Pedangdut Caca Duo Molek Nyoblos di Rutan Polda Metro: Pilih Nomor 01 Dong

Jakarta – Artis-artis yang terjerat kasus narkotika dan masih mendekam di rumah tahanan Polda Metro Jaya ikut memberikan hak pilih mereka di tempat pemungutan suara (TPS) yang disediakan. Pedangdut Duo Molek, Caca Wulan Sari ikut nyoblos dan menunjukkan pilihanya, yaitu nomor 01.

“(Pilih) nomor satu dong,” kata Caca usai nyoblos di TPS, rutan narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Caca sempat terlihat heran saat dirinya ingin mencoblos. Pasalnya sudah ada banyak awak media yang menunggu untuk mengabadikan momen artis-artis yang ditahan di rutan Polda Metro untuk mencoblos.
Usai nyoblos, Caca terlihat difoto oleh salah satu anggota polisi yang berjaga. Sempat berkelakar, Caca meminta petugas polisi itu untuk mengulang memfoto dirinya.

Pedangdut Caca Duo Molek Nyoblos di Rutan Polda Metro: Pilih Nomor 01 DongFoto: Jupiter Fortissimo (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)

“Ah jelek muka aku, sumpah jelek banget, kurusin, Pak,” kelakar Caca.

Setelah itu, Caca nampak bergegas kembali masuk ke selnya. Namun, Caca sempat berpose satu jari dan memamerkan jari satunya lagi yang sudah tercelup tinta kepada awak media.

Selain Caca Duo Molek, pesinetron Jupiter Fortissimo juga terlihat ikut nyoblos di TPS itu. Setelah nyoblos, ia tidak mau berkomentar dan langsung bergegas masuk ke dalam sel tahanannya kembali.

Diketahui, sebanyak 538 tahanan yang mendekam di rutan Polda Metro Jaya sudah terverifikasi oleh KPU dan diperbolehkan ikut mencoblos. Pencoblosan di rutan sendiri dimulai sejak pukul 07.00 WIB hingga 13.00 WIB.

Polda Metro Jaya menyiapkan 2 TPS khusus untuk para tahanan. Personel yang berjaga mulai dari personel kepolisian yang biasa menjaga rumah tahanan, Brimob hingga Densus 88 dan semua personel berjumlah 103 personel.
(sam/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kapolda Metro Turunkan 5 Ribu Personel Amankan Lokasi Debat Keempat Pilpres

Liputan6.com, Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy meninjau lokasi debat Pilpres keempat, di Hotel Shangri-La, Jakarta pada Jumat (29/3/2019).

Pantauan di lokasi, bersama jajarannya, Gatot sempat meninjau beberapa sudut lokasi debat. Usai meninjau, Gatot memastikan bahwa lokasi debat aman.

“Pengamanan kita menempatkan baik itu di dalam maupun di luar gedung ya,” kata Gatot di Hotel Shangri-La, Jumat (29/3/2019).

Gatot mengatakan, 5.000 personel gabungan akan diterjunkan besok. Mereka akan disebar ke dalam empat ring pengamanan.

“Pengamanan pertama, ring satu itu ada pada objek debat. Ring dua berada di luar gedung. Sementara ring tiga dan ring empat dan seterusnya, kami akan buat pos-pos di luar,” ucap Gatot.

Selain itu, Gatot juga memastikan bahwa sistem pengamanan di lokasi debat juga sudah cukup baik. Misalnya terdapat beberapa unit kamera CCTV yang terpasang di sudut-sudut lokasi debat.

“Kami juga siapkan face recognition, isinya ada CCTV. Nanti ada yang namanya face recognition itu kalau wajah orang ini wajah yang kita duga terduga apakah itu daftar pencarian orang (DPO) atau sebagaimnya itu bisa kelihatan di situ. Kami punya datanya,” tegas Gatot.

Ratna Sarumpaet Keluhkan Kondisi Rutan Polda Metro: Tak Ada Ventilasi

Jakarta – Terdakwa kasus hoax penganiayaan, Ratna Sarumpaet mengeluhkan kondisi di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Ia mengaku tidak nyaman karena tidak ada ventilasi di rutan tersebut.

“Di sana susah soalnya tidak ada ventilasi. Iya,” kata Ratna Sarumpaet saat tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya Jakarta Selatan (26/3/2019).

Ratna tiba di PN Jaksel sekitar pukul 08.30 WIB. Ia mengaku akan mencoba kembali mengajukan tahanan kota hari ini.
“Ya nanti kita coba lagi (ajukan tahanan kota), hari ini,” lanjut Ratna.

Ratna sendiri hari ini akan menjalani sidang lanjutan kasus hoax penganiayaan. Agenda sidang hari ini pemeriksaan saksi.

“Siap (menjalani sidang lanjutan),” kata Ratna.

Sebelumnya diberitakan, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan 6 saksi untuk sidang Ratna Sarumpaet hari ini. Saksi yang dihadirkan yakni penyidik Polda Metro Jaya dan beberapa pihak dari RS Bina Estetika.

“Ada 6 dari pihak penyidik dan dari RS Bina Estetika, rumah sakit operasi bedah. Dokter sama perawat,” kata Kajari Jaksel Supardi, saat dihubungi detikcom, Selasa (26/3).

Ratna Sarumpaet didakwa membuat onar lewat hoax penganiayaan dirinya. Cerita kebohongan Ratna Sarumpaet dimulai setelah operasi plastik di RS Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam surat dakwaan, diuraikan soal tindakan medis operasi perbaikan muka (facelift) atau pengencangan kulit muka Ratna Sarumpaet. Ratna rawat inap di RS Bina Estetika dilakukan pada 21-24 September 2018.

“Bahwa selama menjalani rawat inap tersebut, terdakwa beberapa kali mengambil foto wajahnya dalam kondisi lebam dan bengkak akibat tindakan medis,” kata jaksa membacakan surat dakwaan Ratna Sarumpaet di PN Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Kamis (28/2).

Atas perbuatannya, Ratna Sarumpaet didakwa dengan Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 A ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.
(ibh/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pakai Rompi Tahanan, Jokdri Dibawa Penyidik ke Rutan Polda Metro

Jakarta – Eks Plt Ketum PSSI Joko Driyono (Jokdri) selesai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus perusakan barang bukti match fixing atau pengaturan skor pertandingan sepakbola. Jokdri terlihat mengenakan rompi tahanan berwarna oranye.

Pantauan detikcom di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, (26/3/2019) pukul 00.15 WIB, Jokdri keluar dari ruangan penyidik. Jokdri bersama penyidik Satgas Anti Mafia Bola berjalan menuju Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.

Jokdri enggan berkomentar saat dimintai tanggapan soal penahanan. Tangannya masuk ke saku celana dan pandangan matanya terlihat mengarah ke bawah.

Sebelumnya, Jokdri menjalani pemeriksaan sejak Senin (25/3) pukul 10.00 WIB. Jokdri akan mendekam di Rutan Polda Metro Jaya selama 20 hari.

“Saat ini proses penyidikan berjalan. Semoga kita bisa tuntaskan, termasuk berkas perkara JD, yang dilakukan penahanan hari ini,” kata Kasatgas Antimafia Bola Polri Brigjen Hendro Pandowo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (25/3).

Jokdri dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan/atau Pasal 265 KUHP dan/atau Pasal 233 KUHP. Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang police line.
(zak/zak)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Joko Driyono Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya

Jakarta – Eks Plt Ketum PSSI, Joko Driyono, ditahan polisi terkait kasus dugaan perusakan barang bukti match fixing atau pengaturan skor pertandingan sepakbola. Joko akan mendekam di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya selama 20 hari, terhitung sejak hari ini.

“Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya mulai 25 Maret sampai 13 April 2018, 20 hari ke depan,” kata Kasatgas Antimafia Bola Brigjen Hendro Pandowo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (25/3/2019).

Penahanan Joko berdasarkan hasil gelar perkara pukul 14.00 WIB siang tadi. Hendro menjelaskan penahanan Joko telah memenuhi syarat karena dia diduga melanggar pasal yang ancaman hukumannya 7 tahun masa kurungan.

“Ancaman 7 tahun penjara. Pencekalan 6 bulan dan belum habis, sehingga cukup lakukan penahanan,” ujar Hendro.

Hendro mengungkapkan motif perusakan barang bukti yang dilakukan Joko adalah untuk mengaburkan proses penyidikan kasus match fixing. Dari terkuaknya motif tersebut, Hendro menegaskan polisi akan menggali lebih dalam terkait ada atau tidaknya peran Joko dalam pengaturan skor.

“(Motif perusakan barang bukti) untuk mengaburkan sehingga barang bukti yang kita butuhkan tidak ada. Sehingga kita tidak bisa gali lebih dalam pengaturan skor lain. Tapi sudah ada dari enam penahanan tersangka yang lain sebelumnya,” jelas Hendro.

“Ada beberapa hal yang akan kita dalami terkait peran dalam pengaturan skor kasus lain. Sehingga ada upaya dia musnahkan dokumen yang dibutuhkan,” sambung Hendro.

Jokdri dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan/atau Pasal 265 KUHP dan/atau Pasal 233 KUHP. Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang police line.

Saksikan juga video ‘Satgas Antimafia Bola Resmi Tahan Joko Driyono!’:

[Gambas:Video 20detik]

(aud/fdn)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Polda Metro: Zul Vokalis Zivilia Berperan Menimbang dan Mengantar Narkoba

Liputan6.com, Jakarta – Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya tengah melakukan pendalaman terkait ditangkapnya vokalis Band Zivilia, Zul. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelantun lagu Aishiteru itu positif menggunakan narkoba.

“Tes urine nya positif sabu ya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono kepada merdeka.com, Kamis (7/3/2019).

Dalam penangkapan pada 28 Februari 2019, Zul Zivilia diduga diamankan bersama rekan-rekannya. Namun Argo enggan membeberkan detail penangkapan tersebut.

Dalam pemeriksaan sementara ini juga, Zul diduga sebagai pengedar dan juga kurir. “Peran ikut menimbang barang dan memasukkan ekstacy ke dalam plastik klip serta mengantar barang,” ujar Argo.

Argo menyebutkan, Zul Zivilia diduga menggunakan barang haram itu di mana pun berada. “Bebas menggunakan sabu kapan pun di tempat terrsangka lain,” pungkas Argo.

2 dari 3 halaman

Ditangkap di Apartemen

Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengamankan Zul, vokalis Band Zivilia terkait penyalahgunaan narkotika. Ternyata, Zul Zivilia sudah ditangkap pada Kamis 28 Februari 2019.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Suwondo mengatakan, jajarannya menangkap Zul Zivilia di sebuah apartemen di Jakarta Utara.

“Di apartemen kawasan Jakarta Utara,” kata Kombes Suwondo kepada Liputan6.com, Kamis (7/3/2019).

Dia mengatakan penyidik juga menyita barang bukti narkoba berupa sabu pada penangkapan Zul Zivilia tersebut. Namun, Suwondo belum mau membeberkan jumlahnya.

“Pokoknya banyak. Besok detailnya kami lakukan press conference,” ucap Suwondo.


Reporter: Ronald

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini

Polda Metro Beri Piagam Penghargaan pada Briptu Sani Rizki Fauzi

Liputan6.com, Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono memberikan piagam penghargaan kepada Briptu Sani Rizki Fauzi, atas keberhasilannya membawa kemenangan dalam Piala AFF U-22, di Kamboja. Saat itu Indonesia menang 2-1 melawan Thailand.

Selain Sani, Polda Metro juga memberikan piagam kepada dua anggota Satlantas Polres Tangerang Selatan. Acara pemberian piagam itu berlangsung di Gedung Promoter Mapolda Metro Jaya.

“Pada kesempatam apel pagi ini kita beri penghargaan kepada anggota kita yang berprestasi. Walaupun sebelumnya kita sudah berikan apresiasi di luar anggota Polres Tangsel,” kata Irjen Gatot di lokasi, Rabu (6/3/2019).

Kata Gatot, piagam ini diberikan karena Sani Rizki Fauzi telah mengharumkan nama Indonesia, juga Polda Metro Jaya. Selain Sani, Gatot juga berterima kasih kepada dua anggota Satlantas Polres Tangsel karena bertugas dengan humanis saat diprovokasi masyarakat beberapa hari lalu.

Bripka Oky Wardana dan Bripka I Made mendapat penghargaan karena dengan sabar menghadapi Adi Saputra yang mengamuk dan membanting motornya saat ditilang beberapa waktu lalu.

“Ini adalah contoh-contoh anggota kita menunjukkan di satu sisi pelaksanakaan kinerja kepolisan dan prestasi membanggakan citra baik nama Polri dan Indonesia,” kata Gatot.

2 dari 3 halaman

Jangan Mudah Puas

Gatot menegaskan, kepada seluruh anggotanya agar tidak puas dengan prestasi yang didapatkannya. Ia meminta kepada para anggotanya untuk terus meningkatkan prestasinya.

“Apa pun yang kita lakukan akan dilihat masyarakat apakah perbuatan kita bisa dapat egitimasi masyakat atau tidak. Kemudian kepada Sani yang dapat apresiasi dari Pak Kapolri dan mendapat kenaikan pangkat. Ini suatu kepercayaan yang diberikan institusi Polri. Jangan berhenti sampai disini, kita bangga baru pertama kali AFF bisa dapat pialanya di tingkat Asia,” pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Harumkan Nama Polri, Polda Metro Beri Penghargaan ke Sani Rizki-Bripka Oky

JakartaPolda Metro Jaya pagi ini memberikan penghargaan berupa piagam ke pada Bripda Sani Rizki, pencetak gol di Piala AFF U-22 di Kamboja. Selain Sani, Polda Metro juga memberikan piagam kepada dua anggota Satlantas Polres Tangerang Selatan.

Acara pemberian piagam itu berlangsung di gedunga Promoter Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (6/3/2019). Acara dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono.

“Pada kesempatam apel pagi ini kita beri penghargaan kepada anggota kita yang berprestasi. Walaupun sebelumnya kita sudah berikan apresiasi diluar anggota Polres Tangsel,” kata Irjen Gatot.


Sani diberi penghargaan lantaran berhasil membanggakan citra baik kepolisian dalam Piala AFF U-22 kemarin. Bripda Sani Rizki diberikan penghargaan langsung oleh Irjen Gatot. Sementara, Bripka Oky Wardana dan Bripka I Made mendapat penghargaan karena dengan sabar menghadapi Adi Saputra yang mengamuk dan membanting motornya saat ditilang beberapa waktu lalu.

“Ini adalah contoh-contoh anggota kita menunjukan di satu sisi pelaksanakaan kinerja kepolisan dan prestasi membanggakan citra baik nama Polri dan Indonesia,” kata Irjen Gatot.

Harumkan Nama Polri, Polda Metro Beri Penghargaan ke Sani Rizki-Bripka OkyFoto: Polda beri penghargaan ke Bripda Sani Rizki dan Bripka Oky (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)

Irjen Gatot mengatakan kepada anggotanya agar tidak puas dengan prestasi yang didapatkannya. Ia meminta kepada para anggotanya untuk terus meningkatkan prestasinya.

“Pemberian ini adalah bentuk apresiasi dan kita menunjukkan anggota yang berkerja dengan baik. Apapun yang kita lakukan akan dilihat masyarakat apakah perbuatan kita bisa dapat egitimasi masyakat atau tidak,” kata Irjen Gatot.

“Kemudian kepada Sani yang dapat apresiasi dari Pak Kapolri dan mendapat kenaikan pangkat. Ini suatu kepercayaan yang diberikan institusi Polri. Jangan berhenti sampai disini, kita bangga baru pertama kali AFF bisa dapat pialanya di tingkat Asia,” sambungnya.

Diketahui, Bripda Sani Rizki mengantarkan Tim Nasional U-22 Indonesia menjuarai Piala AFF U-22 2019 dengan cetakan gol yang dibuatnya. Belakangan baru diketahui jika Sani adalah anggota Polri aktif.

Selain itu, untuk Bripka Oky Wardana dan Bripka I Made, kedua anggota Satlantas Polres Tangsel itu sempat viral karena menilang Adi Saputra di kawasan BSD, Tangsel. Hal itu menjadi viral labtaran kedua polisi itu dengan sabar tidak menghiraukan aksi banting-banting motor yang dilakukan Adi Saputra karena ditilang oleh polisi.
(mae/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kurangi Angka Kecelakaan di DKI, Polda Metro Jaya Gandeng Pembalap

Liputan6.com, Jakarta – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggelar Millenial Road Safety Festival di Lapangan Promoter Ditlantas Polda Metro Jaya bersama pembalap Rifat Sungkar. Acara ini untuk mengurangi jumlah kecelakaan dan tertib berlalu lintas.

“Melalui program ini kami kami ingin memperkenalkan kepada kaum millenial bagaimana teknis berkendara,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf, Jakarta, Minggu (3/3/2019).

Menurut dia, selama 2018, sebagian besar korban kecelakaan masih berusia produktif antara 15 hingga 35 tahun.

“Tahun lalu, korban milenial paling dominan dalam kecelakaan lalu lintas. Ini harus kami kurangin. Intinya bagaimana kaum millenial dapat tertib berlalu lintas, salah satunya dengan program ini,” ujar dia.

Sementara itu Rifat Sungkar yang didaulat sebagai duta keselamatan mengapresiasi program ini. Terlebih selama ini balap liar kerap terjadi karena tidak adanya fasilitas maupun wadah untuk kaum muda menyalurkan hobinya.

“Balapan liar banyak terjadi karena tidak adanya lokasi atau failitas untuk mengelola kegiatan tersebut. Untuk itu, kami membuka pintu lebar supaya kaum muda, tertarik dan mau belajar mengenai balapan secara lebih baik,” kata Rifat.

2 dari 3 halaman

Coba Lintasan

Dalam acara ini, satu persatu peserta mencoba track yang telah disiapkan. Meski diguyur hujan, tidak menyurutkan minat para drifter tanah air mempertunjukkan kemampuan mereka.

Mereka lihai menghindari rintangan-rintangan yang sudah disediakan hingga membuat penonton berdecak kagum.


Reporter: Ronald

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: