingan bangsa.

Menurut Said Didu, saat perunding 2015-2016, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan sudah menyatakan untuk berhenti berunding dengan Freeport. Karena harus menunggu 2019. Selain itu karena masih ada dua tahun lagi sebelum masa kontrak habis.

“Tapi ternyata belum sampai itu berunding kan, berarti kan target politik kan,” tegas dia.

Bukti bahwa perundingan Freeport adalah target politik, menurutnya pembelian saham Freeport 51 persen seakan-akan adalah prestasi.

“Mungkin pertimbangan bisnisnya agak dikesampingkan seperti halnya kan pembangunan jalan tol, itu kan target politik kan, akhirnya kan mahal. Infrastruktur banyak sekali target politik. jadi saya katakan ini menjadi biaya pencitraan yang mahal,” ujar dia. 

Said Didu menyatakan Freeport telah mendapatkan lima keuntungan dari pengambilan saham oleh Indonesia. Keuntungan pertama, menurut dia Freeport dapat uang cash sebesar Rp54 triliun. Kedua, Freeport dapat kepastian perpanjangan dari perubahan kontrak karya menjadi UPK sampai 2041.

“Ketiga, dapat kepastian pajak sampai 2041. Keempat, terbebas dari tuntutan perbaikan lingkungan dan kelima dia terbebas dari berkurang kewajibannya investasi smelter, karena mayoritas kan sekarang harus inalum. itu yang didapat freeport,” sambung dia. 

Sementara itu, menurut Said Didu, dari pembelian saham Freeport ini Indonesia malah menelan banyak kerugian.

“Kerugiannya lagi, Indonesia dapat kewajiban memperbaiki lingkungan. Indonesia kemungkinan akan dapat laba tapi kemungkinan dapat resiko juga jika bertambahnya saham,” ucap Said Didu.

 

 

2 dari 2 halaman

Bantahan Jokowi

Soal pertemuan dengan bos Freeport  Presiden Jokowi mengakui adanya pertemuan dengan James R Moffet yang saat itu adalah bos Freeport McMoran Inc. Namun Jokowi membantah jika pertemuan itu disebut rahasia.

Ini sekaligus menepis pernyataan yang dilontarkan mantan Menteri ESDM Sudirman Said yang menyebut bahwa Jokowi menggelar pertemuan rahasia dengan bos Freeport pada 2015.

“Enggak sekali dua kali ketemu. Kok diam-diam. Ketemu bolak-balik, enggak ketemu sekali dua kali,” ujar Jokowi usai menghadiri pelatihan saksi yang digelar Tim Kampanye Nasional (TKN) di Hotel El Royal Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (20/2/2019).

Kepala Negara kembali menegaskan, pertemuan itu tidak dilakukan secara rahasia. Pertemuan digelar beberapa kali dalam kaitannya dengan masa depan PT Freeport Indonesia.

“Ya perpanjangan, dia kan minta perpanjangan. Pertemuan bolak-balik memang yang diminta perpanjangan, terus apa? Diam-diam gimana? pertemuan bolak-balik. Kalau pertemuan pasti ngomong, enggak diam diam,” kata Jokowi.

Menurutnya, pertemuan antara kepala negara dengan pengusaha adalah hal biasa. Apalagi kaitannya dengan kekayaan negara yang harus dijaga pemerintah. Sehingga tidak perlu ada yang dirahasiakan.

Dalam pertemuan dengan bos Freeport itu, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk menjadi pemegang saham paling besar Freeport Indonesia.

“Ya kita ini kan diminta untuk perpanjangan, diminta untuk, tapi sejak awal saya sampaikan, bahwa kita memiliki keinginan itu (untuk menguasai 51 persen saham), masa enggak boleh,” tegas Jokowi.

 

Reporter: Raynaldo Ghiffari Lubabah

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:  

Tanah Bergerak Setiap 30 Menit, Warga Banyumas Terbayang Longsor Masa Lalu

Liputan6.com, Banjarnegara – Menilik riwayatnya, Banjarnegara diwarnai kisah pedih longsor kolosal. Dan 70 persen wilayah di kaki pegunungan Dieng ini memang rawan gerakan tanah.

Bencana longsor seringkali mengejutkan terjadi di Banjarnegara. Pada 2006, Dusun Gunung Raja Desa Sijeruk Kecamatan Banjarmangu lenyap dalam sekejap. Ada 76 orang meninggal dunia, 14 lainnya tak ditemukan.

Kemudian, empat tahun lalu, Dusun Jemblung Desa Sampang Karangkobar luluh lantak diterjang longsor. Seratusan lebih warganya meninggal dunia atau hilang tertimbun material longsoran.

Hingga saat ini, longsor dan gerakan tanah berkala kecil dan besar datang silih berganti. Salah satunya di Dusun Kali Entok Desa Kebutuh Jurang Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara.

Gerakan tanah yang terjadi secara bertahap dilaporkan merusak 22 rumah. Akibatnya, 25 keluarga yang terdiri dari 83 jiwa mengungsi.

Dan ke-25 keluarga itu mengungsi di 11 titik pengugsian. Sebagian besar mengungsi ke rumah saudara, atau ditampung tetangga, dan di tetangga desa, Duren.

“Jadi sekarang masih mengungsi. Kalau kita tahapannya sedang validasi data. Kalau jumlahnya masih seperti kemarin,” kata Kepala Pelaksana Harian (Lakhar) BPBD Banjarnegara, Arif Rachman, Kamis sore, 21 Februari 2019.

Kisah longsor besar yang sampai menewaskan puluhan hingga ratusan orang membuat warga Kebutuh Jurang trauma. Positifnya, riwayat bencana Banjarnegara membuat mereka waspada.

Arif tak menyalahkan warga yang traumatik. Hanya saja, berdasar pendataan lapangan oleh petugas BPBD dan pemerintah desa Kebutuh Jurang, jumlah rumah rusak sebenarnya hanya 15 unit. Lainnya baru terancam longsor.

2 dari 3 halaman

Kontur Tanah Berisiko Longsor Cepat

Berdasar kajian geologi dan pemetaan longsor, tujuh rumah yang penghuninya turut mengungi sebenarnya berada di luar zona merah. Karenanya, pekan ini BPBD akan mensosialisasikan kepada para pengungsi agar yang rumahnya masih aman bisa kembali ke rumahnya.

Adapun 15 rumah yang terdampak langsung dan terancam agar bertahan di pengungsian untuk sementara waktu.

“Pekan ini kami akan mengumpulkan untuk memberi penjelasan. Bagi yang kondisinya masih ini (relatif) aman, disarankan pulang, karena hanya euforia ketakutan ya lebih baik pulang lah,” dia menerangkan.

Rencananya, dalam waktu dekat hasil kajian geologi, pemetaan dan rekomendasi Badan Geologi itu akan dilaporkan kepada Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono untuk segera ditindaklanjuti.

“Pertama, rumah yang terdampak langsung, begitu kan, jumlahnya ada sekitar 15 rumah. Karena kita sudah ada peta geologinya yang akan kita laporkan kepada Pak Bupati,” dia menambahkan.

BPBD juga telah memasang early warning system (EWS) atau alat peringatan dini longsor dan gerakan tanah di mahkota longsoran. BPBD juga mendirikan posko pantau bencana di sekitar area gerakan tanah untuk memantau pergerakan tanah untuk mengantisipasi gerakan tanah yang membahayakan.

Dia menjelaskan, sifat longsoran di Kebutuh Jurang adalah rayapan tanah (creep). Akan tetapi, menilik kontur tanahnya yang curam dan curah hujan tinggi, gerakan tanah bisa bertambah cepat dan bisa pula bersifat jatuhan.

3 dari 3 halaman

Tanah Bergerak 2 Sentimeter Tiap Setengah Jam

Nun di Kabupaten Banyumas, gerakan tanah di Grumbul Kalisalak RT 3/5 Desa Karangbawang Kecamatan Ajibarang kembali terjadi. Akibatnya, dua keluarga terpaksa mengungsi.

Sebelumnya, di lokasi yang sama, empat rumah harus direlokasi lantaran gerakan tanah terus berlangsung sejak akhir 2018. Kini, gerakan tanah kembali merusak dua rumah yang dihuni empat jiwa, yakni rumah milik Sukardi (68 th) dan Sumardi (70 th).

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Kusworo mengatakan, sementara ini Sukardi dan istri mengungsi ke rumah anaknya, Warkiman yang berada di lokasi lebih aman. Adapun Sumardi dan istrinya mengungsi ke saudara lainnya, Suryati.

Kusworo mengemukakan, tanah kembali bergerak setelah Banyumas diguyur hujan lebat berhari-hari. Diukur dengan alat sederhana, dalam waktu setengah jam tanah bergeser sekitar dua sentimeter.

Gerakan tanah membuat tanah retak-retak dan ambles berkisar 70 sentimeter hingga satu meter. Akibatnya, lantai dan dinding rumah retak-retak parah.

Sebelumnya, gerakan tanah di lokasi yang sama juga telah merusak empat rumah. Keempat keluarga itu telah direlokasi secara bertahap sejak akhir 2018 hingga Januari 2019.

“Tanah terus bergerak, pelan tapi pasti. Mulai Kamis,” kata Kusworo.

Ia juga mengimbau agar warga lainnya mewaspadai kemungkinan meluasnya gerakan tanah. Pasalnya, bidang tanah miring, labil dan curah hujan masih tinggi.

“Dan tadi, kita juga memasang early warning system tradisional, sederhana menggunakan tali. Dalam waktu kurang lebih setengah jam, tanah bergerak sekitar dua sentimeter, jalannya,” dia mengungkapkan.

Saksikan video pilihan berikut:

Penjelasan Jaksa Soal Kasus Perusakan Rumah di Makassar

Liputan6.com, Makassar – Kasus dugaan pidana perusakan rumah milik warga di Makassar terkatung-katung hingga memakan waktu nyaris dua tahun.

Berkas perkara dua orang tersangka dalam kasus tersebut masing-masing pemberi pekerjaan Jemis Kontaria dan Edi Wardus Philander selaku pemborong pekerjaan, hingga saat ini tak memperlihatkan isyarat akan dinyatakan lengkap (P 21). Malah berkas berulang kali hanya bolak-balik antara penyidik Kepolisian dalam hal ini Polda Sulsel dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sulsel.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara tersebut, Fitriani didampingi oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel Salahuddin mengaku jika pihaknya sulit memaksakan berkas kedua tersangka Berstatus P 21, karena hingga saat ini penyidik Polda Sulsel belum memenuhi kelengkapan berkas sebagaimana telah dituangkan dalam petunjuk yang diberikan pihaknya.

“Pasal yang diterapkan dalam perkara ini kan Pasal 406 Jo Pasal 55. Nah Pasal 55 ini kita minta ada pelaku materil (yang melakukan perusakan langsung dalam hal ini buruh) tidak hanya pelaku tidak langsung (yang menyuruh). Ini yang belum dipenuhi oleh penyidik karena keduanya harus dipidana, ini kan yang dimaksud ‘vicarious liability’,” kata Fitriani saat ditemui di ruangan kerja Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Kamis 21 Februari 2019.

Mengenai adanya putusan praperadilan bernomor 15/Pid.Pra/2016/PN.Makassar tertanggal 16 Agustus 2016 yang memutuskan dengan tegas jika para buruh yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polsek Wajo, tidak dapat dibebankan pidana karena mereka hanya menjalankan pekerjaan untuk memperoleh upah.

Sehingga berdasarkan putusan praperadilan tersebut, penyidik Polsek Wajo menghentikan proses penyidikan terhadap para buruh yang dimaksud, diakui Fitriani, itu tidak mengikat, tapi tetap akan menjadi pertimbangan dalam perkara yang telah menjerat pemberi pekerjaan Jemis Kontaria dan pemborong pekerjaan Edi Wardus sebagai tersangka.

Ia menjelaskan dalam putusan praperadilan yang meloloskan buruh dari jeratan pidana tersebut, sepengetahuannya juga terdapat pertimbangan Hakim bahwa jika terdapat kerusakan rumah seperti yang dipermasalahkan, sebaiknya ditempuh jalur gugatan perdata.

“Jadi amar putusan praperadilan yang meloloskan buruh dari jeratan pidana jangan juga dibaca sepotong-sepotong dong. Harus utuh,” kilah Fitriani.

Ia pun membantah ketika pihaknya dituding menolak kehadiran saksi ahli pidana untuk menjelaskan secara utuh mengenai petunjuk ‘vicarious liability’ (pertanggung jawaban pidana pengganti) yang diberikan pihaknya sebagai syarat kelengkapan berkas perkara kedua tersangka.

“Tidak pernah ada permintaan penyidik Polda Sulsel secara tertulis ke kami untuk gandeng ahli pidana menerangkan utuh terkait petunjuk yang kami berikan yakni tentang unsur ‘vicarious liability’ itu,” ujar Fitriani.

Ia berharap penyidik Polda Sulsel segera memenuhi petunjuk yang diberikan oleh pihaknya agar syarat kelengkapan berkas perkara kedua tersangka bisa segera terpenuhi dan dinyatakan perkara ini P.21.

“Hingga saat ini petunjuk kami sepertinya masih diupayakan dipenuhi oleh penyidik. Mendekat ini kami akan undang penyidik membicarakan masalah kelengkapan berkas perkara kasus perusakan rumah milik warga Makassar ini. Waktunya belum ada kepastian tapi jadwal gelar perkara bersama kita pasti akan lakukan secepatnya,” ungkap Fitriani.

Saksikan Video Pilihan Di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

Korban Tantang Jaksa Arahkan Penyidik Gandeng Ahli Hukum Pidana

Korban sekaligus pelapor kasus perusakan rumah, Irawati Lauw melalui Penasehat Hukumnya, Jermias Rarsina menanggapi pernyataan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fitriani yang menafsirkan Pasal 55 KUHP dalam perkara kasus perusakan rumah yang dilaporkan korban (kliennya) sejak tahun 2017 namun tidak menemui kepastian hukum.

Menurut Jermias, dalam hukum pidana dikenal adanya ajaran tentang delneming (penyertaan) Pasal 55 KUHP dan sudah banyak yurisprudensi (putusan hakim) mengenai hal itu dalam praktek peradilan pidana.

Seperti contoh yurisprudensi klasik dan itu semua orang hukum tahu tentang bagaimana pelaku langsung yang dipersamakan dengan pelaku tidak langsung didasarkan pada hal yang disebut sifat pribadi yang melekat pada manusia sebagai subyek hukum.

Di antaranya menurut Arrest Hoge Raad pada tanggal 21 April 1913, kata Jermias, berpendapat bahwa seorang pelaku tidak langsung itu bukan merupakan pelaku tetapi dipersamakan dengan seorang pelaku. Dimana sifat pribadi itulah yang merupakan unsur suatu kejahatan.

Olehnya itu, lanjut Jermias, inilah yang harus (wajib) ahli pidana dihadirkan sebagai salah satu instrumen alat bukti untuk membuat terang petunjuk Jaksa Penuntut Umum terkait unsur ‘vicarius liability’ terhadap pelaku penggantinya yaitu Jemis Kontaria (pemberi pekerjaan) dan Edi Wardus (pemborong pekerjaan) atas perbuatan pekerjaan dari buruh sehingga berakibat rusak rumah.

Dengan menyimak penjelasan diatas, kata Jermias, justru hukum pidana telah membuat batasan pertanggung jawaban pidana bagi buruh.

“Di sinilah berfungsi ajaran delneming, yang mana ‘vicarious liability’ dapat berlaku bagi pelaku tidak langsung. Jadi tidak berarti karena ada pelaku langsung yang sudah dibatasi pertanggung jawaban pidana, lalu tidak dapat dibebankan kewajiban bertanggung jawab secara pidana kepada pelaku tidak langsung. Keliru jika ada yang beranggapan demikian,” jelas Jermias via telepon, Jumat (22/2/2019).

Tanpa mengurangi peran dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam bertafsir mengenai penerapan Pasal 170 dan Pasal 406 Jo Pasal 55 KUHP perihal perusakan, Jermias menyarankan sebaiknya lebih tepat jika Jaksa Penuntut Umum menghadirkan ahli pidana untuk membuat terang ajaran delneming tentang vicarious liability.

“Apa susahnya? Jika berlama lama, ada apa?,” Jermias menandaskan.

Diketahui, perkara dugaan pengrusakan rumah di Jalan Buruh Makassar awalnya ditangani Polsek Wajo dengan menetapkan beberapa orang buruh yang dipekerjakan oleh Jemis Kontaria (pemberi pekerjaan) menjadi tersangka.

Usai ditetapkan tersangka, Jemis pun mencoba membela para buruhnya dengan melakukan upaya hukum praperadilan ke Pengadilan Negeri Makassar. Alhasil Hakim Tunggal, Cenning Budiana yang memimpin sidang praperadilan kala itu menerima upaya praperdilan yang diajukan oleh para buruh. Perkara dugaan pengrusakan yang ditangani Polsek Wajo pun akhirnya berhenti (SP.3).

Kemudian perkara kembali dilaporkan ke Polda Sulsel dan akhirnya menetapkan Jemis Kontaria selaku pemberi pekerjaan dan Edi Wardus Philander selaku pemborong pekerjaan sebagai tersangka.

Namun belakangan, dia tak terima status tersangkanya tersebut, sehingga ia mengajukan upaya praperadilan ke Pengadilan Negeri Makassar. Alhasil sidang praperadilan yang dipimpin Hakim tunggal Basuki Wiyono menolak gugatan praperadilan yang diajukan Jemis melalui Penasehat Hukumnya dan menyatakan status tersangkanya sah secara hukum dan memerintahkan agar penyidikannya segera dilanjutkan

Bantah Prabowo, Menperin Sebut Unicorn Bawa Masuk Modal Asing ke RI

Liputan6.com, Jakarta – Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengaku khawatir keberadaan perusahaan rintisan (startup) milik swasta dengan valuasi USD 1 Miliar, atau biasa disebut unicorn mengakibatkan uang di Indonesia lari ke luar negeri.

Kekhawatiran Prabowo dibantah Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto.

“Justru terbalik, modal asing masuk ke Indonesia. Jadi bukan modalnya lari, tapi modal asing masuk ke Indonesia,” jelas Airlangga kepada wartawan usai menerima anugerah Herman Johannes Award di UGM, Yogyakarta, Jumat (22/2/2019).

Tak hanya itu, menurut Airlangga, keberadaan unicorn di Indonesia juga membuka lapangan kerja baru. Bukan itu saja, keberadaan unicorn juga menjadi platform berbagai usaha kecil dan menengah yang kini banyak bergerak di bidang e-commerce.

“Unicorn ini menjadi open platform untuk jutaan usaha kecil dan menengah. Jadi kalau yang di e-commerce itu dia punya lebih dari empat juta vendor, dan lebih dari 15 juta yang belanja di situ,” tutur Airlangga.

Selain itu menurut Airlangga, keberadaan unicorn di Indonesia turut membantu pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan keluarga.

“Dan yang namanya e-commerce ini digunakan juga dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Jadi PKH itu ibu-ibu, ada bantuan (PKH) yang non tunai itu (penarikannya) menggunakan kartu, smart card,” lanjut Ketua Umum Partai Golkar itu.

Airlangga melanjutkan, kini unicorn di ASEAN baru ada berjumlah tujuh dengan empat di antaranya berada di Indonesia.

Menurutnya, jumlah unicorn di Indonesia akan terus bertambah sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo.”Pak Presiden Jokowi itu mengharapkan bahwa unicorn ini bertambah, tidak hanya empat. Kita sudah melihat ada dua-tiga (startup) lagi yang berpotensi menjadi unicorn,” tuturnya.

“Satu (berjarak) di virtual reallity, yang satu lagi adalah di bidang pendidikan. Dua-duanya sudah punya akses ke silicon valley, dan beberapa menteri negara-negara lain datang untuk belajar terhadap apa yang dikembangkan di Indonesia,” pungkas dia. 

2 dari 2 halaman

Untungkan Luar Negeri

Sebelumnya, dalam debat capres, minggu, 17 Februari 2019, Prabowo menyatakan perkembangan startup berpotensi membuat uang lebih banyak keluar dari Indonesia.

“Tapi hal mendasar dengan ekonomi Indonesia adalah terjadi disparitas, di mana segelintir orang kurang dari 2 persen yang kuasai ekonomi kita. Kalau ada Unicorn ini akan mempercepat uang kita lari ke luar negeri,” ujar dia di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Menurut dia, saat ini sebanyak Rp 11.400 triliun uang Indonesia ada di luar negeri. Hal ini menunjukkan jika uang pengusaha di Indonesia lebih banyak di luar negeri.

“Kalau kita antusias dengan e-commerce dan lain-lain, itu ini akan mempercepat arus uang lari ke luar negeri. Ini bukan saya pesimistik, saya hanya ingin menggugah kesadaran akan uang kita yang lari ke luar negeri,” tandas dia.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:  

Putri Pertamina Energi Bertekad Pertahankan Gelar Juara Proliga

Liputan6.com, Yogyakarta – Kompetisi bola voli kasta tertinggi di Indonesia, Proliga, memasuki babak akhir. Partai final bakal digelar di GOR Among Rogo, Yogyakarta, 23 dan 24 Februari 2019.

Laga final Proliga pada bagian putri mempertemukan juara bertahan Jakarta Pertamina Energi melawan Jakarta PGN Popsivo Polwan. Pertandingan ini akan dimainkan Sabtu (23/2/2019) pukul 15.00 WIB.

Manajer tim putri Pertamina Widi Triyoso mengatakan skuat racikan M Ansori bertekad mempertahankan gelar juara. “Gelar juara tidak akan kita lepas ke tim lain. Kita akan berupaya mempertahankan gelar juara yang kita raih tahun lalu,” kata Widi dalam jumpa pers di Yogyakarta, Jumat (22/2/2019).

Seperti diketahui, Pertamina menyapu bersih enam laga di final four. Hasil itu menempatkan Pertamina sebagai juara dengan menempati posisi puncak klasemen final four.

Pertemuan Pertamina dan Popsivo pada Proliga 2019 telah berlangsung empat kali. Hasilnya, Pertamina unggul tiga kali atas Popsivo dari babak reguler dan final four. Sementara Popsivo hanya sekali mengungguli Pertamina pada putaran pertama.

2 dari 3 halaman

Bertarung Hidup Mati

Asisten manajer Jakarta PGN Popsivo Polwan Alit SA menegaskan timnya tak ingin kembali menelan kekalahan dari Pertamina pada laga final nanti. “Anak-anak sudah siap untuk memenangkan final. Mereka akan bertarung hidup mati,” tandas Alit.

Apalagi, tambah Alit, tim asuhan pelatih asal Thailand, Chamnan Dokmai ini sudah lama tidak menikmati jadi juara. Terakhir, klub milik Polri ini menjadi kampiun pada musim 2012 dan 2013. “Kita bertekad tahun ini juara lagi,” tambah Alit.

Selain mempertandingkan peringkat satu dan dua, grand final Proliga juga akan menggelar perebutan posisi ketiga dan keempat. Untuk posisi ini, tim putri Jakarta BNI 46 akan menghadapi Bandung Bank BJB Pakuan.

3 dari 3 halaman

Jadwal Final Proliga

Putri, Sabtu, 23 Februari 2019

12.00 WIB, Jakarta BNI 46 vs Bandung Bank BJB Pakuan

14.00 WIB, Jakarta Pertamina Energi vs PGN Popsivo Polwan

Saksikan video pilihan berikut ini:

6 Barang Termahal di Dunia, Apa Saja?

Liputan6.com, New York – Kebanyakan orang pastinya akan mencari sesuatu yang murah untuk dibeli atau dikonsumsi, namun tahukah Anda ternyata ada beberapa orang yang rela untuk mengeluarkan jutaan bahkan ratusan juta rupiah hanya untuk membeli barang yang mereka inginkan.

Mau tahu barang apa sajakah yang termahal di dunia? Dilansir dari laman MSN, berikut merupakan 6 barang termahal di dunia:

1. Mobil Termahal – USD 52 Juta

Berdasarkan bloomberg, ada seorang yang tidak diketahui identitasnya telah membeli sebuah mobil balap Ferrari 250 GTO seharga USD 52 juta atau setara Rp 731 miliar dan membuat mobil ini menjadi mobil termahal di dunia. Sebelumnya, pemilik mobil ini adalah Paul Pappalardo, seorang Kolektor di Connecticut, Amerika.

2 dari 6 halaman

2. Pizza Termahal – USD 150

Pizza termahal di dunia yang pernah dijual seharga USD 150 setara Rp 2,1 juta di kedai pizza Gordon Ramzey’s Maze. Pizza tipis ini bertopingkan bawang bombay, keju fontina, baby mozzarella, pancetta, jamur, serta jamur italia yang sangat langka.

3 dari 6 halaman

3. Sup Termahal – USD 190

Restoran The Kai Mayfair telah menjual sup termahalnya “Budha Jumps Over the Wall” seharga USD 190 setara Rp 2,6 juta. Sup ini berisikan sirip ikan hiu, abalone, jamur jepang, rumput laut, scallop kering, daging ayam, daging babi, huan ham, dan gingseng.

4 dari 6 halaman

4. Sarung Tangan Termahal – USD 420 ribu

Sarung tangan milik pendiang Michael Jackson menjadi sarung tangan termahal yang pernah dijual di dunia. Sarung tangan ini dihargai USD 420 ribu pada lelang yang ada di Manhattan, Amerika pada 21 November 2009. Sarung tangan ini dibeli oleh Ponte 16 Resort, New York Amerika.

5 dari 6 halaman

5. Sushi Termahal – USD 1.978

Chef Angelito Araneta Jr Filipina pernah menyajikan sushi termahal seharga USD 1.978 atau setara Rp 27 juta. Nigiri sushi ini menajadi sangat mahal karena dilapisi dengan berlian dan lembaran emas 24 karat.

6 dari 6 halaman

6. Ikan Tuna Termahal – USD 1,7 Juta

Ikan tuna bluefin dengan berat 222 kilogram (kg) yang tertangkap di perairan Aomori, Jepang dan dilelang dengan harga USD 1,7 juta di Tsukiji fish market, Jepang pada 5 Januari 2013.

CCTV Pembunuhan Noven di Bogor Sampai ke Tangan FBI

BogorSiswi SMK di Bogor berusia 18 tahun, Andriana Yubelia Noven Cahya, tewas dibunuh di sebuah gang sempit pada 7 Januari 2019 lalu. Wajah pelaku terekam CCTV, namun tak jelas.

Sebanyak 28 saksi telah diperiksa untuk mencari titik terang perkara ini. Polisi kesulitan untuk mengidentifikasi wajah pelaku karena kualitas rekaman CCTV yang terpasang di dekat lokasi penusukan tidak baik.

Hanya tampak dalam rekaman CCTV bahwa pelaku menusuk korban di sebuah gang yang sepi. Pelaku memang sebelumnya telah menunggu korban berjalan di gang di Jalan Riau itu.
“Kita sudah periksa 28 orang saksi. Tapi dari semuanya, belum ada yang menjurus kepada pelaku. Kita masih analisa keterangan-keterangan saksi,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko kepada detikcom, Selasa (29/1).

Noven menderita luka akibat senjata tajam di bagian dada kiri. Luka yang ditemukan di tubuhnya memanjang sepanjang 22 cm. Dia tewas seketika berdekatan waktunya dengan kaburnya pelaku.

“Memang untuk wajah pelaku ini di CCTV tidak terlalu jelas. Lalu kualitas video CCTV juga kurang baik ya,” kata Kombes Truno.

Salah seorang pria berinisial S yang tak lain mantan kekasih Noven sempat diamankan. Namun karena tak cukup kuat bukti, pria tersebut dilepaskan. Polisi juga sempat ‘mengubek-ubek’ laptop Noven, namun tak ada petunjuk mengarah ke siapa pelakunya.
Rekaman CCTV yang kualitasnya tak terlalu bagus membuat polisi memutuskan untuk meminta bantuan kepada Federal Bureau of Investigation (FBI). Polri ingin meminjam alat canggih milik FBI guna mengidentifikasi wajah pria penusuk Noven yang terekam CCTV.

“Kita akan meminta bantuan kepada FBI (karena) mereka kan alatnya lebih canggih secara digital forensik. Untuk zoom yang lebih besar dan tidak pecah-pecah, sehingga kita bisa mengenali dengan jelas pelaku yang ada di CCTV tersebut,” ujar Kapolres Bogor Kota Kombes Hendri Fuiser, Jumat (22/2).

Kombes Hendri tak menjelaskan lebih jauh apakah FPI telah merespons permintaan tersebut atau belum. Akibat CCTV yang kurang terlalu dan bukti-bukti yang belum cukup, hingga kini pembunuh Noven masih berkeliaran.
(rna/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Perkebunan Sawit Swasta Pastikan Patuh Aturan Membangun Plasma

Liputan6.com, Jakarta Perkebunan sawit besar swasta (PBS) memastikan untuk menaati semua aturan yang berlaku di Indonesia, termasuk soal kewajiban membangun atau bermitra dengan petani plasma. Hubungan keduanya berasaskan saling menguntungkan.

“Keduanya telah terjadi simbiosis mutualisme. Bahkan untuk petani plasma mendapatkan keistimewaan berupa harga tandan buah segar (TBS) yang lebih tinggi jika dibandingkan petani mandiri,” ujar Anggota Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Achmad Mangga Barani dalam keterangannya, Jum’at (22/2/2019).

Bagi PBS, lanjut Mangga Barani, keuntungan yang didapat salah satunya ada kepastian pasokan TBS dari kebun plasma ke pabrik kelapa sawit (PKS) yang dimilikinya.

Ini seperti tertuang dalam Permentan Nomor 26 Tahun 2007 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan. Poin penting dari permentan tersebut yakni kewajiban bagi PBS dan Perkebunan Besar Negara (PBN) untuk membangun kebun plasma sekitar 20 persen dari total konsesi yang dimilikinya.

Semangat dari regulasi ini agar rakyat juga menikmati keuntungan dari budidaya perkebunan sawit.

“Tapi perlu dicatat bahwa, kebun plasma yang dibangun PBS dan PBN tersebut tidak berasal dari HGU (hak guna usaha) yang dimiliki PBS maupun PBN. Artinya, kebun plasma itu, tanahnya milik masyarakat yang ada di sekitar kebun PBS maupun PBN,” jelas dia.

Dia menuturkan jika kewajiban PBS dan PBN membangun kebun plasma seluas 20 persen dari total konsesi itu ada sejak terbitnya permentan tersebut, yakni pada 2007. 

Data Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan menyebutkan, hingga akhir 2018 total kebun sawit di Indonesia mencapai 14.309.256 hektare (ha).

Kepemilikan kebun sawit tersebut terdiri atas perkebunan rakyat seluas 5.807.514 ha, PBN seluas 713.121 ha, dan PBS seluas 7.788.621 ha. Perkebunan rakyat ini terbagi menjadi dua, yakni kebun milik petani mandiri dan petani plasma yang luasnya sekitar 617.000 ha.

Sepintas, kata Mangga Barani, perkebunan swasta tidak taat aturan karena kebun plasma hanya 8 persen dari total kebun swasta. Namun perlu diingat bahwa budidaya perkebunan kelapa sawit itu ada sejak penjajahan Belanda.

Sementara itu, kewajiban membangun dan bermitra dengan plasma itu ada sejak tahun 2007 seiring dengan terbitnya Permentan No 26/2007.

Permentan tersebut diperkuat dengan UU No 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan yang juga mengamanatkan PBS maupun PBN membangun plasma sebesar 20% dari luas konsesi.

“Jadi swasta yang membangun kebun sebelum tahun 2007 itu tidak wajib membangun kebun plasma, karena memang tidak ada aturan yang mewajibkannya. Apalagi Permentan No 26/2007 tersebut tidak berlaku surut,” tandas dia.

Terkait dengan regulasi budi daya sawit di Indonesia hingga saat ini dinilai juga masih ada celah hukum terkait dengan kewajiban PBS dan PBN membangun kebun plasma. UU Perkebunan yang telah diundangkan sejak 2014 hingga saat ini belum memiliki Peraturan Pemerintah (PP) sebagai aturan pelaksanaannya. 

Sementara Permentan No 26/2007 posisinya sangat lemah karena terbit sebelum ada UU Perkebunan.

Dia pun meminta untuk memberikan kepastian hukum terhadap fasilitasi pembangunan kebun masyarakat (kebun plasma), perlu segera dibuat peraturan pelaksanaan dari UU Perkebunan dalam bentuk PP.

Ketua Umum Gapki Joko Supriyono mengatakan bahwa perusahaan kelapa sawit selalu patuh dengan regulasi yang diterapkan pemerintah Indonesia. Dia mengatakan bahwa kewajiban pembangunan kebun plasma itu ada sejak tahun 2007 seiring dengan terbitnya Permentan No 26/2007.

Menurutnya, pembangunan kebun plasma itu membutuhkan lahan. Sementara sejak 20 Mei 2011 pemerintah melakukan moratorium pemberian izin baru untuk pembukaan lahan. Beleid ini tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) No 10/2011 tentang penundaan pemberian izin baru dan penyempurnaan tata kelola hutan alam primer dan lahan gambut.

Jadi, sejak 20 Mei 2011 tidak ada izin baru yang dikeluarkan pemerintah untuk perusahaan swasta, sehingga bisa dipastikan tidak ada pembangunan kebun plasma baru. “Pembangunan kebun plasma baru itu bisa dilakukan jika ada izin baru. Jadi di sini pemerintah perlu menyediakan lahan untuk pembangunan kebun plasma baru,” kata Joko Supriyono.